| SSSSSSS |
|
|||||||||
|
||||||||||
|
Komputer Restart Terus
PC saya, Nagisa, memang PC tua. Untuk usia 5 tahun dengan pemakaian sangat intensif (rata-rata 12 jam/hari) bisa dibilang memang sudah waktunya pensiun. Apalagi ini Nagisa sering saya oprek-oprek Kembali ke Nagisa, sejak 5 hari yang lalu (8 Jan 2011) restart terus. Durasinya bervariasi: setelah 3 jam, 2 jam, 10 menit, sampai 5 detik setelah dihidupkan. Berikut pengalaman troubleshoot saya: 1. Virus atau OS?Ini paling penyebab paling umum dan paling mudah dicek benar atau tidaknya, jadi cek pertama kali. Ceknya gampang: coba boot dengan sistem operasi lain. Linux khan banyak yang ada Live CD-nya. Kebetulan saya Nagisa dual boot, tapi waktu pakai Linux Sabily tetap restart sendiri. Lagipula, jika penyebabnya virus biasanya durasi restart-nya tetap, misalnya setiap 10 menit. Jadi saya cek kemungkinan kedua: 2. Power Supply (PSU)?Ini juga penyebab umum. Listrik PLN yang naik-turun dapatnya membuat PSU jebol, makanya pakai stabilizer/AVR. Kalau saya lebih memilih pakai UPS (Uninterruptable Power Supply) yang ada fitur Automatic Voltage Regulator (AVR)-nya, jadi lebih aman lagi. Hati-hati lho memilih UPS, tidak semua UPS ada fitur AVR-nya Saya tukar PSU Nagisa dengan yang bagus, ternyata tetap restart sendiri T_T 3. Processor Overheat?Ini penyebab terumum ketiga. Proc memang punya fitur mematikan diri sendiri apabila sensor panasnya mendeteksi panas proc melebihi batas maksimum yang ditetapkan produsennya. Masing-masing proc punya toleransi panas yang berbeda, rujuk ke situs produsen masing-masing. Intel Pentium D saya misalnya, toleransi maksimal 64°C. Kalau sehat seharusnya beroperasi di sekitar 49°C. Anda bisa mengetahui suhu proc di BIOS bagian Hardware Monitoring atau dengan program. Saya sudah coba beberapa dan yang saya sarankan adalah SpeedFan. Penyebab overheat ada banyak: 3.1. Kipas Proc Tidak Terpasang RapatKipas proc harus terpasang sampai apabila digoyang tidak bergeming sama sekali. Jenis kipas juga sangat berpengaruh. Kipas seharga Rp 35.000 membuat Pentium D saya bersuhu sekitar 80°C, sedangkan Foxconn yang seharga Rp 50.000 sekitar 60°C. Tentang pasta termal proc, sepertinya tidak berpengaruh banyak. PC teman saya bahkan tanpa pasta termal proc… 3.2. Aliran Udara Tidak LancarCasing kualitas abal atau kipas jelek bisa membuat panas terperangkap. Memperbanyak kipas itu tidak memperbaiki suhu di dalam casing, justru kalau kebanyakan buruk untuk penyediaan tenaga listrik. Membuat mobo telanjang (tanpa casing) kadang lebih baik, saya sering melakukannya. 3.3. BerdebuTeman saya punya pengalaman restart terus karena overheat yang disebabkan kipas proc berdebu tebal. Saya telah mengeliminasi ketiga kemungkinan, suhu proc sudah normal tapi tetap restart terus. Jadi apa kemungkinan selanjutnya? 4. Pindahkan letak RAM?Teman saya beberapa kali menyelesaikan masalah dengan memindahkan/menukar letak RAM di slot yang beda. Ini juga sudah saya lakukan, tapi tetap bukan itu masalahnya… T_T 5. Jangan-Jangan Mother Board…?Pas saya ganti mobonya, ternyata masalah hilang! Alhamdulillah… setelah 3 hari *\(^-^)/* Seharusnya, mobo yang rusak bisa diduga dengan adanya dioda yang menggembung, tapi di kasus saya tidak. Hati-hati waktu mengganti mobo, pastikan frekuensi kerja proc dan RAM cocok dengan mobo yang dijadikan tes. Mengganti mobo juga akan menyebabkan Windows asli minta diaktivasi ulang. Di kasus saya Windows memberi tenggang 3 hari. Itu kalau beruntung, kalau tidak beruntung Windows bahkan tidak mau di-load. Memang kadang sistem operasi yang di-install tidak menerima setting mobo yang beda dengan yang digunakan untuk meng-install-nya. Beruntungnya baik Sabily dan XP saya mau berjalan di mobo Jay, mungkin karena spesifikasi mobo kami tidak jauh beda
|
|||||||||