|
|
|
|
Ada Apa Disebalik
Pernikahan

NIKAH...
Untuk satu perkataan ini, banyak pandangan sekaligus komen yang berkaitan
dengannya. Bahkan sehari-hari pun, sedikit atau banyak, tentu pembicaraan
kita akan menyentuh dengan hal yang satu ini. Tak terlalu banyak beza,
samada di majis para lelaki, mahupun di majlis wanita. Sedikit sebanyak
diantara komen yang biasa kita dengar dari suara-suara di sekitar,
diantaranya ada yang agak sinis, yang lain merasa berat dengan
alasan-alasan yang macam-macam.
Nikah. Untuk satu perkataan ini, banyak pandangan sekaligus komen yang
berkaitan dengannya. Bahkan sehari-hari pun, sedikit atau banyak, tentu
pembicaraan kita akan menyentuh dengan hal yang satu ini. Tak terlalu
banyak beza, samada di majis para lelaki, mahupun di majlis wanita.
Sedikit sebanyak diantara komen yang biasa kita dengar dari suara-suara di
sekitar, diantaranya ada yang agak sinis, yang lain merasa berat dengan
alasan-alasan yang macam-macam.
Mereka yang menolak nikah, mengatakan, "Apa tidak ada alternatif yang lain
selain nikah ?", atau "Apa untungnya nikah?".
Bagi yang merasa keberatan juga mengatakan "Kalau sudah nikah, kita akan
terikat dan tidak bebas", semakna dengan itu "Nikah ! Jelasnya buat susah
je, lebih-lebih lagi kalau sudah ada anak".
Yang paling banyak 'penggemarnya' adalah yang mengatakan "Saya perlu
meniti karier terlebih dahulu, nikah bagi saya itu menyusahkan".
Terakhir, para orang tua pun turut memberi nasihat untuk anak-anaknya "Kamu
tak perlu terburu-buru nak nikah, cari duit banyak-banyak dulu".
Ironisnya bersamaan dengan banyaknya orang yang 'tidak mahu' nikah,
ternyata angka perzinaan atau 'kecelakaan" semakin meningkat ! Itulah
beberapa pandangan orang tentang pernikahan. Tentu saja tidak semua orang
berpandangan seperti itu. Sebagai seorang muslim tentu kita akan berupaya
menimbang segalanya sesuai dengan kaca mata islam. Apa yang dikatakan baik
oleh syariat kita, pastinya baik bagi kita. Sebaliknya, bila islam bilang
sesuatu itu buruk pasti buruk bagi kita. Kerana pembuat syariat, iaitu
Allah adalah yang menciptakan kita, yang tentu saja terlebih tahu mana
yang baik dan mana yang buruk bagi kita.
Persoalan yang mungkin muncul di tengah masyarakat kita sehingga timbul
berbagai komen seperti di atas, tidak lepas dari ketidakfahaman atau tidak
tahu tentang tujuan nikah itu sendiri.
Nikah di dalam pandangan islam, memiliki kedudukan yang begitu agung. Ia
bahkan merupakan sunnah (ajaran) setiap nabi dan rasul, seperti firman
Allah :
"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum kamu dan Kami
memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan" (QS Ar-ra'd : 38)
Sedikit memberikan gambaran kepada kita, nikah di dalam ajaran islam
memiliki beberapa tujuan yang mulia, diantaranya :
1. Nikah dimaksudkan untuk menjaga keturunan, mempertahankan generasi
manusia. Tidak hanya untuk memperbanyak generasi saja, namun tujuan dari
adanya kelangsungan generasi tersebut adalah tetap tegaknya generasi yang
akan membela syariat Allah, meninggikan Dinul islam , memakmurkan alam dan
memperbaiki bumi.
2. Memelihara kehormatan diri, menghindarkan diri dari hal-hal yang
diharamkan, sekaligus menjaga kesucian diri.
3. Mewujudkan maksud pernikahan yang lain, seperti menciptakann ketenangan,
ketenteraman. Kita bisa menyaksikan begitu harmoninya perpaduan antara
kekuatan laki-laki dan kelembutan seorang wanita yang diikat dengan tali
pernikahan, sungguh merupakan perpaduan yang begitu sempurna.
4. Pernikahan pun menjadi sebab kayanya seseorang, dan terangkatnya
kemiskinannya. Nikah juga mengangkat wanita dan pemuda dari cengkaman
fitnah kepada kehidupan yang hakiki dan suci (terjaga). Diperoleh pula
kesempurnaan pemenuhan keperluan biologi dengan jalan yang disyariatkan
oleh Allah. Sebuah pernikahan, mewujudkan kesempurnaan kedua belah pihak
dengan kekhususannya.
5. Tumbuh dari sebuah pernikahan adanya sebuah ikatan yang dibangun di
atas perasaan cinta dan kasih sayang.
"Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu
isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa
tenteram kepadanya, dan dijadikan Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.
Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum
yang berpikir" (QS Ar Ruum : 21)
Itulah beberapa tujuan mulia yang dikehendaki oleh Islam. Tentu saja tak
keluar dari tujuan utama kehidupan iaitu beribadah kepada Allah.
|
|