1987 -1997 Sejarah Ilmu Komputer
Berbicara tentang Ilmu Komputer UGM, adalah sebuah ironi, gimana tidak. kalo anda mau liat bagaimana rangking kita dilevel UGM sendiri. Ilkomp cukup memiliki nama besar. menduduki peringkat kelima setelah KU, Elektro, Tek. Kimia, Industri dan pernah beberapa periode konon menduduki peringkat kedua setelah KU.
Impian untuk bekerja di bidang Informatika sendiri juga memancing minat pendaftar pada D3 Komputer dan Sistem Informasi yang menduduki peringkat pertama dalam jumlah pendaftar pada program diploma
Dengan fakta dilapangan seperti ini, saya kira kualitas dari input mahasiswa Ilkomp tidak perlu diragukan lagi. Tapi bagaimana dengan kondisi didalamnya. Ilmu Komputer berdiri tahun 1987 tepatnya ketika S.K dikeluarkan oleh pihak UGM. setiap tahun diterima kurang lebih 10-30 mahasiswa. Jumlah ini pun menjadi berlipat ketika tahun 1996 setelah hampir sepuluh tahun menerima sejumlah 60-80 mahasiswa.
Sejak periode itulah, konon dosen2 mulai sibuk menangani mahasiswa yang jumlahnya semakin banyak. Belum lagi isu otonomi kampus membuat UGM mau tidak mau membuat unit-unit 'produktif' seperti program diploma. Membuat kapasitas dan kapabilitas pengajar menjadi pincang. Dosen2 sering menjadi terlalu lelah dalam memberikan pengajaran.
1997 - now : Ada unsur politis kah?
Banyak mahasiswa memprotes kebijaksanaan UGM yang terkesan komersil. Banyak tuntutan mulai rasionalisasi, perbaikan fasilitas, tuntutan menjadi jurusan semakin kencang seiring dengan besarnya jumlah mahasiswa, dan tentu saja teknologi komputasi yang luar biasa.
Pada era ini segalanya bergerak begitu cepat. munculnya Himakom, pemisahan dari KMM yang perlahan namun pasti. Munculnya D3 Komsi. dan iklim demokratisasi juga merambah mahasiswa yang dikenal nerd, kutu buku, cuman tau mouse dan keyboard
Dengan banyaknya 'konflik' baik dari internal, seperti pameran Infotech, Seminar Nasional Komputer, hingga pentas musik D3. Semua itu herannya bermuara pada satu hal. Disintegrasi kerennya. semua orang ingin membentuk kelompoknya sendiri, organisasinya
Jurusan sendiri, mulai digelitik dengan pengumpulan tanda tangan bahwa Ilkomp siap menjadi jurusan. Bahkan semua elemen tidak lepas dari suara2 liar... sampai juga pada 'institusi' MIPAnet, suatu warnet mungil di MIPA Utara
Kesimpulannya satu. Segalanya ada unsur politis, kalo kita ga jeli mengamati apa yang terjadi disana. Kenapa Jurusan menyekolahkan beberapa dosen untuk belajar komputer science. kenapa harus ada D3, Otonomi kampus.
Sedikit banyak ini bisa menjawab, mengapa banyaknya protes tentang program studi akhirnya mentok pada tingkat lembar kesepakatan. kita belum terlalu kuat... atau tepatnya kita belum mengatur diri untuk menjadi kuat.
Iklim Ilkomp UGM
Menarik sekali tulisan spy-off dalam milis himakom-ugm, tapi saya rasa protes anda tidak jelas ditujukan kepada siapa. Anda cuma bisa mengeksploitasi 'kelemahan' kita. Seharusnya anda bisa tujukan lebih jelas kepada siapa. Lemahnya kurikulum kita, mental kita, fasilitas atau apa... saya coba jawab satu persatu
kurikulum kita
Mostly orang akan menyalahkan kenapa kurikulum kita ketinggalan jaman sekali. Saya kurang sepenuhnya setuu dengan hal itu. Mengapa, pernah disatir dalam sebuah wawancara dengan alumni UI yang bekerja di BPPN. Beliau mengatakan bahwa kurikulum di PT tidak harus mengikuti perkembangan 'jaman'. kalau selalu mengikuti perkembangan bisa jadi matakuliah kita akan berantakan. Setiap muncul teknologi baru tidak mesti langsung diadaptasi mentah-mentah
Ingat kita masih bangsa pemakai, belum terlalu siap untuk membangun dalam arti sesungguhnya. Jadi kalau universitas kita menerapkan model seperti itu, hal tersebut tidak bisa disalahkan.
Ujung-ujungnya dengan nada sinis, orang akan bilang. Itu karena kesalahan mbah2 pendiri ikomp. kenapa harus ada dibawah Matematika. Kalau kaya gitu ga' akan selesai. Diluar negeri sekalipun (negara eropa), computer science sering dikelompokkan dalam bidang science.
terkadang kita menuntut lebih tanpa mau melihat dengan mata terbuka lebih dahulu
fasilitas
Ini yang jelas sangat ketinggalan, saya ga mau ngomong banyak. Kita jangan jadi orang yang manja. Dengan fasilitas minim, saya liat masih banyak rekan2 yang survive apakah ngajar, kerja di warnet. Justru itu kita bisa ngomong dan bisa menjual bahwa kita punya kemampuan yang lebih dan berbeda. Jangan jadi orang cengeng lah
iklim wong jowo
Nah ini sindrom yang menimpa hampir semua alumni UGM. rasa kepemimpinan rendah, mental wirausaha rendah, minderan. Lha wong UGM sendiri mengakui dengan program PPKB berdana 15 milyar pertahun. (yang ga gitu jelas juntrungannya terkadang :(... Tapi kalo kita jeli, justru itu yang harusnya kita bangun
Secara kedewasaan mungkin kita bisa ngaku lebih. Saya pernah ikut bagaimana UI melaksanakan ospek, saya kira rekan2 disini bisa berbangga. mungkin kita sebagian besar dari kalangan middle, and low tapi justru itulah perbedaan kita dengan tidak ketergantungannya dengan orang tua.
| Apa sih Universitas lain lakukan |
| |
Kalau saudara sempat main ke UI.
|
| Gimana Kita Mensikapinya |
| |
Dengan kondisi seperti ini, sekarang gimana sih kita mensikapinya.
|