Kisah Sedih Dari Gedung VIII 

(true story)

Back to Main Menu
Alkisah ada suatu kejadian unik yang mengenaskan yang sangat tidak masuk akal, namun benar-benar terjadi di era millenium sekarang ini. Sebut saja si Memen, lulusan JIP-FSUI (strata satu), setelah ia berhasil menyelesaikan kuliah dan dinyatakan lulus dengan predikat yang baik dan berhak menyandang gelar SS (Sarjana Sastra). Berdasarkan primordialisme dan egoitas sebagai lulusan UI tentunya ia sangat bangga akan predikat kelulusannya tersebut. Sementara 'konco'-'konconya' masih 'bercokol' di bangku kuliah dan berjuang untuk mendapatkan predikat tersebut. Maka tak heran bila beberapa saat setelah lulus sang Bapak rela memotong 'Ame' kambing kesayangnya untuk 'ngadain' kaul di rumahnya....sambil menghargai makna syukur nikmat kata ibunya....Saking bangga dan bersyukurnya 'haji Sanip' bapaknya Memen merelakan ia 'nunggangin' motor 'vespa' milik beliau...kasihan untuk cari kerja alasannya....

Di lain sisi si ibu tak segan-segannya menceritakan epos-epos pengorbanan Memen dapatkan gelarnya....baik di sela-sela arisan, bahkan saat belanja di pasar...pokoknya seantero dunia harus tahu dehhh..kisah itu. Tapi sayang begitu besarnya kebanggaan orang tuanya, harus 'pupus' dengan signal bahwa panggilan kerja tidak kunjung tiba...Tapi berkat kehebatan ia bergaul,....apalagi bekas anak SMUI (Senat Mahasiswa UI*red) yang dulu aktif di departemen yang mengurusi politik, mudah saja dia mendapatkan 'gawean' (meski dulu SMUI itu khan 'sapi ompong' yang 'manut bae'...kayak IMAJIP nggak sih???)...Alhasil kedekatannya dengan Wakino, businessman bidang dot.com (perusahaan internet), membuat ia dipanggil untuk menjalani beberapa tes disalahsatu perusahaan dot.com bonafid yang orientasinya high tech dan konsumen adalah kekasih....

Gilanya lagi si Memen akan ditempatkan sebagai data keeper dan akan dinominasikan sebagai Manager pusat data yang membawahi Perpusta-

kaan dan arsip. Wahh..sudah terbayang 'deh' di depan mata gaji yang di atas 2,5 juta dengan tunjangan di sana-sini dan fasilitas-fasilitasnya. Malamnya ia 'cekoki' otaknya dengan buku-buku keilmiahan perpustakaan dan dia 'gauli' 'trik-trik' sejumput pemikiran 'suhu-suhu' di almamaternya itu meski muak begitu pikirnya dalam batin.

Namun keesokkannya pada hari 'test' ia terkejut 'bukan kepalang' test yang dihadapinya adalah seputar IT high tech test, dari dunia internet mulai bagaimana membrowsing, pengetahuan tentang hosting dan server, dealing dll. Selain itu juga aplikasi dari sistem LAN, pembuatan data base elektronis (yang ditestnya dalam  ukuran waktu) walau hanya dengan menggunakan CDS-ISIS. Selain itu juga diberikan 'seabrek' test tentang data flow chart koleksi data basenya (karena koleksinya adalah bentuk file-file komputer) dan finishing touch pola penyimpanannya, dan mengemas ulangnya dalam bentuk CD. Wah 'boro-boro' dia tahu cara kerjanya, liat CD writer aja belum pernah...Kalo pakai komputer paling 'banter' Win Word itu aja untuk ngetik skripsi. 'Emang sih' diajarkan CDS-ISIS, tetapi waktu itu sangat singkat dan belum mendalam. Yang lebih gila lagi, sessi ke dua adalah merancang template  Web Site pusat data, karena layanan perpustakaan dan arsip akan melalui jaringan intranet dan internet, sehingga tugas dia hanya 'keeper data' atau semacam computer admin......

Udah deh dia cuman 'gigit jari' dan 'planga-plongo'...bagaimana tidak??Dia tidak mengerti dan pernah tahu semua itu dari bangku kuliah...??...Pulanglah dia dengan 'gontai' dan kesempatan tadi 99% lepas (enggak tau kalo Alloh  menghendaki lain makanya 99%). Buntutnya ia frustasi berat dan 'kesal' bukan kepalang...terutama sama siapa lagi,? kalo bukan lingkungan yang buat dia berkondisi seperti ini....yahhh JIP-UI..dan yang ada kekesalan terhadap almamatermya sendiri dan itupun mendarahdaging baginya........dan Apakah Memen-Memen baru muncul di saat mendatangi? (Igoen)

Hosted by www.Geocities.ws

1