

Lentingan Unik di Balik Sekolahku
Oleh Radna Safitri
Kenangan indah pasti akan selalu dikenang. Begitu banyak cerita dan kenangan yang telah tergores dalam lembaran kisah saya selama saya berada di SMA Negeri Sumatera Selatan (Sampoerna Academy). Salah satu keunikan yang ada disekolah ini adalah dibentuknya houses atau semacam keluarga. House merupakan sebuah sekuarga siswa disini. House terbentuk untuk menciptakan atmosfer keluarga seperti layaknya keluarga sendiri dirumah. Ada sembilan houses di SMA Negeri Sumatera Selatan (Sampoerna Academy). Houses tersebut adalah, Dolphin house, Rhino house, Mantaray House, Shark house, Lion house, Eagle house, Komodo house, Hornbill house dan Dove house.
Dalam setiap house (perkumpulan keluarga) berisi siswa-siswi yang mempunyai karakter yang sama, misalnya sikap dan karakter diri. Hal itu terjadi karena dalam mengikuti tes penyaringan siswa baru terdapat tes psikotes. Melalui hasil tes psikologis tersebut siswa digolongkan kedalam sebuah perkumpulan yang disebut dengan house. Masing-masing house ini mempunyai House Parents. House parents berperan sebagai orang tua siswa disekolah (Ayah dan ibu). Selain itu setiap house mempunyai keunikan dan ciri khas masing-masing. Karakter house yang kuat menunjukkan seberapa kuatnya ikatan persaudaraan dalam house tersebut. Tidak jarang SMA Negeri Sumatera Selatan sering mengadakan perlombaan antar house yang berguna untuk memupuk rasa persaudaraan antar house yang ada.
Keunikan lain yang terdapat di sekolah ini bukan hanya adanya houses. Dalam membentuk pemimpin masa depan yang berkualitas, SMA Negeri Sumatera Selatan beserta jajaran Sampoerna Foundation mengadakan kegiatan Leadership camp dan Solo camp. Leadership camp ditujukan untuk siswa kelas sepuluh. Leadership program merupakan agenda wajib setiap tahun yang berguna untuk membentuk sikap dan jiwa kepemimpinan (Leader) sebagai tahap pertama dalam mempersiapkan pemimpin masa depan Indonesia. Pada kegiatan leadership camp biasanya karakter siswa dibentuk melalui berbagai permainan dan kegiatan adu ketangkasan serta kekompakan dalam satu house. Leadership camp yang diselenggarakan selama tiga hari tersebut sangat terasa manfaatnya bagi siswa maupun pihak sekolah.
Tidak berbeda jauh dengan leadership camp, solo camp juga merupakan agenda tahunan SMA Negeri Sumatera Selatan untuk mematangkan mental dan sikap siswa untuk dapat survive (bertahan) dengan kondisi alam maupun lingkungan. Solo camp ini hanya untuk siswa kelas sebelas saja. Agenda tahunan tersebut rutin dilakukan oleh pihak sekolah dibawah pimpinan Sampoerna Foundation. Seperti halnya yang dilakukan SMA Negeri Sumatera Selatan (Sampoerna Academy) yang telah berhasil menjalankan agenda tahunannya. Tahun lalu (2012) SMA Negeri Sumatera Selatan sukses menyelenggarakan solo camp yang diadakam melalui kerjasama dengan jajaran TNI Angkatan Udara kota Palembang.
Selama tiga hari, saya dan teman-teman satu angkatan diasah mental dan fisiknya. Menjadi seorang pemimpin dimasa depan yang mempunyai mandat yang besar memang tidak mudah. Butuh mental yang kuat, integritas yang tinggi dan kedisiplinan yang tinggi pula. Itu sebabnya program solo camp ini dibuat. Berbagai keseruan selama saya dan teman-teman berkemah sangat mengasyikkan. Selama tiga hari kami berkemah dihutan dan hanya beralaskan ponco (jas hujan). Disitulah kami belajar banyak hal. Solo camp benar-benar berguna bagi kami, terlebih untuk saya. Namanya saja solo camp pasti berkemah secara individual namun kali ini kami masih berkemah perhouse. Kemampuan untuk bisa survive (bertahan) sangatlah diperlukan apalagi ini berkemah di hutan yang kita tidak tahu arah jalan pulang. Solo camp benar-benar berkesan untuk saya. Selain mengajari saya bagaimana cara bertahan hidup dilingkungan luar yang sangat ramai nanti, ternyata solo camp juga membuat saya menjadi orang yang lebih bersyukur. Maksudnya adalah bersyukur atas karunia yang diberikan oleh Tuhan atau bahkan bersyukur atas waktu dan kesempatan yang kita miliki didunia ini.
Bersyukur atas karunia Tuhan misalnya, saya lebih menghargai setiap butir nasi atau makanan yang saya makan. Sewaktu solo camp saya merasakan betapa susahnya mencari makan dan rumitnya cara mengolah makanan. Padahal sebelumnya saya sering tidak menghabiskan makanan yang saya ambil dari kantin. Setelah mengikuti kegiatan solo camp, kini saya mengerti bagaimana besar karunia Tuhan yang harus kita syukuri. Kadang kala kita sering tidak puas atas apa yang kita miliki, padahal diluar sana masih banyak orang-orang yang tidak seberuntung kita. Membuang makanan adalah hal sepele yang semua orang bisa melakukannya, namun jika kita menyadari betapa berharganya makanan yang kita miliki mungkin kita akan lebih tahu bagaimana cara menghargai makan yang merupakan rezeki dari Tuhan.
Selain bersyukur atas karunia Tuhan, sebaiknya kita juga bersyukur atas nikmat waktu yang diberikan oleh Tuhan kepada kita. Waktu bagaikan uang. Apabila kita mensia-siakan waktu berarti kita sudah membuang uang dengan percuma. Solo camp mengajari saya betapa berharganya waktu buat saya. Saya menyadari rupanya selama ini saya kurang memanfaatkan segala kesempatan dan waktu yang saya miliki. Saya sering menunda-nunda melakukan suatu perbuatan yang baik. Misalnya menunda waktu mengerjakan tugas bahkan saya juga kadang menunda waktu sholat. Sewaktu solo camp saya tahu bahwa waktu itu berputar sangat cepat maka kesempatan atau waktu yang kita miliki itu apabila tidak kita manfaatkan akan hangus dan lenyap begitu saja. Selain itu kedisiplinan dalam bekerja dan belajar juga sangat penting. Menjadi seorang pemimpin yang baik hendaknya memiliki kedisiplinan yang tinggi. Kedisiplinan seorang menunjukkan kualitas kerja orang tersebut. Sedangkan kedisiplinan dalam belajar dapat dicapai dengan memanfaatkan waktu yang kita miliki untuk banyak menimba ilmu yang kelak membawa kita pada kesuksesan.
Berbagai keunikan yang ada disekolah ini membawa saya pada pengalaman yang sangat berkesan untuk saya. Pendidikan yang saya tempuh saat ini merupakan upaya diri untuk mempersiapkan masa depan agar menjadi lebih baik. Kenangan yang telah diberikan oleh keluarga besar SMA Negeri Sumatera Selatan akan saya kenang selalu sebagai pelajaran dan kisah manis hidup saya. Berbagai pelajaran berharga mulai dari cara bertahan hidup hingga tahap menjadi pemimpin masa depan telah saya dapatkan. Kelak sepuluh tahun lagi saya dan teman-teman satu perjuangan akan membuat perubahan yang lebih baik untuk bangsa ini. “We can make difference” kalimat yang mungkin dinilai orang hanya sebagai kalimat singkat tanpa makna, namun sebenarnya “We can make difference” memiliki arti mendalam bahwa kita mampu menciptakan perubahan. Perubahan yang lebih baik. Itulah moto dan motivasi kami. Keunikan, keistimewaan, dan kebanggaan akan sekolah ini akan saya junjung saya selalu karena saya bangga menjadi salah satu anggota keluarga Sampoerna Academy.