WELCOME TO MY LIFE

*************************

 

      KNOWLEDGE FLOW      BY THE TIME

ABOUT ME

MY BLOG

MY SCHOOL

ARTICLES

KNOWLEDGE

MY SOCIAL NETWORKS

SAHLAN EFFENDI   

BUILD  OUR SELF TO BE GREAT LEADERS

 

Perkenalan terbatas   

Created by: SAHLAN EFFENDI       

Date of made: November, 23 2011     

     Dua minggu yang lalu, tepatnya bapak saya datang ke palembang untuk mengisi dan menandatangani surat penerimaan beasiswa saya, pada waktu yang sama siswa dari Australia datang kesekolah pada waktu itu. Tetapi aku tak peduli akan hal tersebut, aku jalan jalan dan melihat kota Palembang  dan pada waktu yang sama, acara sea games pun mulai di buka. Hari itu saya mengajak keliling kota Palembang dan melihat pertandingan di jakabaring saat itu. Hari pun mulai petang dan aku langsung mengantar bapakku pulang ke kertapati, karena bapak saya pulang mengendarai kereta dengan jarak yang jauh antara rumah saya sangat jauh dan memakan waktu kurang lebih 9 jam dari Palembang. Aku mulai menangis ketika aku meninggalkan bapak aku sendiri di stasiun kereta api itu, aku sempat berfikir dan meengerti akan keadaan ku sekarang. Hanya ada satu hal yang ada dalam benah ku saat itu, ialah ingin merubah dan membahagiakan keluargaku dan memberikan sesuatu yang lebih pada mereka. Aku pun mulai melanjutkan perjalanan ku yang sangat panjang. Hari pun semakin sore aku pun langsung pulang keasrama.

  Saat tiba diasrama, aku melihat enam anak baru yang belum perna aku temui sebelumnya. Keenam anak tersebut adalah siswa dari Negara tetengga yaitu Australia, Melbourne atau Haileybury. Dari keenam siswa tersebut dua perempuan dan empat laki laki. Aku tak menghiraukan mereka dan langsung pulang keasrama, tetapi anehnya semua anak diasrama pada main semua dan cuma beberapa orang saja diasrama dan aku pun mulai kaget, aku pun berfikir ‘’ mungkin karena ada anak baru.’’  Keesokan harinya, yaitu hari senin dan pada saat itu juga mereka juga ikut dan menjadi tontonan para anak sampoerna.

    Ternyata mereka adalah siswa dari haileybury yang sering disebut oleh kepala sekolah ku. Tapi sayangnya mereka belajar sama kelas IPA semua karena jurusan dan mata pelajaran yang mereka ambil itu bagian IPA. jadi aku tak ambil pusing. Bagi aku semua kelas dan siswa itu sama saja, aku juga sempat merasa bahwa mereka kurang akrab dan susah untuk menjadi teman, pikiran ku melayang seperti itu. Pada hari ketiga mereka ada jadwal untuk masuk ke kelas kami yaitu XI.SOCIAL. merka ingin belajar tenteng sejarah dan budaya Indonesia saat itu. pada malam harinya, mereka datang dan saat itu juga aku yang paling pertama datang ke kelas dan ingin belajar disana, pada waktu yang sama juga mereka masuk dan menurunkan kursi dari atas meja yang telah kami rapikan sebelumnya. Akupun sempat berkenalan dan ternyata mereka orangnya asyik dan menyenangkan juga. Sebelum teman aku datang, aku sempat mengobrol sambil duduk, aku merasa ragu dan gugup. Tapi hal itu bisa ku atasi dengan santai.

   Setelah itu, aku langsung duduk dan mereka pun sempat duduk di sebelah duduk saya, aku terus melanjutkan perkenalan tersebut, aku sempat berfikir bahwa mereka orangnya baik dan tidak seburuk yang aku kira. Nama mereka adalah Tia, Anne, Duncan, Dylan, Simon, dan Sebastian. Pada waktu itu juga aku dan temanku mendapatkan tugas dari guru kami untuk mengadakan sebuah program tentang macam-macam budaya Indonesia yang banyak dan kaya akan nilai budaya. Pada waktu bersamaan pula, mereka ada program yang sama dan mereka ingin tahu banyak tentang budaya Indonesia. Mereka sangat tertarik dalam persentasi tersebut yang kami lakukan secara langsung. Kami banyak mengambil beberapa contoh saja dan yang sangat terkenal di Indonesia yang mana tempat tersebut sering dikunjungi para turis dan bule yang berasal dari Negara lain. Mereka sempat juga bertanya tentang bahasa yang ada di Indonesia, kami menyingkapi pertanyaan dari mereka.

Indonesia dikatakan sebagai Negara nusantara dan memiliki berbagai macam budaya dan bahasa, Indonesia itu sendiri memiliki kurang lebih seribu macam jenis bahasa yang terdiri dari bahasa mereka sendiri yang sering digunakan didalam keseharian mereka tersendiri.

  Tak hanya itu juga, kami memberitahukan salah satu jembatan yang sangat terkenal di kota palembang yaitu Jembatan AMPERA ( AMPERE Bridge ). Jembatan Ampera ini adalah salah satu peninggalan para pahlawan dan salah satu misteri yang tersimpan secara sendirinya. Ampera juga mempunyai arti yang sangat unik dan memiliki rasa yang kuat akan kebersamaan. Ampera yaitu AMBISI PENDERITAAN RAKYAT ’’palembang’’. Arti itu memiliki sebuah nama yang selalu dikenang oleh masyarakat Palembang. Setelah dua jam kami menjelaskan budaya dan tempat yang ada di Indonesia, mereka juga tak mau ketinggalan akan tempat yang bagus dari Australia. Mereka menujukan berbagai tempat dan hsuatu yang sangat terkenal yaitu salah satu museum yang ada di malbourne.

Kami pun melanjutkan perkenalan lebih jauh dan mencoba untuk saling mengetahui satu sama lain. Mereka sangat bergembira bisa mengetahui budaya Indonesia yang kaya akan budaya dan nilai tradisional yang masih dipegang kuat oleh masyarakat Indonesia.

                                                                                            *****

    Pagi esoknya, saya pergi ke sekolah dan melihat mereka dengan tatapan aneh, karena saya melihat cara makan dan pakaian mereka sangat berbeda dengan seragam sekolah kami. Akupun sempat bertanya dan merekapun juga balik Tanya kepadaku.

 ‘’hai, is it your uniform in this school?”. Jawab saya “yes, this is our school uniform, Because in Indonesia we must have nasional cloths and our school cloths as a symbol of Indonesian school.’’

  Dengan percakapan tersebut, kami langsung dekat satu sama lainnya. Saya terus masuk ke kelas dan langsung mengikuti pelajaran seperti biasanya. Sewaktu kami keluar main atau waktu istirahat, aku melihat mereka mereka juga ikut makan di building lain yaitu building D.

    Tiga puluh menit kemudian,saya pergi menujuh kelas tdengan tanpa tidak sengaja aku melihat  mereka makan dengan wajah yang aneh, karena semua makan atau sayurannya itu pedas dan mereka tidak suka makanan pedas. Aku sempat ketawa dan berfikir aneh tapi lucu, dan aku langsung naik ke atas gedung lantai dua dan melihat mereka bermain dengan mereka sendiri, anehnya permainan tersebut sangat aneh dan lucu. Tetapi mereka sangat suka bermain permainan tersebut., namanya yaitu freezbee. Kelihatannya sangat mudah tapi jika kita coba bukan mudah tapi sangatlah sulit untuk dimainkan.

  Sore harinya, mereka bermain bersama anak sampoerna yang sangat lincah dalam permainan futsal. Dengan tak ragu mereka pun juga ikut dalam permainan tersebut, aku berfikir bahwa mereka suda bisa dan ahli dalam permainan futsal. Ternyata, mereka belum bisa dan jarang sekali memainkan permainan tersebut. Semuanya sangat gembira dan bercanda satu sama lainnya. Pada waktu study night, mereka pergi ke perpustakaan. Tiba tiba mereka langsung mengambil nomor computer tanpa menuliskan nama mereka masing masing. Kami pun tercengang dan tak menghiraukan dangan hal tersebut karena mereka belum tahu dengan tata cara disekolah ini dan juga cara datang ke perpustakaan.

Pada minggu kedua awal, mereka ada sebuah program untuk mengetahui dan ingin mengunjungi salah satu museum yang terdapat di daerah Palembang.  Kami berfikir bahwa mereka akan pergi sama guru kami, tetapi salah satu guru saya menginformasikan bahwa mereka akan pergi sama kelas kami yaitu X.SOCIAL. dengan rasa senang dan gembira bahwa inilah waktunya untuk mengenal budaya Palembang sekaligus mengetahui lebih dalam lagi antara satu dengan yang lain. Sebelum berangkat kemuseum, mereka datang dan sempat mengobrol dan berbincang-bincang dengan teman sekelasku. Mereka sangat asyik dan enjoy.

********

               Nantikan cerita selanjutnya,…..pasti tambah penasaran dengan kelanjutanya…………..”??

Keenam anak tesebut memiliki karakter tersendiri. Si seb, orangnya asyik, santai dan mudah berteman dan mungkin akibat mudah menerima orang lain sebai temannya. Dylan, orangnya pendiam dan menghargai orang lain, tak banyak bicara dan baik. Ducan, orangnya enjoy, asyik, mudah mengenal orang, baik , ramah, suka senyum dan senang bercanda dengan siapa saja. Simon, orangnya pendiam, pengikut ‘’ dalam hal positif’’, tak banyak bicara dan sedikit pemalu dengan orang lain dan gak suka dengan hal yang aneh. Tia, orangnya diam, lucu, mudah mengerti temannya, pengikut, asyik dan terbuka dengan hal apa saja. Dan terakhir yaitu Anne. Anne orangnya asyik, suka bercanda, lucu, mudah berteman, baik dan terbuka.

Dengan sifat dan karakter mereka yang begitu baik dan unik, saya dan teman teman tak pernah merasa bahwa orang bule itu juga sama seperti kami tyaitu orang Indonesia. Setelah kami tiba dalam bus yang kami tumpangi untuk pergi ke museum Bala Putra Dewa dan Bukit Siguntang yang bertempatan tak jauh dari sekolah kami. Msebelum mereka naik disalah satu bus yang hendak kami tumpangi,  mereka sempat bertanya dan mereka merasa panas dan panas. Tetapi dengan sifat dan keunikan kami sendiri ‘’eleven social class’’ yang bisa menghilangkan rasa panas didalam bus tersebut, kami becanda tawa sambil bersanda gurau bersama mereka dan sengat akrab dengan hal dan waktu itu.

Tanpa tidak disengaja, salah satu dari guru mereka yang dari haileybury itu masuk dan menyapa kami didalam mobil ‘’halo guys, good morning…..’’. Guru mereka bernama miss ley. dengan pengucapan dan kata-kata yang lucu membuat kami ikut senang dan merasa akrab dengan mereka walaupun perkenalan hanya bisa dihitung dengan waktu yang cukup sebentar.  Kebersamaan dan kekompakan kami dengan mereka yang sangt dekat dapat membuat suasana yang mulanya hanya diam dan tak bergairah itu bisa teratasi dengn mudah ketika kami berangkat.

Seiring mobil bus kami keluar, kami sempat bernyanyi lagu dari Indonesia, dengan tidak tahu akan bahasa Indonesia mereka juga ikut senang dan gembira. Kami sempat mengenalkan dan memberitahukan bangunan atau tempat yang terkenal yang ada dipalembang. Dengan penuh semangat dan ceria, tibalah kami di salah satu museum yang paling terkenal akan sejarahnya yang ada di kota Palembang ‘’south sumatera’’ yaitu bernama BALA PUTRA DEWA.

  Sesampai saya dan teman teman disana, kami langsung turun dengan muka ceria dan senang bisa berkunjung dan memberikan sedikit pengetahuan tentang sejarah kota Palembang. Kami juga sempat mengambil foto bareng  sama mereka.

Kami melihat dan langsung masuk setelah beberapa menit istrahat di luar. Pada waktu itu juga museum masih dalam tahap perbaikan atau pembangunan kembali. Tapi hal itu tak menjadi penghalang bagi saya dan teman teman untuk mengetahui, melihat dan mengali informasi tentang sejarah dan budaya Indonesia khsususnya kota Palembang yang mana menjadi tempat salah satu kerajaan yang sangat besar dan jaya pada masa itu, yaitu Kerajaan Sriwijaya (Sriwijaya Kingdom) yang terkenal akan pemerintahanya serta kekuasaannya mencapai puncak keemasaannya yang sangat kuat.

 Didalam ruangan pertama terdapat gambar dan lukisan seni rupa yang menggambarkan kehidupan dan aktivitas masyarakat kota Palembang dan sekitarnya pada zaman kerajaan sriwijaya dulunya.