Assalamualaikum
warahmatullahi wabarokatuh.
Gerakan
Anti Hadis (GAB) begitu hebat pengaruhnya sejak akhir-akhir ini. Golongan yang
mempertikaikan hadis-hadis Nabi saw kembali bergerak di negara kita dan sedaya
upaya cuba memesongkan akidah dan pegangan umat Islam. Menggunakan platfom
Jemaah Al-Quran Malaysia atau JAM
mereka mula menyebarkan dakyah dan kepercayaan mempengaruhi masyarakat dari
semua lapisan bawahan hingga ke profesional. Tidak sedikit yang telah
terpengaruh dengan ajaran mereka yang menyesatkan itu.
Di
artikel ini saya akan cuba sedikit sebanyak mengupas beberapa perkara yang ada
hubung kait dengan golongan ini terutamanya pengasas gerakan anti hadis ini
iaitu Rasyad Khalifa yang memulakan asas menafikan semua hadis-hadis Nabi saw.
Terutamanya terhadap bagaimana kumpulan ini menyelewengkan ayat-ayat Al-Quran
hanya kerana untuk mencapai cita-cita dan teori yang mereka temui/bahaskan.
Ketaksuban mereka ini hingga sampai kepada tahap menerbitkan semula tulisan
Quran versi mereka sendiri semata-mata mahu mengelirukan masyarakat Islam
semua. Beginilah betapa berani dan engkarnya manusia dalam kumpulan ini
menderhaka kepada Allah swt dan dalam masa yang sama mereka memansuhkan semua
hadis-hadis Nabi saw kerana dengan adanya hadis-hadis Nabi saw itu menyebabkan
semua kepercayaan mereka boleh dipertikaikan dan menjadi palsu. Oleh itu demi
mempertahankan kesesatan mereka, maka semua yang berkaitan dengan sabda
junjungan Nabi saw ditolak mentah-mentah seolah-olah Nabi saw yang dilahirkan
tidak pernah berkata-kata. Nauzubillah sesatnya manusia anti hadis ini.
Antara
tulisan tentang Rashad Khalifa dan ajaran2nya pernah menjadi posting yang
hangat beberapa waktu yang lalu di web-web forum dan e-groups yang membahaskan
isu ini dan menjadi medan pertempuran antara golongan anti hadis dengan
kumpulan umat Islam yang mempertahankan hadis/sunni. Perdebatan ini berlangsung
sekian lama dengan hujah dan dalil yang diberikan namun sayang sekali apabila
kumpulan anti hadis sudah kehabisan hujah bagi mempertahankan pendapat mereka
maka selalunya mereka akan menukarkan topik lain secara sengaja bagi mengalih
perhatian. Telah menjadi lumrah dalam banyak keadaan kumpulan manusia anti
hadis ini akan menemui jalan buntu di penghujung hujah berdebat mereka. Tidak
kira dalam membicarakan persoalan apa pun samada sembahyang, puasa, zakat,
haji, kalimah syahadat, israk mikraj, aurat, azan, menguruskan jenazah dan
sebagainya.
Kita
semua sedia maklum, pengasas ajaran anti hadis adalah seorang manusia yang
bernama Rasyad Khalifa. Tapi tahukah anda siapakah Rasyad Khalifa itu? Manusia Rasyad
Khalifa ini berasal dari sebuah daerah di Mesir. Dia sempat menjadi mahasiswa
di University of Arizona, dan berjaya memperolehi gelar PhD. di bidang
Kimia. Pada awalnya Rasyad Khalifa cukup aktif dalam kegiatan-kegiatan di
Islamic Center Tucson bahkan sempat menjadi salah satu anggota board of
committee dari Islamic Center Tucson, sebelum akhirnya dipecat dari
keanggotaan dan dipecat dari jawatannya sebagai anggota board of committee
Islamic Center Tucson setelah Rasyad Khalifa mengeluarkan ajaran-ajarannya yang
sangat menyimpang dari ajaran Islam pada umumnya, dan puncaknya ketika dia
berani mengistiharkan dirinya sebagai "Messenger of the Covenant"
(rasul).
Rasyad
Khalifa mulai menyebarkan ajaran-ajarannya mulai dari pertengahan tahun 1970-an
sampai akhirnya dia mati dibunuh di akhir 1980-an (Sampai sekarang siapa yang
terlibat dalam pembunuhan itu masih belum ada kepastian, tapi oleh pihak yang
berwajib pembunuhan yang terjadi dihubungkan dgn kegiatan para "black
moslem").
Pokok
ajaran Rasyad Khalifa yang sesat lagi menyesatkan:
1. Angka 19 sebagai kode matematik/numerik Al-Qur'an:
Dalam buku-buku
terbitannya, berdasarkan penafsirannya terhadap ayat-ayat Al-Qur'an, Rashad
Khalifa mengklaim bahwa angka 19 adalah kode numerik Al-Qur'an. Di buku-bukunya
tersebut, Rashad Khalifa, juga menampilkan apa yang disebutnya 'physical
facts/evidences', yang terutama berupa 'bukti2'nya tentang 'keajaiban' angka 19
dalam Al-Qur'an.
Beberapa contoh
klaimnya antara lain:
a. Jumlah surah dalam Al-Qur'an adalah 114, kononya
merupakan kelipatan 19.
b. Jumlah kata Allah, Rahman, Rahim, rasul, dan Arsy
dalam Al-Qur'an adalah kelipatan 19, demikian juga beberapa kata lainnya.
c. Jumlah Bismillahirrahmanirrahimi adalah 114,
kelipatan 19.
d. Ini salah satu klaimnya yang ada dikutip dari
bukunya, Quran: The Final Testament, 1989 “ubahsuai dia sendiri”):
[Sura 9 consists of 127
verses. The digits of 127 add up to 1+2+7=10.
Let us look at all the
verses whose digits add up to 10, from the missing Basmalah of Sura 9, to the
extra Basmalah of Sura 27. If Sura 129 consisted of 129 verses, the grand total
would be 2470+129=2599, not a multiple of 19, and this phenomenon would have
disappeared. The data are in Table 8]
Dasar
dakwaan Rashad Khalifa adalah surat Al-Mudatsir (QS 74), terutama ayat 30. yang
perlu dicatat di sini, penafsiran yang dipakai oleh Rashad Khalifa utk surat
Al-Mudatsir SANGAT BERBEDA dengan penafsiran pada umumnya yang dikenal
(terjemahan para ulamak mujtahid dahulu dan sekarang). Silahkan bandingkan
terjemahan/tafsiran dia dengan terjemahan/tafsiran standard yang ada.
Sanggahan
terhadap 'teori 19' ini dapat dibaca dalam buku Abu Ameenah Bilal Philips, The
Qur'an's Numerical Miracle: Hoax and Heresy, yang membahaskan secara ilmiah
misinterprestasi yang dilakukan Rashad Khalifa terhadap ayat-ayat Al-Qur'an,
serta bukti kecurangan/manipulasi yang dilakukannya terhadap Al-Qur'an demi
mendukung 'teori' angka 19-nya.
Khusus
untuk misinterpretasi yang dilakukan Rashad Khalifa sehubungan dengan QS 74:30,
dari buku Abu Ameenah dapat dirangkumkan sebagai berikut:
Rashad
Khalifa demi mendukung 'teori 19' mengklaim bahwa QS 74:30 (Over IT are
NINETEEN) menginterpretasikan bahwa "IT" di ayat ini adalah
Al-Qur'an, bukan Hellfire, sebagaimana tafsiran yang dipahami umat Islam pada
umumnya. Menginterpretasikan bahwa "IT" itu adalah Al-Qur'an adalah
interpretasi yang salah karena dalam ayat 30 tsb yang dipakai adalah feminine
pronoun Haa, sedangkan Al-Qur'an selalu memakai masculine demonstrative pronoun
Hadzaa, sementara kata Saqar (Hellfire....by the way, kata Saqar ini oleh
Rashad Khalifa diterjemahkan menjadi retribution) yang terdapat pada ayat2
sebelumnya 26-27, juga dalam ayat 28-29 kata2 yang dipakai utk mendeskripsikan
kata Saqar (Hellfire) selalu dalam bentuk feminine (Hanya dalam terjemahan
Rashad Khalifa utk ayat QS 74:30 inilah satu2nya tempat di mana utk Al-Qur'an
dipakai feminine pronoun.Semua terjemahan maupun tafsir Al-Qur'an lainnya, juga
dalam kaidah baku bahasa Arab, utk Al-Qur'an selalu dipakai masculine pronoun.
Bahkan dalam buku2 terjemahan/tafsir Al-Qur'annya Rashad Khalifa sendiri, hanya
di ayat QS 74:30 ini Al-Qur'an mempunyai feminine pronoun, sedang di ayat2
lainnya Al-Qur'an selalu mempunyai masculine pronoun).
Ada
hal lain yg menarik dari teori angka 19 Rashad Khalifa ini. Pada masa awal dia
mengeluarkan andaian2nya, Al-Qur'an yg dipergunakan oleh Rashad Khalifa adalah
SAMA dengan Al-Qur'an yg dikenal oleh umumnya umat Islam. Tetapi ternyata, ada
beberapa andaiannya yg TIDAK BOLEH MENJADI BENAR, seperti antara lain, jumlah
kata Allah dan Rahim ternyata tidak merupakan kelipatan angka 19, sebagaimana
yg diandaikan oleh dia (Ini juga berlaku utk banyak dakwaan lainnya).
Berdasarkan ini dia mahu meminda Al-Quran maka Rashad Khalifa menyatakan bahawa
Al-Qur'an telah mengalami 'PEMALSUAN' (ada orang2 yg telah mengubah dan
mengutak-atik ayat2 Al-Qur'an), dan karena itu perlu diadakan TULISAN SEMULA
terhadap Al-Qur'an. Dasar yg dipakai utk menulis semula Quran hendaklah
mengikut kaedah angka kod 19 (Sila bandingkan buku2 Rashad Khalifa: The
Perpetual Mirac of Muhammad, 1976; Mu'jizah al-Qur'an al-Karim, 1980; Quran:
The Final Scripture, 1981; Quran: Visual Presentation of the Miracle, 1982,
Quran: The Final Testament, 1989).
Beberapa
'TULISAN SEMULA' Quran versi seleranya dilakukan dengan membuat pindaan yang
besar terhadap ayat-ayat Quran asal supaya memenuhi nafsunya Kod 19:
a. 2 ayat terakhir dari surat At-Taubah (QS 9:128-129)
DIHILANGKAN.
b. Mengganti
huruf Nun dalam awal QS 68:1 menjadi Nun Waw Nun.
c. Beberapa
kata/huruf lain yg dihilangkan/diganti/ditambahkan (terlalu banyak utk
disebutkan semua di sini, bagi yg tertarik silahkan baca bukunya Abu Ameenah
Bilal Philips).
Catatan:
a. Seorang pengikutnya Gatut Adisoma khusus disebut
oleh Rashad Khalifa sebagai seorang yg sangat berperanan dalam usaha yg membawa
kepada kesimpulan bahawa QS 9:128-129 adalah merupakan 'pemalsuan' terhadap
Al-Qur'an, yg karenanya ayat itu mesti dihilangkan.
b. Yg menarik lainnya adalah kata 'basthatan' dalam QS
7:69. Pada awalnya Rashad Khalifa memakai 'bastatan' (ba sin tha ta), kemudian
menggantinya menjadi 'bashthatan' (ba shat tha ta), sebelum akhirnya kembali ke
'basthatan' Kesemua ini hanya utk menggenapkan penghitungan huruf 'shad' dalam
QS 7, QS 19, dan QS 38 menjadi kelipatan 19 (Lihat: The Perpetual Mirac of
Muhammad; Mu'jizah al-Qur'an al-Karim; Qur'an: The Final Scripture; Qur'an:
Visual Presentation of the Miracle; Qur'an:The Final Testament)
HASIL
dari 'penulisan Quran versi seleranya' yg dilakukan oleh Rashad Khalifa ini
(sebagaimana yg menjadi tujuannya) adalah andaian2nya yg awalnya TIDAK BENAR
boleh menjadi BENAR, a.l., jumlah kata Allah, Rahim, rasul, dan Arsy dalam
'Quran' mereka menjadi kelipatan 19, demikian juga dakwaannya terhadap huruf
Nun dalam QS 68, keseluruhannya adalah kelipatan 19, dan banyak lagi klaim
lainnya yg menjadi BENAR setelah diadakan “UBAHSUAI' olehnya. Inilah manusia
Rashad Khalifa yang sanggup buat apa saja bagi mencapai pendapatnya.
Jadi
'Quran' yg dipegang oleh Rashad Khalifa, maupun kumpulan ANTI HADIS dan para
pengikutnya sekarang bukan Al-Quran yang sebenar yang diturunkan oleh Allah swt
kepada Nabi Muhammad saw sejak lebih 1425 tahun yang lalu. Quran kumpulan ANTI
HADIS ini bukan hanya BERBEDA JAUH dalam soal terjemahan/penafsirannya SAJA,
tapi juga BERBEDA dalam penulisan ayat2 Arabnya dengan Al-Qur'an yg dikenal
oleh umat Islam pada umumnya
(CATATAN:
Perbedaan jauh dalam hal terjemahan dan penafsiran ayat2 perlu mendapat perhatian
dari para ikhwan/akhwat yg berniat menyanggah argumen2 kumpulan ini dan para
pengikutnya. Tidak cukup hanya mengemukakan terjemahan/penafsiran yg kita
punyai saja, karena ini belum tentu berlaku bagi para pengikut Rashad Khalifa
yg memegang terjemahan/penafsiran yg dibuat oleh Rashad Khalifa sendiri. Hal
lain yg dapat dipertanyakan dan dan disanggah adalah kesahihan
penerjemahan/penafsiran oleh Rashad Khalifa ini).
Bahkan
boleh dikatakan banyak sanggahan2 dan hujah yg ditulis oleh Abu Ameenah Bilal
Philips, apabila dibandingkan dengan versi terakhir 'Quran'nya Rashad Khalifa,
maka didapati sanggahan2 Abu Ameenah menjadi tidak berlaku lagi. Ini kerana
Rashad Khalifa sering membuat pindaan-pindaan kepada Qurannya jika didapati ada
kekurangan dan masih terdapat kesilapan atau komen dari orang lain. Tidak
diketahui sudah berapa kali dia sering pinda dan meminda Qurannya.
Berkenaan
dengan 'pemalsuan quran Rashad Khalifa' ini, akan sangat menarik utk membaca/
mendengarkan bagaimana jawaban Rashad Khalifa dan para pengikutnya terhadap QS
15:9, yang bunyinya (dari terjemahan sebenar): "Sesungguhnya Kami-lah yang
menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya"
Hasil
terjemahan Rashad Khalifa terhadap ayat ini, secara literal/harfiah tidak jauh
berbeda dengan terjemahan asli yg dikutip di atas. Jadi dapat dipertanyakan di
sini, apa yang terjadi terhadap Allah swt selama sekitar 1425 tahun yang lalu
jika Al-Quran yang asli itu dia katakan tak betul? Disini mereka terpaku untuk
menjawab dan mulalah mereka memusingkan jawapan dan memutarbelitkan kata-kata.
Tuntutan2
Rashad Khalifa terhadap angka 19 ini tidak hanya menyangkut Al-Qur'an saja,
tapi juga mencakup berbagai hal lainnya, salah satunya adalah berdasarkan teori
angka 19 ini Rashad Khalifa mengklaim bhw KIAMAT akan terjadi pada tahun 1710
Hijri/2280 Masehi (lihat Quran: The Final Testament),yg mana 1710 dan 2280
adalah kelipatan 19.
2. Pengakuan bahawa RK adalah "Messenger of the
Covenant" (rasul):
Berikut
adalah pengakuan Rashad Khalifa tentang pengangkatan dirinya sebagai rasul
(lihat Qur'an tulisannya: The Final Testament, 1989, p.639): [During my Hajj
pilgrimage to Mecca, and before sunrise on Tuesdy, Zul-Hijjah 3, 1391, December
21, 1971, I, Rashad Khalifa, the soul, the real person, not the body, was taken
to some place in the universe where I was introduced to all the prophets as
God's Messenger of the Covenant. I was not informed of the details and true significance
of this event until Ramadhan 1408.
What
I witnessed, in sharp consciousness, was that I was sitting still, while the
prophets, one by one, came towards me, looked at my face, then nodded their
heads. God showed them to me as they had looked in this world, attired in their
respective mode of dress. There was an atmosphere of great awe, joy, and
respect.
Except
for Abraham, none of the prophets was identified to me. I knew that all the
prophets were there, including Moses, Jesus, Muhammad, Aaron, David, Noah, and
the rest. I believe that the reason for revealing Abraham's identity was that I
asked about him. I was taken aback by the strong resemblance he had with my own
family--myself, my father, my uncles. It was the only time that I wondered, "Who
is this prophet who looks like my relatives?" The answer came:
"Abraham". No language was spoken. All communication was done
mentally.
It
is noteworthy that the date of this fulfillment of the prophets covenant was
Zul-Hijja 3, 1391. If we add the month (12), plus the day (3), plus the year
(1391), we get a total of 1406, 19x74. Sura 74 is where the Quran's common
denominator, the number 19, is mentioned.]
Boleh
kita lihat juga beberapa dakwaan palsu 'Proof' kerasulannya Rashad Khalifa yang
didasarkan 'teori kod 19' nya: (dari Quran:The Final Testament p. 640).
Kutipan
1:
[The
word "Rashad" occurs in 40:29 & 38. The word "Khalifa"
occurs in 2:30 and 38:26. The first "Khalifa" refers to a non-human
"Khalifa", namely, Satan, while the second occurence (Sura 38),
refers to a human "Khalifa". If we add the numbers of suras and
verses of "Rashad" (40:29,38) and "Khalifa" (38:26) we get
40+29+38+38+26=171=19x9]
Kutipan
2:
[The
sum of all sura and verse numbers where all "Rashada" and all
"Khalifa" occur, without dicrimination, add up to 1463, 19x77 (Table
1)]
Catatan:
Yg
menarik adalah bagaimana Rashad Khalifa menafsirkan QS 2:30 (dalam Quran: The
Final Testament):
[Your
Lord said to the angels,"I am placing a representative (a temporary god)
on Earth." They said,"Will You place therein one who will commit evil
therein, and shed blood, while we praise You, glorify You, and uphold Your
absolute authority?" He said, "I know what you do not know"]
Menarik
bagaimana Rashad Khalifa menafsirkan kata 'khalifa' di ayat tersebut. Sebagai
'temporary god' ataupun 'satan'. Juga menarik bagaimana Rashad Khalifa di satu
saat dalam 'membuktikan' teori 19 memasukkan kata 'khalifa' dalam penghitungan
(lihat kutipan 2 di atas), sedang di lain saat (dalam kutipan 1 di atas) tidak memasukkan
kata 'khalifa'. Ketidak konsisten-an ini banyak terjadi dalam tuduhan2 Rashad
Khalifa terhadap teori 19 nya.
Untuk
menyanggah tuntutan Rashad Khalifa ini, mungkin banyak yang akan mengajukan QS 33:40
sebagai dasar sanggahan. Sebagaimana kebanyakan ayat2 lainnya, Rashad Khalifa
mempunyai penafsiran sendiri tentang QS 33:40 ini. Bagi dia dan para
pengikutnya, mereka tidak membantah bahwa nabi Muhammad SAW adalah nabi
terakhir, tetapi bagi mereka dinyatakannya bahawa tidak ada nabi setelah nabi
Muhammad SAW, tidak menutup kemungkinan akan datangnya seorang rasul setelah
nabi Muhammad SAW. Di sinilah perbedaannya, bagi dia dan para pengikutnya Nabi
(Prophet) adalah "the one who receives and delivers a scripture"
sedangkan Rasul (Messenger) adalah "the one who preaches, upholds, and
confirms existing scripture; he does not bring a new scripture".
Jadi
dalam pengertian ini, mereka mendakwa semua Nabi adalah Rasul, tapi tidak semua
Rasul adalah Nabi. Ini keterbalikan dari yang dipahami oleh umat Islam pada
umumnya, yang mana setiap Rasul pasti Nabi, tapi tidak semua Nabi itu Rasul.
Pemahaman mereka memang jelas dapat dipatahkan berdasarkan pengertian dan
penjelasan yang diberikan oleh Hadits2, tapi yang menjadi masalahnya pula
adalah manusia bernama Rashad Khalifa dan para pengikutnya dengan segera
awal-awal lagi tidak mengakui keberadaan atau keujudan Hadits, sedangkan dalam
hal ini khususnya keberadaan/keujudan Hadits sebagai salah satu yg boleh dijadikan
pegangan untuk menjelaskan dan menafsirkan Al-Quran tersebut. Oleh sebab itu
kerana menyedari hadits Nabi saw boleh mematahkan pegangan dan hujah mereka
maka mereka langsung terus mengistiharkan hadits musuh utama mereka. Mereka
menolak segala hadits-hadits.
Sehubungan
dengan kedudukannya sebagai rasul, menurut Rashad Khalifa (lihat Quran dia: The
Final Testament), tugas utamanya sebagai rasul adalah untuk mengungkapkan
rahasia kode matematika Qur'an, yg mana berdasarkan kode matematika ini, akan
diungkapkan 'tampering' yang telah terjadi terhadap. Al-Qur'an selama ini. Dia
mendakwa kononnya dia lah “Rashad Khalifa” dan adalah rasul yang akan
mengembalikan kemurnian Qur'an. Selain itu dakwanya, tugas Rashad Khalifa
sebagai rasul lainnya adalah pemurnian tauhid dan pemurnian amalan-amalan
praktikal ajaran2 ibadah.
Menarik
untuk kita melihat jawaban Rashad Khalifa dan para pengikutnya terhadap. QS 5:3
(terjemahan yang sebenar/asli),
"........Pada
hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu
ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.........."
Jika
Rashad Khalifa mengdakwa dirinya sebagai rasul, dan rasul untuk menjadi
penterjemah, pembawa risalah. Maka jika ayat QS 5:3 sudah menyatakan bahawa
Islam telah sempurna, jadi mengapa dia masih perlu mencipta risalah baru?
3. Ajaran bahwa kalimat Syahadat hanya 'La illa ha ila
Allah':
Rashad
Khalifa dan para pengikutnya mengdakwa bahawa kalimat syahadat hanyalah 'La
illa ha ila Allah' sahaja. Dia membuang kalimah seterusnya iaitu
'Muhammadurrasulullah' kerana dakwanya itu adalah merupakan 'modern idol
worship' ('Modern idol worship'. Ini adalah kata-kata yang dipakai oleh Rashad
Khalifa dalam bukunya Quran: The Final Testament). Inilah yang dimaksud oleh
dia sebagai pemurnian tauhid yang menjadi salah satu tugas dia sebagai rasul.
Peliknya dia pula menerima Nabi Muhammad saw sebagai seorang Nabi dan Rasul
tapi dalam masa yang sama menolak kalimah 'Muhammadurrasulullah'. Manusia
apakah dia ini. Tidakah dia ini seorang orientalis yang menyamar sebagai orang
Islam tetapi tersirat sebenarnya mahu menyesatkan dan memecah belahkan umat
Islam sendiri.
Konsekuensi
dari ajaran ini adalah, dalam praktek Rashad Khalifa dan para pengikutnya semua
hal yang bersangkutan dengan kalimat syahadat (syahadat dalam tahiyyat, adzan,
iqamat dll.), kalimat syahadat kedua 'Muhammadurrasulullah' dihilangkan.
Beberapa
hal yang dapat ditanyakan kepada Rashad Khalifa dan para pengikutnya adalah
bagaimana jawaban mereka terhadap QS 94:4 dan QS 7:158, yang terjemahannya
(terjemahan asli): QS 94:4; "Dan Kami tinggikan bagimu sebutan
(nama)mu" manakala satu lagi QS 7:158; "Katakanlah: "Hai manusia
sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai
kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia,
Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan
Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat2-Nya
(kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk" Ini pun
mereka jawab dengan berputar belit.
4. Tidak mengakui keberadaan Sunnah Nabi SAW dan Hadits
Rashad
Khalifa dan para pengikutnya tidak mengakui Sunnah sama sekali sebagai salah satu
sumber hukum dalam Islam dan penjelasan terhadap Al-Qur'an (pengingkaran
terhadap Sunnah secara atomatik akan merupakan pengikhtirafan terhadap Hadits
yang merupakan koleksi utama dari Sunnah2 Nabi SAW). Bagi Rashad Khalifa dan
para pengikutnya, Hadits adalah merupakan 'satanic teachings' (Sekali lagi ini
adalah istilah yg dipakai dalam buku2 terbitan Rashad Khalifa dan pengikutnya,
lihat Quran dia:The Final Testament dan Quran, Hadith, and Islam, dan juga 19
Questions for Muslim Scholars). Pengingkaran yang dilakukan oleh Rashad Khalifa
dan pengikutnya bukan hanya pengingkaran secara umum, tapi secara keseluruhan.
Pengingkaran terhadap Sunnah dan Hadits adalah konsekuensi logik dari dakwaan
Rashad Khalifa di atas karena semua dakwaan Rashad Khalifa jelas2 akan
terbantah oleh Sunnah2 dan Hadits2 yang ada.
Implikasi
pengingkaran terhadap Sunnah dan Hadits ini adalah perbedaan dari amalan
praktikal ibadah yang ada, i.e., tatacara dan bacaan2 shalat seperti: batasan
aurat dalam shalat (wanita dapat shalat cukup dengan memakai baju lengan pendek
dan rok), wanita boleh menjadi imam shalat laki dan tidak ada larangan shalat
bagi wanita haid dan yang jelas sekali adalah perbedaan bacaan2 shalat terutama
mengenai syahadat, sebagaimana telah dijelaskan di atas. Rashad Khalifa
mengdakwa bahawa kononnya tatacara ibadah yang diajarkannya adalah sesuai
dengan tatacara ibadah nabi Ibrahim AS. Persoalan mengapa dia memilih Ibrahim
tetapi menolak Muhammad saw. tidakkah tujuannya hanya mahu memesongkan akidah
sahaja. Perbedaan2 ini juga berlaku mengenai haji, puasa dan ibadah2 khusus
lainnya.
Beberapa
ayat Al-Qur'an yang dapat disinggung berkaitan dengan hal ini antara lain:
QS
16:44, "Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur'an, agar kamu menerangkan pada umat
manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka
memikirkan"
QS
33:34, "Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah
dan hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha
Mengetahui"
QS
59:7, ".........Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa
yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah......"
QS
62:2, "Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di
antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka
dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah)........."
QS
2:151, "Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan ni'mat Kami kepadamu) Kami
telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami
kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan
Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui"
QS
3:164, "Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang
beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan
mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan
(jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan
sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam
kesesatan yang nyata"
QS
24:56, "Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan ta'atlah kepada
rasul, supaya kamu diberi rahmat"
QS
5:92, "Dan ta'atlah kamu kepada Allah dan ta'atlah kamu kepada Rasul-(Nya)
dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya
kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang"
Dalam
'Quran' rekaannya Rashad Khalifa dan para pengikutnya (Quran: The Final
Testament), beberapa ayat di atas ini ada yang berbeda jauh terjemahannya, tapi
ada yang dekat sekali terjemahannya. Menarik untuk melihat bagaimana mereka
menafsirkan kesemua ayat2 tersebut. dan sampai pada kesimpulan bertujuan hanya
untk mengingkari Sunnah dan Hadits.
Demikianlah
uraian singkat mengenai ajaran2 Rashad Khalifa yang sesat lagi menyesatkan. Di
negara kita golongan ini dapat dikenali dengan cukup mudah bila mana kita
berbicara dengan mereka maka mereka akan mengucap salam yang berbeda dengan
kita kalau kita sebut “Assalamualaikum...” mereka pula cuma sebut “Salamon Alaikum”
dan jika yang berkaitan dengan hadits Nabi saw mereka akan menolak
mentah-mentah. Selain itu kumpulan manusia sesat ini juga menolak peristiwa
Israq dan Mikraj, Azan, dan banyak lagi.
Mudah
untuk mengenal mereka kerana semua yang berkaitan nabi Muhammad saw mereka akan
pertikaikan.
Wassalam
Bersambung
Bhg 2