KOMBINASI IDEF0 DAN SOFT SYSTEMS METHODOLOGY 4 STAGE DENGAN VOTTING SEBAGAI LANGKAH DEBATING
UNTUK ANALISA SISTEM MANUFAKTUR
Studi kasus : Engineering Division PT. Pal Indonesia
Abstrak
IDEF0 (Integration Definition language 0) dikembangkan oleh Douglas T.Ross dan SoftTech.Inc, yaitu suatu prosedur unutk pemodelan fungsional yang dikembangkan oleh bagian Air Force programmed on computer-aided-manufacturing atas dasar SADT (Structured Analisys and Design Technique).
Pada paper ini mengacu pada saran Wang and Smith (1988) yang menganjurkan IDEF0 yaitu sebuah prosedur untuk memodelkan fungsi-fungsi aktivitas yang dikembangkan oleh bagian “computer-aided manufacturing” pada program angkatan udara Amerika, agar dikombinasikan dengan penggunaan Soft Sytems Methodology (SSM). Selain itu mengikuti Budiarto (2004) dalam “Peningkatan Kinerja OHMS (order handling manufacturing system) melalui soft systems methodology (SSM)” dengan studi kasus divisi GE PT.PAL Indonesia dengan melalukan voting sebagai pengganti debating pada SSM 4stage.
Sebagai kesimpulan, IDEF0 dapat digunakan untuk memodelkan aktivitas sampai detail melalui dekomposisi yang selanjutnya digunakan untuk mapping aktivitas dalam menelaah kinerja tiap detail aktivitas. Dan tiap detail aktivitas disini terdiri dari input, output, control serta mechamisme dihubungkan dengan dimensi pengukuran kinerja yaitu waktu, biaya dan feedback. Melalui kombinasi ini, analisa sistem menjadi lebih mudah meskipun sistem yang diamati sangat kjomplek, terutama untuk keperluan peningkatan kinerja sistem, yaitu pada indikator-indikator kritis. Demikian juga votting menjadi lebih efektif untuk tercapainya kesepakatan bobot tingkat kepentingan pada detail activit.
Kata kunci: IDEF0, Sistem Manufaktur, SSM 4 stage, Kinerja, ICOM