Bab 1 Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Industri perbankan adalah salah satu industri dimana teknologi informasi memegang peranan yang sangat penting. Dibutuhkan sistem informasi yang aman, cepat, kuat dalam pemrosesan data ukuran besar dan stabil dalam pengoperasiannya. Disamping harus mengikuti perkembangan teknologi, perbankan harus mampu mensinergikannya dengan kebutuhan dan permintaan dari pelanggan jasa perbankan sebagai bagian strategi bisnis dalam skala luas. Hal inilah yang memberikan nilai lebih peran teknologi informasi bagi industri perbankan.

 

Bank Rakyat Indonesia (BRI) merupakan bank tertua yang memiliki unit kerja, jumlah nasabah dan penggunaan komputer terbesar di Indonesia. BRI juga memperoleh berbagai  penghargaan sebagai bank terbaik, BUMN, merk terbaik dan berbagai penghargaan lain baik dari tingkat nasional maupun internasional. Penghargaan e-company award menunjukkan bukti bahwa BRI telah berhasil menerapkan teknologi informasi dengan baik.

 

1.2 Tujuan

Kerja praktek ini bertujuan

·        Mengetahui peranan teknologi informasi sebagai fungsi strategis dalam mendukung strategi bisnis PT Bank Rakyat Indonesia dalam kerangka desain dan konseptual

·        Mengetahui arsitektur dan implementasi teknologi informasi secara praktis pada PT Bank Rakyat Indonesia

·        Pengalaman kerja praktek pada salah satu bank terbesar dan terbaik di Indonesia dalam rangka transfer budaya dan pengetahuan dunia kerja.

 

1.3 Waktu dan Tempat

Pelaksanan kerja praktek ini adalah pada

Waktu                         : September – November 2003

Tempat                       : Divisi Teknologi Sistem Informasi

              Kantor Pusat PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Jakarta

 

1.4 Metodologi Kerja Praktek

Kerja praktek ini mengambil metodologi sebagai berikut

·        Observasi, pada berbagai lokasi dan bagian

·        Wawancara, dengan staff dan pimpinan

·        Studi Pustaka, Buku, Majalah, ataupun internet


Bab 2 Tinjauan umum PT Bank Rakyat Indonesia

2.1 Sejarah Bank BRI

Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Aria Wirjaatmadja dengan nama Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren atau Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi yang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI.

 

Pendiri Bank Rakyat Indonesia Raden Aria Wirjaatmadja Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Adanya situasi perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuk Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintergrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan.

 

Setelah berjalan selama satu bulan keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan Bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II bidang Ekspor Impor (Exim).

 

Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Undang-undang Pokok Perbankan dan Undang-undang No. 13 tahun 1968 tentang Undang-undang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan Undang-undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai Bank Umum.

 

Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-undang perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) yang kepemilikannya masih 100% ditangan Pemerintah.

PT. BRI (Persero) yang didirikan sejak tahun 1895 didasarkan pelayanan pada masyarakat kecil sampai sekarang tetap konsisten, yaitu dengan fokus pemberian fasilitas kredit kepada golongan pengusaha kecil. Hal ini antara lain tercermin pada perkembangan penyaluran KUK pada tahun 1994 sebesar Rp. 6.419,8 milyar yang meningkat menjadi Rp. 8.231,1 milyar pada tahun 1995 dan pada tahun 1999 sampai dengan bulan September sebesar Rp. 20.466 milyar.

 

Seiring dengan perkembangan dunia perbankan yang semakin pesat maka sampai saat ini Bank Rakyat Indonesia mempunyai Unit Kerja yang berjumlah 4.447 buah, yang terdiri dari 1 Kantor Pusat BRI, 12 Kantor Wilayah, 12 Kantor Inspeksi /SPI, 170 Kantor Cabang(Dalam Negeri), 145 Kantor Cabang Pembantu, 1 Kantor Cabang Khusus, 1 New York Agency, 1 Caymand Island Agency, 1 Kantor Perwakilan Hongkong, 40 Kantor Kas Bayar, 6 Kantor Mobil Bank, 193 P.POINT,3.705 BRI UNIT dan 357 Pos Pelayanan Desa.

 

2.2 Sejarah Teknologi Informasi BRI

1976, Penggunaan mesin pembukaan di BRI dimulai sejak tiga dasawarsa silam. Kantor Cabang (Kanca) BRI menggunakan hardware (H/W) Oliveti, Borrough dan BCS, sedangkan untuk konsolidasi data di Kantor Pusat (Kanpus) dan Kantor Wilayah (Kanwil) menggunakan mainframe IBM untuk aplikasi neraca.

 

1985, Pada periode ini operasional Kanca BRI dengan aplikasi induk OLBS menggunakan perangkat keras Wang dan Philips. Untuk aplikasi konsolidasi data di Kanpus dan Kanwil disamping neraca juga dilengkapi dengan RAK, Gaji yang menggunakan PC serta PKK dengan H/W Philips.

 

1986, Tahapan ini ditandai dengan pindahnya kantor pusat BRI dari Veteran ke Jl. Sudirman. Digedung baru ini, BRI melengkapi sarana perkantorannya dengan LAN antar semua divisi dan bagiannya. Perangkat jaringannya masih berupa router dan switch yang seiring waktu dengan bertambahnya nasabah dan transaksi di BRI mengalami beberapa kali perubahan dan peningkatan sistem.

 

1987, Kantor BRI unit yang semula melakukan pencatatan secara manual kini mulai dikomputerisasikan dengan menggunakan Sistem Teller Unit (STU)

 

1989, Ditandai dengan maraknya penggunaan open system, BRI menggunakan SCO Unix sebagai sistem operasi dimana aplikasi induk OLSIB dengan H/W PC-base berjalan. Sedangkan untuk konsolidasi data di Kanpus dan Kanwil digunakan MSIB dengan H/W Hewlett Packard.

 

Sejak saat ini, dalam rangka pelayanan di Kanca muncul beragam aplikasi yang dapat dikategorikan non core banking system dan terkoneksi (interface) dengan core baking system (OLSIB). Aplikasi non core tersebut mulai dari Artomail, Tapsun hingga CepeBRI yang menggunakan PC.

 

1994, Aplikasi management support system seperti SDM/LOG yang menggunakan PC mulai dikembangkan.

 

1995, Automated Teller Machine (ATM), Transaksi Antar Cabang (TAC) dan Siskohat adalah aplikasi-aplikasi utnuk operasional Kanca dengan H/W ON/2 mulai dipergunakan

 

1996, Dimulainya era VSAT (Very Small Aparture Terminal), atau satelite. BRI yang bermitra dengan PT CSM, selaku penyedia jasa satelite semakin giat membangun infrastrukturnya. Mulanya VSAT dipasang pada 7 kantor wilayah. Pada waktu itu hubungan antar kantor cabang dan kantor wilayah masih dilakukan dengan cara manual.

 

VSAT membuat proses tranfer data berlangsung sangat cepat. Setiap perubahan dapat dimonitor dengan cepat, begitu juga dengan perubahan tentang pola kebutuhan dan permintaan nasabah BRI dapat dipenuhi dengan baik. Penggunaan VSAT ikut memacu pertumbuhan ATM yang dimiliki BRI.

 

1997, Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, pada era ini BRI membuat suatu blueprint penerapan TI diBRI yang dikenal dengan BRI IT plan. Dan setahun kemudian mengimplementasikannya. Seleksi software dilakukan pada tahun 1999 dengan tindak lanjut pengembangan Silverlake Integrated Banking System (SIBS) yang kemudian dikenal dengan BRINets yang menggunakan H/W IBM AS/400

 

2001, Konektivitas antar semua bagian, cabang dan unit di Indonesia dan luar negeri adalah visi yang dicanangkan pada era centralized ini. Hal ini merupakan tantangan bagi BRI yang memiliki kurang lebih 4000 unit kerja yang beberapa diantaranya tersebar dibeberapa pulau dan lokasi terpencil diIndonesia.

 

Dari sisi aplikasi sendiri, pengembangan tetap dilakukan baik dari sisi core banking seperti transaksi perbankan, mapupun non core banking seperti keperluan perkantoran dan penanganan sumberdaya manusia di BRI.

 

2.3 Divisi Teknologi Sistem Informasi BRI

Divisi teknologi dan Sistem Informasi (TSI) adalah divisi yang bertugas mengembangkan dan mengelola teknologi sistem informasi di BRI dengan fungsi dan peran sebagai ‘business enabler’ yang berdaya guna (efektif), berhasil guna (efisien), mengacu pada Perencanaan dan Strategi pengembangan TSI BRI jangka panjang yang telah ditetapkan oleh direksi BRI selaku Komite Pengarah Kebijaksanaan dan Manajemen TSI di BRI

 

Divisi ini dibagi dalam 3 bidang yaitu, bidang Pengembangan Sistem Aplikasi, bidang Implementasi & Support System dan bidang Operasional, Infrastuktur & Security serta Perencanaan Strategis.

 

Dengan jumlah personil 160 orang dan didukung piranti teknologi tinggi, divisi ini harus menangani semua aktivitas di BRI baik dikantor pusat maupun berbagai permasalahan di daerah. Berikut penjelasan mengenai masing masing bidang.

 

2.3.1 Pengembangan Sistem Aplikasi

Bidang ini terbagi kedalam 4 group yaitu, pengembangan aplikasi Core Banking (PAC), Banking Delivery (PAB), Head Office (PAH) dan Aplikasi Khusus (PAK). Dengan tugas pokok, mengembangkan dan memelihara sistem aplikasi Core Banking System, Banking Delivery System, Management Support System dan Special System secara menyeluruh dan terpadu dengan mengacu pada IT master Plan yang telah ditetapkan

 

Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab

·        Merencanakan, mengorganisasikan serta mengawasi pengembangan sistem aplikasi Core Banking System yang comprehensive dan integrated meliputi Loans System, Deposit System, Trade Finance System, Customer Information File (CIF), General Ledger (GL) & Accounting System, Branch Delivery System (BDS), Syariah Banking System dan Web Base System.

 

·        Merencanakan, mengorganisasikan serta mengawasi pengembangan sistem aplikasi Banking Delivery System meliputi ATM System, Debit Card, Credit Card, Point of Sales (POS), KIOSK, Home Banking (Internet Banking), Call Center (Phone Bangking), Mobile Bangking, SOPP, Integration/Payment Point (Jastel,PLN) Customer Remote Terminal/Interface to 3rd party, Middleware, Electronic Banking (E-Banking) guna mendukung ‘produk delivery’ bagi nasabah dalam rangka mengantisipasi persaingan dalam retail bangking business yang sangat kompetitif

 

·        Merencanakan, mengorganisasikan serta mengawasi pengembangan sistem aplikasi Managemen Support System yang meliputi Human Resources Management System, Fixed Asset Information System, Financial Information System, Executive Information System, Customer Relationship Management, Risk Management (Lose event Database), Office Automation (Web/Home Page, Internet, Email, Workflow/Nota dinas) yang akurat (reliable), dapat dipercaya (valid), tepat waktu (timely), guna mendukung analisa bisnis setiap level management di BRI

 

·        Merencanakan, mengorganisasikan serta mengawasi pengembangan sistem aplikasi Special System yang meliputi Data Warehouse (Risk Management Reporting, Business Reporting, Financial Reporting, Bank Consolidation Reporting dan Regulatory Reporting/LBU), Micro System (STU Development), Treasury System (OPICS, Dow Jones, Reuter’s PIPU, Custodian), Internasional System (SWIFT, Nostro), RTGS (Development and Support for Integration with Branch/Head Office to/ from Bank Indonesia, Electronic Clearing/SKEJ, Bulog, Aplikasi integrasi dengan perusahaan anak (Asuransi, DPLK), Siskohat, Electronic Data Interchange (EDI), dan aplikasi yang bersifat khusus.

 

·        Menjamin agar sistem aplikasi  yang dikembangkan bisa diimplementasikan secara handal, flexible, auditable serta mampu mengakomodasikan kebutuhan setiap unit bisnis dan support bisnis

 

2.3.2 Implementasi dan Support System

Dibagi dalam 1 group dan 3 bagian yaitu, group Pengendalian Mutu System (PMS), bagian Sentra Layanan Gangguan (SLG), Implementation System Core Banking (ISC), Implementation System Non Core Banking (ISN). Dengan tugas Pokok, Mengelola dan memelihara Operation Procedure, Quality Assurance Sistem Aplikasi, melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan Pilot Implementation, Rollout Implementation sistem aplikasi, mengelola operasional Response Center dan melakukan koordinasi dengan fungsi TSI diwilayah secara efektif, mengacu pada Operation Level Agreement (OLA) dan service level agreement (SLA) yang telah disepakati dengan unit bisnis

 

Tugas, wewenang, dan Tanggung jawab

·        Merencanakan, mengorganisasikan serta mengawasi pengembangan Operation Procedure dan System Control yang menyatu (integrated) dengan sistem aplikasi software, sehingga menciptakan operation procedure dan system control yang efisien bagi penggunanya dilapangan.

 

·        Merencanakan, mengorganisasikan serta mengawasi proses Quality Assurance sistem aplikasi software yang dikembangkan besera operation procedure-nya

 

·        Menjamin kualitas sistem aplikasi dan operation procedure yang dikembangkan bisa diimplementasikan secara handal, flexible, auditable serta mampu mengakomodasi kebutuhan setiap unit kerja BRI

 

·        Mengelola pelaksanaan Pilot Implementation dan Rollout Implementation sistem aplikasi yang meliputi Core Banking System, Banking Delivery System, Management Support System dan Special System secara disiplin dan ketat terutama yang berkaitan dengan waktu, training, biaya dan kualitas dari pelaksanaannya

 

·        Mengelola serta menjamin kualitas service management yang meliputi fungsi Response Center (help desk) dengan baik sesuai dengan service level agreement yang telah disepakati dengan unit bisnis

 

2.3.3 Operasional, Infrastuktur & Security

Terbagi  3 bagian yaitu, Operasional dan Sentra Data (OSD), Dukungan Teknik dan Infrastruktur (DTI), dan Pengelola System Security (PSS).

 

Dengan tugas pokok, Mengelola operasional sentra data BRI, infrastruktur dan jaringan komunikasi, security management TSI BRI, mengacu pada operation service level agreement (OLA) dan service level agreement (SLA) yang telah ditetapkan antara Divisi TSI dengan Unit Kerja terkait.

 

Tugas, Wewenang dan tanggung jawab :

 

 

 

 

 

 

2.4 Pengembangan Teknologi Informasi

Pada tahun 2002 telah dilakukan kegiatan berupa dukungan kemudahan sistem dan prosedur dalam pelayanan fasilitas jasa perbankan seseuai dengan perkembangan teknologi yang centralized dan mengacu kepada peraturan yang berlaku dilingkungan perbankan serta memberikan solusi terbaik terhadap permasalahan operasional. Support yang diberikan telah dan akan selalu mendukung kelancaran bisnis dengan tetap mengeliminir risiko yang mungkin timbul.

 

Selanjutnya untuk lebih mendukung bisnis BRI dan sejalan dengan perkembangan teknologi, kegiatan back office Kantor Cabang/Kantor Cabang Pembantu secara bertahap akan dialihkan ke sentra-sentra operasi sehingga Kanca/Kancapem lebih fokus kepada kegiatan bisnis

 

Penutupan tahun 2002 memberi makna khusus pada BRI. Dengan pemanfaatan 25.583 komputer diseluruh jaringan kerjanya, maka dalam hal penggunaan komputer, BRI merupakan institusi perbankan terbesar di Indonesia dan nomor 3 di ASEAN plus Hongkong. Untuk mengantisipasi tantangan-tantangana di masa mendatang, baik dalama bidang bisnis maupun bidang teknologi informasi, BRI telah mengelompokkan arsitektur teknologi informasinya kedalam core banking system, baking delivery system, dan management support system, Secara ringkas, kemajuan yang dicapai oleh BRI pada tahun 2002 adalah sebagai berikut :

 

Pertama, pengembangan dan implementasi New Core Banking System. Melanjutkan kegiatan tahun sebelumnya, pada tahun 2002 BRI melakukan migrasi dari core banking system yang lama (OLSIB, Tabungan Pensiun) ke BRINETS. Hasilnya, per 31 Desember 2002, total unit kerja BRI yang tekag terintegrasi ke BRINETS mencapai 454 buah. Jumlah tersebut meliputi Kantor Pusat, Kantor Cabang Khusus, dan Kantor Cabang sebanyak 240 unit kerja; KCP sebanyak 99 unit kerja, dan BRI Unit sebanyak 115 unit kerja. Dari jumlah BRI Unit tersebut, 22 diantaranya merupakan unit kerja BRINETS dengan berbasis web (internet)

 

Dengan diimplementasikannya BRINETS diKantor Pusat (dalam hal ini Desk AO dan Divisi Internasional) berarti new core banking system tersebut telah terintegrasi dengan aplikasi Bank Indonesia untuk pengiriman uang rupiah antar bank, RTGS (Real Time Gross Settlement), dan aplikasi untuk pengiriman financial message, S.W.I.F.T (Sociate Worldwide Interbank Financial Telecommunication)

 

Secara teknis, integrasi ini membuat semua unit kerja BRINETS bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan kedua aplikasi tersebut. Pengintegrasian sistem-sistem lain yang dikembangkan ditahun 2002 meliputi sentralisasi sistem kliring elektronik, sistem informasi manajemen logistik, human resources information system, OPICS, datawarehouse, dan SIMLOG, HRIS, ON/2 (untuk ATM).

 

Dalam hal perbankan syariah, saat ini dikembangkan sistem aplikasi yang terpisah dari BRINETS. Aplikasi ini mempunyai karakteristik bisa on-line antar unit kerja syariah dan bisa on-line dengan unit kerja BRINETS.

 

Kedua pengembangan Banking Delivery System.  Untuk memperluas jangkauan pelayanan kepada nasabah, BRI mengembangkan dua jenis sistem pelayanan (banking delivery system) yaitu conventional outlet yang berupa kantor cabang, kantor cabang pembantu dan BRI Unit, sert e-outlet yang berupa ATM, phone banking, internet banking, dan point of sales. Keunggulan conventional outlet adalah bahwa semua sistem perbankan telah terintegrasi dalam BRINETS. Pelayanan kepada nasabah dilakukan secara real time on line dimana nasabah dapat melakukan transaksi penarikan dan penyetoran diseluruh unit kerja BRI. Jenis produk yang dilayani secara real time online ini antara lain meliputi giro, tabungan, pinjaman serta pengiriman uang, baik dalam rupiah maupun valas.

 

Dalam hal e-outlet, sampai dengan 31 Desember 2002, BRI telah mengoperasikan 582 unit ATM BRI yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. BRI juga melakukan aliansi dengan bank-bank lain dalam bentuk ATM Link (yang melibatkan bank-bank milik negara) dan ATM Bersama (yang melibatkan 32 bank swasta lain). Aliansi strategis ini membuat BRI siap melayani nasabah di 6100 unit shared-ATM selama 24 jam sehari nonstop.

 

Bentuk lain dalam menjawab tuntutan nasabah atas kemudahan dan kualitas pelayanan adalah diaplikasikannya layanan phone banking yang disebut Call BRI. Layanan phone bank ini antara lain meliputi : Informasi Saldo, mutasi rekening, transfer, pembayaran tagihan Telkom, serta informasi semua produk dan jasa BRI.

 

Ketiga, penyempurnaan Sistem Informasi Manajemen. Pada tahun 2002 BRI tengah mengembangkan sistem informasi yang baru. Secara lengkap, sistem informasi manajemen yang dikembangkan yaitu : data warehouse, financial information system, risk management information system, market risk dan credit risk (credit risk rating dan early warning system); sistem informasi manajemen logistik; serta sistem informasi internal audit (SIIA).

 

Keempat, Penyempurnaan Datacom Network. BRI telah melakukan reassesment jaringan infrastruktur yang ada saat ini untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja. Pada tahun 2002 telah dilakukan upgrade backbone jaringan di Kantor Pusat yang selanjutnya diikuti dengan upgrade jaringan peningkatan bandwidth. Selain itu sistem komunikasi VSAT dann frame relay  yang ada diganti dengan VSAT broadband.

 

Kelima, Pengembangan Disaaster Recovery Center (DRC). Untuk menjamin keamanan data dan kelangsungan pelayanan kepada nasabah, BRI tengah membangun DRC untuk Host dan Network Communication

 

Keenam, Penyeragaman System Development Life Cycle (SDLC). Pada tahun 2002, BRI melakukan penyeragaman pada semua proyek aplikasi baru. Setelah dilakukan review pada existing methodology, yang selanjutnya dilakukan perancangan SDLC yang baru akan diterapkan pada tahun 2003.


Bab 3 Pelaksanaan Kerja Praktek

 

Sesuai dengan tujuan dari pelaksanaan kerja praktek ini yaitu untuk mengetahui peranan dan arsitektur teknologi informasi maka pada pelaksanaan kerja praktek ini sebelumnya perlu didapatkan gambaran global tentang peranan teknologi informasi. Kemudian disusul dengan observasi pada bidang terkait secara lebih detail

 

No

Lingkup kerja

Deskripsi

Lokasi

1

Gambaran umum PT BRI

·        Sejarah dan perkembangan BRI

·        Manajemen perbankan

Divisi Teknologi Sistem Informasi (TSI)

2

Peranan TI di BRI

·        Sejarah dan  Perkembangan

·        Tugas serta wewengan dari divisi Teknologi Sistem Informasi

 

3

Operasional Infrastuktur, dan Security

·        Observasi terhadap Data Center, perangkat jaringan, dan perangkat pendukung lainnya.

 

Bagian Dukungan Teknik dan Infrastruktur (DTI)

4

Dukungan Teknik dan Infrastruktur

·        Aktivitas kegiatan di DTI

·        Konfigurasi dan dokumentasi pada infrastruktur

 

5

Pengembangan Aplikasi

·        Perkembangan aplikasi dari core banking dan non core banking

Bagian Pengembangan Aplikasi Head Office (PAH)

6

Pengembangan Aplikasi Head Office

·        Aktivitas kegiatan di PAH

·        Software package dari SAP

·        Conceptual Design dan Blueprint dari sistem informasi di BRI

 

 


Bab 4 Pembahasan Kerja Praktek

4.1 Pengembangan Aplikasi Head Office (PAH)

4.1.2 SAP R/3 Overview

SAP adalah salah satu paket software untuk keperluan pengelolaan perusahaan atau lazim disebut software ERP (Enterprise Resource Planning). SAP mengembangkan modul software fungsional yang independen meliputi sumberdaya manusia (Human Resources), penjualan (Sales), persediaan barang (Inventory), perencanaan produk (Product Planning), Akuntansi (Accounting) dan pengendalian (Controling) yang dapat melakukan pertukaran informasi secara terpadu. Hal ini memungkinkan perusahaan mengetahui permintaan dan persediaan serta posisi keuangan pada waktu bersamaan, yang  sebelumnya  diperlukan laporan yang berbeda-beda untuk setiap sistem.

 

Kemudahan untuk mengkustomisasi modul serta pendekatan dilapangan (best practice) pada perusahaan manufaktur dan penjualan raksasa selama puluhan tahun menyebabkan software ini sangat populer.

 

Software ini dapat dikustomisasi dengan menggunakan bahasa pemrograman yang didisain khusus oleh SAP yaitu ABAP/4 sehingga mudah disesuaikan untuk berbagai jenis dan ukuran perusahaan

 

Arsitektur R/3 terdiri dari lapisan presentasi, database dan aplikasi. Presentasi merupakan lapisan yang berinteraksi secara langsung dengan pengguna. Aplikasi menangani proses-proses bisnis, dan database mengelola update dokumen dan  file database.

 

SAP dapat berjalan pada beraneka sistem. Platform SAP sangat beragam seperti pada sebagian besar UNIX, Windows NT, 2000 dan IBM AS/400. Untuk database sendiri SAP dapat menggunakan Oracle, ADABAS D, Informix, DB2 for UNIX, DB2/400, dan Microsoft SQL Server 6.0.

 

4.1.3 SAP Modules

Aplikasi SAP R/3 adalah modular, dapat berdiri sendiri atau dikombinasikan dengan solusi yang lain. Kemampuan integrasi inilah yang meningkatkan manfaat dari penggunaan aplikasi ini.

 

4.1.3.1 Logistics

Logististics meliputi semua proses pada pembelian (purchasing), manajemen material (materials management), perakitan (manufacturing), warehousing, manajemen kualitas (quality management), pemeliharaan pabrik (plant maintenance), manajemen layanan (service management), penjualan (sales) dan distribusi (distribution). Semua aplikasi mengakses shared database yang konsisten, didukung dengan manajemen data produksi

 

Sales & Distribution (SD), mendukung aktivitas penjualan dan pembelian dalam fungsi yang dapat berdiri sendiri untuk pembelian, proses pemesanan langsung (prompt order processing), on-time delivery, interactive variant configuration, dan interface langsung pada analisa keuntungan dan produksi  (profitability analysis and production).

 

·        Production Planning and Control (PP) menyediakan solusi semua proses secara komprehensif untuk semua jenis manufaktur dari perakitan, produksi persedian hingga manajemen rantai suplai (supply chain management)

 

·        Project System  (PS) mengkoordinasikan semua fase dalam proyek, dan mampu berkoordinasi langsung dengan Purchasing dan Controlling, dari pengajuan desain, penyetujuan hingga manajemen sumberdaya dan biaya pengiriman

 

·        Materials Management (MM)  mengoptimalkan proses pembelian melalui fungsi workflow-driven processing yang memungkinkan evaluasi pensuplai secara otomatis, biaya pengadaan dan penggudangan yang lebih murah, dan verifikasi tagihan terintegrasi

 

·        Quality Management (QM) memonitor, menangkap dan mengelola semua proses yang terkait dengan quality assurance sepanjang penyuplaian barang, proses inspeksi dan koordinasi, pengukuran kesalahan, dan sistem informasi laboratorium terintegrasi

 

·        Plant Maintenance (PM) menyediakan perencanan, kontrol dan proses dari penjadwalan pemeliharaan, inspeksi, pemeliharaan terkait dengan kerusakan untuk meyakinkan bahwa sistem operasional dapat berjalan, termasuk pabrik dan perlengkapan untuk pelanggan

 

·        Service Management (SM) menyediakan fungsi layanan pelanggan untuk berkompetisi dalam pasar global

 

·        Product Data Management (PDM) mendukung dalam menciptakan dan mengelola data produk dalam bagian product life cylce

 

 

4.1.3.2 Financials

Financials adalah paket dari integrated financial application yang memenuhi semua kebutuhan dari financial accounting, investment management, controlling, treasury management, dan enterprise controlling.

 

·        Financial Accounting (FI) mengumpulkan data pada perusahaan yang terkait dengan akuntasi, menyediakan dokumentasi dan informasi komprehensif secara lengkap.

 

·        Controlling (CO) adalah rangkaian dari fungsi perencaan dan pengendalian untuk perusahaan, dengan kesatuan sistem laporan untuk mengkoordinasikan isi dan prosedur dari proses internal perusahaan

 

·        Investment Management  (IM) menyediakan manajemen terintegrasi dan proses pengukuran investasi dan proyek dari perencanaan hingga pelaksanaan, termasuk analisa pra investasi dan simulasi depresiasi.

 

·        Treasury  (TR) adalah solusi lengkap untuk manajemen keuangan secara efisien yang memastikan likuiditas dari perusahaan, baik dari struktur, aset keuangan, keuntungan dan mengurangi risiko

 

·        Enterprise Controlling (EC) secara  terus menerus memantau indikator faktor kesuksesan dan performa perusahaan

 

 

4.1.3.3 Human Resources

Menyediakan solusi untuk perencanaan dan pengelolaan sumberdaya manusia perusahaan menggunakan aplikasi terintegrasi yang meliputi seluruh tugas manajemen personal dan membantu menyederhanakan dan mempercepat proses kerja.

 

·        Personnel Management (PM), meliputi administrasi personal (personnel administration), penerimaan (recruitment management), perjalanan dinas (travel management), benefits administration dan administrasi penggajian (salary administration).

 

·        Organizational Management (OM), membantu pemeliharaan struktur organisasi secara akurat tidak bergantung seberapa cepat perubahan itu terjadi. Merupakan alat yang bekerja secara sistematis yang mempertimbangkan efek akhir dari semua kegiatan personel hingga rencana pembiayaan

 

·        Payroll Accounting (PA) memiliki semua fungsi penggajian secara global dan memiliki kemampuan baik dalam penggajian terpusat atau tersebar

 

·        Time Management (TM) terintegrasi dengan penggajian (payroll accounting), controlling, production planning, plant maintenance, project system berikut dengan layanan dan perencanaannya. Menyediakan berbagai laporan yang membantu untuk melacak dan menganalisa waktu dari pegawai dengan lengkap dan akurat

 

·        Personnel Development (PD) membantu dengan perencanaan dan analisa terhadap penjadwalan seminar, training, kursus, hingga kegiatan bisnis. Dimana sudah termasuk dengan pendaftaran, pemesanan, harga dan tagihan

 

4.2 BRI – SAP R/3 Human Resources

Di BRI, SAP HR ini dipakai pada divisi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) dalam pengembangannya dibentuk sebuah tim yang terdiri dari pengembang dari divisi TSI bagian Pengembangan Aplikasi Head Office (PAH) dan pengguna dari MSDM serta konsultan yang saling bekerja sama membangun sistem ini.

 

Modul yang digunakan yakni modul Organization Management, Personel Administration, Time Management, Payroll dan Travel Management yang dikerjakan pada fase satu. Kemudian pada fase dua dilanjutkan dengan modul Recruitment, Appraisal, Training Event Management, Career & Succesion Planing, Compensation & Benefit.

 

Pemisahan dalam dua fase ini dimaksudkan agar pengembangan sistem lebih fokus dan saling terkait serta membagi beban kerja. Fase pertama lebih mengarah kepada sungsi SDM yang lebih bersifat administrasi (Personnel Administration) sedangkan fase kedua lebih mengarah pada fungsi pengembangan (Personnel Development) yang berdasarkan pada sistem MSDM yang baru yakni berbasiskan kompetensi serta konsep Hay Management.

 

4.2.1 Tahapan pengembangan

Pengembangan masing-masing fase ini melalui beberapa tahapan yakni

Project Preparation

Dalam tahapan ini semua persiapan dilakukan, termasuk didalamnya pekerjaan yang bersifat administratif, penyusunan jadwal, penugasan anggota tim dalam sub modul, persiapan aktivitas berdasarkan project charter dan lain-lain.

 

Business Blueprint

Dalam tahapan ini draft business blueprint didiskusikan dengan pihak terkait termasuk user, diskusi bisa berulang kali sampai disepakaati business process yang sesuai dengan BRI

 

Realization

Tahapan ini merupakan inti kegiatan dalam proses pengembangan dimana didalamnya termasuk kegiatan konfigurasi sesuai dengan apa yang tertuang dalam business blueprint yang telah disepakati, melakukan kustomisasi (penyesuaian) yang diperlukan, test integrasi, test migrasi data, pendistribusian dan instalasi hardware, system walkthrough, establish authorization for users, pelaksanaan train the trainer, UAT (user acceptance test), end user training serta migrasi data. Terkadang apa yang telah dikembangkan dan disepakati bersama terdapat hal-hal yang masih kurang  sesuai dan hal tersebut harus diselesaikan pada tahap ini

 

Final Preparation

Persiapan akhir perlu dilakukan terutama memastikan semua sistem telah berjalan dan unit kerja pilot telah siap untuk Go Live

 

Go Live

Sistem dinyatakan golive dan user mulai berinteraksi dengan aplikasi baru.

4.3 Dukungan Teknologi dan Infrastruktur (DTI)

Bagian Dukungan Teknologi dan Infrastruktur (DTI) bertugas mengelola serta menjamin kualitas operasional agar berjalan baik. Dalam kesempatan kerja praktek ini didapatkan penjelasanan dan tinjauan langsung terhadap infrastruktur teknologi informasi di BRI meliputi

 

·        Arsitektur Sistem Informasi BRI

·        Network Switching BRI

·        Koneksi Kantor Pusat – Remote Sistem

·        Standard Konfigurasi Power Management System Kanca BRI

·        Konfigurasi Komputer dan Komunikasi BRI

 

 


Bab 5 Penutup

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan selama kerja praktek ini adalah

·        Teknologi informasi dalam indutri perbankan memegang peranan yang sangat penting. Dengan fungsi, strategisnya teknologi informasi harus sejalan dengan strategi bisnis dari bank itu sendiri. TI tidak hanya digunakan untuk komputerisasi data dan proses bisnis belaka, tapi mencangkup keseluruhan aktivitas perbankan.

 

·        Peranan teknologi informasi di BRI digambarkan dengan arsitektur TI yang terdiri dari aplikasi Core Banking System yang merupakan jantung operasional perbankan, Banking Delivery System yang bertujuan memberikan kemudahan kepada nasabah melalui penggunaan teknologi mutakhir dan Management Support System untuk mendukung pembuatan keputusan dan manajemen informasi.

 

·        Untuk menjadi bank dengan kinerja yang terbaik, teknologi hanyalah merupakan alat pendukung. Dukungan teknologi tinggi tetap lebih bermanfaat jika didukung oleh kualitas sumberdaya manusia yang baik pula. BRI merupakan bank yang memiliki pusat-pusat pendidikan yang terbaik dalam mewujudkan SDM yang berkualitas baik dalam bidang teknologi informasi maupun bidang inti perbankannya.

Hosted by www.Geocities.ws

1