Teman Sejati
Temanmu adalah yang bisa membuatmu menangis, bukan membuatmu tertawa....(anonim)
"Ass...akh Kaifa Haluk..?? antum sehat-sehat saja kan..??" demikian bunyi sms
yang baru saja masuk dari seorang ikhwan. Pertanyaan tersebut memang pertanyaan
yang sangat sederhana, namun bagiku itu merupakan sebuah ungkapan kepedulian
dari seorang ikhwan terhadap ikhwan lain tentu saja dalam naungan Islam.
"ass. akh.. kaifa imanuka...?? sudah sholat dhuha...??" sms dari ikhwan lain.
Sms atau kadang email seperti ini seringkali masuk pas awal-awal memulai
rutinitas.
Dilain waktu ketika mata sedang rapat-rapatnya terpejam, ketika jiwa sedang
terbang ke alam mimpi, ketika seluruh jaringan tubuh sedang giatnya
merekontruksi setelah beraktivitas seharian. Datang aja sms or misscall dari
ikhwan lainnya lagi...
"ssst....ada yang kangen tuh, Dia pengen liat ratapan n rayuan antum..., tahajud
yuk...!!! kurang lebih demikian bunyi sms-nya.
Sms-sms or email-email semacam itu bagiku merupakan terjemahan dari sapaan
sekaligus mengingatkan agar senantiasa istiqomah dalam menjaga iman yang
seringkali naik turun. Sudah sunatullah kalau iman yang bersemayam dalam jiwa
senantiasa fluktuatif.
Kadang ketika kita benar-benar lalai, pikiran kosong melompong, tidak tahu apa
yang harus dilakukan, disaat kita amat sangat membutuhkan pegangan dan sandaran,
kehadiran teman-teman seperti itu yang sangat dibutuhkan. Walaupun tidak bisa
memberikan solusi dengan segala apa yang sedang kita alami, setidaknya mereka
bisa menjadi pendengar yang baik atas segala keluh kesah kita. Mereka dihadirkan
untuk menopang agar hidup kita tetap dalam keseimbangan.
Kalau kebetulan teman kita adalah orang-orang hanif, tapi kalau teman kita
adalah orang-orang destruktif...??? Kalau tidak salah, begitu kuatnya pengaruh
kebaikan atau keburukan dari seorang teman kepada kita, telah jauh-jauh hari
diingatkan Rosulullah SAW :
"Seseorang itu tergantung pada agama temannya, oleh karena itu hendaklah salah
seorang diantara kalian melihat dengan siapa dia berteman." (HR Abu Daud).
Atau kalau berkaca pada kata-kata orang bijak :
"Katakan kepadaku dengan siapa engkau berteman, maka aku akan bercerita siapa
dirimu"
Semua dikembalikan ke kita, kita sudah diberikan pilihan, untuk menjadi lebih
baik atau sebaliknya. Mau dijadikan apa lukisan kehidupan kita, Lukisan
keindahankah...??? Kebaikankah...?? Abstrak..?? atau keburukan...??? Merekalah
salah satu warna yang akan kita pilih untuk kemudian kita torehkan pada kain
kanvas lukisan hidup kita. Jangan lupa yang menjadi dasar lukisan tersebut
mestilah putih....bahkan kalau saja semua warna kita kumpulkan, dicampur menjadi
satu pasti kembali menjadi putih (nggak percaya buktiin sendiri...!!!!).
Oh ya....salah satu golongan dari 7 golongan yang kelak mendapat naungan ALLAH
SWT pada hari dimana tak ada naungan kecuali naungan-NYA (Dikumpulkannya umat
manusia di padang mahsyar) adalah 2 orang yang berteman karena ALLAH SWT (HR
Bukhori). Semoga kita menjadi salah satunya.