Loving Cyber ... cyber gaulnya anak PPGT.                                                                                             Anak PPGT yang inovatif, kreatif dan dinamis ... gaulnya di Loving Cyber ... www.geocities.com/ppgtwilayah4                                                     mu tandai duka iRenungan 6

Ayat Hafalan Minggu ini: ... Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya ... Pkh 3:11

 

“JEMBATAN MAAF”

Alkisah ada dua orang kakak beradik yang hidup di sebuah desa. Entah karena apa mereka jatuh ke dalam pertengkaran yang cukup serius. Dan ini adalah pertama kalinya mereka bertengkar sedemikian hebat. Padahal selama empat puluh tahun mereka hidup berdampingan, saling meminjam peralatan pertanian, dan bahu-membahu dalam usaha pertanian tanpa mengalami hambatan. Namu kerjasama yang akrab itu kini retak dimulai dari kesalahpahaman yang sepele saja kemudian berubah menjadi perbedaan pendapat yang besar dan akhirnya meledak dalam bentuk caci-maki. Beberapa minggu telah berlalu mereka saling diam dan tidak bertegur sapa.

Suatu pagi seseorang mengetuk rumah sang kakak di depan pintu berdiri seorang pria membawa kotak perkakas tukang kayu “Maaf tuan, sebenarnya saya sedang mencari pekerjaan,” kata pria itu dengan ramah. “Barangfkali tuan berkenan memberikan beberapa pekerjaan untuk saya selesaikan.” “O.. Ya! Jawab sang kakak, saya punya sebuah pekerjaan untukmu. Kau lihat lading pertanian diseberang sungai sana, itu adalah rumah tetanggaku, ah… sebetulnya ia adalah adikku. Minggu lalu ia mengeruk bendungan dengan buldosaer lalu mengalirkan airnya ketengah-tengah padang rumput itu sehinga menjadi sungai yang memisahkan tanah kami. Barangkali ia melakukan itu untuk mengejekku tapi aku akan membalasnya lebih setimpal. Disitu ada gundukan kayu, aku ingin kau membuat pagar setinggi sepuluh meter untukku sehingga aku tak perlu lagi melihat rumahnya, pokoknya aku ingin melupakannya.”

Kata tukang kayu itu, “Saya mengerti, belikan saya paku dan peralatan akan saya kerjakan sesuatu yang bisa mambuat tuan senang.” Kemudian sang kakak pergi kekota untuk berbelanja berbagai kebutuhan dan menyiapkannya untuk situkang kayu. Setelah itu ia meninggalkan tukang kayu itu bekerja sendirian. Sepanjang hari tukang kayu bekerja keras, mengukur,menggeregaji dan memaku.

Disore hari ketika sang kakak peteni itu kembali tukang kayu itu baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Betapa terbelalaknya ia melihat hasil pekerjaan tukang kayu itu sama sekali tidak ada pagar kayu sebagaimana yang dimintanya. Namun yang adalah jembatan yang melintasi sungai yang menghubungkan lading pertaniannya dengan ladang pertanian adiknya. 

Jembatan itu begitu indah dengan undak-undakan yang tertata rapi. Dari seberang sana, terlihat sang adik bergegas berjalan menaiki jembatan itu dengan kedua tangannya yang terbuka lebar.

“Kakakku, kau sungguh baik hati mau membuatkan jembatan ini, padahal sikap dan ucapanku telah menyakiti hatimu, Maafkan aku .”Kata sang adik kepada kakaknya. Dua saudara inipun bertemu ditengah-tengah jembatan, saling berjabat tangan dan berpelukan. Melihat itu tukang kayupun membenahi perkakasnya dan bersiap-siap untuk pergi.  “Hai jangan pergi dulu tinggallah beberapa hari lagi kami mempunyai banyak pekerjaan untukmu,” pinta sang kakak.

“Sesungguhnya saya ingin sekali tinggal disini,” kata tukang kayu. “Tapi masih banyak jembatan lain yang harus saya selesaikan.

Kiriman : Budi Prayetno, Makassar"


Home Up


Send mail to [email protected] with questions or comments about this web site.
Copyright © 2002 by Mr. Unuq
Last modified: 02/06/02
Hosted by www.Geocities.ws

1