BAGIAN KETIGA
KONSPIRASI GPM, RMS, PDI-P DALAM KONFLIK BERDARAH DI MALUKU JULI-DESEMBER 1999
Ummat Islam Bangkit Membela diri
mempertahankan hak hidup dan kemuliaan agamanyaBab 3:10 :
MEMBANGUN DIRI SENDIRIUMMAT Islam Maluku sejak zaman penjajahan belanda telah berada dibawah tekanan dan diperlakukan tidak adil. Penderitaan itu berlanjut pada waktu berdirinya Republik Maluku Selatan (RMS) Setelah RMS ditumpas habis Maluku berada dalam suasana kemerdekaan seperti daerah lain di seluruh Indonesia.
Walaupun Maluku sudah Merdeka tetapi ummat Islam yang tertindas selama ratusan tahun belum siap dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu berperang serta dalam jabatan di Pemerintahan secara memadai, posisi-posisi kunci tetap dikuasai pihak Kristen untuk waktu lama sampai ummat Islam mulai bangkit sekitar tahun 1980-an.
Karena itu, ummat Islam masih tetap berada dalam keadaan tertinggal sampai memasuki millineum ke tiga, merupakan akibat dari perlakuan tidak adil jangka panjang Peristiwa Kerusuhan Ambon yang berlangsung begitu lama dengan sasaran membersihkan ummat Islam telah keluar dari Maluku karena tidak mampu lagi bertahan di Ambon /Maluku.
Kondisi yang kurang menguntungkan itu akan sulit terangkat dengan berlakunya sistem otonomi luas bagi daerah-daerah apalagi diberlakukannya negara federasi. Ummat Islam dalam jumlah yang terus mengecil akan dikalahkan dalam komposisi DPRD yang tentunya berpengaruh pada nasib ummat Islam.
Keadaan seperti itu hanya dapat diselesaikan oleh ummat Islam sendiri tidak hanya tergantung pada Pemerintah.KONDISI OBYEKTIF UMMAT ISLAM MALUKU SETELAH KERUSUHAN
Keberhasilan di bidang ekonomi membuat seseorang dapat mengembangkan dirinya di bidang pendidikan, kesehatan, kesejahte-raan dan lainnya. Karena itu ekonomi yang maju merupakan sentral dari kemajuan di bidang lainnya. Begitu juga pendidikan yang maju dapat mempengaruhi cara berfikir dalam mengembangkan diri, pendidikan merupakan katalisator bagi kemajuan seseorang.
Jadi apabila kedua aspek tersebut dapat dikelola dengan baik maka suatu masyarakat akan mendapatkan kemajuan berarti, karena itu yang perlu diupayakan adalah bagaimana perekonomian dalam suatu masyarakat itu dapat diangkat melalui diberikannya berbagai kesem-patan yang dituntun dengan pembinaan yang modern menyesuaikan diri dengan tuntutan kemajuan lingkungan.KONDISI PEREKONOMIAN MASYARAKAT ISLAM
Masyarakat Islam pada umumnya bekerja pada sektor non formal yang dapat diklasifikasikan sebagai masyarakat ekonomi lemah dengan modal usaha yang kecil, berusaha masih dalam pola tradisional sulit mendapat kemajuan. Perkampungan ummat Islam rata-rata kumuh. Hanya sebagian kecil saja terutama pegawai negeri jabatan menengah keatas, para pedagang dari luar Maluku yang gigih, berhasil menjadi pengusaha menengah. Dibandingkan penduduk asli, pendatang yang bekerja ekstra keras mencapai tingkat kesejahteraan ekonomi lebih baik bahkan oleh pihak Kristen dirasakan telah merebut banyak lapangan kerja kasar. Jadi sesungguhnya rata-rata kondisi perekonomian masyarakat Islam Maluku berada dibawah rata-rata kehidupan ekonomi masyarakat Kristen.KONDISI SUMBER DAYA MANUSIA MASYARAKAT ISLAM
Sebagai akibat perkembangan masa lalu, ummat Islam tertinggal SDMnya, baru mulai bangkit setelah RMS, tetapi laju kemajuan ummat Islam terlalu lambat dibanding laju pihak Kristen. Itulah sebabnya dari segi kuantitas ummat Islam tertinggal jauh sedangkan dari segi kualitas hanya ada beberapa saja. Yang juga memprihatinkan adalah persatuan dan kesatuan diantara para elit belum baik, kepedulian terhadap kondisi ummat Islam memerlukan perhatian khusus. Memang tidak dapat dilepaskan antara kesejahteraan dan peluang mendapatkan pendidikan yang baik sekaligus tanpa pendidikan yang baik, sulit untuk mencapai kesejahteraan.
Karena itu harus ada upaya yang kuat untuk dapat menembus salah satu atau kedua masalah itu sekaligus.MALUKU PADA ERA SISTEM OTONOMI LUAS.
Undang-undang nomor 22/1999 yang mengatur otonomi luas daerah-daerah yang memungkinkan daerah mengatur rumah tangganya tanpa campur tangan pemerintah Pusat. Itu artinya DPRD akan mengatur berbagai peraturan daerah, warna peraturan daerah tersebut tergantung bagaimana komposisi kekuatan politik di dalam DPRD tersebut. Perlu disadari bahwa kemenangan PDI-Perjuangan yang menguasai jumlah kursi mayoritas akan menguntungkan pihak Kristen padahal partai-partai Islam tidak kompak dan kalah dalam jumlah kursi. Perlu kita sadari bahwa di DPRD Maluku kepentingan politik partai seringkali dikalahkan oleh kepentingan golongan Agama, dalam hal ini antara yang Islam dan Kristen.ERA OTONOMI LUAS DAN FEDERAL BAGI UMMAT ISLAM.
Sistem federal dalam negara kesatuan adalah kakaknya sistem otonomi luas yang segera berlaku sesuai undang-undang nomor 22/1999. Kedua adanya dipengaruhi oleh komposisi kekuatan di DPRD. Untuk kita di Maluku lebih ditentukan oleh jumlah anggota DPR yang beragama Islam dan yang beragama Kristen.
Setelah terbentuknya Propinsi Moluku Kie Raha (MKR), perimba-ngan jumlah penduduk yang beragama Islam dan Kristem telah berubah dalam jumlah yang berarti. Karena 5 tahun kedepan hasil Pemilu akan dimenangkan dengan jumlah suara yang besar oleh pihak Kristen (Dati I).
DPRD yang membuat, merubah dan mencabut undang-undang dan peraturan daerah akan lebih mengatur untuk kepentingan Kristen, posisi ummat Islam akan lebih sulit 5 tahun mendatang. Sulit diperki-rakan bahwa dalam era otonomi luas ataupun sampai terjadi negara dengan sistem federasi ada seorang kepada Daerah tingkat II yang mayoritas Kristen dari kalangan Islam, sedangkan Gubenur kepala Daerah Tingkat I tidak akan lepas dari genggaman Kristen untuk selamanya.
Dari pengalaman kita ketahui bahwa kualitas calon pimpinan dikalahkan oleh kepentingan golongan Agama, karena itu DPRD yang mayoritas Kristen tidak mungkin memilih calon dari yang Islam.
Kerusuhan di Maluku yang terjadi mulai 19 Januari 1999 adalah gerakan politik yang bertujuan memperkecil jumlah ummat Islam di Maluku yang kebetulan akan memasuki era otonomi daerah luas maupun federal. Pembersihan /pengecilan jumlah ummat Islam di Maluku ini adalah suatu konspirasi untuk mencapai sasaran besar dalam rangka membangun dominasi Kristen di Maluku yang disambut diberlakukannya otonomi daerah yang luas. Karena itu ummat Islam sudah harus berfikir untuk keluar dari kesulitan massa depan.UMMAT ISLAM MALUKU YANG OPTIMIS
Akibat kerusuhan ini ummat Islam akan berada dalam kondisi yang lebih buruk lagi, sulit diperkirakan dendam dan saling membenci yang sedang dirasakan akan hilang, yang sedang terjadi ini adalah dendam massal yang walaupun antar perorangan yang telah lama akrab akan segera pulih tetapi dalam hubungan kelompok dendam yang mendalam itu masih bertahan dalam waktu lama. Dalam suasana seperti itu peluang ummat Islam akan terus dipersulit, ketidakadilan dan diskriminasi akan semakin besar bahkan bisa terjadi dipersempit peluang ummat Islam. Pemerintah pusat sudah tidak punya peluang cukup untuk mengatur daerah yang dapat mengangkat masyarakat Islam dari kesulitan.
Karena itu perlu dipikirkan upaya mengatasi kesulitan masa depan. Yang menjadi prioritas bagi ummat Islam adalah segera bersatu terutama dikalangan elitnya. Apapun perbedaan yang ada harus ditinggalkan jauh-jauh sebab jumlah yang kecil akan bangkit sebagai kekuatan yang dipertimbangkan bila mereka bersatu demi kepenti-ngan besar dan strategis.
Dari kelompok elit ini akan lahir berbagai gagasan untuk mema-jukan ummat Islam. Keberadaan orang per orangan harus merupakan sentral dan titik kuat yang antara figur sentral satu dan lainnya merupakan faktor yang diperhitungkan.
Jadi kualitas perorangan dalam ikatan persatuan dan kesatuan yang kuat akan merupakan kekuatan yang dasyat dan disegani.PEMUKIMAN YANG AMAN
Perlu dipertimbangkan untuk membangun pemukiman dengan pendekatan keaman, pemukiman seperti ini akan memberikan suasana tenang bagi ummat Islam yang dapat membangun kembali dirinya menjadi lebih baik dari keadaan sebelum kerusuhan terjadi. Peneka-nannya memang pada kondisi ummat Islam yang lebih baik kalau bisa malahan jauh lebih baik dari keadaan sebelum kerusuhan sebab kondisi sebelum kerusuhan terlalu rawan dan menjadi bulan-bulanan.
Pemukiman seperti itu adalah yang homogen Islam dalam jumlah yang besar berjarak dan terpisah jauh dari ancaman Kristen. Bentuk rumah susun merupakan pola yang paling tepat untuk didalam kota yang dengan pola ini bukan saja jumlah penghuninya besar tetapi keteraturan dan berbagai fasilitas dapat disediakan seperti pendidikan, peribadatan, pasar, ruko, bahkan taman yang sangat berguna bagi rehabilitasi mental dan tempat berkumpul.
Di luar kota seperti daerah petunan beberapa negeri Leihitu (Mamala, Morela dn Hitu) yang letaknya diteluk dalam harus diman-faatkan bagi pemukiman massal. Dengan sistem pemukiman seperti itu akan menarik saudara-saudara kita dari luar Maluku.SUASANA PERSATUAN DAN KESATUAN.
Dari gambaran pemukiman di atas akan timbul interaksi yang harmonis dengan landasan ukhwah Islamiah sebagai reaksi alamiah terhadap pengalaman buruk selama kerusuhan Ambon dan sekitarnya.
Ancaman yang berat telah menimpa ummat Islam serta tuntutan kebutuhan bersama untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di masa depan Insya Allah merupakan dorongan untuk membangun suasana persatuan dan kesatuan lebih baik. Walaupun terbentuknya suasana persatuan dan kesatuan itu merupakan proses alamiah tetapi harus dibina, dituntun oleh para pemuka yang peduli agar peoses itu dipercepat.PARA ELIT SEBAGAI KATALISATOR.
Persatuan dan kesatuan yang kita dambakan adalah suasana yang mahal, bila mengharapkan pada proses alamiah saja akan berlangsung lama, diharapkan ada katalisator yang mempercepat proses itu. Kata-lisator itu adalah para elit yang peduli. Kepedulian terhadap lingku-ngan menunjukkan kelas mereka sebagai pemimpin dan pemimpin yang sejati adalah mereka yang ikhlas berkorban tidak mengharapkan apapun dari pengorbanan mereka, kecuali ridha Allah.
Karena itu pertumbuhan generasi muda yang mendapatkan kesempatan pendidikan tinggi harus membangun dirinya sebagai pemimpin ummat agar kedalaman ilmunya bagi banyak orang. Perlu kita sadari juga pemimpin itu dibentuk walau ada beberapa yang tumbuh karena bakat alamiah.
Dengan kepeduliannya sebagai pemimpin dan ketinggian ilmunya ia akan sangat bermanfaat untuk memikirkan bagaimana memajukan ummatnya. Semakin tinggi kepeduliannya, semakin dihormati dan disegani, semakin berperan sebagai tokoh yang dijadikan panutan dan anutan. Bila saja type pemimpin seperti ini terus bertambah, betapa nikmatnya menjadi ummat Islam Maluku di waktu yang akan datang. Lamunan seperti ini bukan sesuatu yang awang-awang karena perjalanan masa lalu menuntut datangnya tokoh yang peduli. Insya Allah!LAPANGAN KERJA SEBAGAI DAYA TARIK
Maluku kita orang Indonesia masa depan, Jawa adalah Indonesia masa lalu, itu artinya potensi sumber daya alam Maluku amat besar yang belum digarap untuk kesejahteraan rakyat sebesar-besarnya. Peluang untuk penanaman modal dalam negeri atau modal asing cukup besar karena itu akan membutuhkan banyak sekali tenaga kerja mulai staf ahli sampai pekerja kasar di lapangan. Dibutuhkan banyak sekali pegawai dan pekerja lapangan yang tentunya tidak dapat dipenuhi oleh daerah saja. Mereka akan mengalir dari luar Maluku yang jumlah Islam mencapai 90%
Bidang-bidang usaha penanaman modal yang tersedia seperti ikan, hasil laut lainnya, kehutanan, perkebunan dan sebagainya. Sejauh situasi tenang dan ada jaminan keamanan maka akan ada pemilik modal yang bersedia menanamkan modal / membuka usaha skala sedang sampai besar di maluku dan tentu diharapkan para pemodal Islam dan LSM Islam.
Pekerja yang datang akan memperbesar prosentase yang beragama Islam di Maluku, karena itu walau lambat tapi pasti akan merubah keseimbangan.LAPANGAN PENDIDKAN
Lapangan pendidikan yang bermutu merupakan asset yang handal dalam upaya membentuk SDM umat Islam yang tangguh. Unpatti buka merupakan pilihan ummat Islam, disana mungkin sekali tidak akan menghasilkan sarjana Muslim yang bermutu karena berbagai diskriminasi oleh dominasi mutlak Kristen. Universitas Darussalam dan STAIN adalah asset yang telah tersedia perlu ditingkatkan ke-mampuannya baik penambahan jurusan, para dosen dan fasilitas pendukung.
Pendidikan tinggi yang memenuhi kebutuhan daerah perlu ditambah dengan memanfaatkan LSM Muslim baik dengan dukungan dana dalam negeri maupun luar negeri. Bantuan negara-negara Islam di Asia dan Timur Tengah bahkan LSM Islam di Eropa dan Amerika seharusnya dapat diajak untuk memberikan perhatian.
Dengan berkembangnya lapangan Pendidikan bermutu di Maluku maka bukan saja para mahasiswa Muslim Maluku dapat menimba ilmu disni sehingga jumlah kita tidak berkurang pada setiap Pemilu, tetapi mahasiswa dari luar Maluku pun akan memperbesar ummat Islam.TRANSMIGRASI PROGRAM PEMERINTAH DAN SWAKARSA.
Pemerintah dengan sitem otonomi luas daerah maupun federal seharusnya tidak membatasi program Transmigrasi. Sektor ini harus tetap menjadi kewenangan pemerintah pusat. Dengan demikian akan terus terjadi penambahan penduduk Muslim. Keberhasilan transmigran di daerah ini akan membuka kesempatan bagi calon transmigran pola swakarsa.
Karena itu mengembangkan kehidupan para transmigran jangan di serahkan kepada pemerintah saja tetapi LSM ikut memberdayakan para transmigran dengan berbagai program industri kecil di pedesaan yang mengolah hasil pertanian, perikanan dan sebagainyaBersambung Ke Bab 3-11