Seminar Nasional Kemitraan Dalam Penanggulangan Bencana dan Diklatsarnas XII SAR Universitas Hasanuddin

SAR Universitas Hasanuddin mengadakan rangkaian kegiatan Seminar Nasional dan Pendidikan dan Latihan SAR Nasional ke 13. Kegiatan yang diawali dengan Seminar Nasional bertema “Kemitraan Dalam Penanggulangan Bencana” dilaksanakan selama 21 hari sejak tanggal 24 Juli – 13 Agustus 2003. Kegiatan ini dilaksanakan di empat tempat yaitu di kampus Unhas sendiri, Gowa, Lanud Hasanuddin, dan Lantamal IV.

Seminar Nasional dilaksanakan di kampus Universitas Hasanuddin pada tanggal 24 Agustus 2003 tepatnya di gedung Pusat Kegiatan Penelitian. Diskusi panel ini mengambil panelis dari Bakornas PBP (Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Pengungsi) yang mewakili Menkokesra, Dinas Kesejahteraan Sosial mewakili Gubernur Sul-Sel, Konsulat Jenderal Jepang serta Komandan Satuan Brimob Sul-Sel. Panitia mengambil pemateri ini karena melihat inilah instansi pemerintah yang berkompoten dalam penanggulangan bencana alam di Indonesia. Terkecuali pihak Konjen Jepang yang diwakili oleh anggota Japan’s Coast Guard (Penjaga Pantai Jepang) membawakan materi barupa contoh kasus untuk dijadikan pembanding. Seminar ini dipandu oleh Ibu Dra. Hj. St. Aftamari, M.Fin, Ak. Dosen fakultas Ekonomi Unhas.

Seminar ini dikuti oleh ± 30 peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa, umum, dan instansi pemerintah serta TNI-Polri. Diantara peserta ada yang datang dari luar kota dan dari luar Sul-Sel. Tidak semua peserta Seminar yang merupakan peserta Diklatsarnas 13, tetapi semua peserta Dikalatsarnas adalah juga peserta Seminar Nasional. Dari Seminar ini ditarik suatu kesimpulan bahwa dalam penanggulangan bencana diperlukan kerjasama yang baik antara instansi terkait baik itu pada saat bencana atau setelah terjadinya bencana. Kesimpulan lain yang ditarik dari diskusi panel ini, bahwa di Indonesia sendiri walaupun telah mampu mengorganisir penanggulangan bencana yang terjadi tetapi terlalu panjang “birokrasi” yang harus dilalui dan. Selain itu kekurangan sumber daya menjadi kendala yang dirasakan paling berat. Dalam  seminar ini peserta yang hadir sangat aktif bertanya, dan rata-rata menyertakan contoh kasus yang pernah dialami sendiri.

Setelah seminar maka kegiatan selanjutnya adalah rangkaian kegiatan Diklatsarnas 13. Diklatsarnas ini dibagi menjadi empat matra, yaitu matra kelas, matra darat, matar udara, dan matra laut serta sebagai kegiatan penutup adalah simulasi SAR Laut di pantai losari. Pada awalnya peserta diklat ini ada 31 orang yang berasal dari berbagai daerah. Dengan rincian 13 orang dari unhas, 5 orang dari PPSWPA Ambon, 1 orang dari Pemda Palopo (Dinas Kebakaran), 1 orang dari akar Indonesia Palopo, 1 orang dari Imapa Unmul, 1 orang dari Univ. Udayana Bali, 1 orang dari SAR Unpad, 3 orag dari Unib Bengkulu, 1 orang dari mapala Uvri Makassar, 1 orang dari MPA Trisula, 1 orang dari Kompas Borneo Banjarmasin, dan 1 orang dari Pemda Luwu Utara. Namun pada pelaksanaan matra kelas 1 orang peserta mengundurkan diri. Demikian menurut Bonny Lantang ketua Panitia Diklatsarnas 13 ini.

Lebih Lanjut Bonny juga menjelaskan waktu pelaksanaan tiap matra dan inti dari tiap mtra tersebut. Matra kelas dilaksanakan sejak hari Kamis, 24 Juli 2003 hingga tanggal 30 Juli 2003. Di matra kelas ini peserta akan dipersiapkan fisik, mental, dan semua teori dasar pengetahuan SAR sehingga nanti di matra selanjutnya dapat diaplikasikan. Matra darat dilaksanakan selama tujuh hari sejak Rabu 30 Juli 2003 sampai Selasa 05 Agustus 2003. Di matra darat ini peserta akan mempraktekkan apa yang telah diberikan di matra kelas serta ada materi tambahan berupa pembuatan bivoak (kemah darurat red.). Selama matra darat ini peserta akn terus bergerak dan berpindah-pindah lokasi, sehingga dapat disimpulkan bahwa fisik peserta akan betul-betul digenjot. Selesai matra darat, maka matra selanjutnya adalah matra udara  yang dilaksanakan selama tiga setengah hari sejak Selasa sampai Jumat, 5-8 Agustus 2003. Di sini peserta digenjot fisik, mental, dan teori SAR Udara oleh Instruktur dari Skadron 466 Wing II Paskhas AU. Sayangnya dalam diklat kali ini peserta tidak mendapatkan kesempatan mencoba rappeling (turun dengan tali) Heli. Menurut Informasi Heli yang akan digunakan sedang stand by operasi di Menado, Sulawesi Utara. Matra yang terakhir adalah matra laut yang dilaksanakan di Lantamal 4 TNI AL. Matra laut dilaksanakan sejak tanggal 8 Agustus 2003 sampai 12 Agustus 2003. Matra yang mengambil instruktur dari Marinir dan Korps Penjaga Laut dan Pantai ADPEL Makassar ini memiliki materi inti tentang bagaimana tehnik pencarian dan penyelamatan di laut. Selain itu peserta akan dilatih untuk mampu bertahan hidup di laut. Oleh karena itu setiap hari peserta selalu dimandikan dengan air laut, untuk menguji daya tahan mereka.

Kegiatan terakhir dari rangkaian kegiatan ini adalah “Simulasi SAR Laut” yang dilanjutkan dengan penutupan oleh Gubernur Sul-Sel. Dalam simulasi ini diceritakan sebuah kapal motor dengan nama KM. Kurnia Asih mengalami kebakaran dan tenggelam. Regu penolong yang terdiri dari kapal-kapal yang berada di sekitar perairan makassar tempat terjadinya musibah segera melakukan tindakan pancarian dan penyelamatan serta evakuasi korban. Dalam hal ini regu-regu penolong merupakan siswa diklat sendiri dan beberapa organisasi SAR dan potensi SAR yang ada di Sul-Sel Dalam simulasi ini yang terlibat antara lain SAR TNI-AL, SAR Brimob, dan PMI Cabang Makassar. Fasilitas yang digunakan antara lain sebuah kapal patroli TNI-AL dari Lantamal 4 Makassar beserta sebuah sekoci dan perahu karet. Brimob selain personil disertakan juga sebuah perahu karet. Dan PMI Cabang Makassar sendiri menurunkan sebuah mobil Ambulance. Simulasi berjalan lancar dan peserta serius dalam menjalankannya, demikian menurut penanggung jawab Simulasi Sdr. Herman.

Simulasi ini sendiri menurut Herman lebih lanjut adalah untuk melatih peserta diklat agar mampu bertindak sesuai prosedur apabila terjadi musibah di laut. Peserta diharapkan tidak canggung dan ragu lagi dalam bertindak apabila terjadi musibah di laut lanjut Herman. Setelah simulasi kegiatan yang paling terakhir adalah penutupan Diklatsarnas 13. Acara penutupan ini dihadiri Pembantu Rektor III unhas Bpk. Prof. Dr. Ir. H. Ambo Ala, MSc, mewakili Rektor Unhas. Selain itu dihadiri pula oleh Kepala Dinas Kesos dan Linmas, Ketua PMI Cabang Makassar, Dan Sat Brimob Polda Sul-Sel, Wakil dari Kodam VII Wrb, Wakil dari Lantamal IV, serta dari instansi terkait dan senior-senior SAR Unhas. Penutupan Dilatsarnas dilakukan oleh KaDinas Kesos dan Linmas mewakili Gubernur Sul-Sel.

Diklat ini sendiri menurut peserta adalah diklat yang sangat mengesankan karena lokasi diklat yang berpindah-pindah. Tambah mereka diklat ini juga pantas disebut Diklat Nasional,  karena materi yang diberikan merupakan meteri yang terbaru. Setelah penutupan berakhir panitia masih menggelar acara terakhir yang merupakan tradisi dalam setiap diklat yang diadakan oleh SAR Unhas. Acara yang dimaksud adalah lari marathon dari pantai Losari hingga Kampus Merah Unhas. (SAR 335)***

[ke awal]

Desain homepage oleh IQ-Production,

Taman Sudiang Indah Blok I-7 No. 17, Makassar, 90243, Telp. 62-411-550904, Selular: 62-81-5253-1945

Hosted by www.Geocities.ws

1