Masjid Darul Irfan SMU Negeri 8, Jl. Taman Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan
Assalamu alaikum warahmatullahi wa barakatuh...... “Thaahaa. Kami tidak menurunkan Al Quran ini agar kamu menjadi susah. Tetapi sebagai peringatan orang yang takut kepada Allah yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi, (Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas Arsy. Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah. Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi. dialah Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia, Dia mempunyai asmaaul husna." (Thaahaa :1-8) Home Berita Guestbook Forum Susunan Rohis Mentoring Galeri

 

Back Up

Nikmat Mana Lagi yang Engkau Dustakan???
 

"(Tuhan) Yang Maha Pemurah, Yang telah mengajarkan Al Qur'an. Dia menciptakan manusia, Mengajarnya pandai berbicara. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan. Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya. Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.


Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk (Nya). di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (Q.S. Ar-Rahman 55:1-13).

Satu hal yang menarik dari kandungan surat ar-Rahman adalah adanya pengulangan satu ayat yang berbunyi "fabiayyi alai rabbikuma tukadziban" (Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?). Kalimat ini diulang berkali-kali dalam surat ini. Apa gerangan makna kalimat tersebut?

Surat ar-Rahman adalah surat yang memuat retorika yang amat tinggi dari Allah. Setelah Allah menguraikan beberapa ni'mat yang dianugerahkan kepada kita, Allah bertanya: "Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?". Allah ingin menunjukkan bahwa nikmat yang Allah berikan kepada manusia itu tidak bisa diingakari keberadaannya oleh manusia. Yang bisa dilakukan oleh manusia adalah mendustakannya. Dusta berarti menyembunyikan kebenaran. Manusia sebenarnya tahu bahwa mereka telah diberi nikmat oleh Allah, tapi mereka menyembunyikan kebenaran itu; mereka mendustakannya! dan berkhianat.

Bukankah kalau kita mendapat uang yang banyak, kita katakan bahwa itu akibat kerja keras kita. Semua ni'mat yang kita peroleh seakan-akan hanya karena usaha kita saja. Dibalik itu kita lupa, tanpa sadar kita lupakan peranan Allah, kita sepelekan kehadiran Allah pada semua keberhasilan kita dan kita dustakan bahwa sesungguhnya nikmat itu semuanya datang dari Allah.

Kata pengulangan "Maka nikmat Tuhan yang mana lagi yang kita dustakan!!", perlulah kiranya direnungkan mendalam.

Bagi yang telah bergelimang kenikmatan, telah penuh pundi-pundi uang anda, telah berderet gelar di kartu nama anda, telah berjejer mobil di garasi anda, ingatlah-baik akan apa yang didustakan atau tidak semua ni'mat yang anda peroleh hari ini akan ditanya oleh Allah nanti di hari kiamat!. Dihari dimana semua manusia dimintakan pertanggung jawaban atas semua harta benda, kepemimpinan dan semua titipan yang diberikan kepadamu!.

"Sungguh kamu pasti akan ditanya pada hari itu akan nikmat yang kamu peroleh saat ini" (Q.S At Takatsur 102: 8).

 

* mohon maaf apabila ada yang tidak tercantum karena kekurangan data, bagi yang berkenan menambahkan, membetulkan data, atau memberikan kesan/ saran silakan kirim email ke [email protected] .

Hosted by www.Geocities.ws

1