berita lirik sample contact


Putri Doyong adalah sebuah band Punk Rock yang banyak mengambil inspirasi dari musik-musik “jadul”. Bukan hanya Punk akhir ’70-an, tetapi juga dari Billy Idol, the Doors, David Bowie, dan lain-lain. Semuanya itu dicampur dengan lirik yang jujur sejujur-jujurnya, tanpa sensor. Kebanyakan lagunya memakai lirik Indonesia, karena mereka yakin dengan demikian pesan yang disampaikan lebih mudah dicerna audiens mereka, the Indonesians. We are in Indonesia, so speak Indonesian, you fools!

Riwayat Putri Doyong berawal dari pertemuan Seno “Chicks” (drum) dan Adit (vokal) pada acara “Café Night”, di kampus Arsitek Unpar, tahun 1998. Karena kesamaan selera musik dan dorongan birahi yang begitu kuat, Adit nekat mengajak Chicks untuk manggung malam itu juga membawakan beberapa nomor Punk. Maka ia pun mengumpulkan teman-temannya, salah satunya Katro (bass). Setelah mendengarkan sejenak lagu yang akan dibawakan melalui tape di mobil Adit, band dadakan ini pun langsung manggung dan…ancur total! Tapi respon penonton cukup asik, minimal tidak ada lemparan botol. Anyway, malam itu begitu berkesan sehingga Adit, Chicks, dan Katro sepakat membentuk sebuah band yang dinamakan “Rejected”. Untuk mengisi posisi gitar, direkrutlah gitaris junkies bernama Baskoro “Buzzcore”, yang merupakan teman sekampus Chicks di Seni Rupa ITB. Rejected tercatat beberapa kali manggung di Unpar (kampusnya Adit dan Katro), membawakan Sex Pistols, Rancid, The Clash, dll.

Bosan membawakan lagu orang, atau tepatnya karena tidak bisa membawakan lagu orang lain dengan mirip, mereka mulai coba-coba membuat lagu sendiri. Salah satunya adalah “Girlssuck”. Pada saat ini nama band sudah menjadi “Putri Doyong” , yang terinspirasi oleh lagu “Waru Doyong” yang begitu populer saat itu.

Tidak lama kemudian, Buzzcore, sang gitraris mengundurkan diri karena sibuk kuliah dan tidak tahan dengan kelakuan 3 personil Putri Doyong lainnya. Untuk mengisi kekosongan posisi gitar, maka direkrutlah Zulman, seorang gitaris beraliran Abstrak-Kubisme-Neoclassical-Naenderthal. Tetapi ia malah membuat 3 personil lainnya kewalahan sehingga terpaksa berpisah. Pada saat-saat genting dan ketidakjelasan inilah muncul seorang gitaris flamboyan berkelakuan minus. Ia adalah Fiki “Kif”, yang juga merupakan sobat karib dari Chicks. Masuknya Kif membawa warna baru pada musik Putri Doyong. Ciri Punk Rock masih kental namun dengan “twist” yang lebih “nge-twist” lagi. Contohnya adalah lagu Aw…Aw…(Ketusuk Paku).

Formasi yang telah solid ini dilengkapi juga dengan seorang manager bernama Alex, seorang anak metal palsu! Alex mempunyai kontribusi yang cukup besar terhadap Putri Doyong. Sebagai buktinya ia menyumbangkan sebuah lagu ciptaanya yang berjudul “Rock n Roll Djoni” . Namun lama kelamaan loyalitasnya mulai diragukan karena ia lebih konsen dengan band-nya sendiri, yaitu Muntah, dan menelantarkan Putri Doyong. Perseteruan Putri Doyong dan Alex diperuncing dengan digelarnya konser “Putri Doyong VS Muntah” di Makelars 2004. Sebuah pertarungan yang tidak seimbang, mengingat kualitas Putri Doyong jauh lebih superior. Muntah sucks!

Acara-acara yang pernah diisi oleh Putri Doyong, antara lain: Cafe Night Ars (1998), Cadas Night (1998), Cafe Night (1999), Formasi(1999), Unik (1998), Makelars (1998-2004), Exwel Unpar (2003), Basement Party (2003). Sampai saat ini mereka baru menelorkan sebuah mini album.

Dikarenakan kesibukan para personilnya yang sudah lulus kuliah dan bekerja, Putri Doyong sedikit terbengkalai. Namun perlahan-lahan mereka mulai mencicil merekam beberapa lagu mereka untuk membuat sebuah album. Kapan dirilis? Just wait and bleed…


 

Nama : Adit “Doyong”
Posisi : Vokal Fals
Influence : Tim Armstrong, jim Morrison, Johnny Rotten, Billy Idol, Pink floyd, Benyamin S.

 

Nama : Fiki “Kif”
Posisi : Gitar Minus
Influence : Motley Crue, Melly Goeslaw

 

Nama : Aryo “Katro”
Posisi : Bass Katro
Influence : J.Mascis, The Strokes

 

Nama : Seno “Chicks”
Posisi : Drum Off Tempo
Influence : Murry, Mitch Mitchell, Tre Cool, Tony Williams

Designed by Kiki
Copyright Putri Doyong 2004
Hosted by www.Geocities.ws

1