RAPI Daerah Sumatera Barat

 
     

 

CARA MEMBERIKAN LAPORAN SINYAL

 

Saat berkomunikasi radio, rasanya tidak lengkap apabila kita tidak melakukan laporan sinyal kepada lawan bicara. Cara memberikan laporan sinyal tersebut, dapat dilakukan dengan dua cara :

 

  1. Dengan memperkirakan kuat sinyal dan modulasi dengan sistem R.S singkatan dari Readability Strengh.

          Laporan Readability menggunakan angka dari 1 - 5 :

 

  1.     =        Sama sekali tidak terdengar.

  2.     =        Kadang - kadang terdengar beberapa kata.

  3.     =        Dapat didengar dengan sedikit kesukaran.

  4.     =        Dapat didengar tanpa mengalami kesukaran.

  5.     =        Benar - benar dapat didengar dengan mudah.

 

          Menggunakan angka dari 1 - 9 :

 

  1.     =        Sinyal yang sayup - sayup.

  2.     =        Sinyal yang sangat lemah.

  3.     =        Sinyal yang lemah.

  4.     =        Sinyal yang hampir lumayan.

  5.     =        Sinyal yang lumayan.

  6.     =        Sinyal yang baik.

  7.     =        Sinyal yang mendekati kuat.

  8.     =        Sinyal yang kuat.

  9.     =        Sinyal yang sangat kuat.

 

  1. Dengan cara membaca langsung pada Strengh Meter (S.Meter) yang terdapat pada pesawat radio. S.Meter tersebut biasanya terdapat angka 1 sampai dengan 9.

 

Apabila kita dengar dan amati dengan seksama pancaran dari sebuah stasiun yang sedang berkomunikasi, maka akan diketahui bahwa pancaran dari sebuah stasiun yang sedang berbicara, terdapat dua unsur di dalamnya. Pertama adalah sinyal yang dipancarka, dan kedua adalah modulasi suara yang dibawa oleh sinyal tersebut. Kita akan dapat memberikan laporan sinyal hanya dengan mendengar dan mengamati pancaran dari sebuah stasiun, tanpa melihat Strengh Meter (S.Meter) atau menggunakan radio transmitter yang tidak memakai Strengh Meter. Adakalanya kita mendengar sebuah stasiun yang mempunyai daya pancar yang kuat, akan tetapi modulasi sulit di dengar. Atau sebaliknya, mempunyai daya pancar yang lemah akan tetapi modulasinya dapat didengar dengan baik.

Perlu diingat, Strengh Meter pada radio transmitter hanya indikator untuk sinyal, sedangkan modulasi tetap kita nilai dengan mendengarkan dan mengamati baik-baik.

Alangkah baiknya kita membiasakan diri untuk memberikan laporan sinyal dengan cara ini. Tidak sedikit radio transmitter yang S.Meternya tidak dapat dipercaya lagi karena sudah tidak akur. Sebab S.Meter tersebut mempunyai Variable Resistor (stelan) yang dapat diputar menurut yang diinginkan.

Contoh laporan sinyal :

5 dan 9 +    berarti :   

3 dan 5    berarti :

 

 

Ketua Bidang TEKNIK

RAPI Daerah Sum-Bar

th - 2002

 

A.Cosasih - JZ 03 AN

Back

Kembali ke halaman Utama

Hosted by www.Geocities.ws

1