Hukum Terlalu Bersemangat Yang Mengarah Kepada Sikap Ekstrem

(diambil dari www.alsofwah.or.id)

 

TANYA:
Ada sebagian para pemuda yang terlalu bersemangat mele-bihi yang sepatutnya dan mengarah kepada sikap ekstrem, apa nasehat anda terhadapnya?

JAWABAN
Para pemuda dan selain mereka wajib berhati-hati sehingga tidak melakukan tindakan kekerasan, ekstremisme dan ghuluw. Hal ini berdasarkan firman Alloh,
"Katakanlah, 'Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu'." (Al-Ma`idah:77)

Demikian juga firmanNya,
"Maka disebabkan rahmat dari Alloh-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu." (Ali Imran:159).

Dan firmanNya kepada Musa , dan Harun , ketika Dia mengutus keduanya menghadap Fir'aun,
"Maka berbicalah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut mudah-mudahan ia ingat atau takut." (Thaha:44).

Di dalam hadits Nabi SAW, beliau  bersabda,


هَلَكَ اْلمُتَنَطِّعُوْنَ


"Sungguh telah binasalah orang-orang yang melampaui batas." Beliau mengucapkan hal ini hingga tiga kali. (HR. Muslim dalam Shohih-nya, kitab Al-‘Ilm (2670))

Dalam sabdanya yang lain,


إ
ِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِي الدِّيْنِ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ الْغُلُوُّ فِي الدِّيْنِ


"Berhati-hatilah kamu terhadap tindakan ghuluw (melampaui batas) di dalam agama, karena sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kamu adalah tindakan ghuluw di dalam agama." (HR. Imam Ahmad (1854), dan juga diriwayatkan oleh sebagian pengarang kitab As-Sunan dengan sanad Hasan; an-Nasa`i, kitab Al-Hajj (3057), Ibn Majah, kitab Al-Manasik (3029))

Oleh karena itu, saya berwasiat kepada seluruh da’i agar tidak terjerumus ke dalam sikap berlebih-lebihan dan melampaui batas (ghuluw). Hendaknya mereka bersikap pertengahan, yaitu berjalan di atas manhaj Alloh dan hukum Kitab-Nya dan Sunnah Rosul-Nya.

(SUMBER: Majalah al-Buhuts al-Islamiyyah, edisi 32, h.120, dari fatwa Syaikh Ibn Baz)

 

Kembali ke Halaman Utama Lihat Tulisan Lainnya

 

Hosted by www.Geocities.ws

1