
KEPEDIHAN
DIKALA SENJA
Oleh : Radna Safitri
Kala mentari beranjak ditelan bumi
Saat gerombolan burung
Menyusuri awan yang terbalut warna jingga
Kulihat kau disudut jalan
Melangkah tak tentu arah menghampiriku
Tak kupahami apa yang kau katakan
Tak ku percaya semua berlalu
Senja itu saksi bisu kepedihanku
Rupanya langit pun juga ikut menangis
Tak kuasa menahan luka
Sesaat kau beranjak dan menghilang
Aku masih terdiam
Terdiam bisu karenamu
Oleh rasa sakit yang abadi
Sedang sakit itu belum sembuh
Goresan luka hati semakin menghebat
Saat angin bertiup membawa kabar tentang mu
Tentang kebahagiaanmu dengannya
Kini angin berbagi cerita dengan ku
Memberitahuku sebuah kenyataan baru
Tentang apa yang terjadi senja itu
Tentang kehancuran hati kala senja