Bagian KEDUA
KONFLIK ANTAR UMAT BERAGAMA
DI AMBON & MALUKU

Bab 2-08
SIKAP DAMAI UMMAT ISLAM

PADA bagian pertama bab VIII kita fahami bagaimana sikap ummat Islam dalam membangun hubungan sesama manusia, saling meng-hormati dan menghargai.
Sikap damai itu tidak boleh diartikan menerima begitu saja walau-pun mendapat perlakuan yang tidak adil dan diskriminatif. Dalam kasus kerusuhan Ambon yang berkembang menjadi perang agama ini pihak Islam telah cukup bersabar, tetapi pihak Kristen menilainya sebagai kelemahan, tidak berkemampuan bertempur di lapangan mau-pun mentalnya yang rendah.
Karena itulah pihak Kristen merasa tidak perlu berdamai dengan pihak Islam. Pelanggaran perdamaian bukan sesuatu yang luar biasa dengan beban mental yang ringan-ringan saja mereka bisa melakukan pelanggaran setiap saat. Ummat Islam sangat berpengalaman soal ikatan perjanjian perdamaian dengan pihak Kristen.

PIHAK KRISTEN TIDAK INGIN DAMAI
Pelanggaran damai yang dilakukan secara terus-menerus membe-rikan gambaran jelas bahwa pihak Kristen tidak ingin berdamai. Data dibawah ini tidak dapat dipungkiri :
a. Perjanjian damai antar warga Talake Dalam pada tanggal 1 Pebru-ari 1999, dilakukan dalam upacara khidmat dilanjutkan makan patita dan joget riang gembira tanda permusuhan telah berakhir, tetapi besoknya sebuah angkutan kota milik warga Muslim dibakar di kampung itu.
b. Perjanjian damai antara warga Air Salobar dan Pohon Mangga dengan warga Amahusu, Latuhalat dan desa-desa Kristen pada tanggal 25 Januari 1999. Tetapi warga Pohon Mangga diserang seminggu sesudah itu dan terus diserang sampai Oktober 1999.
c. Perjanjian damai diantara masyarakat Poka yang Islam dan Kristen ternyata warga Islam disana diserang pada tanggal 21 Juli 1999
d. Ajakan damai masyarakat kota Kecamatan Kairatu pada tanggal 3 Pebruari 1999 ternyata mereka menjebak pada saat persiapan acara tersebut. Korban nyawa dipihak Islam cukup besar termasuk Imam Masjid, rumah dan pasar tempat ummat Islam mencari nafkah. Ini adalah salah satu tipu muslihat dengan mengatas namakan perdamaian secara terang terangan.
e. Perjanjian Damai Akbar pada tanggal 12 Mei 1999 antara masya-rakat Kristen dan Islam se Kota Madya Ambon dan sekitarnya, ternyata dilanggar lagi tiga hari sesudah itu dan terus dilanggar sebanyak 9 kali sampai pecah kerusuhan II.
Banyak ajakan damai sebelum kerusuhan II tetapi ummat Islam terlalu curiga atas niat tipuan itu ?

Bersambung Ke Bab 2-09

Top

Hosted by www.Geocities.ws

1