"Wisuda" Diisi Wayang Khas Mangkunegaran
title: "Wisuda" Diisi Wayang Khas Mangkunegaran
writer: --
source: Suara Merdeka, Kamis, 13 Maret 2003

MANGKUNEGARAN - Pagi ini, artis sinetron dan pemeran Jaka Tingkir pada atraksi budaya Larung Ageng 2002 lalu, GRM Paundrakarna Sukmaputra, diwisuda menjadi pangeran putra dan bergelar Gusti Pangeran Haryo (GPH) di depan nama kelahirannya. Gelar itu diberikan sebagai pertanda anak pertama KGPAA Mangkunagoro IX dengan istri terdahulu, Sukmawati Soekarnoputri, itu sudah dewasa.

''Wisuda dan pemberian gelar itu hanya sebagai tanda dia (GRM Paundra) sudah dewasa. Itu dari kacamata KGPAA Mangkunagoro IX selaku ayahnya. Kalau untuk gelar prang wedana, perjalanannya masih panjang,'' tutur Sekretaris Kabupaten Mandrapura MNg Supriyanto Waluyo SE , kemarin.

Mengenai posisi GRM Paundra ''Jaka Tingkir'' Karna setelah diwisuda, menurut seorang abdi dalem yang enggan disebutkan namanya, bukan berarti sebagai bentuk awal persiapan sebagai calon pewaris tahta. Karena, bentuk-bentuk persiapan untuk menjadi seorang calon pewaris atau prang wedana itu dalam sejarah kepemimpinan di Pura Mangkunegaran, melalui proses panjang.

Dikatakan abdi dalem ini, seorang yang disiapkan menjadi prang wedana atau calon pewaris tahta, tidak hanya mendapat tambahan gelar pangeran, tetapi tambahan prabu di belakang gelarnya, seperti yang diberikan KGPAA

Mangkunagoro VII kepada almarhum Gusti Pangeran Haryo Prabu (GPHP) Radityo Kusumo, kakak tertua KGPAA Mangkunagoro IX yang sekarang bertahta.

''Hanya karena Gusti Radityo berhalangan tetap atau wafat, kemudian Kangjeng Gusti (KGPAA Mangkunagoro IX-Red) ketiban sampur menggantikannya. Tetapi, almarhum (KGPAA) MN VII tidak mewisuda prang wedana pengganti atau tidak mengangkat Kangjeng Gusti sebagai putra mahkota. Inilah bedanya dari yang lain,'' tutur abdi dalem ini membeberkan sekilas masa lalu proses suksesi di Pura Mangkunegaran.

Sebab itu, lanjutnya, wisuda yang dilakukan KGPAA Mangkunagoro IX yang akrab disapa Gusti Mangku terhadap putra sulungnya itu masih jauh dari pencalonan atau penetapan sebagai putra mahkota.

Karena, selain akan mengalami perubahan gelar seperti itu, seseorang yang disiapkan menjadi putra mahkota atau prang wedana, akan melalui proses panjang penempaan diri, yang kurang lebih mirip perjalanan jenjang karier seorang perwira tinggi di militer.

''Itu mirip yang terjadi di lingkungan militer. Misalnya, untuk meraih pangkat kolonel atau bintang satu dan seterusnya, pasti harus melalui sesko, sespim, seskogab, Lemhanas dan sebagainya. Di Mangkunegaran atau lembaga adat lain seperti itu. Tetapi lebih imbang antara santapan wadhag dan laku batinnya,'' paparnya lagi.

Selain mewisuda GRM Paundra ''Jaka Tingkir'', Gusti Mangku juga akan mewisuda sekitar 100 pemohon, yang berlangsung dalam sebuah upacara di Pendapa Ageng Pura, pagi ini. Para pemohon itu datang dari abdi dan sentana dalem lama, tetapi ada yang sama sekali baru.

Menurut KRMT Trenggono yang bertanggung jawab dalam memproses permohonan itu, selama ini Gusti Mangku lebih mengutamakan pemohon dari kalangan internal.

Utamanya, para sentana dan abdi dalem yang sudah begitu lama suwita dan bertugas di berbagai tempat yang menjadi bagian wilayah Pura Mangkunegaran.

''Misalnya, para juru kunci di sejumlah astana, petilasan-petilasan dan sebagainya. Persentasenya lebih besar dibandingkan dengan para pemohon dari luar,'' ungkap Kepala Biro Pariwisata Pura itu.(won-17k)

�������



 
 






Hosted by:
Edi Cahyono

E-Mail:

Edi Cahyono
Hosted by www.Geocities.ws

1