![]()
PENDIDIKAN
SD (1986 - 1992)
Masuk SD ketika aku berumur enam tahun di SD N No. 87/II SAGO. Jarak sekolah dengan rumah hanya sekitar 0,5 km. Karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dari rumah ke sekolah aku cukup jala kaki. Tapi waktu aku kelas empat aku dibelikan sepeda oleh ortu.
Ketika SD aku selalu menjadi perhatian bapak dan ibu guru karena aku selalu berada pada peringkat tiga besar. Ya. aku selalu berada pada peringakat kalau tidak dua pasti tiga karena juara satu selalu ditempati oleh Elva Yanti.
Sewaktu kelas empat SD aku sudah aktif di kegiatan eksrakulikuler seperti Dokter Kecil dan kegiatan Pramuka. Aku masih ingat betapa bahagianya memakai seragam dokter (putih-putih). Aku, Eva (panggilanku untuk Elva Yanti), dan Antoni ditunjuk sebagai duta sekolah menghadiri acara dengan bapak Bupati Kabupaten Bungo Tebo (sekarang kab. Bungo dan Tebo). Enam tahun di SD aku lalu dengan mulus tanpa harus tinggal kelas.
SMP (1992 - 1995)
Setelah tamat SD aku melanjudkan ke SMP N 5 Tebo Ulu. Jarak antara rumah dan sekolah cukup jauh ±4 km. Ke sekolah aku naik sepeda bersama teman-tman lainnya. Berangkat dari rumah jam 6:30 dan pulang jam13:30. Satu yang tak terlupakan adalah bila hari hujan karena bila hujan pasti sepeda gak mau jalan karena lumpur dan baju pun harus berkotor-kotor ria. Jangan harap berpakaian bersih (terutama sepatu kalo malam harinya hujan.
Perjalanan cemerlang di bidang akademik seperti waktu di SD tidak lagi aku rasakan. Aku boleh bangga di SD bisa selalu menjadi juara kelas , tapi ketika SMP aku harus mengaku kalah bersaing.
Di SMP N 5 Tebo Ulu memang terjadi persaingan yang sangat ketat. Ini disebabkan karena yang sekolah di situ tidak hanya sisiwa yang datang dari desa-desa sekitar, tapi juga anak-anak karyawan perusahaan kayu seperti PT IPA, dan PT Samapermai. Anak-nak karyawan tersebut pun juga datang dari berbagai daerah seperti dari Plores, Palembang, Irian Jaya, dll. Alhasi, secara akademis selama aku di SMP tidak begitu menggembirakan . Paling bagus aku berada dalam sepuluh besar.
SMU (1995 - 19988)
Ketika tamat SMP banyak teman satu angkatan dan satu desa yang menyudahi pendidikan mereka hingga di situ. Tamat SMP sebagian besar dari mereka terutama yang cewek bersiap-siap untuk menikah dan yang cowok langsung mencari kerja menjadi buruh perusahaan (karyawan) atau buruh tani. Namun tidak bagiku. Entah dari mana datangnya, ada keinginan yang teramat besar untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Bahkan gilanya lagi waktu itu aku bercita-cita bisa mendapat gelar Sarjana Hukum. Inilah perjuangan pertamaku dalam menempuh pendidikan yaitu melawan godaan-godaan budaya dan lingkungan. Syukurlah kedua orang tua dan sebagian besar keluargaku sangat mendukung.
Pertama, pada tahun 1995 aku masuk SMU N Teluk Kuali (sekarang SMU N 1 Tebo Ulu). Satu tahun sekolah di SMU ini dengan nilai akademik yang cukup baik. Aku bisa kembali bisa seperti waktu di SD dulu, bah kan bisa merebut posisi pertama rangking kelas. Di sini aku mulai katif di organisasi OSIS dan pramuka. Di kegiatan pramuka aku berhasil meraih penegak bantara dari satuan karya Wanabakti, (baca Aku sang..)
Setelah satu tahun sekolah di SMU in aku mulai merasa kekurangan. Aku ingin ikut kursus Bhs. Inggris, dan Komputer. Dan aku mulai capek harus naik sepeda satiap harinya paling tidak24 km (bolak-balik Sago - Tl. Kuali).
Maka setelah penerimaan rapor catur wulan III kelas satu dan aku dinyatakan naik ke kelas II, aku pindah sekolah ke SMU N 2 Muara Bungo. Di sinilah aku memulai kehidupan baru. Sungguh tak terbayangkan betapa senangnya hatiku waktu itu. Walaupun pada kenyataanya aku harus mengakui bahwa sebenarnya tidak cukup biaya untuk ikut kursus ini dan itu. Tapi akhirnya berkat dukungan kuat dari ortu dan keinginan juga kerja kerasku yang tak terkalahkan (baca Perjuangan), aku berhasil memperoleh sertifikat kursus Ngetik dan Komputer.
Kehidupan akademikku di SMU N 2 Ma. Bungo, sangat cemerlang. Aku pun berhasil memperoleh juara kelas. Aku juga pernah terpilih sebagai juara II siswa teladan tingkat Kab. Bungo Tebo. Puncak prestasi akademik di SMU ini aku terpilih sebagai mahasiswa undangan ke Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta.
Di bidang organisasi dan kegiatan ekstrakurikuler aku pun berprestasi baik. Jabatanku di kepengurus osis tidak lagi diraguakan, aku berada pada jajaran dapan. Jabatan terakhir yang aku emban waktu meninggalkan SMU ini adalah sebagai Ketua Majlis Perwakilan Kelas (MPK).
Untuk membawa nama baik sekolah aku juga beberapa kali menjuarai lomba-lomba yang diadakan oleh kabupaten. Beberapa tropi berhasil aku persembahkan atas nama sekolah. Semua keberhasilan ini sungguh aku sadari tidak luput dari dukungan semua pihak terutama ortu dan bapak - ibu guru.
Perguruan Tinggi (1998 - 2003)
Tak pernah bermimpi sebeumnya aku akan melanjudkan studi di Universitas Gadjah Mada. Tapi harus aku syukuri kalu kemudian itu menjadi kenyataan. Sebagai mahasiswa undangan untuk universitas sekelas Gadjah Mada tentunya merupakan kebanggan tersendiri dalam hidupku. Bagai mana tidak, dari sekian puluh SMU yang ada di kab. Bungo Tebo (sekarang Kab. Bungo dan Tebo), hanya tiga siswa yang beruntung untuk menjadi tamu UGM tahun itu. Tapi dalam waktu yang sama aku juga menyadari aku membawa misi sekolah, keluarga, daerah, dan banyak orang.
Kehidupan akademis di UGM aku lalui dengan biasa-biasa saja. Aku tidak begitu menonjol. Tapi semua itu aku lalui dengan mulus dan berhasil. Walau tidak mendapat predikat comlaude, aku bisa menyelesaikan kuliah tapat pada waktunya, epat tahun empat bulan. Aku pun tercatat sebagai mahasiswa yang memikili masa studi terpendek dalam acara wisuda sarjana tanggal 19 Mei 2003 universitas Gadjah Mada. Aku bisa menyusun skripsi dalam satu semester. (semester ke sembilan). Aku juga berhasil mendapat beasiswa dari Australian Indonesian Institute (AII-Aus-AID).
Kegiatan berorganisasi selama kuliah pun aku lalui dengan baik. Beberapa jabatan strategis di beberapa organisasi baik bersekala kampus mau pun nasional berhasil aku duduki, (baca Aku Sang...).