JakInfo
Sejarah
Sejarah Jakarta bermula dari sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung sekitar 500 tahun silam. Selama berabad-abad kemudian kota bandar ini berkembang menjadi pusat perdagangan internasional yang ramai.
Budaya Jakarta
Masyarakat Betawi yang merupakan penduduk asli Kota Jakarta begitu menghargai setiap kebudayaan yang sangat berbeda baik music, seni dan tradisi dalam kesehariannya. Keragaman budaya Betawi Jakarta juga bisa dilihat dari bahasanya yang merupakan kombinasi dari bahasa asli Malay, bercampur kata dari India, Jawa, Arab, Cina, dan Belanda, beberapa kata dari bahasa Sunda juga mewarnai kebudayaan kota ini. Ada keunikan kebudayaan Kota Jakarta yang layak anda simak di bawah ini:
Kesenian Ondel-Ondel
Ondel-Ondel merupakan kebudayaan Betawi berupa boneka yang berukuran tinggi dan besar dengan tinggi mencapai sekitar 2 meter lebih dan dan garis tengah lebih dari 80 cm. Boneka ini berasal dari bamboo yang dianyam kemudian dipikul oleh orang yang membawanya dari bagian dalam. wajah ondel-ondel untuk wanita biasanya dicat menggunakan warna putih sedang yang lelaki merah. Wajah ondel-ondel berupa topeng yang dipasang pada anyaman bamboo dan ijuk pada bagian kepala sebagai rambut.
Kesenian Beksi
Seni bela diri Beksi ini merupakan Kebudayaan Betawi Kota Jakarta yang bersumber dari negara Tiongkok dan dibawa oleh Lie Ceng Oek. Kebudayaan ini merupakan kombinasi dari seni beladiri, seni estetika dan kepiawaian dalam meraih sasaran lawan.Kesenian beladiri ini tumbuh dan berkembang di wilayah Jakarta selatan semisal: Ciledug, Pesanggrahan, Kebayoranlama dan sebagian wilayah Tangerang. Pada akhirnya ilmu beksi yang dibawa oleh orang Tiongkok tersebut berpadu dengan gerakan yang Beksi ciptaan sesepuh Beksi Betawi sehingga membuatnya menjadi kesenian beladiri khas Betawi.
Tontonan Lenong
Lenong merupakan kebudayaan khas Betawi Kota Jakarta berupa lantunan Gambang Kromong yang kemudian disertai dengan lawakan atau bodoran tanpa disertai plot dalam cerita. Hingga kini Lenong berkembang menjadi lakon dengan ciri khas berupa banyolan dengan rangkaian cerita yang tidak berkaitan.