Cerita Tentang Cinta: Keyakinan

Kami adalah keturunan yang berwatak keras. Kalau tidak, kami tidak akan berada disini sekarang. Ya, kami adalah keturunan yang berwatak keras. Dalam banyak hal, kami dikaruniai kecerdasan dan semangat yang tidak diberikan kepada setiap orang.

Dan izinkan saya berkata bahwa penolakan untuk bersikap pasrah secara total atau sepenuhnya terhadap ketidakmam- puan seseorang, sesungguhnya berkaitan dengan suatu hal -- keyakinan, keyakinan yang nyaris bersifat keilahian.

Diruang lobi Institut Pengobatan dan Rehabilitasi Fisik yang berada diseberang East River kawasan 400 East Street di New York City, ada plakat berwarna perunggu yang dipan- cangkan ditembok. Selama beberapa bulan ini ketika bolak balik ke Institut itu untuk mendapatkan perawatan -- 2 atau 3 kali seminggu -- aku sebetulnya sudah melintasi ruang lobi itu berkali2. Tetapi aku tidak pernah menyisihkan waktu un- tuk melewati salah satu sisinya dan membaca kata2 yang terpampang diatas plakat yang ditulis, konon, oleh seorang prajurit Konfederasi yang tidak dikenal itu.

Pada suatu sore, aku menengoknya. Saat aku selesai membacanya sebanyak 2 kali, aku merasa nyaris meledak -- bukan dalam keputusasaan, melainkan dalam pijaran cahaya dari dalam yang membuatku tegang dan mencengkam lengan kursi rodaku. Aku ingin membaginya dengan anda.
*****

Sebuah Ikrar bagi Mekeka yang Menderita
```````````````````````````````````````````````````````````
Aku meminta kekuatan kepada Tuhan, agar aku dapat memperolehnya.
Aku diberi kelemahan, agar aku belajar merendahkan hati untuk taat ...

Aku meminta kesehatan, agar aku dapat melakukan hal2 yang hebat.
Aku diberi penyakit, agar aku dapat melakukan hal2 lain yang lebih baik ...

Aku meminta kekayaan, agar aku bahagia.
Aku diberi kemelaratan, agar aku menjadi bijaksana ...

Aku meminta keperkasaan, agar aku mendapatkan kebanggaan seorang laki2.
Aku diberi ketidakberdayaan, agar aku merasakan kebutuhan akan Tuhan ...

Aku meminta segala2nya, agar aku dapat menikmati kehidupan.
Aku diberi kehidupan, agar aku dapat menikmati segala2nya ...

Aku tidak memperoleh satu pun yang kuminta -- kecuali segala
sesuatu yang kuharap.

Terlepas dari apa yang telah kuminta, doa2ku yang tak terucap-
kan telah terjawab.

*****

Akulah, diantara sekian banyak laki2, orang yang paling diberkati!

by: Roy Campanella
Mohon pemberitahuan jika tulisan ini dirasa melanggar hak cipta penulis asli. Hubungi saya di-sini.
Terima kasih.

(kembali ke index)

Hosted by www.Geocities.ws

1