|
Perbankan |
||||
|
Untuk Ketahanan Pangan BNI kucurkan Rp
200 miliar Jakarta.
Bank
Negara Indonesia (BNI) baru mampu menyediakan Rp 200 miliar dari
rencana menyediakan
dana Kredit Ketahanan Pangan (KKP) Rp 265 miliar. Dalam Memorandum
Kesepakatan Bersama (MKB) dengan Depkeu, BNI hanya menandatangani
penyediaan KKP sebesar Rp 200 miliar. Jadi BNI masih kurang Rp65 miliar,"
kata Direktur Permodalan dan Perkreditan Deptan, Endang Setyawati di
Jakarta, Kamis (16/11). BNI
merupakan salah satu dari dari
24 bank yang bersedia menyalurkan dana KKP. Sedangkan empat bank sudah
menyatakan siap menyalurkan
dana adalah Bank Rakyat
Indonesia (BRI), Bank Bukopin, Bank Niaga, Bank Agro dan Bank Central Asia
(BCA). Begitu pula Bank
Danamon yang semula mengundurkan diri dari program KKP menyatakan bersedia
kembali menyalurkan kredit bersubsdi sebesar Rp100 miliar.
Diperkirakan dari 24
bank itu akan terkumpul Rp2,04 triliun dan
sekitar Rp1,3 triliun untuk ketahanan pangan. (antara)
|
|
Bank Mandiri Laba Rp1,11 Triliun Jakarta.
PT Bank Mandiri mengumumkan
keuntungan bersih Rp1,11 triliun. Laba yang diraih
pada sembilan bulan pertama 2000 ini,
merupakan hasil merjer empat bank milik negara, yaitu PT Bank
Dagang Negara Indonesia, PT Bank Bumi Daya, PT Bank Ekspor Impor
Indonesia, dan PT Bank Pembangunan Indonesia Kepala
divisi Bank Mandiri, Endarto Prapto, mengatakan, Capital Adequacy Ratio
(CAR) Bank Mandiri pada 30 September lalu mencapai level 25,8%. CAR, rasio
antara ekuitas dan aset tertimbang, adalah parameter utama yang digunakan
untuk mengukur tingkat kesehatan bank. Bank
Mandiri menyatakan, 85% kredit macetnya telah direstrukturisasi sehingga
kredit macet bank tersebut pada akhir tahun diperkirakan akan turun
menjadi 22% seluruh kredit yang disalurkan, jauh posisi September lalu
yang mencapai 51%. (antara) |
||
|
Ruangan Ini dikhususkan untuk informasi Perbankan. Termasuk kemudaha fasilitas untuk pengembangan HomeIndustri atau Industri Kecil. |
||||
| |
||||