utama

informasi



  Jaya Wijaya Dibuka Kembali

Setelah ditutup dengan alasan keamanan sejak beberapa tahun lalu, kawasan pegunungan Jaya Wijaya, di pulau Irian Jaya kini telah dibuka kembali untuk para petualang. Pegunungan ini menyimpan satu puncak tertinggi bernama Carstensz Pyramid (4.884 m.dpl) yang dikenal sebagai salah satu dari tujuh puncak tertinggi di 7 benua dunia.

Pada akhir bulan Februari 1999, pihak militer Inggris - Indonesia yang tergabung dalam Brithis-Indonesian Military Climbing Team telah mengadakan pendakian bersama di Carstensz Pyramid. Dari keseluruhan tim yang berangkat dapat kembali dengan selamat. Dengan pertimbangan itu maka pihak yang berwenang membuka kembali kawasan itu untuk kegiatan para petualang.

Sejak pihak TNI (d/h ABRI) memegang kontrol kawasan tersebut, untuk mendapatkan perijinan pendakian kawasan ini dikenal cukup rumit dan sulit. Bahkan banyak yang mengatakan lebih sulit memperoleh ijin daripada pendakianya sendiri. Sejumlah pendaki asing bahkan, mengatakan bahwa memperoleh ijin pendakian di Carstensz jauh lebih sulit ketimbang mendapatkan ijin pendakian ke puncak tertinggi dunia Everest di Himalaya.

Untuk mendapatkan ijin masuk kawasan tersebut, kata Ripto Mulyono pendaki berpengalaman di Jaya Wijaya, kita harus melakukan beberapa tahap mengikuti birokrasi militer. Menurut Ripto yang pernah bergabung dengan ekspedisi Rob Hall (Alm) dan Peter Athan ini, selama beberapa waktu terakhir, pihak militer telah memberikan beberapa ijin untuk melakukan ekspedisi di wilayah Jaya Wijaya. Dua di antara ijin itu diterima oleh Tantyo Bangun, seorang pengelolawisata petualangan wilayah ini. Ijin ketiga diperoleh sebuah tim ekpedisi yang berasal dari kota Yogyakarta.

Memang secara resmi sampai saat ini belum ada pernyataan bahwa kawasan Jaya Wijaya telah dibuka kembali untuk umum. Menurut informasi yang masuk, pernyataan resmi tentang hal itu baru akan di keluarkan setelah Pemilu atau sekitar bulan Agusutus 1999 ini. Tetapi mulai sekarang pihak ABRI sudah menerima pengajuan perijinan untuk diproses. Sekalipun demikian, petualang yang ingin berpetualang di kawasan ini sebaiknya mengajukan permohonan perijinan jauh hari sebelumnya. Karena proses untuk itu memakan waktu yang cukup lama. (.../zan)

Dikutip dari majalah Parigi

 

 

 

Hosted by www.Geocities.ws

1