Puisi
|
KAWANKU DAN AKU Kami sama pejalan larutMenembus kabut Hujan mengucur badan Berkakuan kapal-kapal di pelabuhan Darahku mengental pekat. Aku tumpat pedat Siapa berkata-kata? Kawanku hanya rangka saja Karena dera mengelucak tenaga Dia bertanya jam berapa? Sudah larut sekali Hilang tenggelam segala makna Dan gerak tak punya arti |
| Oleh: Naufal |
|
PEMUDA UNTUK PERUBAHAN Indonesia MenangisBahkan tercabik Dengan hebatnya penguasanya korupsi Tak peduli rakyatnya mengemis Kesejahteraan tinggallah angan Keadilan hanyalah khayal Kemerdekaan telah terjajah Yang tersisah hanya kebodohan Indonesiaku, Indonesia kalian Jangan hanya tinggal diam kawan Mari bersatu ambil peranan Sebagai pemuda untuk perubahan... |
| Oleh: Dian |
Jika anda ingin puisi anda ditampilkan pada website ini. Silahkan kirimkan puisi anda ke email saya di [email protected]