15 Mei 2007

Tender Pabrik Gula Cintamanis gagal didapatkan Truba

Setelah sekian lama berusaha tender pabrik gula belum berhasil diraih oleh tim truba.


 

9 April 2007

Engineering akhirnya menerima penurunan kapasitas pompa menjadi 1500 GPM

Pemilihan pompa pemadam 1500 GPM akhirnya dipilih dari sebuah rapat yang alot. Filosofi pemadaman dipilih dengan hanya mempertimbangkan risk area saja,bukan all area. Total hydrant yang dapat beroperasi hanya 3 unit. Namun tiap hydrant dilengkapi dengan adjustment nozzle agar dapat mengontrol pengaturan aliran dalam rangka mengantisipasi penurunan kapasitas pompa pemadam.

Jenis pompa yang dipilihpun bukan UL/FM namun hanya reffer ke NFPA-20. Namun pipa fire water tetap 12" dengan asumsi pompa dapat berjalan 2 unit. Tipe pipa tetap galvanize. Jumlah hydrant juga tetap 59 unit.


5 April 2007

Terindikasi Tim proposal menurunkan spesifikasi Fire system Sugar Plant

Pemilihan vendor yang dilakukan secara sepihak tanpa melalui prosedur yang benar (tanpa melalui proceurement) telah dilakukan oleh tim proposal untuk menentukan harga penawaran fire system Sugar Plant. Bahkan konon harga sudah dimasukkan berdasarkan penawaran vendor tersebut.

Tim engineering pernah diminta untuk mengklarifikasi penawaran vendor tersebut namun sangat terlihat ketidaksiapan secara teknis dari pihak vendor secara teknis, antara lain :

  1. Dalam menentukan kebutuhan air pemadam vendor belum memahami area proteksi dengan baik, namun hanya mengasumsi sebesar 1500 GPM saja.
  2. Diameter pipa ring yang ditawarkan adalah 6 inchi tanpa melakukan hydraulic calculation, bahkan setelah direview secara line sizing saja kecepatan alir yang terjadi mencapai 6 m/s, yang itu berarti 2 kali lipat dari kecepatan alir normal yang diijinkan.
  3. Vendor hanya menyediakan tekanan pompa 150 psi dimulut pompa, padahal dihydrant terjauh (sekitar 750m dari pompa) dipersyaratkan sebesar 100 psi untuk pemadaman, terlebih dengan pipa 6 inchi yang sangat mungkin tekanan 100 psi tersebut tidak tercapai.
  4. Vendor tidak menyediakan pompa dengan spesifikasi Ul/FM sesuai yang diminta sebagai syarat yang ditetapkan bagian engineering. Spesifikasi tersebut untuk mengikat performance dari pompa pemadam yang bersangkutan.
  5. Untuk MCC room yang Unmanned hanya disediakan portable fire extinguisher yang hampir sama sekali tidak berguna saat terjadi kebakaran, karena alat tersebut hanya bisa dikendalikan oleh operator dan sangat membutuhkan kecepatan operator dalam pengoerasiannya. Jarak MCC yang terpisah-pisah membuat operator tidak akan berbuat banyak saat terjadi kebakaran. Sistem yang dipersyaratkan bagian engineering adalah Automatic Fire suppression.
  6. Sistem detection tidak dijabarkan secara lengkap tiap ruang, sehingga tidak bisa di review secara teknikal.
  7. Pipa fire yang dipersyaratkan oleh klien adalah galvanize,sedang yang ditawarkan vendor adalah Black steel.

Dari beberapa hal diatas, staff engineering yang menangani hal ini tidak bersedia untuk meneruskan jalannya rapat klarifikasi karena hanya akan banyak membuang konsentrasi.

Pihak tim proposal berdalih vendor lain yang diajukan oleh procurement terlalu mahal, padahal total penawaran yang dilakukan vendor lain tersebut terbilang masih didalam range estimasi sebesar US$ 1 juta (Referrence: Timmerhaus Book--range fire protection =1% dari nilai proyek) , dengan spesifikasi yang jelas dan te-review dengan baik.


 

5 April 2007

Perubahan Design System untuk SUGAR PLANT

Perubahan yang diusulkan pihak Licensor Five Cail adalah untuk menindaklanjuti permintaan penurunan harga atas dokumen penawaran Partner kerjasama Truba dan Five Cail yang diminta oleh klien (LPI).

Penulis, dalam hal ini mewakili engineering untuk penawaran system Fire,waste water system dan Drinkable water plant system, telah melakukan remodifikasi terhadap design yang dituangkan atas permintaan FC dalam sebuah Minutes of meeting. Perubahan dilakukan berdasarkan perubahan

  1. Perubahan asumsi risk area (untuk fire protection) , menurunkan kapasitas pompa dari 2500 gpm ke 2000 GPM
  2. Perubahan konsep lingkup pekerjaan sipil (untuk kolam waste water treatment) dari concrete US$ 75/m2 ke geotextile membrane US$ 7/m2.
  3. Asumsi pengambilan feed Drinkable water plant system yang semula dari deep well dirubah dari filtered water existing tank (FC scope) sehingga mengurangi harga sand filter di DWTP.

Perubahan akan disubmit ke procurement hari ini untuk mendapatkan justifikasi harga dari mitra kerja.

<Action by ibnu>


5 April 2007

Design Fire system untuk budgetary Sarulla Geothermal rampung

Sarulla power plant terbagi atas 2 area, NIL (2 steam turbine) dan SIL (1 steam Turbine) dengan total berdaya 100 MW. Diperkirakan budget fire system untuk masing-masing area tersebut : NIL = US$600 ribu dan SIL = US$ 500 ribu. Meliputi sistem pemompaan, deluge system, fire detection dan PLC (Fire Control system). Total biaya yang dimasukkan adalah sekitar US$ 1.7 juta

<Action by ibnu>


28 Maret 2007

Design Fire system dan Waste water treatment Sugar Plant Rampung

Fire system yang sudah rampung adalah pengerjaan untuk Fire water system (2500 gpm x 3 pompa, 2500 m3 fire water tank dan 57 hydrant), Spraying system & Portable extinguisher--US$ 250 ribu, Foam system (diganti Bledder system per tanggal 28 maret 2007)--US$ 35 ribu , dan Fire Suppression system (6 MCC)--US$ 290 rb. Sementara sistem detection (seluruh gedung) masih direview oleh tim instrumentasi dan elektrikal.-- US$ 390 rb

Sedangkan Waste water treatment dengan kapasitas 3500 m3/hari (150m3/jam continuous) juga sudah selesai secara mekanikal,electrical dan instrumentasi (M/E/I) dan kini hanya menyelesaikan tahap sipil. M/E/I total bernilai US$ 1 juta dengan perkiraan biaya sipil Rp 3 milyar (US$ 300 ribu).

Potable drinking water kapasitas 15m3 sendiri sudah selesai pengerjaannya.

<Action by ibnu>


 

27 Maret 2007

Proyek Realokasi Tanki KEROSENE ke PERTAMAX Depot Cikampek

Diputuskan untuk meralokasi tank kerosene menjadi tanki PERTAMAX. Dilakukan pemasangan 2 unit Breather valve dan flame arrester baru senilai US$7850, pembelian MOV 10",150# senilai US$180 ribu dan biaya pembuatan header outlet PERTAMAX baru senilai kurang lebih Rp300 juta. Dilakukan pengkajian hidraulik untuk pompa. Dan rekonfigurasi sistem Terminal Automation System (TAS) dan Fuel Delivery Management (FDM) yang direncanakan akan dilkaukan 2 bulan. Namun demikian ketika ditanyakan tentang kemampuan densitometer PERTAMINA untuk membedakan produk Premium dan Pertamax dalam mengaktuasi MOV bariu Pertamax di manifold , pihak PERTAMINA tidak bisa memberikan kepastian mengingat densitometer existing yang dimiliki sekarang diperkirakan tidak akan sanggup secara akurat mendeteksi kedua range nilai densitas tersebt. Dikhawatirkan akan terjadi pencampuran antara produk Premium dan Pertamax. Pertamina akan memutuskan untuk menggunakan sistem Semi automasi jika hal tersebut terjadi secara aktual di lapangan.

<Action by Ibnu>


 

26 Maret 2007

Proyek Biofuel,mengkaji keekonomian sistem captive power Plant. Diusulkan mempertimbangkan 2 sistem power :

1. Bagasse/biomass Boiler (30 ton/jam) + Steam turbine (6 MW)

2. Gas turbine (gas generator) 6 MW + Gas burner boiler (hanya untuk suplai steam ke unit proses)

3. Biogas Boiler + Steam turbine

 

Kajian tersebut diperkiran akan menghasilkan nilai :

 

1. Bagasse boiler + Steam turbine = US$ 3.9 juta

2. Gas turbine+Gas burner boiler = US$ 3.5 juta

3. Biogass Boiler + Steam turbine = US$ 3.6 juta (asumsi)

 

Dilihat dari kompleksitasnya #1 dan #3 cukup kompleks, sedangkan #2 relatif sederhana dalam  instalasi dan konstruksinya. Float load powernya gas turbine juga lebih handal dibanding sistem boiler+Steam Turbine.

 


 

2 Maret 2007

Proyek Realokasi Tanki PREMIUM ke PERTAMAX Depot Cikampek

 

Rapat internal Truba Jurong tanggal 2 Maret 2007 mengagendakan rencana proyek realokasi (pemindahan fungsi) tanki PREMIUM menjadi PERTAMAX di depot Cikampek. Pada tanggal 6 Maretnya dilakukan presentasi dari pihak Truba Jurong Eng ke PERTAMINA Cikampek untuk menyamakan persepsi sistem realokasi yang akan dibuat dengan pertimbangan beberapa option yang ditawarkan.

 

<action by Ibnu>


 

22 Feb 2007

TIGAR Gasifier Project : "TJE dapat Detail Design tanpa Data"

 

Rapat tanggal 22 februari 2007 antara pihak Truba Jurong Engineering (TJE) dengan pihakJurong engineering limited ( JEL) (Mr Wada) dan Ishikawa Heavy Industry (IHI) (Mr Kuato) menghasilkan kesepakatan : TJE mengerjakan detail design untuk seluruh sistem didalam Plant TIGAR. Hal ini cukup mengagetkan engineering TJE karena sebulan sebelumnya Manager Engineering JEL menginginkan TJE hanya menggarap Pipeline dari Kujang Plant ke TIGAR Plant, yang tidak termasuk perpipaan dan (Electrical/Instrumentasi) E/I didalam TIGAR.

 

Saat diminta mengerjakan tambahan ruang lingkup tersebut, engineering TJE langsung meminta semua basis design dari IHI seperti semua Mekanikal, Instrument and Electrical datasheet, line size, PFD dan P&ID. Namun ternyata IHI beralasan tidak mempunyai data pendukung tersebut. Hal ini membuat engineering TJE justru bertanya-tanya tentang kapabilitas engineering dan manajemen IHI dan JEL dalam mengerjakan tugas ini.

 

<action by Ibnu>


 

14 Feb 2007

NPK Plant Gagal, Pabrik Gula dan Bio Fuel Menanti

 

Setelah Engineering Truba tidak lagi bekerjasama dengan Pusri dalam kerjasama NPK Plant, maka kini tim Engineering Truba ditunggu untuk mengikuti kompetisi dalam pembuatan Pabrik Gula di Cintamanis Sumatra Selatan. Licensor sistem adalah Fives_Cail dari Prancis. Bagan alir proses sudah didapat dari pihak Fives_Cail sebagai bentuk kesungguhan untuk bekerjasama dalam proyek ini.

 

Sementara itu Pabrik Bio Fuel dengan kapasitas 160.000 Ton/tahun dari pihak Sampoerna juga menantang Engineering Truba berpartisipasi dalam design beberapa bagian peralatan dalam Plant tersebut. Licensor pabrik yang dipilih pihak Sampoerna dari China. Sedangkan lokasinya berada disekitar Jateng&D.I.Y.

 

<Action by Ibnu>


 

14 Feb 2007

TIGAR Gasifier Project : "Miss Coordination"

 

Kerjasama Engineering antara IHI Corp, Jurong Eng Limited (JEL) dan Truba Jurong Engineering (T.J.E) dalam membuat proyek TIGAR Gasifier sepertinya mengalami banyak kendala komunikasi yang cukup serius.

 

TIGAR adalah pilot plant gasifier dengan kapasitas 60 ton/jam SynGas yang dimiliki oleh IHI Corp--Jepang-- yang berlokasi di kompleks pabrik Pupuk Kujang, Cikampek jawa Barat. IHI menunjuk JEL sebagai main engineering untuk proyek ini. Sedangkan untuk beberapa bagian plant, JEL mengikutsertakan TJE untuk berpartisipasi menggarapnya. Dalam perjalanannya ternyata mengalami banyak hambatan komunikasi.

 

Secara prosedur yang disepakati bersama, TJE selaku kontraktor engineering lokal harus menanyakan semua keperluan data perancangan ke JEL. Jika JEL tidak bisa memberi jawaban, maka JEL harus meneruskannya ke IHI. Namun demikian scope of supply TJE yang diasumsikan IHI dan JEL tidaklah sama. Banyak jawaban dari perwakilan IHI di JEL tidak sama dengan pembagian scope yang disepakati JEL+TJE semula. Bahkan istilah "Outside TIGAR" yang sempat ditanyakan TJE dijawab ganda dengan jawaban : "Outside TIGAR structure" dan "Oustside TIGAR plant", yang sebenarnya sangat berbeda.

 

Secara umum cara kerja dari perwakilan IHI dan JEL terkesan sangat kurang profesional khususnya dalam mentaati rambu-rambu prosedur kerja dan ruang lingkup yang disepakati sebelumnya. Beberapa pertanyaan tentang Process Basic Design Data yang ditanyakan TJE ke JEL dan diteruskan ke IHI hampir 90% dijawab dengan "Asumsi",  "To Be Adjusted" atau "To Be Determine". Padahal data-data tersebut adalah data-data penting sebagai basis design perancangan yang harus diminimalisir penggunaan asumsi-asumsi yang tidak lagi tepat.

 

Bahkan scope yang tadinya tidak lagi menjadi scope TJE seperti Material Handling tiba-tiba datang sebuah Requestition dari JEL.

 

Kalau dilihat kinerja negeri jiran tersebut ternyata insinyur Indonesia tidak buruk-buruk amat kan?

 

<Action by Ibnu>


 

13 Feb 2007,

Truba gagal ikuti Tender NPK Plant??

Besar kemungkinan rencana Truba Jurong Engineering mengikuti tender NPK Plant gagal setelah pihak Pusri yang sebelumnya bersedia sebagai partner PT Truba mengundurkan diri karena alasan conflict of interest dari pihak PT Pusri ke salah satu kompetitor dalam proyek tersebut.

Sehari sebelumnya Engineering PT Truba yang diwakili Man Eng Bp Antonius S dan Process Eng Ibnu Dwinanto sudah melakukan presentasi ke management tentang prospek Truba jika mengikuti proyek ini. Management setuju jika menggandeng PT Pusri sebagai partner dalam bentuk konsorsium.

<Action by Ibnu>

Hosted by www.Geocities.ws

1