Menentang Ajaran Sesat

 

Susunan: Mohamad Noor Shafie

 

BAHAGIAN SATU

 

Penyelewengan Gerakan Anti Hadis

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Gerakan Anti Hadis (GAB) begitu hebat pengaruhnya sejak akhir-akhir ini. Golongan yang mempertikaikan hadis-hadis Nabi saw kembali bergerak di negara kita dan sedaya upaya cuba memesongkan akidah dan pegangan umat Islam. Menggunakan platfom Jemaah  Al-Quran Malaysia atau JAM mereka mula menyebarkan dakyah dan kepercayaan mempengaruhi masyarakat dari semua lapisan bawahan hingga ke profesional. Tidak sedikit yang telah terpengaruh dengan ajaran mereka yang menyesatkan itu.

 

Di artikel ini saya akan cuba sedikit sebanyak mengupas beberapa perkara yang ada hubung kait dengan golongan ini terutamanya pengasas gerakan anti hadis ini iaitu Rasyad Khalifa yang memulakan asas menafikan semua hadis-hadis Nabi saw. Terutamanya terhadap bagaimana kumpulan ini menyelewengkan ayat-ayat Al-Quran hanya kerana untuk mencapai cita-cita dan teori yang mereka temui/bahaskan. Ketaksuban mereka ini hingga sampai kepada tahap menerbitkan semula tulisan Quran versi mereka sendiri semata-mata mahu mengelirukan masyarakat Islam semua. Beginilah betapa berani dan engkarnya manusia dalam kumpulan ini menderhaka kepada Allah swt dan dalam masa yang sama mereka memansuhkan semua hadis-hadis Nabi saw kerana dengan adanya hadis-hadis Nabi saw itu menyebabkan semua kepercayaan mereka boleh dipertikaikan dan menjadi palsu. Oleh itu demi mempertahankan kesesatan mereka, maka semua yang berkaitan dengan sabda junjungan Nabi saw ditolak mentah-mentah seolah-olah Nabi saw yang dilahirkan tidak pernah berkata-kata. Nauzubillah sesatnya manusia anti hadis ini.

 

Pemesongan ajaran Rashad Khalifa

 

Antara tulisan tentang Rashad Khalifa dan ajaran2nya pernah menjadi posting yang hangat beberapa waktu yang lalu di web-web forum dan e-groups yang membahaskan isu ini dan menjadi medan pertempuran antara golongan anti hadis dengan kumpulan umat Islam yang mempertahankan hadis/sunni. Perdebatan ini berlangsung sekian lama dengan hujah dan dalil yang diberikan namun sayang sekali apabila kumpulan anti hadis sudah kehabisan hujah bagi mempertahankan pendapat mereka maka selalunya mereka akan menukarkan topik lain secara sengaja bagi mengalih perhatian. Telah menjadi lumrah dalam banyak keadaan kumpulan manusia anti hadis ini akan menemui jalan buntu di penghujung hujah berdebat mereka. Tidak kira dalam membicarakan persoalan apa pun samada sembahyang, puasa, zakat, haji, kalimah syahadat, israk mikraj, aurat, azan, menguruskan jenazah dan sebagainya.

 

Kita semua sedia maklum, pengasas ajaran anti hadis adalah seorang manusia yang bernama Rasyad Khalifa. Tapi tahukah anda siapakah Rasyad Khalifa itu? Manusia Rasyad Khalifa ini berasal dari sebuah daerah di Mesir. Dia sempat menjadi mahasiswa di University of Arizona, dan berjaya memperolehi gelar PhD. di bidang Kimia. Pada awalnya Rasyad Khalifa cukup aktif dalam kegiatan-kegiatan di Islamic Center Tucson bahkan sempat menjadi salah satu anggota board of committee dari Islamic Center Tucson, sebelum akhirnya dipecat dari keanggotaan dan dipecat dari jawatannya sebagai anggota board of committee Islamic Center Tucson setelah Rasyad Khalifa mengeluarkan ajaran-ajarannya yang sangat menyimpang dari ajaran Islam pada umumnya, dan puncaknya ketika dia berani mengistiharkan dirinya sebagai "Messenger of the Covenant" (rasul).

 

Rasyad Khalifa mulai menyebarkan ajaran-ajarannya mulai dari pertengahan tahun 1970-an sampai akhirnya dia mati dibunuh di akhir 1980-an (Sampai sekarang siapa yang terlibat dalam pembunuhan itu masih belum ada kepastian, tapi oleh pihak yang berwajib pembunuhan yang terjadi dihubungkan dgn kegiatan para "black moslem").

 

Pokok ajaran Rasyad Khalifa yang sesat lagi menyesatkan:

 

1.     Angka 19 sebagai kode matematik/numerik Al-Qur'an:

Dalam buku-buku terbitannya, berdasarkan penafsirannya terhadap ayat-ayat Al-Qur'an, Rashad Khalifa mengklaim bahwa angka 19 adalah kode numerik Al-Qur'an. Di buku-bukunya tersebut, Rashad Khalifa, juga menampilkan apa yang disebutnya 'physical facts/evidences', yang terutama berupa 'bukti2'nya tentang 'keajaiban' angka 19 dalam Al-Qur'an.

 

Beberapa contoh klaimnya antara lain:

a.      Jumlah surah dalam Al-Qur'an adalah 114, kononya merupakan kelipatan 19.

b.     Jumlah kata Allah, Rahman, Rahim, rasul, dan Arsy dalam Al-Qur'an adalah kelipatan 19, demikian juga beberapa kata lainnya.

c.      Jumlah Bismillahirrahmanirrahimi adalah 114, kelipatan 19.

d.     Ini salah satu klaimnya yang ada dikutip dari bukunya, Quran: The Final Testament, 1989 “ubahsuai dia sendiri”):

[Sura 9 consists of 127 verses. The digits of 127 add up to 1+2+7=10.

Let us look at all the verses whose digits add up to 10, from the missing Basmalah of Sura 9, to the extra Basmalah of Sura 27. If Sura 129 consisted of 129 verses, the grand total would be 2470+129=2599, not a multiple of 19, and this phenomenon would have disappeared. The data are in Table 8]

 

Dasar dakwaan Rashad Khalifa adalah surat Al-Mudatsir (QS 74), terutama ayat 30. yang perlu dicatat di sini, penafsiran yang dipakai oleh Rashad Khalifa utk surat Al-Mudatsir SANGAT BERBEDA dengan penafsiran pada umumnya yang dikenal (terjemahan para ulamak mujtahid dahulu dan sekarang). Silahkan bandingkan terjemahan/tafsiran dia dengan terjemahan/tafsiran standard yang ada.

 

Sanggahan terhadap 'teori 19' ini dapat dibaca dalam buku Abu Ameenah Bilal Philips, The Qur'an's Numerical Miracle: Hoax and Heresy, yang membahaskan secara ilmiah misinterprestasi yang dilakukan Rashad Khalifa terhadap ayat-ayat Al-Qur'an, serta bukti kecurangan/manipulasi yang dilakukannya terhadap Al-Qur'an demi mendukung 'teori' angka 19-nya.

 

Khusus untuk misinterpretasi yang dilakukan Rashad Khalifa sehubungan dengan QS 74:30, dari buku Abu Ameenah dapat dirangkumkan sebagai berikut:

 

Rashad Khalifa demi mendukung 'teori 19' mengklaim bahwa QS 74:30 (Over IT are NINETEEN) menginterpretasikan bahwa "IT" di ayat ini adalah Al-Qur'an, bukan Hellfire, sebagaimana tafsiran yang dipahami umat Islam pada umumnya. Menginterpretasikan bahwa "IT" itu adalah Al-Qur'an adalah interpretasi yang salah karena dalam ayat 30 tsb yang dipakai adalah feminine pronoun Haa, sedangkan Al-Qur'an selalu memakai masculine demonstrative pronoun Hadzaa, sementara kata Saqar (Hellfire....by the way, kata Saqar ini oleh Rashad Khalifa diterjemahkan menjadi retribution) yang terdapat pada ayat2 sebelumnya 26-27, juga dalam ayat 28-29 kata2 yang dipakai utk mendeskripsikan kata Saqar (Hellfire) selalu dalam bentuk feminine (Hanya dalam terjemahan Rashad Khalifa utk ayat QS 74:30 inilah satu2nya tempat di mana utk Al-Qur'an dipakai feminine pronoun.Semua terjemahan maupun tafsir Al-Qur'an lainnya, juga dalam kaidah baku bahasa Arab, utk Al-Qur'an selalu dipakai masculine pronoun. Bahkan dalam buku2 terjemahan/tafsir Al-Qur'annya Rashad Khalifa sendiri, hanya di ayat QS 74:30 ini Al-Qur'an mempunyai feminine pronoun, sedang di ayat2 lainnya Al-Qur'an selalu mempunyai masculine pronoun).

 

Ada hal lain yg menarik dari teori angka 19 Rashad Khalifa ini. Pada masa awal dia mengeluarkan andaian2nya, Al-Qur'an yg dipergunakan oleh Rashad Khalifa adalah SAMA dengan Al-Qur'an yg dikenal oleh umumnya umat Islam. Tetapi ternyata, ada beberapa andaiannya yg TIDAK BOLEH MENJADI BENAR, seperti antara lain, jumlah kata Allah dan Rahim ternyata tidak merupakan kelipatan angka 19, sebagaimana yg diandaikan oleh dia (Ini juga berlaku utk banyak dakwaan lainnya). Berdasarkan ini dia mahu meminda Al-Quran maka Rashad Khalifa menyatakan bahawa Al-Qur'an telah mengalami 'PEMALSUAN' (ada orang2 yg telah mengubah dan mengutak-atik ayat2 Al-Qur'an), dan karena itu perlu diadakan TULISAN SEMULA terhadap Al-Qur'an. Dasar yg dipakai utk menulis semula Quran hendaklah mengikut kaedah angka kod 19 (Sila bandingkan buku2 Rashad Khalifa: The Perpetual Mirac of Muhammad, 1976; Mu'jizah al-Qur'an al-Karim, 1980; Quran: The Final Scripture, 1981; Quran: Visual Presentation of the Miracle, 1982, Quran: The Final Testament, 1989).

 

Beberapa 'TULISAN SEMULA' Quran versi seleranya dilakukan dengan membuat pindaan yang besar terhadap ayat-ayat Quran asal supaya memenuhi nafsunya Kod 19:

 

a.      2 ayat terakhir dari surat At-Taubah (QS 9:128-129) DIHILANGKAN.

b.      Mengganti huruf Nun dalam awal QS 68:1 menjadi Nun Waw Nun.

c.       Beberapa kata/huruf lain yg dihilangkan/diganti/ditambahkan (terlalu banyak utk disebutkan semua di sini, bagi yg tertarik silahkan baca bukunya Abu Ameenah Bilal Philips).

 

Catatan:

a.      Seorang pengikutnya Gatut Adisoma khusus disebut oleh Rashad Khalifa sebagai seorang yg sangat berperanan dalam usaha yg membawa kepada kesimpulan bahawa QS 9:128-129 adalah merupakan 'pemalsuan' terhadap Al-Qur'an, yg karenanya ayat itu mesti dihilangkan.

b.     Yg menarik lainnya adalah kata 'basthatan' dalam QS 7:69. Pada awalnya Rashad Khalifa memakai 'bastatan' (ba sin tha ta), kemudian menggantinya menjadi 'bashthatan' (ba shat tha ta), sebelum akhirnya kembali ke 'basthatan' Kesemua ini hanya utk menggenapkan penghitungan huruf 'shad' dalam QS 7, QS 19, dan QS 38 menjadi kelipatan 19 (Lihat: The Perpetual Mirac of Muhammad; Mu'jizah al-Qur'an al-Karim; Qur'an: The Final Scripture; Qur'an: Visual Presentation of the Miracle; Qur'an:The Final Testament)

 

HASIL dari 'penulisan Quran versi seleranya' yg dilakukan oleh Rashad Khalifa ini (sebagaimana yg menjadi tujuannya) adalah andaian2nya yg awalnya TIDAK BENAR boleh menjadi BENAR, a.l., jumlah kata Allah, Rahim, rasul, dan Arsy dalam 'Quran' mereka menjadi kelipatan 19, demikian juga dakwaannya terhadap huruf Nun dalam QS 68, keseluruhannya adalah kelipatan 19, dan banyak lagi klaim lainnya yg menjadi BENAR setelah diadakan “UBAHSUAI' olehnya. Inilah manusia Rashad Khalifa yang sanggup buat apa saja bagi mencapai pendapatnya.

 

Jadi 'Quran' yg dipegang oleh Rashad Khalifa, maupun kumpulan ANTI HADIS dan para pengikutnya sekarang bukan Al-Quran yang sebenar yang diturunkan oleh Allah swt kepada Nabi Muhammad saw sejak lebih 1425 tahun yang lalu. Quran kumpulan ANTI HADIS ini bukan hanya BERBEDA JAUH dalam soal terjemahan/penafsirannya SAJA, tapi juga BERBEDA dalam penulisan ayat2 Arabnya dengan Al-Qur'an yg dikenal oleh umat Islam pada umumnya

 

(CATATAN: Perbedaan jauh dalam hal terjemahan dan penafsiran ayat2 perlu mendapat perhatian dari para ikhwan/akhwat yg berniat menyanggah argumen2 kumpulan ini dan para pengikutnya. Tidak cukup hanya mengemukakan terjemahan/penafsiran yg kita punyai saja, karena ini belum tentu berlaku bagi para pengikut Rashad Khalifa yg memegang terjemahan/penafsiran yg dibuat oleh Rashad Khalifa sendiri. Hal lain yg dapat dipertanyakan dan dan disanggah adalah kesahihan penerjemahan/penafsiran oleh Rashad Khalifa ini).

 

Bahkan boleh dikatakan banyak sanggahan2 dan hujah yg ditulis oleh Abu Ameenah Bilal Philips, apabila dibandingkan dengan versi terakhir 'Quran'nya Rashad Khalifa, maka didapati sanggahan2 Abu Ameenah menjadi tidak berlaku lagi. Ini kerana Rashad Khalifa sering membuat pindaan-pindaan kepada Qurannya jika didapati ada kekurangan dan masih terdapat kesilapan atau komen dari orang lain. Tidak diketahui sudah berapa kali dia sering pinda dan meminda Qurannya.

 

Berkenaan dengan 'pemalsuan quran Rashad Khalifa' ini, akan sangat menarik utk membaca/ mendengarkan bagaimana jawaban Rashad Khalifa dan para pengikutnya terhadap QS 15:9, yang bunyinya (dari terjemahan sebenar): "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya"

 

Hasil terjemahan Rashad Khalifa terhadap ayat ini, secara literal/harfiah tidak jauh berbeda dengan terjemahan asli yg dikutip di atas. Jadi dapat dipertanyakan di sini, apa yang terjadi terhadap Allah swt selama sekitar 1425 tahun yang lalu jika Al-Quran yang asli itu dia katakan tak betul? Disini mereka terpaku untuk menjawab dan mulalah mereka memusingkan jawapan dan memutarbelitkan kata-kata.

 

Tuntutan2 Rashad Khalifa terhadap angka 19 ini tidak hanya menyangkut Al-Qur'an saja, tapi juga mencakup berbagai hal lainnya, salah satunya adalah berdasarkan teori angka 19 ini Rashad Khalifa mengklaim bhw KIAMAT akan terjadi pada tahun 1710 Hijri/2280 Masehi (lihat Quran: The Final Testament),yg mana 1710 dan 2280 adalah kelipatan 19.

 

 

2.     Pengakuan bahawa RK adalah "Messenger of the Covenant" (rasul):

 

Berikut adalah pengakuan Rashad Khalifa tentang pengangkatan dirinya sebagai rasul (lihat Qur'an tulisannya: The Final Testament, 1989, p.639): [During my Hajj pilgrimage to Mecca, and before sunrise on Tuesdy, Zul-Hijjah 3, 1391, December 21, 1971, I, Rashad Khalifa, the soul, the real person, not the body, was taken to some place in the universe where I was introduced to all the prophets as God's Messenger of the Covenant. I was not informed of the details and true significance of this event until Ramadhan 1408.

What I witnessed, in sharp consciousness, was that I was sitting still, while the prophets, one by one, came towards me, looked at my face, then nodded their heads. God showed them to me as they had looked in this world, attired in their respective mode of dress. There was an atmosphere of great awe, joy, and respect.

Except for Abraham, none of the prophets was identified to me. I knew that all the prophets were there, including Moses, Jesus, Muhammad, Aaron, David, Noah, and the rest. I believe that the reason for revealing Abraham's identity was that I asked about him. I was taken aback by the strong resemblance he had with my own family--myself, my father, my uncles. It was the only time that I wondered, "Who is this prophet who looks like my relatives?" The answer came: "Abraham". No language was spoken. All communication was done mentally.

It is noteworthy that the date of this fulfillment of the prophets covenant was Zul-Hijja 3, 1391. If we add the month (12), plus the day (3), plus the year (1391), we get a total of 1406, 19x74. Sura 74 is where the Quran's common denominator, the number 19, is mentioned.]

 

Boleh kita lihat juga beberapa dakwaan palsu 'Proof' kerasulannya Rashad Khalifa yang didasarkan 'teori kod 19' nya: (dari Quran:The Final Testament p. 640).

 

Kutipan 1:

[The word "Rashad" occurs in 40:29 & 38. The word "Khalifa" occurs in 2:30 and 38:26. The first "Khalifa" refers to a non-human "Khalifa", namely, Satan, while the second occurence (Sura 38), refers to a human "Khalifa". If we add the numbers of suras and verses of "Rashad" (40:29,38) and "Khalifa" (38:26) we get 40+29+38+38+26=171=19x9]

 

Kutipan 2:

[The sum of all sura and verse numbers where all "Rashada" and all "Khalifa" occur, without dicrimination, add up to 1463, 19x77 (Table 1)]

 

Catatan:

Yg menarik adalah bagaimana Rashad Khalifa menafsirkan QS 2:30 (dalam Quran: The Final Testament):

[Your Lord said to the angels,"I am placing a representative (a temporary god) on Earth." They said,"Will You place therein one who will commit evil therein, and shed blood, while we praise You, glorify You, and uphold Your absolute authority?" He said, "I know what you do not know"]

 

Menarik bagaimana Rashad Khalifa menafsirkan kata 'khalifa' di ayat tersebut. Sebagai 'temporary god' ataupun 'satan'. Juga menarik bagaimana Rashad Khalifa di satu saat dalam 'membuktikan' teori 19 memasukkan kata 'khalifa' dalam penghitungan (lihat kutipan 2 di atas), sedang di lain saat (dalam kutipan 1 di atas) tidak memasukkan kata 'khalifa'. Ketidak konsisten-an ini banyak terjadi dalam tuduhan2 Rashad Khalifa terhadap teori 19 nya.

 

Untuk menyanggah tuntutan Rashad Khalifa ini, mungkin banyak yang akan mengajukan QS 33:40 sebagai dasar sanggahan. Sebagaimana kebanyakan ayat2 lainnya, Rashad Khalifa mempunyai penafsiran sendiri tentang QS 33:40 ini. Bagi dia dan para pengikutnya, mereka tidak membantah bahwa nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir, tetapi bagi mereka dinyatakannya bahawa tidak ada nabi setelah nabi Muhammad SAW, tidak menutup kemungkinan akan datangnya seorang rasul setelah nabi Muhammad SAW. Di sinilah perbedaannya, bagi dia dan para pengikutnya Nabi (Prophet) adalah "the one who receives and delivers a scripture" sedangkan Rasul (Messenger) adalah "the one who preaches, upholds, and confirms existing scripture; he does not bring a new scripture".

 

Jadi dalam pengertian ini, mereka mendakwa semua Nabi adalah Rasul, tapi tidak semua Rasul adalah Nabi. Ini keterbalikan dari yang dipahami oleh umat Islam pada umumnya, yang mana setiap Rasul pasti Nabi, tapi tidak semua Nabi itu Rasul. Pemahaman mereka memang jelas dapat dipatahkan berdasarkan pengertian dan penjelasan yang diberikan oleh Hadits2, tapi yang menjadi masalahnya pula adalah manusia bernama Rashad Khalifa dan para pengikutnya dengan segera awal-awal lagi tidak mengakui keberadaan atau keujudan Hadits, sedangkan dalam hal ini khususnya keberadaan/keujudan Hadits sebagai salah satu yg boleh dijadikan pegangan untuk menjelaskan dan menafsirkan Al-Quran tersebut. Oleh sebab itu kerana menyedari hadits Nabi saw boleh mematahkan pegangan dan hujah mereka maka mereka langsung terus mengistiharkan hadits musuh utama mereka. Mereka menolak segala hadits-hadits.

 

Sehubungan dengan kedudukannya sebagai rasul, menurut Rashad Khalifa (lihat Quran dia: The Final Testament), tugas utamanya sebagai rasul adalah untuk mengungkapkan rahasia kode matematika Qur'an, yg mana berdasarkan kode matematika ini, akan diungkapkan 'tampering' yang telah terjadi terhadap. Al-Qur'an selama ini. Dia mendakwa kononnya dia lah “Rashad Khalifa” dan adalah rasul yang akan mengembalikan kemurnian Qur'an. Selain itu dakwanya, tugas Rashad Khalifa sebagai rasul lainnya adalah pemurnian tauhid dan pemurnian amalan-amalan praktikal ajaran2 ibadah.

 

Menarik untuk kita melihat jawaban Rashad Khalifa dan para pengikutnya terhadap. QS 5:3 (terjemahan yang sebenar/asli),

"........Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.........."

 

Jika Rashad Khalifa mengdakwa dirinya sebagai rasul, dan rasul untuk menjadi penterjemah, pembawa risalah. Maka jika ayat QS 5:3 sudah menyatakan bahawa Islam telah sempurna, jadi mengapa dia masih perlu mencipta risalah baru?

 

 

3.     Ajaran bahwa kalimat Syahadat hanya 'La illa ha ila Allah':

 

Rashad Khalifa dan para pengikutnya mengdakwa bahawa kalimat syahadat hanyalah 'La illa ha ila Allah' sahaja. Dia membuang kalimah seterusnya iaitu 'Muhammadurrasulullah' kerana dakwanya itu adalah merupakan 'modern idol worship' ('Modern idol worship'. Ini adalah kata-kata yang dipakai oleh Rashad Khalifa dalam bukunya Quran: The Final Testament). Inilah yang dimaksud oleh dia sebagai pemurnian tauhid yang menjadi salah satu tugas dia sebagai rasul. Peliknya dia pula menerima Nabi Muhammad saw sebagai seorang Nabi dan Rasul tapi dalam masa yang sama menolak kalimah 'Muhammadurrasulullah'. Manusia apakah dia ini. Tidakah dia ini seorang orientalis yang menyamar sebagai orang Islam tetapi tersirat sebenarnya mahu menyesatkan dan memecah belahkan umat Islam sendiri.

 

Konsekuensi dari ajaran ini adalah, dalam praktek Rashad Khalifa dan para pengikutnya semua hal yang bersangkutan dengan kalimat syahadat (syahadat dalam tahiyyat, adzan, iqamat dll.), kalimat syahadat kedua 'Muhammadurrasulullah' dihilangkan.

 

Beberapa hal yang dapat ditanyakan kepada Rashad Khalifa dan para pengikutnya adalah bagaimana jawaban mereka terhadap QS 94:4 dan QS 7:158, yang terjemahannya (terjemahan asli): QS 94:4; "Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu" manakala satu lagi QS 7:158; "Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat2-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk" Ini pun mereka jawab dengan berputar belit.

 

 

4.     Tidak mengakui keberadaan Sunnah Nabi SAW dan Hadits

Rashad Khalifa dan para pengikutnya tidak mengakui Sunnah sama sekali sebagai salah satu sumber hukum dalam Islam dan penjelasan terhadap Al-Qur'an (pengingkaran terhadap Sunnah secara atomatik akan merupakan pengikhtirafan terhadap Hadits yang merupakan koleksi utama dari Sunnah2 Nabi SAW). Bagi Rashad Khalifa dan para pengikutnya, Hadits adalah merupakan 'satanic teachings' (Sekali lagi ini adalah istilah yg dipakai dalam buku2 terbitan Rashad Khalifa dan pengikutnya, lihat Quran dia:The Final Testament dan Quran, Hadith, and Islam, dan juga 19 Questions for Muslim Scholars). Pengingkaran yang dilakukan oleh Rashad Khalifa dan pengikutnya bukan hanya pengingkaran secara umum, tapi secara keseluruhan. Pengingkaran terhadap Sunnah dan Hadits adalah konsekuensi logik dari dakwaan Rashad Khalifa di atas karena semua dakwaan Rashad Khalifa jelas2 akan terbantah oleh Sunnah2 dan Hadits2 yang ada.

 

Implikasi pengingkaran terhadap Sunnah dan Hadits ini adalah perbedaan dari amalan praktikal ibadah yang ada, i.e., tatacara dan bacaan2 shalat seperti: batasan aurat dalam shalat (wanita dapat shalat cukup dengan memakai baju lengan pendek dan rok), wanita boleh menjadi imam shalat laki dan tidak ada larangan shalat bagi wanita haid dan yang jelas sekali adalah perbedaan bacaan2 shalat terutama mengenai syahadat, sebagaimana telah dijelaskan di atas. Rashad Khalifa mengdakwa bahawa kononnya tatacara ibadah yang diajarkannya adalah sesuai dengan tatacara ibadah nabi Ibrahim AS. Persoalan mengapa dia memilih Ibrahim tetapi menolak Muhammad saw. tidakkah tujuannya hanya mahu memesongkan akidah sahaja. Perbedaan2 ini juga berlaku mengenai haji, puasa dan ibadah2 khusus lainnya.

 

Beberapa ayat Al-Qur'an yang dapat disinggung berkaitan dengan hal ini antara lain:

QS 16:44, "Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur'an, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan"

 

QS 33:34, "Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui"

 

QS 59:7, ".........Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah......"

 

QS 62:2, "Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah)........."

 

QS 2:151, "Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan ni'mat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui"

 

QS 3:164, "Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata"

 

QS 24:56, "Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan ta'atlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat"

 

QS 5:92, "Dan ta'atlah kamu kepada Allah dan ta'atlah kamu kepada Rasul-(Nya) dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang"

 

Dalam 'Quran' rekaannya Rashad Khalifa dan para pengikutnya (Quran: The Final Testament), beberapa ayat di atas ini ada yang berbeda jauh terjemahannya, tapi ada yang dekat sekali terjemahannya. Menarik untuk melihat bagaimana mereka menafsirkan kesemua ayat2 tersebut. dan sampai pada kesimpulan bertujuan hanya untk mengingkari Sunnah dan Hadits.

 

Demikianlah uraian singkat mengenai ajaran2 Rashad Khalifa yang sesat lagi menyesatkan. Di negara kita golongan ini dapat dikenali dengan cukup mudah bila mana kita berbicara dengan mereka maka mereka akan mengucap salam yang berbeda dengan kita kalau kita sebut “Assalamualaikum...” mereka pula cuma sebut “Salamon Alaikum” dan jika yang berkaitan dengan hadits Nabi saw mereka akan menolak mentah-mentah. Selain itu kumpulan manusia sesat ini juga menolak peristiwa Israq dan Mikraj, Azan, dan banyak lagi.

 

Mudah untuk mengenal mereka kerana semua yang berkaitan nabi Muhammad saw mereka akan pertikaikan.

 

Wassalam

 

 

Bersambung Bhg 2

 

 

 

Hosted by www.Geocities.ws

1