Bagian Pertama Bab 109
Idul Fitri Berdarah di Ambon
19 Januari 1999 / 1 Syawal 1419 H
REHABILITASILAWAN menghendaki agar jumlah masyarakat Islam di Pulau Ambon dan sekitarnya berkurang sehingga mereka dapat kembali mendu-duki posisi mayoritas. Rencana ini terdengar jelas di masyarakat sejalan dengan berita pengusiran BBM. Para pendatang yang telah lama ber-mukim di Ambon dan mendapat sumber hidup dan kehidupan di sini, bahkan nenek moyangnya telah ratusan tahun tinggal di Maluku dan ikut membangun Maluku tidak dapat diperlakukan begitu saja. Maluku adalah bagian dari Republik Indonesia bukan Bosnia atau Kosovo. Mereka harus kembali lagi ke Maluku karena di sinilah tanah airnya dan ruang hidupnya. Mereka harus membangun kembali kehi-dupan yang lebih baik dari sebelum Tragedi Idul Fitri Berdarah. Bila ini terwujud akan sangat memukul pihak Kristen yang berniat meng-hancurkan Ummat Islam dan di waktu yang akan datang, mereka harus berpikir beberapa kali untuk bertindak konyol seperti itu. Pada sisi lain kebijaksanaan sebagai dasar Pelaksanaan rehabilitasi harus didasarkan pada faktor-faktor :
RENCANA GARIS BESAR
- Keamanan, yang kurang mendapatkan perhatian, telah menimbul-kan tragedi ini.
- Kondisi psikologis, yaitu dendam mendalam sebagai akibat nyata agar tidak menimbulkan masalah baru yang terselubung
- Kebijaksanaan dalam mengembangkan rehabilitasi yang tidak berdasarkan perimbangan diatas bisa berakibat tidak menguntungkan.
Lihat lampiran Rencana Garis Besar Rehabilitasi. (lampiran-8)DUKUNGAN PEMERINTAH
Pemerintah memang harus bersikap obyektif, dan dalam keobyektifan itu hendaklah dapat melihat kehancuran Ummat Islam yang sampai lumpuh total itu, bukan malah bertindak yang justru dirasakan oleh Ummat Islam sebagai tidak adil karena luka yang masih menganga dan darah masih menetes itu jangan diperasi air jeruk yang membuat Ummat Islam se Maluku semakin menangis kepedihan. Banyak contoh yang tidak dapat diterima Ummat Islam yang men-derita karena itu pemerintah harus berdialog untuk menghayati apa yang ada dalam perasaan mereka yang paling bawah.DUKUNGAN MASYARAKAT DI LUAR MALUKU
Masyarakat Islam di luar Maluku di seluruh tanah air jelas meru-pakan dambaan kita di Ambon. Ukhuwah Islamiyah mengharuskan kami berkeliling menjelaskan apa sesungguhnya yang telah terjadi yang telah memporak-porandakan masa depan Ummat Islam di Ambon dan sekitarnya. Kami di Ambon mengharapkan perhatian. Dukungan moril dari Ummat Islam di tanah air akan meningkatkan semangat juang kami di Maluku khususnya di kota Ambon untuk mencapai hari depan yang lebih baik yang diridhoi Allah swt. Ummat Islam di Ambon ingin hidup tanpa dibayangi rasa takut agar dapat berbuat yang terbaik untuk bangsa, negara, tanah air, dan agama sebagai ibadah yang diridhoi Allah swt. Sekali lagi perlu dimengeri bahwa ummat Islam di Ambon hanya menjadi objek kepentingan politik para elit Kristen di Indonesia.DUKUNGAN MASYARAKAT ISLAM AMBON-MALUKU
Masyarakat Islam di Ambon ikut terpukul dan hancur bersama dengan saudaranya dari Bugis, Buton, Makassar, Jawa dan Sumatra. Kami berusaha saling bantu, tetapi apa daya kehidupan ekonomi kita, dalam era krisis moneter, yang terpukul tragedi ini cukup berat. Dalam kondisi buruk akibat tragedi dan krisis moneter ini perlu di-tumbuhkan daya tahan, ini sangat diperlukan agar Ummat Islam di kota Ambon dan sekitarnya segera bangkit dan siap lagi menerima kembali kedatangan saudaranya yang exodus bukan kita ikut frustrasi dan tak peduli, melakukan penyelamatan sendiri-sendiri. Bagaimana peran para tokoh yang bersedia mengambil lagi tanggung jawabnya sebagai pemimpin ummat disaat yang paling kritis dan tidak mengun-tungkan ini. Diperlukan suasana baru yang memungkinkan semua pihak berkiprah bahkan berlomba memberikan pengabdiannya ?Bersambung Ke Bab 1-10