
ALIRAN MUTIARA KIKISKAN DURJANA
Oleh Radna Safitri
Motivasi adalah serangkaian perkataan indah yang sering saya dengar melalui orang-orang terdekat saya. Motivasi terbesar saya adalah keluarga yang selalu mendukung saya. Motivasi bukan hanya sekedar perkataan belaka, namun lebih dari sebuah dukungan dan kalimat yang memacu seseorang untuk melakukan suatu hal besar. Kata-kata motivasi sering saya dengar dari orang-orang hebat disekitar saya. Kalimat penuh makna tersebut telah menyihir dan membuka jalan fikiran saya.
Di SMA Negeri Sumatera Selatan (Sampoerna Academy), motivasi terbesar saya berasal dari seorang Priciple atau kepala sekolah yang sangat hebat. Dia seorang wanita paruh baya yang mampu membuat perubahan untuk dunia pendidikan. Ibu Erma Retnowati adalah seorang kepala sekolah SMA Negeri Sumatera Selatan (Sampoerna Academy) yang telah mendedikasikan hidupnya untuk dunia pendidikan. Mengawali karirnya sebagai seorang guru biasa kini ia sukses menjadi kepala sekolah yang sangat berpengaruh bagi kerajaan pendidikan yang kini dipimpinnya. Sosok wanita yang penuh kesederhanaan namun memunyai standar yang tinggi dalam bidang akademik, disiplin waktu maupun etos kerja merupakan panutan saya.
Dalam setiap gathering atau pertemuan bersama ibu Erma, pasti beliau menyampaikan kata-kata yang menjadi motivasi bagi siswanya maupun jajaran guru pengajar serta staff di sekolah ini. Berbagai pengalaman yang beliau dapatkan sering diceritakan kepada siswanya sehingga tidak langsung hal tersebut memotivasi siswa-siswi Sma Negeri Sumatera Selatan. Ibu Erma Retnowati sering mengungkapkan pengalamannya berkeliling ke negara-negara lain dalam lingkup dunia pendidikan dan membandingkan kualitas pendidikan luar negeri dengan pendidikan di Indonesia. Kalimat “we can make difference” adalah kalimat ampuh yang sering beliau ucapkan. Ibu Erma Retnowati selalu optimis bahwa kita segenap jajaran SMA Negeri Sumatera Selatan mampu membuat perubahan dalam dunia pendidikan. Pendidikan sebagai pilar utama kemajuan bangsa sangatlah penting. Itu sebabnya hampir dalam setiap pertemuan, ibu Erma Retnowati selalu mengatakan bahwa akademik penting walaupun disisi lain kita juga harus menguasai bidang non akademik.
Motivasi yang diberikan oleh beliau tidak terbatas. Dalam sebuah pertemuan beliau pernah mengatakan bahwa “we need to put our 100% effort to get the best result that we want”, artinya kita perlu mengerahkan 100% usaha kita untuk mendapatkan hasil terbaik yang kita inginkan. Kalimat tersebut selalu terngiang dibenak saya sebab kalimat tersebut berhasil menyihir saya dan mengubah pandangan saya. Saya cenderung menyepelekan hal-hal yang ada disekitar saya. Saya sering melakukan pekerjaan saya setengah hati hingga akhirnya hasilnya pun tak memuaskan. Rupanya benar apa yang dikatakan oleh Ibu Erma, hendaknya kita mengerahkan seluruh tenaga kita dan melakukan sesuatu dengan serius untuk mencapai hasil maksimal. Bila kita hanya beusaha setengah-setengah saja maka hasilnya pun juga tidak akan maksimal. Dari banyak motivasi yang telah diberikan, memanglah sosok besar tersebut mampu membuat pandangan baru. Melihat suatu persoalan dari sudut pandang yang berbeda alias think out of the box juga kalimat yang saya coppy dari sosok besar dan berpengaruh di sekolah saya tersebut. Saya sangat suka mendengar beliau berpidato didepan umum, karena hal itu membuat saya lebih mengenal dunia dan kehidupan ini.
Motivator saya yang lainnya adalah seorang guru matematika sekaligus walikelas saya. Beliau adalah Ibu Rani. Beliau adalah sosok guru yang sukar ditebak. Kadang beliau membawa kita pada suatu humor namun jika saat serius kata-kata yang diucapkannya mampu membius siswanya. Diawal tahun 2013 ini beliau adalah guru yang pertama kali masuk ke kelas saya. Sudah tidak asing lagi jika beliau masuk kekelas dengan membawa bermacam-macam kertas origami. Beliau bukan mengajak kami untuk membuat prakarya dari kertas origami tersebut, namun beliau mempunyai maksud tertentu. Ini adalah awal tahun apalagi kalau bukan membuat target selama satu semester kedepan. Hal itulah yang pertama kali ada dibenak saya. Ternyata tebakan saya benar, Ibu Rani mengajak siswanya untuk menuliskan target mereka diatas kertas origami dan menempelnya di dinding kelas.
Saya sangat menyukai cara beliau mengarahkan siswanya untuk mulai membuat perencanaan selama satu semester mendatang sehingga siswa akan semangat meraih target-targetnya tersebut. Namun ada hal yang lebih berkesan dengan pertemuan pertama dengan beliau di awal tahun itu. Waktu itu kami tengah disibukkan dengan program non-akademik sehingga banyak nilai akademik yang menurun. Buk rani dengan gaya bicaranya yang menyentuh mengatakan bahwa akademik itu sangat penting. “Satu tapi kelihatan, satu tapi bagus, walaupun hanya satu bukan berarti melalaikan yang lainnya.” Apa maksud dari perkataan beliau tersebut, entahlah susah ditebak. Tapi akhirnya beliau memberikan penjelasan. Maksudnya adalah menurut buk Rani siswa terlalu sibuk dengan bidang non-akademik mereka. Siswa cenderung sibuk dengan lebih dari satu club (ekstrakulikuler) yang diikuti. Akhirnya hal tersebut membuat siswa melalaikan nilai akademik mereka. Untuk apa kita mengikuti banyak club namun kita tidak bisa menguasai semua bidang tersebut. Alangkah lebih baik jika siswa fokus terhadap satu club saja namun siswa tersebut menguasai penuh materi yang diajarkan di club tersebut dan memiliki nama dalam organisasi ekstrakulikuler tersebut. Walaupun kita hanya mengikuti satu club saja namun kita tidak akan mengabaikan tugas kita untuk tetap meningkatkan nilai akademik kita. Ini merupakan strategi jitu untuk mengatasi masalah siswa selama ini. Hari tersebut merupakan awal tahun yang sangat berkesan bagi saya.
Mendengarkan orang lain berbicara didepan umum adalah hal yang saya sukai karena tidak jarang mereka akan mengungkapkan kalimat motivasi untuk kita. Berbagai kalimat motivasi adalah mantra ampuh yang dapat membuka fikiran kita untuk mampu berfikir kedepan. Motivator adalah sosok yang sangat saya kagumi dan saya beruntung bisa bertemu dengan motivator-motivator yang hebat.