|
TANYA:
Ada sebagian para pemuda yang terlalu bersemangat mele-bihi yang
sepatutnya dan mengarah kepada sikap ekstrem, apa nasehat anda
terhadapnya?
JAWABAN
Para pemuda dan selain mereka wajib berhati-hati sehingga tidak
melakukan tindakan kekerasan, ekstremisme dan ghuluw. Hal ini
berdasarkan firman Alloh,
"Katakanlah, 'Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui
batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu'." (Al-Ma`idah:77)
Demikian juga firmanNya,
"Maka disebabkan rahmat dari Alloh-lah kamu berlaku lemah lembut
terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar,
tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu." (Ali Imran:159).
Dan firmanNya kepada Musa , dan Harun , ketika Dia mengutus keduanya
menghadap Fir'aun,
"Maka berbicalah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah
lembut mudah-mudahan ia ingat atau takut." (Thaha:44).
Di dalam hadits Nabi SAW, beliau
bersabda,
هَلَكَ اْلمُتَنَطِّعُوْنَ
"Sungguh telah binasalah orang-orang yang melampaui batas." Beliau
mengucapkan hal ini hingga tiga kali. (HR. Muslim dalam Shohih-nya,
kitab Al-‘Ilm (2670))
Dalam sabdanya yang lain,
إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِي
الدِّيْنِ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ الْغُلُوُّ
فِي الدِّيْنِ
"Berhati-hatilah kamu terhadap tindakan ghuluw (melampaui batas) di
dalam agama, karena sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum
kamu adalah tindakan ghuluw di dalam agama." (HR. Imam Ahmad (1854), dan
juga diriwayatkan oleh sebagian pengarang kitab As-Sunan dengan sanad
Hasan; an-Nasa`i, kitab Al-Hajj (3057), Ibn Majah, kitab Al-Manasik
(3029))
Oleh karena itu, saya berwasiat kepada seluruh da’i agar tidak
terjerumus ke dalam sikap berlebih-lebihan dan melampaui batas (ghuluw).
Hendaknya mereka bersikap pertengahan, yaitu berjalan di atas manhaj
Alloh dan hukum Kitab-Nya dan Sunnah Rosul-Nya.
(SUMBER: Majalah al-Buhuts al-Islamiyyah, edisi 32, h.120, dari
fatwa Syaikh Ibn Baz)
|