
Mutu Pendidikan di
Indonesia
Oleh :
Radna Safitri
Pendidikan merupakan salah satu pilar penting dalam sebuah negara terkait dengan kesuksesan negara itu sendiri. Pendidikanlah yang membawa suatu negara kedalam pembangunan negara itu sendiri. Ini berarti bahwa untuk membangun suatu negara agar maju hal pokok yang harus diperhatikan antara lain adalah pendidikannya. Seperti di Indonesia masalah mengenai pendidikan dan segala problemanya masih terus berguling. Dengan perkembangan zaman yang semakin modern ini seharusnya Indonesia telah mempersiapkan bibit-bibit unggul pendongkrak kemajuan bangsa, namun hal ini rupanya mendapat kendala jika kita lihat lebih dalam lagi mengenai kualitas pendidikannya. Akhirnya kualitas pendidikan ini mendapat singgungan dari berbagai pihak setelah dipertanyakannya mutu pendidikan di Indonesia. Untuk bersaing dengan negara-negara lain dikancah global Indonesia harus lebih memiliki mutu yang lebih baik dari pendidikan dinegara lain. Namun sayangnya mutu pendidikan di Indonesia masih dinilai rendah. Adapun penyebab rendahnya mutu pendidikan ini antara lain adalah :
1.Pembelajaran hanya menggunakan buku paket saja.
Apapun kurikulum yang dipakai dalam sistem pendidikan di Indonesia guru
cenderung hanya terpaku pada buku paket saja. Hanya sebagian guru yang
memberi materi pelajaran tanpa harus terfokus dengan buku paket.
Misalnya bisa melalui sumber pendidikan lainnya seperti internet akan
menambah ketertarikan siswa dalam belajar.
2.Kurangnya Fasilitas
Sangat miris sekali apabila mutu pendidikan di Indonesia terhalang oleh
kendala fasilitas yang tidak memadai sehingga menyebabkan mutu pendidikan
tersebut rendah. Hal ini sering terjadi didaerah pelosok, dimana tidak ada
pemerataan fasilitas pendidikan yang memadai yang menyebabkan beberapa
sekolah di daerah tersebut tertinggal dari daerah lain.
3.Budaya Mencontek
Mencontek merupakan hal yang sering terjadi dan menodai citra pendidikan.
Mutu pendidikan ini juga tidak hanya tergantung pada guru yang mengajar tapi
juga murid-muridnya. Lihat saja murid yang mencontek diujian semester bahkan
UN sangat banyak dari pada yang mengerjakan ujian secara murni. Selain itu
rupanya yang sering mencontek juga bukan hanya siswa namun juga banyak calon
pegawai negeri yang kedapatan mencontek sangat penyaringan calon PNS.
Sungguh tragis memang.
4.Guru
tak menanamkan diskusi dua arah
Pembelajaran didalam kelas dinilai sangat monoton karena dalam setiap
pemberian bahan mata pelajaran siswa duduk secara rapi, tangan dimeja,
memberikan pandangan pada guru yang sedang mengajar. Sadar atau tidak inilah
yang membuat siswa merasa bosan. Untuk menanggulangi kejenuhan ini guru
dapat menerapkan sistem diskusi agar kelas menjadi efektif.
Jika saja masalah-masalah tersebut dapat ditanggulangi maka mutu pendidikan di Indonesia pasti akan meningkat lebih baik.