BUDIDAYA JAMUR TIRAM MERAUP UNTUNG
Dunia bisnis semakin berkembang dimasa yang modern ini.
Persaingan antara bisnis yang satu dengan bisnis yang lainnya. Seiring
dengan berkembangnya bisnis yang semakin meluas baik dibidang industri
maupun produksi rumahan ternyata bisnis budidaya jamur tiram sangat
digemari oleh para wirausahawan yang sangat kreatif. Tidak
tanggung-tanggung bisnis yang masih relatif baru ini ternyata
mendatangkan keuntungan yang sangat besar bagi pemilik usaha ini. Dengan
proses pengelolaan usaha yang tidak sulit serta pemasaran yang mudah
mmbuat para calon pengusaha melirik pada lapangan pekerjaan yang satu
ini.
Usaha budidaya jamur ini dapat dilakukan pada daerah yang beriklim lebab
namun seiring dengan berkembangnya teknologi saat ini usaha budidaya jamr juga
dapat dilakukan didaerah yang beriklim panas. Berikut ini adalah hal-hal yang
harus diperhatikan dalam budidaya jamur tiram :
1. Ruang persiapan
Ruang persiapan adalah ruangan yang berfungsi untuk melakukan kegiatan
Pengayakan, Pencampuran, Pewadahan, dan Sterilisasi.
2. Ruang Inokulasi
Ruang Inokulasi adalah ruangan yang berfungsi untuk menanam bibit pada
media tanam, ruang ini harus
mudah dibersihkan, tidak banyak ventilasi untuk menghindari kontaminasi (adanya
mikroba lain).
3. Ruang Inkubasi
Ruangan ini memiliki fungsi untuk menumbuhkan miselium jamur pada media tanam
yang sudah di inokulasi (Spawning). Kondisi ruangan diatur pada suhu 22 – 28
derajat C dengan kelembaban 60% – 80%, Ruangan ini dilengkapi dengan rak-rak
bambu untuk menempatkan media
tanam dalam kantong plastic (baglog) yang sudah di inokulasi.
4.Ruang Penanaman
Ruang penanaman (growing) digunakan untuk menumbuhkan tubuh buah jamur. Ruangan
ini dilengkapi juga dengan rak-rak penanaman dan alat penyemprot/pengabutan.
Pengabutan berfungsi untuk menyiram dan mengatur suhu udara pada kondisi
optimal 16 – 22 derajat C dengan
kelembaban 80 – 90%.
Proses dan Teknik Budidaya Jamur Tiram
Dalam melaksanakan Budidaya Jamur Tiram
ada beberapa proses dan kegiatan
yang dilaksanakan antara lain:
1. Persiapan Bahan
Bahan yang harus dipersiapkan diantaranya serbuk gergaji, bekatul, kapur, gips,
tepung jagung, dan glukosa.
2. Pengayakan
Serbuk kayu yang diperoleh dari penggergajian mempunyai tingkat keseragaman yang
kurang baik, hal ini berakibat tingkat pertumbuhan miselia kurang merata dan
kurang baik. Mengatasi hal tersebut maka serbuk gergaji perlu di ayak. Ukuran
ayakan sama dengan untuk mengayak pasir (ram ayam), pengayakan harus
mempergunakan masker karena dalam serbuk gergaji banyak tercampur debu dan pasir
3. Pencampuran
Bahan-bahan yang telah ditimbang sesuai dengan kebutuhan dicampur dengan serbuk
gergaji selanjutnya disiram dengan air sekitar 50 – 60 % atau bila kita kepal
serbuk tersebut menggumpal tapi
tidak keluar air. Hal ini menandakan kadar air sudah cukup.
4. Pengomposan
Pengomposan adalah proses pelapukan bahan yang dilakukan dengan cara membumbun
campuran serbuk gergaji kemudian menutupinya dengan
plastic
5. Pembungkusan (Pembuatan Baglog)
Pembungkusan menggunakan plastik polipropilen (PP) dengan ukuran yang
dibutuhkan. Cara membungkus yaitu dengan memasukkan media ke dalam plastik
kemudian dipukul/ditumbuk sampai padat dengan botol atau menggunakan
filler (alat pemadat) kemudian
disimpan.
6. Sterilisasi
Sterilisasi dilakukan dengan mempergunakan alat
sterilizer yang bertujuan
menginaktifkan mikroba, bakteri, kapang, maupun khamir yang dapat mengganggu
pertumbuhan jamur yang ditanam. Sterilisasi dilakukan pada suhu 90 – 100 derajat
C selama 12 jam.
7. Inokulasi (Pemberian Bibit)
Inokulasi adalah kegiatan memasukan bibit jamur ke dalam media jamur yang telah
disterilisasi. Baglog ditiriskan selama 1 malam setelah sterilisasi, kemudian
kita ambil dan ditanami bibit diatasnya dengan mempergunakan sendok makan/sendok
bibit sekitar + 3 sendok makan kemudian diikat dengan karet dan ditutup dengan
kapas. Bibit Jamur Tiram yang baik yaitu:
- Varitas unggul
- Umur bibit optimal 45 – 60 hari
- Warna bibit merata
- Tidak terkontaminasi
8. Inkubasi (masa pertumbuhan miselium) Jamur Tiram
Inkubasi Jamur Tiram dilakukan dengan cara menyimpan di ruangan inkubasi dengan
kondisi tertentu. Inkubasi dilakukan hingga seluruh media berwarna putih merata,
biasanya media akan tampak putih merata antara 40 – 60 hari.
9. Panen Jamur Tiram
Panen dilakukan setelah pertumbuhan jamur mencapai tingkat yang optimal,
pemanenan ini biasanya dilakukan 5 hari setelah tumbuh calon jamur. Pemanenan
sebaiknya dilakukan pada pagi hari untuk mempertahankan kesegarannya dan
mempermudah pemasaran.