"Jumenengan" Hangabehi sebagai PB XIII Berlangsung Lancar
title: "Jumenengan" Hangabehi sebagai PB XIII Berlangsung Lancar
writer: --
source: Kompas, Sabtu, 11 September 2004

Solo, Kompas - Putra tertua mendiang PB XII, KGPH Hangabehi, Jumat (10/9) mengangkat dirinya sebagai Susuhunan Paku Buwono XIII dalam suatu upacara megah bertempat di Sitihinggil Keraton Surakarta. Pengangkatan "raja" itu didahului penobatannya sebagai putra mahkota bertempat di Dalem Prabasuyasa keraton. Seluruh upacara berjalan lancar, dan ditutup dengan persembahan tari sakral Bedhaya Ketawang, dilanjutkan dengan kirab keliling kota pada sore harinya.

Upacara jumenengan di Sitihinggil dihadiri ratusan undangan. Di antara para tamu undangan tampak perwakilan dari beberapa kedutaan besar asing seperti Pakistan dan Banglades.

Dari kalangan pejabat tampak Wali Kota Solo Slamet Suryanto, Bupati Wonogiri Begug Purnomosidhi, anggota MPR AM Fatwa, Guruh Soekarnoputra, Sultan Emiruddin dari Kanoman Cirebon, dan Sultan Badaruddin dari Palembang.

Prosesi jumenengan diawali pukul 08.30 di Dalem Prabasuyasa. Pada pukul 10.00, setelah berdoa dan bersumpah kepada leluhur, Hangabehi mengukuhkan dirinya sebagai putra mahkota dengan gelar Kanjeng Pangeran Ario Adipati Anom Amangkunagara Sudibya Raja Putra Narendra Mataram. Pengukuhan itu disaksikan oleh saudara-saudaranya, terutama dari RAy Pradapaningrum, serta KGPH Haryomataram (79), sesepuh keraton.

Di depan hadirin di Sitihinggil, Hangabehi memaklumatkan dirinya sebagai Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Paku Buwono Senapati Ing Ngalaga Ngabdurahman Sayidin Panatagama Ingkang Kaping XIII. Sesaat kemudian, Haryomataram menyematkan bintang kebesaran Suryo Wasesa di dada PB XIII.

Prosesi jumenengan diselingi dengan sembahyang Jumat. Kemudian dilanjutkan di pendapa Sasana Sewaka keraton untuk menyaksikan tari Bedhaya Ketawang yang berlangsung selama 90 menit.

Dipertanyakan
"Saya sesungguhnya mempertanyakan langkah Tedjo (KGPAA Tedjowoelan--Red) mengangkat dirinya sendiri. Atas landasan apa dia berbuat demikian?" ujar Haryomataram kepada wartawan.

Haryomataram berharap, akan ada langkah damai di antara kedua belah pihak. Ia tidak menutup kemungkinan pihak pemerintah dilibatkan.

KGPAA Tedjowoelan yang diangkat tiga Pengageng Keraton Surakarta, saat dihubungi di Yogyakarta menyatakan, sepakat dengan ide Haryomataram untuk melakukan pembicaraan dengan kubu Hangabehi. "Namun, selama ini mereka yang selalu menolak duduk satu meja dengan kami," ujar Tedjowulan.

�������



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 






Hosted by:
Edi Cahyono

E-Mail:

Edi Cahyono
Hosted by www.Geocities.ws

1