Nikmat Mana Lagi yang Engkau Dustakan???
"(Tuhan) Yang Maha Pemurah, Yang telah mengajarkan Al Qur'an.
Dia menciptakan manusia, Mengajarnya pandai berbicara. Matahari dan bulan (beredar)
menurut perhitungan. Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk
kepada-Nya. Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).
Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan
itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.
Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk (Nya). di bumi itu ada buah-buahan
dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. Dan biji-bijian yang berkulit dan
bunga-bunga yang harum baunya. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu
dustakan?" (Q.S. Ar-Rahman 55:1-13).
Satu hal yang menarik dari kandungan surat ar-Rahman adalah adanya pengulangan
satu ayat yang berbunyi "fabiayyi alai rabbikuma tukadziban" (Maka ni'mat Tuhan
kamu yang manakah yang kamu dustakan?). Kalimat ini diulang berkali-kali dalam
surat ini. Apa gerangan makna kalimat tersebut?
Surat ar-Rahman adalah surat yang memuat retorika yang amat tinggi dari Allah.
Setelah Allah menguraikan beberapa ni'mat yang dianugerahkan kepada kita, Allah
bertanya: "Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?". Allah ingin
menunjukkan bahwa nikmat yang Allah berikan kepada manusia itu tidak bisa
diingakari keberadaannya oleh manusia. Yang bisa dilakukan oleh manusia adalah
mendustakannya. Dusta berarti menyembunyikan kebenaran. Manusia sebenarnya tahu
bahwa mereka telah diberi nikmat oleh Allah, tapi mereka menyembunyikan
kebenaran itu; mereka mendustakannya! dan berkhianat.
Bukankah kalau kita mendapat uang yang banyak, kita katakan bahwa itu akibat
kerja keras kita. Semua ni'mat yang kita peroleh seakan-akan hanya karena usaha
kita saja. Dibalik itu kita lupa, tanpa sadar kita lupakan peranan Allah, kita
sepelekan kehadiran Allah pada semua keberhasilan kita dan kita dustakan bahwa
sesungguhnya nikmat itu semuanya datang dari Allah.
Kata pengulangan "Maka nikmat Tuhan yang mana lagi yang kita dustakan!!",
perlulah kiranya direnungkan mendalam.
Bagi yang telah bergelimang kenikmatan, telah penuh pundi-pundi uang anda, telah
berderet gelar di kartu nama anda, telah berjejer mobil di garasi anda,
ingatlah-baik akan apa yang didustakan atau tidak semua ni'mat yang anda peroleh
hari ini akan ditanya oleh Allah nanti di hari kiamat!. Dihari dimana semua
manusia dimintakan pertanggung jawaban atas semua harta benda, kepemimpinan dan
semua titipan yang diberikan kepadamu!.
"Sungguh kamu pasti akan ditanya pada hari itu akan nikmat yang kamu peroleh
saat ini" (Q.S At Takatsur 102: 8).