.: BERITA
 

Siapa bilang Pas ditinggal penggemar?

Di kafe Pasir Putih Kemang, Jakarta, Minggu (27/4) malam, Pas Band yang kini diperkuat formasi Yukie (vokal), Bengbeng (gitar), Trisno (bas) dan Sandy (dram) menggelar show case untuk syukuran album terbaru mereka yang berjudul 2.0.

Makin segar dan eksploratif. Begitulah wujud kreativitas para personel Pas band kali ini. Setidaknya, menurut mereka, di album rilisan Aquarius Musikindo yang mengandalkan single Malam Tetaplah Malam ini, Yukie, Bangbeng, Trisno dan Sandy tetap membuka mata dan telinga sebesar dan selebar-lebarnya untuk mengembangkan musik Pas dalam format yang lebih aktual.

Mau tahu lebih jauh tentang apa saja yang baru di album ini? Simak obrolannya dengan MusikMu di kantor Aquarius, Jakarta, beberapa pekan yang lalu:

Bisa kalian cerita sedikit tentang album 2.0 ini?
Bengbeng (Bb): Album ini paling banyak pindah studio. Dram kami rekam di Gins dan ON Studio, bas di Impresi Studio, vokal di Air Studio dan gitar di kamar gue sendiri. Ada juga yang direkam ulang di studio Aquarius Pondok Indah Jakarta. Tapi perpindahan ini bukan karena tuntutan teknis, tapi waktu. Soalnya kami sangat moody saat membuat lagu. Jadi kami kadang mendapat kesulitan dalam mencocokkan waktu dengan jadual studio. Kami sih nggak masalah dengan studio mana saja. Kami mulai rekaman sekitar Februari 2002, di sela jadwal tur kami.

Di album ini ada lagu Yesterday punya The Beatles. Bagaimana pengurusan izinnya?
Bb: Kami sebenarnya sempat agak lama mengurusnya. Sampai urusan mastering rampung, izin lagu itu belum keluar-keluar juga. Tapi kami pikir, sayang jika lagu ini nggak masuk. Apalagi banyak penggemar kami yang sudah tahu. Setiap konser, lagu itu selalu kami nyanyikan dan responnya bagus. Tapi sejak awal, gue selalu yakin, Aquarius bisa mengurusnya sampai tuntas.

Jika diamati, musik Pas selalu mengalami perubahan setiap merilis album. Dulu banyak dipengaruhi musik rock alternatif dan kini juga ada sentuhan modern metal. Apakah memang selalu dirancang seperti itu?
Yukie (Y): Sebenarnya, kami memang selalu membuat musik rock yang modern pada saat kami membuatnya. Kami selalu orientasi ke depan. Misalnya pada saat kami muncul di era '92-93, kami sudah menyelipkan unsur funk, rap dan berbagai macam efek aneh. Selalu ada unsur-unsur baru dan berkembang.

Bb: Jujur gue bilang, musik Pas itu murni rock yang selalu dipengaruhi perkembangan zaman. Bohong jika misalnya ada orang Indonesia yang bilang mereka membuat musik sendiri tanpa dipengaruhi orang lain. Selalu ada referensi. Dan secara tidak langsung pengaruhnya pasti ada.

Apa yang membuat kalian akhirnya menetapkan Sandy (Andarusman) sebagai dramer tetap Pas?
Y: Buat kami, ada beberapa hal yang sangat menolong. Umur kami segenerasi dan kami sudah lama mengenal Sandy. Sandy orang yang menyenangkan dan dia sendiri ternyata nggak repot bergabung di Pas. Banyak kecocokan. Kemampuannya permainan dramnya juga oke. Dia juga nggak kerepotan mengadaptasi permainan Richard Mutter (dramer Pas sebelumnya, Red.). Sandy juga tipikal musisi yang tidak suka bekerja setngah-setengah. Meski pun sebelumnya dia 'cuma' pemain additional. Secara psikis, Sandy nggak tampak membuat jarak dengan kami.

Bb: Waktu Sandy masih tergabung di U'Camp (band rock era '90-an), kami sempat menjadi penggemarnya juga.

Sandy (S): Gue sendiri setuju masuk di Pas karena menurut gue band ini bukan band 1-2 album terus bubar. Dan gue juga melihat, Pas merupakan band yang punya masa depan cerah. Meski pun gue melihat masing-masing personelnya punya selera musik yang berbeda, namun mereka kompak dan seperti tak pernah kehabisan ide dalam bermusik. Apalagi, mereka nggak pernah memaksakan atau membatasi gaya permainan gue.

Sebenarnya, menurut pandangan kamu, seperti apa sih cara kerja personel Pas saat membuat lagu?
S: Spontan. Contohnya saat gue dipanggil ke Bandung untuk menggarap materi album baru. Gue tadinya menyangka, lagunya sudah siap. Ternyata, sama sekali belum ada dan gue langsung disuruh memainkan apa yang ada di pikiran gue. Tapi mereka sangat menghargai apa yang gue bikin. Asyik juga sih.

Bagaimana sih permainan Sandy jika dibandingkan dengan Richard?
Trisno (T): Pada dasarnya, gue senang sama dramer yang bejat. Dalam arti, permainan dramnya 'bejat'. Gue nggak perduli dengan aturan-aturan. Kan nggak ada standar permainan dram yang bagus. Di mata gue, Sandy bisa seperti Richard. He's my drum machine! Jadi pada saat membuat lagu, nggak ada masalah. Pokoknya asyik. Gue juga senang, karena dia total di musik. Dia nggak punya banyak kegiatan di sana-sini.

Saat Sandy mulai menjadi additonal di Pas, dia juga kan tergabung dalam Opera Band. Bagaimana penyelesaiannya?
Y: Iya, itu memang salah satu option dari kami. Kami menawarkan ke Sandy, jika ia memang mau jalan dengan kami, berarti dia harus memutuskan semua 'selingkuhannya'. Ibarat akan memasuki jenjang perkawinan, jadi dia harus punya komitmen.

Bisa dibilang, lagu Malam Tetaplah Malam terkesan mengekor lagu Kesepian Kita yang sangat nge-pop. Apakah kalian tidak takut imej Pas menjadi terganggu di mata penggemar?
Bb: Jika dibilang terganggu, sebenarnya nggak sama sekali. Malah penggemar kami menjadi semakin melebar. Dan buktinya, setiap kami konser, penontonnya tetap ramai. Lagi pula, selama ini, Pas selalu diidentikan sebagai band beraliran keras karena yang selalu ditonjolkan adalah lagu-lagu kerasnya. Padahal, sejak kami merilis mini album "4 Through The SAP", di situ ada lagu "Here Forever" yang secara musik dan lirik, malah terdengar lebih 'cemen' (kacangan). Sekarang, di album 2.0 ini, kami menyanyikan lagi lagu itu dengan aransemen akustik.

Y: Gue melihat, penggemar Pas sendiri selalu antusias menerima bahwa kami mempunyai lagu-lagu slow macam "War" atau "Fountain" misalnya. Selama kami membuat lagu slow yang tetap ditampilkan dengan gaya khas Pas, gue merasa imej Pas tidak akan terganggu. Lagi pula, dengan lagu semacam "Kesepian Kita", kami malah banyak mendapat kemudahan-kemudahan. Terutama dari segi promosi yang sebelumnya tak pernah kami dapatkan. Misalnya, gara-gara lagu itu, video klip kami bisa ditayangkan dalam sebulan penuh di televisi pada jam-jam utama. Beda sekali ketika kami muncul dengan lagu "Impresi". Baru nongol dua kali sudah dicekal. Itu sebuah kesulitan yang luar biasa bagi kami untuk memperkenalkan album Pas kepada orang banyak.

Bb: Malah dengan penggemar kami dari kalangan underground pun masih tetap mengikuti perkembangan Pas. Dan gue merasa ada fenomena baru, fans Pas yang dulu juga merasa diuntungkan karena band idola mereka sudah dikenal banyak orang.

T: Pokoknya, sebagai bukti nyata, datanglah melihat konser kami. Penontonnya tetap selalu ramai kok. Dan gue nggak suka jika orang-orang menghakimi imej keseluruhan sebuah band hanya karena sebuah lagu. (mdy)

Sumber : Musikmu.com

home back
 

 
 
Links Bukutamu Lirik Album Berita Pas Home
Hosted by www.Geocities.ws

1