BAGIAN KETIGA
KONSPIRASI GPM, RMS, PDI-P DALAM KONFLIK BERDARAH DI MALUKU JULI-DESEMBER 1999
Ummat Islam Bangkit Membela diri
mempertahankan hak hidup dan kemuliaan agamanyaBab 3:08 :
MASIH ADAKAH DAMAINALURI manusia selalu menuju sesuatu yang baik, indah, bahagia dan sebagainya, karena itu damai menjadi dambaan semua pihak termasuk kelompok Kristen dan Islam yang bertikai dengan menggunakan senjata untuk saling membunuh. Niat untuk berdamai biasanya disertai sesuatu persyaratan yang harus dipenuhi sebagai tuntutann kepada pihak lain. Ummat Islam menuntut beberapa persyaratan untuk menghilangkan bukti dan jejak yang dapat meng-giring mereka ke pengadilan.
Masing-masing pihak bila belum berhasil mencapai kesepakatan damai maka penggunaan kekuatan fisik bersenjata akan terjadi lagi sampai salah satu berhasil dikalahkan atau kedua-duanya terpaksa berdamai karena kehabisan tenaga atau sadar bahwa konflik fisik selalu berakibat yang menang jadi arang yang kalah jadi abu.
Kalau dalam pengertian mutlak tidak akan ada yang akan terjadi adalah kerugian besar dari kedua belah pihak. Karena itu damai atau terus bermusuhan sangat tergantung pada kesadaran kedua belah pihak.
Kalau pihak RMS sebagai kekuatan penggerak melepaskan diri, menghindar dari tanggung jawab maka ummat Islam harus, sekali lagi harus terus menuntut biang keladi penyebab kehancuran ummat Islam.
Bagi ummat Islam, damai adalah terbongkarnya organisasi peren-cana dan penggerak kerusuhan yang telah menimbulkan korban yang tidak terkira besarnya. Peristiwa berat di akhir abad 20 ini tidak boleh berakhir begitu saja, sebab bila tidak diselesaikan secara tuntas maka peristiwa berikut yang lebih hebat akan menimpa anak cucu ummat Islam di Ambon/Maluku, apalagi pihak Kristen semakin kuat dan besar dalam jumlah.
Berbicara soal damai, para Mujahidin semakin mengasah parang panjangnya, mereka tidak akan berdialog panjang lebar bahkan cenderung emosi, kita pun sebaiknya memahami ini sebagai proses yang wajar karena mereka yang paling merasakan kepahitan berjuang membela saudaranya yang Islam dan mempertahankan kemuliaan agama dan keluhuran Rasulullah saw. Kenyataan dilapangan ini maka tidak dimanipulasi lagi untuk kepentingan tertentu marilah kita bangun rekonsiliasi menuju perdamaian dengan sikap jujur dan bertanggung jawab, jangan memasang bom waktu, tetapi selesaikan dengan tuntas walau harus menguras tenaga, pikiran dan dana.
Memahami semangat Jihad para Mujahidin, marilah kita fahami sikap dua tokoh agama kita yang begitu istiqomah menghadapi kaum kuffar Nasrani yang telah membunuh dan membakar ummat Islam dengan sendi-sendi keislamannya.DAMAI MENURUT DUA KIYAI BESAR
Siapa pun tokoh/elit di kota Ambon tidak ada yang berani ber-bicara tentang perdamaian dihadapan para Mujahidin yang terus berhadapan dengan maut membela ummat dan agama Islam. K.H. Abdul Wahab Polpoke dan K.H. Ali Fauzi yang selalu konsisten dengan perjuangan para Mujahidin pun tidak bersedia menyuarakan damai, karena itu kedua Kiyai ini amat dihormati dan didengar fatwanya.
Insya Allah merekalah pimpinan ummat yang diakui saat ini. Tak kalah besar peranannya dalam perjuangan adalah K.H. Ahmad Bantan yang telah merawat lebih dari 250 syuhada sebelum dimakamkan. Betapa pedihnya kiyai yang menyaksikan ummatnya terbunuh dengan luka menganga di dada, tanpa kepala atau anggota tubuh lainnya. Kalau suatu hari harus mengafankan 20 syuhada bukan kecil beban mental itu. Dengan senyum kebanggaan pak Kiyai menyelesaikan pengurusan para syuhada satu persatu, mereka dikafankan membung-kus tubuh yang berlumuran darah, tidak perlu dibersihkan karena Allah SWT akan menerima mereka sebagai yang gugur membela agama Allah, mereka menyandang predikat syahid, tertinggi diantara amalan yang ada. Tetapi benarkah Pak Kiyai ini tidak mendendam sedikit pun ? Wallahu’alam, tetapi yang jelas beliau tak bersedia ada diantara kita menandatangani perdamaian sambil menjula diri dan kehormatan Islam karena sesuatu kepentingan. Walau tak bersedia memberikan persyaratan pribadi beliau mendukung pendapat KH Aly Fauzy dan KH Abdul Wahab Polpoke.
Apa kata Pak Kiyai yang mengkhususkan diri berjihad dengan caranya sendiri ? “Fahami dan rasakan betul-betul kesedian berkorban jiwa raga para syuhada”. Semua itu hanya demi ummat dan Islam.
Sementara kedua Kiyai yang tampil selalu dihadapkan padapara Mujahidin, dalam hal berdamai, bersikap seperti di bawah ini.K.H. Abdul Wahab Polpoke
Kita tidak berbicara soal perdamaian sekarang ini, perdamaian harus lewat tahapan penyelesaian dulu yaitu :
* Bongkar RMS yang terlibat / atau organisasi dengan nama apa pun.
* Jatuhkan hukuman berat kepada para aktornya.
* Perdamaian harus diproses dari bawah secara alamiah tidak dipaksa-paksa.
* Insya Allah para Mujahidin akan menerimanyaK.H. Aly Fauzy
Ummat Islam tidak boleh meminta damai karena ummat Islam tidak bersalah, bila akan berdamai maka ;
* Pihak Kristen harus bersedia mengakui kesalahannya.
* Atas dasar itu mereka harus meminta maaf secara tulus dan ikhlas.
* Berjanji untuk tidak mengulangi sampai kapan pun.
* Membayar semua kerugian ummat Islam.
Kalau ada diantara para elit yang mau mewakili pihak Kristen meminta pengurangan persyaratan perdamaian, silakan temui kedua Kiyai tersebut untuk bernegosiasi. Hanya saja, suara kedua kiyai tersebut adalah suara Mujahidin murni tidak ada manipulasi sedikit pun, karena itu jawaban akhir ada pada Mujahidin.
Walau dalam kalimat yang berbeda tetapi kedua Kiyai tersebut telah menyampaikan aspirasi Mujahidin yang satu, utuh dan kompak karena permintaan maaf yang ikhlas harus disertai keterbukaan siapa yang telah mengatur ini semua. Karena kalau tidak maka kata akhir adalah tiada damai begitu kata Mujahidin.DAMAI TETAP ADA, SILAHKAN WUJUDKAN
Secara gamblang para Mujahidin telah menyatakan sikapnya tentang perdamaian, identik betul dengan ajaran Islam, mereka cinta damai tetapi lebih cinta agama dan Rasulullah. Meminta maaf dengan ikhlas dan tunjuk siapa yang telah merencanakan penghancuran Islam, maka damai akan datang pernyataan itu bernilai sangat strategis karena sebagai penangkal yang menjangkau jauh kedepan meniadakan tipu muslihat dan akal busuk. Mereka yang dikepalanya masih tertinggal niat busuk harus keluar arena, terjadi kristalisasi oleh lingku-ngan masing-masing.APA TUNTUTAN UMMAT ISLAM
Berbicara tentang tuntutan ummat Islam adalah buah fikiran para elit terutama elit politik yang sangat ditentukan oleh penghayatannya tentang perjuangan ini dan memahami aspirasi ummat dalam memasuki masa depan.
Seorang elit harus sudah dapat memproyeksikan pikirannya jauh kedepan, dapat melihat tantangan apa yang akan dihadapi, peluang yang tersedia serta upaya apa yang seharusnya sudah dilakukan sejak sekarang. Apabila tokoh seperti itu tidak muncul maka ummat Islam akan tetap bergantung lagi kepada belas kasihan pihak Kristen yang tidak akan pernah ada. Persyaratan membongkar RMS, dan meminta maaf adalah tuntutan mutlak sebagai pengaman masa depan.TERBONGKARNYA RMS
Membongkar organisasi pelaku penghancuran ummat Islam adalah mutlak, sebab berbagai hal itu terkait pada organisasi sebagai sarana mencapai tujuan;
Hal-hal yang terkait adalah :
1. Ideologi separatis itu tetap ada walau berpuluh tahun yang akan datang. RMS yang diproklamasikan pada tahun 1950 muncul lagi pada tahun 1999 dengan watak tetap memusuhi ummat Islam, watak ini akan menghancurkan anak cucu kita diwaktu yang akan datang. Sebagai Ideologi RMS tetap ada dan latent diantara tokoh Kristen.
2. Membongkar RMS atau organisasi apapun sebagai pelaku adalah membongkar jaringan bukan orang perorang, karena itu yang akan terseret ke pengadilan adalah mereka yang ada dalam struktur tidak dapat menghindar.
3. Secara serentak mereka yang terlibat harus turun tahta baik pada jajaran pemerintahan maupun GPM dan keuskupan Ambonia, karena mereka tidak dipercaya lagi kesetiaannya terhadap R.I. Hal ini tentu menjadi tanggung jawab ummat Kristen yang nasionalismenya utuh.
4. Membongkar organisasi berarti membongkar tujuannya, sesuatu yang harus ditiadakan untuk masa depan.
5. Memberlakukan hukum tanpa pandang bulu kepada mereka yang terlibat langsung maupun tidak langsung karena hukum adalah alat penangkal untuk semua pihak.PERMINTAAN MAAF
Pihak Kristen yang bersalah harus meminta maaf karena itu pembuktian mereka yang bersalah telah merencanakan dan melakukan penghancuran terhadap ummat Islam merupakan prioritas. Ummat Islam tetap menuntut dilakukannya pengusutan tuntas untuk mem-buktikan kasus kerusuhan Ambon adalah proyek pihak Kristen. Untuk ukuran kultur dan budaya ketimuran, permintaan maaf dari mereka yang telah berbuat salah kepada pihak lain adalah hal yang wajib dilakukan karena cara itu dapat mencairkan keseluruhan salah paham atau apa pun bentuknya. Permintaan maaf dan pemberian maaf atau pengampunan sudah ibarat satu paket dari budaya bangsa timur ter-masuk kita di Maluku.
Pemberian maaf menjadi sulit apabila pihak yang bersalah tidak mau memintanya apalagi tak merasa bersalah atau menghindari kalau dinyatakan bersalah, karena itu harus ada pengusutan yang bersung-guh-sungguh dan transparan.
Kasus kerusuhan Ambon dikendalikan oleh pihak tertentu dalam bentuk konspirasi kekuatan diluar Ambon, masyarakat Ambon hanya sebagai lahan subur karena disinilah kepentingan politik akan dicapai. Karena itu berbicara tentang keharusan meminta maaf oleh yang berbuat salah merupakan teka-teki bahwa siapa yang harus meminta maaf kepada ummat Islam, aktor intelektualnya atau tokoh masyara-kat / agama yang terlibat.
Pengendali dan dalang yang mengatur kerusuhan ini mustahil akan meminta maaf, sebab hal itu sama dengan pencuri yang melaporkan diri kepada polisi. Diduga keras dalang dan aktor intelektualnya meli-hat tujuan yang ingin dicapai dari kerusuhan ini gagal, karena itu ia telah hengkang dari Ambon yang berlumuran darah, kehancuran jiwa - raga, hilang masa depannya serta tertinggal dendam yang dalam pada kedua belah pihak.
Pihak Kristen yang diperalat tidak mungkin meminta maaf karena mereka adalah masyarakat awam yang tidak akan mengetahui seluk beluk permasalahan tetapi telah direkayasa untuk melaksanakan kehendak tokoh intelektualnya. Karena itu permintaan maaf harus datang dari para tokoh dengan mempelopori permintaan maaf yang tulus dan ikhlas serta bersedia mempertanggung jawabkan kesalahan perbuatannya. Masyarakat Kristen yang terbawa emosi permusuhan antar ummat akan menyadari kekeliruan keterlibatan mereka yang akhirnya menarik diri dan secara langsung mengakui kesalahannya serta meminta maaf kepada ummat Islam walaupun tidak dalam bentuk terbuka. Hal ini mungkin saja terjadi karena masih banyak masyarakat Kristen yang berjiwa nasionalisme dan cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, mereka juga pejuang merebut dan menegakkan republik tercinta.
Proses ini harus dipercepat sebelum bola salju itu bergulir terus dan membesar yang karena massanya yang besar sulit dihentikan.
Dengan demikian kembali lagi pada Pemerintahan dan aparat keamanan untuk segera melakukan pengusutan dalam rangka menen-tukan siapa yang bersalah, sebab mustahil dalam kerusuhan ini kedua-duanya benar atau kedua-duanya yang bersalah. Jangan mencari kam-bing hitam dengan melibatkan provokator yang sesungguhnya hanya pelaku bayaran, yang harus dikejar justru orang yang menggerakkan provokator itu dan ternyata sampai sekarang tidak ada transparansi mengenai hasil pemeriksaan dan pengusutan terhadap para provo-kator yang ditangkap. Tidak ada kemauan baik dari Pemerintah dan Aparat Keamanan mengenai Kasus Kerusuhan Ambon yang bersung-guh-sungguh telah menimbulkan penderitaan dan dendam yang berat.
Sekali lagi jangan melihat persolaan ini sebagai masalah interen orang Ambon seperti yang dikatakan oleh Presiden Abdurrahman Wahid, kalau kehendak itu yang diikuti maka dalam waktu dekat kedua kelompok bertikai ini diperkirakan akan membuka babak baru sebab bukti nyata dalam waktu sebelas bulan upaya rekonsiliasi kedua pihak justru menimbulkan akibat jauh lebih parah dari hari-hari sebelumnya. Bila pemerintah masih yakin bahwa ini adalah bukan persoalan politik tingkat atas maka berikut ini mungkin kita akan menyaksikan kondisi yang semakin buruk, tetapi berdoalah kita semua semoga Tuhan menentukan lain.MUJAHIDIN BERJUANG SENDIRI
Tak habis pikir melihat keberanian luar biasa para Mujahidin di medan tempur. Mereka bergerak maju dibawah tembakan kaum kuffar baik dengan senjata rakitan maupun para sniper di jendela-jendela gedung bertingkat. Kawan yang tertembak dibiarkan begitu saja karena mereka harus bergerak cepat memasuki kawasan Kristen untuk membakar dan membunuh, itu saja yang ada di benak mereka. Kawan yang luka dan gugur diserahkan kepada bantuan yang datang dari belakang. Adegan 10 November 1945 terulang di Ambon dengan ikat kepala putih, berjubah putih mereka terus menyerbu dengan mengumandangkan Allahu Akbar.
Diantara pria pejuang Islam yang sudah berjanggut putih s/d yang masih muda belia mungkin SMP pun belum tamat terdapat beberapa orang mereka dari kaum Cut Nyak Dien yang sudah punya cucu sampai masih gadis jelita belasan tahun. Walaupun hanya beberapa tetapi disitulah peranan mereka yang bukan saja ikut menyerbu dan membunuh tetapi mereka adalah sumber motivasi dan moril para Mujahidin keseluruhan.
Mereka menang berjuang sendiri untuk mempertahankan kesela-matan ummat dan kemulian Islam, tidak mau tahu lagi apa yang sedang terjadi dengan konflik para elit karena kepentingan masing-masing. Mereka yakin bahwa Allah SWT akan meminta pertanggung jawaban mereka satu persatu baik para penguasa maupun mereka yang bersedia dikuasai serta yang tidak punya kepedulian atas perjuangan ini.
Hukum alam yang menyatakan bahwa sekelompok masyarakat yang menghadapi ancaman bersama, akan segera bersatu padu meng-himpun kekuatan untuk mengatasi ancaman bersama, tapi apa yang dirasakan di Ambon ini pada lapisan elit justru merupakan reaksi terbalik sehingga dengan demikian sejumlah elit yang menyatu dengan perjuangan Mujahidin hanya bisa mengusap dada dan menangis dihati kecilnya.
Mudah-mudahan perjuangan ini cepat selesai supaya tidak ada lagi pemanfaatan kesempatan dalam kesempitan agar kita segera sadar untuk menyatu kembali dengan hanya satu kepentingan yaitu membangun masa depan kehidupan ummat Islam yang aman terhindar dari ancaman kaum kuffar sehingga kita mampu berbuat yang terbaik bagi Bangsa, Negara dan Agama.
RMS harus dihancurkan agar sejumlah tokoh Kristen yang menyatu dengan RMS serta mereka yang terlibat langsung harus dibabat habis dari kesempatannya untuk ikut berperan mengatur kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian ummat Islam akan berpelukan lagi dengan saudaranya yang beragama Kristen, yang memiliki nasionalisme yang tinggi, kedua kekuatan ini akan bersatu padu membangun Maluku masa depan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia yang aman dan tentram ?Bersambung Ke Bab 3-09