Rapuh
ini pagi sedikit mendung
kopi hangat dan lagu sedih
jalanan sepi dan puisi tanpa huruf kapital
seharusnya, setiap pagi seperti ini
mengalir lembut tanpa kejutan
tanpa cinta dan amarah
kemudian siang datang bawa hujan
tanpa petir, cuma rintik
lalu sore tiba runtuhkan semua awan
malam menyapa, aku
terlentang menantang gemintang
adakah lagi pagi yang sempurna?