Gadis Kecil Berbaju Merah
Sejenak ku terdiam dan berpikir hingga akhirnya kucoba untuk mengambil dan mengarahkan tombak emas itu menghujam deras kearah dada ayahku yang tergeletak pingsan tak berdaya. Namun, sejenak aku terbungkam dan teringat akan kenangan-kenangan manis bersamanya, hingga meneteslah air mataku untuk yang kesekian kalinya. Namun aku bingung apa yang harus aku lakukan,aku dihadapkan dengan sebuah keadaan yang sangat sulit dalam hidupku. Aku harus menyelamatkan dunia dan kehidupan jutaan umat manusia, dilain sisi aku akan hidup tanpa ayahku yang mati terbunuh ditanganku sendiri. Terlebih lagi aku sudah kehilangan teman-teman terbaikku yang telah gugur dalam petualangan ini.
***
Pagi itu aku terbangun dengan wajah yang berseri-seri, sang mentari pun seakan menyapaku ramah dengan kelembutan sinar keemasan yang dipancarkannya. Dan ketika kubuka jendela tua kamarku, kulihat tetes-tetes embun dari dedaunan segar dipojok depan halaman rumahku. Terlihat pula sekawanan kupu-kupu cantik yang berterbangan dengan indahnya menambah pagiku semakin berwarna.
�Eittss.. stop..stop.. Kok pembukaannya cucok banget sih! Perasaan ini cerpen petualangan deh, tapi kok mirip puisi-puisi gimana gitu.� pembaca pun kecewa.
Oke, oke, kita mulai dari awal. Pagi itu aku begitu terkejut ketika kulihat jam dinding bermotif gambar garfield, tokoh kartun kesayanganku itu menunjukkan pukul tujuh lewat lima belas menit pagi. Segera aku mandi, tanpa sempat menggosok gigi dan menyantap sarapan aku bergegas berpamitan pergi kesekolah kepada kedua orangtua ku. Ketika aku tiba di sekolah aku berlari bak dikejar anjing menuju ke kelasku yang berada di lantai dua. Namun sialnya aku, ketika kubuka pintu kelasku dan ternyata pelajaran sudah dimulai, aku terlambat lima menit.
�Ahhhhhh...sial..� gerutuk ku di dalam hati.
Dan aku harus menerima hukuman membersihkan WC sepulang sekolah dari guruku. Namun beruntungnya aku pada hari itu, Ricky dan Joe sahabat karibku dari kecil itu menolongku. Sebenarnya, aku sudah melarang mereka untuk membantuku, namun mereka masih saja ingin membantuku.Sungguh, mereka adalah teman terbaik yang pernah kumiliki.
***
Malam itu adalah malam yang paling dingin sepanjang hidupku. Ditambah lagi, aku harus belajar untuk ulangan besok. Sebenarnya aku malas untuk belajar karena mataku sudah terasa berat, sesekali aku tertidur dan bangun lagi, begitulah seterusnya.
Tak lama kemudian, aku terdengar suara tangisan dari arah halaman depan rumahku. Entah jin apa yang merasuki tubuhku pada malam itu, sehingga aku memberanikan diri untuk keluar dan mengecek suara tangisan itu. Dan ternyata suara tangisan itu berasal dari seorang gadis kecil yang mengenakan baju merah sedang terduduk dan menangis sendirian di bawah pohon depan rumahku. Ketika aku mencoba untuk mendekat, anak itu pun berlari menuju kearah ku dan memeluk ku.
�Tolong, tolong saya!� gadis itu pun berkata.
�Kenapa? Apa yang terjadi?� tanya ku.
�Rumah saya hancur, semua orang meninggal dunia, termasuk orang tua saya.� jawabnya.
�Hancur? Semua orang meninggal? � tanya ku bingung.
�Ya, semuanya akan hancur oleh bencana yang sangat dahsyat, tidak akan ada yang selamat dari bencana itu.� kata gadis kecil itu.
�Apa maksudmu? Sebenarnya kamu ini siapa?� tanyaku yang semakin bingung.
Gadis kecil itupun akhirnya berhenti menangis,
dan menceritakan semua yang terjadi.
�Namaku Siska, aku berasal dari masa depan. Keluargaku dan seluruh manusia disana tewas oleh bencana dahsyat yang nantinya akan terjadi. Dan bencana itu terjadi oleh perbuatan manusia zaman sekarang.� jelasnya.
�Lalu, kenapa kau bisa disini? Dan apa hubungannya dengan aku?� tanyaku yang semakin penasaran saja.
�Sebenarnya ceritanya panjang, aku kesini untuk menjemputmu. Karena sebenarnya bencana itu dapat dicegah, dan kamulah orang yang telah ditakdirkan untuk menolong nyawa jutaan umat manusia dimasa depan.� ungkap anak itu.
�Ta,tapi apa yang harus aku lakukan?� tanyaku kembali.
Belum sempat menjawab pertanyaanku, tiba-tiba gadis kecil itu pun berlari menuju kebelakang pohon besar di belakang rumahku. Sontak, aku pun ikut berlari menyusulnya. Dan kulihat anak itu masuk kedalam pusaran hitam yang ada di pohon besar tersebut. Bergegas aku menghampiri dan mencoba untuk menyelamatkannya dari pusaran hitam aneh itu. Namun, tanganku tak kuasa lagi menahan, pusaran itu menarik semakin kuat, dan akhirnya akupun ikut tertarik masuk kedalamnya.
Seketika semuanya berubah menjadi gelap dan hitam, hanya terdengar suara jeritan dan tangisan minta tolong. Dan sejenak terrpikir di benak ku sepertinya aku akan menghadapi sebuah petualangan besar yang sekarang ada di depan mata.
�aaaaaaaa.....� aku jatuh bebas dari langit malam yang kelam mendarat ke tanah.
Dan tak lama kemudian.
�buukkk..� seketika aku jatuh dan pingsan.
Beberapa saat kemudian aku mencoba untuk membuka mata. Dan aku begitu terkejut ketika aku melihat bahwa aku berada di sebuah padang pasir yang luas ditambah lagi Ricky dan Joe sahabatku ada di sampingku.
�Tempat apa ini? Dan kenapa kalian bisa disini?� tanyaku.
�Aku juga tidak tahu tempat apa ini. Kami disini karena seorang anak kecil berbaju merah mengajak kami.� Jawab Ricky.
Ternyata mereka juga ditakdirkan untuk menyelamatkan masa depan sama seperti apa yang dikatakan anak kecil tadi. Dan sekarang aku berada ditempat yang tidak aku ketahui bersama-sama sahabat sejatiku yang memiliki misi yang sama sepertiku.
Tiba-tiba terdengar suara berat dan lantang menyambut kami yang tidak diketahui sumbernya.
�Haii..Selamat datang para pejuang! Kalian disini ditugaskan untuk menyelamatkan masa depan dari bencana dahsyat karena kemurkaan dewa kegelapan akan ulah manusia di zaman kalian.�
�Su..su..suara apa itu? Siapa kau? Tanya Joe bingung.
�Kalian tidak perlu tahu siapa saya. Tugas kalian hanyalah mengambil permata keabadian dari dewa kegelapan. Namun, kalian akan menghadapi rintangan-rintangan yang sulit untuk kalian lewati. Hanyalah yang terkuat dan rela berkorbanlah yang mampu mengalahkan dewa kegelapan.Hahaha... Selamat berjuang!!!�
Akhirnya suara itupun menghilang, yang menandakan petualangan kami pun dimulai. Aku pun semakin bersemangat dan yakin bahwa aku bisa menghadapi semua rintangan ini karena aku sekarang tidak sendirian, ada sahabat-sahabat terbaikku disampingku.
Tidak lama kemudian, terdengar suara gemuruh keras memekakan telinga. Ternyata itu adalah badai pasir besar yang menghampiri kami. Sontak kamipun berlari dengan cepat, bak seekor kijang yang berlari dari kejaran pemangsanya. Namun ditengah jalan, Ricky tersandung sebuah batu, dan kakinya pun terkilir. Aku mencoba menolongnya, namun dia tak sanggup lagi untuk berlari. Dia pun menyuruhku untuk terus berjuang bersama Joe, karena lebih baik dia saja yang mati duluan daripada kami harus mati bersama dengan sia-sia. Dengan penuh rasa berat di hati dan meneteskan air mata akupun terus berlari bersama Joe meniggalkan Ricky.
Setelah sekitar lima belas menit kami terus
berlari, akhirnya badai pasir itupun berhenti
mengejar. Namundi depan kami sekarang adalah
jurang besar yang dibawahnya magma cair panas
dengan api yang membara dan sesekali
meledak-ledak bak di neraka. Dan tiba-tiba suara
berat dan lantang itu terdengar lagi.
�Selamat kalian telah berhasil melewati
rintangan pertama. Dan sekarang kalian harus
melewati jurang ini dengan jembatan tali yang
menghubungkan dengan sisi seberang sana. Dan
ingat! Hanya yang terkuatlah yang berhasil.�
Akhirnya kami pun mencoba untuk menyeberangi jembatan tali itu. Namun naasnya, ketika aku telah sampai duluan diseberang. Kaki Joe terbelit dan terjerumus di tali jembatan itu. Ketika tanganku mencoba untuk menggapai tangannya, ledakan api besar dari jurang memutuskan jembatan tali, dan sahabatku Joe jatuh ke dalam lautan api itu. �Tidakkkkkkk.......� teriak ku dengan air mata yang bercucuran.
Sekarang hanya aku sendirian yang harus
berjuang, dengan penuh penyesalan dan kesedihan
aku pun terus melangkah. Ditengah jalan aku
melihat seseorang yang sepertinya ayahku
tergeletak pingsan. Namun ketika aku mencoba
untuk mendekat, suara misterius itupun terdengar
lagi.
�Hahaha.. Selamat! Ternyata kamulah orang yang
terkuat untuk mengalahkan dewa kegelapan dan
merebut permata keabadian untuk menyelamatkan
jutaan umat manusia.Sekarang adalah rintangan
terakhir sebelum kamu menghadapi dewa kegelapan.
Di depan kamu sekarang adalah ayah mu sendiri.
Tugasmu adalah membunuh ayahmu dengan tombak
emas diatas batu besar disampingmu itu. Ingat!!
Nyawa jutaan umat manusia berada di tanganmu.
Hahaha..� perintahnya.
Sejenak ku terdiam dan berpikir hingga akhirnya kucoba untuk mengambil dan mengarahkan tombak emas itu menghujam deras kearah dada ayahku yang tergeletak pingsan tak berdaya. Namun, sejenak aku terbungkam dan teringat akan kenangan-kenangan manis bersamanya, hingga meneteslah air mataku untuk yang kesekian kalinya. Namun aku bingung apa yang harus aku lakukan,aku dihadapkan dengan sebuah keadaan yang sangat sulit dalam hidupku. Aku harus menyelamatkan dunia dan kehidupan milyaran umat manusia, dilain sisi aku akan hidup tanpa ayahku yang mati terbunuh ditanganku sendiri. Terlebih lagi aku sudah kehilangan teman-teman terbaikku yang telah gugur dalam petualangan ini.
Dan akhirnya aku memutuskan untuk melakukan tugas mulia demi keselamatan umat manusia ini. Namun ketika mata tombak itu hampir menusuk dan merobek dada ayahku, tiba-tiba...
�Byuurrrrrr...� suara air yang tumpah membasahi wajahku.
Aku pun mencoba mengusap air itu dan membuka
mataku. Betapa terkejut dan bingungnya aku
ketika melihat ekspresi wajah marah ibu bak
seekor serigala lapar yang siap menyantap
kelinsi kecil yang imut dan tak berdaya seperti
aku ini. Ditambah lagi dengan rol rambut yang
masih menggulung rambutnya yang ikal itu dan
guratan-guratan tua bercampur kemarahan di
dahinya.
�Heeiii...Sudah jam berapa ini? Bangun,bangun
sekolah jangan molor terus.� bentaknya
�Haaahhh..Ja,jadi cuman mimpi.� ujarku dalam
hati.
Akupun bergegas mandi, dan siap-siap untuk pergi kesekolah terlambat seperti biasanya. Dan ketika di dalam angkot, aku bertemu dengan sosok anak kecil berbaju merah sedang menangis seperti yang kutemui di dalam mimpiku semalam.
�Jadi, petualanganku ini telah berakhir atau baru akan dimulai???� tanyaku di dalam hati
***
Kehidupan terus mengalir bagaikan aliran air di sungai, dan aliran air itu tak selamanya mengalir dengan tenang, pasti akan ada riak dan gelombang dipermukaannya hingga air itu berhenti mengalir.Begitu pun halnya dengan kehidupan manusia yang tak akan selamanya berjalan dengan lancar, pasti akan ada tantangan, rintangan dan misteri-misteri yang harus kita hadapi. Terkadang hal itu akan menuntun kita menuju sebuah pilihan tersulit dalam hidup kita. Dan hal itulah pula yang akan membawa kita menuju sebuah petualangan besar tak terduga.
SEKIAN ;)