Loving Cyber ... cyber gaulnya anak PPGT.                                                                                             Anak PPGT yang inovatif, kreatif dan dinamis ... gaulnya di Loving Cyber ... www.geocities.com/ppgtwilayah4                                                     mu tandai duka iRenungan 3

Ayat Hafalan Minggu ini: ... Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya ... Pkh 3:11

 

“TETES DARAHKU AKAN MENERIAKKAN KASIH ITU”

Suatu kali ada seorang penjahat yang menodongkan pisaunya kepada seorang wanita, sesungguhnya wanita itu adalah seorang penginjil. Penjahat itu meminta dengan paksa tas yang dibawa oleh penginjil itu, namun ternyata didalam tas itu hanya berisi Alkitab, penjahat itu menjadi gusar dan membentak-bentak wanita tersebut.

     Walaupun penginjil itu dicekam ketakutan, namun ia teringat pahwa penjahat itu pun dikasihi oleh Yesus, maka ia berkata “Aku tidak punya uang, tapi aku mau memberitahukan kepada kamu, bahwa ada satu orang yang sangat mengasihi kamu dan sangat menyayangi kamu, namaNya dalah Yesus Kristus maukah kau mengenalNya? Merasa dipermainkan oleh wanita itu penjahat itu menghunus pisaunya dan mengancam wanita itu untuk segera tutup mulut. Tetapi penginjil it uterus berkata “Aku harus berkata bahwa Kristus sangat mengasihi kamu, sadarlah!”

     Penjahat itu semakin berang, “Diam atau aku akan mencincangmu!” Penginjil wanita itu tercekik, dia terdiam tiba-tiba ada air mata menetes dimatanya, tersedu-sedu ia berbisik “Saudaraku, Kristus sangat mengasihimu, sadarlah! Pisaumu akan menutup mulutmu tetapi tiap tetes darahku akan meneriakkan kaqsih itu” Penjahat itu menjadi berang dan sangat benci dengan wanita itu, kemudian ia menghujamkan pisaunya berkali-kali ketubuh wanita itu. Sesekali terdengar seruan “Kristus sangat mengasihimu!Dia mengasihimu” Sampai akhirnya suara itu melemah dan lenyap.

     Beberapa minggu setelah kejadian tersebut seorang pria bersaksi di Greja “Saya benci mendengar perkataannya. Saya muak mendengar suaranya dan matanya yang menatap tajam, saya puas saat dia mati. Tetapi perkataan itu masih terngiang-ngiang ditelinga saya.”Sadarlah Kristus sangat mengasihimu, sadarlah Kristus sangat mengasihimu.” Sungguh saya tidak bermaksud membunuh dia. Saya tidak dapat melupakan ingatan itu. Saya tidak tahan, saya ingin melarikan diri, saya ingin bebas, saya ingin diampuni, TOLONG SAYA! Ruang Gereja menjadi sunyi sepi. Jemaat yang mendengarkan hal itu ikut meneteskan air mata.

     Akhirnya penjahat itu menerima Kristus. Dia selamat, walaupun kemudian polisi menangkapnya dan memasukkannya ke penjara, tetapi jiwanya telah lepas dari penjara dosa.

Kiriman : Budi Prayetno Rante, Makassar


Home Up


Send mail to [email protected] with questions or comments about this web site.
Copyright © 2002 by Mr. Unuq
Last modified: 02/06/02
Hosted by www.Geocities.ws

1