| title: |
Kraton Jogja |
| writer: |
-- |
| source: |
Javannese Culture, http://arien.multiply.com/, Mar 7, '08 6:04 AM |
|
Yang disebut karaton ialah tempat bersemayam ratu-ratu, berasal dari kata-kata : ka + ratu + an = kraton. Juga disebut dengan kadaton, yaitu ke + datu + an = kedaton, tempat datu-datu atau ratu-ratu. Bahasa Indonesianya istana, jadi kraton ialah sebuah istana, tetapi istana bukanlah kraton. Kraton ialah sebuah istana yang mengandung arti, arti keagamaan, arti filsafat dan arti kulturil (kebudayaan)
Arsitek dari kraton ini ialah Sri Sultan Hamengku Buwono I sendiri.
Sebuah pantun Mijil menggambarkan letak geografis kraton Yogyakarta secara popular yaitu :
Kali Nanga pancingkok ing pui, Gunung Gamping kulon, Hardi Mrapi ter wetan prenahe, Candi Jonggrang mangungkang ing kali, Palered Magiri, Girilaya kidul
Artinya :
Sungai Winanga membelok (ke kanan) waktu mendekati kraton (puri), Gunung Gamping terletak di sebelah barat, sedangkan Gunung Merapi letaknya di sebelah timur. Candi Jonggrang dibangun terlalu dekat di pinggir kali (Opak), Plered (ibu negeri Mataram dahulu), Magiri (tempat makam Raja-Raja Mataram) dan Girilaya (Gunung Kidul) terletak di sebelah selatan (kraton).
Kraton Yogyakarta dibangun pada tahun 1756 atau tahun Jawa 1682, diperingati dengan sebuah condrosengkolo memet di pintu gerbang Kemagangan dan di pintu gerbang Gadung Mlati, berupa dua ekor naga berlilitan satu sama lainnya. Dalam bahasa Jawa : "Dwi naga rasa tunggal", artinya : Dwi = 2, naga = 8, rasa = 6, tunggal = 1. Dibaca dari belakang 1682. Warna naga hijau (simbol dari pengharapan).
Luas kraton Yogyakarta adalah 14.000 M2. Di dalamnya terdapat banyak bangunan-bangunan, halaman-halaman dan lapangan-lapangan. Kita mulai dari halaman kraton ke utara :
1. Kedaton/Prabayeksa 2. Bangsal Kencana 3. Regol Danapratapa (pintu gerbang) 4. Sri Manganti 5. Regol Srimanganti (pintu gerbang) 6. Bangsal Poncowati (dengan halaman kemandungan) 7. Regol Brajanala (pintu gerbang) 8. Siti Hinggil 9. Tarub Agung 10. Pagelaran (tiangnya berjumlah 64 menggambarkan usia Nabi Muhammad 64 tahun Jawa atau 62 tahun Masehi 11. Alun-alun utara (dihias dengan pohon Beringin 62 batang) 12. Pasar (Beringhardjo) 13. Kepatihan 14. Tugu
halaman kraton ke selatan :
15. Regol Kemagangan (pintu gerbang) 16. Bangsal Kemagangan 17. Regol Gadungmlati ( pintu gerbang) 18. Bangsal Kemandungan 19. Regol Kemandungan (pintu gerbang) 20. Siti Inggil 21. Alun-alun selatan 22. Krapyak
�������
|

|
|
| |
| |
| | |