Bagian Pertama
Idul Fitri Berdarah di Ambon
19 Januari 1999 / 1 Syawal 1419 H
KESIMPULAN DAN PENUTUPWALAUPUN naskah ini sudah menguraikan banyak hal secara panjang lebar tetapi belum selesai kerusuhan yang sedang berlangsung. Tidak dapat diperkirakan kemungkinan selesai dalam waktu dekat karena penyelesaiannya terkesan tertutup bahkan sengaja ditutup-tutupi akar permasalahan sebagai penyebab.
Dari naskah ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :KERUSUHAN masih terus berlangsung, korban dipihak Islam terus berjatuhan, walaupun korban jiwa pada pihak Kristen jauh lebih besar. Sebagai pihak yang menyerang, sering kali terlalu berani karena di sinyalir keberanian itu dirangsang dengan obat-obatan terlarang atau minuman keras (terbukti di lapangan, dari mulut korban ke luar bau alkohol).
- a. Kerusuhan Ambon bukan persoalan masyarakat Kristen dan Islam belaka, tetapi konspirasi besar yang telah memanfaatkan konflik Kristen-Islam yang telah berlangsung ratusan tahun untuk kepentingan politik Kristen di Indonesia dalam rangka merebut posisi yang lebih kuat setelah tergeser oleh kekuatan Islam dalam dasa warsa terakhir.
- b. Dugaan kuat bahwa RMS sebagai pelaku kerusuhan didukung oleh sejumlah fakta yang kalau direkam oleh aparat keamanan dan dilakukan pengusutan yang intensif hal tersebut akan terjawab.
- c. Karena RMS sebagai pelaku maka wataknya yang anti dan sangat membenci ummat Islam di Maluku mengakibatkan penghancuran ummat Islam sebagai objek dan subjek politik telah keblabasan dengan pembakaran dan penghancuran Masjid-Masjid, pemba-karan Al-quran, penghinaan terhadap Rasulullah Muhammad SAW serta agama Islam pada khususnya maka konflik bernuansa politik itu telah berobah menjadi perang agama.
- d. Karena RMS sebagai pelaku maka tampak jelas keinginan untuk mendirikan negara sendiri, merdeka lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Niat tersebut tentu karena terangsang oleh proses Tim-tim yang mendapat kemajuan untuk merdeka yang didukung oleh sejumlah negara asing.
- e. Kerugian ummat Islam sebagai objek penghancuran amat berat terutama pada aspek mental/psycologie dengan dendam yang dalam terutama akibat penghinaan terhadap agama.
- f. Ummat Islam sesungguhnya dapat menerima perdamaian asalkan pihak Kristen jujur dan bersedia menerima penyelesaian secara hukum yaitu dengan pangusutan untuk membongkar organisasi pelaku kerusuhan (RMS ?) beserta semua tokoh (aktor intelektual) yang berada dibalik rencana besar ini tanpa pandang bulu apakah mereka tokoh Gereja maupun tokoh politik.
Kerugian di pihak Islam lebih banyak berbentuk materi seperti rumah, toko dan milik berharga lainnya. Perang agama yang belum jelas kapan berakhir akan kita ikuti insya Allah pada buku II pada waktunya. Terima Kasih !Bersambung Ke Bab 1-11