Alif, Laam, Raa'. Ini ialah ayat-ayat Kitab Al-Quran yang menyatakan kebenaran.
Sesungguhnya Kami menurunkan kitab itu sebagai Quran yang dibaca dengan bahasa Arab, supaya kamu (menggunakan akal untuk) memahaminya.
Kami ceritakan kepadamu (wahai Muhammad) seindah-indah kisah dengan jalan Kami wahyukan kepadamu Al-Quran ini, padahal sebenarnya engkau sebelum datangnya wahyu itu, adalah dari orang-orang yang tidak pernah menyedari akan halnya.
(Ingatlah peristiwa) ketika Nabi Yusuf berkata kepada bapanya: "Wahai ayahku! Sesungguhnya aku mimpi melihat sebelas bintang dan matahari serta bulan; aku melihat mereka tunduk memberi hormat kepadaku".
Bapanya berkata: Wahai anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, kerana aku khuatir mereka akan menjalankan sesuatu rancangan jahat terhadapmu. Sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagi manusia.
Dan demikianlah caranya Tuhanmu memilihmu dan akan mengajarmu takbir mimpi serta akan menyempurnakan nikmatNya kepadamu dan kepada keluarga Yaakub sebagaimana Dia telah menyempurnakannya kepada datuk nenekmu dahulu: Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
Demi sesungguhnya! (Kisah) Nabi Yusuf dengan saudara-saudaranya itu mengandungi beberapa pengajaran bagi orang-orang yang bertanya (tentang hal mereka untuk mengambil iktibar).
(Kisah itu bermula) ketika saudara-saudara Yusuf berkata (sesama sendiri): "Sesungguhnya Yusuf dan adiknya, lebih disayangi oleh bapa kita daripada kita, padahal kita ini satu kumpulan (yang ramai dan berguna). Sesungguhnya bapa kita adalah dalam keadaan tidak adil yang nyata."
(Ramai di antara mereka berkata):" Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu tempat yang jauh, supaya perhatian dan kasih sayang bapa kamu tertumpu kepada kamu semata-mata, dan supaya kamu sesudah itu menjadi orang-orang yang baik dan berguna".
Salah seorang di antara mereka berkata: "Janganlah kamu membunuh Yusuf, tetapi buanglah dia ke dalam perigi, supaya dia dipungut oleh sebahagian dari orang-orang musafir (yang lalu di situ), kalaulah kamu tetap hendak menjalankan rancangan kamu itu".
Mereka pun (pergi berjumpa dengan bapa mereka lalu) berkata: Wahai ayah kami! Mengapa ayah tidak percaya kepada kami tentang Yusuf, padahal sesungguhnya kami sentiasa tulus ikhlas mengambil berat kepadanya?
Biarkan dia pergi bersama-sama kami esok, supaya dia bersuka ria makan minum dan bermain-main dengan bebasnya; dan sesungguhnya kami akan menjaganya dengan sebaik-baiknya".
Bapa mereka menjawab: "Permergian kamu membawanya bersama sangatlah mendukacitakan daku dan aku pula bimbang dia akan dimakan oleh serigala, ketika kamu lalai dari mengawalnya ".
Mereka berkata: "Kalau dia dimakan oleh serigala, sedang kami ramai bilangannya, sesungguhnya kami sudah tentu menjadilah orang-orang yang rugi".
Setelah mereka pergi dengan membawanya bersama dan setelah mereka sekata hendak melepaskan dia ke dalam perigi, (mereka pun melakukan yang demikian), dan kami pula ilhamkan kepadanya:" Sesungguhnya engkau (wahai Yusuf, akan terselamat dan) akan memberi tahu mereka tentang hal perbuatan mereka ini, sedang mereka tidak sedar (dan tidak mengingatinya lagi) ".
Dan sesudah itu datanglah mereka mendapatkan bapa mereka pada waktu senja sambil (buat-buat) menangis.
Mereka berkata: "Wahai ayah kami! Sesungguhnya kami telah pergi berlumba-lumba berburu dan kami telah tinggalkan Yusuf menjaga barang-barang kami, lalu dia dimakan oleh serigala; dan sudah tentu ayah tidak akan percaya kepada kata-kata kami ini, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar".
Dan (bagi mengesahkan dakwaan itu) mereka pula melumurkan baju Yusuf dengan darah palsu. Bapa mereka berkata: "Tidak! Bahkan nafsu kamu memperelokkan kepada kamu suatu perkara (yang tidak diterima akal). Kalau demikian, bersabarlah aku dengan sebaik-baiknya, dan Allah jualah yang dipohonkan pertolonganNya, mengenai apa yang kamu katakan itu."
Dan (semasa Yusuf dalam perigi) datanglah ke tempat itu satu rombongan (ahli perniagaan) yang sedang dalam perjalanan; lalu mereka menghantarkan seorang pencari air bagi mereka; (setelah sampainya ke perigi itu) dia pun menghulurkan timbanya (dan manakala dia melihat Yusuf bergantung pada timbanya) dia berseru dengan katanya: "Hai, (ini) sungguh mengembirakan! Ini adalah seorang budak lelaki (yang cantik parasnya)". (Setelah mengetahui hal itu, saudara-saudara Yusuf pun datang) serta mereka sembunyikan keadaan Yusuf yang sebenarnya (untuk dijual) sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui akan apa yang mereka lakukan.
Dan (setelah berlaku perundingan) mereka menjualnya dengan harga yang murah, iaitu beberapa dirham sahaja bilangannya; dan mereka adalah orang-orang yang tidak menghargainya.
Dan (setelah Yusuf dijualkan di negeri Mesir), berkatalah orang yang membeli Yusuf kepada isterinya: "Berilah dia layanan yang sebaik-baiknya; semoga dia berguna kepada kita, atau kita jadikan dia anak". Dan demikianlah caranya kami menetapkan kedudukan Yusuf di bumi (Mesir untuk dihormati dan disayangi) dan untuk kami mengajarnya sebahagian dari ilmu takbir mimpi dan Allah Maha Kuasa melakukan segala perkara yang telah ditetapkanNya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
Dan ketika Yusuf sampai ke peringkat umurnya yang sempurna kekuatannya, Kami beri kepadanya kebijaksanaan serta ilmu pengetahuan; dan demikianlah kami membalas orang-orang yang berusaha memperbaiki amalannya.
Dan perempuan yang Yusuf tinggal di rumahnya, bersungguh-sungguh memujuk Yusuf berkehendakkan dirinya; dan perempuan itupun menutup pintu-pintu serta berkata: "Marilah ke mari, aku bersedia untukmu". Yusuf menjawab: "Aku berlindung kepada Allah (dari perbuatan yang keji itu); sesungguhnya Tuhanku telah memeliharaku dengan sebaik-baiknya; sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan berjaya".
Dan sebenarnya perempuan itu telah berkeinginan sangat kepadanya, dan Yusuf pula (mungkin timbul) keinginannya kepada perempuan itu kalaulah dia tidak menyedari kenyataan Tuhannya (tentang kejinya perbuatan zina itu). Demikianlah (takdir Kami) untuk menjauhkan dari Yusuf perkara-perkara yang tidak baik dan perbuatan-perbuatan yang keji kerana sesungguhnya dia dari hamba-hamba Kami yang dibersihkan dari segala dosa.
Dan mereka berdua pun berkejaran ke pintu, serta perempuan itu mengoyakkan baju Yusuf dari belakang; lalu terserempaklah keduanya dengan suami perempuan itu di muka pintu. Tiba-tiba perempuan itu berkata (kepada suaminya): Tidaklah ada balasan bagi orang yang mahu membuat jahat terhadap isterimu melainkan dipenjarakan dia atau dikenakan azab yang menyiksanya".
Yusuf pula berkata: "Dia lah yang memujukku berkehendakkan diriku". (Suaminya tercengang mendengarnya) dan seorang dari keluarga perempuan itu (yang ada bersama-sama) tampil memberi pendapatnya dengan berkata:" "Jika baju Yusuf koyak dari depan maka benarlah tuduhan perempuan itu, dan menjadilah Yusuf dari orang-orang yang dusta.
Dan jika bajunya koyak dari belakang, maka dustalah perempuan itu dan Yusuf adalah dari orang-orang yang benar".
Setelah suaminya melihat baju Yusuf koyak dari belakang, berkatalah ia: "Sesungguhnya ini adalah dari tipu daya kamu orang-orang perempuan; sesungguhnya tipu daya kamu amatlah besar pengaruhnya.
Wahai Yusuf, lupakanlah hal ini. Dan engkau (Wahai Zulaikha), mintalah ampun bagi dosamu, sesungguhnya engkau adalah dari orang-orang yang bersalah!"
Dan (sesudah itu) perempuan-perempuan di bandar Mesir (mencaci hal Zulaikha dengan) berkata: Isteri Al-Aziz itu memujuk hambanya (Yusuf) berkehendakkan dirinya, sesungguhnya cintanya (kepada Yusuf) itu sudahlah meresap ke dalam lipatan hatinya; sesungguhnya kami memandangnya berada dalam kesesatan yang nyata."
Maka apabila dia (Zulaikha) mendengar cacian mereka, dia pun menjemput mereka dan menyediakan satu jamuan untuk mereka, serta memberikan kepada tiap-tiap seorang di antara mereka sebilah pisau. Dan pada ketika itu berkatalah dia (kepada Yusuf): "Keluarlah di hadapan mereka". Maka ketika mereka melihatnya, mereka tercengang melihat kecantikan parasnya, dan mereka dengan tidak sedar melukakan tangan mereka sambil berkata: "Jauhnya Allah dari kekurangan! Ini bukanlah seorang manusia, ini tidak lain melainkan malaikat yang mulia!"
(Zulaikha) berkata: "Inilah orangnya yang kamu tempelak aku mengenainya! Sebenarnya aku telah memujuknya berkehendakkan dirinya tetapi dia menolak dan berpegang teguh kepada kesuciannya; dan demi sesungguhnya kalau dia tidak mahu melakukan apa yang aku suruh tentulah dia akan dipenjarakan dan akan menjadi dari orang-orang yang hina."
Yusuf (merayu kehadrat Allah Taala dengan) berkata: "Wahai Tuhanku! Aku lebih suka kepada penjara dari apa yang perempuan-perempuan itu ajak aku kepadanya. Dan jika Engkau tidak menjauhkan daripadaku tipu daya mereka, mungkin aku akan cenderung kepada mereka, dan aku menjadi dari orang-orang yang tidak mengamalkan ilmunya".
Maka Tuhannya memperkenankan doanya, lalu dijauhkan daripadanya tipu daya mereka; sesungguhnya Allah jualah yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
Kemudian timbullah fikiran bagi suami perempuan itu, serta orang-orangnya hendak memenjarakan Yusuf sesudah mereka nampak tanda-tanda (yang menghendaki supaya Yusuf dijauhkan) hingga ke suatu masa.
Dan masuklah bersama-samanya ke penjara dua orang khadam raja. Salah seorang di antaranya (bertanya kepada Yusuf dengan) berkata: "Sesungguhnya aku bermimpi melihat diriku memerah anggur ". Dan berkata pula yang seorang lagi: "Sesungguhnya aku bermimpi melihat diriku menjunjung roti atas kepalaku, yang sebahagiannya dimakan oleh burung." (kemudian keduanya berkata): "Terangkanlah kepada kami akan takbirnya. Sesungguhnya kami memandangmu: dari orang-orang yang berbuat kebaikan (untuk umum)".
Yusuf menjawab: "(Aku bukan sahaja dapat menerangkan takbir mimpi kamu itu, bahkan) tidak datang kepada kamu sesuatu makanan yang diberikan kepada kamu (tiap-tiap hari dalam penjara), melainkan aku juga dapat memberitahu kepada kamu akan nama dan jenisnya, sebelum ia dibawa kepada kamu. Yang demikian itu ialah sebahagian dari apa yang diajarkan kepadaku oleh Tuhanku. Dengan sebab itu aku meninggalkan agama kaum yang tidak beriman kepada Allah serta tidak pula percayakan hari akhirat.
"Dan aku menurut agama bapa dan datuk nenekku: Ibrahim dan Ishak serta Yaakub. Tidaklah sepatutnya kita mempersekutukan sesuatupun dengan Allah. Mentauhid (mengesakan) Allah ialah hasil dari limpah kurnia Allah kepada kita dan kepada umat manusia. Tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.
"Wahai sahabatku berdua yang sepenjara, memuja dan menyembah berbilang-bilang tuhan yang bercerai-berai itukah yang lebih baik atau menyembah Allah Tuhan Yang Maha Esa, lagi Maha Kuasa?
Apa yang kamu sembah, yang lain dari Allah, hanyalah nama-nama yang kamu menamakannya, kamu dan datuk nenek kamu, Allah tidak pernah menurunkan sebarang bukti yang membenarkannya. Sebenarnya hukum (yang menentukan amal ibadat) hanyalah bagi Allah. Dia memerintahkan supaya kamu jangan menyembah melainkan Dia. Yang demikian itulah agama yang betul, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
"Wahai sahabatku berdua yang sepenjara! (Takbir mimpi kamu itu ialah): adapun salah seorang dari kamu, maka dia akan memberi minum arak kepada tuannya. Ada pun yang seorang lagi, maka dia akan dipalang, serta burung pula akan makan dari kepalanya. Telah selesailah (dan tetaplah berlakunya) perkara yang kamu tanyakan itu".
Dan berkatalah Yusuf kepada orang yang dia percaya akan terselamat di antara mereka berdua: "Sebutkanlah perihalku kepada tuanmu". (Setelah orang itu dibebaskan dari penjara) maka dia dilupakan oleh syaitan untuk menyebutkan (hal Yusuf) kepada tuannya. Dengan sebab itu tinggallah Yusuf dalam penjara beberapa tahun.
Dan (pada suatu hari) raja Mesir berkata: "Sesungguhnya aku bermimpi melihat: tujuh ekor lembu yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor lembu yang kurus, dan aku melihat tujuh tangkai (biji-bijian) yang hijau dan tujuh tangkai lagi yang kering. Wahai ketua-ketua kaum (yang hadir, terangkanlah kepadaku tentang mimpiku ini, kalau kamu orang yang pandai mentafsirkan mimpi".
Mereka menjawab: "Yang demikian itu ialah mimpi-mimpi yang bercampur aduk, dan kami bukanlah orang-orang yang mengetahui mimpi-mimpi (yang sedemikian) itu".
Dan (pada saat itu) berkatalah orang yang terselamat di antara mereka yang berdua itu, dan yang baharu mengingati (akan pesanan Yusuf) sesudah berlalu suatu masa yang lanjut: "Aku akan memberi tahu kepada kamu tafsirannya. Oleh itu hantarkanlah daku pergi (kepada orang yang mengetahui tafsirannya) ".
(Setelah dia berjumpa dengan Yusuf, berkatalah ia): "Yusuf, Wahai orang yang benar (pada segala-galanya)! tafsirkanlah kepada kami (seorang bermimpi melihat): tujuh ekor lembu yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor lembu yang kurus; dan tujuh tangkai (biji-bijian) yang hijau serta tujuh tangkai lagi yang kering; (tafsirkanlah) supaya aku kembali kepada orang-orang yang mengutusku itu, semoga mereka dapat mengetahui tafsirannya".
Yusuf menjawab: "Hendaklah kamu menanam bersungguh-sungguh tujuh tahun berturut-turut, kemudian apa yang kamu ketam biarkanlah dia pada tangkai-tangkainya; kecuali sedikit dari bahagian yang kamu jadikan untuk makan.
Kemudian akan datang selepas tempoh itu, tujuh tahun kemarau yang besar, yang akan menghabiskan makanan yang kamu sediakan baginya; kecuali sedikit dari apa yang kamu simpan (untuk dijadikan benih).
"Kemudian akan datang pula sesudah itu tahun yang padanya orang ramai beroleh rahmat hujan, dan padanya mereka dapat memerah (hasil anggur, zaitun dan sebagainya)".
Dan (apabila mendengar tafsiran itu) berkatalah raja Mesir:" Bawalah dia kepadaku! "Maka ketika utusan raja datang kepada Yusuf (menjemputnya mengadap raja), Yusuf berkata kepadanya: Kembalilah kepada tuanmu kemudian bertanyalah kepadanya: "Apa halnya perempuan-perempuan yang melukakan tangan mereka? Sesungguhnya Tuhanku Maha Mengetahui tipu daya mereka".
Setelah perempuan-perempuan itu dipanggil), raja bertanya kepada mereka: "Apahal kamu, semasa kamu memujuk Yusuf mengenai dirinya?" Mereka menjawab: JauhNya Allah dari segala cacat cela, kami tidak mengetahui sesuatu kejahatan terhadap Yusuf". Isteri Al-Aziz pun berkata: "Sekarang ternyatalah kebenaran (yang selama ini tersembunyi), akulah yang memujuk Yusuf berkehendakkan dirinya (tetapi dia telah menolak); dan sesungguhnya dia adalah dari orang-orang yang benar.
"(Pengakuanku) yang demikian supaya dia mengetahui, bahawa aku tidak mengkhianatinya semasa dia tidak hadir (bersama di sini); dan bahawa Allah tidak menjayakan tipu daya orang-orang yang khianat.
"Dan tiadalah aku berani membersihkan diriku; sesungguhnya nafsu manusia itu sangat menyuruh melakukan kejahatan, kecuali orang-orang yang telah diberi rahmat oleh Tuhanku (maka terselamatlah dia dari hasutan nafsu itu). Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani."
Dan (setelah mendengar pengakuan perempuan-perempuan itu), raja berkata: "Bawalah Yusuf kepadaku, aku hendak menjadikan dia orang yang khas untuk aku bermesyuarat dengannya. Setelah (Yusuf dibawa mengadap, dan raja) berkata-kata dengannya (serta mengetahui kebijaksanaannya) berkatalah raja kepadanya: "Sesungguhnya engkau pada hari ini (wahai Yusuf), seorang yang berpangkat tinggi, lagi dipercayai di kalangan kami ".
Yusuf berkata: "Jadikanlah daku pengurus perbendaharaan hasil bumi (Mesir); sesungguhnya aku sedia menjaganya dengan sebaik-baiknya, lagi mengetahui cara mentadbirkannya".
Dan demikianlah caranya, Kami tetapkan kedudukan Yusuf memegang kuasa di bumi Mesir; dia bebas tinggal di negeri itu di mana sahaja yang disukainya. Kami limpahkan rahmat Kami kepada sesiapa sahaja yang Kami kehendaki, dan Kami tidak menghilangkan balasan baik orang-orang yang berbuat kebaikan.
Dan sesungguhnya pahala hari akhirat lebih baik bagi orang-orang yang beriman serta mereka pula sentiasa bertakwa.
Dan (setelah tiba musim kemarau) datanglah saudara-saudara Yusuf (ke Mesir), lalu masuklah mereka mendapatkannya; Yusuf dengan serta-merta kenal mereka, sedang mereka tidak mengenalnya.
Dan ketika Yusuf menyediakan untuk mereka bekalan mereka, berkatalah ia:" (Pada kali yang lain) bawalah kepadaku saudara kamu yang sebapa. Tidakkah kamu melihat, bahawa aku menyempurnakan bekalan makanan kamu, dan bahawa aku sebaik-baik penerima tetamu?
Oleh itu, kalau kamu tidak membawanya kepadaku, maka tidak ada hak bagi kamu mendapat bekalan makanan di sisiku, dan janganlah kamu menghampiriku lagi".
Mereka menjawab: "Kami akan memujuk bapanya melepaskan dia bersama-sama kami, dan sesungguhnya kami akan melakukannya".
Dan (selepas itu) berkatalah Yusuf kepada orang-orang suruhannya. "Masukkanlah barang-barang dagangan mereka pada tempat simpanan barang di kenderaan mereka, supaya mereka mengetahuinya kelak ketika mereka kembali kepada keluarga mereka, dan supaya mereka datang lagi (ke negeri ini)".
Maka ketika mereka kembali kepada bapa mereka, berkatalah mereka: "Wahai ayah kami! Kami (tetap diberi amaran bahawa kami) tidak akan mendapat lagi bekalan makanan (kiranya Bunyamin tidak pergi bersama). Oleh itu, hantarkanlah dia bersama-sama kami, supaya kami dapat lagi bekalan makanan; dan sesungguhnya kami akan menjaganya dengan sebaik-baiknya".
Bapa mereka berkata: "(Jika aku lepaskan dia pergi bersama-sama kamu), aku tidak menaruh kepercayaan kepada kamu menjaganya melainkan seperti kepercayaanku kepada kamu menjaga saudaranya dahulu (yang telah kamu hampakan. Oleh itu aku hanya menaruh kepercayaan kepada Allah), kerana Allah jualah Penjaga yang sebaik-baiknya, dan Dia lah jua Yang Maha Mengasihani dari sesiapa sahaja yang menaruh belas kasihan".
Dan semasa mereka membuka barang-barang mereka, mereka dapati barang-barang dagangan mereka telah dikembalikan kepada mereka. Mereka berkata dengan gembiranya: "Wahai ayah kami! Apa yang kita kehendaki lagi? Ini dia barang-barang dagangan yang kita jadikan tukaran (bagi mendapat gandum) itu telah dikembalikan kepada kita. Dan (dengan kemurahan hati menteri yang berbudi itu) akan dapatlah kami membawa lagi bekalan makanan kepada keluarga kami, dan kami pula akan dapat menjaga saudara kami, serta akan dapat tambahan benda-benda makanan sebanyak muatan seekor unta lagi. Pemberian tambahan yang sebanyak itu mudah sekali ditunaikannya".
Bapa mereka berkata:" Aku tidak sekali-kali akan melepaskan dia (Bunyamin) pergi bersama-sama kamu, sehingga kamu memberi kepadaku satu perjanjian yang teguh (bersumpah) dengan nama Allah, bahawa kamu akan membawanya kembali kepadaku dengan selamat, kecuali jika kamu semua dikepung dan dikalahkan oleh musuh". Maka ketika mereka memberikan perjanjian yang teguh (bersumpah) kepadanya, berkatalah ia: "Allah jualah yang menjadi Saksi dan Pengawas atas apa yang kita semua katakan itu."
Dan dia berkata lagi: "Wahai anak-anakku! Janganlah kamu masuk (ke bandar Mesir) dari sebuah pintu sahaja, tetapi masuklah dari beberapa buah pintu yang berlainan. Dan aku (dengan nasihatku ini), tidak dapat menyelamatkan kamu dari sesuatu takdir yang telah ditetapkan oleh Allah. Kuasa menetapkan sesuatu (sebab dan musabab) itu hanya tertentu bagi Allah. KepadaNyalah aku berserah diri, dan kepadaNyalah hendaknya berserah orang-orang yang mahu berserah diri".
Dan ketika mereka masuk menurut arah yang diperintahkan oleh bapa mereka, tidaklah perintahnya itu dapat menyelamatkan mereka dari apa yang telah ditakdirkan oleh Allah sedikitpun, tetapi yang demikian itu hanyalah melahirkan hajat yang terpendam dalam hati Nabi Yaakub. Dan sesungguhnya dia orang yang berilmu, kerana kami telah mengajarnya (dengan perantaraan wahyu); tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (akan rahsia takdir Tuhan).
Dan semasa mereka masuk mendapatkan Yusuf, dia menempatkan saudara kandungnya (Bunyamin) bersama-samanya, sambil berkata kepadanya:" Akulah saudara engkau Yusuf), oleh itu janganlah engkau berdukacita lagi disebabkan apa yang mereka lakukan".
Maka ketika dia membekalkan mereka dengan bekalan makan (yang mencukupi keperluan) mereka, lalu dia meletakkan bejana minuman raja di kenderaan saudaranya (Bunyamin), kemudian menyeru seorang penyeru:" Wahai orang-orang kafilah ini, sesungguhnya kamu adalah pencuri ".
Mereka bertanya sambil mengadap ke arah orang-orang menteri yang menuduh itu: "Apa benda kamu yang kehilangan?"
Orang-orang menteri menjawab: "Kami kehilangan cupak raja. Dan sesiapa yang memulangkannya akan diberi (benda-benda makanan) sebanyak muatan seekor unta, dan akulah yang menjamin pemberian itu".
Mereka berkata: "Demi Allah! Sesungguhnya kamu sedia mengetahui bahawa kedatangan kami bukanlah untuk berbuat kerosakan di bumi (Mesir ini), dan kami pula bukanlah pencuri".
(Orang-orang menteri) bertanya: "Maka apa balasan pencuri itu, jika kamu berdusta?"
Mereka menjawab: "Balasannya: sesiapa yang didapati benda itu di kenderaannya, maka dia lah sendiri yang menjadi balasannya. Demikianlah kami membalas orang-orang yang zalim".
Maka Yusuf pun mulailah memeriksa tempat-tempat barang mereka sebelum memeriksa tempat barang saudara kandungnya (Bunyamin) kemudian dia mengeluarkan benda yang hilang itu dari tempat simpanan barang saudara kandungnya. Demikianlah Kami jayakan rancangan untuk (menyampaikan hajat) Yusuf. Tidaklah dia akan dapat mengambil saudara kandungnya menurut undang-undang raja, kecuali jika dikehendaki oleh Allah. (Dengan ilmu pengetahuan), Kami tinggikan pangkat kedudukan sesiapa yang Kami kehendaki dan tiap-tiap orang yang berilmu pengetahuan, ada lagi di atasnya yang lebih mengetahui,
Mereka berkata:" Kalau dia mencuri, maka (tidaklah pelik), kerana sesungguhnya saudara kandungnya pernah juga mencuri dahulu. (Mendengar kata-kata yang menyinggung itu) maka Yusuf pun menyembunyikan perasaannya, dan tidak menyatakannya kepada mereka, sambil berkata (dalam hati): "Kamulah yang lebih buruk keadaannya dan Allah Maha Mengetahui akan apa yang kamu katakan itu".
Merekapun merayu dengan berkata: "Wahai datuk menteri! Sesungguhnya dia (Bunyamin), mempunyai bapa yang sudah tua, lagi berpangkat. Oleh itu, ambillah salah seorang di antara kami sebagai gantinya; sesungguhnya kami memandangmu dari orang-orang yang sentiasa berbudi".
Yusuf berkata: "Kami berlindung kepada Allah daripada mengambil sesiapapun kecuali orang yang kami dapati barang kami dalam simpanannya. Sesungguhnya jika kami mengambil orang lain, nescaya menjadilah kami orang-orang yang zalim".
Maka apabila mereka berputus asa daripada mendapat pertolongannya, merekapun mengasingkan diri lalu bermesyuarat tentang hal itu. Berkatalah ketua mereka (saudaranya yang sulung): "Tidakkah kamu ketahui bahawa bapa kita telah mengambil janji dari kamu yang dikuatkan dengan nama Allah, dan dahulu pun kamu telah mencuaikan janji dan sumpah kamu dalam perkara menjaga keselamatan Yusuf? Oleh itu, aku tidak sekali-kali akan meninggalkan negeri (Mesir) ini sehingga bapaku izinkan aku (kembali) atau sehingga Allah menghukum bagiku (untuk meninggalkan negeri ini), dan Dia lah Hakim yang seadil-adilnya.
Kembalilah kamu kepada bapa kamu, dan katakanlah, wahai ayah kami! Sesungguhnya anakmu (Bunyamin) telah mencuri, dan kami tidak menjadi saksi (terhadapnya) melainkan dengan apa yang kami ketahui dan kami tidaklah dapat menjaga perkara yang ghaib.
Dan bertanyalah kepada penduduk negeri (Mesir) tempat kami tinggal (berdagang) dan kepada orang-orang kafilah yang kami balik bersamanya. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar".
(Setelah mereka kembali dan menyampaikan hal itu kepada bapa mereka) berkatalah ia: "(Tidaklah benar apa yang kamu katakan itu) bahkan nafsu kamu telah memperelokkan pada pandangan kamu suatu perkara (yang kamu rancangkan). Jika demikian, bersabarlah aku dengan sebaik-baiknya, mudah-mudahan Allah mengembalikan mereka semua kepadaku. Sesungguhnya Dia lah jua Yang Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
Dan (bapa mereka iaitu Nabi Yaakub) pun berpaling dari mereka (kerana berita yang mengharukan itu) sambil berkata: Aduhai sedihnya aku kerana Yusuf, dan putihlah dua belah matanya disebabkan ratap tangis dukacitanya kerana dia orang yang memendamkan marahnya di dalam hati.
Mereka berkata: "Demi Allah, ayah tak habis-habis ingat kepada Yusuf, sehingga ayah menjadi sakit merana, atau menjadi dari orang-orang yang binasa".
(Nabi Yaakub) menjawab: "Sesungguhnya aku hanyalah mengadukan kesusahan dan dukacitaku kepada Allah dan aku mengetahui (dengan perantaraan wahyu) dari Allah, apa yang kamu tidak mengetahuinya.
Wahai anak-anakku! Pergilah dan intiplah khabar berita mengenai Yusuf dan saudaranya (Bunyamin) dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat serta pertolongan Allah. Sesungguhnya tidak berputus asa dari rahmat dan pertolongan Allah itu melainkan kaum yang kafir".
Maka (bertolaklah mereka ke Mesir, dan) setelah mereka masuk mengadap Yusuf, berkatalah mereka: "Wahai Datuk Menteri, kami dan keluarga kami telah menderita kesusahan (kemarau), dan kami datang dengan membawa barang-barang yang kurang baik dan tidak berharga (untuk menjadi tukaran bagi benda-benda makanan negeri ini). Oleh itu, sempurnakanlah sukatan bekalan makanan bagi kami dan mendermalah kepada kami, sesungguhnya Allah membalas dengan sebaik-baik balasan kepada orang-orang yang bermurah hati menderma".
Yusuf berkata: "Tahukah kamu (betapa buruknya) apa yang kamu telah lakukan kepada Yusuf dan adiknya, semasa kamu masih jahil (tentang buruknya perbuatan yang demikian)?"
Mereka bertanya (dengan hairan): "Engkau ini Yusufkah?" Dia menjawab: "Akulah Yusuf dan ini adikku (Bunyamin). Sesungguhnya Allah telah mengurniakan nikmatNya kepada kami. Sebenarnya sesiapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menghilangkan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.
Mereka berkata: "Demi Allah! Sesungguhnya Allah telah melebihkan dan memuliakan engkau daripada kami (disebabkan takwa dan kesabaranmu); dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah".
Yusuf berkata: "Kamu pada hari ini tidak akan ditempelak atau disalahkan (tentang perbuatan kamu yang telah terlanjur itu), semoga Allah mengampunkan dosa kamu, dan Dia lah jua Yang Maha Mengasihani daripada segala yang lain yang mengasihani.
Pergilah dengan membawa bajuku ini, kemudian letakkan pada muka ayahku supaya dia dapat melihat dan selepas itu bawalah kepadaku keluarga kamu semuanya".
Dan semasa kafilah (mereka meninggalkan Mesir menuju ke tempat bapa mereka di Palestin), berkatalah bapa mereka (kepada kaum kerabatnya yang ada di sisinya): "Sesungguhnya aku ada terbau akan bau Yusuf. Jika kamu tidak menyangka aku sudah nyanyuk (tentulah kamu akan percaya)".
Mereka berkata: "Demi Allah! Sesungguhnya ayah masih berada dalam keadaan tidak siumanmu yang lama".
Maka sebaik-baik sahaja datang pembawa khabar berita yang mengembirakan itu, dia pun meletakkan baju Yusuf pada muka Nabi Yaakub, lalu menjadilah dia celik kembali seperti sediakala. Nabi Yaakub berkata: "Bukankah aku telah katakan kepada kamu, sesungguhnya aku mengetahui (dengan perantaraan wahyu) dari Allah akan apa yang kamu tidak mengetahuinya?"
Mereka berkata: "Wahai ayah kami! Mintalah ampun bagi kami akan dosa-dosa kami; sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah".
Nabi Yaakub berkata: "Aku akan meminta ampun bagi kamu dari Tuhanku; sesungguhnya Dia lah jua Yang Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani".
Maka ketika mereka (Nabi Yaakub dan keluarganya) masuk (ke Mesir) menemui Yusuf, Yusuf segera menyambut serta memeluk kedua ibu bapanya, sambil berkata: "Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah kamu berada di dalam aman.
Dan dia dudukkan kedua ibu bapanya (bersama-samanya) di atas kerusi kebesaran. Dan setelah itu mereka semuanya tunduk memberi hormat kepada Yusuf. Dan (pada saat itu) berkatalah Yusuf: "Wahai ayahku! Inilah dia tafsiran mimpiku dahulu. Sesungguhnya Allah telah menjadikan mimpiku itu benar. Dan sesungguhnya Dia telah melimpahkan kebaikan kepadaku ketika Dia mengeluarkan daku dari penjara dan Dia membawa kamu ke mari dari desa sesudah Syaitan (dengan hasutannya) merosakkan perhubungan antaraku dengan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku lemah-lembut tadbirNya bagi apa yang dikehendakiNya; sesungguhnya Dia lah yang Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
"Wahai Tuhanku! Sesungguhnya Engkau telah mengurniakan daku sebahagian dari kekuasaan (pemerintahan) dan mengajarku sebahagian dari ilmu tafsiran mimpi. Wahai Tuhan yang menciptakan langit dan bumi Engkau Penguasa dan Pelindungku di dunia dan di akhirat; sempurnakanlah ajalku (ketika mati) dalam keadaan Islam dan hubungkanlah daku dengan orang-orang yang soleh".
(Kisah nabi Yusuf) yang demikian ialah dari berita-berita yang ghaib yang kami wahyukan kepadamu (wahai Muhammad), sedang engkau tidak ada bersama-sama mereka semasa mereka sekata mengambil keputusan (hendak membuang Yusuf ke dalam perigi) dan semasa mereka menjalankan rancangan jahat (terhadapnya untuk membinasakannya).
Dan kebanyakan manusia tidak akan beriman walaupun engkau terlalu ingin (supaya mereka beriman).
Padahal engkau tidak meminta kepada mereka sebarang upah tentang ajaran Al-Quran, sedang Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan dan pengajaran dari Allah bagi umat manusia seluruhnya.
Dan berapa banyak tanda-tanda kekuasaan Allah di langit dan di bumi yang mereka menyaksikannya berulang-ulang semasa mereka pergi dan datang, sedang mereka tidak juga menghiraukan dan memikirkannya.
Dan (orang-orang yang beriman kepada Allah), kebanyakan mereka tidak beriman kepada Allah melainkan mereka mempersekutukanNya juga dengan yang lain.
(Mengapa mereka bersikap demikian?) Adakah mereka merasa aman dari didatangi azab Allah yang meliputi mereka, atau didatangi hari kiamat secara mengejut, sedang mereka tidak menyedarinya?
Katakanlah (wahai Muhammad): "Inilah jalanku dan orang-orang yang menurutku, menyeru manusia umumnya kepada agama Allah dengan berdasarkan keterangan dan bukti yang jelas nyata. Dan aku menegaskan: Maha suci Allah (dari segala iktiqad dan perbuatan syirik); dan bukanlah aku dari golongan yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain."
Dan tiadalah Kami mengutus Rasul-rasul sebelummu (wahai Muhammad) melainkan orang-orang lelaki dari penduduk bandar, yang kami wahyukan kepada mereka. Maka mengapa orang-orang (yang tidak mahu beriman) itu tidak mengembara di muka bumi, supaya memerhatikan bagaimana akibat orang-orang kafir yang terdahulu dari mereka? Dan (ingatlah) sesungguhnya negeri akhirat lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Oleh itu, mengapa kamu (wahai manusia) tidak mahu memikirkannya?
(Orang-orang yang mendustakan agama Allah itu telah diberi tempoh yang lanjut sebelum ditimpakan dengan azab) hingga apabila Rasul-rasul berputus asa terhadap kaumnya yang ingkar dan menyangka bahawa mereka telah disifatkan oleh kaumnya sebagai orang-orang yang berdusta, datanglah pertolongan Kami kepada mereka, lalu diselamatkanlah sesiapa yang Kami kehendaki. Dan (ingatlah bahawa) azab Kami tidak akan dapat ditolak oleh sesiapapun daripada menimpa kaum yang berdosa.
Demi sesungguhnya, kisah Nabi-nabi itu mengandungi pelajaran yang mendatangkan iktibar bagi orang-orang yang mempunyai akal fikiran. (Kisah Nabi-nabi yang terkandung dalam Al-Quran) ia bukanlah cerita-cerita yang diada-adakan, tetapi ia mengesahkan apa yang tersebut di dalam Kitab-kitab agama yang terdahulu daripadanya dan ia sebagai keterangan yang menjelaskan tiap-tiap sesuatu, serta menjadi hidayah petunjuk dan rahmat bagi kaum yang (mahu) beriman.
Alif, Laam, Miim, Raa'. Ini ialah ayat-ayat Kitab (Al-Quran) dan apa yang diturunkan kepadamu (wahai Muhammad) dari Tuhanmu adalah benar; tetapi kebanyakan manusia tidak (mahu) beriman.
Allah jualah yang menjadikan langit terangkat tinggi dengan tiada bertiang sebagaimana yang kamu melihatnya, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy dan Dia memudahkan matahari dan bulan (untuk faedah makhluk-makhlukNya); tiap-tiap satu dari keduanya beredar untuk suatu masa yang telah ditetapkan. Allah jualah yang mentadbirkan segala urusan; Dia menerangkan tanda-tanda kekuasaanNya satu-persatu, supaya kamu yakin kepada pertemuan Tuhan kamu (untuk menerima balasan).
Dan Dialah yang menjadikan bumi terbentang luas dan menjadikan padanya gunung-ganang (terdiri kukuh) serta sungai-sungai (yang mengalir) dan dari tiap-tiap jenis buah-buahan, Dia jadikan padanya pasangan: Dua-dua. Dia juga melindungi siang dengan malam silih berganti. Sesungguhnya semuanya itu mengandungi tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang (mahu) berfikir.
Dan di bumi ada beberapa potong tanah yang berdekatan (tetapi berlainan keadaannya); dan padanya ada kebun-kebun anggur dan jenis-jenis tanaman serta pohon-pohon tamar (kurma) yang berumpun dan yang tidak berumpun; semuanya disiram dengan air yang sama dan Kami lebihkan buah setengahnya dari setengahnya yang lain (pada bentuk, rasa dan baunya). Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang (mahu) berfikir serta memahaminya.
Dan jika engkau merasa hairan (wahai Muhammad), maka sungguh menghairankan perkataan mereka yang kafir itu (yang mengatakan): Adakah apabila kami telah menjadi tanah betulkah kami pula akan hidup semula dalam bentuk kejadian yang baru? Mereka itulah orang-orang yang kufur ingkar kepada Tuhan mereka dan merekalah yang dibelenggu dengan belenggu-belenggu pada leher mereka dan merekalah juga ahli Neraka, mereka kekal di dalamnya.
Dan mereka meminta kepadamu menyegerakan kedatangan perkara buruk (azab yang dijanjikan) sebelum mereka memohon kebaikan; padahal sesungguhnya telah berlaku sebelum mereka peristiwa-peristiwa azab yang telah menimpa orang-orang yang kafir seperti mereka dan (ingatlah) sesungguhnya Tuhanmu amat melimpah keampunanNya bagi manusia (yang bertaubat) terhadap kezaliman mereka dan sesungguhnya Tuhanmu juga amatlah keras balasan azabNya (terhadap golongan yang tetap ingkar).
Dan berkatalah orang-orang yang kafir: Mengapa tidak diturunkan kepada (Muhammad) sesuatu mukjizat dari Tuhannya? Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) hanyalah seorang Rasul pemberi amaran (kepada orang-orang yang ingkar) dan tiap-tiap umat (yang telah lalu) ada Nabinya yang memimpin ke jalan yang benar.
Allah mengetahui akan apa yang dikandung oleh tiap-tiap ibu dan mengetahui apa yang kurang dari yang dikandung dalam rahim itu atau yang lebih dan tiap-tiap sesuatu adalah ditetapkan di sisiNya dengan kadar yang tertentu.
Dialah yang mengetahui perkara-perkara yang ghaib dan yang nyata; Dialah jua Yang Maha Besar, lagi Maha Tinggi (yang Mengatasi segala-galanya).
Sama sahaja kepadaNya: Sesiapa di antara kamu yang merahsiakan kata-katanya dalam hati dan yang menyatakannya; juga yang bersembunyi pada waktu malam dan yang keluar berjalan pada waktu siang.
Bagi tiap-tiap seorang ada malaikat penjaganya silih berganti dari hadapannya dan dari belakangnya, yang mengawas dan menjaganya (dari sesuatu bahaya) dengan perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri dan apabila Allah menghendaki untuk menimpakan kepada sesuatu kaum bala bencana (disebabkan kesalahan mereka sendiri), maka tiada sesiapapun yang dapat menolak atau menahan apa yang ditetapkanNya itu dan tidak ada sesiapapun yang dapat menolong dan melindungi mereka selain daripadaNya.
Dialah yang memperlihatkan kilat kepada kamu, untuk menakutkan (dari panahan petir) dan memberi harapan (dengan turunnya hujan) dan Dia yang menjadikan awan tebal yang berat (dengan air).
Dan Dialah juga yang guruh dan malaikat bertasbih memujiNya, kerana takut kepadaNya. Dan Dialah juga yang menghantarkan petir, lalu Dia mengenakan dengan panahannya kepada sesiapa yang dikehendakinya Dan mereka yang ingkar itu membantah (serta mendustakan Rasul) mengenai perkara yang berhubung dengan Allah (dan kuat kuasaNya), padahal Dia amat keras azab seksaNya.
Kuasa menerima ibadat yang benar adalah tertentu bagi Allah dan benda-benda yang mereka sembah yang lain dari Allah, tidak akan dapat menyahut atau memberikan sesuatupun kepada mereka, hanyalah seperti orang yang membentangkan kedua tapak tangannya kepada air supaya sampai ke mulutnya, padahal air itu sudah tentu tidak akan sampai kepadanya dan tiadalah ibadat dan doa permohonan orang-orang kafir itu melainkan dalam kesesatan.
Dan kepada Allah jualah sekalian makhluk yang ada di langit dan di bumi tunduk menurut, samada dengan sukarela atau dengan terpaksa dan (demikian juga) bayang-bayang mereka; pada waktu pagi dan petang.
Bertanyalah (wahai Muhammad): Siapakah Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan langit dan bumi? Jawablah: "Allah". Bertanyalah lagi: Kalau demikian, patutkah kamu menjadikan benda-benda yang lain dari Allah sebagai Pelindung dan Penolong, yang tidak dapat mendatangkan sebarang manfaat bagi dirinya sendiri dan tidak dapat menolak sesuatu bahaya? Bertanyalah lagi: Adakah sama, orang yang buta dengan orang yang celik? Atau adakah sama, gelap-gelita dengan terang? Atau adakah makhluk-makhluk yang mereka jadikan sekutu bagi Allah itu telah mencipta sesuatu seperti ciptaanNya, sehingga ciptaan-ciptaan itu menjadi kesamaran kepada mereka? Katakanlah: Allah jualah yang menciptakan tiap-tiap sesuatu, dan Dialah Yang Maha Esa, lagi Maha Kuasa.
Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu membanjiri tanah-tanah lembah (dengan airnya) menurut kadarnya yang ditetapkan Tuhan untuk faedah makhlukNya, kemudian banjir itu membawa buih yang terapung-apung dan dari benda-benda yang dibakar di dalam api untuk dijadikan barang perhiasan atau perkakas yang diperlukan, juga timbul buih seperti itu. Demikianlah Allah memberi misal perbandingan tentang perkara yang benar dan yang salah. Adapun buih itu maka akan hilang lenyaplah ia hanyut terbuang, manakala benda-benda yang berfaedah kepada manusia maka ia tetap tinggal di bumi. Demikianlah Allah menerangkan misal-misal perbandingan.
Bagi orang-orang yang menyahut seruan Tuhan mereka sahajalah balasan yang sebaik-baiknya; dan orang-orang yang ingkar yang tidak menyahut seruanNya, kalaulah mereka mempunyai segala apa jua yang ada di bumi disertai dengan sebanyak itu lagi, tentulah mereka rela menebus diri dengannya. Mereka itu disediakan baginya hitungan hisab yang seburuk-buruknya, serta tempat kembali mereka ialah Neraka Jahanam dan amatlah buruknya tempat tinggal itu.
Maka adakah orang yang mengetahui bahawa Al-Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu (wahai Muhammad) perkara yang benar, sama dengan orang yang buta mata hatinya? Sesungguhnya orang-orang yang mahu memikirkan hal itu hanyalah orang-orang yang berakal sempurna.
Orang-orang yang menyempurnakan perjanjian Allah dan tidak merombak (mencabuli) perjanjian yang telah diperteguhkan itu;
Dan orang-orang yang menghubungkan perkara-perkara yang disuruh oleh Allah supaya dihubungkan dan yang menaruh bimbang akan kemurkaan Tuhan mereka, serta takut kepada kesukaran yang akan dihadapi semasa soal jawab dan hitungan amal (pada hari kiamat);
Dan orang-orang yang sabar kerana mengharapkan keredaan Tuhan mereka semata-mata dan mendirikan sembahyang, serta mendermakan dari apa yang Kami kurniakan kepada mereka, secara bersembunyi atau secara terbuka dan mereka pula menolak kejahatan dengan cara yang baik; mereka itu semuanya adalah disediakan baginya balasan yang sebaik-baiknya pada hari akhirat;
Iaitu Syurga yang kekal yang mereka akan memasukinya bersama-sama orang-orang yang mengerjakan amal soleh dari ibu bapa mereka dan isteri-isteri mereka serta anak-anak mereka; sedang malaikat-malaikat pula akan masuk kepada mereka dari tiap-tiap pintu;
(Memberi hormat dengan berkata): Selamat sejahteralah kamu berpanjangan, disebabkan kesabaran kamu. Maka amatlah baiknya balasan amal kamu di dunia dahulu.
Dan (sebaliknya) orang-orang yang merombak (mencabuli) perjanjian Allah sesudah diperteguhkannya dan memutuskan perkara-perkara yang disuruh oleh Allah supaya dihubungkan, serta mereka pula membuat kerosakan dan bencana di muka bumi, mereka itu beroleh laknat dan mereka pula beroleh balasan hari akhirat yang seburuk-buruknya.
Allah memewahkan rezeki bagi sesiapa yang dikehendakiNya dan Dia juga yang menyempitkannya dan mereka (yang ingkar): Bergembira dengan kehidupan dunia, sedang kehidupan dunia itu tidak lain, hanyalah kesenangan yang kecil dan tidak, kekal berbanding dengan kesenangan hari akhirat.
Dan orang-orang yang kafir berkata: Mengapa tidak diturunkan kepada (Muhammad) satu mukjizat dari Tuhannya? Katakanlah (wahai Muhammad): Sesungguhnya Allah menyesatkan sesiapa yang dikehendakiNya (menurut undang-undang peraturanNya), dan memberi petunjuk ke jalan agamanya, sesiapa yang rujuk kepadaNya.
(Iaitu) orang-orang yang beriman dan tenang tenteram hati mereka dengan "zikrullah". Ketahuilah dengan "zikrullah" itu, tenang tenteramlah hati manusia.
Orang-orang yang beriman dan beramal soleh, beroleh kebahagiaan yang amat menggembirakan dan tempat kembali yang sebaik-baiknya.
Demikianlah, Kami utuskan engkau (wahai Muhammad) kepada satu umat yang telah lalu sebelumnya beberapa umat yang lain, supaya engkau membacakan kepada mereka Al-Quran yang Kami wahyukan kepadamu, sedang mereka kufur kepada (Allah) Ar-Rahman Katakanlah: Dialah Tuhanku, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. KepadaNyalah aku berserah diri dan kepadaNyalah tempat kembaliku (dan kamu semuanya).
Dan kalaulah ada mana-mana Kitab Suci yang dengan sebabnya gunung-ganang terbongkar bergerak dari tempatnya atau dengan sebabnya bumi dipecah-belah mengeluarkan isi kandungannya atau dengan sebabnya orang-orang yang telah mati dapat menjawab kata-kata yang dihadapkan kepadanya, maka Al-Quran ialah Kitab Suci yang mengandungi mukjizat. (Tetapi lahirnya sesuatu mukjizat itu adalah menurut kehendak Allah), bahkan segala urusan tertentu bagi Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman mengetahui bahawa kalaulah Allah menghendaki tentulah Dia memberi petunjuk kepada umat manusia seluruhnya, (lalu menjadikan mereka semuanya beriman) dan orang-orang yang kafir itu (dengan sebab kekufuran mereka) sentiasa ditimpa bala bencana (ke atas diri atau harta benda mereka); atau pun bala bencana itu turun menimpa tempat-tempat yang berhampiran dengan tempat tinggal mereka (lalu menjadikan mereka gempar kecemasan), sehinggalah datang janji Allah (hari kiamat dan azabnya); sesungguhnya Allah tidak memungkiri janjiNya.
Dan sesungguhnya telahpun diejek-ejekkan Rasul-rasul yang diutus sebelummu (wahai Muhammad), lalu aku biarkan orang-orang yang tidak percayakan Rasul-rasul itu ke suatu masa yang tertentu, kemudian Aku menimpakan mereka dengan azab; maka tidaklah terperi seksanya azabKu itu.
Setelah diketahui demikian maka tidaklah patut disamakan Allah Tuhan yang berkuasa mengawas tiap-tiap diri dan mengetahui akan apa yang telah diusahakan oleh diri-diri itu, (dengan makhluk yang tidak bersifat demikian). Dalam pada itu, mereka yang kafir telah menjadikan beberapa makhluk sebagai sekutu bagi Allah. Katakanlah (wahai Muhammad): Namakanlah kamu akan mereka (yang kamu sembah itu). Atau adakah kamu hendak memberi tahu kepada Allah akan apa yang tidak diketahuiNya di bumi? Atau adakah kamu menamakannya dengan kata-kata yang lahir (sedang pada hakikatnya tidak demikian)? Bahkan sebenarnya telah diperhiaskan oleh Iblis bagi orang-orang yang kafir itu akan kekufuran dan tipu daya mereka (terhadap Islam) dan mereka pula disekat oleh hawa nafsu mereka daripada menurut jalan yang benar dan (ingatlah) sesiapa yang disesatkan oleh Allah (dengan pilihannya yang salah) maka tidak ada sesiapapun yang dapat memberi hidayat petunjuk kepadanya.
Mereka beroleh azab dalam kehidupan dunia dan sesungguhnya azab hari akhirat lebih menyeksakan lagi dan tiadalah bagi mereka, sesiapapun yang dapat melindungi mereka dari azab Allah itu.
Sifat Syurga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa itu ialah air sungai-sungainya sentiasa mengalir di sekitar tamannya; makanannya kekal tidak putus-putus dan naungannya sentiasa teduh. Itulah kesudahan usaha orang-orang yang bertakwa, sedang kesudahan usaha orang-orang yang kafir pula ialah Neraka.
Dan orang-orang yang Kami berikan Kitab, mereka bersukacita dengan apa yang Kami turunkan kepadamu (wahai Muhammad) dan di antara beberapa kumpulan dari orang-orang itu ada yang mengingkari sebahagiannya. Katakanlah: Sesungguhnya aku hanya diperintahkan supaya menyembah Allah dan supaya aku tidak mempersekutukanNya dengan sesuatu yang lain: KepadaNyalah aku menyeru (manusia semuanya untuk menyembahNya), dan kepadaNyalah tempat kembaliku (dan kamu semuanya untuk menerima balasan).
Dan demikianlah Kami menurunkan Al-Quran sebagai hukum dalam bahasa Arab dan demi sesungguhnya, jika engkau (wahai Muhammad) menurut kehendak hawa nafsu mereka sesudah datangnya kepadamu wahyu pengetahuan (tentang kebenaran), maka tiadalah engkau peroleh dari Allah sesuatupun yang dapat mengawal dan memberi perlindungan kepadamu (dari perkara-perkara yang tidak diingini).
Dan demi sesungguhnya! Kami telah mengutus Rasul-rasul sebelummu dan Kami jadikan untuk mereka isteri-isteri dan zuriat keturunan dan tiadalah sebarang kuasa bagi seseorang Rasul untuk mendatangkan sesuatu mukjizat melainkan dengan izin Allah. Tiap-tiap satu tempoh dan waktu ada baginya perkara dan hukum yang telah ditentukan oleh "Suratan Azali".
Allah menghapuskan apa jua yang dikehendakiNya dan Dia juga menetapkan apa jua yang dikehendakinya dan (ingatlah) pada sisiNya ada "Ibu segala suratan".
Samada Kami perlihatkan kepadamu (wahai Muhammad) sebahagian dari azab yang Kami janjikan untuk mereka (yang ingkar) atau kami wafatkanmu sebelum melihatnya maka tidaklah menjadi hal kerana tanggunganmu hanyalah menyampaikan hukum-hukum yang kami turunkan kepadamu dan urusan Kami menghitung dan membalas amal mereka.
Mengapa mereka yang kafir itu masih berdegil dan tidak mahu memerhatikan bahawa kekuasaan kami sentiasa menakluk bumi (yang mereka diami) dengan menjadikan ia kurang sedikit demi sedikit dari kebaikannya dan kemuliaannya? Dan (ingatlah) Allah menghukum menurut apa yang dikehendakiNya; tiada sesiapapun yang dapat menghalang hukumNya dan Dialah juga yang Amat Cepat hitungan hisabNya.
Dan sesungguhnya orang-orang kafir yang sebelum mereka telah melancarkan rancangan jahat (terhadap Nabi-nabi mereka): Oleh itu, (janganlah engkau bimbang kerana) bagi Allah jualah kuasa menggagalkan segala jenis rancangan jahat. Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh tiap-tiap diri dan orang-orang yang kafir akan mengetahui bagi siapakah balasan (yang baik dan yang buruk) pada hari akhirat kelak.
Dan orang-orang yang kafir itu berkata: Engkau bukanlah seorang Rasul dari Allah. Katakanlah (kepada mereka): Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dengan kamu dan juga disaksikan oleh orang-orang yang ada ilmu pengetahuan mengenai Kitab Allah.
Alif, Laam, Raa'. Ini ialah Kitab (Al-Quran) Kami turunkan ia kepadamu (wahai Muhammad), supaya engkau mengeluarkan umat manusia seluruhnya dari gelap-gelita kufur kepada cahaya iman dengan izin Tuhan mereka ke jalan Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Terpuji.
Allah jua yang memiliki segala yang ada di langit serta yang ada di bumi dan kecelakaan besar bagi orang-orang yang kufur ingkar (terhadap Al-Quran) dari azab yang amat berat (yang akan menimpa mereka kelak).
Orang-orang yang mengutamakan dunia lebih daripada akhirat dan menghalangi manusia dari jalan agama Allah, serta menghendaki jalan itu menjadi bengkok terpesong, mereka itulah orang-orang yang terjerumus ke dalam kesesatan yang jauh terpesongnya.
Dan Kami tidak mengutuskan seseorang Rasul melainkan dengan bahasa kaumnya supaya dia menjelaskan (hukum-hukum Allah) kepada mereka. Maka Allah menyesatkan sesiapa yang dikehendakiNya (menurut undang-undang peraturanNya), juga memberi hidayat petunjuk kepada sesiapa yang dikehendakiNya (menurut undang-undang peraturanNya); dan Dialah jua Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.
Dan sesungguhnya Kami telah mengutuskan Nabi Musa (pada masa yang lalu) dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami sambil Kami berfirman: Hendaklah engkau mengeluarkan kaummu dari gelap-gelita kufur kepada cahaya iman dan ingatkanlah mereka dengan Hari-hari Allah. Sesungguhnya yang demikian itu, mengandungi tanda-tanda yang menunjukkan kekuasaan Allah bagi tiap-tiap seorang yang kuat bersabar, lagi kuat bersyukur.
Dan (ingatlah) ketika Nabi Musa berkata kepada kaumnya: Kenanglah nikmat Allah kepada kamu, semasa Dia menyelamatkan kamu dari Firaun dan orang-orangnya yang sentiasa menyeksa kamu dengan berbagai seksa yang buruk dan mereka pula menyembelih anak-anak lelaki kamu dan membiarkan hidup anak-anak perempuan kamu dan kejadian yang demikian itu mengandungi bala bencana dan cubaan yang besar dari Tuhan kamu.
Dan (ingatlah) ketika Tuhan kamu memberitahu: Demi sesungguhnya! Jika kamu bersyukur nescaya Aku akan tambahi nikmatKu kepada kamu dan demi sesungguhnya, jika kamu kufur ingkar sesungguhnya azabKu amatlah keras.
Dan Nabi Musa berkata: Kalau kamu dan sesiapa jua yang ada di muka bumi seluruhnya berlaku kufur ingkar, maka (hal yang demikian tidak merugikan Allah), kerana sesungguhnya Allah adalah Maha Kaya, lagi Maha Terpuji.
(Mengapa kamu masih berdegil) bukankah telah datang kepada kamu khabar berita orang-orang yang terdahulu daripada kamu, iaitu kaum Nabi Nuh dan Aad juga Thamud serta orang-orang yang kemudian daripada mereka ? Tiada sesiapapun yang mengetahui bilangan mereka melainkan Allah. Mereka telah didatangi oleh rasul-rasul mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, lalu mereka meletakkan tangan mereka ke mulut mereka sambil berkata: Sesungguhnya kami kufur ingkarkan apa yang (mengikut dakwaan kamu) kamu diutus membawanya dan sesungguhnya kami adalah dalam keadaan yang meragukan terhadap iman dan tauhid yang kamu ajak kami kepadanya.
Rasul-rasul mereka bertanya: Patutkah berlakunya sebarang keraguan tentang wujudnya Allah, yang menciptakan langit dan bumi? Dia menyeru kamu beriman kerana hendak membersih dan melepaskan kamu dari dosa-dosa kamu dan memberi tempoh kepada kamu hingga ke suatu masa yang tertentu. Mereka menjawab: Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami. Kamu bertujuan hendak menyekat kami daripada menyembah apa yang telah disembah oleh datuk nenek kami. Oleh itu, bawalah kepada kami satu bukti yang jelas nyata.
Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka: Kami ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu juga, tetapi Allah melimpahkan kurniaNya kepada sesiapa yang dikehendakiNya dari hamba-hambaNya dan kami tiadalah berkuasa membawa kepada kamu sebarang bukti (mukjizat) melainkan dengan izin Allah dan dengan yang demikian maka kepada Allah jualah hendaknya orang-orang yang beriman berserah diri.
Dan mengapa pula kami tidak berserah diri kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan untuk tiap-tiap seorang dari kami menjalaninya? Dan demi sesungguhnya, kami akan bersabar terhadap segala perbuatan kamu menyakiti kami dan dengan yang demikian, maka kepada Allah jualah hendaknya berserah diri orang-orang yang mahu berserah.
Dan berkatalah pula orang-orang yang kafir itu kepada Rasul-rasul mereka: Demi sesungguhnya, kami akan mengeluarkan kamu dari negeri kami atau kamu menjadi seagama dengan kami. Lalu Tuhan wahyukan, kepada Rasul-rasulNya: Demi sesungguhnya! Kami akan membinasakan orang-orang yang zalim.
Dan demi sesungguhnya! kami akan tempatkan kamu di negeri itu sesudah binasanya kaum yang zalim itu; balasan baik yang demikian, adalah bagi orang-orang yang takut akan sikap keadilanKu (menghitung amalnya) dan takut akan janji-janji azabKu.
Dan (Rasul-rasul serta umatnya yang beriman) memohon pertolongan (kepada Allah, untuk mendapat kemenangan) dan terkecewalah tiap-tiap orang yang sombong takbur, lagi bersikap degil (dalam keingkarannya).
Di belakangnya disediakan Neraka Jahanam dan dia akan diberi minum dari air danur (yang keluar dari tubuh ahli Neraka).
Dia meminumnya dengan terpaksa dan hampir-hampir tidak dapat diterima oleh tekaknya (kerana busuknya) dan dia didatangi (penderitaan) maut dari segala arah, sedang dia tidak pula mati (supaya terlepas dari azab seksa itu) dan selain dari itu, ada lagi azab seksa yang lebih berat.
Bandingan (segala kebaikan amal dan usaha) orang-orang yang kufur ingkar terhadap Tuhannya ialah seperti abu yang diterbangkan angin pada hari ribut yang kencang; mereka tidak memperoleh sesuatu faedah pun dari apa yang mereka telah usahakan itu. Sia-sianya amalan itu ialah kesan kesesatan yang jauh dari dasar kebenaran.
Tidakkah engkau telah nampak dan mengetahui bahawa Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan cara yang sungguh layak dan berhikmat? Jika Dia kehendaki nescaya dibinasakanNya kamu (dengan sebab kekufuran kamu) dan didatangkan pula dengan makhluk-makhluk yang baru.
Dan yang demikian itu tidaklah sukar bagi Allah melakukannya.
Dan mereka sekalian tetap akan berhimpun mengadap Allah (untuk dihisab pada hari kiamat); kemudian orang-orang yang lemah (yang menjadi pengikut) kepada orang-orang yang sombong takbur itu akan berkata kepada mereka (yang menjadi pemimpinnya): Sesungguhnya kami telah menjadi pengikut kamu; maka adakah kamu dapat menolak daripada kami sedikit dari azab Allah? Mereka menjawab: Kalaulah Allah menunjukkan jalan selamat kepada kami, tentulah kami tunjukkan jalan itu kepada kamu. (Sekarang) sama sahaja kepada kita, samada kita menggelisah dan mengeluh atau kita bersabar, tiadalah sebarang jalan bagi kita untuk melepaskan diri (dari azab itu).
Dan berkatalah pula Syaitan setelah selesai perkara itu: Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kamu dengan janji yang benar dan aku telah menjanjikan kamu lalu aku mungkiri janjiku itu kepada kamu dan tiadalah bagiku sebarang alasan dan kuasa mempengaruhi kamu selain daripada aku telah mengajak kamu lalu kamu terburu-buru menurut ajakanku itu; maka janganlah kamu salahkan daku tetapi salahkan diri kamu sendiri. Aku tidak dapat menyelamatkan kamu dan kamu juga tidak dapat menyelamatkan daku. Sesungguhnya dari dahulu lagi aku telah kufur ingkarkan (perintah Tuhan) yang kamu sekutukan daku denganNya. Sesungguhnya orang-orang yang zalim (yang meletakkan sesuatu pada bukan tempatnya) beroleh azab yang tidak terperi sakitnya.
Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal soleh, ke dalam Syurga-syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai; mereka kekal di dalamnya dengan izin Tuhan mereka; ucapan selamat sentiasa mereka dapati (dari malaikat) di dalam Syurga-syurga itu.
Tidakkah engkau melihat (wahai Muhammad) bagaimana Allah mengemukakan satu perbandingan, iaitu: Kalimah yang baik adalah sebagai sebatang pohon yang baik, yang pangkalnya (akar tunjangnya) tetap teguh dan cabang pucuknya menjulang ke langit.
Ia mengeluarkan buahnya pada tiap-tiap masa dengan izin Tuhannya dan Allah mengemukakan perbandingan-perbandingan itu untuk manusia, supaya mereka beringat (mendapat pelajaran).
Dan bandingan Kalimah yang jahat dan buruk samalah seperti sebatang pohon yang tidak berguna yang mudah tercabut akar-akarnya dari muka bumi; tidak ada tapak baginya untuk tetap hidup.
Allah menetapkan (pendirian) orang-orang yang beriman dengan kalimah yang tetap teguh dalam kehidupan dunia dan akhirat dan Allah menyesatkan orang-orang yang berlaku zalim (kepada diri mereka sendiri) dan Allah berkuasa melakukan apa yang dikehendakiNya.
Tidakkah engkau melihat (dan merasa ajaib) terhadap orang-orang kafir yang telah menukar kesyukuran nikmat Allah dengan kekufuran dan yang telah menempatkan kaum mereka dalam kebinasaan?
(Iaitu) Neraka Jahanam yang mereka akan menderita bakarannya dan (ingatlah), seburuk-buruk tempat tetap ialah Neraka Jahanam.
Dan mereka mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan manusia dari jalanNya. Katakanlah (wahai Muhammad): Bersenang-senanglah kamu (bagi sementara di dunia), kerana sesungguhnya kesudahan kamu ke Neraka.
Katakanlah kepada hamba-hambaKu yang beriman hendaklah mereka mendirikan sembahyang dan mendermakan dari apa yang kami kurniakan kepada mereka, samada dengan merahsiakan pemberiannya itu atau dengan terbuka; sebelum datangnya hari yang tidak ada jual beli padanya dan tidak ada sahabat handai (yang dapat memberikan pertolongan).
Allah jualah yang menciptakan langit dan bumi dan menurunkan hujan dari langit lalu mengeluarkan dengan air hujan itu buah-buahan untuk menjadi makanan bagi kamu dan Dia yang memberi kemudahan kepada kamu menggunakan kapal-kapal untuk belayar di laut dengan perintahNya, juga yang memudahkan sungai-sungai untuk kamu (mengambil manfaat darinya).
Dan Dia juga yang menjadikan matahari dan bulan sentiasa beredar, untuk kepentingan kemudahan kamu dan yang menjadikan malam dan siang bagi faedah hidup kamu.
Dan Dia telah memberi kepada kamu sebahagian dari tiap-tiap apa jua yang kamu hajati dan jika kamu menghitung nikmat Allah nescaya lemahlah kamu menentukan bilangannya. Sesungguhnya manusia (yang ingkar) sangat suka menempatkan sesuatu pada bukan tempatnya lagi sangat tidak menghargai nikmat Tuhannya.
Dan (ingatlah) ketika Nabi Ibrahim berdoa dengan berkata: Wahai Tuhanku! jadikanlah negeri Mekah ini negeri yang aman dan jauhkanlah daku dan anak-anakku dari perbuatan menyembah berhala.
Wahai Tuhanku, berhala-berhala itu telah menyebabkan sesat banyak di antara umat manusia. Oleh itu, sesiapa yang menurutku (dalam Islam yang menjadi peganganku) maka dia adalah dari golonganku dan sesiapa yang menderhaka kepadaku (dengan menyalahi agamaku), maka sesungguhnya engkau Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani (kiranya dia insaf dan bertaubat).
Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian dari zuriat keturunanku di sebuah lembah (Tanah Suci Mekah) yang tidak ada tanaman padanya, di sisi rumahMu yang diharamkan mencerobohinya. Wahai Tuhan kami, (mereka ditempatkan di situ) supaya mereka mendirikan sembahyang (dan memakmurkannya dengan ibadat). Oleh itu, jadikanlah hati sebahagian dari manusia tertarik gemar kepada mereka, (supaya datang beramai-ramai ke situ) dan kurniakanlah rezeki kepada mereka dari berbagai jenis buah-buahan dan hasil tanaman, semoga mereka bersyukur.
Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya Engkau mengetahui akan apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami zahirkan dan tiada sesuatupun di langit dan di bumi, yang tersembunyi kepada Allah!
Segala puji tertentu bagi Allah Yang telah mengurniakan kepadaku semasa aku tua: Ismail dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanku Maha Mendengar dan Memperkenan doa permohonan.
Wahai Tuhanku! Jadikanlah daku orang yang mendirikan sembahyang dan demikianlah juga zuriat keturunanku. Wahai Tuhan kami, perkenankanlah doa permohonanku.
Wahai Tuhan kami! Berilah ampun bagiku dan bagi kedua ibu bapaku serta bagi orang-orang yang beriman, pada masa berlakunya hitungan amal dan pembalasan
Dan janganlah engkau (wahai Muhammad) menyangka Allah lalai akan apa yang dilakukan oleh orang-orang yang zalim; sesungguhnya Dia hanya melambatkan balasan mereka hingga ke suatu hari yang padanya terbeliak kaku pemandangan mereka, (kerana gerun gementar melihat keadaan yang berlaku).
(Dalam pada itu) mereka terburu-buru (menyahut panggilan ke padang Mahsyar) sambil mendongakkan kepala mereka dengan mata tidak berkelip dan hati mereka tidak bersemangat (kerana bingung dan cemas).
Dan berilah amaran (wahai Muhammad) kepada manusia yang ingkar itu jangan mereka lupakan hari kiamat yang padanya mereka akan didatangi azab, kerana pada saat itu, orang-orang yang berlaku zalim akan merayu dengan berkata: Wahai Tuhan kami, (kembalikanlah kami ke dunia dan) berilah tempoh kepada kami hingga ke suatu masa yang dekat, supaya kami menyahut seruanMu (untuk mengesakanMu dan mentaati perintahMu) dan supaya kami menurut agama yang disampaikan oleh Rasul-rasul itu dan (rayuan mereka akan ditolak dengan dikatakan kepada mereka): Tidakkah kamu telah diberikan tempoh untuk berbuat demikian dan bukankah kamu telah bersumpah (semasa kamu dalam dunia) dahulu, bahawa keadaan kamu tidak akan mengalami sebarang perubahan?
Padahal kamu telah mendiami tempat-tempat tinggal orang-orang yang berlaku zalim kepada diri mereka sendiri, serta telah ternyata kepada kamu dengan bukti-bukti yang jelas bagaimana Kami telah mengubah keadaan mereka (dengan menimpakan mereka berbagai bencana) dan Kami pula telah nyatakan kepada kamu berbagai contoh perbandingan (di dalam Al-Quran dan melalui sabda Rasul).
Dan sesungguhnya mereka telah menjalankan rancangan jahat mereka (untuk menentang Islam), sedang di sisi Allah ada balasan bagi rancangan jahat mereka, walau rancangan jahat mereka itu, dapat melenyapkan gunung-ganang sekalipun.
Oleh itu, janganlah engkau menyangka Allah memungkiri janjiNya kepada Rasul-rasulNya; sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Sedia Membalas (orang-orang yang menderhaka kepadaNya).
(Ingatlah) masa hari bumi ini diganti dengan yang lain, demikian juga langit; dan manusia semuanya keluar berhimpun mengadap Allah, Yang Maha Esa, lagi Maha Kuasa.
Dan engkau akan melihat orang-orang yang berdosa pada ketika itu diberkas dengan belenggu.
Pakaian mereka dari belangkin (minyak tar) dan muka (serta seluruh badan) mereka diliputi oleh jilatan api Neraka.
(Keluarnya manusia dari kubur masing-masing itu ialah) kerana Allah akan membalas tiap-tiap seorang apa yang dia telah usahakan; sesungguhnya Allah amat cepat hitungan hisabNya.
(Al-Quran) ini disampaikan kepada manusia supaya mereka diberi ingat dan diberi nasihat dengannya dan supaya mereka mengetahui (dengan hujah-hujah yang tersebut di dalamnya) bahawa sesungguhnya Allah ialah Tuhan Yang Maha Esa dan supaya orang-orang yang mempunyai fikiran, beringat dan insaf.
Alif, Laam, Raa'. Ini ialah ayat-ayat Kitab (yang lengkap sempurna) dan Al-Quran yang memberi penjelasan.
Ada masanya orang-orang yang kafir merasa ingin kalaulah mereka telah menjadi orang-orang Islam.
Biarkanlah mereka makan dan bersenang-lenang dengan kemewahan dunia dan dilalaikan oleh angan-angan (daripada bertaubat dan insaf); kemudian mereka akan mengetahui kelak (bencana perbuatan mereka).
Dan tiadalah Kami binasakan (penduduk) sesebuah negeri melainkan ada baginya tempoh yang tertentu dan termaklum.
Sesuatu umat itu tidak dapat mendahului tempohnya yang telah ditentukan dan mereka juga tidak dapat mengundurkannya.
Dan mereka yang ingkar berkata (kepada Nabi Muhammad): Wahai orang yang kepadanya diturunkan Al-Quran, sesungguhnya engkau adalah orang gila.
Sepatutnya engkau membawakan malaikat kepada kami (untuk menjadi saksi tentang kerasulanmu), jika betul engkau dari orang-orang yang benar!
Tiadalah Kami menurunkan malaikat melainkan dengan cara yang sungguh layak dan berhikmat dan pada ketika itu mereka (yang ingkar) tidak akan diberi tempoh lagi.
Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Quran dan Kamilah yang memelihara dan menjaganya.
Dan demi sesungguhnya! Kami telah utuskan Rasul-rasul sebelummu (wahai Muhammad), dalam kalangan kaum-kaum yang telah lalu.
Dan tiadalah seseorang Rasul pun yang datang kepada mereka, melainkan mereka mempersenda dan mengejek-ejeknya.
(Sebagaimana hati kaum-kaum yang telah lalu dimasuki perasaan mempersendakan Rasul-rasul) demikianlah pula Kami masukkan perasaan yang seperti itu ke dalam hati orang-orang yang berdosa (yang menentangmu).
Mereka tidak percaya kepada Al-Quran yang engkau bawa, padahal telahpun berlaku undang-undang membinasakan orang-orang yang telah lalu (yang mendustakan Rasul-rasulnya).
Dan kalau Kami bukakan kepada mereka mana-mana pintu langit, kemudian mereka dapat naik melalui pintu itu (pada siang hari yang membolehkan mereka menyaksikan segala kenyataan yang ada di sana);
Tentulah mereka akan (mengingkari kenyataan yang benar itu dengan) berkata: Hanya mata kami telah disilapkan penglihatannya bahkan kami adalah kaum yang telah disihirkan (oleh Muhammad).
Dan demi sesungguhnya! Kami telah menjadikan di langit: Bintang-bintang (yang berbagai bentuk dan keadaan) serta Kami hiasi langit itu bagi orang-orang yang melihatnya.
Dan Kami pelihara (urusan) langit itu dari (masuk campur) tiap-tiap Syaitan yang kena rejam.
Kecuali Syaitan yang curi mendengar percakapan (malaikat di langit), maka ia diburu dan diikuti (dengan rejaman) api yang menyala, yang nyata kelihatan.
Dan bumi ini Kami bentangkan dan Kami letakkan padanya gunung-ganang yang kukuh terdiri, serta Kami tumbuhkan padanya tiap-tiap sesuatu yang tertentu timbangannya.
Dan Kami jadikan untuk kamu pada bumi ini segala keperluan hidup, juga Kami jadikan makhluk-makhluk yang kamu bukanlah orang yang sebenar menyediakan rezekinya.
Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami sahaja perbendaharaannya dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan menurut kadar dan masa yang tertentu.
Dan Kami hantarkan angin sebagai pembawa air dan pemindah benih; maka dengan itu Kami menurunkan air (hujan) dari langit, kemudian Kami berikan kamu meminumnya; dan bukanlah kamu yang (berkuasa menurunkannya atau) menyimpannya.
Dan sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan dan yang mematikan dan Kamilah yang kekal memiliki segala-galanya.
Dan sesungguhnya Kami telah mengetahui orang-orang yang segera (berbakti) di antara kamu dan sesungguhnya Kami telah mengetahui orang-orang yang lambat.
Dan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang menghimpunkan mereka semuanya; sesungguhnya Dia Maha Bijaksana, lagi Maha Mengetahui.
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat yang kering, yang berasal dari tanah kental yang berubah warna dan baunya.
Dan jin pula, Kami jadikan dia sebelum itu, dari angin api yang panasnya menyerap ke liang bulu roma.
Dan (ingatkanlah peristiwa) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menciptakan manusia dari tanah liat yang kering, yang berasal dari tanah kental yang berubah warna dan baunya.
Kemudian apabila Aku sempurnakan kejadiannya, serta Aku tiupkan padanya roh dari (ciptaanKu) maka hendaklah kamu sujud kepadanya.
(Setelah selesai kejadian Adam) maka sujudlah sekalian malaikat, semuanya sekali,
Melainkan Iblis; dia enggan turut bersama mereka yang sujud.
Allah berfirman: Hai Iblis! Apa sebabnya engkau tidak turut bersama mereka yang sujud itu?.
Iblis menjawab: Aku tidak patut sujud kepada manusia yang Engkau jadikan dia dari tanah liat yang kering, yang berasal dari tanah kental yang berubah warna dan baunya.
Allah berfirman: Kalau demikian, keluarlah engkau daripadanya, kerana sesungguhnya engkau dari sekarang ke masa depan adalah (satu makhluk yang) diusir.
Dan sesungguhnya engkau ditimpa laknat terus-menerus hingga ke hari kiamat.
Iblis berkata: Wahai Tuhanku! Jika demikian, berilah tempoh kepadaku hingga ke hari mereka dibangitkan (hari kiamat).
Allah berfirman: Dengan permohonanmu itu, maka sesungguhnya engkau dari golongan yang diberi tempoh.
Hingga ke hari (masa) yang termaklum.
Iblis berkata: Wahai Tuhanku! Kerana Engkau telah menjadikan daku sesat, (maka) demi sesungguhnya aku akan memperelokkan segala jenis maksiat kepada Adam dan zuriatnya di dunia ini dan aku akan menyesatkan mereka semuanya,
Kecuali di antara zuriat-zuriat Adam itu hamba-hambaMu yang dibersihkan dari sebarang syirik.
Allah berfirman: Inilah satu jalan yang lurus, yang tetap Aku memeliharanya.
Sesungguhnya hamba-hambaKu, tidaklah ada bagimu sebarang kuasa untuk menyesatkan mereka, kecuali sesiapa yang menurutmu dari orang-orang yang sesat (dengan pilihannya sendiri).
Dan sesungguhnya Neraka Jahanam itu, tempat yang dijanjikan bagi sekalian mereka (yang menurutmu).
Ia mempunyai tujuh pintu; bagi tiap-tiap sebuah pintu ada bahagian yang tertentu dari mereka (yang sesat dan menyesatkan itu).
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa adalah ditempatkan di dalam beberapa taman Syurga, dengan mata air-mata air terpancar padanya.
(Mereka dipersilakan oleh malaikat dengan berkata): Masuklah kamu ke dalamnya dengan selamat sejahtera serta beroleh aman.
Dan Kami cabut akan apa yang ada di hati mereka dari perasaan hasad dengki sehingga menjadilah mereka bersaudara (dalam suasana kasih mesra), serta mereka duduk berhadap-hadapan di atas pelamin masing-masing.
Mereka tidak akan disentuh susah payah dalam Syurga itu dan mereka pula tidak sekali-kali akan dikeluarkan daripadanya.
Khabarkanlah kepada hamba-hambaKu (wahai Muhammad), bahawa Akulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani (bagi mereka yang bertaubat dan beramal soleh).
Dan bahawa azabKu, ialah azab yang tidak terperi sakitnya, (bagi mereka yang tetap dalam kederhakaannya).
Dan khabarkanlah kepada mereka perihal tetamu Nabi Ibrahim.
Ketika mereka masuk mendapatkannya lalu memberi salam dengan berkata: Selamat sejahtera kepadamu! Dia berkata: Sesungguhnya kami berasa takut kepada kamu.
Mereka menjawab: Janganlah engkau takut, sebenarnya kami hendak menggembirakanmu dengan berita bahawa engkau akan beroleh seorang anak lelaki yang bakal menjadi seorang yang berilmu.
Nabi Ibrahim berkata: Betulkah kamu menggembirakan daku (dengan berita yang demikian), padahal aku telah tua; maka dengan jalan apakah kamu menggembirakan daku?
Mereka menjawab: Kami menggembirakanmu dengan jalan yang sungguh benar; oleh itu janganlah engkau menjadi dari orang-orang yang berputus asa.
Nabi Ibrahim berkata: Dan tiadalah sesiapa yang berputus asa dari rahmat Tuhannya melainkan orang-orang yang sesat.
Nabi Ibrahim bertanya pula: Apa hal kamu wahai utusan Tuhan?
Mereka menjawab: Kami diutus kepada suatu kaum yang berdosa (untuk membinasakan mereka).
Melainkan keluarga Nabi Lut; sesungguhnya kami akan menyelamatkan mereka semuanya.
Kecuali isterinya; kami telah tentukan (menurut keputusan Tuhan) sesungguhnya dia dari orang-orang yang tinggal (menerima kebinasaan).
Maka apabila (malaikat-malaikat) utusan itu datang kepada kaum Nabi Lut,
Nabi Lut berkata: Sesungguhnya kamu suatu kaum yang tidak dikenali (serta tidak diketahui baiknya kedatangan kamu).
Mereka menjawab: (Kedatangan kami bukan untuk mendukacitakanmu) bahkan kami datang kepadamu untuk membawa azab yang mereka ragu-ragukan kebenarannya.
Juga membawa kepadamu perkara yang benar (tentang kebinasaan mereka) dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar.
Oleh itu, bawalah pergi keluargamu pada waktu malam serta ikutlah di belakang mereka dan janganlah seseorang pun di antara kamu berpaling (ke belakang); serta pergilah terus ke arah yang diperintahkan kamu menujunya.
Dan Kami wahyukan kepadanya tentang kesudahan perkara itu; iaitu mereka akan dibinasakan pada waktu pagi, sehingga mereka punah ranah dan terputus keturunannya.
Dan (semasa kedatangan mereka) datanglah penduduk bandar itu dengan gembira.
Nabi Lut berkata: Sesungguhnya mereka ini tetamuku, maka janganlah kamu memberi malu kepadaku.
Dan takutlah kamu kepada Allah serta janganlah kamu menghinakan daku.
Mereka menjawab: Bukankah kami telah melarangmu jangan menerima sebarang tetamu dari orang ramai (atau memberi perlindungan kepada mereka)?
Nabi Lut berkata: Di sini ada anak-anak perempuanku, kalaulah kamu mahu melakukan (secara halal).
Demi umurmu (wahai Muhammad), sesungguhnya mereka membuta tuli dalam kemabukan maksiat mereka.
Akhirnya merekapun dibinasakan oleh letusan suara yang menggempakan bumi, ketika matahari terbit.
Maka Kami jadikan negeri kaum Lut itu tunggang-balik (tertimbus segala yang ada di muka buminya) dan kami hujani atasnya dengan batu dari tanah yang dibakar.
Sesungguhnya balasan azab yang demikian itu, mengandungi tanda-tanda bagi orang-orang yang kenalkan sesuatu serta memerhati dan memikirkannya.
Dan sesungguhnya negeri kaum Lut yang telah dibinasakan itu, terletak di jalan yang tetap (dilalui orang).
Sesungguhnya keadaan yang demikian, mengandungi satu tanda yang memberi kesedaran kepada orang-orang yang beriman.
Dan sebenarnya penduduk kampung "Aikah" adalah orang-orang yang berlaku zalim.
Maka Kami membalas kezaliman mereka itu dengan azab yang membinasakan dan sesungguhnya kedua-duanya itu terletak di jalan yang terang (yang masih dilalui orang).
Dan demi sesungguhnya penduduk "Al-Hijr" telah mendustakan Rasul-rasul.
Dan Kami telah berikan kepada mereka tanda-tanda (yang membuktikan kebenaran agama dan Rasul Kami); dalam pada itu, mereka terus juga berpaling (mengingkarinya).
Dan mereka memahat sebahagian dari gunung-ganang, sebagai tempat tinggal dengan keadaan aman (dari sesuatu bahaya).
Meskipun demikian, mereka dibinasakan juga oleh letusan suara yang menggempakan pada bumi waktu pagi.
Maka apa yang mereka telah usahakan itu, tidak dapat menolong mereka sedikit pun.
Dan (ingatlah) tiadalah Kami mencipta langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya itu, melainkan dengan cara yang sungguh layak dan berhikmat; dan sesungguhnya hari kiamat itu tetap akan datang; oleh itu biarkanlah (golongan kafir yang mendustakanmu itu wahai Muhammad) serta layanlah mereka dengan cara yang elok.
Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang menciptakan sekalian makhluk, lagi Yang Maha Mengetahui (akan hal mereka).
Dan sesungguhnya Kami telah memberi kepadamu (wahai Muhammad) tujuh ayat yang diulang-ulang bacaannya dan seluruh Al-Quran yang amat besar kemuliaan dan faedahnya.
Janganlah engkau menujukan pandanganmu (serta menaruh hati) kepada nikmat kesenangan yang kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (yang kafir itu) dan janganlah engkau merasa dukacita terhadap mereka (kerana mereka tidak beriman dan tidak dapat menguatkan Islam sebagaimana yang engkau harapkan); dan sebaliknya hendaklah engkau merendah diri kepada orang-orang yang beriman (sekalipun mereka dari golongan fakir miskin).
Dan katakanlah: Sesungguhnya aku ini, adalah seorang Rasul pemberi amaran dengan bukti-bukti yang nyata (tentang turunnya azab ke atas orang-orang yang ingkar).
(Kami berikan kepadamu Al-Faatihah dan Al-Quran) samalah seperti Kami menurunkan (Kitab-kitab) kepada orang-orang yang membahagi-bahagi.
(Iaitu) mereka yang menjadikan Al-Quran terbahagi kepada beberapa bahagian (lalu mereka percaya kepada sebahagian dan menolak sebahagian yang lain).
Demi Tuhanmu! Kami akan menyoal mereka (yang kafir itu) semuanya (pada hari kiamat kelak).
Mengenai apa yang mereka telah lakukan.
Oleh itu, sampaikanlah secara berterus-terang apa yang diperintahkan kepadamu (wahai Muhammad) dan janganlah engkau hiraukan bantahan dan tentangan kaum kafir musyrik itu.
Sesungguhnya Kami tetap memelihara dan mengawalmu dari kejahatan orang-orang yang mengejek-ejek dan mempersendakanmu.
(Iaitu) mereka yang mengadakan tuhan yang lain bersama-sama Allah, maka mereka akan mengetahui kelak (akibatnya).
Dan demi sesungguhnya Kami mengetahui, bahawa engkau bersusah hati dengan sebab apa yang mereka katakan.
Oleh itu, bertasbihlah engkau dengan memuji Tuhanmu, serta jadilah dari orang-orang yang sujud.
Dan sembahlah Tuhanmu, sehingga datang kepadamu (perkara yang tetap) yakin.
Telah hampir datangnya janji yang telah ditetapkan oleh Allah, maka janganlah kamu minta disegerakan. Maha suci Allah dan Maha tinggilah Dia dari perbuatan syirik yang mereka lakukan.
Dia menurunkan malaikat membawa wahyu dengan perintahNya kepada sesiapa yang dikehendakiNya dari hamba-hambaNya (yang layak menjadi Rasul); (lalu Dia berfirman kepada Rasul-rasul): Hendaklah kamu menegaskan kepada umat manusia bahawa tiada Tuhan melainkan Aku. Oleh itu, bertakwalah kamu kepadaKu.
Dia menciptakan langit dan bumi dengan cara yang sungguh layak dan berhikmat; Maha Tinggilah Dia dari perbuatan syirik yang mereka lakukan.
Dia menciptakan manusia dari air benih, (setelah sempurna kejadiannya), tiba-tiba menjadilah dia seorang pembantah yang terang jelas bantahannya.
Dan binatang-binatang ternak itu, Dia juga menciptakannya untuk kamu; terdapat padanya benda-benda yang memanaskan tubuh dari sejuk dan beberapa faedah yang lain dan daripadanya juga kamu makan.
Dan bagi kamu pada binatang-binatang ternak itu, keindahan (yang menarik hati) ketika kamu membawanya balik untuk berehat (pada waktu petang) dan ketika kamu membawanya keluar (pada waktu pagi).
Dan binatang-binatang itu pula membawa barang-barang kamu ke mana-mana negeri yang kamu tidak dapat sampai kepadanya melainkan dengan menanggung susah payah. Sesungguhnya Tuhan kamu Amat melimpah belas kasihan dan rahmatNya.
Dan (Allah menjadikan) kuda dan baghal serta keldai untuk kamu menunggangnya, dan untuk menjadi perhiasan dan Dia menjadikan apa yang kamu tidak mengetahuinya.
Dan kepada Allah jualah tertentunya urusan memberi panduan yang menerangkan jalan yang lurus dan di antara jalan-jalan yang dituju ada yang terpesong dari kebenaran dan jika Dia kehendaki, tentulah Dia memberi petunjuk kepada kamu semua (yang menyampaikan ke jalan yang lurus itu).
Dialah yang menurunkan hujan dari langit; sebahagian daripadanya untuk minuman kamu dan sebahagian lagi menyebabkan tumbuhnya pokok-pokok (tumbuh-tumbuhan) untuk kamu melepaskan binatang-binatang ternak: Makan padanya.
Dia juga menumbuhkan bagi kamu dengan sebab hujan itu tanaman-tanaman dan pokok-pokok zaitun dan tamar (kurma) serta anggur dan juga dari segala jenis buah-buahan. Sesungguhnya yang demikian mengandungi satu tanda (yang membuktikan kekuasaan Allah) bagi kaum yang mahu berfikir.
Dan Dia memudahkan bagi kamu malam dan siang dan matahari serta bulan dan bintang-bintang dimudahkan dengan perintahNya untuk keperluan-keperluan kamu. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi tanda-tanda (yang membuktikan kebijaksanaan Allah) bagi kaum yang mahu memahaminya.
Dan apa-apa jua yang dijadikan untuk kamu di bumi yang berlainan jenisnya (dimudahkan juga untuk kegunaan kamu). Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi satu tanda (yang membuktikan kemurahan Allah) bagi kaum yang mahu mengingati nikmat Allah itu.
Dan Dialah yang memudahkan laut, supaya kamu dapat makan daripadanya daging yang lembut hidup-hidup dan dapat pula mengeluarkan daripadanya benda-benda perhiasan untuk kamu memakainya dan (selain itu) engkau melihat pula kapal-kapal belayar padanya dan lagi supaya kamu dapat mencari rezeki dari limpah kurniaNya dan supaya kamu bersyukur.
Dan Dia mengadakan di bumi gunung-ganang yang menetapnya supaya ia tidak menghayun-hayunkan kamu dan Dia mengadakan sungai-sungai serta jalan-jalan lalu lalang, supaya kamu dapat sampai ke matlamat yang kamu tuju.
Dan (Dia mengadakan) tanda-tanda panduan jalan dan dengan bintang-bintang (pada waktu malam) mereka dapat mengetahui arah yang hendak dituju.
Kalau sudah demikian, adakah Allah yang menciptakan semuanya itu sama seperti makhluk-makhluk yang tidak menciptakan sesuatu? Maka patutkah kamu lalai sehingga kamu tidak mahu beringat serta memikirkannya?
Dan jika kamu menghitung nikmat Allah (yang dilimpahkannya kepada kamu), tiadalah kamu akan dapat menghitungnya satu persatu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
Dan Allah mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu zahirkan.
Dan makhluk-makhluk yang mereka sembah selain dari Allah itu tidak dapat menciptakan sesuatupun, bahkan merekalah yang diciptakan.
Makhluk-makhluk itu tetap akan mati, bukanlah kekal hidup dan mereka tidak mengetahui bilakah masing-masing akan dibangkitkan (menerima balasan).
Tuhan kamu (yang berhak disembah) ialah Tuhan yang satu (Maha Esa); oleh itu, orang-orang yang tidak beriman kepada hari akhirat: Hati mereka ingkar dan sikap zahir mereka sombong takbur (menentang kebenaran).
Sebenarnya, bahawa Allah mengetahui akan apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka zahirkan; sesungguhnya Dia tidak suka kepada orang-orang yang sombong takbur.
Dan apabila dikatakan kepada mereka: Apakah yang diturunkan oleh Tuhan kamu (kepada nabi Muhammad)? Mereka menjawab: Cerita-cerita dongeng orang-orang dahulu kala.
(Mereka dibiarkan menuduh dengan yang demikian) supaya mereka memikul dosa-dosa mereka dengan sepenuhnya pada hari kiamat dan juga memikul sebahagian dari dosa orang-orang yang mereka sesatkan dengan tidak berdasarkan pengetahuan yang benar; sesungguhnya amatlah buruknya dosa-dosa yang mereka lakukan itu.
Sebenarnya orang-orang yang terdahulu dari mereka telah menjalankan rancangan jahat (terhadap agama Allah dan Rasul-rasulNya); maka Allah binasakan bangunan (rancangan jahat) mereka dari asas-asasnya, lalu bumbung (bangunan itu) jatuh menimpa ke atas mereka dan mereka pula didatangi azab kebinasaan dari arah yang mereka tidak menyedarinya.
Kemudian pada hari kiamat, Allah menghinakan mereka (dengan azab seksa) sambil bertanya: Mana dia sekutu-sekutuKu yang kamu berperi-peri memusuhi (Nabi-nabi dan orang-orang yang beriman) untuk membela mereka? (Pada ketika itu) berkatalah orang-orang yang beroleh ilmu pengetahuan: Sesungguhnya kehinaan hari ini dan azab seksa, adalah tertimpa kepada orang-orang yang kafir;
(Iaitu) mereka yang diambil nyawanya oleh malaikat dalam keadaan mereka menganiaya diri sendiri (dengan kekufurannya). Lalu mereka tunduk menyerah (ketika melihat azab sambil berkata): Kami tiada melakukan sesuatu kejahatan. (Malaikat menjawab): Bahkan (kamu ada melakukannya); sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan apa yang kamu telah kerjakan.
Oleh itu, masukilah pintu-pintu Neraka, tinggal kekallah kamu di dalamnya; maka sesungguhnya (Neraka itu) seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong takbur.
Dan ditanya pula kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhan kamu?" Mereka menjawab: "Kebaikan". Orang-orang yang berbuat kebaikan di dunia ini beroleh balasan yang baik dan sesungguhnya balasan negeri akhirat itu lebih baik lagi dan memanglah negeri akhirat ialah sebaik-baik negeri bagi orang-orang yang bertakwa.
(Untuk mereka) Syurga-syurga "Adn", yang mereka akan memasukinya, yang mengalir padanya beberapa sungai; mereka beroleh di dalam Syurga itu apa yang mereka kehendaki; demikianlah Allah membalas orang-orang yang bertakwa,
(Iaitu) mereka yang diambil nyawanya oleh malaikat dalam keadaan mereka bersih suci (dari kufur syirik dan maksiat), sambil malaikat itu berkata kepada mereka: Selamat sejahtera kepada kamu; masuklah ke dalam Syurga disebabkan amal baik yang telah kamu kerjakan.
(Apakah yang ditunggu-tunggu oleh mereka yang tidak beriman itu?) Mereka tidak menunggu melainkan kedatangan malaikat (yang akan mencabut nyawa mereka) atau kedatangan azab Tuhanmu (yang akan membinasakan mereka). Demikianlah juga yang dilakukan oleh orang-orang kafir yang terdahulu daripada mereka (lalu dibinasakan); dan (sebenarnya) Allah tidak menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri sendiri.
Oleh itu, mereka ditimpa azab sebagai balasan perbuatan jahat yang mereka lakukan; dan azab Allah itu meliputi mereka sebagai balasan bagi apa yang mereka telah ejek-ejek dahulu.
Dan berkatalah orang-orang kafir musyrik: Kalaulah Allah menghendaki, tentulah kami tidak menyembah selain daripadanya sesuatupun, (tidak) kami dan tidak juga datuk nenek kami dan tentulah kami tidak mengharamkan sesuatu pun dengan ketiadaan perintahnya. Demikianlah juga yang telah dilakukan oleh orang-orang yang terdahulu daripada mereka. (Apa yang mereka katakan itu adalah salah semata-mata) kerana bukankah Rasul-rasul semuanya tidak bertanggungjawab selain daripada menyampaikan (kehendak dan hukum Allah) dengan cara yang jelas nyata?
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus dalam kalangan tiap-tiap umat seorang Rasul (dengan memerintahkannya menyeru mereka): Hendaklah kamu menyembah Allah dan jauhilah taghut. Maka di antara mereka (yang menerima seruan Rasul itu), ada yang diberi hidayat petunjuk oleh Allah dan ada pula yang berhak ditimpa kesesatan. Oleh itu mengembaralah kamu di bumi, kemudian lihatlah bagaimana buruknya kesudahan umat-umat yang mendustakan Rasul-rasulnya.
Jika engkau (wahai Muhammad) terlalu tamak (inginkan mereka beroleh hidayat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tidak memberi hidayat petunjuk kepada orang-orang yang berhak disesatkanNya dan tiadalah bagi mereka sesiapapun yang dapat memberikan pertolongan.
Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan bersungguh-sungguh (sambil berkata): Allah tidak akan membangkitkan semula orang-orang yang telah mati. (Itu tidak benar), bahkan janji Allah membangkitkan orang-orang yang telah mati) tetap benar; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
(Allah menghidupkan semula orang-orang yang mati) untuk menerangkan kepada mereka apa yang mereka berselisihan padanya dan supaya orang-orang kafir mengetahui bahawa mereka adalah orang-orang yang berdusta.
Sesungguhnya perkataan Kami kepada sesuatu apabila Kami kehendaki, hanyalah Kami berkata kepadanya: Jadilah engkau!, maka menjadilah ia.
Dan orang-orang yang berhijrah kerana Allah, sesudah mereka dianiaya (ditindas oleh musuh-musuh Islam), Kami akan menempatkan mereka di dunia ini pada tempatnya yang baik dan sesungguhnya pahala (amal mereka yang baik itu) lebih besar di akhirat kelak, kalaulah mereka mengetahui.
Mereka itu ialah) orang-orang yang bersabar (menanggung kezaliman) dan berserah diri kepada Tuhannya.
Dan tidaklah Kami mengutus Rasul-rasul sebelummu (wahai Muhammad), melainkan dari kalangan orang-orang lelaki, yang Kami wahyukan kepada mereka. Oleh itu bertanyalah kamu (wahai golongan musyrik) kepada orang-orang yang berpengetahuan agama jika kamu tidak mengetahui.
(Kami utuskan Rasul-rasul itu) membawa keterangan-keterangan yang jelas nyata (yang membuktikan kebenaran mereka) dan Kitab-kitab Suci (yang menjadi panduan); dan kami pula turunkan kepadamu (wahai Muhammad) Al-Quran yang memberi peringatan, supaya engkau menerangkan kepada umat manusia akan apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkannya.
(Setelah diterangkan yang demikian) maka adakah orang-orang yang merancang dan melakukan kejahatan-kejahatan itu merasa aman daripada ditimbuskan oleh Allah akan mereka ke dalam bumi atau mereka didatangi azab dari arah yang mereka tidak menyedarinya?
Atau Dia membinasakan mereka secara mengejut dalam masa mereka berulang-alik melakukan kerja masing-masing? Kerana sebenarnya mereka tidak akan dapat melemahkan kuasa Allah.
Atau Dia membinasakan mereka (dan harta benda mereka) sedikit demi sedikit? Kerana sesungguhnya Tuhan kamu Amat melimpah belas kasihan dan rahmatNya.
Tidakkah mereka melihat dan memikirkan segala yang telah dijadikan oleh Allah, yang beredar (berpindah-randah) bayang-bayangnya ke kanan dan ke kiri (pada pagi dan petang), dengan keadaan tunduk menurut peraturan dan kehendak Allah, sedang mereka merendah diri?
Dan bagi Allah jualah tunduk sujud apa yang ada di langit dan yang ada di bumi, dari makhluk-makhluk yang bergerak serta malaikat; sedang mereka (malaikat-malaikat itu) tidak berlaku sombong takbur (daripada beribadat dan sujud kepadaNya).
Mereka takut kepada Tuhan mereka yang mengatasi mereka (dengan kekuasaanNya), serta mereka mengerjakan apa yang diperintahkan.
Dan Allah berfirman: Janganlah kamu bertuhankan dua tuhan, kerana sesungguhnya Tuhan itu hanyalah Tuhan yang satu; maka kepada Akulah sahaja hendaknya kamu gerun gementar.
Dan bagiNyalah (hak milik) segala yang ada di langit dan di bumi dan kepadaNya sahaja tertentu ibadat dan ketaatan selama-lamanya; (sesudah kamu mengetahui yang demikian) maka tidaklah patut kamu takut kepada yang lain dari Allah.
Dan apa-apa nikmat yang ada pada kamu maka adalah ia dari Allah; kemudian, apabila kamu ditimpa kesusahan maka kepadaNyalah kamu meraung meminta pertolongan.
Kemudian, apabila Dia menghapuskan kesusahan itu daripada kamu, tiba-tiba sepuak di antara kamu mempersekutukan (sesuatu yang lain) dengan Tuhan mereka.
(Mereka melakukan yang demikian) kerana mereka kufur, tidak bersyukur akan nikmat-nikmat yang kami berikan kepada mereka. Oleh itu, bersenang-senanglah kamu (dengan nikmat-nikmat itu bagi sementara di dunia), kemudian kamu akan mengetahui (balasan buruk yang akan menimpa kamu).
Dan mereka (yang musyrik itu) menentukan untuk keperluan benda-benda yang mereka tidak mengetahui hal keadaannya, sebahagian dari harta-benda yang kami kurniakan kepada mereka. Demi Allah! Sesungguhnya kamu akan ditanya kelak tentang apa yang kamu ada-adakan secara dusta itu.
Dan mereka mengatakan Allah mempunyai anak-anak perempuan. Maha Suci Dia. Sedang bagi mereka pula mereka sediakan apa yang mereka sukai (anak-anak lelaki).
Dan apabila dikhabarkan kepada seseorang dari mereka bahawa dia beroleh anak perempuan, muramlah mukanya sepanjang hari (kerana menanggung dukacita), sedang dia menahan perasaan marahnya dalam hati.
Dia bersembunyi dari orang ramai kerana (merasa malu disebabkan) berita buruk yang disampaikan kepadanya (tentang dia beroleh anak perempuan; sambil dia berfikir): Adakah dia akan memelihara anak itu dalam keadaan yang hina atau dia akan menanamnya hidup-hidup dalam tanah? Ketahuilah! Sungguh jahat apa yang mereka hukumkan itu.
Bagi mereka yang tidak beriman kepada hari akhirat itu, sifat yang buruk dan bagi Allah jualah sifat yang tertinggi dan Dialah jua Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.
Dan kalaulah Allah menyeksa manusia disebabkan kezaliman mereka, tentulah Dia tidak membiarkan tinggal di muka bumi sesuatu makhluk yang bergerak; akan tetapi Dia memberi tempoh kepada mereka hingga ke suatu masa yang tertentu; kemudian apabila sampai tempoh mereka, tiadalah mereka akan dapat meminta dikemudiankan sesaatpun dan tidak pula mereka akan dapat meminta didahulukan.
Dan mereka mengadakan bagi Allah apa yang mereka sendiri tidak menyukainya; dalam pada itu, lidah mereka memperkatakan perkara yang dusta, (kononnya) bahawa mereka akan beroleh kesudahan yang baik di sisi Allah. Tidak syak lagi, bahawa bagi merekalah api Neraka dan bahawa merekalah orang-orang yang disegerakan (masuknya ke dalam Neraka).
Demi Allah! Sesungguhnya kami juga telah mengutus Rasul-rasul kepada umat-umat yang terdahulu daripadamu (wahai Muhammad), lalu Syaitan memperelokkan pada pandangan mereka yang ingkar akan amal-amal mereka yang jahat itu; maka dialah menjadi pemimpin mereka pada hari ini dan mereka akan beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnya.
Dan tiadalah Kami menurunkan Al-Quran kepadamu (wahai Muhammad) melainkan supaya engkau menerangkan kepada mereka akan apa yang mereka berselisihan padanya; dan supaya menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Dan Allah menurunkan hujan dari langit, lalu Dia menghidupkan dengan air hujan itu akan bumi sesudah matinya; sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat satu tanda (yang membuktikan kebijaksanaan Allah) bagi kaum yang mendengar (peringatan ini dan memahaminya).
Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak itu, kamu beroleh pelajaran yang mendatangkan iktibar. Kami beri minum kepada kamu daripada apa yang terbit dari dalam perutnya, yang lahir dari antara hampas makanan dengan darah; (iaitu) susu yang bersih, yang mudah diminum, lagi sedap rasanya bagi orang-orang yang meminumnya.
Dan dari buah tamar (kurma) dan anggur kamu jadikan daripadanya minuman haram dan makanan serta minuman yang halal; sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat satu tanda (yang membuktikan kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mahu menggunakan akalnya.
Dan Tuhanmu memberi ilham kepada lebah: Hendaklah engkau membuat sarangmu di gunung-ganang dan di pokok-pokok kayu dan juga di bangunan-bangunan yang didirikan oleh manusia.
Kemudian makanlah dari segala jenis bunga-bungaan dan buah-buahan (yang engkau sukai), serta turutlah jalan-jalan peraturan Tuhanmu yang diilhamkan dan dimudahkannya kepadamu. (Dengan itu) akan keluarlah dari dalam badannya minuman (madu) yang berlainan warnanya, yang mengandungi penawar bagi manusia (dari berbagai-bagai penyakit). Sesungguhnya pada yang demikian itu, ada tanda (yang membuktikan kemurahan Allah) bagi orang-orang yang mahu berfikir.
Dan Allah yang menciptakan kamu (dari tiada kepada ada); kemudian Dia menyempurnakan tempoh umur kamu; (maka ada di antara kamu yang disegerakan matinya) dan ada pula di antara kamu yang dikembalikannya kepada peringkat umur yang lemah (peringkat tua kebudak-budakan), sehingga menjadilah dia tidak ingat akan sesuatu yang telah diketahuinya; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Kuasa.
Dan Allah telah melebihkan sebahagian dari kamu atas sebahagian yang lain pada rezeki yang dikurniakanNya; dalam pada itu, orang-orang yang diberi kelebihan itu tidak mahu memberikan sebahagian dari kelebihan hartanya kepada hamba-hamba mereka, supaya orang-orang itu dapat sama mempunyai harta. Maka mengapa mereka tergamak mengingkari nikmat Allah itu dengan perbuatan syirik?
Dan Allah menjadikan bagi kamu dari diri kamu sendiri pasangan-pasangan (isteri), dan dijadikan bagi kamu dari pasangan kamu: Anak-anak dan cucu-cicit, serta dikurniakan kepada kamu dari benda yang baik lagi halal; maka patutkah mereka (yang ingkar itu) percaya kepada perkara yang salah (penyembahan berhala), dan mereka kufur pula akan nikmat Allah?
Dan mereka menyembah benda-benda yang lain dari Allah, yang tidak berkuasa memberikan mereka sebarang rezeki pemberian dari langit dan bumi dan mereka pula tidak berdaya sama sekali mendapat kuasa itu.
Oleh itu, janganlah kamu mengadakan sesuatu yang sebanding dengan Allah, kerana sesungguhnya Allah mengetahui (setakat mana buruknya perbuatan syirik kamu) sedang kamu tidak mengetahuinya.
Allah memberikan satu misal perbandingan: Seorang hamba abdi yang menjadi milik orang, yang tidak berkuasa melakukan dengan bebasnya sesuatupun dan seorang lagi (yang merdeka) yang Kami kurniakan kepadanya pemberian yang baik (harta kekayaan) dari Kami, maka dia pun membelanjakan hartanya dengan bebasnya, samada secara bersembunyi atau terbuka, adakah kedua orang itu sama? Segala puji tertentu bagi Allah (dan Allah jualah yang berhak disembah), tetapi kebanyakan mereka (yang musyrik) tidak mengetahui (hakikat tauhid itu).
Dan Allah memberikan satu misal perbandingan lagi: Dua orang lelaki, salah seorangnya kelu pekak dari semulajadinya, tidak dapat menyatakan apa yang difikirkannya dan tidak dapat mendengar apa yang dikatakan kepadanya dan dia pula menjadi beban kepada orang yang menjaganya; ke mana sahaja dia diarahkan pergi oleh penjaganya, tak dapatlah dia membawa sesuatu yang berfaedah; adakah dia (yang demikian sifatnya) sama seperti orang (yang boleh berkata-kata serta dapat) menyuruh orang ramai melakukan keadilan dan dia sendiri pula berada di atas jalan yang lurus (jalan yang benar)?
Dan (ingatlah), Allah jualah yang mengetahui segala rahsia langit dan bumi; tiadalah hal kedatangan hari kiamat itu melainkan seperti sekelip mata atau ia lebih cepat lagi; sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibu kamu dengan keadaan tidak mengetahui sesuatupun dan Dia mengurniakan kepada kamu pendengaran dan penglihatan serta hati akal fikiran); supaya kamu bersyukur.
Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang melayang-layang di angkasa? Tiada yang menahan mereka (dari jatuh) melainkan Allah; sesungguhnya pada yang demikian itu, ada tanda-tanda (yang membuktikan kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman.
Dan Allah menjadikan bagi kamu rumah-rumah (yang kamu dirikan itu) tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu dari kulit binatang-binatang ternak: Khemah-khemah (tempat berteduh), yang kamu mendapatinya ringan (di bawa ke mana-mana) semasa kamu merantau dan semasa kamu berhenti dan (Dia juga menjadikan bagi kamu) dari berjenis-jenis bulu binatang-binatang ternak itu, berbagai barang perkakas rumah dan perhiasan, (untuk kamu menggunakannya) hingga ke suatu masa.
Dan Allah menjadikan bagi kamu sebahagian dari yang diciptakanNya: Benda-benda untuk berteduh dan Dia menjadikan bagi kamu sebahagian dari gunung-ganang tempat-tempat berlindung dan Dia juga menjadikan bagi kamu pakaian-pakaian yang memelihara kamu dari panas dan sejuk, juga pakaian-pakaian yang memelihara kamu semasa berjuang. Demikianlah, Dia menyempurnakan nikmatNya kepada kamu, supaya kamu berserah diri kepadaNya dan mematuhi perintahNya.
Kemudian, jika mereka masih berpaling ingkar maka sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) hanya bertanggungjawab menyampaikan perintah-perintah Allah dengan cara yang jelas nyata.
Mereka mengetahui nikmat Allah (yang melimpah-limpah itu), kemudian mereka tergamak mengingkarinya dan kebanyakan mereka pula ialah orang-orang yang kufur ingkar.
Dan (ingatkanlah kepada mereka yang musyrik tentang) hari Kami bangkitkan dari tiap-tiap umat, seorang saksi; kemudian tidak diizinkan bagi orang-orang yang kafir (memberi sebarang alasan) dan mereka pula tidak diminta memohon keredaan Allah.
Dan apabila orang-orang yang melakukan kezaliman (dengan kekufurannya) itu melihat azab, maka tidak akan diringankan azab itu daripada mereka dan mereka pula tidak diberi tempoh.
Dan apabila orang-orang musyrik melihat makhluk-makhluk dan benda-benda yang mereka jadikan sekutu-sekutu Allah, mereka berkata: Wahai Tuhan kami, inilah dia yang kami jadikan sekutu-sekutu (bagiMu), yang kami sembah mereka dengan meninggalkanMu. Maka dengan serta-merta makhluk-makhluk yang mereka puja itu menolak dakwaan mereka dengan berkata: Sesungguhnya kamu adalah berdusta.
Dan pada hari itu mereka semua menyerah diri bulat-bulat kepada Allah dan hilang lenyaplah dari mereka (yang musyrik itu) apa yang telah mereka ada-adakan (sebagai sekutu-sekutu Allah).
Orang-orang yang kafir dan menghalangi (dirinya serta orang lain) dari jalan Allah, Kami tambahi mereka azab seksa di samping azab (yang menimpa mereka), disebabkan mereka membuat kerosakan.
Dan (ingatkanlah tentang) hari Kami bangkitkan dalam kalangan tiap-tiap umat, seorang saksi terhadap mereka, dari golongan mereka sendiri dan Kami datangkanmu (wahai Muhammad) untuk menjadi saksi terhadap mereka ini (umatmu) dan Kami turunkan kepadamu Al-Quran menjelaskan tiap-tiap sesuatu dan menjadi hidayat petunjuk, serta membawa rahmat dan berita yang menggembirakan, bagi orang-orang Islam.
Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat kebaikan, serta memberi bantuan kepada kaum kerabat dan melarang daripada melakukan perbuatan-perbuatan yang keji dan mungkar serta kezaliman. Dia mengajar kamu (dengan suruhan dan laranganNya ini), supaya kamu mengambil peringatan mematuhiNya.
Dan sempurnakanlah pesanan-pesanan dan perintah-perintah Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu merombak (mencabuli) sumpah kamu sesudah kamu menguatkannya (dengan nama Allah), sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai Penjamin kebaikan kamu; sesungguhnya Allah sedia mengetahui akan apa yang kamu lakukan.
Dan janganlah kamu menjadi seperti perempuan yang telah merombak satu persatu benda yang dipintalnya, sesudah dia selesai memintalnya kuat teguh; dengan kamu menjadikan sumpah kamu sebagai tipu daya (untuk mencabuli perjanjian yang telah dimeteraikan) sesama kamu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih ramai dari golongan lain. Sesungguhnya Allah hanya mahu menguji kamu dengan yang demikian itu dan Dia sudah tentu akan menerangkan kepada kamu, pada hari kiamat, apa yang kamu berselisihan padanya.
Dan jika Allah menghendaki, tentulah Dia menjadikan kamu satu umat (yang bersatu dalam agama Allah yang satu); akan tetapi Allah menyesatkan sesiapa yang dikehendakiNya (menurut undang-undang peraturanNya) dan memberi petunjuk kepada sesiapa yang dikehendakiNya (menurut undang-undang peraturanNya) dan sesungguhnya kamu akan ditanya kelak tentang apa yang kamu telah kerjakan.
Dan janganlah kamu jadikan sumpah kamu sebagai tipu daya sesama kamu kerana dengan yang demikian itu akan menyebabkan tergelincir kaki kamu sesudah ia tetap teguh (di atas jalan yang benar) dan kamu pula akan merasai balasan buruk (di dunia) dengan sebab kamu menghalangi manusia dari jalan Allah dan bagi kamu juga disediakan azab yang besar (di akhirat kelak).
Dan janganlah kamu jadikan pesanan-pesanan dan perintah Allah sebagai modal untuk mendapat keuntungan dunia yang sedikit; sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah (dari balasan yang baik), itulah sahaja yang lebih baik bagi kamu, kalaulah kamu mengetahui.
(Sebenarnya) apa yang ada pada kamu akan habis dan hilang lenyap dan apa yang ada di sisi Allah tetap kekal dan sesungguhnya Kami membalas orang-orang sabar dengan memberikan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka telah kerjakan.
Sesiapa yang beramal soleh, dari lelaki atau perempuan, sedang dia beriman, maka sesungguhnya Kami akan menghidupkan dia dengan kehidupan yang baik dan sesungguhnya kami akan membalas mereka, dengan memberikan pahala yang lebih dari apa yang mereka telah kerjakan.
Oleh itu, apabila engkau membaca Al-Quran, maka hendaklah engkau terlebih dahulu) memohon perlindungan kepada Allah dari hasutan Syaitan yang kena rejam.
Sesungguhnya Syaitan itu tidak mempunyai sebarang pengaruh terhadap orang-orang yang beriman dan yang berserah bulat-bulat kepada Tuhan mereka.
Sesungguhnya pengaruh Syaitan itu hanyalah terhadap orang-orang yang menjadikan dia pemimpin mereka dan orang-orang yang dengan sebab hasutannya melakukan syirik kepada Allah.
Dan apabila Kami tukarkan satu ayat (Al-Quran) untuk menggantikan ayat yang lain (yang dimansukhkan) dan Allah memang mengetahui akan apa yang Dia turunkan, berkatalah mereka (yang kafir): Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) hanyalah seorang pendusta; (padahal Nabi Muhammad tidak berdusta) bahkan kebanyakan mereka tidak mengetahui hakikat yang sebenarnya.
Katakanlah (wahai Muhammad): Al-Quran itu diturunkan oleh Rohulqudus (Jibril) dari Tuhanmu dengan cara yang sungguh layak dan berhikmat, untuk meneguhkan iman orang-orang yang beriman dan untuk menjadi hidayat petunjuk serta berita yang menggembirakan bagi orang-orang Islam.
Dan demi sesungguhnya Kami mengetahui, bahawa mereka yang musyrik itu berkata: Sebenarnya dia diajar oleh seorang manusia. (Padahal) bahasa orang yang mereka sandarkan tuduhan kepadanya itu ialah bahasa asing, sedang Al-Quran ini berbahasa Arab yang fasih nyata.
Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, Allah tidak akan memberi hidayat petunjuk kepada mereka dan mereka pula beroleh azab yang tidak terperi sakitnya.
Sebenarnya yang tergamak berdusta itu hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah dan mereka itu ialah orang-orang yang bertabiat berdusta.
Sesiapa yang kufur kepada Allah sesudah dia beriman (maka baginya kemurkaan dan azab dari Allah), kecuali orang yang dipaksa (melakukan kufur) sedang hatinya tenang tenteram dengan iman; akan tetapi sesiapa yang terbuka hatinya menerima kufur maka atas mereka tertimpa kemurkaan dari Allah dan mereka pula beroleh azab yang besar.
(Kekufuran mereka) yang demikian, ialah kerana mereka lebih mengutamakan kehidupan dunia daripada hari akhirat dan kerana Allah tidak memberi hidayat petunjuk yang menyampaikan kaum yang kufur ingkar (kepada kebahagiaan di akhirat).
Mereka itulah orang-orang yang telah dimeteraikan Allah Taala hati mereka dan pendengaran mereka serta penglihatan mereka dan merekalah orang-orang yang lalai.
Tidak syak lagi, bahawa mereka ialah orang-orang yang rugi pada hari akhirat kelak.
Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (memberikan pertolongan) kepada orang-orang yang telah berhijrah sesudah mereka difitnahkan (oleh kaum musyrik), kemudian mereka berjihad serta bersabar; sesungguhnya Tuhanmu sesudah mereka menderita dan bersabar dalam perjuangan adalah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
(Allah akan mengampunkan dosa-dosa mereka itu pada hari kiamat), hari tiap-tiap diri datang membela dirinya semata-mata dan tiap-tiap diri disempurnakan balasan apa yang dia telah kerjakan (samada baik atau jahat), sedang mereka tidak akan dianiaya sedikit pun.
Dan (berhubung dengan hal kaum yang kufur ingkar) Allah memberikan satu contoh: Sebuah negeri yang aman damai dan tenteram, yang didatangi rezekinya yang mewah dari tiap-tiap tempat, kemudian penduduknya kufur akan nikmat-nikmat Allah itu, maka Allah merasakannya kelaparan dan ketakutan yang meliputi keseluruhannya disebabkan apa yang mereka telah lakukan.
Dan demi sesungguhnya, mereka pula telah didatangi seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, lalu mereka mendustakannya; maka mereka pun ditimpa azab sedang mereka berkeadaan zalim.
Oleh itu, makanlah (wahai orang-orang yang beriman) dari apa yang telah dikurniakan Allah kepada kamu dari benda-benda yang halal lagi baik dan bersyukurlah akan nikmat Allah, jika benar kamu hanya menyembahNya semata-mata.
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan kepada kamu memakan bangkai dan darah dan daging babi dan binatang yang disembelih tidak kerana Allah maka sesiapa terpaksa (memakannya kerana darurat) sedang dia tidak mengingininya dan tidak melampaui batas (pada kadar benda yang dimakan itu, maka tidaklah dia berdosa), sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
Dan janganlah kamu berdusta dengan sebab apa yang disifatkan oleh lidah kamu: Ini halal dan ini haram, untuk mengada-adakan sesuatu yang dusta terhadap Allah; sesungguhnya orang-orang yang berdusta terhadap Allah tidak akan berjaya.
(Mereka hanya mendapat) sedikit kesenangan (di dunia) dan mereka pula akan beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnya.
Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan apa yang telah kami ceritakan kepadamu dahulu dan tiadalah Kami menganiaya mereka (dengan pengharaman itu), tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu terhadap orang-orang yang melakukan kejahatan dengan sebab kejahilan, kemudian mereka bertaubat sesudah itu serta memperbaiki amalannya, sesungguhnya Tuhanmu sesudah (mereka bertaubat) itu, adalah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
Sesungguhnya Nabi Ibrahim adalah merupakan satu umat (walaupun dia seorang diri); dia takut bulat-bulat kepada Allah, lagi berdiri teguh di atas dasar tauhid dan dia tidak pernah menjadi dari orang-orang yang musyrik.
Dia sentiasa bersyukur akan nikmat-nikmat Allah. Allah telah memilihnya (menjadi Nabi) dan memberi hidayat petunjuk kepadanya ke jalan yang lurus.
Dan Kami telah memberikan kepadanya kebaikan di dunia dan sesungguhnya dia pada hari akhirat adalah dari orang-orang yang soleh.
Kemudian Kami wahyukan kepadamu (wahai Muhammad): Hendaklah engkau menurut agama Nabi Ibrahim, yang berdiri teguh di atas jalan yang benar dan tiadalah dia dari orang-orang musyrik.
Sesungguhnya hari Sabtu itu dijadikan (Hari kelepasan yang wajib dihormati) atas orang-orang (Yahudi) yang telah berselisihan padanya dan sesungguhnya Tuhanmu akan menghukum di antara mereka pada hari kiamat, tentang apa yang mereka telah berselisihan padanya.
Serulah ke jalan Tuhanmu (wahai Muhammad) dengan hikmat kebijaksanaan dan nasihat pengajaran yang baik dan berbahaslah dengan mereka (yang engkau serukan itu) dengan cara yang lebih baik; sesungguhnya Tuhanmu Dialah jua yang lebih mengetahui akan orang yang sesat dari jalanNya dan Dialah jua yang lebih mengetahui akan orang-orang yang mendapat hidayat petunjuk.
Dan jika kamu membalas kejahatan (pihak lawan), maka hendaklah kamu membalas dengan kejahatan yang sama seperti yang telah ditimpakan kepada kamu dan jika kamu bersabar, (maka) sesungguhnya yang demikian itu adalah lebih baik bagi orang-orang yang sabar.
Dan bersabarlah (wahai Muhammad terhadap perbuatan dan telatah golongan yang ingkar itu) dan tiadalah berhasil kesabaranmu melainkan dengan (memohon pertolongan) Allah dan janganlah engkau berdukacita terhadap kedegilan mereka, dan janganlah engkau bersempit dada disebabkan tipu daya yang mereka lakukan.
Sesungguhnya Allah berserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berusaha memperbaiki amalannya.
Maha Suci Allah yang telah menjalankan hambaNya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam (di Mekah) ke Masjid Al-Aqsa (di Palestin), yang Kami berkati sekelilingnya, untuk memperlihatkan kepadanya tanda-tanda (kekuasaan dan kebesaran) Kami. Sesungguhnya Allah jualah Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
Dan Kami telah memberikan Nabi Musa Kitab Taurat dan Kami jadikan Kitab itu petunjuk bagi Bani Israil (serta Kami perintahkan mereka): Janganlah kamu jadikan yang lain daripadaKu sebagai Tuhan (untuk menyerahkan urusan kamu kepadanya).
(Wahai) keturunan orang-orang yang telah Kami bawa bersama-sama dengan Nabi Nuh (di dalam bahtera)! Sesungguhnya dia adalah seorang hamba yang bersyukur.
Dan Kami menyatakan kepada Bani Israil dalam Kitab itu: Sesungguhnya kamu akan melakukan kerosakan di bumi (Palestin) dua kali dan sesungguhnya kamu akan berlaku sombong angkuh dengan melampau.
Maka apabila sampai masa janji (membalas kederhakaan kamu) kali yang pertama dari dua (kederhakaan) itu, Kami datangkan kepada kamu hamba-hamba Kami yang kuat gagah dan amat ganas serangannya lalu mereka menjelajah di segala ceruk rantau (membunuh dan membinasakan kamu) dan (sebenarnya peristiwa itu) adalah satu janji yang tetap berlaku.
Kemudian (setelah kamu bertaubat), Kami kembalikan kepada kamu kekuasaan untuk mengalahkan mereka dan Kami beri kepada kamu dengan banyaknya harta kekayaan dan anak pinak, serta Kami jadikan kamu kaum yang lebih ramai pasukannya.
Jika kamu berbuat kebaikan, (maka faedah) kebaikan yang kamu lakukan adalah untuk diri kamu dan jika kamu berbuat kejahatan, maka (kesannya yang buruk) berbalik kepada diri kamu juga. Oleh itu, apabila sampai masa janji (membalas perbuatan derhaka kamu) kali kedua, (Kami datangkan musuh-musuh kamu) untuk memuramkan muka kamu (dengan penghinaan dan keganasannya) dan untuk memasuki masjid (BaitulMaqdis) sebagaimana mereka telah memasukinya pada kali yang pertama dan untuk menghancurkan apa sahaja yang mereka telah kuasai, dengan sehancur-hancurnya.
Mudah-mudahan Tuhan kamu akan mengasihani kamu (kalau kamu bertaubat) dan jika kamu kembali (menderhaka), maka Kami pula akan kembali (menyeksa kamu di dunia); dan kami telah jadikan Neraka: Penjara bagi orang-orang kafir (pada hari akhirat).
Sesungguhnya Al-Quran ini memberi petunjuk ke jalan yang amat betul (agama Islam) dan memberikan berita yang menggembirakan orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal-amal soleh, bahawa mereka beroleh pahala yang besar.
Dan bahawa orang-orang yang tidak beriman kepada hari akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab seksa yang tidak terperi sakitnya.
Dan manusia berdoa dengan (memohon supaya dia ditimpa) kejahatan sebagaimana dia berdoa dengan memohon kebaikan dan sememangnya manusia itu (bertabiat) terburu-buru.
Dan Kami jadikan malam dan siang itu dua tanda (yang membuktikan kekuasaan kami), maka Kami hapuskan tanda malam itu (sehingga menjadi gelap-gelita), dan Kami jadikan tanda siang itu terang-benderang supaya kamu mudah mencari rezeki dari limpah kurnia Tuhan kamu dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan hitungan hisab (bulan dan hari) dan (ingatlah) tiap-tiap sesuatu (yang kamu perlukan untuk dunia dan agama kamu), Kami telah menerangkannya satu persatu (dalam Al-Quran) dengan sejelas-jelasnya.
Dan tiap-tiap seorang manusia Kami kalongkan bahagian nasibnya di lehernya dan pada hari kiamat kelak Kami akan keluarkan kepadanya kitab (suratan amalnya) yang akan didapatinya terbuka (untuk di tatapnya).
(Lalu Kami perintahkan kepadanya): Bacalah Kitab (suratan amalmu), cukuplah engkau sendiri pada hari ini menjadi penghitung terhadap dirimu (tentang segala yang telah engkau lakukan).
Sesiapa yang beroleh hidayat petunjuk (menurut panduan Al-Quran), maka sesungguhnya faedah petunjuk yang didapatinya itu hanya terpulang kepada dirinya sendiri, dan sesiapa yang sesat maka sesungguhnya kesan buruk kesesatannya hanya ditanggung oleh dirinya juga dan seseorang yang boleh memikul, tidak akan memikul dosa perbuatan orang lain (bahkan dosa usahanya sahaja) dan tiadalah Kami mengazabkan sesiapapun sebelum Kami mengutuskan seorang Rasul (untuk menerangkan yang benar dan yang salah).
Dan apabila sampai tempoh Kami hendak membinasakan penduduk sesebuah negeri, Kami perintahkan (lebih dahulu) orang-orang yang melampau dengan kemewahan di antara mereka (supaya taat), lalu mereka menderhaka dan melakukan maksiat padanya; maka berhaklah negeri itu dibinasakan, lalu kami menghancurkannya sehancur-hancurnya.
Dan berapa banyak umat-umat yang kami telah binasakan sesudah zaman Nabi Nuh; dan cukuplah Tuhanmu (wahai Muhammad) mengetahui lagi melihat akan dosa-dosa hambaNya.
Sesiapa yang menghendaki (kesenangan hidup) dunia, Kami akan segerakan kepadanya dalam dunia apa yang Kami kehendaki, bagi sesiapa yang Kami kehendaki; kemudian Kami sediakan baginya Neraka Jahanam (di akhirat kelak), untuk membakarnya dalam keadaan yang hina lagi tersingkir dari rahmat Allah.
Dan sesiapa yang menghendaki akhirat dan berusaha mengerjakan amal-amal yang baik untuk akhirat dengan usaha yang layak baginya, sedang dia beriman, maka mereka yang demikian keadaannya, diberi pahala akan amal usahanya.
Tiap-tiap golongan dari keduanya, golongan dunia dan golongan akhirat Kami hulurkan kepada mereka dari pemberian Tuhanmu (wahai Muhammad) dan tiadalah pemberian Tuhanmu itu tersekat (dari sesiapapun).
Lihatlah bagaimana Kami lebihkan sebahagian dari mereka atas sebahagian yang lain (dalam rezeki pemberian Kami itu) dan sesungguhnya pemberian di akhirat lebih besar tingkatan-tingkatan perbezaannya dan lebih besar tambahan-tambahan kelebihannya.
Janganlah engkau adakan tuhan yang lain bersama Allah (dalam ibadatmu), kerana akibatnya engkau akan tinggal dalam keadaan tercela dan kecewa dari mendapat pertolongan.
Dan Tuhanmu telah perintahkan, supaya engkau tidak menyembah melainkan kepadaNya semata-mata dan hendaklah engkau berbuat baik kepada ibu bapa. Jika salah seorang dari keduanya atau kedua-duanya sekali, sampai kepada umur tua dalam jagaan dan peliharaanmu, maka janganlah engkau berkata kepada mereka (sebarang perkataan kasar) sekalipun perkataan "Ha" dan janganlah engkau menengking menyergah mereka, tetapi katakanlah kepada mereka perkataan yang mulia (yang bersopan santun).
Dan hendaklah engkau merendah diri kepada keduanya kerana belas kasihan dan kasih sayangmu dan doakanlah (untuk mereka, dengan berkata): Wahai Tuhanku! Cucurilah rahmat kepada mereka berdua sebagaimana mereka telah mencurahkan kasih sayangnya memelihara dan mendidikku semasa kecil.
Tuhan kamu lebih mengetahui akan apa yang ada pada hati kamu; kalaulah kamu orang-orang yang bertujuan baik mematuhi perintahNya, maka sesungguhnya dia adalah Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat.
Dan berikanlah kepada kerabatmu dan orang miskin serta orang musafir akan haknya masing-masing dan janganlah engkau membelanjakan hartamu dengan boros yang melampau.
Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara-saudara Syaitan, sedang Syaitan itu pula adalah makhluk yang sangat kufur kepada Tuhannya.
Dan jika engkau terpaksa berpaling tidak melayani mereka, kerana menunggu rezeki dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka katakanlah kepada mereka kata-kata yang menyenangkan hati.
Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu di lehermu dan janganlah pula engkau menghulurkannya dengan sehabis-habisnya, kerana akibatnya akan tinggallah engkau dengan keadaan yang tercela serta kering keputusan.
Sesungguhnya Tuhanmu lah yang meluaskan rezeki bagi sesiapa yang dikehendakiNya (menurut undang-undang peraturanNya) dan Dia juga yang menyempitkannya (menurut yang demikian). Sesungguhnya Dia Maha Mendalam pengetahuanNya, lagi Maha Melihat akan hamba-hambaNya.
Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu kerana takutkan kepapaan; Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepada kamu. Sesungguhnya perbuatan membunuh mereka adalah satu kesalahan yang besar.
Dan janganlah kamu menghampiri zina, sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji dan satu jalan yang jahat (yang membawa kerosakan).
Dan janganlah kamu membunuh diri seseorang manusia yang diharamkan oleh Allah membunuhnya kecuali dengan alasan yang benar dan sesiapa yang dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan warisannya berkuasa menuntut balas. Dalam pada itu, janganlah dia melampau dalam menuntut balas bunuh itu, kerana sesungguhnya dia adalah mendapat sepenuh-penuh pertolongan (menurut hukum Syarak).
Dan janganlah kamu menghampiri harta anak yatim melainkan dengan cara yang baik (untuk mengawal dan mengembangkannya), sehingga dia baligh (dewasa, serta layak mengurus hartanya dengan sendiri) dan sempurnakanlah perjanjian (dengan Allah dan dengan manusia), sesungguhnya perjanjian itu akan ditanya.
Dan sempurnakanlah sukatan apabila kamu menyukat dan timbanglah dengan timbangan yang adil. Yang demikian itu baik (kesannya bagi kamu di dunia) dan sebaik baik kesudahan (yang mendatangkan pahala di akhirat kelak).
Dan janganlah engkau mengikut apa yang engkau tidak mempunyai pengetahuan mengenainya; sesungguhnya pendengaran dan penglihatan serta hati, semua anggota-anggota itu tetap akan ditanya tentang apa yang dilakukannya.
Dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan berlagak sombong, kerana sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembusi bumi dan engkau tidak akan dapat menyamai setinggi gunung-ganang.
Tiap-tiap satu perintah itu, menyalahinya adalah kejahatan yang dibenci di sisi Tuhanmu.
Perintah yang demikian itu ialah sebahagian dari hikmat yang telah diwahyukan kepadamu (wahai Muhammad) oleh Tuhanmu dan (ingatlah) janganlah engkau jadikan bersama-sama Allah sesuatu yang lain yang disembah, kerana akibatnya engkau akan dicampakkan ke dalam Neraka Jahanam dengan keadaan tercela dan tersingkir (dari rahmat Allah).
(Jika demikian wajibnya mengesakan Allah, maka patutkah kamu mendakwa bahawa Tuhan mempunyai anak dan anak itu pula dari jenis yang kamu tidak sukai?). Adakah Tuhan kamu telah memilih anak-anak lelaki untuk kamu dan Dia mengambil untuk diriNya anak-anak perempuan dari kalangan malaikat? Sesungguhnya kamu adalah memperkatakan dusta yang amat besar.
Dan sesungguhnya Kami telah menerangkan jalan-jalan menetapkan iktiqad dan tauhid dengan berbagai cara di dalam Al-Quran ini supaya mereka beringat (memahami dan mematuhi kebenaran); dalam pada itu, penerangan yang berbagai cara itu tidak menjadikan mereka melainkan bertambah liar.
Katakanlah (wahai Muhammad): Kalaulah ada tuhan-tuhan yang lain bersama-sama Allah, sebagaimana yang mereka katakan itu, tentulah tuhan-tuhan itu akan mencari jalan kepada Allah yang mempunyai Arasy (dan kekuasaan yang mutlak).
Maha Sucilah Allah dan tertinggilah Dia setinggi-tingginya, jauh dari apa yang mereka katakan itu.
Langit yang tujuh dan bumi serta sekalian makhluk yang ada padanya, sentiasa mengucap tasbih bagi Allah dan tiada sesuatupun melainkan bertasbih dengan memujiNya; akan tetapi kamu tidak faham akan tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyabar, lagi Maha Pengampun.
Dan apabila engkau membaca Al-Quran (wahai Muhammad), Kami jadikan perasaan ingkar dan hasad dengki orang-orang yang tidak beriman kepada hari akhirat itu sebagai dinding yang tidak dapat dilihat, yang menyekat mereka daripada memahami bacaanmu.
Dan Kami jadikan (perasaan itu sebagai) tutupan yang berlapis-lapis atas hati mereka, juga sebagai penyumbat pada telinga mereka, yang menghalang mereka dari memahami dan mendengar kebenaran Al-Quran dan sebab itulah apabila engkau menyebut nama Tuhanmu sahaja di dalam Al-Quran, mereka berpaling undur melarikan diri.
Kami lebih mengetahui akan tujuan mereka mendengar Al-Quran semasa mereka mendengar bacaanmu (wahai Muhammad) dan semasa mereka berbisik-bisik iaitu ketika orang-orang yang zalim itu berkata (sesama sendiri): Kamu tidak menurut melainkan seorang yang kena sihir.
Lihatlah (wahai Muhammad) bagaimana mereka menyifatkan engkau dengan yang bukan-bukan, maka dengan sebab itu mereka sesat, sehingga mereka tidak dapat mencari jalan kebenaran.
Dan mereka berkata: Adakah sesudah kita menjadi tulang dan benda yang reput, adakah kita akan dibangkitkan semula dengan kejadian yang baru?
Katakanlah (wahai Muhammad): Jadilah kamu batu atau besi
Atau lain-lain makhluk yang terlintas di hati kamu sukar hidupnya, (maka Allah berkuasa menghidupkannya)! Mereka pula akan bertanya: Siapakah yang akan mengembalikan kita hidup semula? Katakanlah: Ialah Allah yang menjadikan kamu pada mulanya! Maka mereka akan menganggukkan kepala mereka kepadamu sambil bertanya secara mengejek: Bila berlakunya? Katakanlah: Dipercayai akan berlaku tidak lama lagi!
(Ingatlah akan) hari Dia menyeru kamu lalu kamu menyahut sambil memuji kekuasaanNya, dan kamu menyangka, bahawa kamu tinggal (dalam kubur) hanya sebentar.
Dan katakanlah (wahai Muhammad) kepada hamba-hambaKu (yang beriman), supaya mereka berkata dengan kata-kata yang amat baik (kepada orang-orang yang menentang kebenaran); sesungguhnya Syaitan itu sentiasa menghasut di antara mereka (yang mukmin dan yang menentang); sesungguhnya Syaitan itu adalah musuh yang amat nyata bagi manusia.
Tuhan kamu lebih mengetahui akan keadaan kamu; jika Dia kehendaki, Dia akan memberi rahmat kepada kamu; atau jika Dia kehendaki, Dia akan menyeksa kamu dan Kami tidak mengutusmu kepada mereka (wahai Muhammad), sebagai wakil yang menguasai urusan mereka.
Dan Tuhanmu (wahai Muhammad) lebih mengetahui akan sekalian makhluk yang ada di langit dan di bumi dan sesungguhnya Kami telah melebihkan setengah Nabi-nabi atas setengahnya yang lain dan Kami telah memberikan Kitab Zabur kepada Nabi Daud.
Katakanlah (wahai Muhammad kepada kaum musyrik): Serukanlah orang-orang yang kamu dakwa (boleh memberi pertolongan) selain dari Allah, maka sudah tentu mereka tidak berkuasa menghapuskan bahaya daripada kamu dan tidak dapat memindahkannya.
Orang-orang yang mereka seru itu, masing-masing mencari jalan mendampingkan diri kepada Tuhannya (dengan berbuat ibadat), sekali pun orang yang lebih dekat kepada Tuhannya, serta mereka pula mengharapkan rahmatNya dan gerun takut akan azabNya; sesungguhnya azab Tuhanmu itu, adalah (perkara yang semestinya) ditakuti.
Dan tiada sesebuah negeri pun melainkan Kami akan membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami menyeksa penduduknya dengan azab seksa yang berat; yang demikian itu adalah tertulis di dalam Kitab (Luh Mahfuz).
Dan tiada yang menghalang Kami dari menghantar turun mukjizat yang mereka minta itu melainkan kerana jenis mukjizat itu telah didustakan oleh kaum-kaum yang telah lalu dan di antaranya Kami telahpun memberikan kepada kaum Thamud unta betina sebagai mukjizat yang menjadi keterangan yang nyata, lalu mereka berlaku zalim kepadanya dan biasanya Kami tidak menghantar turun mukjizat-mukjizat itu melainkan untuk menjadi amaran (bagi kebinasaan orang-orang yang memintanya kalau mereka tidak beriman).
Dan (ingatlah) ketika Kami wahyukan kepadamu (wahai Muhammad), bahawa sesungguhnya Tuhanmu meliputi akan manusia (dengan ilmuNya dan kekuasaanNya dan tiadalah Kami menjadikan pandangan (pada malam Mikraj) yang telah kami perlihatkan kepadamu melainkan sebagai satu ujian bagi manusia dan (demikian juga Kami jadikan) pokok yang dilaknat di dalam Al-Quran dan Kami beri mereka takut (dengan berbagai-bagai amaran) maka semuanya itu tidak menambahkan mereka melainkan dengan kekufuran yang melampau.
Dan (ingatkanlah peristiwa) ketika Kami berfirman kepada malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam; maka mereka sujudlah melainkan iblis; dia berkata: Patutkah aku sujud kepada (makhluk) yang Engkau jadikan dari tanah (yang di adun)?
Dia berkata lagi: Khabarkanlah kepadaku, inikah orangnya yang Engkau muliakan mengatasiku? Jika Engkau beri tempoh kepadaku hingga hari kiamat, tentulah aku akan memancing menyesatkan zuriat keturunannya, kecuali sedikit (di antaranya).
Allah berfirman (kepada iblis): Pergilah (lakukanlah apa yang engkau rancangkan)! Kemudian siapa yang menurutmu di antara mereka, maka sesungguhnya Neraka Jahanamlah balasan kamu semua, sebagai balasan yang cukup.
Dan desak serta pujuklah sesiapa yang engkau dapat memujuknya dengan suaramu; dan kerahlah penyokong-penyokongmu yang berkuda serta yang berjalan kaki untuk mengalahkan mereka dan turut campurlah dengan mereka dalam menguruskan harta-benda dan anak-anak (mereka) dan janjikanlah mereka (dengan janji-janjimu). Padahal tidak ada yang dijanjikan oleh Syaitan itu melainkan tipu daya semata-mata.
Sesungguhnya hamba-hambaKu (yang beriman dengan ikhlas), tiadalah engkau (hai iblis) mempunyai sebarang kuasa terhadap mereka (untuk menyesatkannya); cukuplah Tuhanmu (wahai Muhammad) menjadi Pelindung (bagi mereka).
Tuhan kamulah yang menjalankan untuk kamu kapal-kapal di laut, supaya kamu dapat mencari rezeki dari limpah kurniaNya; sesungguhnya Dia adalah Maha Mengasihani kepada kamu.
Dan apabila kamu terkena bahaya di laut, (pada saat itu) hilang lenyaplah (dari ingatan kamu) makhluk-makhluk yang kamu seru selain dari Allah; maka apabila Allah selamatkan kamu ke darat, kamu berpaling tadah (tidak mengingatiNya); dan memanglah manusia itu sentiasa kufur (akan nikmat-nikmat Allah).
Adakah kamu (sesudah diselamatkan ke darat) merasa aman (dan tidak memikirkan), bahawa Allah akan menggempakan sebahagian dari daratan itu menimbus kamu atau dia akan menghantarkan kepada kamu angin ribut yang menghujani kamu dengan batu; kemudian kamu tidak beroleh sesiapapun yang menjadi pelindung kamu?
Atau adakah kamu merasa aman (dan tidak memikirkan) bahawa Allah akan mengembalikan kamu sekali lagi ke laut, kemudian Dia menghantarkan kepada kamu angin ribut yang memecah belahkan segala yang dirempuhnya, lalu Dia mengaramkan kamu dengan sebab kekufuran kamu; kemudian kamu tidak beroleh sesiapapun yang boleh menuntut bela tentang itu terhadap Kami?
Dan sesungguhnya Kami telah memuliakan anak-anak Adam dan Kami telah beri mereka menggunakan berbagai-bagai kenderaan di darat dan di laut dan Kami telah memberikan rezeki kepada mereka dari benda-benda yang baik-baik serta Kami telah lebihkan mereka dengan selebih-lebihnya atas banyak makhluk-makhluk yang telah Kami ciptakan.
(Ingatlah) hari Kami menyeru tiap-tiap kumpulan manusia dengan nama imamnya; kemudian sesiapa diberikan Kitabnya di tangan kanannya, maka mereka itu akan membacanya (dengan sukacita) dan mereka tidak dikurangkan (pahala amal-amalnya yang baik) sedikitpun.
Dan (sebaliknya) sesiapa yang berada di dunia ini (dalam keadaan) buta (mata hatinya) maka dia juga buta di akhirat dan lebih sesat lagi jalannya.
Dan sesungguhnya nyaris-nyaris mereka dapat memesongkanmu (wahai Muhammad) dari apa yang Kami telah wahyukan kepadamu, supaya engkau ada-adakan atas nama Kami perkara yang lainnya dan (kalau engkau melakukan yang demikian) barulah mereka menjadikan engkau sahabat karibnya.
Dan kalaulah tidak Kami menetapkan engkau (berpegang teguh kepada kebenaran), tentulah engkau sudah mendekati dengan menyetujui sedikit kepada kehendak mereka.
Jika (engkau melakukan yang) demikian, tentulah Kami akan merasakanmu kesengsaraan yang berganda semasa hidup dan kesengsaraan yang berganda juga semasa mati; kemudian engkau tidak beroleh seseorang penolong pun terhadap hukuman Kami.
Dan sesungguhnya mereka hampir-hampir berjaya mengganggumu daripada tinggal aman di bumi (Mekah) dengan tujuan mereka dapat mengusirmu dari negeri itu; dan jika berlaku demikian, maka mereka tidak akan tinggal di situ sesudahmu melainkan sedikit masa sahaja.
(Demikianlah) peraturan (Kami yang tetap mengenai) orang-orang yang telah Kami utuskan sebelummu dari Rasul-rasul Kami dan engkau tidak akan dapati sebarang perubahan bagi peraturan Kami yang tetap itu.
Dirikanlah olehmu sembahyang ketika gelincir matahari hingga waktu gelap malam, dan (dirikanlah) sembahyang Subuh sesungguhnya sembahyang Subuh itu adalah disaksikan (keistimewaannya).
Dan bangunlah pada sebahagian dari waktu malam serta kerjakanlah sembahyang tahajud padanya, sebagai sembahyang tambahan bagimu; semoga Tuhanmu membangkit dan menempatkanmu pada hari akhirat di tempat yang terpuji.
Dan pohonkanlah (wahai Muhammad, dengan berdoa): Wahai Tuhanku! Masukkanlah daku ke dalam urusan agamaku dengan kemasukan yang benar lagi mulia, serta keluarkanlah daku daripadanya dengan cara keluar yang benar lagi mulia dan berikanlah kepadaku dari sisiMu hujah keterangan serta kekuasaan yang menolongku,
Dan katakanlah: Telah datang kebenaran (Islam) dan hilang lenyaplah perkara yang salah (kufur dan syirik); sesungguhnya yang salah itu sememangnya satu perkara yang tetap lenyap.
Dan Kami turunkan dengan beransur-ansur dari Al-Quran Ayat-ayat Suci yang menjadi ubat penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman kepadanya dan (sebaliknya) Al-Quran tidak menambahkan orang-orang yang zalim (disebabkan keingkaran mereka) melainkan kerugian jua.
Dan apabila Kami kurniakan nikmat kepada manusia, berpalinglah dia serta menjauhkan diri (dari bersyukur) dan apabila dia merasai kesusahan, jadilah dia berputus asa.
Katakanlah (wahai Muhammad): Tiap-tiap seorang beramal menurut pembawaan jiwanya sendiri; maka Tuhan kamu lebih mengetahui siapakah (di antara kamu) yang lebih betul jalannya.
Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakan: Roh itu dari perkara urusan Tuhanku dan kamu tidak diberikan ilmu pengetahuan melainkan sedikit sahaja.
Dan sesungguhnya jika Kami kehendaki, tentulah Kami akan hapuskan apa yang Kami telah wahyukan kepadamu, kemudian engkau tidak akan beroleh sebarang pembela terhadap Kami untuk mengembalikannya.
(Tetapi kekalnya Al-Quran itu) hanyalah sebagai rahmat dari Tuhanmu; sesungguhnya limpah kurnianya kepadamu (wahai Muhammad) amatlah besar.
Katakanlah (wahai Muhammad): Sesungguhnya jika sekalian manusia dan jin berhimpun dengan tujuan hendak membuat dan mendatangkan sebanding dengan Al-Quran ini, mereka tidak akan dapat membuat dan mendatangkan yang sebanding dengannya, walaupun mereka bantu-membantu sesama sendiri.
Dan sesungguhnya Kami telah menerangkan berulang-ulang kepada manusia, di dalam Al-Quran ini, dengan berbagai-bagai contoh perbandingan (yang mendatangkan iktibar); dalam pada itu, kebanyakan manusia tidak mahu menerima selain dari kekufuran.
Dan mereka berkata: Kami tidak sekali-kali akan beriman kepadamu (wahai Muhammad), sehingga engkau memancarkan mata air dari bumi, bagi Kami.
Atau (sehingga) engkau mempunyai kebun dari pohon-pohon tamar dan anggur, kemudian engkau mengalirkan sungai-sungai dari celah-celahnya dengan aliran yang terpancar terus-menerus.
Atau (sehingga) engkau gugurkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana yang engkau katakan (akan berlaku); atau (sehingga) engkau bawakan Allah dan malaikat untuk kami menyaksikannya.
Atau (sehingga) engkau mempunyai sebuah rumah terhias dari emas; atau (sehingga) engkau naik ke langit dan kami tidak sekali-kali akan percaya tentang kenaikanmu ke langit sebelum engkau turunkan kepada kami sebuah kitab yang dapat kami membacanya. Katakanlah (wahai Muhammad): Maha Suci Tuhanku! Bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi Rasul?.
Dan tiadalah yang menghalang orang-orang musyrik itu dari beriman ketika datang kepada mereka hidayat petunjuk, melainkan (keingkaran mereka tentang manusia menjadi Rasul, sehingga) mereka berkata dengan hairan: Patutkah Allah mengutus seorang manusia menjadi Rasul?
Katakanlah (wahai Muhammad): Kalau ada di bumi, malaikat yang berjalan serta tinggal mendiaminya, tentulah kami akan turunkan kepada mereka dari langit, malaikat yang menjadi rasul.
Katakanlah lagi: Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dengan kamu; sesungguhnya adalah Dia Amat Mendalam pengetahuanNya, lagi Amat Melihat akan keadaan hamba-hambaNya.
Dan sesiapa yang diberi hidayat petunjuk oleh Allah maka dialah yang sebenar-benarnya berjaya mencapai kebahagiaan dan sesiapa yang disesatkanNya maka engkau tidak sekali-kali akan mendapati bagi mereka, penolong-penolong yang lain daripadaNya. Dan Kami akan himpunkan mereka pada hari kiamat (dengan menyeret mereka masing-masing) atas mukanya, dalam keadaan buta, bisu dan pekak; tempat kediaman mereka: Neraka Jahanam; tiap-tiap kali malap julangan apinya, Kami tambahi mereka dengan api yang menjulang-julang.
Balasan mereka yang sedemikian, ialah kerana mereka kufur ingkarkan ayat-ayat Kami dan mereka berkata: Adakah sesudah Kami menjadi tulang dan benda yang reput, adakah Kami akan dibangkitkan semula dalam kejadian yang baru?
Tidakkah mereka mahu memikirkan dan meyakini bahawa Allah yang menciptakan langit dan bumi, berkuasa menciptakan orang-orang yang seperti mereka (dalam bentuk yang baru), padahal Dia telahpun menentukan bagi mereka tempoh yang tidak ada syak padanya?. Dalam pada itu, orang-orang yang zalim enggan menerima melainkan kekufuran.
Katakanlah (wahai Muhammad): Jika kamu memiliki perbendaharaan rahmat Tuhanku pada ketika itu tentulah kamu akan berlaku bakhil kedekut kerana takut kehabisan; dan sememangnya manusia itu bertabiat bakhil kedekut.
Dan sesungguhnya Kami telah memberi kepada Nabi Musa sembilan mukjizat yang jelas nyata (membuktikan kebenarannya); maka bertanyalah (wahai Muhammad) kepada Bani Israil (tentang itu): Ketika Nabi Musa datang kepada Firaun dan kaumnya (serta menunjukkan mukjizatnya), lalu berkatalah Firaun kepadanya: Sesungguhnya aku fikir, engkau ini wahai Musa, seorang yang terkena sihir
Nabi Musa menjawab: Sebenarnya engkau (hai Firaun) telah pun mengetahui: Tiadalah yang menurunkan mukjizat-mukjizat ini melainkan Tuhan yang mencipta dan mentadbirkan langit dan bumi, sebagai bukti-bukti yang menerangkan kebenaran dan sebenarnya aku fikir, engkau hai Firaun, akan binasa.
Maka Firaun pun berkira hendak mengusir mereka dari bumi (Mesir) lalu Kami tenggelamkan dia bersama-sama pengikut-pengikutnya seluruhnya.
Dan Kami katakan kepada Bani Israil, sesudah Firaun (dibinasakan): Tinggallah kamu di negeri itu kemudian apabila datang tempoh hari akhirat, Kami datangkan kamu (ke Padang Mahsyar) dengan bercampur-aduk.
Dan dengan cara yang sungguh layak serta berhikmat Kami turunkan Al-Quran dan dengan meliputi segala kebenaran ia diturunkan dan tiadalah Kami mengutusmu (wahai Muhammad) melainkan sebagai pembawa berita gembira (bagi orang-orang yang beriman) dan pembawa amaran (kepada orang-orang yang ingkar).
Dan Al-Quran itu Kami bahagi-bahagikan supaya engkau membacakannya kepada manusia dengan lambat tenang dan Kami menurunkannya beransur-ansur.
Katakanlah (wahai Muhammad kepada orang-orang yang ingkar itu): Samada kamu beriman kepada Al-Quran atau kamu tiada beriman, (tidaklah menjadi hal); kerana sesungguhnya orang-orang yang diberi ilmu sebelum itu apabila dibacakan Al-Quran kepada mereka, mereka segera tunduk sujud (dalam keadaan hiba dan khusyuk);
Serta mereka menegaskan (dalam sujudnya): Maha Suci Tuhan kami! Sesungguhnya janji Tuhan kami tetap terlaksana.
Dan mereka segera tunduk sujud itu sambil menangis, sedang Al-Quran menambahkan mereka khusyuk.
Katakanlah (wahai Muhammad): Serulah nama "Allah" atau nama "Ar-Rahman", yang mana sahaja kamu serukan (dari kedua-dua nama itu adalah baik belaka); kerana Allah mempunyai banyak nama-nama yang baik serta mulia dan janganlah engkau nyaringkan bacaan doa atau sembahyangmu, juga janganlah engkau perlahankannya, dan gunakanlah sahaja satu cara yang sederhana antara itu.
Dan katakanlah: Segala puji tertentu bagi Allah yang tiada mempunyai anak, dan tiada bagiNya sekutu dalam urusan kerajaanNya dan tiada bagiNya penolong disebabkan sesuatu kelemahanNya dan hendaklah engkau membesarkan serta memuliakanNya dengan bersungguh-sungguh!
Segala puji tertentu bagi Allah yang telah menurunkan kepada hambaNya (Muhammad), Kitab suci Al-Quran dan tidak menjadikan padanya sesuatu yang bengkok (terpesong):
(Bahkan keadaannya) tetap benar lagi menjadi pengawas turunnya Al-Quran untuk memberi amaran (kepada orang-orang yang ingkar) dengan azab yang seberat-beratnya dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal-amal soleh, bahawa mereka akan beroleh balasan yang baik.
Mereka tinggal tetap dalam (balasan yang baik) itu selama-lamanya.
Dan juga Al-Quran itu memberi amaran kepada orang-orang yang berkata: Allah mempunyai anak.
(Sebenarnya) mereka tiada mempunyai sebarang pengetahuan mengenainya dan tiada juga bagi datuk nenek mereka; besar sungguh perkataan syirik yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan perkara yang dusta.
Maka jangan-jangan pula engkau (wahai Muhammad), membinasakan dirimu disebabkan menanggung dukacita terhadap kesan-kesan perbuatan buruk mereka, jika mereka enggan beriman kepada keterangan Al-Quran ini.
Sesungguhnya Kami telah jadikan apa yang ada di muka bumi sebagai perhiasan baginya, kerana kami hendak menguji mereka, siapakah di antaranya yang lebih baik amalnya.
Dan sesungguhnya Kami akan jadikan apa yang ada di bumi itu (punah-ranah) sebagai tanah yang tandus.
Adakah engkau menyangka (wahai Muhammad), bahawa kisah "Ashaabul Kahfi" dan "Ar-Raqiim" itu sahaja yang menakjubkan di antara tanda-tanda yang membuktikan kekuasaan Kami?
(Ingatkanlah peristiwa) ketika serombongan orang-orang muda pergi ke gua, lalu mereka berdoa: Wahai Tuhan kami! Kurniakanlah kami rahmat dari sisiMu dan berilah kemudahan-kemudahan serta pimpinan kepada kami untuk keselamatan agama kami.
Lalu Kami tidurkan mereka dengan nyenyaknya dalam gua itu, bertahun-tahun, yang banyak bilangannya.
Kemudian Kami bangkitkan mereka (dari tidurnya), untuk Kami menguji siapakah dari dua golongan di antara mereka yang lebih tepat kiraannya, tentang lamanya mereka hidup (dalam gua itu).
Kami ceritakan kepadamu (wahai Muhammad) perihal mereka dengan benar; sesungguhnya mereka itu orang-orang muda yang beriman kepada Tuhan mereka dan kami tambahi mereka dengan hidayat petunjuk.
Dan Kami kuatkan hati mereka (dengan kesabaran dan keberanian), semasa mereka bangun (menegaskan tauhid) lalu berkata: Tuhan kami ialah Tuhan yang mencipta dan mentadbirkan langit dan bumi; kami tidak sekali-kali akan menyembah Tuhan yang lain dari padanya; jika kami menyembah yang lainnya bermakna kami memperkatakan dan mengakui sesuatu yang jauh dari kebenaran.
(Mereka berkata pula sesama sendiri): Kaum kita itu, menyembah beberapa tuhan yang lain dari Allah; sepatutnya mereka mengemukakan keterangan yang nyata yang membuktikan ketuhanan makhluk-makhluk yang mereka sembah itu? (Tetapi mereka tidak dapat berbuat demikian); Maka tidak ada yang lebih zalim dari orang-orang yang berdusta terhadap Allah.
Dan oleh kerana kamu telah mengasingkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah yang lain dari Allah, maka pergilah kamu berlindung di gua itu, supaya Tuhan kamu melimpahkan dari rahmatnya kepada kamu dan menyediakan kemudahan-kemudahan untuk (menjayakan) urusan kamu dengan memberikan bantuan yang berguna.
Dan engkau akan melihat matahari ketika terbit, cenderung ke kanan dari gua mereka dan apabila ia terbenam, meninggalkan mereka ke arah kiri, sedang mereka berada dalam satu lapangan gua itu. Yang demikian ialah dari tanda-tanda (yang membuktikan kekuasaan) Allah. Sesiapa yang diberi hidayat petunjuk oleh Allah, maka dialah yang berjaya mencapai kebahagiaan dan sesiapa yang disesatkanNya maka engkau tidak sekali-kali akan beroleh sebarang penolong yang dapat menunjukkan (jalan yang benar) kepadanya.
Dan engkau sangka mereka sedar, padahal mereka tidur dan Kami balik-balikkan mereka dalam tidurnya ke sebelah kanan dan ke sebelah kiri; sedang anjing mereka menghulurkan dua kaki depannya dekat pintu gua; jika engkau melihat mereka, tentulah engkau akan berpaling melarikan diri dari mereka dan tentulah engkau akan merasa sepenuh-penuh gerun takut kepada mereka.
Dan demikianlah pula Kami bangkitkan mereka (dari tidurnya), supaya mereka bertanya-tanyaan sesama sendiri. Salah seorang di antaranya bertanya: Berapa lama kamu tidur? (sebahagian dari) mereka menjawab: Kita telah tidur selama sehari atau sebahagian dari sehari. (Sebahagian lagi dari) mereka berkata: Tuhan kamu lebih menengetahui tentang lamanya kamu tidur; sekarang utuslah salah seorang dari kamu, membawa wang perak kamu ini ke bandar; kemudian biarlah dia mencari dan memilih mana-mana jenis makanan yang lebih baik lagi halal (yang dijual di situ); kemudian hendaklah dia membawa untuk kamu sedikit habuan daripadanya; dan hendaklah dia berlemah-lembut dengan bersungguh-sungguh (semasa di bandar); dan janganlah dia melakukan sesuatu yang menyebabkan sesiapapun menyedari akan hal kamu.
Sesungguhnya, kalaulah mereka mengetahui hal kamu, tentulah mereka akan merejam dengan membunuh kamu atau mereka akan mengembalikan kamu kepada agama mereka (secara paksa) dan jika berlaku demikian, kamu tidak sekali-kali akan berjaya selama-lamanya.
Dan demikianlah Kami dedahkan hal mereka kepada orang ramai supaya orang-orang itu mengetahui bahawa janji Allah menghidupkan semula orang mati adalah benar, dan bahawa hari kiamat itu tidak ada sebarang syak padanya; pendedahan itu berlaku semasa orang-orang itu berbantahan sesama sendiri mengenai perkara hidupnya semula orang mati. Setelah itu maka (sebahagian dari) mereka berkata: Dirikanlah sebuah bangunan di sisi gua mereka, Allah jualah yang mengetahui akan hal ehwal mereka. orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka (pihak raja) pula berkata: Sebenarnya kami hendak membina sebuah masjid di sisi gua mereka.
(Sebahagian dari) mereka akan berkata: Bilangan Ashaabul Kahfi itu tiga orang, yang keempatnya ialah anjing mereka dan setengahnya pula berkata: Bilangan mereka lima orang, yang keenamnya ialah anjing mereka secara meraba-raba dalam gelap akan sesuatu yang tidak diketahui dan setengahnya yang lain berkata: Bilangan mereka tujuh orang dan yang kelapannya ialah anjing mereka. Katakanlah (wahai Muhammad): Tuhanku lebih mengetahui akan bilangan mereka, tiada yang mengetahui bilangannya melainkan sedikit. Oleh itu, janganlah engkau berbahas dengan sesiapapun mengenai mereka melainkan dengan bahasan (secara sederhana) yang nyata (keterangannya di dalam Al-Quran) dan janganlah engkau meminta penjelasan mengenai hal mereka kepada seseorangpun dari golongan (yang membincangkannya).
Dan janganlah engkau berkata mengenai sesuatu (yang hendak dikerjakan): Bahawa aku akan lakukan yang demikian itu, kemudian nanti.
Melainkan (hendaklah disertakan dengan berkata): Insya Allah dan ingatlah serta sebutlah akan Tuhanmu jika engkau lupa dan katakanlah: Mudah-mudahan Tuhanku memimpinku ke jalan petunjuk yang lebih dekat dan lebih terang dari ini.
Dan mereka telah tinggal tidur dalam gua mereka: Tiga ratus tahun dengan kiraan Ahli Kitab) dan sembilan lagi (dengan kiraan kamu).
Katakanlah (wahai Muhammad): Allah jua yang mengetahui tentang masa mereka tidur; bagiNyalah tertentu ilmu pengetahuan segala rahsia langit dan bumi; terang sungguh penglihatanNya dan jelas sungguh pendengaranNya (terhadap segala-galanya)! Tidak ada bagi penduduk langit dan bumi pengurus selain daripadaNya dan Dia tidak menjadikan sesiapapun masuk campur dalam hukumNya.
Dan baca serta turutlah apa yang diwahyukan kepadamu dari kitab Tuhanmu; tiada sesiapa yang dapat mengubah kalimah-kalimahNya dan engkau tidak sekali-kali akan mendapat tempat perlindungan selain daripadaNya.
Dan jadikanlah dirimu sentiasa berdamping rapat dengan orang-orang yang beribadat kepada Tuhan mereka pada waktu pagi dan petang, yang mengharapkan keredaan Allah semata-mata dan janganlah engkau memalingkan pandanganmu daripada mereka hanya kerana engkau mahukan kesenangan hidup di dunia dan janganlah engkau mematuhi orang yang Kami ketahui hatinya lalai daripada mengingati dan mematuhi pengajaran Kami di dalam Al-Quran, serta dia menurut hawa nafsunya dan tingkah-lakunya pula adalah melampaui kebenaran.
Dan katakanlah (wahai Muhammad): Kebenaran itu ialah yang datang dari Tuhan kamu, maka sesiapa yang mahu beriman, hendaklah dia beriman dan sesiapa yang mahu kufur ingkar, biarlah dia mengingkarinya. Kerana Kami telah menyediakan bagi orang-orang yang berlaku zalim itu api Neraka, yang meliputi mereka laksana khemah; dan jika mereka meminta pertolongan kerana dahaga, mereka diberi pertolongan dengan air yang seperti tembaga cair yang membakar muka; amatlah buruknya minuman itu dan amatlah buruknya Neraka sebagai tempat bersenang-senang.
Sebenarnya orang-orang yang beriman dan beramal soleh sudah tetap Kami tidak akan menghilangkan pahala orang-orang yang berusaha memperbaiki amalnya.
Mereka itu, disediakan baginya Syurga yang kekal, yang mengalir di bawahnya beberapa sungai; mereka dihiaskan di dalamnya dengan gelang-gelang tangan emas dan memakai pakaian hijau dari sutera yang nipis dan sutera tebal yang bersulam; mereka berehat di dalamnya dengan berbaring di atas pelamin-pelamin (yang berhias). Demikian itulah balasan yang sebaik-baiknya dan demikian itulah Syurga tempat berehat yang semolek-moleknya.
Dan berikanlah kepada mereka satu contoh: Dua orang lelaki, Kami adakan bagi salah seorang di antaranya, dua buah kebun anggur dan Kami kelilingi kebun-kebun itu dengan pohon-pohon tamar, serta Kami jadikan di antara keduanya, jenis-jenis tanaman yang lain.
Kedua-dua kebun itu mengeluarkan hasilnya dan tiada mengurangi sedikitpun dari hasil itu dan kami juga mengalirkan di antara keduanya sebatang sungai.
Tuan kebun itu pula ada mempunyai harta (yang lain); lalu berkatalah dia kepada rakannya, semasa dia berbincang dengannya: Aku lebih banyak harta daripadamu, dan lebih berpengaruh dengan pengikut-pengikutku yang ramai.
Dan dia pun masuk ke kebunnya (bersama-sama rakannya), sedang dia berlaku zalim kepada dirinya sendiri (dengan sebab kufurnya), sambil dia berkata: Aku tidak fikir, kebun ini akan binasa selama-lamanya.
Dan aku tidak fikir, hari kiamat akan berlaku dan kalaulah aku dikembalikan kepada Tuhanku (sebagaimana kepercayaanmu), tentulah aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik daripada ini.
berkatalah rakannya kepadanya, semasa dia berbincang dengannya: Patutkah engkau kufur ingkar kepada Allah yang menciptakan engkau dari tanah, kemudian dari air benih, kemudian Dia membentukmu dengan sempurna sebagai seorang lelaki?
Tetapi aku sendiri percaya dan yakin dengan sepenuhnya bahawa Dialah Allah, Tuhanku dan aku tidak sekutukan sesuatu pun dengan Tuhanku.
Dan sepatutnya semasa engkau masuk ke kebunmu, berkata: (Semuanya ialah barang yang dikehendaki Allah)! (tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah)? Kalau engkau memandang aku sangat kurang tentang harta dan anak berbanding denganmu.
Maka mudah-mudahan Tuhanku akan mengurniakan daku lebih baik daripada kebunmu, dan (aku bimbang) Dia akan menimpakannya dengan bala, bencana dari langit, sehinggalah menjadilah kebunmu itu tanah yang licin tandus.
Ataupun air kebun itu akan menjadi kering ditelan bumi, maka dengan yang demikian, engkau tidak akan dapat mencarinya lagi.
Dan segala tanaman serta hartabendanya itupun dibinasakan, lalu jadilah dia membalik-balikkan kedua tapak tangannya (kerana menyesal) terhadap segala perbelanjaan yang telah dibelanjakannya pada kebun-kebunnya, sedang kebun-kebun itu runtuh junjung-junjung tanamannya; sambil dia berkata: Alangkah baiknya kalau aku tidak sekutukan sesuatupun dengan Tuhanku!
Dan dia tidak mendapat sebarang golongan yang boleh menolongnya, selain dari Allah dan dia pula tidak dapat membela dirinya sendiri.
Pada saat yang sedemikian itu kekuasaan memberi pertolongan hanya tertentu bagi Allah, Tuhan yang sebenar-benarnya; Dialah sebaik-baik pemberi pahala, dan sebaik-baik pemberi kesudahan yang berbahagia (kepada hamba-hambaNya yang taat).
Dan kemukakanlah kepada mereka misal perbandingan: Kehidupan dunia ini samalah seperti air yang Kami turunkan dari langit, lalu bercampur aduklah tanaman di bumi antara satu sama lain (dan kembang suburlah ia) disebabkan air itu; kemudian menjadilah ia kering hancur ditiup angin dan (ingatlah) adalah Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.
Harta benda dan anak pinak itu, ialah perhiasan hidup di dunia dan amal-amal soleh yang kekal faedahnya itu lebih baik pada sisi Tuhanmu sebagai pahala balasan, dan lebih baik sebagai asas yang memberi harapan.
Dan (ingatkanlah) hari Kami bongkar dan terbangkan gunung-ganang dan engkau akan melihat (seluruh) muka bumi terdedah nyata dan Kami himpunkan mereka (di padang Mahsyar) sehingga Kami tidak akan tinggalkan seorangpun dari mereka.
Dan mereka tetap akan dibawa mengadap Tuhanmu dengan berbaris teratur, (sambil dikatakan kepada mereka): Kamu sekarang telah datang kepada Kami (berseorangan) sebagaimana Kami telah jadikan kamu pada mulanya; bahkan kamu dahulu menyangka, bahawa kami tidak akan menjadikan bagi kamu masa yang tertentu (untuk melaksanakan apa yang Kami telah janjikan).
Dan Kitab-kitab Amal juga tetap akan dibentangkan, maka engkau akan melihat orang-orang yang berdosa itu, merasa takut akan apa yang tersurat di dalamnya dan mereka akan berkata: Aduhai celakanya kami, mengapa kitab ini demikian keadaannya? Ia tidak meninggalkan yang kecil atau yang besar, melainkan semua dihitungnya dan mereka dapati segala yang mereka kerjakan itu sedia (tertulis di dalamnya) dan (ingatlah) Tuhanmu tidak berlaku zalim kepada seseorangpun.
Dan (ingatkanlah peristiwa) ketika Kami berfirman kepada malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam; lalu mereka sujud melainkan iblis; dia adalah berasal dari golongan jin, lalu dia menderhaka terhadap perintah Tuhannya. Oleh itu, patutkah kamu hendak menjadikan iblis dan keturunannya sebagai sahabat-sahabat karib yang menjadi pemimpin selain daripadaku? Sedang mereka itu ialah musuh bagi kamu. Amatlah buruknya bagi orang-orang yang zalim: Pengganti yang mereka pilih itu.
Aku tidak memanggil mereka menyaksi atau membantuKu menciptakan langit dan bumi, dan tidak juga meminta bantuan setengahnya untuk menciptakan setengahnya yang lain dan tidak sepatutnya Aku mengambil makhluk-makhluk yang menyesatkan itu sebagai pembantu.
Dan (ingatkanlah) masa Allah berfirman: Panggillah sekutu-sekutuKu yang kamu katakan itu (untuk menolong kamu); lalu mereka memanggilnya, tetapi sia-sia sahaja, kerana makhluk-makhluk itu tidak menyahut seruan mereka dan kami jadikan untuk mereka bersama sebuah tempat azab yang membinasakan.
Dan orang-orang yang berdosa itu tetap akan melihat Neraka, maka yakinlah mereka, bahawa mereka akan jatuh ke dalamnya dan mereka tidak akan mendapati sebarang jalan untuk mengelakkan diri daripadanya.
Dan demi sesungguhnya Kami telah huraikan dengan berbagai-bagai cara di dalam Al-Quran ini untuk umat manusia, dari segala jenis contoh bandingan dan sememangnya manusia itu, sejenis makhluk yang banyak sekali bantahannya.
Dan tiada yang menghalang manusia daripada beriman, ketika datang petunjuk Al-Quran kepada mereka dan daripada memohon ampun kepada Tuhan mereka, melainkan (kerana kedegilan mereka dan kerana mereka) menunggu didatangi azab yang memusnahkan yang telah menimpa orang-orang dahulu atau di datangi azab yang dilihat dan dihadapi.
Dan tidak Kami mengutus Rasul-rasul, melainkan sebagai pemberi berita gembira dan pemberi amaran dan orang-orang yang kafir membantah dengan alasan yang salah untuk menghapuskan kebenaran dengan bantahan itu dan mereka jadikan ayat-ayatku, dan amaran yang diberikan kepada mereka sebagai ejek-ejekan.
Dan tidaklah ada yang lebih zalim daripada orang yang diberi ingat dengan ayat-ayat Tuhannya, lalu dia berpaling daripadanya dan lupa akan apa yang telah dilakukan oleh kedua tangannya; sesungguhnya (disebabkan bawaan mereka yang buruk itu) Kami jadikan tutupan berlapis-lapis atas hati mereka, menghalang mereka daripada memahaminya dan (Kami jadikan) pada telinga mereka penyumbat (yang menyebabkan mereka pekak) dan jika engkau menyeru mereka kepada petunjuk, maka dengan keadaan yang demikian, mereka tidak sekali-kali akan beroleh hidayat petunjuk selama-lamanya.
Dan Tuhanmu Maha Pengampun, lagi melimpah-limpah rahmatnya. Jika Dia mahu menyeksa mereka (di dunia) disebabkan apa yang mereka telah usahakan, tentulah Dia akan menyegerakan azab itu menimpa mereka; (tetapi Dia tidak berbuat demikian) bahkan ditentukan bagi mereka satu masa yang mereka tidak sekali-kali akan dapat sebarang tempat perlindungan, yang lain daripadanya.
Dan penduduk negeri-negeri (yang derhaka) itu Kami telah binasakan ketika mereka melakukan kezaliman dan Kami telah tetapkan satu masa yang tertentu bagi kebinasaan mereka.
Dan (ingatkanlah peristiwa) ketika Nabi Musa berkata kepada temannya: Aku tidak akan berhenti berjalan sehingga aku sampai di tempat pertemuan dua laut itu atau aku berjalan terus bertahun-tahun.
Maka apabila mereka berdua sampai ke tempat pertemuan dua laut itu, lupalah mereka akan hal ikan mereka, lalu ikan itu menggelongsor menempuh jalannya di laut, yang merupakan lorong di bawah tanah.
Setelah mereka melampaui (tempat itu), berkatalah Nabi Musa kepada temannya: Bawalah makan tengah hari kita sebenarnya kita telah mengalami penat lelah dalam perjalanan kita ini.
Temannya berkata: Tahukah apa yang telah terjadi ketika kita berehat di batu besar itu? Sebenarnya aku lupakan hal ikan itu dan tiadalah yang menyebabkan aku lupa daripada menyebutkan halnya kepadamu melainkan Syaitan dan ikan itu telah menggelongsor menempuh jalannya di laut, dengan cara yang menakjubkan.
Nabi Musa berkata: Itulah yang kita kehendaki; merekapun balik semula ke situ, dengan menurut jejak mereka.
Lalu mereka dapati seorang dari hamba-hamba Kami yang telah kami kurniakan kepadanya rahmat dari Kami dan Kami telah mengajarnya sejenis ilmu; dari sisi Kami.
Nabi Musa berkata kepadanya: Bolehkah aku mengikutmu, dengan syarat engkau mengajarku dari apa yang telah diajarkan oleh Allah kepadamu, ilmu yang menjadi petunjuk bagiku?
Dia menjawab: Sesungguhnya engkau (wahai Musa), tidak sekali-kali akan dapat bersabar bersamaku.
Dan bagaimana engkau akan sabar terhadap perkara yang engkau tidak mengetahuinya secara meliputi?
Nabi Musa berkata: Engkau akan dapati aku, Insya Allah: Orang yang sabar; dan aku tidak akan membantah sebarang perintahmu.
Dia menjawab: Sekiranya engkau mengikutku, maka janganlah engkau bertanya kepadaku akan sesuatupun sehingga aku ceritakan halnya kepadamu.
Lalu berjalanlah keduanya sehingga apabila mereka naik ke sebuah perahu, dia membocorkannya. Nabi Musa berkata: Patutkah engkau membocorkannya sedang akibat perbuatan itu menenggelamkan penumpang-penumpangnya? Sesungguhnya engkau telah melakukan satu perkara yang besar.
Dia menjawab: Bukankah aku telah katakan, bahawa engkau tidak sekali-kali akan dapat bersabar bersamaku?
Nabi Musa berkata: Janganlah engkau marah akan daku disebabkan aku lupa (akan syaratmu) dan janganlah engkau memberati daku dengan sebarang kesukaran dalam urusanku (menuntut ilmu).
Kemudian keduanya berjalan lagi sehingga apabila mereka bertemu dengan seorang pemuda lalu dia membunuhnya. Nabi Musa berkata Patutkah engkau membunuh satu jiwa yang bersih, yang tidak berdosa membunuh orang? Sesungguhnya engkau telah melakukan satu perbuatan yang mungkar!
Dia menjawab: Bukankah, aku telah katakan kepadamu, bahawa engkau tidak sekali-kali akan dapat bersabar bersamaku?
Nabi Musa berkata: Jika aku bertanya kepadamu tentang sebarang perkara sesudah ini, maka janganlah engkau jadikan daku sahabatmu lagi; sesungguhnya engkau telah cukup mendapat alasan-alasan berbuat demikian disebabkan pertanyaan-pertanyaan dan bantahanku.
Kemudian keduanya berjalan lagi, sehingga apabila mereka sampai kepada penduduk sebuah bandar, mereka meminta makan kepada orang-orang di situ, lalu orang-orang itu enggan menjamu mereka. Kemudian mereka dapati di situ sebuah tembok yang hendak runtuh, lalu dia membinanya. Nabi Musa berkata: Jika engkau mahu, tentulah engkau berhak mengambil upah mengenainya!
Dia menjawab: Inilah masanya perpisahan antaraku denganmu, aku akan terangkan kepadamu maksud (kejadian-kejadian yang dimusykilkan) yang engkau tidak dapat bersabar mengenainya.
Adapun perahu itu adalah ia dipunyai oleh orang-orang miskin yang bekerja di laut; oleh itu, aku bocorkan dengan tujuan hendak mencacatkannya, kerana di belakang mereka nanti ada seorang raja yang merampas tiap-tiap sebuah perahu yang tidak cacat.
Adapun pemuda itu, kedua ibu bapanya adalah orang-orang yang beriman, maka kami bimbang bahawa dia akan mendesak mereka melakukan perbuatan yang zalim dan kufur.
Oleh itu, kami ingin dan berharap, supaya Tuhan mereka gantikan bagi mereka anak yang lebih baik daripadanya tentang kebersihan jiwa dan lebih mesra kasih sayangnya.
Adapun tembok itu pula, adalah ia dipunyai oleh dua orang anak yatim di bandar itu dan di bawahnya ada harta terpendam kepuyaan mereka dan bapa mereka pula adalah orang yang soleh. Maka Tuhanmu menghendaki supaya mereka cukup umur dan dapat mengeluarkan harta mereka yang terpendam itu, sebagai satu rahmat dari Tuhanmu (kepada mereka) dan (ingatlah) aku tidak melakukannya menurut fikiranku sendiri. Demikianlah penjelasan tentang maksud dan tujuan perkara-perkara yang engkau tidak dapat bersabar mengenainya.
Dan mereka bertanya kepadamu (wahai Muhammad), mengenai Zulkarnain. Katakanlah: Aku akan bacakan kepada kamu (wahyu dari Allah yang menerangkan) sedikit tentang perihalnya.
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadanya kekuasaan memerintah di bumi dan Kami beri kepadanya jalan bagi menjayakan tiap-tiap sesuatu yang diperlukannya.
Lalu dia menurut jalan (yang menyampaikan maksudnya).
Sehingga apabila dia sampai ke daerah matahari terbenam, dia mendapatinya terbenam di sebuah mata air yang hitam berlumpur dan dia dapati di sisinya satu kaum (yang kufur ingkar). Kami berfirman (dengan mengilhamkan kepadanya): Wahai Zulkarnain! Pilihlah samada engkau hendak menyeksa mereka atau engkau bertindak secara baik terhadap mereka.
Dia berkata: Adapun orang yang melakukan kezaliman (kufur derhaka), maka kami akan menyeksanya; kemudian dia akan dikembalikan kepada Tuhannya, lalu diazabkannya dengan azab seksa yang seburuk-buruknya.
Adapun orang yang beriman serta beramal soleh, maka baginya balasan yang sebaik-baiknya; dan kami akan perintahkan kepadanya perintah-perintah kami yang tidak memberati.
Kemudian dia berpatah balik menurut jalan yang lain.
Sehingga apabila dia sampai di daerah matahari terbit, dia mendapatinya terbit kepada suatu kaum yang kami tidak menjadikan bagi mereka sebarang perlindungan daripadanya.
Demikianlah halnya dan sesungguhnya Kami mengetahui secara meliputi akan segala yang ada padanya.
kemudian dia berpatah balik menurut jalan yang lain.
Sehingga apabila dia sampai di antara dua gunung, dia dapati di sisinya satu kaum yang hampir-hampir mereka tidak dapat memahami perkataan.
Mereka berkata: Wahai Zulkarnain, sesungguhnya kaum Yakjuj dan Makjuj sentiasa melakukan kerosakan di bumi; oleh itu, setujukah kiranya kami menentukan sejumlah bayaran kepadamu (dari hasil pendapatan kami) dengan syarat engkau membina sebuah tembok di antara kami dengan mereka?
Dia menjawab: (Kekuasaan dan kekayaan) yang Tuhanku jadikan daku menguasainya, lebih baik (dari bayaran kamu); oleh itu bantulah daku dengan tenaga (kamu beramai-ramai) aku akan bina antara kamu dengan mereka sebuah tembok penutup yang kukuh.
Bawalah kepadaku ketul-ketul besi; sehingga apabila ia terkumpul separas tingginya menutup lapangan antara dua gunung itu, dia pun perintahkan mereka membakarnya dengan berkata: Tiuplah dengan alat-alat kamu sehingga apabila ia menjadikannya merah menyala seperti api, berkatalah dia: Bawalah tembaga cair supaya aku tuangkan atasnya.
Maka mereka tidak dapat memanjat tembok itu dan mereka juga tidak dapat menebuknya.
(Setelah itu) berkatalah Zulkarnain: Ini ialah suatu rahmat dari Tuhanku; dalam pada itu, apabila sampai janji Tuhanku, Dia akan menjadikan tembok itu hancur lebur dan adalah janji Tuhanku itu benar.
Dan Kami biarkan mereka pada hari itu (keluar beramai-ramai) bercampur-baur antara satu dengan yang lain dan (kemudiannya) akan ditiup sangkakala, lalu Kami himpunkan makhluk-makhluk seluruhnya di Padang Mahsyar.
Dan Kami perlihatkan Neraka Jahanam, pada hari itu kepada orang-orang kafir, dengan pendedahan yang jelas nyata;
(Iaitu) orang-orang yang matanya telah tertutup daripada melihat tanda-tanda yang membawa kepada mengingatiKu dan mereka pula tidak dapat mendengar sama sekali.
Maka adakah orang-orang kafir menyangka bahawa mereka mengambil hamba-hambaKu sebagai makhluk-makhluk yang disembah, selain daripadaKu, dapat menolong mereka? Sesungguhnya Kami telah sediakan Neraka Jahanam bagi orang-orang kafir itu sebagai tempat tetamu.
Katakanlah (wahai Muhammad): Mahukah Kami khabarkan kepada kamu akan orang-orang yang paling rugi amal-amal perbuatannya?
(Iaitu) orang-orang yang telah sia-sia amal usahanya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahawa mereka sentiasa betul dan baik pada apa sahaja yang mereka lakukan.
Merekalah orang-orang yang kufur ingkar akan ayat-ayat Tuhan mereka dan akan pertemuan denganNya; oleh itu gugurlah amal-amal mereka; maka akibatya Kami tidak akan memberi sebarang timbangan untuk menilai amal mereka, pada hari kiamat kelak.
(Mereka yang bersifat) demikian, balasannya Neraka Jahanam, disebabkan mereka kufur ingkar dan mereka pula menjadikan ayat-ayatKu dan Rasul-rasulKu sebagai ejek-ejekan.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal soleh, disediakan bagi mereka Syurga-syurga Firdaus, sebagai tempat tetamu (yang serba mewah).
Mereka kekal di dalamnya, (dan) tidak ingin berpindah daripadanya.
Katakanlah (wahai Muhammad): Kalaulah semua jenis lautan menjadi tinta untuk menulis Kalimah-kalimah Tuhanku, sudah tentu akan habis kering lautan itu sebelum habis Kalimah-kalimah Tuhanku, walaupun Kami tambahi lagi dengan lautan yang sebanding dengannya, sebagai bantuan.
Katakanlah (wahai Muhammad): Sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahawa Tuhan kamu hanyalah Tuhan Yang Satu; Oleh itu, sesiapa yang percaya dan berharap akan pertemuan dengan Tuhannya, hendaklah dia mengerjakan amal yang soleh dan janganlah dia mempersekutukan sesiapapun dalam ibadatnya kepada Tuhannya.
Kaaf, Haa, Yaa, Ain, Saad.
(Ini ialah) perihal limpahan rahmat Tuhanmu (wahai Muhammad), kepada hambaNya Zakaria.
(Ingatkanlah peristiwa) ketika Nabi Zakaria berdoa kepada Tuhannya dengan doa permohonan secara perlahan.
Dia merayu dengan berkata: Wahai Tuhanku! Sesungguhnya telah lemahlah tulang-tulangku dan telah putih melepaklah uban kepalaku dan aku wahai Tuhanku tidak pernah merasa hampa dengan doa permohonanku kepadaMu.
Dan sesungguhnya aku merasa bimbang akan kecuaian kaum kerabatku menyempurnakan tugas-tugas agama sepeninggalanku dan isteriku pula adalah seorang yang mandul; oleh itu, kurniakanlah daku dari sisiMu seorang anak lelaki.
Yang layak mewarisi daku, juga mewarisi keluarga Nabi Yaakub dan jadikanlah dia wahai Tuhanku seorang yang diredhai serta disukai.
(Nabi Zakaria diseru setelah dikabulkan doanya):Wahai Zakaria! Sesungguhnya Kami memberikan khabar yang menggembirakanmu dengan mengurniakan seorang anak lelaki bernama Yahya, yang kami tidak pernah jadikan sebelum itu, seorangpun yang senama dengannya.
Nabi Zakaria bertanya: Wahai Tuhanku! Bagaimanakah caranya aku akan beroleh seorang anak, sedang isteriku adalah seorang yang mandul dan aku sendiri pula telah sampai had umur yang setua-tuanya?
Penyeru itu menjawab: Demikian keadaannya janganlah dihairankan; Tuhanmu berfirman; Hal itu mudah bagiKu kerana sesungguhnya Aku telah menciptakanmu dahulu, sedang engkau pada masa itu belum ada sebarang apapun.
Nabi Zakaria merayu lagi: Wahai Tuhanku! Jadikanlah satu tanda bagiku (yang menunjukkan isteriku mengandung), Allah Taala berfirman: Tandamu itu ialah engkau tidak akan dapat berkata-kata dengan orang ramai selama tiga malam, sedang engkau dalam keadaan sihat.
Maka dia pun keluar mendapatkan kaumnya dari Mihrab (tempat sembahyangnya), lalu dia memberi isyarat kepada mereka: Hendaklah kamu bertasbih (mengerjakan ibadat kepada Allah) pagi dan petang.
Wahai Yahya, terimalah Kitab itu (serta amalkanlah) dengan bersungguh-sungguh! Dan Kami berikan kepadanya Hikmat kebijaksanaan semasa dia masih kanak-kanak.
dan (Kami mengurniakannya) rahmat dari sisi Kami, serta kelebihan yang kembang manfaatnya dan dia seorang yang bertakwa.
Dan dia taat serta berbuat baik kepada ibu bapanya dan dia pula tidak sombong angkuh atau derhaka.
Dan (Kami limpahkan) kepadanya selamat sejahtera pada hari dia diperanakkan dan pada hari dia mati, serta pada hari dia dibangkitkan hidup semula (pada hari kiamat).
Dan bacakanlah (wahai Muhammad) di dalam Kitab Al-Quran ini perihal Mariam, ketika dia memencilkan diri dari keluarganya di sebuah tempat sebelah timur.
Kemudian Mariam membuat dinding untuk melindungi dirinya dari mereka maka Kami hantarkan kepadanya: Roh dari kami lalu dia menyamar diri kepadanya sebagai seorang lelaki yang sempurna bentuk kejadiannya.
Mariam berkata: Sesungguhnya aku berlindung kepada (Allah) Ar-Rahman daripada (gangguan) mu kalaulah engkau seorang yang bertakwa.
Dia berkata: Sesungguhnya aku pesuruh Tuhanmu, untuk menyebabkanmu dikurniakan seorang anak yang suci.
Mariam bertanya (dengan cemas): Bagaimanakah aku akan beroleh seorang anak lelaki, padahal aku tidak pernah disentuh oleh seorang lelaki pun dan aku pula bukan perempuan jahat?
Dia menjawab: Demikianlah keadaannya tak usahlah dihairankan; Tuhanmu berfirman: Hal itu mudah bagiKu dan Kami hendak menjadikan pemberian anak itu sebagai satu tanda (yang membuktikan kekuasaan Kami) untuk umat manusia dan sebagai satu rahmat dari Kami dan hal itu adalah satu perkara yang telah ditetapkan berlakunya.
Maka Mariam hamillah mengandungnya, lalu dia memencilkan diri dengan kandungannya itu ke sebuah tempat yang jauh.
(Ketika dia hendak bersalin) maka sakit beranak itu memaksanya (pergi bersandar) ke pangkal sebatang pohon tamar (kurma); dia berkata alangkah baiknya kalau aku mati sebelum ini dan menjadilah aku sesuatu yang dilupakan orang dan tidak dikenang-kenang!
Lalu dia diseru dari sebelah bawahnya: Janganlah engkau berdukacita (wahai Mariam), sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan di bawahmu sebatang anak sungai.
Dan gegarlah ke arahmu batang pohon tamar itu, supaya gugur kepadamu buah tamar yang masak.
Maka makanlah dan minumlah serta bertenanglah hati dari segala yang merunsingkan. Kemudian kalau engkau melihat seseorang manusia, maka katakanlah: Sesungguhnya aku bernazar diam membisu kerana (Allah) Ar-Rahman; (setelah aku menyatakan yang demikian) maka aku tidak akan berkata-kata kepada sesiapapun dari kalangan manusia pada hari ini.
Kemudian baliklah dia kepada kaumnya dengan mendokong anaknya mereka pun menempelaknya dengan berkata: Wahai Mariam! Sesungguhnya engkau telah melakukan suatu perkara yang besar salahnya!
Wahai saudara perempuan Harun, bapamu bukanlah seorang yang buruk akhlaknya, dan ibumu pula bukanlah seorang perempuan jahat!
Maka Mariam segera menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata (dengan hairannya): Bagaimana kami boleh berkata-kata dengan seorang yang masih kanak-kanak dalam buaian?
Dia menjawab: Sesungguhnya aku ini hamba Allah; Dia telah memberikan kepadaku Kitab (Injil) dan Dia telah menjadikan daku seorang Nabi.
Dan Dia menjadikan daku seorang yang berkat di mana sahaja aku berada dan diperintahkan daku mengerjakan sembahyang dan memberi zakat selagi aku hidup.
Serta (diperintahkan daku) taat dan berbuat baik kepada ibuku dan Dia tidak menjadikan daku seorang yang sombong takbur atau derhaka.
Dan segala keselamatan serta kesejahteraan dilimpahkan kepadaku pada hari aku diperanakkan dan pada hari aku mati, serta pada hari aku dibangkitkan hidup semula (pada hari kiamat).
Yang demikian sifat-sifatnya itulah Isa Ibni Mariam. Keterangan yang tersebut ialah keterangan yang sebenar-benarnya, yang mereka ragu-ragu dan berselisihan padanya.
Tiadalah layak bagi Allah mempunyai anak. Maha Sucilah Dia. Apabila menetapkan jadinya sesuatu perkara, maka hanyalah Dia berfirman kepadanya: Jadilah engkau, lalu menjadilah ia.
Dan sesungguhnya Allah ialah Tuhanku dan Tuhan kamu maka sembahlah kamu akan Dia inilah jalan yang betul (lurus).
Kemudian, golongan-golongan (dari kaumnya) itu berselisihan sesama sendiri. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir (yang berselisihan) itu, dari apa yang disaksikan pada hari yang besar huru-haranya.
Sungguh jelas pendengaran dan penglihatan mereka yang kafir itu semasa mereka datang mengadap Kami pada hari akhirat. Tetapi orang-orang yang zalim (dengan perbuatan kufur dan maksiat) pada masa di dunia ini, berada dalam kesesatan yang nyata
Dan berilah amaran (wahai Muhammad) kepada umat manusia seluruhnya tentang hari penyesalan iaitu hari diselesaikan perbicaraan perkara masing-masing pada masa mereka (yang ingkar) di dunia ini berada dalam kelalaian serta mereka pula tidak mahu beriman.
Sesungguhnya Kamilah yang mewarisi bumi dan segala makhluk yang ada di atasnya; dan kepada Kamilah mereka akan dikembalikan.
Dan bacakanlah (wahai Muhammad) di dalam Kitab (Al-Quran) ini perihal Nabi Ibrahim; sesungguhnya adalah dia seorang yang amat benar, lagi menjadi Nabi.
Ketika dia berkata kepada bapanya: Wahai ayahku, mengapa ayah menyembah benda yang tidak mendengar dan tidak melihat serta tidak dapat menolongmu sedikitpun?.
Wahai ayahku, sesungguhnya telah datang kepadaku dari ilmu pengetahuan yang tidak pernah datang kepadamu oleh itu ikutlah daku; aku akan memimpinmu ke jalan yang betul.
Wahai ayahku, janganlah ayah menyembah Syaitan, sesungguhnya Syaitan itu adalah menderhaka kepada Allah yang melimpah-limpah rahmatNya.
Wahai ayahku, sesungguhnya aku bimbang bahawa ayah akan kena azab dari (Allah) Ar-Rahman disebabkan ayah menyembah yang lainnya; maka dengan sebab itu akan menjadilah ayah rakan bagi Syaitan di dalam Neraka.
(Bapanya) menjawab: Patutkah engkau bencikan tuhan-tuhanku, wahai Ibrahim? Demi sesungguhnya jika engkau tidak berhenti daripada menyeru dan menasihati daku sudah tentu aku akan melontarmu dengan batu dan (ingatlah lebih baik) engkau tinggalkan daku sepanjang masa.
Nabi Ibrahim berkata: Selamat tinggallah ayah; aku akan memohon kepada Tuhanku mengampuni dosamu; sesungguhnya Dia sentiasa melimpahkan kemurahan ihsanNya kepadaku.
Dan aku akan membawa diri meninggalkan kamu semua serta apa yang kamu sembah yang lain dari Allah dan aku akan beribadat kepada Tuhanku dengan ikhlas; mudah-mudahan aku dengan ibadatku kepada Tuhanku itu tidak menjadi hampa (dan derhaka seperti kamu).
Maka apabila dia berhijrah meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah yang lain dari Allah, Kami kurniakan kepadanya: Ishak (anaknya) dan Yaakub (cucunya) dan kedua-duanya Kami jadikan berpangkat Nabi.
Dan Kami kurniakan kepada mereka dari rahmat Kami dan Kami jadikan bagi mereka sebutan dan pujian yang tinggi dalam kalangan umat manusia.
Dan bacakanlah (wahai Muhammad) di dalam Kitab (Al-Quran) ini perihal Nabi Musa; sesungguhnya dia adalah orang pilihan dan adalah dia seorang Rasul, lagi Nabi.
Dan Kami telah menyerunya dari arah sebelah kanan Gunung Tursina dan Kami dampingkan dia dengan diberi penghormatan berkata dengan Kami.
Dan Kami kurniakan kepadanya dari rahmat Kami, saudaranya: Harun, yang juga berpangkat Nabi.
Dan bacakanlah (wahai Muhammad) di dalam Kitab (Al-Quran) ini perihal Nabi Ismail; sesungguhnya dia adalah benar menepati janji dan adalah dia seorang Rasul, lagi berpangkat Nabi.
Dan adalah dia menyuruh keluarganya mengerjakan sembahyang dan memberi zakat, dan dia pula adalah seorang yang diredai di sisi Tuhannya!
Dan bacakanlah (wahai Muhammad) di dalam Kitab (Al-Quran) ini perihal Nabi Idris; sesungguhnya adalah dia amat benar (tutur katanya dan imannya), serta dia seorang Nabi.
Dan Kami telah mengangkatnya ke tempat yang tinggi darjatnya.
Mereka itulah sebahagian dari Nabi-nabi yang telah dikurniakan Allah nikmat yang melimpah-limpah kepada mereka dari keturunan Nabi Adam dan dari keturunan orang-orang yang Kami bawa (dalam bahtera) bersama-sama Nabi Nuh dan dari keturunan Nabi Ibrahim dan (dari keturunan) Israil dan mereka itu adalah dari orang-orang yang Kami beri hidayat petunjuk dan Kami pilih. Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat (Allah) Ar-Rahman, mereka segera sujud serta menangis.
Kemudian mereka digantikan oleh keturunan-keturunan yang mencuaikan sembahyang serta menurut hawa nafsu (dengan melakukan maksiat); maka mereka akan menghadapi azab (dalam Neraka),
Kecuali orang-orang yang bertaubat dan beriman serta beramal soleh, maka mereka itu akan masuk Syurga dan mereka pula tidak dikurangkan pahala sedikitpun.
(Iaitu) Syurga "Adn" yang telah dijanjikan oleh (Allah) Ar-Rahman kepada hamba-hambaNya disebabkan kepercayaan mereka akan perkara-perkara yang ghaib; sesungguhnya Tuhan itu, janjiNya tetap berlaku.
Mereka tidak akan mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia tetapi mereka sentiasa mendengar perkataan yang baik-baik dan makan minum untuk mereka disediakan di dalamnya, pagi dan petang (sepanjang masa).
Itulah taman Syurga yang Kami akan berikan sebagai warisan pusaka kepada orang-orang yang bertakwa dari hamba-hamba Kami.
Dan (berkatalah malaikat): Kami tidak turun dari semasa ke semasa melainkan dengan perintah Tuhanmu (wahai Muhammad); Dialah jua yang menguasai serta mentadbirkan apa yang di hadapan kita dan apa yang di belakang kita serta apa yang di antara itu dan tiadalah Tuhanmu itu lupa;
Tuhan yang mencipta dan mentadbirkan langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya; oleh itu, sembahlah engkau akan Dia dan bersabarlah dengan tekun tetap dalam beribadat kepadaNya; adakah engkau mengetahui sesiapapun yang senama dan sebanding denganNya?
Dan manusia (yang kafir) berkata: Apa! Apabila aku mati, adakah aku akan dibangkitkan hidup semula?
Patutkah manusia itu berkata demikian dan tidak memikirkan bahawa Kami telah menciptakan dia dahulu sedang dia pada masa itu belum ada sebarang apapun?
Oleh itu, demi Tuhanmu (wahai Muhammad)! Sesungguhnya Kami akan himpunkan mereka yang kafir itu berserta syaitan-syaitan di Padang Mahsyar, kemudian Kami akan bawa mereka duduk berlutut di keliling Neraka Jahanam.
Sesudah itu, sesungguhnya kami akan cabut dari tiap-tiap golongan, mana-mana orang yang sangat derhaka kepada (Allah) Ar-Rahman, di antara mereka.
Kemudian, sesungguhnya Kami lebih mengetahui akan orang-orang yang lebih patut diseksa dan dibakar dengan api Neraka itu.
Dan tiada seorangpun di antara kamu melainkan akan sampai kepadanya; (yang demikian) adalah satu perkara yang mesti (berlaku) yang telah ditetapkan oleh Tuhanmu.
Kemudian Kami akan selamatkan orang-orang yang bertakwa dan kami akan biarkan orang-orang yang zalim (dengan kekufurannya dan maksiatnya) tinggal berlutut di dalam Neraka itu.
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas nyata, berkatalah orang-orang yang kafir kepada orang-orang yang beriman: Puak yang manakah (dari kami dan kamu) yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih elok majlis perhimpunannya?
Dan berapa banyak kaum-kaum (yang ingkar) sebelum mereka, kami telah binasakan, sedang mereka lebih elok alat-alat kesenangannya dan lebih elok keadaannya pada pandangan mata.
Katakanlah (wahai Muhammad): Sesiapa yang berada di dalam kesesatan, maka biarlah (Allah) Ar-Rahman melanjutkan baginya satu tempoh yang tertentu, hingga apabila mereka melihat apa yang dijanjikan kepada mereka samada azab sengsara dunia ataupun azab kiamat, maka (pada saat itu) mereka akan mengetahui siapakah orangnya yang lebih buruk kedudukannya dan lebih lemah penyokong-penyokongnya.
Dan Allah akan menambahi hidayat petunjuk bagi orang-orang yang menurut jalan petunjuk dan amal-amal yang baik yang tetap kekal faedah-faedahnya itu, lebih baik balasan pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya.
Maka tidakkah engkau merasa hairan memikirkan (wahai Muhammad), akan orang yang kufur ingkar kepada ayat-ayat keterangan Kami serta dia berkata: Demi sesungguhnya aku akan diberikan harta kekayaan dan anak-pinak pada hari akhirat?
Adakah dia telah mengetahui akan perkara yang ghaib atau adakah dia telah membuat perjanjian dengan (Allah) Ar-Rahman mengenainya?
Tidak sekali-kali! Kami akan menulis apa yang dikatakannya dan Kami akan tambahi baginya dari azab seksa, berganda-ganda.
Dan Kami akan warisi (harta benda dan anak-pinak) yang dikatakannya itu dan dia akan datang kepada kami dengan seorang diri.
Dan mereka yang kafir menyembah benda-benda yang lain dari Allah sebagai tuhan-tuhan, supaya benda-benda yang mereka sembah itu menjadi penolong-penolong yang memberi kemuliaan dan pengaruh kepada mereka.
Tidak sekali-kali! Bahkan benda-benda yang mereka pertuhankan itu mengingkari perbuatan mereka menyembahnya dan akan menjadi musuh yang membawa kehinaan kepada mereka.
Tidakkah engkau mengetahui (Wahai Muhammad) bahawa Kami telah menghantarkan Syaitan-syaitan kepada orang-orang kafir, untuk menggalakkan mereka mengerjakan perbuatan kufur dan maksiat dengan bersungguh-sungguh?
Oleh itu, janganlah engkau segera marah terhadap mereka yang ingkar itu, kerana sesungguhnya kami hanya menghitung hari yang sedikit sahaja bilangannya untuk mereka.
(Ingatlah) hari Kami himpunkan orang-orang yang bertakwa untuk mengadap (Allah) Ar-Rahman, dengan berpasuk-pasukan.
Dan Kami akan menghalau orang-orang yang bersalah ke Neraka Jahanam, dalam keadaan dahaga.
Mereka tidak berhak mendapat dan memberi syafaat, kecuali orang yang telah mengikat perjanjian (dengan iman dan amal yang soleh) di sisi Allah yang melimpah-limpah rahmatNya!.
Dan mereka yang kafir berkata: (Allah) Ar-Rahman, mempunyai anak.
Demi sesungguhnya, kamu telah melakukan satu perkara yang besar salahnya!
Langit nyaris-nyaris pecah disebabkan (anggapan mereka) yang demikian dan bumi pula nyaris-nyaris terbelah, serta gunung-ganang pun nyaris-nyaris runtuh ranap.
Kerana mereka mendakwa mengatakan: (Allah) Ar-Rahman mempunyai anak.
Padahal tiadalah layak bagi (Allah) Ar-Rahman, bahawa Dia mempunyai anak.
Tidak ada sesiapapun di langit dan di bumi melainkan dia akan datang kepada (Allah) Ar-Rahman, sebagai hamba.
Demi sesungguhnya! Allah telah mengira mereka (dengan pengetahuanNya) serta menghitung mereka satu persatu.
Dan mereka masing-masing akan datang mengadapNya pada hari kiamat dengan seorang diri.
. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal soleh, Allah yang melimpah-limpah rahmatnya akan menanamkan bagi mereka dalam hati orang ramai perasaan kasih sayang.
Maka sesungguhnya Kami memudahkan turunnya Al-Quran ini dengan bahasamu (wahai Muhammad), ialah supaya engkau memberi khabar gembira dengannya kepada orang-orang yang bertakwa dan supaya engkau memberi amaran dengannya kepada kaum yang degil dalam kekufurannya.
Dan amatlah banyaknya kaum-kaum kafir yang Kami telah binasakan sebelum mereka; engkau tidak menyedari ataupun mendengar suara yang sayup bagi seseorangpun dari orang-orang yang telah dibinasakan itu.
Taa Haa.
Kami tidak menurunkan Al-Quran kepadamu (wahai Muhammad) supaya engkau menanggung kesusahan.
Hanya untuk menjadi peringatan bagi orang-orang yang takut melanggar perintah Allah
(Al-Quran) diturunkan dari (Tuhan) yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi.
Iaitu (Allah) Ar-Rahman, yang bersemayam di atas Arasy.
Dialah jua yang memiliki segala yang ada di langit dan yang ada di bumi serta yang ada di antara keduanya dan juga yang ada di bawah tanah basah di perut bumi.
Dan jika engkau menyaringkan suara dengan doa permohonanmu, (maka yang demikian tidaklah perlu), kerana sesungguhnya Allah mengetahui segala rahsia dan segala yang tersembunyi.
Allah! Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia, bagiNyalah segala nama yang baik.
Dan sudahkah sampai kepadamu (wahai Muhammad) perihal Nabi Musa?
Ketika dia melihat api, lalu berkatalah dia kepada isterinya: Berhentilah! Sesungguhnya aku ada melihat api semoga aku dapat membawa kepada kamu satu cucuhan daripadanya atau aku dapat di tempat api itu: Penunjuk jalan.
Maka apabila dia sampai ke tempat api itu (kedengaran) dia diseru: Wahai Musa!
Sesungguhnya Aku Tuhanmu! Maka bukalah kasutmu, kerana engkau sekarang berada di Wadi Tuwa yang suci.
Dan Aku telah memilihmu menjadi Rasul maka dengarlah apa yang akan diwahyukan kepadamu.
Sesungguhnya Akulah Allah; tiada Tuhan melainkan Aku; oleh itu, sembahlah akan Daku dan dirikanlah sembahyang untuk mengingati Daku.
Sesungguhnya hari kiamat itu tetap akan datang, yang Aku sengaja sembunyikan masa datangnya supaya tiap-tiap diri dibalas akan apa yang dia usahakan.
Maka janganlah engkau dihalangi daripada mempercayainya oleh orang yang tidak beriman kepadanya serta dia menurut hawa nafsunya; kerana dengan itu engkau akan binasa.
Dan apa (bendanya) yang di tangan kananmu itu wahai Musa?
Nabi Musa menjawab: Ini ialah tongkatku; aku bertekan atasnya semasa berjalan, dan aku memukul dengannya daun-daun kayu supaya gugur kepada kambing-kambingku dan ada lagi lain-lain keperluanku pada tongkat itu.
Allah Taala berfirman: Campakkanlah tongkatmu itu wahai Musa!
Lalu dia mencampakkannya, maka tiba-tiba tongkatnya itu menjadi seekor ular yang bergerak menjalar.
Allah berfirman: Tangkaplah akan dia dan janganlah engkau takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya yang asal.
Dan kepitlah tanganmu di celah lambungmu; nescaya keluarlah ia putih bersinar-sinar dengan tidak ada cacat; sebagai satu mukjizat yang lain.
(Berlakunya yang demikian itu) kerana Kami hendak memperlihatkan kepadamu sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Kami yang besar.
Pergilah kepada Firaun, sesungguhnya dia telah melampaui batas.
Nabi Musa berdoa dengan berkata: Wahai Tuhanku, lapangkanlah bagiku, dadaku;
Dan mudahkanlah bagiku, tugasku;
Dan lepaskanlah simpulan dari lidahku,
Supaya mereka faham perkataanku;
Dan jadikanlah bagiku, seorang penyokong dari keluargaku.
Iaitu Harun saudaraku;
Kuatkanlah dengan sokongannya, pendirianku,
Dan jadikanlah dia turut campur bertanggungjawab dalam urusanku,
Supaya kami sentiasa beribadat dan memujiMu,
Dan (supaya) kami sentiasa menyebut dan mengingatiMu;
Sesungguhnya Engkau adalah sedia melihat dan mengetahui hal ehwal kami.
Allah berfirman: Sesungguhnya telah diberikan kepadamu apa yang engkau pohonkan itu, wahai Musa!
Dan demi sesungguhnya! Kami telahpun mengurniakan kepadamu berbagai nikmat pada satu masa yang lain sebelum ini.
Ketika Kami ilhamkan kepada ibumu, dengan memberitahu kepadanya:
Letakkanlah anakmu di dalam peti, kemudian lepaskanlah peti itu ke laut, maka biarlah laut itu membawanya terdampar ke pantai, supaya dipungut oleh musuhKu dan musuhnya dan Aku telah tanamkan dari kemurahanKu perasaan kasih sayang orang terhadapmu dan supaya engkau dibela dan dipelihara dengan pengawasanKu.
Ketika saudara perempuanmu pergi mencarimu lalu berkata kepada orang-orang yang memungutmu: Mahukah, aku tunjukkan kamu kepada orang yang boleh memeliharanya? Maka dengan jalan itu Kami mengembalikanmu kepada ibumu supaya tenang hatinya dan supaya dia tidak berdukacita kerana bercerai denganmu dan semasa engkau membunuh seorang lelaki, lalu Kami selamatkan engkau dari kesusahan pembunuhan itu dan Kami telah melepaskan engkau berkali-kali dari berbagai-bagai cubaan; kemudian engkau tinggal dengan selamat beberapa tahun dalam kalangan penduduk negeri Madyan; setelah itu engkau sekarang datang dari sana pada masa yang telah ditentukan, wahai Musa!
Dan Aku telah memilihmu untuk menjadi RasulKu.
Pergilah, engkau dan saudaramu, membawa mukjizat-mukjizat pengurniaanKu dan janganlah kamu berdua lemah dan cuai dalam menyebut serta mengingati Daku.
Pergilah kamu berdua kepada Firaun, sesungguhnya dia telah melampaui batas dalam kekufurannya.
Kemudian hendaklah kamu berkata kepadanya, dengan kata-kata yang lemah-lembut, semoga dia beringat atau takut.
Mereka berdua berkata: Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya kami takut bahawa ia akan segera menyeksa kami atau dia akan melampau batas.
Allah berfirman: Janganlah kamu takut, sesungguhnya Aku ada bersama-sama kamu; Aku mendengar dan melihat segala-galanya.
Oleh itu, pergilah kamu berdua kepadanya, kemudian katakanlah: Bahawa sesungguhnya kami ini Rasul-rasul dari Tuhanmu, maka bebaskanlah kaum Bani lsrail mengikut kami dan janganlah engkau menyeksakan mereka. Sesungguhnya kami telah datang kepadamu membawa satu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu! Dan selamat sejahtera, itu adalah untuk orang-orang yang menurut petunjuk agama Allah.
Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahawa azab seksa di dunia dan di akhirat ditimpakan kepada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling daripadanya.
(Setelah mereka menyampaikan perintah Allah itu), Firaun berkata: Jika demikian, siapakah Tuhan kamu berdua, hai Musa?
Nabi Musa menjawab: Tuhan kami ialah yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu: Kejadian semulajadinya yang sesuai dengannya, kemudian Dia memberi petunjuk kepadanya akan cara menggunakannya.
Firaun bertanya lagi: Jika demikian, bagaimana pula keadaan kaum-kaum yang telah lalu?
Nabi Musa menjawab: Pengetahuan mengenainya ada di sisi Tuhanku, tertulis di dalam sebuah Kitab; Tuhanku tidak pernah keliru dan Dia juga tidak pernah lupa.
(Dialah Tuhan) yang telah menjadikan bumi bagi kamu sebagai hamparan dan Dia telah mengadakan bagi kamu padanya jalan-jalan lalu-lalang dan Dia juga telah menurunkan hujan dari langit. Maka Kami keluarkan dengannya berjenis-jenis tanaman dan buah-buahan yang berlainan keadaannya.
Makanlah kamu daripadanya dan berilah makan binatang-binatang ternak kamu; sesungguhnya semuanya itu mengandungi tanda-tanda yang membuktikan kemurahan Allah, bagi orang-orang yang berakal fikiran.
Dari bumilah Kami ciptakan kamu dan ke dalamnya Kami akan mengembalikan kamu, dan daripadanya pula Kami akan mengeluarkan kamu sekali lagi.
Dan demi sesungguhnya! Kami telah tunjukkan kepada Firaun segala tanda-tanda yang membukti kekuasaan Kami; dalam pada itu dia mendustakannya dan enggan beriman.
Firaun berkata: Patutkah engkau datang kepada kami untuk mengeluarkan kami dari negeri kami dengan sihirmu, hai Musa?
Kalau demikian, sesungguhnya kami juga akan bawakan kepadamu sihir yang seperti itu untuk melawanmu! Maka tentukanlah suatu tempoh pertemuan antara kami denganmu, yang kita bersama tidak akan memungkirinya, di suatu tempat yang sesuai bagi kedua belah pihak.
Nabi Musa menjawab: Tempoh yang aku tetapkan untuk kamu itu ialah hari perayaan, dan hendaklah orang ramai berhimpun pada waktu Duha.
Maka Firaun pun berangkat dari majlis itu. Dia mengumpulkan ahli-ahli sihir untuk menjalankan tipu-dayanya, kemudian dia datang ke tempat perlawanan.
Nabi Musa berkata kepada mereka: Celakalah kamu kelak! Janganlah kamu mendakwa secara dusta terhadap Allah, kerana dengan sebab itu Dia akan membinasakan kamu dengan azab seksa dan sesungguhnya orang yang berdusta, tetap hampa dan kecewa.
Maka merekapun berbantahan dan berunding sesama sendiri mengenai perkara sihir mereka dan mereka rahsiakan apa yang mereka rundingkan.
Mereka berkata: Dua orang ini, sebenarnya dua ahli sihir yang bertujuan hendak mengeluarkan kamu dari negeri kamu dengan sihir mereka dan hendak melenyapkan kepercayaan serta adat peraturan kamu yang utama.
Oleh itu, satukanlah segala cara helah kamu, kemudian datanglah beramai-ramai dalam satu barisan untuk menentangnya dan sesungguhnya beruntunglah orang yang menang pada hari ini.
Mereka berkata: Wahai Musa! Engkaukah yang akan mencampak lebih dahulu atau kamikah yang mula-mula mencampak?
Nabi Musa menjawab: Bahkan kamulah campak dahulu. Tiba-tiba tali-tali mereka dan tongkat-tongkat mereka terbayang-bayang kepadanya seolah-olah benda-benda berjalan, disebabkan sihir mereka.
Maka yang demikian menjadikan Nabi Musa merasa takut sedikit dalam hatinya.
Kami berfirman kepadanya: Janganlah engkau takut (wahai Musa)! Sesungguhnya engkaulah yang tertinggi mengatasi mereka dengan kemenangan.
Dan campakkanlah apa yang ada di tangan kananmu, nescaya ia menelan segala (benda-benda sihir) yang mereka lakukan, kerana sesungguhnya apa yang mereka lakukan itu hanyalah tipu daya ahli sihir; sedang ahli sihir itu tidak akan beroleh kejayaan, di mana sahaja dia berada.
(Nabi Musa pun mencampakkan tongkatnya yang terus menelan segala benda sihir mereka), maka keadaan yang demikian menjadikan ahli-ahli sihir itu segera merebahkan diri sujud sambil berkata: Kami beriman kepada Tuhan yang mengutus Nabi Harun dan Nabi Musa.
Firaun berkata: Patutkah kamu beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepada kamu? Sesungguhnya dialah ketua kamu yang mengajar sihir kepada kamu. Oleh itu, demi sesungguhnya, aku akan memotong tangan dan kaki kamu dengan bersilang, dan aku akan memalang kamu pada batang-batang pohon tamar dan demi sesungguhnya kamu akan mengetahui kelak siapakah di antara kita yang lebih keras azab seksanya dan lebih kekal.
Mereka menjawab: Kami tidak sekali-kali akan mengutamakanmu daripada apa yang telah datang kepada kami dari mukjizat-mukjizat yang terang nyata dan (tidak akan mengutamakanmu daripada) Tuhan yang telah menjadikan kita semua. Oleh itu, hukumkanlah apa sahaja yang engkau hendak hukumkan, kerana sesungguhnya engkau hanyalah dapat menghukum dalam kehidupan dunia ini sahaja.
Sesungguhnya kami telah beriman kepada Tuhan kami, supaya diampunkanNya kesalahan-kesalahan kami dan dosa-dosa sihir yang engkau paksakan kami melakukannya dan Allah jualah yang lebih baik dan lebih kekal balasan pahalaNya.
Sebenarnya sesiapa yang datang kepada Tuhannya pada hari akhirat sedang dia bersalah maka sesungguhnya adalah baginya Neraka Jahanam yang dia tidak mati di dalamnya dan tidak pula hidup.
Dan sesiapa yang datang kepadaNya sedang dia beriman, serta dia telah mengerjakan amal-amal yang soleh, maka mereka itu akan beroleh tempat-tempat tinggal yang tinggi darjatnya:
(Iaitu) Syurga-syurga yang kekal, yang mengalir padanya beberapa sungai, mereka kekal di dalamnya dan yang demikian itu ialah balasan orang-orang yang membersihkan dirinya dari perbuatan kufur dan maksiat.
Dan demi sesungguhnya! Kami telah wahyukan kepada Nabi Musa: Hendaklah engkau membawa hamba-hambaKu (kaummu) keluar memgembara pada waktu malam, kemudian pukullah air laut dengan tongkatmu, untuk mengadakan jalan yang kering bagi mereka di laut itu; janganlah engkau menaruh bimbang daripada ditangkap oleh musuh dan jangan pula engkau takut tenggelam.
Maka Firaun pun mengejar mereka bersama-sama dengan tenteranya, lalu dia dan orang-orangnya diliputi oleh air laut yang menenggelamkan mereka semuanya dengan cara yang sedahsyat-dahsyatnya.
Dan dengan itu Firaun telah menjerumuskan kaumnya ke tempat kebinasaan dan tidaklah dia membawa mereka ke jalan yang benar.
Wahai Bani lsrail! Sesungguhnya Kami telah selamatkan kamu dari musuh kamu, dan Kami telah janjikan kamu (dengan memberi wahyu kepada Nabi Musa) di sebelah kanan Gunung Tursina itu dan kami turunkan kepada kamu "Manna" dan "Salwa",
Serta Kami katakan: Makanlah dari benda-benda yang baik yang Kami kurniakan kepada kamu dan janganlah kamu melampaui batas padanya, kerana dengan yang demikian kamu akan ditimpa kemurkaanKu dan sesiapa yang ditimpa kemurkaanKu, maka sesungguhnya binasalah ia.
Dan sesungguhnya Aku yang amat memberi ampun kepada orang-orang yang bertaubat serta beriman dan beramal soleh, kemudian dia tetap teguh menurut petunjuk yang diberikan kepadanya.
Dan apakah yang menyebabkan engkau segera datang ke mari lebih dahulu dari kaum engkau wahai Musa?.
Nabi Musa menjawab: Mereka itu ada mengiringi daku tidak jauh dari sini dan aku segera datang kepadaMu, wahai Tuhanku, supaya Engkau reda akan daku.
(Setelah selesainya urusan itu) maka Allah berfirman kepada Nabi Musa: Sesungguhnya Kami telah mengenakan kaummu satu fitnah ujian sepeninggalanmu dan mereka telah disesatkan oleh Samiri
Maka kembalilah Nabi Musa kepada kaumnya dengan perasaan marah dan dukacita; dia berkata: Wahai kaumku! Bukankah Tuhan kamu telah menjanjikan kamu dengan satu perjanjian yang baik? Patutkah kamu merasa panjang masa pemergianku menerima apa yang dijanjikan itu? Atau kamu sengaja menghendaki supaya kamu ditimpa kemurkaan dari Tuhan kamu, lalu kamu menyalahi perjanjian kamu denganku?
Mereka menjawab: Kami tidak menyalahi janji kami kepadamu itu dengan kuasa dan ikhtiar kami, tetapi kami telah dibebankan membawa barang-barang perhiasan orang-orang (Mesir) itu, supaya kami mencampakkannya ke dalam api lalu kami melakukan yang demikian, maka demikianlah juga "Samiri" mencampakkan apa yang dibawanya.
Kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka dari leburan barang-barang itu (patung) seekor anak lembu yang bertubuh lagi bersuara, lalu mereka berkata: Ini ialah tuhan kamu dan tuhan bagi Musa, tetapi Musa telah lupa!
Patutkah mereka tidak mahu berfikir sehingga mereka tidak nampak bahawa patung itu tidak dapat menjawab perkataan mereka dan tidak berkuasa mendatangkan bahaya atau memberi manfaat kepada mereka?
Dan demi sesungguhnya, Nabi Harun telahpun berkata kepada mereka sebelum itu: Wahai kaumku, sesungguhnya kamu hanya diperdayakan dengan patung itu dan sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang melimpah-limpah rahmatNya; oleh itu, ikutlah daku dan taatlah akan perintahku.
Mereka menjawab: Kami tidak sekali-kali akan meninggalkan penyembahan patung ini, (bahkan) kami akan tetap menyembahnya hingga Nabi Musa kembali kepada kami.
(Sekembalinya), Nabi Musa berkata: Wahai Harun, apakah maniknya yang menghalangmu ketika engkau melihat mereka sesat,
Daripada menurutku? Adakah engkau ingkar akan suruhanku?
Nabi Harun menjawab: Wahai anak ibuku! Janganlah engkau meragut janggutku dan janganlah menarik (rambut) kepalaku. Sesungguhnya aku takut bahawa engkau akan berkata kepadaku: Engkau telah memecah-belahkan kaum Bani lsrail sesama sendiri dan engkau tidak berhati-hati mengambil berat pesananku!
(Sesudah itu Nabi Musa hadapkan kemarahannya kepada Samiri lalu) bertanya: Apa pula halmu, wahai Samiri?
Dia menjawab: Aku mengetahui dan menyedari apa yang tidak diketahui oleh mereka, lalu aku mengambil segenggam dari kesan jejak Rasul itu, kemudian aku mencampakkannya dan demikianlah aku dihasut oleh hawa nafsuku.
Nabi Musa berkata kepada Samiri: Jika demikian, pergilah, (engkau adalah diusir dan dipulaukan), kerana sesungguhnya telah ditetapkan bagimu akan berkata dalam kehidupan dunia ini: Jangan sentuh daku dan sesungguhnya telah dijanjikan lagi untukmu satu balasan akhirat yang engkau tidak sekali-kali akan terlepas daripadanya dan (sekarang) lihatlah kepada Tuhanmu yang engkau sekian lama menyembahnya, sesungguhnya kami akan membakarnya kemudian kami akan menghancur dan menaburkan serbuknya di laut sehingga hilang lenyap.
Sesungguhnya Tuhan kamu hanya Allah, yang tidak ada Tuhan melainkan Dia, yang meliputi pengetahuanNya akan tiap-tiap sesuatu.
Demikianlah Kami ceritakan kepadamu (wahai Muhammad), sebahagian dari kisah-kisah umat manusia yang telah lalu dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu, dari sisi Kami (sebuah Kitab Al-Quran yang menjadi) peringatan.
Sesiapa yang berpaling ingkar dari peringatan Al-Quran itu, maka sesungguhnya dia pada hari kiamat menanggung beban (dosa) yang berat.
Mereka kekal di dalam (azab) dosa itu dan amatlah buruknya tanggungan itu bagi mereka pada hari kiamat,
(Iaitu) hari ditiup Sangkakala dan Kami akan himpunkan pada hari itu orang-orang yang bersalah dalam keadaan kelabu matanya.
Mereka berbisik-bisik sesama sendiri: Kamu telah tinggal hanya sepuluh sahaja.
(Allah berfirman): Kami lebih mengetahui akan kadar masa yang mereka katakan itu, manakala orang yang lebih tepat pendapatnya di antara mereka berkata pula: Tiadalah kamu tinggal melainkan satu masa yang amat singkat.
Dan mereka (yang kafir) bertanya kepadamu (wahai Muhammad) dari hal gunung-ganang; maka jawablah: Tuhanku akan menghancurkannya menjadi debu ditiup angin.
Lalu Dia membiarkan tapak gunung-gunung itu (di bumi) rata lagi licin.
Engkau tidak akan melihat pada tapaknya itu tempat yang rendah atau yang tinggi.
Pada hari itu mereka menurut seruan panggilan yang menyeru mereka dengan tidak dapat melencong dari menurutnya dan diam khusyuklah segala suara kepada Allah yang melimpah-limpah rahmatNya sehingga engkau tidak mendengar melainkan bunyi yang amat perlahan.
Pada hari itu, tidak berfaedah syafaat (dari dan kepada sesiapapun) kecuali dari orang yang diizinkan oleh Allah yang melimpah-limpah rahmatNya dan kepada orang yang diredai perkataannya.
Allah mengetahui apa yang di hadapan mereka (dari hal-hal dunia) dan apa yang di belakang mereka (dari perkara akhirat); sedang mereka tidak mengetahuinya secara meliputi.
Dan segala muka akan tunduk dengan berupa hina kepada Allah Yang Tetap Hidup, lagi Yang Kekal Mentadbirkan makhluk selama-lamanya dan sesungguhnya telah rugi dan hampalah orang yang menanggung dosa kezaliman.
Dan sesiapa yang mengerjakan sebarang apa dari amal-amal yang soleh, sedang dia beriman, maka tidaklah (seharusnya) dia merasa takut dianiaya atau dikurangkan sedikitpun dari pahalanya.
Dan demikianlah Kami telah menurunkan Al-Quran sebagai bacaan dalam bahasa Arab dan kami telah terangkan di dalamnya berbagai-bagai amaran supaya mereka (umat manusia seluruhnya) bertakwa atau mereka mendapat daripadanya sesuatu peringatan dari faedah mereka.
Maka Maha Tinggilah Allah, yang Menguasai seluruh alam, lagi Yang Benar (pada segala-galanya) dan janganlah engkau (wahai Muhammad) tergesa-gesa membaca Al-Quran sebelum selesai dibacakan oleh Jibril kepadamu dan berdoalah dengan berkata: Wahai Tuhanku, tambahilah ilmuku.
Dan demi sesungguhnya, Kami telah berpesan kepada Adam pada masa yang lalu, tetapi dia lupa dan kami tidak mendapatinya mempunyai keazaman yang teguh.
Dan (ingatkanlah peristiwa) ketika Kami berfirman kepada malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam, lalu mereka sujud, melainkan Iblis, dia enggan sujud.
Maka, Kami berfirman: Wahai Adam sesungguhnya Iblis ini musuh bagimu dan bagi isterimu; oleh itu, janganlah dia menyebabkan kamu berdua keluar dari Syurga, kerana dengan yang demikian engkau (dan isterimu) akan menderita.
Sesungguhnya telah dikurniakan berbagai nikmat bagimu, bahawa engkau tidak akan lapar dalam Syurga itu dan tidak akan bertelanjang.
Dan sesungguhnya engkau juga tidak akan dahaga dalam Syurga itu dan tidak akan merasa panas matahari.
Setelah itu maka Syaitan membisikkan (hasutan) kepadanya, dengan berkata: Wahai Adam, mahukah, aku tunjukkan kepadamu pohon yang menyebabkan hidup selama-lamanya, dan kekuasaan yang tidak akan hilang lenyap?
Kemudian mereka berdua memakan dari pohon itu, lalu terdedahlah kepada mereka aurat masing-masing dan mereka mulailah menutupnya dengan daun-daun dari Syurga dan dengan itu derhakalah Adam kepada Tuhannya, lalu tersalah jalan (dari mencapai hajatnya).
Kemudian Tuhannya memilihnya (dengan diberi taufik untuk bertaubat), lalu Allah menerima taubatnya serta diberi petunjuk.
Allah berfirman: Turunlah kamu berdua dari Syurga itu, bersama-sama, dalam keadaan setengah kamu menjadi musuh bagi setengahnya yang lain; kemudian jika datang kepada kamu petunjuk dariKu, maka sesiapa yang mengikut petunjukKu itu nescaya dia tidak akan sesat dan dia pula tidak akan menderita azab sengsara.
Dan sesiapa yang berpaling ingkar dari ingatan dan petunjukKu, maka sesungguhnya adalah baginya kehidupan yang sempit dan Kami akan himpunkan dia pada hari kiamat dalam keadaan buta.
Dia berkata: Wahai Tuhanku, mengapa Engkau himpunkan daku dalam keadaan buta, padahal aku dahulu melihat?
Allah berfirman: Demikianlah keadaannya! Telah datang ayat-ayat keterangan Kami kepadamu, lalu engkau melupakan serta meninggalkannya dan demikianlah engkau pada hari ini dilupakan serta ditinggalkan.
Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak beriman kepada ayat-ayat keterangan Tuhannya dan demi sesungguhnya azab akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.
Adakah tersembunyi serta belum jelas lagi kepada mereka: Berapa banyak Kami telah binasakan dari kaum-kaum yang terdahulu daripada mereka, sedang mereka sekarang berulang-alik melalui tempat-tempat tinggal kaum-kaum itu? Sesungguhnya pada yang demikian ada tanda-tanda (untuk mengambil iktibar) bagi orang-orang yang berakal fikiran.
Dan jika tidaklah kerana telah terdahulu Kalimah Tuhanmu (wahai Muhammad) dan satu tempoh yang ditentukan nescaya balasan jenayah mereka sudah semestinya berlaku.
Oleh itu, bersabarlah engkau (wahai Muhammad) akan apa yang mereka katakan dan beribadatlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenamnya dan beribadatlah pada saat-saat dari waktu malam dan pada sebelah-sebelah siang; supaya engkau reda (dengan mendapat sebaik-baik balasan).
Dan janganlah engkau menujukan pandangan kedua matamu dengan keinginan kepada apa yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka yang kafir itu menikmatinya, yang merupakan keindahan kehidupan dunia ini, untuk Kami menguji mereka padanya; sedang limpah kurnia Tuhanmu di akhirat lebih baik dan lebih kekal.
Dan perintahkanlah keluargamu serta umatmu mengerjakan sembahyang dan hendaklah engkau tekun bersabar menunaikannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, (bahkan) Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan (ingatlah) kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
Dan mereka yang kafir berkata: Mengapa dia tidak membawa kepada kami satu tanda mukjizat dari Tuhannya yang membuktikan kebenarannya? Bukankah telah datang kepada mereka berbagai-bagai keterangan dan khasnya Al-Quran yang menjadi kenyataan yang menerangkan apa yang terkandung dalam Kitab-kitab yang dahulu?
Dan sekiranya Kami binasakan mereka dengan sesuatu azab sebelum datangnya Rasul Kami membawa Al-Quran ini, tentulah mereka akan berkata pada hari kiamat: Wahai Tuhan Kami! Mengapa Engkau tidak mengutuskan kepada kami seorang Rasul supaya kami menurut ayat-ayat keteranganMu yang dibawanya, sebelum kami menjadi hina (dengan azab di dunia) dan mendapat malu (dengan azab di akhirat)?
Katakanlah (wahai Muhammad): Tiap-tiap seorang (di antara kita) sedang menunggu; maka tunggulah kamu! Kemudian kamu akan mengetahui kelak siapakah orang-orang yang berada atas jalan yang lurus dan juga siapa yang mendapat petunjuk.
Telah hampir datangnya kepada manusia hari perhitungan amalnya sedang mereka dalam kelalaian, tidak hiraukan persediaan baginya.
Tidak datang kepada mereka itu sebarang peringatan yang diturunkan dari Tuhan mereka lepas satu: Satu, melainkan mereka memasang telinga mendengarnya sambil mereka mempermain-mainkannya;
Dengan keadaan hati mereka leka daripada memahami dan mengamalkan maksudnya. Dan orang-orang yang zalim itu, berbisik-bisik sesama sendiri dengan berkata: Bukankah (Muhammad) ini hanyalah seorang manusia biasa seperti kamu? Maka patutkah kamu turut hadir mendengar sihir yang dibawanya itu sedang kamu nampak dan mengetahui karutnya?
(Bagi menjawab mereka, Nabi Muhammad) berkata: Tuhanku mengetahui tiap-tiap perkataan (yang dilahirkan atau disembunyikan oleh makhluk-makhluk) di langit dan di bumi dan Dialah jua Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
(Mereka bukan sahaja menyifatkan Al-Quran itu sihir) bahkan mereka menuduh dengan berkata: Al-Quran itu perkara karut yang dimimpikan oleh Muhammad, bahkan perkara yang diada-adakan olehnya, bahkan Muhammad sendiri seorang penyair. (Kalaulah dia sebenarnya seorang Rasul) maka hendaklah dia membawa kepada kita satu mukjizat sebagaimana mukjizat-mukjizat yang dibawa oleh Rasul-rasul yang telah diutus dahulu.
Tidak ada penduduk sesebuah negeri pun yang Kami binasakan sebelum mereka, yang telah beriman kepada mukjizat yang diberi kepadanya; maka benarkah mereka yang meminta mukjizat itu mahu beriman?
Dan Kami tidak mengutus Rasul-rasul sebelummu (wahai Muhammad) melainkan orang-orang lelaki yang Kami wahyukan kepada mereka (bukan malaikat); maka bertanyalah kamu kepada Ahluzzikri jika kamu tidak mengetahui.
Dan Kami tidak menjadikan Rasul-rasul itu bertubuh badan yang tidak makan minum, dan mereka pula tidak akan kekal hidup selama-lamanya (di dunia).
Kemudian Kami tepati janji Kami kepada mereka, lalu Kami selamatkan mereka dan sesiapa yang Kami kehendaki dan (sebaliknya) Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas.
Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu sebuah Kitab (Al-Quran) yang mengandungi perkara yang menimbulkan sebutan baik dan kelebihan untuk kamu, maka mengapa kamu tidak memahaminya (dan bersyukur akan nikmat yang besar itu)?
Dan berapa banyak Kami telah pecah-belahkan dan binasakan penduduk negeri yang melakukan kezaliman dan Kami telah menjadikan sesudah mereka, kaum yang lain sebagai gantinya.
Maka ketika mereka merasai (kedatangan) azab Kami, mereka dengan serta-merta lari keluar dari negeri itu.
(Lalu dikatakan kepada mereka): Janganlah kamu lari dan sebaliknya kembalilah kepada kemewahan hidup yang telah diberikan kepada kamu dan ke tempat-tempat tinggal kamu, supaya kamu dapat ditanya mengenai apa yang berlaku.
(Akhirnya) mereka berkata: Aduhai celakanya kami! Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berlaku zalim!
Maka demikianlah seterusnya jeritan dan keluhan mereka, sehingga Kami jadikan mereka hancur lebur dan sunyi-sepi.
Dan (ingatlah) tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada di antaranya, secara main-main.
Sekiranya Kami hendak mengambil sesuatu untuk hiburan, tentulah Kami akan mengambilnya dari sisi Kami; Kami tidak melakukannya.
Bahkan Kami sentiasa mengarahkan yang benar menentang yang salah, lalu dia menghancurkannya, maka dengan serta-merta hilang lenyaplah ia dan (tetaplah) kecelakaan akan menimpa kamu disebabkan apa yang kamu sifatkan (terhadap Kami).
Dan (ingatlah) segala yang ada di langit dan di bumi adalah milik kepunyaan Allah jua dan malaikat-malaikat yang ada di sisiNya tidak membesarkan diri dan tidak enggan daripada beribadat kepadaNya dan tidak pula mereka merasa penat dan letih.
Mereka beribadat malam dan siang, dengan tidak berhenti-henti.
Adakah benda-benda dari bumi yang mereka jadikan tuhan-tuhan itu, dapat menghidupkan semula sesuatu yang mati?
Kalau ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan yang lain dari Allah, nescaya rosaklah pentadbiran kedua-duanya. Maka (bertauhidlah kamu kepada Allah dengan menegaskan): Maha Suci Allah, Tuhan yang mempunyai Arasy, dari apa yang mereka sifatkan.
Dia tidak boleh ditanya tentang apa yang Dia lakukan, sedang merekalah yang akan ditanya kelak.
Patutkah mereka menyembah tuhan-tuhan yang lain dari Allah? Katakanlah (wahai Muhammad): Bawalah keterangan dan bukti kamu; kandungan Al-Quran ini menjadi peringatan dan bukti tauhid umatku, juga peringatan dan bukti tauhid umat-umat yang dahulu daripadaku. (Kaum musyrik tidak mempunyai sebarang keterangan) bahkan kebanyakan mereka tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, dengan sebab itulah maka mereka berpaling ingkar.
Dan Kami tidak mengutus sebelummu (wahai Muhammad) seseorang Rasul pun melainkan Kami wahyukan kepadanya: Bahawa sesungguhnya tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Aku, oleh itu beribadatlah kamu kepadaKu.
Dan mereka (yang musyrik) berkata: (Allah) Ar-Rahman mempunyai anak. Maha Sucilah Ia. Bahkan (mereka yang dikatakan menjadi anak Allah itu) ialah hamba-hambaNya yang dimuliakan.
Mereka tidak mendahuluiNya dengan perkataan dan mereka pula mengerjakan apa yang diperintahkanNya.
Allah mengetahui apa yang di hadapan mereka (yang telah mereka lakukan) dan apa yang di belakang mereka (yang akan mereka lakukan) dan mereka tidak memohon syafaat melainkan bagi sesiapa yang diredai Allah dan mereka pula sentiasa cemas takut daripada ditimpa azabNya.
Dan (jika ada) sesiapa di antara mereka berkata: Sesungguhnya aku ialah tuhan selain dari Allah, maka yang berkata sedemikian itu, Kami akan membalasnya dengan (azab) Neraka Jahanam; demikianlah Kami membalas golongan yang zalim.
Dan tidakkah orang-orang kafir itu memikirkan dan mempercayai bahawa sesungguhnya langit dan bumi itu pada asal mulanya bercantum (sebagai benda yang satu), lalu Kami pisahkan antara keduanya? Dan Kami jadikan dari air, tiap-tiap benda yang hidup? Maka mengapa mereka tidak mahu beriman?
Dan Kami telah menjadikan di bumi gunung-ganang yang menetapnya, supaya bumi itu tidak menggegar mereka dan Kami jadikan padanya celah-celah sebagai jalan-jalan lalu-lalang, supaya mereka dapat sampai kepada mencapai keperluan rohani dan jasmani.
Dan Kami telah menjadikan langit sebagai bumbung yang terpelihara dan terkawal, sedang mereka (yang kafir itu) berpaling tidak memerhatikan tanda-tanda (kekuasaan Kami) yang ada padanya.
Dan Dialah (Tuhan) yang telah menjadikan malam dan siang, serta matahari dan bulan; tiap-tiap satunya beredar terapung-apung di tempat edaran masing-masing (di angkasa lepas).
Dan Kami tidak menjadikan seseorang manusia sebelummu dapat hidup kekal (di dunia ini). Maka kalau engkau meninggal dunia (wahai Muhammad), adakah mereka akan hidup selama-lamanya?
Tiap-tiap diri akan merasai mati dan Kami menguji kamu dengan kesusahan dan kesenangan sebagai cubaan dan kepada Kamilah kamu semua akan dikembalikan.
Dan apabila orang-orang kafir itu melihatmu, mereka hanyalah menjadikan perkara yang engkau sampaikan itu sebagai ejek-ejekan sahaja, sambil berkata sesama sendiri: Inikah dia orangnya yang mencaci tuhan-tuhan kamu? (Mereka berkata demikian) sedang mereka sendiri kufur ingkar kepada Al-Quran yang mengandungi peringatan Allah yang melimpah-limpah rahmatNya.
Jenis manusia dijadikan bertabiat terburu-buru dalam segala halya; Aku (Allah) akan perlihatkan kepada kamu tanda-tanda kekuasaanKu; maka janganlah kamu meminta disegerakan (kedatangannya).
Dan (kerana tabiat terburu-burunya) mereka berkata: Bilakah berlakunya janji azab itu, jika betul kamu orang-orang yang berkata benar?.
Kalaulah orang-orang kafir itu mengetahui apa yang akan menimpa mereka ketika mereka tidak dapat menahan atau mengelakkan api Neraka dari muka dan belakang mereka dan mereka pula tidak diberi pertolongan, (tentulah mereka segera beriman, dan tidak berkata demikian).
(Mereka tidak diberitahu akan masa itu) bahkan (yang dijanjikan) itu akan datang kepada mereka secara mengejut, serta terus membingungkan mereka; maka mereka tidak akan terdaya menolaknya dan tidak akan diberi tempoh bertaubat.
Dan demi sesungguhnya, telah diperolok-olokkan beberapa Rasul sebelummu, lalu orang-orang yang mengejek-ejek di antara mereka, ditimpakan balasan azab bagi apa yang mereka telah perolok-olokkan itu.
Katakanlah (wahai Muhammad): Siapakah yang dapat menjaga keselamatan kamu pada malam dan siang daripada azab Tuhan yang bersifat Maha Pemurah? (Mereka tidak memikirkan yang demikian) bahkan mereka tetap berpaling ingkar dari pengajaran Tuhan mereka.
Tidak ada bagi mereka tuhan-tuhan yang dapat melindungi mereka dari azab Kami. Mereka yang dipertuhankan itu tidak dapat menolong dirinya sendiri dan tidak pula mereka dibantu dengan pertolongan dari pihak Kami.
(Bukan benda-benda yang dipertuhankan itu yang memberi kesenangan kepada mereka) bahkan Kami biarkan mereka dan datuk-nenek mereka menikmati (kesenangan hidup) hingga berlanjutanlah umur mereka (dalam keadaan yang menyebabkan berlaku perkara yang tidak diingini mereka). Maka tidakkah mereka melihat bahawa kami datangi daerah bumi yang mereka kuasai dengan menguranginya sedikit demi sedikit dari sempadan-sempadannya? Jika demikian halnya, maka adakah mereka yang akan menang?
Katakanlah (wahai Muhammad): Sesungguhnya aku hanyalah memberi amaran kepada kamu dengan wahyu (Al-Quran yang diturunkan Allah kepadaku) dan sudah tentu orang-orang yang pekak tidak dapat mendengar seruan apabila mereka diberi amaran, (maka janganlah kamu menjadi pekak kerana azab Tuhan amatlah berat).
Dan demi sesungguhnya, jika mereka disentuh oleh sedikit sahaja dari azab Tuhanmu, sudah tentu mereka akan berkata: Aduhai celakanya kami! Sebenarnya kami adalah orang-orang yang zalim (terhadap diri sendiri)!
Dan (ingatlah) Kami akan mengadakan neraca timbangan yang adil untuk (menimbang amal makhluk-makhluk pada) hari kiamat; maka tidak ada diri sesiapa akan teraniaya sedikitpun dan jika (amalnya) itu seberat biji sawi (sekalipun), nescaya Kami akan mendatangkannya (untuk ditimbang dan dihitung) dan cukuplah Kami sebagai Penghitung.
Dan demi sesungguhnya, Kami telah memberi kepada Nabi Musa dan Nabi Harun Kitab (Taurat) yang membezakan antara yang benar dengan yang salah dan yang menjadi cahaya yang menerangi, serta yang mengandungi pengajaran, bagi orang-orang yang mahu bertakwa.
Iaitu mereka yang takut (melanggar hukum-hukum) Tuhannya semasa mereka tidak dilihat orang dan mereka pula gerun cemas akan (peristiwa-peristiwa yang mengerikan pada) hari kiamat.
Dan Al-Quran ini juga pengajaran yang berkat, yang Kami turunkan (kepada Nabi Muhammad); dengan keadaan yang demikian maka patutkah kamu mengingkarinya?
Dan demi sesungguhnya, Kami telah memberi kepada Nabi Ibrahim sebelum itu jalan yang benar dalam bertauhid dan Kami adalah mengetahui akan halnya.
Ketika dia berkata kepada bapanya dan kaumnya: Apakah hakikatnya patung-patung ini yang kamu bersungguh-sungguh memujanya?
Mereka menjawab: Kami dapati datuk nenek kami selalu menyembahnya.
Dia berkata: Sesungguhnya kamu dan datuk-nenek kamu adalah dalam kesesatan yang nyata.
Mereka bertanya: Adakah engkau membawa kepada kami sesuatu yang benar (sebagai seorang Rasul) atau engkau dari orang-orang yang bermain-main sahaja?
Dia menjawab: (Bukan bermain-main) bahkan (untuk menegaskan bahawa) Tuhan kamu ialah Tuhan yang mentadbirkan langit dan bumi, Dialah yang menciptanya dan aku adalah dari orang-orang yang boleh memberi keterangan mengesahkan yang demikian itu.
Dan demi Allah, aku akan jalankan rancangan terhadap berhala-berhala kamu, sesudah kamu pergi meninggalkan (rumah berhala ini).
Lalu dia memecahkan semuanya berketul-ketul, kecuali sebuah berhala mereka yang besar (dibiarkannya), supaya mereka kembali kepadanya.
(Setelah melihat kejadian itu) mereka bertanya: Siapakah yang melakukan perbuatan yang demikian terhadap tuhan-tuhan kami? Sesungguhnya adalah dia dari orang-orang yang zalim.
(Setengah dari) mereka berkata: Kami ada mendengar seorang anak muda bernama Ibrahim, mencacinya.
(Ketua-ketua) mereka berkata: Jika demikian, bawalah dia di hadapan orang ramai supaya mereka menyaksikan (tindakan mengenainya).
(Setelah dia dibawa ke situ) mereka bertanya: Engkaukah yang melakukan demikian kepada tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?
Dia menjawab: (Tidak) bahkan yang melakukannya ialah (berhala) yang besar di antara mereka ini! Maka bertanyalah kamu kepada mereka kalau-kalau mereka dapat berkata-kata.
Maka mereka (penyembah berhala) kembali kepada diri mereka (memikirkan hal itu) lalu berkata (sesama sendiri): Sesungguhnya kamulah sendiri orang-orang yang zalim.
Kemudian mereka terbalik fikirannya kepada kesesatan, lalu berkata: Sesungguhnya engkau (hai Ibrahim), telah sedia mengetahui bahawa berhala-berhala itu tidak dapat berkata-kata (maka betapa engkau menyuruh kami bertanya kepadanya)?
Nabi Ibrahim berkata: Jika demikian, patutkah kamu menyembah yang lain dari Allah sesuatu yang tidak dapat mendatangkan faedah sedikitpun kepada kamu dan juga tidak dapat mendatangkan mudarat kepada kamu?
Jijik perasaanku terhadap kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah! Maka mengapa kamu tidak mahu menggunakan akal fikiran kamu?
(Setelah tidak dapat berhujah lagi, ketua-ketua) mereka berkata: Bakarlah dia dan belalah tuhan-tuhan kamu, jika betul kamu mahu bertindak membelanya!
Kami berfirman: Hai api, jadilah engkau sejuk serta selamat sejahtera kepada Ibrahim!.
Dan mereka (dengan perbuatan membakarnya itu) hendak melakukan angkara yang menyakitinya, lalu Kami jadikan mereka orang-orang yang amat rugi, (kalah dengan hinanya).
Dan Kami selamatkan dia dan (sepupunya) Nabi Lut ke negeri yang Kami limpahkan berkat padanya untuk umat manusia.
Dan Kami kurniakan kepadanya: Ishak (anaknya) dan Yaakub (cucunya) sebagai tambahan dan tiap-tiap seorang (dari mereka) Kami jadikan orang yang soleh.
Dan Kami jadikan mereka ketua-ketua ikutan, yang memimpin (manusia ke jalan yang benar) dengan perintah Kami dan Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebaikan dan mendirikan sembahyang, serta memberi zakat dan mereka pula sentiasa beribadat kepada Kami.
Dan kepada Nabi Lut, Kami berikan hikmat kebijaksanaan dan ilmu dan Kami selamatkan dia dari bandar yang penduduknya selalu melakukan perkara-perkara yang keji; sesungguhnya mereka itu adalah kaum jahat, yang fasik, derhaka.
Dan Kami masukkan Nabi Lut dalam (kumpulan mereka yang dilimpahi) rahmat Kami; sesungguhnya dia dari orang-orang yang soleh.
Dan (sebutkanlah peristiwa) Nabi Nuh, ketika dia menyeru (berdoa kepada Kami) sebelum (Nabi-nabi yang tersebut) itu, lalu Kami perkenankan doanya serta Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya dari kesusahan yang besar.
Dan Kami membelanya dari angkara kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami; sesungguhnya adalah mereka kaum yang jahat; lalu Kami tenggelamkan mereka semuanya (sehingga mati lemas dengan taufan).
Dan (sebutkanlah peristiwa) Nabi Daud dengan Nabi Sulaiman, ketika mereka berdua menghukum mengenai tanaman-tanaman semasa ia dirosakkan oleh kambing kaumnya pada waktu malam dan sememangnya Kamilah yang memerhati dan mengesahkan hukuman mereka.
Maka Kami beri Nabi Sulaiman memahami hukum yang lebih tepat bagi masalah itu dan masing-masing (dari mereka berdua) Kami berikan hikmat kebijaksanaan dan ilmu (yang banyak) dan Kami mudahkan gunung-ganang dan unggas memuji Kami bersama-sama dengan Nabi Daud dan adalah Kami berkuasa melakukan semuanya itu.
Dan Kami mengajar Nabi Daud membuat baju-baju besi untuk kamu, untuk menjaga keselamatan kamu dalam mana-mana peperangan kamu, maka adakah kamu sentiasa bersyukur?
Dan (Kami mudahkan) bagi Nabi Sulaiman angin yang kencang tiupannya, bertiup menurut kehendaknya ke negeri yang Kami limpahi berkat padanya dan adalah Kami mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.
Dan (Kami mudahkan) sebahagian dari Syaitan-syaitan untuk menyelam baginya, serta melakukan kerja-kerja yang lain dari itu dan adalah Kami mengawal mereka (daripada melanggar perintahnya).
Dan (sebutkanlah peristiwa) Nabi Ayub, ketika dia berdoa merayu kepada Tuhannya dengan berkata: Sesungguhnya aku ditimpa penyakit, sedang Engkaulah sahaja yang lebih mengasihani daripada segala (yang lain) yang mengasihani.
Maka Kami perkenankan doa permohonannya, lalu Kami hapuskan penyakit yang menimpanya, serta Kami kurniakan kepadanya: Keluarganya, dengan seganda lagi ramainya, sebagai satu rahmat dari Kami dan sebagai satu peringatan bagi orang-orang yang taat kepada Kami (supaya bersabar dan mendapat balasan baik).
Dan (demikianlah pula) Nabi-nabi Ismail dan Idris serta Zulkifli; semuanya adalah dari orang-orang yang sabar.
Dan Kami masukkan mereka dalam (kumpulan yang dilimpahi) rahmat Kami: Sesungguhnya mereka adalah dari orang-orang yang soleh.
Dan (sebutkanlah peristiwa) Zunnun, ketika dia pergi (meninggalkan kaumnya) dalam keadaan marah, yang menyebabkan dia menyangka bahawa Kami tidak akan mengenakannya kesusahan atau cubaan; (setelah berlaku kepadanya apa yang berlaku) maka dia pun menyeru dalam keadaan yang gelap-gelita dengan berkata: Sesungguhnya tiada Tuhan (yang dapat menolong) melainkan Engkau (ya Allah)! Maha Suci Engkau (daripada melakukan aniaya, tolongkanlah daku)! Sesungguhnya aku adalah dari orang-orang yang menganiaya diri sendiri.
Maka Kami kabulkan permohonan doanya dan Kami selamatkan dia dari kesusahan yang menyelubunginya dan sebagaimana Kami menyelamatkannya, Kami akan selamatkan orang-orang yang beriman (ketika mereka merayu kepada Kami).
Dan (sebutkanlah peristiwa) Nabi Zakaria, ketika dia merayu kepada Tuhannya dengan berkata: Wahai Tuhanku! Janganlah Engkau biarkan daku seorang diri (dengan tidak meninggalkan zuriat) dan Engkaulah jua sebaik-baik yang mewarisi.
Maka Kami perkenankan doanya dan Kami kurniakan kepadanya (anaknya) Yahya, dan Kami perelokkan keadaan isterinya yang mandul, (untuk melahirkan anak) baginya. (Kami limpahkan berbagai ihsan kepada Rasul-rasul itu ialah kerana) sesungguhnya mereka sentiasa berlumba-lumba dalam mengerjakan kebaikan dan sentiasa berdoa kepada kami dengan penuh harapan serta gerun takut dan mereka pula sentiasa khusyuk (dan taat) kepada Kami.
Dan (sebutkanlah peristiwa) perempuan yang telah menjaga kehormatan dan kesuciannya; lalu Kami tiupkan padanya dari Roh (ciptaan) Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya sebagai satu tanda (yang menunjukkan kekuasaan Kami) bagi umat manusia.
Sesungguhnya agama Islam inilah agama kamu, agama yang satu asas pokoknya dan Akulah Tuhan kamu; maka sembahlah kamu akan Daku.
(Kebanyakan manusia masih berselisihan) dan berpecah-belah dalam urusan agama mereka; (ingatlah) mereka semuanya akan kembali kepada kami (untuk menerima balasan).
Dengan yang demikian, sesiapa yang mengerjakan sesuatu amal kebaikan, sedang dia beriman, maka tidaklah disia-siakan amal usahanya dan sesungguhnya Kami tetap menulisnya.
Dan mustahil kepada penduduk sesebuah negeri yang Kami binasakan, bahawa mereka tidak akan kembali (kepada Kami untuk menerima balasan di akhirat kelak).
(Demikianlah keadaan mereka) hingga apabila terbuka tembok yang menyekat Yakjuj dan Makjuj, serta mereka meluru turun dari tiap-tiap tempat yang tinggi.
Dan hampirlah datangnya janji hari kiamat yang benar, maka dengan serta-merta pandangan mata orang-orang yang kufur ingkar terbeliak (sambil berkata dengan cemas): Aduhai celakanya Kami. Sesungguhnya kami telah tinggal dalam keadaan yang melalaikan kami daripada memikirkan perkara ini, bahkan kami telah menjadi orang-orang yang menganiaya diri sendiri.
Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah, yang lain dari Allah, menjadi bahan-bahan bakaran yang dilemparkan ke dalam Neraka Jahanam; kamu (sudah tetap) akan memasukinya.
Kalaulah mereka (yang kamu sembah) itu tuhan-tuhan, tentulah mereka tidak masuk ke dalam Neraka dan (ketahuilah), semuanya (yang menyembah dan yang disembah) akan kekal dalam Neraka selama-lamanya.
Mereka mendayu-dayu (kesakitan) di dalam Neraka dan mereka pula di situ tidak dapat mendengar sesuatu yang menyenangkan.
Sesungguhnya orang-orang yang telah tetap dari dahulu lagi memperoleh kebaikan dari Kami, mereka dijauhkan dari Neraka itu.
Mereka tidak mendengar suara (julangan) api Neraka itu dan mereka akan kekal selama-lamanya di dalam (nikmat-nikmat Syurga) yang diingini oleh jiwa mereka.
Huru-hara besar yang amat mengerikan (pada hari kiamat) itu tidak merunsingkan mereka dan (sebaliknya) mereka disambut oleh malaikat-malaikat dengan berkata: Inilah hari kamu (beroleh kebahagiaan), yang telah dijanjikan kepada kamu (di dunia) dahulu.
(Ingatlah) hari Kami menggulung langit seperti menggulung lembaran surat catatan; sebagaimana kami mulakan wujudnya sesuatu kejadian, Kami ulangi wujudnya lagi; sebagai satu janji yang ditanggung oleh Kami; sesungguhnya Kami tetap melaksanakannya.
Dan demi sesungguhnya, Kami telah tulis di dalam Kitab-kitab yang Kami turunkan sesudah ada tulisannya pada Luh Mahfuz: Bahawasanya bumi itu akan diwarisi oleh hamba-hambaKu yang soleh.
Sesungguhnya Al-Quran ini mengandungi keterangan-keterangan yang cukup bagi orang-orang yang (cita-citanya) mengerjakan ibadat (kepada Allah dengan berilmu).
Dan tiadalah Kami mengutuskan engkau (wahai Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam.
Katakanlah: Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku (mengenai ketuhanan ialah) bahawa Tuhan kamu hanyalah Tuhan yang bersifat Esa, maka adakah kamu mahu menurut apa yang diwahyukan kepadaku?
Sekiranya mereka berpaling ingkar maka katakanlah: Aku telah memberitahu kepada kamu (apa yang diwahyukan kepadaku) dengan keterangan yang jelas untuk kita bersama dan aku tidak mengetahui samada (balasan buruk) yang dijanjikan kerana keingkaran kamu itu, sudah dekat atau masih jauh.
Sesungguhnya Allah mengetahui akan perkataan yang kamu sebutkan dengan terus terang dan juga Dia mengetahui apa yang kamu sembunyikan (di dalam hati).
Dan aku tidak mengetahui (mengapa dilambatkan balasan buruk yang dijanjikan kepada kamu itu) jangan-jangan lambatnya menjadi satu sebab yang menambahkan azab kamu dan di samping itu memberi kamu kesenangan hidup hingga ke suatu masa yang tertentu.
(Nabi Muhammad merayu dengan) berkata: Wahai Tuhanku, hukumkanlah (di antara kami dengan mereka) dengan yang benar dan Tuhan kami ialah Yang Melimpah-limpah rahmatNya yang dipohonkan pertolonganNya terhadap apa yang kamu sifatkan itu.
Wahai umat manusia, bertakwalah kepada Tuhan kamu! Sesungguhnya gempa hari kiamat itu suatu perkara yang amat besar.
Pada hari kamu melihat (peristiwa-peristiwa yang mengerikan) itu, tiap-tiap ibu penyusu akan melupakan anak yang disusukannya dan tiap-tiap perempuan yang mengandung akan gugurkan anak yang dikandungnya dan engkau akan melihat manusia mabuk, padahal mereka sebenarnya tidak mabuk, tetapi azab Allah amatlah berat, mengerikan.
Dan ada di antara manusia yang membantah perkara-perkara yang berhubung dengan Allah dengan tidak berdasarkan sebarang pengetahuan dan dia menurut tiap-tiap syaitan yang telah sebati dengan kejahatan.
Yang telah ditetapkan kepada (tiap-tiap) syaitan itu, bahawa sesiapa yang berketuakan dia, maka sesungguhnya dia akan menyesatkannya dan memimpinnya kepada azab Neraka.
Wahai umat manusia, sekiranya kamu menaruh syak (ragu-ragu) tentang kebangkitan makhluk (hidup semula pada hari kiamat), maka (perhatilah kepada tingkatan kejadian manusia) kerana sebenarnya Kami telah menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setitik air benih, kemudian dari sebuku darah beku, kemudian dari seketul daging yang disempurnakan kejadiannya dan yang tidak disempurnakan; (Kami jadikan secara yang demikian) kerana Kami hendak menerangkan kepada kamu (kekuasaan Kami) dan Kami pula menetapkan dalam kandungan rahim (ibu yang mengandung itu) apa yang Kami rancangkan hingga ke suatu masa yang ditentukan lahirnya; kemudian Kami mengeluarkan kamu berupa kanak-kanak; kemudian (kamu dipelihara) hingga sampai ke peringkat umur dewasa dan (dalam pada itu) ada di antara kamu yang dimatikan (semasa kecil atau semasa dewasa) dan ada pula yang dilanjutkan umurnya ke peringkat tua nyanyuk sehingga dia tidak mengetahui lagi akan sesuatu yang telah diketahuinya dahulu dan (ingatlah satu bukti lagi); Engkau melihat bumi itu kering, kemudian apabila Kami menurunkan hujan menimpanya, bergeraklah tanahnya (dengan tumbuh-tumbuhan yang merecup tumbuh) dan gembur membusutlah ia, serta ia pula menumbuhkan berjenis-jenis tanaman yang indah permai.
(Kedua-dua kenyataan) yang tersebut membuktikan bahawa sesungguhnya Allah jualah Tuhan Yang Sebenar-benarnya (yang berhak disembah) dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan makhluk-makhluk yang mati dan Dialah jua Yang Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.
Dan bahawa sesungguhnya hari kiamat itu tetap akan datang, tidak ada sebarang syak padanya dan bahawa sesungguhnya Allah akan membangkitkan (menghidupkan semula) orang-orang yang di dalam kubur.
Dan ada di antara manusia yang membantah dalam perkara-perkara yang berhubung dengan Allah dengan tidak berdasarkan sebarang pengetahuan dan tidak berdasarkan sebarang keterangan dan tidak juga berdasarkan mana-mana Kitab Allah yang menerangi kebenaran;
Dia membantah sambil memalingkan sebelah badannya dengan sombong angkuh sehingga menghalang dirinya dan orang lain dari jalan agama Allah; dia akan beroleh kehinaan di dunia dan Kami akan merasakannya azab yang membakar pada hari kiamat kelak;
(Dengan dikatakan kepadanya): Azab yang demikian ini ialah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, kerana sesungguhnya Allah tidak sekali-kali berlaku zalim kepada hamba-hambaNya.
Dan ada di antara manusia yang menyembah Allah dengan sikap dan pendirian yang tidak tetap, iaitu kalau dia beroleh kebaikan, senanglah hatinya dengan keadaan itu dan kalau pula dia ditimpa fitnah kesusahan, berbaliklah dia semula (kepada kekufurannya). (Dengan sikapnya itu) rugilah dia akan dunia dan akhirat, itulah kerugian yang terang nyata.
Dia menyeru dan menyembah makhluk-makhluk yang lain dari Allah, yang tidak dapat membahayakannya dan tidak dapat mendatangkan kebaikan kepadanya; itulah kesesatan yang jauh terpesong.
Dia menyeru dan menyembah makhluk yang dengan perbuatan demikian, mudaratnya lebih dekat dari manfaat yang diharapkannya; demi sesungguhnya seburuk-buruk penolong dan seburuk-buruk sahabat karib ialah makhluk yang diseru dan disembahnya itu.
Sesungguhnya Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan beramal soleh ke dalam Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai; sesungguhnya Allah melakukan apa yang ditentukanNya.
Sesiapa yang menyangka bahawa Allah tidak sekali-kali akan menolong Nabi Muhammad dalam dunia ini dan di akhirat kelak, maka hendaklah dia menghulurkan tali (serta mengikatnya) di bumbung rumahnya, kemudian hendaklah dia menjerut lehernya (supaya dia mati tercekik); dalam pada itu hendaklah dia memikirkan lebih dahulu, adakah tipu dayanya itu dapat menghapuskan sebab-sebab yang menimbulkan kemarahannya?
Dan demikianlah pula Kami menurunkan Al-Quran itu sebagai ayat-ayat keterangan yang jelas nyata dan sesungguhnya Allah memberi hidayat petunjuk kepada sesiapa yang dikehendakiNya (menurut peraturan dan undang-undangNya).
Bahawasanya orang-orang yang beriman dan orang-orang Yahudi dan orang-orang Saabiin dan orang-orang Nasrani dan orang-orang Majusi, serta orang-orang Musyrik, sesungguhnya Allah akan memutuskan hukumNya di antara mereka pada hari kiamat, kerana sesungguhnya Allah sentiasa Memerhati dan Menyaksikan tiap-tiap sesuatu.
Tidakkah engkau mengetahui bahawa segala yang ada di langit dan di bumi tunduk sujud kepada Allah dan (di antaranya termasuklah) matahari dan bulan dan bintang-bintang dan gunung-ganang dan pokok-pokok kayu dan binatang-binatang, serta sebahagian besar dari manusia? Dan banyak pula (di antara manusia) yang berhak ditimpa azab (disebabkan kekufurannya dan maksiatnya) dan (ingatlah) sesiapa yang dihinakan oleh Allah maka dia tidak akan beroleh sesiapapun yang dapat memuliakannya. Sesungguhnya Allah tetap melakukan apa yang dirancangkanNya.
Inilah dua golongan (mukmin dan kafir) yang berbantah-bantahan tentang Tuhan mereka. Maka orang-orang yang kafir akan disediakan untuk mereka pakaian dari api Neraka, serta dicurahkan atas kepala mereka air panas yang menggelegak,
Yang dengannya dihancurkan apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit badan mereka.
Dan mereka pula disediakan batang-batang besi untuk menyeksa mereka.
Tiap-tiap kali mereka hendak keluar dari Neraka itu, disebabkan mereka menderita azabnya, mereka dikembalikan padanya, serta dikatakan: Rasalah kamu azab seksa yang membakar!
Sesungguhnya Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan beramal soleh ke dalam Syurga yang mengalir padanya beberapa sungai; mereka dihiaskan di situ dengan gelang-gelang emas dan mutiara dan pakaian mereka di situ dari sutera.
Dan mereka diberi petunjuk kepada mengucapkan kata-kata yang baik, serta diberi petunjuk ke jalan Allah Yang Amat Terpuji.
Sesungguhnya (amatlah zalim) orang-orang yang kafir serta menghalangi manusia dari jalan Allah (agama Islam) dan dari memasuki Masjidilharam (Mekah) yang Kami jadikan ia tempat beribadat untuk seluruh umat manusia (yang beriman) samada yang tinggal menetap di situ atau yang datang berziarah dan sesiapa yang berazam melakukan di situ sebarang perbuatan yang di larang dengan cara yang zalim, Kami akan merasakannya azab yang tidak terperi sakitnya.
Dan (ingatkanlah peristiwa) ketika Kami tentukan bagi Nabi Ibrahim tempat Kaabah (untuk membinanya, lalu Kami berfirman kepadanya): Janganlah engkau sekutukan sesuatu pun denganKu dan bersihkanlah rumahKu (Kaabah ini) bagi orang-orang yang tawaf dan orang-orang yang berdiri dan yang rukuk serta yang sujud (mengerjakan sembahyang).
Dan serukanlah umat manusia untuk mengerjakan ibadat Haji, nescaya mereka akan datang ke (rumah Tuhanmu) dengan berjalan kaki dan dengan menunggang berjenis-jenis unta yang kurus yang datangnya dari berbagai jalan (dan ceruk rantau) yang jauh.
Supaya mereka menyaksikan berbagai perkara yang mendatangkan faedah kepada mereka serta memperingati dan menyebut nama Allah, pada hari-hari yang tertentu, kerana pengurniaanNya kepada mereka dengan binatang-binatang ternak (untuk dijadikan korban); dengan yang demikian makanlah kamu dari (daging) binatang-binatang korban itu dan berilah makan kepada orang yang susah, yang fakir miskin.
Kemudian hendaklah mereka membersihkan dirinya dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazarnya dan hendaklah mereka tawaf akan Baitullah (Kaabah) yang tua sejarahnya itu.
Itulah yang wajib dipatuhi dan sesiapa yang menghormati hukum-hukum Allah maka yang demikian menjadi kebaikan baginya di sisi Tuhannya dan dihalalkan bagi kamu binatang-binatang ternak, kecuali yang dibacakan kepada kamu (tentang haramnya), maka jauhilah kekotoran syirik yang disebabkan oleh penyembahan berhala, serta jauhilah perkataan yang dusta.
(Amalkanlah perkara-perkara itu) dengan tulus ikhlas kepada Allah, serta tidak mempersekutukan sesuatu pun denganNya dan sesiapa yang mempersekutukan sesuatu yang lain dengan Allah maka seolah-olah dia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau dihumbankan oleh angin ke tempat yang jauh (yang membinasakan).
Demikianlah (ajaran Allah) dan sesiapa yang menghormati Syiar-syiar agama Allah maka (dialah orang yang bertakwa) kerana sesungguhnya perbuatan itu satu kesan dari sifat-sifat takwa hati orang mukmin.
Kamu beroleh berbagai-bagai faedah dan kegunaan pada binatang ternak itu hingga ke suatu masa yang tertentu (bagi menyembelihnya); kemudian waktu menyembelihnya ketika sampai di tanah haram Baitullah yang tua sejarahnya itu.
Dan bagi tiap-tiap umat, Kami syariatkan ibadat menyembelih korban (atau lain-lainnya) supaya mereka menyebut nama Allah sebagai bersyukur akan pengurniaanNya kepada mereka; binatang-binatang ternak yang disembelih itu. Kerana Tuhan kamu semua ialah Tuhan Yang Maha Esa, maka hendaklah kamu tunduk taat kepadaNya dan sampaikanlah berita gembira (wahai Muhammad) kepada orang-orang yang tunduk taat;
Iaitu orang-orang yang apabila disebut nama Allah, gerun gementarlah hati mereka dan orang-orang yang sabar (cekal hati) terhadap kesusahan yang menimpa mereka dan orang-orang yang mendirikan sembahyang, serta orang-orang yang mendermakan sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepadanya.
Dan Kami jadikan unta (yang dihadiahkan kepada fakir miskin Mekah itu) sebahagian dari syiar agama Allah untuk kamu; pada menyembelih unta yang tersebut ada kebaikan bagi kamu; oleh itu sebutlah nama Allah (semasa menyembelihnya) ketika ia berdiri di atas tiga kakinya maka apabila ia tumbang (serta putus nyawanya), makanlah sebahagian daripadanya dan berilah (bahagian yang lain) kepada orang-orang yang tidak meminta dan yang meminta. Demikianlah Kami mudahkan ia untuk kamu (menguasainya dan menyembelihnya) supaya kamu bersyukur.
Daging dan darah binatang korban atau hadiah itu tidak sekali-kali akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepadaNya ialah amal yang ikhlas yang berdasarkan takwa dari kamu. Demikianlah Dia memudahkan binatang-binatang itu bagi kamu supaya kamu membesarkan Allah kerana mendapat nikmat petunjukNya. Dan sampaikanlah berita gembira (dengan balasan yang sebaik-baiknya) kepada orang-orang yang berusaha supaya baik amalnya.
Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang beriman; sesungguhnya Allah tidak suka kepada tiap-tiap seorang yang khianat, lagi tidak bersyukur.
Diizinkan berperang bagi orang-orang (Islam) yang diperangi (oleh golongan penceroboh), kerana sesungguhnya mereka telah dianiaya dan sesungguhnya Allah Amat Berkuasa untuk menolong mereka (mencapai kemenangan).
Iaitu mereka yang diusir dari kampung halamannya dengan tidak berdasarkan sebarang alasan yang benar, (mereka diusir) semata-mata kerana mereka berkata: Tuhan kami ialah Allah dan kalaulah Allah tidak mendorong setengah manusia menentang pencerobohan setengahnya yang lain, nescaya runtuhlah tempat-tempat pertapaan serta gereja-gereja (kaum Nasrani) dan tempat-tempat sembahyang (kaum Yahudi), dan juga masjid-masjid (orang Islam) yang sentiasa disebut nama Allah banyak-banyak padanya dan sesungguhnya Allah akan menolong sesiapa yang menolong agamaNya (agama Islam); sesungguhnya Allah Maha Kuat, lagi Maha Kuasa.
Iaitu mereka (umat Islam) yang jika Kami berikan mereka kekuasaan memerintah di bumi nescaya mereka mendirikan sembahyang serta memberi zakat, dan mereka menyuruh berbuat kebaikan serta melarang dari melakukan kejahatan dan perkara yang mungkar dan (ingatlah) bagi Allah jualah kesudahan segala urusan.
Dan jika mereka (yang kafir itu) mendustakanmu (wahai Muhammad), maka (yang demikian tidaklah pelik) kerana sesungguhnya sebelum mereka: Kaum Nabi Nuh dan Aad (kaum Nabi Hud), serta Thamud (kaum Nabi Soleh) telah juga mendustakan Rasul masing-masing;
Dan (demikian juga) kaum Nabi Ibrahim dan kaum Nabi Lut;
Dan juga penduduk Madyan dan Nabi Musa juga telah didustakan; maka Aku memberi tempoh kepada orang-orang kafir itu, kemudian Aku menimpakan mereka dengan azab seksa. Dengan yang demikian perhatikanlah bagaimana buruknya kesan kemurkaanKu.
Maka bukan sedikit negeri-negeri yang Kami binasakan dengan sebab kezaliman penduduknya, lalu runtuh ranaplah bangunan-bangunannya dan bukan sedikit pula telaga yang telah terbiar dan istana yang tersergam (telah kosong, ditinggalkan).
Oleh itu, bukankah ada baiknya mereka mengembara di muka bumi supaya dengan melihat kesan-kesan yang tersebut mereka menjadi orang-orang yang ada hati yang dengannya mereka dapat memahami atau ada telinga yang dengannya mereka dapat mendengar? (Tetapi kalaulah mereka mengembara pun tidak juga berguna) kerana keadaan yang sebenarnya bukanlah mata kepala yang buta, tetapi yang buta itu ialah mata hati yang ada di dalam dada.
Dan mereka meminta kepadamu (wahai Muhammad) menyegerakan kedatangan azab, padahal Allah tidak sekali-kali akan memungkiri janjiNya dan (katakanlah kepada mereka): Sesungguhnya satu hari dari hari-hari azab di sisi Tuhanmu adalah menyamai seribu tahun dari yang kamu hitung.
Dan bukan sedikit negeri-negeri yang Aku beri tempoh, sedang penduduknya berlaku zalim; kemudian Aku menimpakannya dengan azab seksa dan (ingatlah) kepada Akulah tempat kembali.
Katakanlah (wahai Muhammad): Wahai sekalian manusia, aku tidak lain hanyalah seorang Rasul pemberi amaran yang menjelaskan keterangan-keterangan kepada kamu.
Maka orang-orang yang beriman dan beramal soleh akan beroleh keampunan dan limpah kurnia yang mulia.
Dan (sebaliknya) orang-orang yang berusaha menentang dan membatalkan ayat-ayat keterangan Kami, mereka itulah ahli Neraka.
Dan tidaklah Kami mengutuskan sebelummu seorang Rasul atau seorang Nabi melainkan apabila dia bercita-cita (supaya kaumnya beriman kepada agama Allah yang dibawanya), maka Syaitan pun melemparkan hasutannya mengenai usaha Rasul atau Nabi itu mencapai cita-citanya; oleh itu, Allah segera menghapuskan apa yang telah diganggu oleh Syaitan, kemudian Allah menetapkan ayat-ayatNya dengan kukuhnya dan Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
(Yang demikian) kerana Allah hendak menjadikan hasutan Syaitan itu sebagai satu fitnah cubaan bagi orang-orang yang ada penyakit kufur ingkar dalam hati mereka dan yang hatinya keras membatu dan sesungguhnya mereka yang zalim itu sentiasa berada dalam pertentangan yang jauh dari kebenaran.
Dan juga supaya orang-orang yang beroleh ilmu mengetahui bahawa ayat-ayat keterangan itu benar dari Tuhanmu, lalu mereka beriman kepadanya, sehingga tunduk taatlah hati mereka mematuhinya dan sesungguhnya Allah sentiasa memimpin orang-orang yang beriman ke jalan yang lurus.
Dan orang-orang kafir tetap di dalam keraguan terhadap Al-Quran hingga datang kepada mereka saat kiamat secara mengejut atau datang kepada mereka azab hari yang tidak ada kebaikan untuk mereka.
Kuasa pemerintahan pada hari kiamat itu tertentu bagi Allah. Dia akan menghukum di antara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan beramal soleh ditempatkan di dalam Syurga yang penuh dengan segala nikmat dan kesenangan;
Dan orang-orang yang kafir serta mendustakan ayat-ayat keterangan kami, maka mereka beroleh azab seksa yang menghina.
Dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, kemudian mereka terbunuh atau mati, sudah tentu Allah akan mengurniakan kepada mereka limpah kurnia yang baik dan (ingatlah) sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi limpah kurnia.
Sudah tentu Allah akan memasukkan mereka (yang tersebut itu) ke tempat yang mereka sukai (Syurga) dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Penyabar.
Demikianlah (janji balasan Allah yang melimpah-limpah itu) dan sesiapa yang membalas kejahatan orang, sama seperti yang dilakukan kepadanya, kemudian dia dianiaya lagi, demi sesungguhnya Allah akan menolongnya. (Dalam pada itu ingatlah) sesungguhnya Allah Maha Pemaaf, lagi Maha Pengampun.
(Pertolongan yang dijanjikan Allah tetap berlaku) kerana Allah berkuasa menukar gantikan sesuatu keadaan sebagaimana kuasaNya memasukkan malam pada siang dan memasukkan siang pada malam (silih berganti) dan (ingatlah) sesungguhnya Allah Maha Mendengar, lagi Maha Melihat.
Bersifatnya Allah dengan kekuasaan dan luas ilmu pengetahuan itu kerana bahawasanya Allah, Dialah sahaja Tuhan Yang Sebenar-benarnya dan bahawa segala yang mereka sembah selain dari Allah itulah yang nyata palsunya dan (ingatlah) sesungguhnya Allah jualah Yang Maha Tinggi keadaanNya, lagi Maha Besar (kekuasaanNya)
Tidakkah engkau melihat bahawa Allah telah menurunkan hujan dari langit, lalu menjadilah bumi ini hijau subur (dengan sebabnya)? Sesungguhnya Allah Maha Halus serta lemah-lembut (urusan tadbirNya), lagi Maha Mendalam pengetahuanNya (akan hal-ehwal sekalian makhlukNya).
Segala yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaanNya dan sesungguhnya Allah, Dialah jua Yang Maha Kaya, lagi Maha Terpuji.
Tidakkah engkau melihat bahawa Allah telah memudahkan apa yang ada di bumi untuk kegunaan kamu dan (demikian juga) kapal-kapal yang belayar di laut dengan perintahNya? Dan Dia pula menahan langit daripada runtuh menimpa bumi, kecuali dengan izinNya; sesungguhnya Allah Amat melimpah belas kasihanNya dan rahmatNya kepada umat manusia.
Dan Dialah yang menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu, kemudian Dia menghidupkan kamu semula. Sesungguhnya manusia sangatlah tidak bersyukur.
Bagi tiap-tiap umat, Kami adakan satu syariat yang tertentu untuk mereka ikuti dan jalankan, maka janganlah ahli-ahli syariat yang lain membantahmu dalam urusan syariatmu dan serulah (wahai Muhammad) umat manusia kepada agama Tuhanmu, kerana sesungguhnya engkau adalah berada di atas jalan yang lurus.
Dan jika mereka mengemukakan bantahan kepadamu, maka katakanlah: Allah Amat mengetahui akan apa yang kamu lakukan.
Allah akan menghukum di antara kamu semua pada hari kiamat, mengenai apa yang kamu berselisihan padanya.
Bukankah engkau telah mengetahui bahawasanya Allah mengetahui segala yang ada di langit dan di bumi? Sesungguhnya yang demikian itu ada tertulis di dalam Kitab (Luh Mahfuz); sesungguhnya hal itu amatlah mudah bagi Allah.
Dan mereka menyembah yang lain dari Allah iaitu benda-benda yang Allah tidak menurunkan sebarang keterangan membenarkannya dan yang mereka tidak mempunyai sebarang pengetahuan mengenainya dan (ingatlah) tiadalah bagi orang-orang yang zalim (dengan perbuatan syirik) itu sesiapapun yang dapat memberikan pertolongan (di dunia dan di akhirat).
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas nyata, engkau akan dapat melihat pada muka orang-orang yang kafir itu tanda marah dan benci, hampir-hampir mereka hendak menerkam dan menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka. Katakanlah (wahai Muhammad): Jika demikian, mahukah, aku khabarkan kepada kamu yang lebih buruk lagi daripada apa yang telah menyebabkan kemarahan kamu itu? Ialah Neraka yang telah dijanjikan oleh Allah kepada orang-orang yang kafir dan itulah seburuk-buruk tempat kembali!
Wahai umat manusia, inilah diberikan satu misal perbandingan, maka dengarlah mengenainya dengan bersungguh-sungguh. Sebenarnya mereka yang kamu seru dan sembah, yang lain dari Allah itu, tidak sekali-kali akan dapat mencipta seekor lalat walaupun mereka berhimpun beramai-ramai untuk membuatnya dan jika lalat itu mengambil sesuatu dari mereka, mereka tidak dapat mengambilnya balik daripadanya. (Kedua-duanya lemah belaka), lemah yang meminta (dari mendapat hajatnya) dan lemah yang diminta (daripada menunaikannya).
Mereka (yang kafir musyrik) itu tidak menghormati Allah menurut penghormatan yang selayaknya (sebagaimana yang ditetapkanNya); sesungguhnya Allah adalah Maha Kuat, lagi Maha Kuasa.
Allah memilih utusan-utusanNya dari malaikat dan dari manusia; sesungguhnya Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka dan kepada Allah jualah kembalinya segala urusan.
Wahai orang-orang yang beriman, rukuklah serta sujudlah (mengerjakan sembahyang) dan beribadatlah kepada Tuhan kamu (dengan mentauhidkanNya), serta kerjakanlah amal-amal kebajikan; supaya kamu berjaya (di dunia dan di akhirat).
Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya Dialah yang memilih kamu (untuk mengerjakan suruhan agamanya) dan Dia tidak menjadikan kamu menanggung sesuatu keberatan dan susah payah dalam perkara agama, agama bapa kamu Ibrahim. Dia menamakan kamu: Orang-orang Islam semenjak dahulu dan di dalam (Al-Quran) ini, supaya Rasulullah (Muhammad) menjadi saksi yang menerangkan kebenaran perbuatan kamu dan supaya kamu pula layak menjadi orang-orang yang memberi keterangan kepada umat manusia (tentang yang benar dan yang salah). Oleh itu, dirikanlah sembahyang dan berilah zakat, serta berpegang teguhlah kamu kepada Allah! Dialah Pelindung kamu. Maka (Allah yang demikian sifatNya) Dialah sahaja sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Pemberi pertolongan.
Sesungguhnya berjayalah orang-orang yang beriman.
Iaitu mereka yang khusyuk dalam sembahyangnya.
Dan mereka yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang sia-sia.
Dan mereka yang berusaha membersihkan hartanya (dengan menunaikan zakat harta itu).
Dan mereka yang menjaga kehormatannya.
Kecuali kepada isterinya atau hamba sahayanya maka sesungguhnya mereka tidak tercela.
Kemudian, sesiapa yang mengingini selain dari yang demikian, maka merekalah orang-orang yang melampaui batas.
Dan mereka yang menjaga amanah dan janjinya.
Dan mereka yang tetap memelihara sembahyangnya.
Mereka itulah orang-orang yang berhak mewarisi.
Yang akan mewarisi Syurga Firdaus; mereka kekal di dalamnya.
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari pati (yang berasal) dari tanah.
Kemudian Kami jadikan "pati" itu (setitis) air benih pada penetapan yang kukuh.
Kemudian Kami ciptakan air benih itu menjadi sebuku darah beku lalu Kami ciptakan darah beku itu menjadi seketul daging; kemudian Kami ciptakan daging itu menjadi beberapa tulang; kemudian Kami balut tulang-tulang itu dengan daging. Setelah sempurna kejadian itu Kami bentuk ia menjadi makhluk yang lain sifat keadaannya. Maka nyatalah kelebihan dan ketinggian Allah sebaik-baik Pencipta.
Kemudian, sesungguhnya kamu sesudah itu akan mati.
Kemudian sesungguhnya kamu akan dibangkitkan hidup semula pada hari kiamat.
Dan demi sesungguhnya, Kami telah menciptakan tujuh jalan di atas kamu dan Kami pula tidak lalai daripada (menyediakan keperluan) makhluk-makhluk Kami.
Dan Kami turunkan hujan dari langit dengan sukatan yang tertentu, serta Kami tempatkan ia tersimpan di bumi dan sesungguhnya Kami sudah tentu berkuasa melenyapkannya.
Kemudian, Kami tumbuhkan untuk kamu dengan air itu, kebun-kebun tamar (kurma) dan anggur. Kamu beroleh dalam kebun-kebun itu (berbagai jenis lagi) buah-buahan yang banyak dan dari kebun-kebun itulah kamu beroleh rezeki penghidupan kamu.
Dan (Kami juga menumbuhkan untuk kamu) pokok yang asal tumbuhnya di kawasan Gunung Tursina, yang mengeluarkan minyak dan lauk bagi orang-orang yang makan.
Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak itu kamu beroleh punca-punca yang menyedarkan (tentang kemurahan dan kebijaksanaan Allah penciptanya); Kami beri kamu minum dari susu yang ada dalam perutnya dan kamu beroleh banyak faedah lagi padanya dan daripadanya juga kamu beroleh rezeki penghidupan kamu.
Dan di atas binatang-binatang ternak itu, serta di atas kapal-kapal kamu diangkut.
Dan demi sesungguhnya, Kami telah mengutuskan Nabi Nuh kepada kaumnya lalu berkatalah dia: Wahai kaumku, sembahlah kamu akan Allah (sebenarnya) tidak ada Tuhan bagi kamu selain daripadaNya. Oleh itu, tidakkah kamu mahu bertakwa kepadaNya?.
Maka ketua-ketua yang kafir dari kaumnya berkata (sesama sendiri): Orang ini hanyalah seorang manusia seperti kamu, dia bertujuan hendak melebihkan dirinya daripada kamu dan kalaulah Allah berkehendak (mengutuskan seorang Rasul) tentulah Dia menurunkan malaikat menjadi RasulNya. Kami tidak pernah mendengar seruan seperti ini dalam kalangan datuk nenek kami yang telah lalu.
Dia tidak lain hanyalah seorang lelaki yang mengidap penyakit gila. Oleh itu tunggulah akan perubahan keadaannya hingga ke suatu masa.
Nabi Nuh berdoa dengan berkata: Wahai Tuhanku tolonglah daku, kerana mereka mendustakan seruanku.
Lalu Kami wahyukan kepadanya: Buatlah bahtera dengan pengawasan serta kawalan Kami dan dengan panduan wahyu Kami (tentang cara membuatnya); kemudian apabila datang hukum Kami untuk membinasakan mereka dan air memancut-mancut dari muka bumi (yang menandakan kedatangan taufan), maka masukkanlah ke dalam bahtera itu dua dari tiap-tiap jenis haiwan (jantan dan betina) dan bawalah ahlimu (dan pengikut-pengikutmu) kecuali orang yang telah ditetapkan hukuman azab atasnya di antara mereka (disebabkan kekufurannya) dan janganlah engkau merayu kepadaku untuk menolong kaum yang zalim itu, kerana sesungguhnya mereka akan ditenggelamkan dengan taufan sehingga mati lemas.
Kemudian apabila engkau dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas bahtera itu maka hendaklah engkau (bersyukur kepada Allah dengan) berkata: Segala puji tertentu bagi Allah yang telah menyelamatkan kami daripada orang-orang yang zalim.
Dan berdoalah dengan berkata: Wahai Tuhanku, turunkanlah daku di tempat turun yang berkat dan Engkau adalah sebaik-baik Pemberi tempat.
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (yang mendatangkan iktibar) dan sesungguhnya Kami tetap menguji (hamba-hamba Kami).
Kemudian Kami ciptakan sesudah mereka, umat yang lain.
Lalu Kami mengutus kepada mereka seorang Rasul dari kalangan mereka (dengan berfirman melalui Rasul itu): Sembahlah kamu akan Allah, (sebenarnya) tidak ada Tuhan bagi kamu selain daripadaNya. Oleh itu tidakkah kamu mahu bertakwa kepadaNya?
Dan (bagi menolak seruan itu), ketua-ketua dari kaumnya yang kafir serta mendustakan pertemuan hari akhirat dan yang Kami mewahkan mereka dalam kehidupan dunia, berkata (sesama sendiri) Orang ini hanyalah seorang manusia seperti kamu, ia makan dari apa yang kamu makan dan meminum dari apa yang kamu minum.
Dan demi sesungguhnya, jika kamu taati manusia yang seperti kamu, tentulah kamu dengan membuat demikian, menjadi orang-orang yang rugi.
Patutkah dia menjanjikan kamu, bahawa sesungguhnya apabila kamu mati dan menjadi tanah dan tulang, kamu akan dikeluarkan (dari kubur hidup semula)?
Jauh, amatlah jauh (dari kebenaran) apa yang dijanjikan kepada kamu itu!
Tiadalah hidup yang lain selain dari hidup kita di dunia ini. Kita mati dan kita hidup (silih berganti) dan tiadalah kita akan dibangkitkan hidup semula.
Tiadalah dia (Nabi Hud) itu selain dari seorang lelaki yang mengada-adakan perkara dusta terhadap Allah dan kami tidak akan beriman kepadanya.
Nabi Hud berdoa dengan berkata: Wahai TuhanKu, belalah daku, kerana mereka telah mendustakan seruanku.
Allah berfirman: Dalam sedikit masa lagi mereka akan menjadi orang-orang yang menyesal.
Akhirnya mereka dibinasakan oleh letusan suara yang menggempakan bumi, dengan benar lagi adil, lalu Kami jadikan mereka sebagai sampah sarap (yang dihanyutkan oleh banjir). Maka kebinasaanlah kesudahannya bagi kaum yang zalim itu.
Kemudian Kami ciptakan, sesudah mereka, umat-umat yang lain.
Sesuatu umat itu tidak dapat mendahului tempohnya yang telah ditentukan dan mereka pula tidak dapat melambatkannya.
Kemudian Kami mengutus Rasul-rasul Kami silih berganti. Tiap-tiap kali sesuatu umat didatangi Rasulnya, mereka mendustakannya; lalu Kami binasakan umat-umat yang demikian, lepas satu-satu dan Kami jadikan perihal mereka sebagai cerita-cerita (yang mendatangkan iktibar); maka kebinasaanlah kesudahannya bagi orang-orang yang tidak beriman.
Kemudian Kami mengutus Nabi Musa dan saudaranya: Nabi Harun, dengan membawa ayat-ayat keterangan Kami dan bukti (mukjizat) yang nyata.
Kepada Firaun dan kaumnya; lalu mereka menentang (seruan Nabi-nabi Allah itu) dengan sombong takbur, serta menjadi kaum yang membesarkan diri.
Sehingga mereka berkata (dengan angkuhnya): Patutkah kita beriman kepada dua manusia seperti kita, sedang kaum mereka menjadi orang-orang suruhan kita?
Oleh itu, merekapun mendustakan keduanya, lalu menjadilah mereka sebahagian dari orang-orang yang dibinasakan.
Dan sesungguhnya, Kami telah memberikan Nabi Musa Kitab Taurat, supaya mereka beroleh hidayat petunjuk.
Dan Kami jadikan (Nabi Isa) Ibni Mariam serta ibunya sebagai satu tanda (mukjizat) dan Kami telah menempatkan keduanya di tanah tinggi, tempat tinggal yang ada tanaman dan mata air yang mengalir.
Wahai Rasul-rasul, makanlah dari benda-benda yang baik lagi halal dan kerjakanlah amal-amal soleh; sesungguhnya Aku Maha Mengetahui akan apa yang kamu kerjakan.
Dan sesungguhnya agama Islam ini ialah agama kamu agama yang satu asas pokoknya, dan Akulah Tuhan kamu; maka bertakwalah kamu kepadaKu.
Kemudian umat Rasul-rasul itu berpecah-belah dalam urusan agama mereka kepada beberapa pecahan, tiap-tiap golongan bergembira dengan apa yang ada pada mereka.
Maka biarkanlah mereka tenggelam dalam kesesatannya itu hingga ke suatu masa.
Adakah mereka menyangka bahawa apa yang Kami berikan kepada mereka dari harta benda dan anak-pinak itu.
(Bermakna bahawa dengan yang demikian) Kami menyegerakan untuk mereka pemberian kebaikan? (Tidak!) Bahkan mereka tidak menyedari (hakikatnya yang sebenar).
Sesungguhnya orang-orang yang sentiasa bimbang disebabkan takut kepada (kemurkaan) Tuhan mereka.
Dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Tuhan mereka.
Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan sesuatu yang lain dengan Tuhan mereka.
Dan orang-orang yang memberi apa yang mereka berikan sedang hati mereka gementar kerana mereka yakin akan kembali kepada Tuhan mereka.
Mereka itulah orang-orang yang segera mengerjakan kebaikan dan merekalah orang-orang yang mendahului pada mencapainya.
Dan Kami tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya dan di sisi Kami ada sebuah Kitab (suratan amal) yang menyatakan segala-galanya dengan benar, sedang mereka tidak dianiaya.
(Sekalipun demikian, orang-orang yang ingkar tidak juga berfikir) bahkan hati mereka tenggelam di dalam kejahilan, lalai daripada (memahami ajaran Al-Quran) ini dan mereka pula mempunyai lagi amal-amal (yang jahat) selain dari itu, yang mereka terus-menerus mengerjakannya.
Hingga apabila Kami timpakan azab kepada orang-orang yang mewah di antara mereka maka dengan serta-merta mereka menjerit-jerit meminta tolong.
(Lalu dikatakan kepada mereka): Janganlah kamu menjerit-jerit meminta tolong pada hari ini, sesungguhnya kamu tidak akan beroleh sebarang pertolongan dari Kami.
(Kerana) sesungguhnya ayat-ayatKu telah berkali-kali dibacakan kepada kamu, dalam pada itu kamu berpaling undur ke belakang.
Dengan keadaan sombong angkuh mendustakannya, serta mencacinya dalam perbualan kamu pada malam hari.
Maka adakah mereka melakukan yang demikian kerana mereka tidak dapat memahami kata-kata ajaran (yang disampaikan kepada mereka)? Atau kerana telah datang kepada mereka sesuatu yang tidak pernah datang kepada datuk nenek mereka yang telah lalu?
Atau kerana mereka tidak kenal rasul mereka, lalu mereka mengingkarinya?
Atau kerana mereka mengatakan: Dia kena penyakit gila? (Sebenarnya bukan kerana sesuatu pun dari yang tersebut itu) bahkan kerana Rasul mereka datang kepada mereka membawa agama yang tetap benar dan tabiat kebanyakan mereka tidak suka kepada sebarang kebenaran.
Dan kalaulah kebenaran itu tunduk menurut hawa nafsu mereka, nescaya rosak binasalah langit dan bumi serta segala yang adanya. (Bukan sahaja Kami memberikan agama yang tetap benar) bahkan Kami memberi kepada mereka Al-Quran yang menjadi sebutan baik dan mendatangkan kemuliaan kepada mereka; maka Al-Quran yang demikian keadaannya, mereka tidak juga mahu menerimanya.
Atau adakah (mereka menolak seruanmu itu kerana) engkau meminta kepada mereka suatu pemberian (sebagai hasil pendapatan seruanmu)? (Ini pun tidak!) Kerana engkau percaya pemberian Tuhanmu lebih baik dan Dialah jua sebaik-baik Pemberi rezeki.
Dan sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) hanya menyeru mereka ke jalan yang lurus.
Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada hari akhirat, sudah tentu tidak mengikuti jalan yang lurus itu.
Dan sekiranya Kami menaruh belas kasihan kepada mereka serta Kami hapuskan kesusahan yang menimpa mereka, nescaya mereka akan tetap terus meraba-raba dalam kesesatan mereka yang melampaui batas itu.
Dan sesungguhnya Kami telah menimpakan mereka dengan azab (di dunia), maka mereka tidak juga tunduk patuh kepada Tuhan mereka dan tidak pula berdoa kepadaNya dengan merendah diri (serta insaf dan bertaubat).
Sehingga apabila Kami bukakan kepada mereka sebuah pintu yang menyebabkan azab yang berat, maka mereka serta-merta berputus asa dengan sebabnya dari mendapat sebarang kebaikan.
Dan Dialah jua yang mengadakan bagi kamu pendengaran dan penglihatan serta hati (untuk kamu bersyukur; tetapi) amatlah sedikit kamu bersyukur.
Dan Dialah yang menciptakan serta mengembangkan kamu di bumi dan kepadaNyalah kamu akan dihimpunkan.
Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan dan Dialah yang menentukan pertukaran malam dan siang. Maka tidakkah kamu mahu berfikir?
(Mereka tidak juga mahu berfikir) bahkan mereka berkata seperti yang dikatakan oleh orang-orang dahulu (yang ingkar).
Mereka berkata: Adakah apabila kami telah mati dan kami menjadi tanah dan tulang, adakah kami akan dibangkitkan (hidup semula)?
Demi sesungguhnya, kami telah dijanjikan perkara ini kami dan datuk nenek kami dari dahulu lagi; perkara ini hanyalah cerita dongeng orang-orang dahulu-kala.
Tanyakanlah (wahai Muhammad): Kepunyaan siapakah bumi ini dan segala yang ada padanya, kalau kamu mengetahui?
Mereka akan menjawab: Kepunyaan Allah. Katakanlah: Mengapa kamu tidak mahu ingat (dan insaf)?
Tanyakanlah lagi: Siapakah Tuhan yang memiliki dan mentadbirkan langit yang tujuh dan Tuhan yang mempunyai Arasy yang besar?
Mereka akan menjawab: (Semuanya) kepunyaan Allah. Katakanlah: Mengapa kamu tidak mahu bertakwa?
Tanyakanlah lagi: Siapakah yang memegang kuasa pemerintahan tiap-tiap sesuatu, serta dia dapat melindungi (segala-galanya) dan tidak ada sesuatupun yang dapat disembunyi daripada kekuasaannya? (Jawablah) jika kamu mengetahui!
Mereka akan menjawab: (Segala-galanya) dikuasai Allah. Katakanlah: Jika demikian, bagaimana kamu tertarik hati kepada perkara yang tidak benar?
(Bukanlah sebagaimana tuduhan mereka) bahkan Kami telah membawa kepada mereka keterangan yang benar dan sesungguhnya mereka adalah berdusta.
Allah tidak sekali-kali mempunyai anak dan tidak ada sama sekali sebarang tuhan bersamaNya; (kalaulah ada banyak tuhan) tentulah tiap-tiap tuhan itu akan menguasai dan menguruskan segala yang diciptakannya dengan bersendirian dan tentulah setengahnya akan bertindak mengalahkan setengahnya yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang dikatakan oleh mereka (yang musyrik) itu.
(Allah) Yang mengetahui segala yang tersembunyi dan yang nyata; maka (dengan yang demikian) Maha Tinggilah keadaanNya dari segala yang mereka sekutukan.
Katakanlah (wahai Muhammad): Wahai Tuhanku, kiranya Engkau hendak memperlihatkan kepadaku (azab) yang dijanjikan kepada mereka (di dunia).
Maka wahai Tuhanku, janganlah Engkau biarkan daku tinggal dalam kalangan kaum yang zalim itu.
Dan sesungguhnya Kami berkuasa memperlihatkan kepadamu azab yang Kami janjikan kepada mereka.
Tolaklah kejahatan yang dilakukan kepadamu dengan cara yang sebaik-baiknya, Kami Maha Mengetahui apa yang mereka katakan itu.
Dan katakanlah: Wahai Tuhanku, aku berlindung kepadaMu dari hasutan Syaitan-syaitan.
Dan aku berlindung kepadaMu, wahai Tuhanku, supaya Syaitan-syaitan itu tidak menghampiriku.
Kesudahan golongan yang kufur ingkar itu apabila sampai ajal maut kepada salah seorang di antara mereka, berkatalah dia: Wahai Tuhanku, kembalikanlah daku (hidup semula di dunia).
Supaya aku mengerjakan amal-amal yang soleh dalam perkara-perkara yang telah aku tinggalkan. Tidak! Masakan dapat? Sesungguhnya perkataannya itu hanyalah kata-kata yang dia sahaja yang mengatakannya, sedang di hadapan mereka ada alam barzakh (yang mereka tinggal tetap padanya) hingga hari mereka dibangkitkan semula (pada hari kiamat).
Kemudian, apabila ditiup sangkakala, maka pada hari itu tidak ada lagi manfaat pertalian kerabat di antara mereka dan tidak pula sempat mereka bertanya-tanyaan.
Maka sesiapa yang berat timbangan amal baiknya, maka mereka itulah orang-orang yang berjaya.
Dan sesiapa yang ringan timbangan amal baiknya, maka merekalah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri; mereka kekal di dalam Neraka Jahanam.
Api Neraka itu membakar muka mereka dan tinggallah mereka di situ dengan muka yang hodoh cacat.
(Sambil dikatakan kepada mereka): Bukankah ayat-ayatKu selalu dibacakan kepada kamu, lalu kamu terus-menerus mendustakannya?
Mereka menjawab: Wahai Tuhan kami, kami telah dikalahkan oleh sebab-sebab kecelakaan kami dan dengan itu menjadilah kami kaum yang sesat.
Wahai Tuhan kami, keluarkanlah kami dari Neraka ini (serta kembalikanlah kami ke dunia); setelah itu kalau kami kembali lagi (mengerjakan kufur dan maksiat), maka sesungguhnya kami orang-orang yang zalim.
(Allah) berfirman: Diamlah kamu dengan kehinaan di dalam Neraka dan janganlah kamu berkata-kata (memohon sesuatupun) kepadaKu!
Sesungguhnya ada sepuak diri hamba-hambaKu (di dunia dahulu) memohon kepadaKu dengan berkata: Wahai Tuhan kami, kami telah beriman; oleh itu ampunkanlah dosa kami serta berilah rahmat kepada kami dan sememangnya Engkaulah jua sebaik-baik Pemberi rahmat.
Maka kamu jadikan mereka ejek-ejekan sehingga ejek-ejekan kamu kepada mereka menyebabkan kamu lupa mengingati balasanKu dan kamu pula sentiasa tertawakan mereka.
Sesungguhnya Aku membalas mereka pada hari ini (dengan sebaik-baik balasan) disebabkan kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang berjaya.
Allah bertanya lagi (kepada mereka yang kafir itu): Berapa tahun lamanya kamu tinggal di bumi?
Mereka menjawab: Kami tinggal (di dunia) selama sehari atau sebahagian dari sehari; maka bertanyalah kepada golongan (malaikat) yang menjaga urusan menghitung (umur).
Allah berfirman: Kamu tidak tinggal (di dunia) melainkan sedikit masa sahaja, kalau kamu dahulu mengetahui hal ini (tentulah kamu bersiap sedia).
Maka adakah patut kamu menyangka bahawa Kami hanya menciptakan kamu (dari tiada kepada ada) sahaja dengan tiada sebarang hikmat pada ciptaan itu? Dan kamu (menyangka pula) tidak akan dikembalikan kepada Kami?
Maka (dengan yang demikian) Maha Tinggilah Allah Yang Menguasai seluruh alam, lagi Yang Tetap Benar; tiada Tuhan melainkan Dia, Tuhan yang mempunyai Arasy yang mulia.
Dan sesiapa yang menyembah tuhan yang lain bersama-sama Allah, dengan tidak berdasarkan sebarang keterangan mengenainya, maka sesungguhnya hitungannya (dan balasan amalnya yang jahat itu) disediakan di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir tidak akan berjaya.
Dan berdoalah (wahai Muhammad dengan berkata): Wahai Tuhanku, berikanlah ampun dan kurniakan rahmat dan sememangnya Engkaulah sahaja sebaik-baik Pemberi rahmat!
Ini ialah satu "surah" yang Kami turunkan dan Kami wajibkan hukum-hukumnya, serta Kami turunkan padanya ayat-ayat keterangan yang nyata supaya kamu beringat (mengamalkannya).
Perempuan yang berzina dan lelaki yang berzina, hendaklah kamu sebat tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali sebat dan janganlah kamu dipengaruhi oleh perasaan belas kasihan terhadap keduanya dalam menjalankan hukum agama Allah, jika benar kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat dan hendaklah disaksikan hukuman seksa yang dikenakan kepada mereka itu oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.
Lelaki yang berzina (lazimnya) tidak ingin berkahwin melainkan dengan perempuan yang berzina atau perempuan musyrik dan perempuan yang berzina itu pula (lazimnya) tidak ingin berkahwin dengannya melainkan oleh lelaki yang berzina atau lelaki musyrik dan perkahwinan yang demikian itu terlarang kepada orang-orang yang beriman.
Dan orang-orang yang melemparkan tuduhan (zina) kepada perempuan yang terpelihara kehormatannya, kemudian mereka tidak membawakan empat orang saksi, maka sebatlah mereka lapan puluh kali sebat dan janganlah kamu menerima persaksian mereka itu selama-lamanya; kerana mereka adalah orang-orang yang fasik.
Kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu (dari kesalahannya yang tersebut) serta memperbaiki amalannya, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
Dan orang-orang yang menuduh isterinya berzina, sedang mereka tidak ada saksi-saksi (yang mengesahkan tuduhannya itu) hanya dirinya sendiri, maka persaksian (sah pada syarak) bagi seseorang yang menuduh itu hendaklah dia bersumpah dengan nama Allah, empat kali, bahawa sesungguhnya dia dari orang-orang yang benar.
Dan sumpah yang kelima (hendaklah dia berkata): Bahawa laknat Allah akan menimpa dirinya jika dia dari orang-orang yang dusta.
Dan bagi menghindarkan hukuman seksa dari isteri (yang kena tuduh) itu hendaklah dia bersumpah dengan nama Allah, empat kali, bahawa suaminya (yang menuduh) itu sesungguhnya adalah dari orang-orang yang berdusta.
Dan sumpah yang kelima (hendaklah dia berkata); Bahawa kemurkaan Allah akan menimpa dirinya jika suaminya dari orang-orang yang benar.
Dan kalaulah tidak kerana adanya limpah kurnia Allah dan rahmatNya kepada kamu, dan juga (kalaulah tidak kerana) bahawa Allah Maha Penerima taubat, lagi Maha Bijaksana, (tentulah kamu akan) akan mengalami kesusahan yang sukar diatasi).
Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita yang amat dusta itu ialah segolongan dari kalangan kamu; janganlah kamu menyangka (berita yang dusta) itu buruk bagi kamu, bahkan ia baik bagi kamu. Tiap-tiap seorang di antara mereka akan beroleh hukuman sepadan dengan kesalahan yang dilakukannya itu dan orang yang mengambil bahagian besar dalam menyiarkannya di antara mereka, akan beroleh seksa yang besar (di dunia dan di akhirat).
Sepatutnya semasa kamu mendengar tuduhan itu, orang-orang yang beriman lelaki dan perempuan, menaruh baik sangka kepada diri (orang-orang) mereka sendiri. dan berkata: Ini ialah tuduhan dusta yang nyata.
Sepatutnya mereka (yang menuduh) membawa empat orang saksi membuktikan tuduhan itu. Oleh kerana mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka mereka itu pada sisi hukum Allah, adalah orang-orang yang dusta.
Dan kalaulah tidak kerana adanya limpah kurnia Allah dan rahmatNya kepada kamu di dunia dan di akhirat, tentulah kamu dikenakan azab seksa yang besar disebabkan kamu turut campur dalam berita palsu itu.
Iaitu semasa kamu bertanya atau menceritakan berita dusta itu dengan lidah kamu, dan memperkatakan dengan mulut kamu akan sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan yang sah mengenainya dan kamu pula menyangkanya perkara kecil, pada hal ia pada sisi hukum Allah adalah perkara yang besar dosanya.
Dan sepatutnya semasa kamu mendengarnya, kamu segera berkata: Tidaklah layak bagi kami memperkatakan hal ini! Maha Suci Engkau (ya Allah dari mencemarkan nama baik ahli rumah Rasulullah)! Ini adalah satu dusta besar yang mengejutkan.
Allah memberi pengajaran kepada kamu, supaya kamu tidak mengulangi perbuatan yang sedemikian ini selama-lamanya, jika betul kamu orang-orang yang beriman.
Dan Allah menjelaskan kepada kamu ayat-ayat keterangan (hukum-hukumNya); kerana Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
Sesungguhnya orang-orang yang suka terhebah tuduhan-tuduhan yang buruk dalam kalangan orang-orang yang beriman, mereka akan beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnya di dunia dan di akhirat dan (ingatlah) Allah mengetahui (segala perkara) sedang kamu tidak mengetahui (yang demikian).
Dan kalaulah tidak kerana adanya limpah kurnia Allah dan rahmatNya kepada kamu, dan juga (kalaulah tidak kerana) bahawa Allah Amat melimpah belas kasihanNya, (tentulah kamu akan ditimpa azab dengan serta-merta).
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menurut jejak langkah Syaitan; dan sesiapa yang menurut jejak langkah Syaitan, maka sesungguhnya Syaitan itu sentiasa menyuruh (pengikut-pengikutnya) melakukan perkara yang keji dan perbuatan yang mungkar dan kalaulah tidak kerana limpah kurnia Allah dan rahmatNya kepada kamu, nescaya tidak ada seorang pun di antara kamu menjadi bersih dari dosanya selama-lamanya; akan tetapi Allah membersihkan sesiapa yang dikehendakiNya (menurut undang-undang peraturanNya) dan (ingatlah!) Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui
Dan janganlah orang-orang yang berharta serta lapang hidupnya dari kalangan kamu, bersumpah tidak mahu lagi memberi bantuan kepada kaum kerabat dan orang-orang miskin serta orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah dan (sebaliknya) hendaklah mereka memaafkan serta melupakan kesalahan orang-orang itu; tidakkah kamu suka supaya Allah mengampunkan dosa kamu? Dan (ingatlah) Allah Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani.
Sesungguhnya orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan yang terpelihara kehormatannya, yang tidak terlintas memikirkan sebarang kejahatan, lagi yang beriman, akan dilaknat (oleh Allah) di dunia dan di akhirat dan mereka pula akan beroleh azab seksa yang besar;
Pada hari lidah mereka dan tangan mereka serta kaki mereka menjadi saksi terhadap diri mereka sendiri, tentang segala yang mereka lakukan.
Pada hari itu Allah akan menyempurnakan untuk mereka balasan (azab seksa) yang berhak mereka mendapatnya dan mereka pula akan mengetahui bahawa Allah ialah Tuhan Yang Maha Adil, lagi nyata keadilanNya.
(Lazimnya) perempuan-perempuan yang jahat adalah untuk lelaki-lelaki yang jahat, dan lelaki-lelaki yang jahat untuk perempuan-perempuan yang jahat dan (sebaliknya) perempuan-perempuan yang baik untuk lelaki-lelaki yang baik dan lelaki-lelaki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik. Mereka (yang baik) itu adalah bersih dari (tuduhan buruk) yang dikatakan oleh orang-orang (yang jahat); mereka (yang baik) itu akan beroleh pengampunan (dari Allah) dan pengurniaan yang mulia.
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu masuk ke dalam mana-mana rumah yang bukan rumah kamu, sehingga kamu lebih dahulu meminta izin serta memberi salam kepada penduduknya; yang demikian adalah lebih baik bagi kamu, supaya kamu beringat (mematuhi cara dan peraturan yang sopan itu).
Maka sekiranya kamu tidak mendapati sesiapa (yang berhak memberi izin) maka janganlah masuk ke dalam rumah itu sehingga kamu diberi izin dan jika dikatakan kepada kamu "baliklah", maka hendaklah kamu berundur balik; cara yang demikian adalah lebih suci bagi kamu dan (ingatlah) Allah Maha Mengetahui akan apa yang kamu lakukan.
Tidaklah menjadi salah kamu memasuki (dengan tidak meminta izin) mana-mana rumah yang tidak didiami orang, yang ada keperluan kamu padanya dan (ingatlah) Allah mengetahui akan apa yang kamu zahirkan dan apa yang kamu sembunyikan.
Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang lelaki yang beriman supaya mereka menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram) dan memelihara kehormatan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka; sesungguhnya Allah Amat Mendalam PengetahuanNya tentang apa yang mereka kerjakan.
Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram) dan memelihara kehormatan mereka dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka atau saudara-saudara mereka atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam atau hamba-hamba mereka atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya.
Dan kahwinkanlah orang-orang bujang (lelaki dan perempuan) dari kalangan kamu, dan orang-orang yang soleh dari hamba-hamba kamu, lelaki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kekayaan kepada mereka dari limpah kurniaNya kerana Allah Maha Luas (rahmatNya dan limpah kurniaNya), lagi Maha Mengetahui.
Dan orang-orang yang tidak mempunyai kemampuan berkahwin, hendaklah mereka menjaga kehormatannya sehingga Allah memberi kekayaan kepada mereka dari limpah kurniaNya; dan hamba-hamba kamu (lelaki dan perempuan) yang hendak membuat surat perjanjian untuk memerdekakan dirinya (dengan jumlah bayaran yang tertentu), hendaklah kamu melaksanakan perjanjian itu dengan mereka jika kamu mengetahui ada sifat-sifat yang baik pada diri mereka (yang melayakkannya berbuat demikian) dan berilah kepada mereka dari harta Allah yang telah dikurniakan kepada kamu dan janganlah kamu paksakan hamba-hamba perempuan kamu melacurkan diri manakala mereka mahu menjaga kehormatannya, kerana kamu berkehendakkan kesenangan hidup di dunia. Dan sesiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah sesudah paksaan yang dilakukan kepada mereka Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
Dan sesungguhnya, Kami telah menurunkan kepada kamu, ayat-ayat keterangan yang menjelaskan (hukum-hukum suruh dan tegah) dan contoh tauladan (mengenai kisah-kisah dan berita) orang-orang yang telah lalu sebelum kamu, serta nasihat pengajaran bagi orang-orang yang (mahu) bertakwa.
Allah yang menerangi langit dan bumi. Bandingan nur hidayat petunjuk Allah (Kitab Suci Al-Quran) adalah sebagai sebuah "misykaat" yang berisi sebuah lampu; lampu itu dalam geluk kaca (qandil), geluk kaca itu pula (jernih terang) laksana bintang yang bersinar cemerlang; lampu itu dinyalakan dengan minyak dari pokok yang banyak manfaatnya, (iaitu) pokok zaitun yang bukan sahaja disinari matahari semasa naiknya dan bukan sahaja semasa turunnya (tetapi ia sentiasa terdedah kepada matahari); hampir-hampir minyaknya itu dengan sendirinya memancarkan cahaya bersinar (kerana jernihnya) walaupun ia tidak disentuh api; (sinaran nur hidayat yang demikian bandingannya adalah sinaran yang berganda-ganda): cahaya berlapis cahaya. Allah memimpin sesiapa yang dikehendakiNya (menurut undang-undang dan peraturanNya) kepada nur hidayatNya itu dan Allah mengemukakan berbagai-bagai misal perbandingan untuk umat manusia dan Allah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.
(Nur hidayat petunjuk Allah itu bersinar dengan nyatanya terutama sekali) di rumah-rumah ibadat yang diperintahkan oleh Allah supaya dimuliakan keadaannya dan disebut serta diperingat nama Allah padanya; di situ juga dikerjakan ibadat mensuci dan memuji Allah pada waktu pagi dan petang.
(Ibadat itu dikerjakan oleh) orang-orang yang kuat imannya yang tidak dilalaikan oleh perniagaan atau berjual beli daripada menyebut serta mengingati Allah dan mendirikan sembahyang serta memberi zakat; mereka takutkan hari (kiamat) yang padanya berbalik-balik hati dan pandangan.
(Mereka mengerjakan semuanya itu) supaya Allah membalas mereka dengan sebaik-baik balasan bagi apa yang mereka kerjakan dan menambahi mereka lagi dari limpah kurniaNya dan sememangnya Allah memberi rezeki kepada sesiapa yang dikehendakiNya dengan tidak terhitung.
Dan orang-orang yang kafir pula, amal-amal mereka adalah umpama riak sinaran panas di tanah rata yang disangkanya air oleh orang yang dahaga, (lalu dia menuju ke arahnya) sehingga apabila dia datang ke tempat itu, tidak didapati sesuatu pun yang disangkanya itu; (demikianlah keadaan orang kafir, tidak mendapat faedah dari amalnya sebagaimana yang disangkanya) dan dia tetap mendapati hukum Allah di sisi amalnya, lalu Allah meyempurnakan hitungan amalnya (serta membalasnya); dan (ingatlah) Allah Amat segera hitungan hisabNya.
Atau (orang-orang kafir itu keadaannya) adalah umpama keadaan (orang yang di dalam) gelap-gelita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak bertindih ombak; di sebelah atasnya pula awan tebal (demikianlah keadaannya) gelap-gelita berlapis-lapis, apabila orang itu mengeluarkan tangannya, dia tidak dapat melihatnya sama sekali dan (ingatlah) sesiapa yang tidak dijadikan Allah menurut undang-undang peraturanNya mendapat cahaya (hidayat petunjuk) maka dia tidak akan beroleh sebarang cahaya (yang akan memandunya ke jalan yang benar).
Tidakkah engkau mengetahui bahawasanya Allah (Yang Maha Esa dan Maha Kuasa) sentiasa bertasbih kepadaNya sekalian makhluk yang ada di langit dan di bumi serta burung-burung yang terbang berbaris di angkasa? Masing-masing sedia mengetahui (menurut keadaan semulajadinya) akan cara mengerjakan ibadatnya kepada Allah dan memujiNya dan Allah Maha Mengetahui akan apa yang mereka lakukan.
Dan bagi Allah jualah kuasa pemerintahan langit dan bumi dan kepada Allah sahaja tempat kembali (sekalian makhluk).
Tidakkah engkau melihat bahawasanya Allah mengarahkan awan bergerak perlahan-lahan, kemudian Dia mengumpulkan kelompok-kelompoknya, kemudian Dia menjadikannya tebal berlapis-lapis? Selepas itu engkau melihat hujan turun dari celah-celahnya dan Allah pula menurunkan hujan batu dari langit, dari gunung-ganang (awan) yang ada padanya; lalu Dia menimpakan hujan batu itu kepada sesiapa yang dikehendakiNya, dan menjauhkannya dari sesiapa yang dikehendakiNya. Sinaran kilat yang terpancar dari awan yang demikian keadaannya, hampir-hampir menyambar dan menghilangkan pandangan.
Allah menukarkan malam dan siang silih berganti; sesungguhnya yang demikian mengandungi pelajaran yang mendatangkan iktibar bagi orang-orang yang celik mata hatinya berfikir.
Dan Allah menciptakan tiap-tiap haiwan yang bergerak itu dari air; maka sebahagian di antara mereka menjalar atas perutnya dan sebahagian di antaranya berjalan dengan dua kaki dan sebahagian lagi berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa sahaja yang Dia kehendaki (selain dari yang tersebut), kerana sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.
Demi sesungguhnya, Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menerangkan (hakikat kebenaran dengan berbagai dalil dan bukti) dan Allah memberi hidayat petunjuk kepada sesiapa yang dikehendakiNya ke jalan yang lurus.
Dan (di antara orang-orang yang tidak dikehendakiNya ke jalan yang lurus ialah) mereka yang berkata: Kami beriman kepada Allah dan kepada RasulNya serta kami taat; kemudian sepuak dari mereka berpaling (membelakangkan perintah Allah dan Rasul) sesudah pengakuan itu dan (kerana berpalingnya) tidaklah mereka itu menjadi orang-orang yang sebenarnya beriman.
Dan (bukti berpalingnya mereka ialah) apabila mereka diajak kepada Kitab Allah dan Sunnah RasulNya supaya menjadi hakim memutuskan sesuatu di antara mereka, maka dengan serta-merta sepuak dari mereka berpaling ingkar (menolak ajakan itu jika keputusan tidak menguntungkan mereka).
Dan (sebaliknya) jika keputusan itu memberi hak kepada mereka, mereka segera datang kepadanya dengan tunduk taat (menerima hukumnya).
(Mengapa mereka bersikap demikian), adakah kerana hati mereka mengandungi penyakit (kufur) atau kerana mereka ragu-ragu (terhadap kebenaran hukuman) ataupun kerana mereka takut bahawa Allah dan RasulNya akan berlaku zalim kepada mereka? (Allah dan RasulNya tidak sekali-kali akan berlaku zalim) bahkan merekalah sendiri orang-orang yang zalim (disebabkan keraguan dan kekufuran mereka).
Sesungguhnya perkataan yang diucapkan oleh orang-orang yang beriman ketika mereka diajak ke pada Kitab Allah dan Sunnah RasulNya, supaya menjadi hakim memutuskan sesuatu di antara mereka, hanyalah mereka berkata: Kami dengar dan kami taat: dan mereka itulah orang-orang yang beroleh kejayaan.
Dan sesiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya dan takut melanggar perintah Allah serta, menjaga dirinya jangan terdedah kepada azab Allah, maka merekalah orang-orang yang beroleh kemenangan.
Dan mereka (yang munafik) bersumpah dengan nama Allah, dengan sebenar-benar sumpahnya: Bahawa jika engkau (wahai Muhammad) perintahkan mereka (keluar berjihad), tentulah mereka akan keluar. Katakanlah: Janganlah kamu bersumpah, (taat kamu itu) taat yang terkenal (dustanya). Sesungguhnya Allah Amat Mendalam pengetahuanNya tentang apa yang kamu lakukan.
Katakanlah lagi (kepada mereka): Taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kepada Rasul Allah. Kemudian jika kamu berpaling ingkar maka ketahuilah bahawa sesungguhnya Rasul Allah hanya bertanggungjawab akan apa yang ditugaskan kepadanya dan kamu pula bertanggungjawab akan apa yang ditugaskan kepada kamu dan jika kamu taat kepadanya nescaya kamu beroleh hidayat petunjuk dan (sebenarnya) Rasul Allah hanyalah bertanggungjawab menyampaikan perintah-perintah Allah dengan penjelasan yang terang nyata.
Allah menjanjikan orang-orang yang beriman dan beramal soleh dari kalangan kamu (wahai umat Muhammad) bahawa Dia akan menjadikan mereka khalifah-khalifah yang memegang kuasa pemerintahan di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka: Khalifah-khalifah yang berkuasa dan Dia akan menguatkan dan mengembangkan agama mereka (agama Islam) yang telah diredhaiNya untuk mereka; dan Dia juga akan menggantikan bagi mereka keamanan setelah mereka mengalami ketakutan (dari ancaman musuh). Mereka terus beribadat kepadaKu dengan tidak mempersekutukan sesuatu yang lain denganKu dan (ingatlah) sesiapa yang kufur ingkar sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang derhaka.
Dan dirikanlah kamu akan sembahyang serta berilah zakat dan taatlah kamu kepada Rasul Allah; supaya kamu beroleh rahmat.
Janganlah engkau menyangka orang-orang kafir itu akan dapat melemahkan kekuasaan Allah (daripada menimpakan azab kepada mereka) di dunia, sedang tempat kembali mereka ialah Neraka dan sesungguhnya Neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.
Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah hamba-hamba kamu dan orang-orang yang belum baligh dari kalangan kamu, meminta izin kepada kamu (sebelum masuk ke tempat kamu), dalam tiga masa; (iaitu) sebelum sembahyang Subuh dan ketika kamu membuka pakaian kerana kepanasan tengah hari dan sesudah sembahyang Isyak; itulah tiga masa bagi kamu (yang biasanya terdedah aurat kamu padanya). Kamu dan mereka tidaklah bersalah kemudian daripada tiga masa yang tersebut, (kerana mereka) orang-orang yang selalu keluar masuk kepada kamu dan kamu masing-masing sentiasa berhubung rapat antara satu dengan yang lain. Demikianlah Allah menerangkan kepada kamu ayat-ayatNya (yang menjelaskan hukum-hukumNya) dan (ingatlah) Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
Dan apabila kanak-kanak dari kalangan kamu telah baligh, maka hendaklah mereka meminta izin sama seperti cara orang-orang (yang telah cukup umur) yang tersebut dahulu, meminta izin. Demikianlah Allah menerangkan kepada kamu ayat-ayatNya (yang menjelaskan hukum-hukumNya) dan (ingatlah) Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
Dan mana-mana perempuan tua yang telah putus kedatangan haid, yang tidak mempunyai harapan berkahwin lagi maka tidak ada salahnya mereka menanggalkan pakaian luarnya, dengan tidak bertujuan mendedahkan perhiasan mereka; dalam pada itu perbuatan mereka menjaga kehormatannya (dengan tidak menanggalkan pakaian luarnya itu adalah) lebih baik bagi mereka dan (ingatlah) Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
Tidak ada salahnya bagi orang buta dan tidak ada salahnya bagi orang tempang, dan tidak ada salahnya bagi orang sakit (jika masing-masing tidak menjalankan sesuatu perintah disebabkan keuzurannya menghendaki dia berlaku demikian) dan juga tidak ada salah bagi kamu (termasuk orang-orang yang tersebut turut sama) makan di rumah kamu sendiri atau di rumah bapa kamu atau di rumah ibu kamu, atau di rumah saudara kamu yang lelaki atau di rumah saudara kamu yang perempuan, atau di rumah bapa saudara kamu (sebelah bapa) atau di rumah emak saudara kamu (sebelah bapa) atau di rumah bapa saudara kamu (sebelah ibu) atau di rumah emak saudara kamu (sebelah ibu) atau di rumah yang kamu kuasai kuncinya atau di rumah sahabat kamu; tidak juga menjadi salah bagi kamu, makan bersama-sama atau berasing-asing. Maka apabila kamu masuk ke mana-mana rumah, hendaklah kamu memberi salam kepada (sesiapa yang seperti) kamu dengan memohon kepada Allah cara hidup yang berkat lagi baik. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat (yang menjelaskan hukum-hukumNya), supaya kamu memahaminya.
Sesungguhnya orang-orang yang sebenar-benarnya beriman ialah mereka yang beriman kepada Allah dan RasulNya dan apabila mereka turut bersama-sama dengan Rasulullah dalam sesuatu perkara yang memerlukan perhimpunan ramai, tidaklah mereka meninggalkan majlis perhimpunan itu sebelum mereka meminta izin kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (wahai Muhammad) itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya. Maka apabila meminta izin kepadamu untuk pergi menjalankan sesuatu urusan mereka, maka izinkanlah bagi sesiapa yang engkau kehendaki di antara mereka dan mintalah ampun kepada Allah untuk mereka; sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
Janganlah kamu jadikan seruan atau panggilan Rasulullah di antara kamu seperti seruan atau panggilan sesama kamu; sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang di antara kamu yang menarik diri keluar (dari majlis Nabi) secara berselindung dan bersembunyi. Oleh itu, hendaklah mereka yang mengingkari perintahnya, beringat serta berjaga-jaga jangan mereka ditimpa bala bencana atau ditimpa azab seksa yang tidak terperi sakitnya.
Ketahuilah! Sesungguhnya Allah jualah yang menguasai segala yang ada di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia mengetahui keadaan yang kamu berada padanya (wahai umat manusia) dan pada hari umat manusia itu kembali kepadaNya, maka Dia akan menerangkan kepada mereka segala yang mereka kerjakan, kerana sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan tiap tiap sesuatu.
Maha berkat Tuhan yang menurunkan Al-Furqan kepada hambaNya (Muhammad), untuk menjadi peringatan dan amaran bagi seluruh penduduk alam.
Tuhan yang menguasai pemerintahan langit dan bumi dan yang tidak mempunyai anak, serta tidak mempunyai sebarang sekutu dalam pemerintahanNya dan Dialah yang menciptakan tiap-tiap sesuatu lalu menentukan keadaan makhluk-makhluk itu dengan ketentuan takdir yang sempurna.
Dan mereka (yang kafir) mengambil benda-benda yang lain dari Allah sebagai tuhan-tuhan, yang tidak dapat mencipta sesuatupun, bahkan benda-benda itu diciptakan (oleh penyembah-penyembahnya dari bahan-bahan di bumi) dan benda-benda itu pula tidak berkuasa mendatangkan sesuatu bahaya atau sesuatu faedah untuk dirinya sendiri; dan tidak berkuasa mematikan atau menghidupkan atau pun membangkitkan hidup semula makhluk-makhluk yang telah mati.
Dan orang-orang yang kafir itu berkata: (Al-Quran) ini hanyalah satu perkara dusta yang direka-reka oleh Muhammad dan ia dibantu membuatnya oleh kaum yang lain. Maka (dengan kata-kata itu) sesungguhnya mereka telah mendatangkan satu tuduhan yang zalim dan dusta.
Dan mereka berkata lagi: Al-Quran itu adalah cerita-cerita dongeng orang-orang dahulu kala, yang diminta oleh Muhammad supaya dituliskan, kemudian perkara yang ditulis itu dibacakan kepadanya pagi dan petang (untuk dihafaznya).
Katakanlah (Wahai Muhammad): Al-Quran itu diturunkan oleh Allah yang mengetahui segala rahsia di langit dan di bumi; sesungguhnya adalah Dia Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
Dan mereka pula berkata: Mengapa Rasul ini makan minum dan berjalan di pasar-pasar (seperti manusia yang lain)? Sepatutnya diturunkan malaikat kepadanya, supaya malaikat itu turut memberi peringatan dan amaran bersama-sama dengannya (sebagai saksi yang membenarkannya).
Atau diberikan perbendaharaan harta benda kepadanya atau dia mempunyai sebuah kebun untuk dia makan hasilnya dan orang-orang yang zalim itu berkata pula (kepada orang-orang yang beriman): Sebenarnya kamu hanyalah menurut seorang yang tidak siuman.
Lihatlah (Wahai Muhammad) bagaimana mereka membuat untukmu berbagai misal perbandingan (yang bukan-bukan), dengan sebab itu sesatlah mereka, sehingga mereka tidak mendapat jalan petunjuk.
Maha Berkat Tuhan yang jika Dia kehendaki tentulah Dia akan mengadakan untukmu (di dunia ini) sesuatu yang lebih baik dari apa yang mereka katakan itu, iaitu Syurga-syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, serta mengadakan untukmu istana-istana (yang tersergam indah).
(Mereka bukan sahaja mendustakanmu) bahkan mereka juga mendustakan hari kiamat; dan Kami telah sediakan bagi sesiapa yang mendustakan hari kiamat itu, api yang menjulang-julang.
Apabila Neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, kedengaranlah mereka suara marahnya yang menggelegak dan mengeluh.
Dan apabila mereka dihumbankan ke tempat yang sempit di dalam Neraka itu, dengan keadaan mereka dibelenggu, menjeritlah mereka di sana meminta sejenis kebinasaan (yang melepaskan dari azab itu).
(Lalu dikatakan kepada mereka): Janganlah kamu menjerit-jerit meminta pada hari ini sejenis kebinasaan sahaja, tetapi mintalah kebinasaan sebanyak-banyaknya (kerana azab yang menunggu kamu di sini banyak jenisnya).
Bertanyalah (kepada mereka): Adakah (azab seksa Neraka) yang demikian itu lebih baik atau Syurga yang kekal, yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa? Syurga yang sedia diuntukkan bagi mereka sebagai balasan dan tempat kembali.
Mereka beroleh di dalam Syurga itu apa yang mereka kehendaki, mereka pula kekal di dalamnya. Balasan yang demikian adalah satu janji yang dijamin oleh Tuhanmu, lagi yang dipohonkan dan dituntut (dalam doa masing-masing).
Dan (ingatkanlah) hari Tuhan menghimpunkan mereka (yang kafir) dan makhluk-makhluk yang mereka sembah yang lain dari Allah, lalu Dia bertanya (kepada makhluk-makhluk yang telah dipuja dan disembah itu): Kamukah yang menyesatkan hamba-hambaKu itu atau mereka yang sesat jalan?
Mereka menjawab: Maha Suci Engkau (wahai Tuhan kami)! Sudah tentu tidak patut bagi kami mengambil sesiapa pun yang lain daripadaMu sebagai pelindung yang disembah (dan tidak patut juga kami menyeru orang menyembah kami); tetapi engkau (wahai Tuhan kami) telah melimpahkan kemewahan kepada mereka dan kepada datuk neneknya sehingga mereka lalai dan cuaikan ajaran agamaMu dan menjadilah mereka kaum yang binasa.
Maka (dikatakan pula kepada golongan itu): Sesungguhnya mereka (yang kamu puja dan sembah) itu telah mendustakan dakwaan kamu (bahawa mereka yang menyesatkan kamu). Oleh itu, kamu semua tidak akan dapat menjauhkan azab seksa atau beroleh sebarang pertolongan dan sesiapa yang berlaku zalim di antara kamu (wahai umat manusia, dengan kekufuran atau maksiat), Kami akan merasakannya azab seksa yang besar.
Dan Kami tidak mengutus Rasul-rasul sebelummu (wahai Muhammad) melainkan orang-orang yang tentu makan minum dan berjalan di pasar-pasar dan Kami jadikan sebahagian dari kamu sebagai ujian dan cubaan bagi sebahagian yang lain, supaya ternyata adakah kamu dapat bersabar (menghadapi ujian itu)? Dan (ingatlah) adalah Tuhanmu sentiasa Melihat (akan keadaan makhluk-makhlukNya).
Dan berkatalah pula orang-orang yang tidak percaya akan menemui Kami: Mengapa tidak diturunkan malaikat kepada kita atau kita dapat melihat Tuhan kita? Demi sesungguhnya, mereka telah bersikap sombong angkuh dalam diri mereka sendiri, dan telah melampaui batas dengan cara yang sebesar-besarnya.
(Ingatkanlah) hari mereka melihat malaikat, pada hari itu tiadalah sebarang berita gembira bagi orang-orang yang bersalah (bahkan sebaliknya) dan mereka akan berkata: Semoga kita jauh, dijauhkan (dari sebarang keadaan yang buruk).
Dan Kami tujukan perbicaraan kepada apa yang mereka telah kerjakan dari jenis amal (yang mereka pandang baik), lalu Kami jadikan dia terbuang sebagai debu yang berterbangan.
Ahli-ahli Syurga pada hari itu lebih baik tempat menetapnya dan lebih elok tempat rehatnya.
Dan (sebutkanlah perihal) hari segala langit pecah-belah (disertakan) dengan kumpulan awan (yang berisi malaikat) dan (pada hari yang tersebut) diturunkan malaikat itu dengan cara berpasuk-pasukan.
Kuasa pemerintahan yang sebenar-benarnya pada hari itu adalah tertentu bagi Allah Yang Maha melimpah rahmatNya dan adalah ia satu masa yang amat sukar keadaannya kepada orang-orang kafir.
Dan (ingatkanlah) perihal hari orang-orang yang zalim menggigit kedua-dua tangannya (marahkan dirinya sendiri) sambil berkata: Alangkah baiknya kalau aku (di dunia dahulu) mengambil jalan yang benar bersama-sama Rasul?
Wahai celakanya aku, alangkah baiknya kalau aku tidak mengambil si dia itu menjadi sahabat karib!
Sesungguhnya dia telah menyesatkan daku dari jalan peringatan (Al-Quran) setelah ia disampaikan kepadaku dan adalah Syaitan itu sentiasa mengecewakan manusia (yang menjadikan dia sahabat karibnya).
Dan berkatalah Rasul: Wahai Tuhanku sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Quran ini satu perlembagaan yang ditinggalkan, tidak dipakai.
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi, musuh dari kalangan orang-orang yang bersalah dan cukuplah Tuhanmu (wahai Muhammad) menjadi Pemimpin (ke jalan mengalahkan mereka) serta menjadi Penolong (bagimu terhadap mereka).
Dan orang-orang yang kafir berkata: Mengapa tidak diturunkan Al-Quran itu kepada Muhammad semuanya sekali (dengan sekaligus)? Al-Quran diturunkan dengan cara (beransur-ansur) itu kerana Kami hendak menetapkan hatimu (wahai Muhammad) dengannya dan Kami nyatakan bacaannya kepadamu dengan teratur satu persatu.
Dan mereka tidak membawa kepadamu sesuatu kata-kata yang ganjil (untuk menentangmu) melainkan Kami bawakan kepadamu kebenaran dan penjelasan yang sebaik-baiknya (untuk menangkis segala yang mereka katakan itu).
Orang-orang yang akan diseret beramai-ramai ke Neraka Jahanam (dengan tertiarap) atas mukanya, merekalah orang-orang yang amat buruk keadaannya dan amat sesat jalannya.
Dan sesungguhnya Kami telah berikan Kitab Taurat kepada Nabi Musa dan Kami lantik saudaranya Nabi Harun, sebagai menteri bersamanya.
Lalu Kami perintahkan: Pergilah kamu berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat keterangan Kami; maka (kesudahannya) Kami binasakan kaum itu sehancur-hancurnya.
Dan (demikian juga) kaum Nabi Nuh, ketika mereka mendustakan Rasul-rasul Kami, Kami tenggelamkan mereka dan Kami jadikan mereka satu tanda (yang menjadi contoh) bagi umat manusia dan Kami sediakan bagi sesiapa yang zalim; azab seksa yang tidak terperi sakitnya.
Dan (demikian juga Kami telah binasakan) Aad dan Thamud serta Ashaabur-Rassi dan banyak lagi dalam zaman-zaman di antara masa yang tersebut itu.
Dan masing-masing, telah Kami berikan kepadanya contoh tauladan yang mendatangkan iktibar dan masing-masing telah Kami hancurkan sehancur-hancurnya.
Dan demi sesungguhnya, mereka (yang menentangmu wahai Muhammad) telah melalui bandar yang telah dihujani (dengan) azab yang buruk, maka (mengapa mereka masih berdegil), tidakkah mereka selalu dapat menyaksikannya? (Mereka tidak fikirkan yang demikian itu satu balasan kufur) bahkan mereka adalah orang-orang yang tidak ingatkan adanya kebangkitan hidup semula (untuk menerima balasan).
Dan apabila mereka melihatmu (wahai Muhammad), mereka hanyalah menjadikanmu ejek-ejekan (sambil mereka berkata): Inikah orangnya yang diutus oleh Allah sebagai RasulNya?
Sebenarnya dia hampir-hampir dapat menyesatkan kami dari tuhan-tuhan kami, jika tidaklah kerana kami tetap teguh menyembahnya dan mereka akan mengetahui kelak ketika mereka melihat azab seksa: Siapakah yang sebenar-benarnya sesat jalannya.
Nampakkah (wahai Muhammad) keburukan keadaan orang yang menjadikan hawa nafsunya: Tuhan yang dipuja lagi ditaati? Maka dapatkah engkau menjadi pengawas yang menjaganya jangan sesat?
Atau adakah engkau menyangka bahawa kebanyakan mereka mendengar atau memahami (apa yang engkau sampaikan kepada mereka)? Mereka hanyalah seperti binatang ternak, bahkan (bawaan) mereka lebih sesat lagi.
Tidakkah engkau melihat kekuasaan Tuhanmu? Bagaimana Dia menjadikan bayang-bayang itu terbentang (luas kawasannya) dan jika Dia kehendaki tentulah Dia menjadikannya tetap (tidak bergerak dan tidak berubah)! Kemudian Kami jadikan matahari sebagai tanda yang menunjukkan perubahan bayang-bayang itu;
Kemudian Kami tarik balik bayang-bayang itu kepada Kami, dengan beransur-ansur.
Dan Dialah Tuhan yang menjadikan malam untuk kamu sebagai pakaian dan menjadikan tidur untuk berhenti rehat, serta menjadikan siang untuk keluar mencari rezeki.
Dan Dialah Tuhan yang menghantarkan angin sebagai berita gembira sebelum kedatangan rahmatNya dan Kami menurunkan dari langit: Air yang bersih suci,
Untuk Kami hidupkan dengan air itu bumi yang mati, serta memberi minum air itu kepada sebahagian dari makhluk-makhluk Kami, khasnya binatang ternak yang banyak dan manusia yang ramai.
Dan demi sesungguhnya! Kami telah berulang-ulang kali menyebarkan hujah-hujah di antara manusia melalui Al-Quran supaya mereka berfikir (mengenalku serta bersyukur); dalam pada itu kebanyakan manusia tidak mahu melainkan berlaku kufur.
Dan kalau Kami kehendaki, tentulah Kami utuskan dalam tiap-tiap negeri, seorang Rasul pemberi amaran.
Oleh itu, janganlah engkau (Wahai Muhammad) menurut kehendak orang-orang kafir, dan berjuanglah dengan hujah-hujah Al-Quran menghadapi mereka dengan perjuangan yang besar dan bersungguh-sungguh.
Dan Dialah Tuhan yang telah mengalirkan dua laut berdampingan, yang satu tawar lagi memuaskan dahaga dan yang satu lagi masin lagi pahit; serta Dia menjadikan antara kedua-dua laut itu sempadan dan sekatan yang menyekat percampuran keduanya.
Dan Dialah Tuhan yang menciptakan manusia dari air, lalu dijadikannya (mempunyai) titisan baka dan pertalian keluarga (persemendaan) dan sememangnya Tuhanmu berkuasa (menciptakan apa jua yang dikehendakiNya).
Dan mereka (yang musyrik) menyembah benda-benda yang lain dari Allah, yang tidak memberi manfaat kepada mereka (yang menyembahnya) dan tidak pula mendatangkan mudarat kepada mereka (yang tidak menyembahnya) dan orang yang kafir selalu menjadi pembantu (bagi golongannya yang kafir) untuk menderhaka kepada Tuhannya.
Dan tidaklah Kami mengutusmu (wahai Muhammad) melainkan sebagai pembawa berita gembira (kepada orang-orang yang beriman) dan pemberi amaran (kepada orang-orang yang ingkar).
Katakanlah: Aku tidak meminta kepada kamu sebarang balasan bagi apa yang aku sampaikan kepada kamu, selain daripada berimannya seseorang yang mahu mendapatkan jalan sampainya kepada keredaan Allah.
Dan berserahlah engkau kepada Allah Tuhan Yang Hidup, yang tidak mati; serta bertasbihlah dengan memujiNya dan cukuplah Dia mengetahui secara mendalam akan dosa-dosa hambaNya;
Tuhan yang menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya, dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, Ialah Ar-Rahman (Tuhan Yang Maha Pemurah); maka bertanyalah akan hal itu kepada Yang Mengetahuinya.
Dan apabila dikatakan kepada mereka (yang musyrik itu): Sujudlah kamu kepada Ar-Rahman (Tuhan Yang Maha Pemurah)! Mereka bertanya: Dan siapakah Ar-Rahman itu? Patutkah kami sujud kepada apa sahaja yang engkau perintahkan kami? Dan perintah yang demikian, menjadikan mereka bertambah liar ingkar.
Maha Berkat Tuhan yang telah menjadikan di langit, tempat-tempat peredaran bintang, dan menjadikan padanya matahari serta bulan yang menerangi.
Dan Dialah yang menjadikan malam dan siang silih berganti untuk sesiapa yang mahu beringat (memikirkan kebesaranNya) atau mahu bersyukur (akan nikmat-nikmatNya itu).
Dan hamba-hamba (Allah) Ar-Rahman (yang diredhaiNya), ialah mereka yang berjalan di bumi dengan sopan santun dan apabila orang-orang yang berkelakuan kurang adab, hadapkan kata-kata kepada mereka, mereka menjawab dengan perkataan yang selamat dari perkara yang tidak diingini;
Dan mereka (yang diredai Allah itu ialah) yang tekun mengerjakan ibadat kepada Tuhan mereka pada malam hari dengan sujud dan berdiri,
Dan juga mereka yang berdoa dengan berkata: Wahai Tuhan kami, sisihkanlah azab Neraka Jahanam dari kami, sesungguhnya azab seksanya itu adalah mengerikan.
Sesungguhnya Neraka Jahanam itu tempat penetapan dan tempat tinggal yang amat buruk;
Dan juga mereka (yang diredai Allah itu ialah) yang apabila membelanjakan hartanya, tiadalah melampaui batas dan tiada bakhil kedekut dan (sebaliknya) perbelanjaan mereka adalah betul sederhana di antara kedua-dua cara (boros dan bakhil) itu.
Dan juga mereka yang tidak menyembah sesuatu yang lain bersama-sama Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah membunuhnya, kecuali dengan jalan yang hak (yang dibenarkan oleh syarak) dan tidak pula berzina dan sesiapa melakukan yang demikian, akan mendapat balasan dosanya;
Akan digandakan baginya azab seksa pada hari kiamat dan dia pula akan kekal di dalam azab itu dengan menerima kehinaan;
Kecuali orang yang bertaubat dan beriman serta mengerjakan amal yang baik, maka orang-orang itu, Allah akan menggantikan (pada tempat) kejahatan mereka dengan kebaikan dan adalah Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
Dan sesiapa yang bertaubat serta beramal soleh, maka sesungguhnya (dengan itu) dia bertaubat kepada Tuhannya dengan sebenar-benar taubat;
Dan mereka (yang diredai Allah itu ialah orang-orang) yang tidak menghadiri tempat-tempat melakukan perkara-perkara yang dilarang dan apabila mereka bertembung dengan sesuatu yang sia-sia, mereka melaluinya dengan cara membersihkan diri daripadanya.
Dan juga mereka (yang diredai Allah itu ialah orang-orang) yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat keterangan Tuhan mereka, tidaklah mereka tunduk mendengarnya secara orang-orang yang pekak dan buta.
Dan juga mereka (yang diredai Allah itu ialah orang-orang) yang berdoa dengan berkata: Wahai Tuhan kami, berilah kami beroleh dari isteri-isteri dan zuriat keturunan kami: Perkara-perkara yang menyukakan hati melihatnya dan jadikanlah kami imam ikutan bagi orang-orang yang (mahu) bertakwa.
Mereka itu semuanya akan dibalas dengan mendapat tempat yang tinggi di Syurga disebabkan kesabaran mereka dan mereka pula akan menerima penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya,
Mereka kekal di dalam Syurga itu; amatlah eloknya Syurga menjadi tempat penetapan dan tempat tinggal.
Katakanlah (wahai Muhammad kepada golongan yang ingkar): Tuhanku tidak akan menghargai kamu kalau tidak adanya doa ibadat kamu kepadaNya; (apabila kamu telah mengetahui bahawa Tuhanku telah menetapkan tidak menghargai seseorang pun melainkan kerana doa ibadatnya) maka sesungguhnya kamu telahpun menyalahi (ketetapan Tuhanku itu); dengan yang demikian, sudah tentu balasan azab (disebabkan kamu menyalahi itu) akan menimpa kamu.
Taa, Siin, Miim.
Ini ialah ayat-ayat Kitab (Al-Quran) yang jelas nyata.
Jangan-jangan pula engkau (wahai Muhammad), membinasakan dirimu dengan menanggung dukacita, kerana mereka tidak menjadi orang-orang yang beriman.
Kalau Kami mahu, tentulah Kami akan turunkan kepada mereka satu mukjizat dari langit, yang menjadikan mereka tunduk kepadanya.
Dan tidak datang kepada mereka peringatan serta pengajaran yang baru dari (Allah) Ar-Rahman, melainkan mereka tetap berpaling mengingkarinya.
Oleh kerana mereka telah mendustakan Al-Quran, maka sudah tentu akan datang kepada mereka berita-berita (azab) mengenai perkara yang mereka ejek-ejek itu.
Masihkah mereka berdegil dan tidak memperhatikan bumi, berapa banyak kami tumbuhkan padanya dari berbagai jenis tanaman yang memberi banyak manfaat?
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat satu tanda (yang membuktikan kekuasaan dan rahmat pengurniaan Allah) dan (dalam pada itu), kebanyakan mereka tidak juga beriman.
Dan sesungguhnya Tuhanmu (wahai Muhammad) Dialah sahaja Yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengasihani.
Dan (ingatkanlah peristiwa) ketika Tuhanmu menyeru Nabi Musa: Hendaklah engkau mendatangi kaum yang zalim.
Iaitu kaum Firaun; tidakkah mereka mahu mengawal diri dari kemurkaanKu?
Nabi Musa merayu dengan berkata: Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku takut bahawa mereka akan mendustakan daku.
Dan akan sempit pula dadaku serta tidak lancar lidahku; oleh itu utuskanlah perintahMu kepada Harun (supaya dia membantuku).
Dan lagi mereka ada mengemukakan satu tuduhan jenayah terhadapku; oleh itu aku takut mereka akan membunuhku.
Allah berfirman: Jangan! Jangan fikir (akan berlaku apa yang engkau bimbangkan itu)! Oleh itu pergilah kamu berdua membawa mukjizat-mukjizat Kami (yang membuktikan kebenaran kamu); sesungguhnya Kami ada bersama-sama kamu mendengar.
Maka pergilah kamu kepada Firaun, kemudian katakanlah kepadanya: Sesungguhnya kami adalah utusan Tuhan sekalian alam.
Menyuruhmu membebaskan kaum Bani Israil mengikut kami.
Firaun menjawab: Bukankah kami telah memeliharamu dalam kalangan kami semasa engkau kanak-kanak yang baru lahir, serta engkau telah tinggal dalam kalangan kami beberapa tahun dari umurmu?
Dan (bukankah) engkau telah melakukan satu perbuatan (jenayah) yang telah engkau lakukan dan (dengan itu) engkau dari orang-orang yang tidak mengenang budi?
Nabi Musa berkata: Aku melakukan perbuatan yang demikian sedang aku ketika itu dari orang-orang yang belum mendapat petunjuk.
Lalu aku melarikan diri dari kamu, ketika aku merasa takut kepada kamu; kemudian Tuhanku mengurniakan daku ilmu pengetahuan agama dan menjadikan daku seorang RasulNya.
Dan budimu memeliharaku yang engkau bangkit-bangkitkan itu adalah kerana engkau telah bertindak memperhambakan kaum Bani Israil.
Firaun berkata (dengan sombongnya): Dan apa dia Tuhan sekalian alam itu?
Nabi Musa menjawab. Dialah yang memiliki dan mentadbirkan langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya, kalaulah kamu mahu mendapat keyakinan dengan berdalil maka inilah jalannya.
Firaun berkata kepada orang-orang yang ada di sekelilingnya: Tidakkah kamu dengar (apa yang dikatakan olehnya)?
Nabi Musa menegaskan lagi: Dialah Tuhan yang memiliki dan memelihara kamu dan Tuhan datuk nenek kamu yang telah lalu.
Firaun berkata (kepada orang-orangnya): Sebenarnya Rasul yang diutuskan kepada kamu ini, sungguh gila?
Nabi Musa (menerangkan lagi tentang keesaan Allah dan kekuasaanNya dengan) berkata: Dialah yang memiliki dan menguasai timur dan barat serta segala yang ada di antara keduanya; kalau kamu orang-orang yang berakal tentulah memahaminya.
Firaun berkata: Demi sesungguhnya! Jika engkau menyembah Tuhan yang lain daripadaku, sudah tentu aku akan menjadikan engkau dari orang-orang yang dipenjarakan.
Nabi Musa menjawab: Adakah (engkau akan memenjarakan daku juga) walau pun aku membawa kepadamu sesuatu bukti yang jelas nyata?
Firaun berkata: Kalau demikian, bawalah bukti itu jika betul engkau dari orang-orang yang benar.
Nabi Musa pun mencampakkan tongkatnya, maka tiba-tiba tongkatnya itu menjadi seekor ular yang jelas nyata.
Dan dia mengeluarkan tangannya, maka tiba-tiba tangannya menjadi putih (bersinar-sinar) bagi orang-orang yang melihatnya.
Firaun berkata kepada ketua-ketua kaum yang ada dikelilingnya: Sesungguhnya orang ini (Musa) ialah seorang ahli sihir yang mahir.
Dia bertujuan hendak mengeluarkan kamu dari negeri kamu dengan sihirnya, maka apa yang kamu syorkan?
Mereka berkata: Tangguhkanlah dahulu (sebarang tindakan) terhadapnya dan terhadap saudaranya, serta hantarkanlah ke bandar-bandar (negeri Mesir) orang-orang yang mengumpulkan (ahli-ahli sihir),
Supaya mereka membawa kepadamu segala ahli sihir yang mahir.
Lalu dikumpulkanlah ahli-ahli sihir itu pada satu masa yang ditentukan, pada hari (perayaan) yang termaklum.
Dan dikatakan kepada orang ramai: Berkumpulah kamu semuanya.
Semoga kita (tetap) mengikut (agama) ahli-ahli sihir itu kiranya merekalah orang-orang yang menang.
Maka ketika ahli-ahli sihir itu datang, berkatalah mereka kepada Firaun: Benarkah kami akan beroleh upah, kiranya kamilah orang-orang yang menang?
Firaun menjawab: Benar, (kamu akan mendapatnya) dan sesungguhnya kamu dengan itu akan menjadi dari orang-orang yang dekat kepadaku.
Nabi Musa berkata kepada mereka: Campakkanlah dahulu apa yang kamu hendak campakkan.
Lalu mereka mencampakkan tali-tali dan tongkat-tongkat mereka sambil berkata: Demi kekuasaan Firaun, sesungguhnya sudah tetap kamilah orang-orang yang akan menang.
Kemudian Nabi Musa pula mencampakkan tongkatnya, tiba-tiba tongkatnya itu menelan apa yang mereka pura-pura adakan (dengan sihir mereka).
Maka (kemenangan Nabi Musa menjadikan) ahli-ahli sihir itu segera merebahkan diri: Sujud,
Sambil berkata: Kami beriman kepada Tuhan sekalian alam,
Tuhan Nabi Musa dan Nabi Harun.
Firaun berkata: Patutkah kamu beriman kepadanya sebelum aku izinkan kamu? Sesungguhnya dialah (Musa) ketua kamu yang mengajar kamu ilmu sihir; oleh itu kamu akan mengetahui kelak (akibatnya). Demi sesungguhnya, aku akan memotong tangan dan kaki kamu dengan bersilang kemudian aku akan memalang kamu semuanya.
Mereka menjawab: (Ugutanmu itu) tidaklah menjadi hal! Sesungguhnya kami (tidak gentar), kerana kepada Tuhan kamilah kembalinya kami.
Sesungguhnya kami amat berharap supaya Tuhan Kami mengampunkan dosa-dosa kami, kerana kamilah orang-orang yang mula-mula beriman (dalam peristiwa ini).
(Allah s.w.t berfirman): Dan Kami wahyukan kepada Nabi Musa: Hendaklah engkau membawa hamba-hambaKu (kaummu) keluar pada waktu malam; sesungguhnya kamu akan dikejar (oleh Firaun dan tenteranya).
(Setelah mengetahui keadaan itu) maka Firaun mengutus (orang-orangnya) ke bandar-bandar (negeri Mesir), untuk mengumpulkan (tenteranya),
(Sambil berkata kepada mereka): Sesungguhnya orang-orang (Musa) itu adalah segolongan kecil;
Dan sesungguhnya mereka melakukan perkara yang menyebabkan kita marah;
Dan sesungguhnya kita sekalian, sentiasa beringat dan berjaga-jaga.
Dengan sebab itu maka kami jadikan mereka (Firaun dan tenteranya) keluar meninggalkan kebun-kebun dan mata air,
Dan juga khazanah-khazanah kekayaan serta tempat tinggal yang mulia.
Demikianlah keadaannya dan Kami jadikan semua peninggalan Firaun dan tenteranya milik Bani Israil sebagai pusaka.
Maka Firaun dan tenteranya pun mengejar mereka ketika matahari terbit.
Setelah kedua-dua kumpulan itu nampak satu sama lain, berkatalah orang-orang Nabi Musa: Sesungguhnya kita akan dapat ditawan.
Nabi Musa menjawab: Tidak! Jangan fikir (akan berlaku yang demikian)! Sesungguhnya aku sentiasa disertai oleh Tuhanku (dengan pemeliharaan dan pertolonganNya), Dia akan menunjuk jalan kepadaku.
Lalu Kami wahyukan kepada Nabi Musa: Pukullah laut itu dengan tongkatmu. (Setelah dipukul) maka terbelahlah laut itu (kepada beberapa bahagian), lalu menjadilah air tiap-tiap bahagian yang terbelah itu terangkat seperti gunung yang besar.
Dan Kami dekatkan golongan yang lain itu ke situ.
Dan Kami selamatkan Nabi Musa serta orang-orang yang bersama dengannya, semuanya.
Kemudian Kami tenggelamkan golongan yang lain (yang mengejarnya).
Sesungguhnya pada peristiwa yang demikian, terdapat satu tanda (yang membuktikan kekuasaan Allah) dan (dalam pada itu), kebanyakan mereka tidak juga mahu beriman.
Dan sesungguhnya Tuhanmu (wahai Muhammad), Dialah sahaja Yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengasihani.
Dan bacakanlah pula kepada mereka perihal Nabi Ibrahim.
Ketika dia berkata kepada bapanya dan kaumnya: Apa yang kamu sembah?
Mereka menjawab: Kami menyembah berhala-berhala, maka (kerana memuliakannya) kami berkekalan menyembahnya.
Nabi Ibrahim bertanya: Adakah berhala-berhala itu mendengar kamu semasa kamu menyerunya?
Atau mereka dapat memberikan sesuatu yang ada manfaatnya kepada kamu ataupun menimpakan sesuatu bahaya?
Mereka menjawab: (Tidak satupun!) Bahkan kami dapati datuk nenek kami berbuat demikian.
Nabi Ibrahim berkata: Sudahkah kamu berfikir sehingga nampak gunanya benda-benda yang kamu sembah itu?
(Yang sekian lama disembah oleh) kamu dan datuk nenek kamu yang dahulu?
(Aku bertanya demikian) kerana sesungguhnya berhala-berhala itu ialah musuhKu, (aku tidak menyembah) melainkan Allah Tuhan sekalian alam;
Tuhan yang menciptakan daku (dari tiada kepada ada), maka Dialah yang memimpin dan memberi petunjuk kepadaku;
Dan Tuhan yang Dialah jua memberiku makan dan memberi minum,
Dan apabila aku sakit, maka Dialah yang menyembuhkan penyakitku;
Dan (Dialah) yang mematikan daku, kemudian Dia menghidupkan daku;
Dan (Dialah) yang aku harap-harapkan supaya mengampunkan dosaku pada hari kiamat;
Wahai Tuhanku, berikanlah daku ilmu pengetahuan agama dan hubungkanlah daku dengan orang-orang yang soleh;
Dan jadikanlah bagiku sebutan yang baik (nama yang harum) dalam kalangan orang-orang yang datang kemudian;
Dan jadikanlah daku dari orang-orang yang mewarisi Syurga Jannatun-Naim;
Dan ampunkanlah bagi bapaku, kerana sesungguhnya dia adalah dari orang-orang yang sesat;
Dan janganlah engkau hinakan daku pada hari makhluk-makhluk dibangkitkan hidup semula.
Hari yang padanya harta benda dan anak-pinak tidak dapat memberikan pertolongan sesuatu apapun.
Kecuali (harta benda dan anak-pinak) orang-orang yang datang mengadap Allah dengan hati yang selamat sejahtera (dari syirik dan penyakit munafik);
Dan (pada hari itu) didekatkan Syurga bagi orang-orang yang bertakwa.
Dan diperlihatkan Neraka jelas nyata kepada orang-orang yang sesat.
Serta dikatakan kepada mereka: Mana dia benda-benda yang kamu sembah dahulu.
Selain dari Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong dirinya sendiri?
Lalu mereka dihumbankan ke dalam Neraka dengan tertiarap, jatuh bangun berulang-ulang, mereka dan orang-orang yang sesat bersama.
Termasuk juga bala tentera iblis semuanya.
Mereka berkata, sambil bertengkar sesama sendiri dalam Neraka:
Demi Allah! Sesungguhnya kami (semasa di dunia dahulu) adalah di dalam kesesatan yang jelas nyata,
Kerana kami menyamakan kamu dengan Tuhan sekalian alam
Dan tiadalah yang menyesatkan kami melainkan golongan yang berdosa.
Dengan sebab itu, tiadalah kami beroleh sesiapapun yang memberi pertolongan,
Dan tiadalah juga sahabat karib yang bertimbang rasa.
Maka alangkah baiknya kalau kami dapat ke dunia sekali lagi, supaya kami menjadi dari orang-orang yang beriman.
Sesungguhnya pada peristiwa yang demikian itu terdapat satu tanda (yang membuktikan keesaan Allah dan kekuasaanNya) dan dalam pada itu, kebanyakan mereka tidak juga mahu beriman.
Dan sesungguhnya Tuhanmu (wahai Muhammad), Dialah sahaja Yang Maha Kuasa, lagi Maha mengasihani.
(Demikian juga) kaum Nabi Nuh telah mendustakan Rasul-rasul (yang diutus kepada mereka.)
Ketika saudara mereka Nabi Nuh, berkata kepada mereka: Hendaknya kamu mematuhi suruhan Allah dan menjauhi laranganNya.
Sesungguhnya aku ini ialah Rasul yang amanah, (yang diutus oleh Allah) kepada kamu.
Oleh itu, takutilah kamu akan (kemurkaan) Allah dan taatlah kepadaku.
Dan aku tidak meminta kepada kamu sebarang upah mengenai apa yang aku sampaikan (dari Tuhanku); balasanku hanyalah terserah kepada Allah Tuhan sekalian alam.
Maka dengan yang demikian, takutilah kamu akan (kemurkaan) Allah dan taatlah kepadaku.
Mereka menjawab: Patutkah kami percaya kepadamu, sedang engkau semata-mata diikut oleh orang-orang yang rendah (pangkatnya dan hina pekerjaannya)?
Nabi Nuh berkata: Dan apalah ada kaitannya pengetahuanku dengan (pangkat dan) pekerjaan mereka?
Sebenarnya hitungan amal mereka hanya terserah kepada Tuhanku; kalaulah kamu menyedari dan memahaminya (kamu tidak berkata demikian).
Dan aku tidak akan menghalau orang-orang yang beriman (daripada bercampur-gaul denganku).
Aku ini hanyalah seorang Rasul pemberi amaran yang jelas nyata (kepada semua iaitu tidak kira hina mulia).
Mereka (mengugut dengan) berkata: Jika engkau tidak mahu berhenti (daripada menyiarkan agamamu itu) wahai Nuh, sudah tentu engkau akan menjadi dari orang-orang yang direjam!
Nabi Nuh berdoa dengan berkata: Wahai Tuhanku! Sesungguhnya kaumku telah mendustakan daku.
Oleh itu, hukumkanlah antaraku dengan mereka, dengan hukuman tegas (yang menegakkan yang benar dan melenyapkan yang salah), serta selamatkanlah daku dan orang-orang yang beriman yang bersama-sama denganku
Maka Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersama-sama dengannya dalam bahtera yang penuh sarat (dengan berbagai makhluk).
Kemudian daripada itu, Kami tenggelamkan golongan (kafir) yang tinggal (tidak turut bersama dalam bahtera).
Sesungguhnya pada peristiwa yang demikian, terdapat satu tanda (yang membuktikan kekuasaan Allah) dan dalam pada itu, kebanyakan mereka tidak juga mahu beriman.
Dan sesungguhnya Tuhanmu (wahai Muhammad), Dialah sahaja Yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengasihani.
(Demikian juga) kaum Aad telah mendustakan Rasul-rasul (yang diutus kepada mereka).
Ketika saudara mereka Nabi Hud, berkata kepada mereka: Hendaknya kamu mematuhi perintah Allah dan menjauhi laranganNya.
Sesungguhnya aku ini seorang Rasul yang amanah, (yang diutus oleh Allah) kepada kamu.
Oleh itu, takutilah kamu akan (kemurkaan) Allah dan taatlah kepadaku.
Dan aku tidak meminta kepada kamu sebarang upah mengenai apa yang aku sampaikan (dari Tuhanku); balasanku hanyalah terserah kepada Allah Tuhan sekalian alam.
Patutkah kamu mendirikan pada tiap-tiap tempat yang tinggi bangunan-bangunan yang tersergam, padahal kamu tidak membuatnya dengan sesuatu tujuan yang baik.
Dan kamu pula bersusah payah mendirikan istana-istana dan benteng-benteng yang kukuh dengan harapan hendak kekal hidup selama-lamanya?
Dan apabila kamu memukul atau menyeksa, kamu melakukan yang demikian dengan kejam bengis?
Oleh itu, takutilah kamu akan (kemurkaan) Allah dan taatlah kepadaku.
Dan berbaktilah kamu kepada Allah yang telah menolong kamu dengan pemberian nikmat-nikmatNya yang kamu sedia mengetahuinya.
Diberinya kamu binatang-binatang ternak (yang biak) serta anak-pinak (yang ramai),
Dan taman-taman (yang indah permai) serta mata air-mata air (yang mengalir).
Sesungguhnya aku takut, (bahawa) kamu akan ditimpa azab seksa hari yang besar (huru-haranya).
Mereka menjawab: Sama sahaja bagi kami, samada engkau beri nasihat pengajaran, atau engkau tidak menjadi dari orang-orang yang memberi nasihat pengajaran.
Segala apa (yang engkau katakan) ini, hanyalah adat kebiasaan orang-orang dahulu-kala,
Dan kami pula tidak akan diseksa.
Akhirnya mereka mendustakan Rasul itu, lalu Kami binasakan mereka. Sesungguhnya pada peristiwa yang demikian, terdapat satu tanda (yang membuktikan kekuasaan Allah) dan dalam pada itu, kebanyakan mereka tidak juga mahu beriman.
Dan sesungguhnya Tuhanmu (wahai Muhammad), Dialah sahaja Yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengasihani.
(Demikian juga) kaum Thamud telah mendustakan Rasul-rasul (yang diutus kepada mereka),
Ketika saudara mereka Nabi Soleh, berkata kepada mereka: Hendaknya kamu mematuhi perintah Allah dan menjauhi laranganNya.
Sesungguhnya aku ini Rasul yang amanah, (yang diutus oleh Allah) kepada kamu.
Oleh itu, takutilah kamu akan (kemurkaan) Allah dan taatlah kepadaku.
Dan aku tidak meminta kepada kamu sebarang upah mengenai apa yang aku sampaikan (dari Tuhanku), balasanku hanyalah terserah kepada Allah Tuhan sekalian alam.
Adakah (kamu fikir), bahawa kamu akan dibiarkan sentiasa bersenang-senang dalam nikmat-nikmat yang ada di dunia ini?
Di dalam taman-taman (yang indah permai) dan mata air-mata air (yang mengalir),
Dan kebun-kebun tanaman serta pohon-pohon tamar (kurma) yang buah mayangnya halus lembut?
Dan kamu memahat sebahagian dari gunung-ganang sebagai tempat tinggal dengan bijak dan bersungguh-sungguh?
Oleh itu, takutilah kamu akan (kemurkaan) Allah dan taatlah kepadaku;
Dan janganlah kamu taati perintah orang-orang yang melampaui batas.
Iaitu orang-orang yang melakukan kerosakan di bumi dan tidak membuat kebaikan.
Mereka menjawab: Sesungguhnya engkau ini hanyalah salah seorang dari golongan yang kena sihir!
Engkau hanyalah seorang manusia seperti kami; oleh itu, bawakanlah satu tanda (mukjizat) jika betul engkau dari orang-orang yang benar.
Nabi Soleh berkata: Ini adalah seekor unta betina, (di antara cara-cara hidupnya ialah) air kamu hendaklah menjadi bahagian minumnya sehari dan bahagian kamu sehari, menurut giliran yang tertentu.
Dan janganlah kamu menyentuhnya dengan sesuatu yang menyakitinya; (jika kamu menyakitinya) maka akibatnya kamu akan dibinasakan oleh azab seksa hari yang besar (huru-haranya).
Akhirnya mereka menikam mati unta itu, kemudian mereka menyesal (setelah melihat kedatangan bala bencana).
Lalu mereka ditimpa azab yang membinasakan. Sesungguhnya peristiwa yang demikian mengandungi satu tanda (yang membuktikan kekuasaan Allah) dan dalam pada itu, kebanyakan mereka tidak juga mahu beriman.
Dan sesungguhnya Tuhanmu (wahai Muhammad), Dialah sahaja Yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengasihani.
(Demikian juga) kaum Nabi Lut telah mendustakan Rasul-rasul (yang diutus kepada mereka).
Ketika saudara mereka Nabi Lut, berkata kepada mereka: Hendaknya kamu mematuhi perintah Allah dan menjauhi laranganNya.
Sesungguhnya aku ini Rasul yang amanah, (yang diutus oleh Allah) kepada kamu.
Oleh itu, takutilah kamu akan (kemurkaan) Allah dan taatlah kepadaku.
Dan aku tidak meminta kepada kamu sebarang upah mengenai apa yang aku sampaikan (dari Tuhanku); balasanku hanyalah terserah kepada Allah Tuhan sekalian alam.
Patutkah kamu melakukan hubungan jenis dengan lelaki dari kalangan manusia,
Dan kamu tinggalkan apa yang diciptakan oleh Tuhan kamu untuk kamu (melakukan hubungan yang halal) dari badan isteri-isteri kamu? (Kamu orang-orang yang bersalah) bahkan kamu adalah kaum yang melampaui batas (keinginan kebanyakan haiwan)!
Mereka menjawab: Sesungguhnya jika engkau tidak berhenti wahai Lut (daripada mencaci dan menyalahkan kami), nescaya engkau akan diusir keluar!
Nabi Lut berkata: Sesungguhnya aku dari orang-orang yang bencikan perbuatan kamu yang keji itu.
(Nabi Lut berdoa): Wahai Tuhanku, selamatkanlah daku dan keluarga serta pengikut-pengikutku dari apa yang dilakukan oleh golongan (yang jahat) itu.
Maka Kami selamatkan dia dan keluarganya serta pengikut-pengikutnya (semuanya);
Kecuali seorang perempuan tua tertinggal dalam golongan yang kena azab itu.
Kemudian Kami hancurkan yang lain (yang menentang Nabi Lut).
Dan Kami hujani mereka dengan hujan (azab yang membinasakan); maka amatlah buruknya hujan azab yang menimpa kaum yang telah diberi amaran.
Sesungguhnya peristiwa yang demikian, mengandungi satu tanda (yang membuktikan kekuasaan Allah) dan dalam pada itu, kebanyakan mereka tidak juga mahu beriman.
Dan sesungguhnya Tuhanmu (wahai Muhammad), Dialah sahaja Yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengasihani.
(Demikian juga) penduduk "Aikah" telah mendustakan Rasul-rasul (yang diutus kepada mereka).
Ketika Nabi Syuaib berkata kepada mereka: Hendaknya kamu mematuhi perintah Allah dan menjauhi laranganNya.
Sesungguhnya aku ini Rasul yang amanah, (yang diutus oleh Allah) kepada kamu.
Oleh itu, takutilah kamu akan (kemurkaan) Allah dan taatlah kepadaku.
Dan aku tidak meminta kepada kamu sebarang upah mengenai apa yang aku sampaikan (dari Tuhanku); balasanku hanyalah terserah kepada Allah Tuhan sekalian alam.
Hendaklah kamu menyempurnakan sukatan cupak-gantang dan janganlah kamu menjadi golongan yang merugikan orang lain.
Dan timbanglah dengan neraca yang betul timbangannya.
Dan janganlah kamu mengurangi hak-hak orang ramai dan janganlah kamu bermaharajalela melakukan kerosakan di bumi.
Dan (sebaliknya) berbaktilah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang telah lalu.
Mereka menjawab: Sesungguhnya engkau ini (hai Syuaib) hanyalah salah seorang dari golongan yang kena sihir.
Dan engkau hanyalah seorang manusia seperti kami dan sesungguhnya kami fikir engkau ini dari orang-orang yang dusta.
Oleh itu, gugurkanlah atas kami ketul-ketul (yang membinasakan) dari langit, jika betul engkau dari orang-orang yang benar!
Nabi Syuaib berkata: Tuhanku lebih mengetahui akan apa yang kamu lakukan.
Maka mereka tetap juga mendustakannya, lalu mereka ditimpa azab seksa hari awan mendung; sesungguhnya kejadian itu adalah merupakan azab seksa hari yang amat besar (huru-haranya).
Sesungguhnya peristiwa yang demikian, mengandungi satu tanda (yang membuktikan kekuasaan Allah) dan dalam pada itu, kebanyakan mereka tidak juga mahu beriman.
Dan sesungguhnya Tuhanmu (wahai Muhammad), Dialah sahaja Yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengasihani.
Dan sesungguhnya Al-Quran (yang di antara isinya kisah-kisah yang tersebut) adalah diturunkan oleh Allah Tuhan sekalian alam.
Ia dibawa turun oleh malaikat Jibril yang amanah.
Ke dalam hatimu, supaya engkau (wahai Muhammad) menjadi seorang dari pemberi-pemberi ajaran dan amaran (kepada umat manusia).
(Ia diturunkan) dengan bahasa Arab yang fasih serta terang nyata.
Dan sesungguhnya Al-Quran (tersebut juga perihalnya dan sebahagian dari pengajaran-pengajarannya) di dalam Kitab-kitab agama orang-orang yang telah lalu.
(Tidakkah mereka yang musyrik sedarkan kebenaran itu) dan tidakkah menjadi satu keterangan kepada mereka bahawa pendeta-pendeta agama Bani lsrail mengetahui akan kebenaran Al-Quran itu?
Dan sekiranya Kami turunkan Al-Quran kepada setengah orang yang bukan Arab, yang tidak tahu membaca Arab,
Kemudian dia (dikurniakan Tuhan dapat) membacakannya kepada mereka, mereka tetap juga tidak mahu percayakan bacaan itu daripada Tuhan.
Demikianlah Kami masukkan perasaan (kufur ingkar) itu ke dalam hati orang-orang yang melakukan dosa tidak percayakan Al-Quran.
Mereka tidak beriman kepada Al-Quran sehingga mereka melihat azab yang tidak terperi sakitnya,
Lalu azab itu datang menimpa mereka secara mengejut, dengan tidak mereka menyedarinya.
Maka (pada saat itu) mereka akan berkata (dengan menyesal): Dapatkah kiranya kami diberi tempoh?
(Kalaulah demikian keadaan mereka) maka patutkah mereka meminta disegerakan azab Kami?
Bagaimana fikiranmu (wahai Muhammad)? Jika Kami berikan mereka menikmati kesenangan bertahun-tahun,
Kemudian mereka didatangi azab seksa yang dijanjikan kepada mereka,
(Tentulah) kesenangan yang mereka nikmati bertahun-tahun itu tidak dapat memberikan mereka sebarang pertolongan.
Dan tiadalah Kami membinasakan mana-mana negeri (yang telah dibinasakan itu), melainkan setelah diutus kepadanya lebih dahulu, Rasul-rasul pemberi amaran.
Memperingatkan mereka dan Kami tidak sekali-kali berlaku zalim.
Dan Al-Quran itu pula tidak sekali-kali dibawa turun oleh Syaitan-syaitan.
Dan tidak layak bagi Syaitan-syaitan itu berbuat demikian dan mereka juga tidak akan dapat melakukannya.
Sesungguhnya mereka dihalang sama sekali daripada mendengar wahyu yang dibawa oleh Malaikat.
Maka janganlah engkau (wahai Muhammad) menyembah tuhan yang lain bersama-sama Allah, akibatnya engkau akan menjadi dari golongan yang dikenakan azab seksa.
Dan berilah peringatan serta amaran kepada kaum kerabatmu yang dekat.
Dan hendaklah engkau merendah diri kepada pengikut-pengikutmu dari orang-orang yang beriman.
Kemudian jika mereka berlaku ingkar kepadamu, maka katakanlah: Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu lakukan!
Dan berserahlah kepada Allah Yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengasihani,
Yang melihatmu semasa engkau berdiri (mengerjakan sembahyang),
Dan (melihat) gerak-gerimu di antara orang-orang yang sujud.
Sesungguhnya Dialah jua Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
Mahukah, Aku khabarkan kepada kamu, kepada siapakah Syaitan-syaitan itu selalu turun?
Mereka selalu turun kepada tiap-tiap pendusta yang berdosa,
Yang mendengar bersungguh-sungguh (apa yang disampaikan oleh Syaitan-syaitan itu), sedang kebanyakan beritanya adalah dusta.
Dan Ahli-ahli syair itu, diturut oleh golongan yang sesat tidak berketentuan hala.
Tidakkah engkau melihat bahawa mereka merayau-rayau dengan tidak berketentuan hala dalam tiap-tiap lembah (khayal dan angan-angan kosong)?
Dan bahawa mereka memperkatakan apa yang mereka tidak melakukannya?
Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh (dari kalangan penyair-penyair itu) dan mereka pula mengingati Allah banyak-banyak, serta mereka membela diri sesudah mereka dianiaya dan (ingatlah), orang-orang yang melakukan sebarang kezaliman, akan mengetahui kelak, ke tempat mana, mereka akan kembali.
