Cerita - Cerita Seputar KP

Back to Kerja Praktek - Back to Home
22 Oktober 2003 (NEW)

Cerita-cerita seputar KP
15 September - 22 Oktober 2003
Ceritanya dimulai...
Pengen KP di Balikpapan
KP di BRI
Hari-Hari pertama
Kejutan
Last but not...

15 September - 22 Oktober 2003
setelah melewati pelbagai cobaan dan halangan yang merintang akhirnya dengan dukungan dari Bu Enny tentunya dan Senior di Divisi Teknologi Informasi Kantor Pusat BRI Jakarta akhirnya Kerja Praktek (KP) yang sejak lama direncanakan berhasil diselesaikan

Petualangan dan kejadian-kejadian GILA selama menjalani KP akhirnya tinggal menjadi kenangan. Sedikit banyak halaman ini dipersembahkan untuk rekan-rekan yang ingin mengambil KP di Jakarta, disebuah kota yang semrawut namun mempesona.


Ceritanya dimulai...
Di Ilmu Komputer UGM, KP adalah sebuah matakuliah yang membingungkan. Ada berbagai mitos yang beredar diseputar mahasiswa, ada yang mengatakan bahwa KP wajib, KP Pilihan, bisa dijadikan skripsi, ataupun prinsip nekad demi pengalaman yang dianut beberapa rekan saya.

Jelasnya prinsip saya waktu itu, nekad ga perduli. Saya dari daerah (baca : Yogyakarta) yang bagi sebagian orang dibilang ndeso. Saya pengen liat kota. Saya pengen tau dunia kerja yang akan saya hadapi seperti apa.

Pengen KP di Balikpapan
Waktu itu saya dan beberapa teman saya sangat tertarik untuk mengambil KP diperusahaan minyak yang menurut sebagian gosip memiliki salary terbesar diIndonesia, Total Fina Elf, yang sekarang menjadi Total E&P, berbekal dengan harapan bisa memperoleh proyek yang lumayan, jaminan akomodasi yang OK punya kita mengajukan diri di Total.

Setelah harap-harap cemas, nampaknya nasib tidak berpihak pada saya. ternyata cuma satu orang yang diambil keBalikpapan. Saya tidak terlalu menyesali berita ini, terlebih lagi pelaksanaannya berbenturan dengan KKN di Sukoharjo.

Akhirnya waktu itu KKN telah selesai, ada efek buruknya. Saya jadi jenuh dengan dunia perkuliahan, Maklum selama 2 bulan hidup didunia nyata (baca : Desa) yang sama sekali tidak memerlukan 'teknologi informasi'. Dimana yang lebih banyak dipelajari adalah politik dan belajar untuk survive

Sindorm KKN ini umum terjadi pada alumni KKN. Waktu itu saya berpikir kalo terus-terusan begini bisa gawat. Akhirnya saya ambil keputusan untuk mengambil KP di Bank Rakyat Indonesia.

KP di BRI
Akhirnya setelah mendapat persetujuan secara lisan. Saya segera memenuhi persyaratan legalitas dengan pihak fakultas dan jurusan. Proses mendapatkan legalitas ini mendapat  hambatan kecil dari pihak prodi dan berbagai masalah kecil yang cukup merepotkan seperti dosen yang tak kunjung datang, hingga penulisan gelar yang salah

Kegiatan ini dilakukan disela-sela KKN sehingga beberapa dosen sempat mencurigai saya karena saya seringkali terlihat dikampus. Jujur saja waktu itu niat saya memang mencari tandatangan dan melengkapi persyaratan. Kalau waktu itu saya terlihat ngobrol2... ya gimana lagi. Itu dampak dari peran sosial saya heheheheh

Hari-Hari pertama
Hari-hari pertama di BRI ternyata membingungkan. Gimana ga, mereka sempat kebingungan karena baru pertama kalinya menerima mahasiswa KP. Entah bener atau tidak, memang ada yang bilang pernah ada mahasiswa ITB yang KP disini juga. tapi dengan reaksi dan pertanyaannya. Kayanya aku makin yakin kalo aku orang pertama yang KP disini

Mulanya sempat takut, karena orang2 pertama yang saya temui adalah Master2 dari America dan MBA dari universitas LN yang udah pengalaman dibidangnya puluhan tahun. Akhirnya kerjaanku cuma browsing dan mbaca-baca dokumentasi

Sempet saya SMS temen2 di YK karena bingung harus ngapain disini, yang ternyata malah bikin menyesal karena terburu2 mengambil KP

Kejutan
Seiring waktu berjalan, saya mulai melihat bahwa di tempat sini kita harus belajar untuk mengemukakan pendapat. Kalau tidak tidak ada yang mempedulikan kita. Akhirnya saya mulai brani mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Ga banyak perubahan karena mungkin mereka memandang sebelah mata dengan anak yang ingusan yang baru mau lulus universitas. Mungkin dalam hati mereka bilang "Jangan maen2 dengan kita, kita ni terpilih dari belasan ribu pendaftar BRI"

Akhirnya saya mencoba menghubungi alumni-alumni di Jakarta, semua alumni dan rekan saya hubungi, baik alumni SMA, Ilmu Komputer, hingga teman2 dari Cirebon.

Usaha ini ternyata tidak sia-sia, tanggapan dari Alumni diJakarta memberi angin segar kepada saya apa yang harus dikerjakan disini. Ada beberapa alumni yang ternyata ikut terlibat dalam proyek di BRI, baik secara langsung sebagai konsultan ataupun sekedar sering mampir

Akhirnya titik balik pun dimulai, saya memulai banyak petualangan dari Marriot, Senayan, Bogor, UI, Mangga Dua yang mungkin sebelumnya sulit saya bayangkan :D heheheh. Mungkin bagi sebagian orang itu biasa aja. Tapi bagi saya itu memberi banyak arti dalam pelaksanaan KP ini

Last but not...
KP adalah sebuah pilihan, dan konsekuensi ini yang menuntut kita untuk belajar mengatur diri sendiri, mengelola jadwal, mengatasi rasa takut dll dkk. Saya banyak belajar dari temen2 yang udah mengikuti KP, Thanks buat Salis D3 Komsi 2000 yang memberi banyak inspirasi

Seringkali tempat KP tidak memberikan apa yang kita bayangkan sebelumnya. Fasilitas, keramahan pegawai disana seringkali pupus begit saja. Belum lagi tidak adanya persoalan yang bisa diangkat untuk dijadikan tulisan. Ini menambah permasalahan pada kita dan seringkali membuat kita putus asa.

Namun dibalik itu semua ada pelajaran yang bisa diambil hikmahnya. Bahwa hidup memerlukan keberanian, tidak hanya untuk terus maju tapi juga untuk terus bertahan dengan segala cobaan yang ada.
 

 To the top of page - Back to Kerja Praktek - Back to Home

Hosted by www.Geocities.ws

1