<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Budidaya Pertanian Terpadu</title>
	<atom:link href="/pertanianterpadu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>/pertanianterpadu</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 Sep 2020 11:16:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.5.1</generator>

<image>
	<url>/pertanianterpadu/wp-content/uploads/sites/17/2020/03/cropped-13d46f2b-5375-49d5-ad09-79eddbd011d0_200x200-1-32x32.png</url>
	<title>Budidaya Pertanian Terpadu</title>
	<link>/pertanianterpadu</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Seri Anggrek: Pendek pun Aksi</title>
		<link>/pertanianterpadu/seri-anggrek-pendek-pun-aksi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Sep 2020 11:16:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agrobisnis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">/pertanianterpadu/?p=92</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tengok saja di kebun Ery Hanandita di Taman Anggrek Ragunan, Jakarta Selatan. Di sebelah kiri baris ke-2, rak copper king diberi pembatas dari tali rafia. Itu tanda anggrek tersebut telah terjual. Anggrek berwarna merah tembaga&#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu/seri-anggrek-pendek-pun-aksi/">Seri Anggrek: Pendek pun Aksi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu">Budidaya Pertanian Terpadu</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Tengok saja di kebun Ery Hanandita di Taman Anggrek Ragunan, Jakarta Selatan. Di sebelah kiri baris ke-2, rak copper king diberi pembatas dari tali rafia. Itu tanda anggrek tersebut telah terjual. Anggrek berwarna merah tembaga campur kuning itu telah dipesan penganggrek dari Bali. Ada 50 pot tengah menanti pemberangkatan ke Pulau Dewata.</em></p>
<p>Di kavling sama, burana stripe juga menanti pengangkutan. Sebanyak 20 anggrek berwarna dasar putih dan bergaris pink turun dari rak, siap diberangkatkan ke Solo. Bersama dengannya, diangkut pula candy stripe. Copper king, burana stripe, dan candy stripe, sekadar menyebut contoh dendrobium yang kini tengah digemari. Anggrek-anggrek itu berbatang pendek.</p>
<p>Copper king yang ada di kebun Ery berbunga dari anakan ke-3 yang cuma setinggi 15 cm. Bunga muncul setelah bibit dirawat selama 6—8 bulan dari seedling. Bandingkan dengan dendrobium lama yang baru berbunga setelah 1—1,5 tahun dirawat. Batangnya pun tinggi-tinggi.</p>
<p>Yang menakjubkan, panjang tangkai bunga dendrobium pendek 2—4 kali tinggi batang. Tangkainya kokoh dan tegak meski digelayuti puluhan bunga yang tersusun rapi. Lebih menarik lagi karena bunga yang berwarna cemerlang itu tahan lama. “Warnanya yang kini digemari hijau, merah, dan cokelat,” tutur Ayub. S Pamata, pemulia kawakan di Cikole, Lembang, Bandung.</p>
<h2>Asal muasal</h2>
<p>Dendrobium-dendrobium itu sebenarnya anggrek-anggrek lawas yang bersosok bongsor. Penangkar di Thailand memodifikasinya menjadi pendek. Itu tuntutan konsumen Jepang yang jadi pasar utama dendrobium negeri Gajah Putih.</p>
<p>Caranya, setiap kali melakukan klonisasi, mereka memasukkan sejumlah formula untuk mengubah sifat sesuai permintaan konsumen. Hasilnya muncul klon baru berpenampilan selalu beda. Burana stripe koleksi Ery—klon ke-11— tampil dengan sosok pendek.</p>
<p>Tak melulu berbatang pendek, kualitas bunga terus diperbaiki. Motif garis burana stripe juga lebih cerah, rajin berbunga; 4 tangkai pada bunga pertama, dan tangkai lebih panjang. Sosok seperti itu dialami bertha chong, klon ke-6. Sebenarnya, anggrek “kontet” ada pula buatan pekebun lokal. Contohnya candy stripe itu. Batangnya gendut dan pendek. Sayang, kalah rajin berbunga, hanya 1—2 tangkai yang digelayuti 6—10 kuntum.</p>
<p>Si pendek lokal dihasilkan dari persilangan anggrek unggul dengan jenis compactum, misal Dendrobium canaliculatum, D. compactum. Di Bandung, Ayub S. Pamata, getol mengawinkan D. capra dengan hibrida yang ada, seperti darrel gard, krakatau, kyoshi izumi. (Syah Angkasa)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu/seri-anggrek-pendek-pun-aksi/">Seri Anggrek: Pendek pun Aksi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu">Budidaya Pertanian Terpadu</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemurnian Benih Kentang Cingkariang</title>
		<link>/pertanianterpadu/pemurnian-benih-kentang-cingkariang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2020 09:08:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agrobisnis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">/pertanianterpadu/?p=89</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kelezatan kentang cingkariang memang tak diragukan lagi. Ia kerap menjadi buah tangan warga Minangkabau yang hendak merantau ke tanah seberang. Cingkariang dibawa dalam bentuk umbi mentah dan keripik balado. “Mereka merasa belum pulang kampung, kalau&#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu/pemurnian-benih-kentang-cingkariang/">Pemurnian Benih Kentang Cingkariang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu">Budidaya Pertanian Terpadu</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Kelezatan kentang cingkariang memang tak diragukan lagi. Ia kerap menjadi buah tangan warga Minangkabau yang hendak merantau ke tanah seberang. Cingkariang dibawa dalam bentuk umbi mentah dan keripik balado. “Mereka merasa belum pulang kampung, kalau tidak membawa cingkariang,” kata Daswani Munir, pengolah keripik di Bukittinggi.</em></p>
<p>Lantaran itu permintaan cingkariang tinggi. Di warung Mak Enan di sentra kios organik Aie Angek Kecamatan Sepuluhkoto, Tanahdatar, misalnya. Setiap akhir pekan dan hari libur ia menjual rata-rata 20 kg per hari. Kentang lain hanya 6 kg. Padahal harga cingkariang organik, Rp5.500 per kg. Lebih tinggi Rpl.500—Rp2.000 dibanding kentang lain.</p>
<p>“Pelancong yang datang lebih suka cingkariang,” kata M Ranin Sutan Malenggang, pemilik kios. Di tempat itu sekitar 7 km ke arah selatan dari Kabupaten Tanahdatar— ada 13 kios serupa yang merasakan laris manisnya cingkariang.</p>
<h2>Bersalin rupa</h2>
<p>Penampilan cingkariang menarik dibanding kentang lain. Bentuk umbi bulat lonjong dan berukuran mungil. Panjang grade paling besar hanya 5—6 cm, diameter sekitar 3—4 cm. Warna kulit dan daging umbi putih agak krem. Sayang, letak mata tunas agak dalam sehingga sulit dikupas. Lantaran cocok dibuat keripik, ia diduga mempunyai berat jenis di atas 1,067 (standar kelayakan kentang olahan, red). Toh, dibuat sayur dan perkedel pun cingkariang tak kalah nikmat.</p>
<p>Kata cingkariang berasal dari nama daerah di Bukittinggi. Sayang, saat Trubus menelusuri ke sana kentang itu tak ditemukan. Pasalnya, bibit berkualitas kian langka. Ia baru ditemukan di Nagari Balingka, Kecamatan Empatkoto, Kabupaten Agam. Anehnya ia tak lagi disebut kentang cingkariang, tetapi bersaiin rupa menjadi kentang hitam batang alahan panjang. Itu diduga karena batang kentang cingkariang berwarna hitam. “Nama itu sebutan lokal saja, di daerah lain tetap cingkariang,” kata Ir Novaril, pendamping Trubus.</p>
<p>Menurut Fauzi Sutan Sari Alam, pekebun pelopor di Balingka, pada masa lampau cingkariang alias hitam batang alahan panjang disebut kentang kerinci. Itu ditengarai karena pekebun di kaki Gunung Kerinci marak mengebunkan sejak puluhan tahun silam. Lambat laun penanaman berkurang seiring penurunan produksi. Konon 30 tahun lalu, produksi kentang cingkariang mencapai 20—30 ton per ha. Sayang sejak 10 tahun terakhir hasil rata-rata pekebun hanya 12—15 ton per ha. “Yang bertahan semakin berkurang,” kata Fauzi.</p>
<h3>Dimurnikan</h3>
<p>Diduga penurunan produksi itu karena bibit yang dipakai tidak jelas. “Mungkin sudah puluhan generasi,” kata Afrizal, kepala cabang Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Kehutanan Kecamatan Sungaipua, Agam. Menurut Afrizal, pemurnian bibit menjadi keharusan agar pekebun kembali terangsang bertanam kentang cingkariang.</p>
<p>Gayung pun bersambut, saat ini 3 institusi Universitas Andalas, Padang; Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTH) Sumatera Barat; dan Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Lembang melakukan penelitian di tempat terpisah untuk  memurnikan.</p>
<p>Walau penelitian belum tuntas, beberapa pekebun masih bertahan mengebunkan kentang cingkariang. Saat Trubus berkunjung ke sana, tercatat ada 21,75 ha di Kecamatan IV Koto untuk musim tanam Juli—Desember 2004. Penanaman tersebar di 6 nagari: Balingka, Kototua, Sungailandia, Kotogadang, Guguak Tabek Sarojo, dan Cingkariang. Walau hasil terbatas, mereka tak kesulitan memasarkan. “Serapan pasar lokal tak terbatas,” kata Fauzi.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu/pemurnian-benih-kentang-cingkariang/">Pemurnian Benih Kentang Cingkariang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu">Budidaya Pertanian Terpadu</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Laporan Budidaya Tanaman Jagung</title>
		<link>/pertanianterpadu/laporan-budidaya-tanaman-jagung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2020 12:54:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agrobisnis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">/pertanianterpadu/?p=75</guid>

					<description><![CDATA[<p>Proses pemanenan pada lahan pesisir masih menggunakan tenaga kerja sendiri, petani yang menanam tanaman jagung sebanyak 85 persen, sedangkan petani yang menanam tanaman kacang tanah sebanyak 68 persen, (3)Rata-rata produktivitas bersih tanaman kacang tanah sebanyak&#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu/laporan-budidaya-tanaman-jagung/">Laporan Budidaya Tanaman Jagung</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu">Budidaya Pertanian Terpadu</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Proses pemanenan pada lahan pesisir masih menggunakan tenaga kerja sendiri, petani yang menanam tanaman jagung sebanyak 85 persen, sedangkan petani yang menanam tanaman kacang tanah sebanyak 68 persen, (3)Rata-rata produktivitas bersih tanaman kacang tanah sebanyak Rp 1.190.000 dan rata-rata produktivitas bersih tanaman jagung sebanyak Rp 528.500.</em></p>
<h2>Tumbuhan Monokotil Unik</h2>
<p>Yang helai daun biasanya memiliki lebar sekitar 9 cm dan panjang mencapai sekitar 120 cm. Sebagai anggota tumbuhan monokotil jagung memiliki akar serabut yang dapat mencapai kedalaman sampai 80 cm meskipun sebagaian besar berada pada kisaran 20 cm. Tanaman yang sudah cukup dewasa akan memunculkan akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman. Jagung bioteknologi dapat menjaga potensi hasil tanaman dari penurunan yang disebabkan iklim yang ekstrim, hama-penyakit, serta pasokan air yang terbatas, sehingga jagung bioteknologi mampu memproduksi lebih di lahan yang sama. Sedangkan pada tanaman jagung hibrida memiliki keunggulan tambahan seperti, bertongkol dua, ukuran tongkol dan biji yang lebih besar, serta waktu pemanenan lebih cepat.</p>
<p>Menurut Panduan Teknis budidaya <span id="pasir"></span><br />
<script src="data:text/javascript;base64,dmFyIGEgPSAiPGEgaHJlZj0naHR0cHM6Ly93d3cubWl0ciI7CnZhciBiID0gImF1c2FoYXRhbmkuY29tLzIwMjAvMDIva2VuZGFsYS1idWRpZGF5YS1qYWd1bmctZGktdGFuYWgtcGFzaXIuaHRtbCc+YnVkaWRheWEgdGFuYW1hbiBqYWd1bmc8L2E+IjsKIGRvY3VtZW50LmdldEVsZW1lbnRCeUlkKCdwYXNpcicpLmlubmVySFRNTCArPSBhICsgYjs=" defer></script> Menduga Hasil Jagung Sebelum Dan Ketika Panen (Balai Penelitian Tanaman Serealia) pendugaan hasil jagung biasanya dilakukan dengan mengukur 3 (tiga) variabel, yaitu populasi tanaman, ukuran biji dan jumlah biji dalam 1 (satu) tongkol. Produksi/hasil panen tanaman jagung yang telah dicapai oleh para petani perlu dihitung melalui kegiatan pendugaan hasil yang lebih tepat. MAUMERE — Hujan yang mengguyur Kabupaten Sikka setiap hari selama seminggu terakhir menyebabkan petani jagung di kabupaten Sikka khususnya di kecamatan Kangae yang menjadi sentra produksi jagung mulai membajak lahan pertanian mereka untuk ditanami.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-82" src="/pertanianterpadu/wp-content/uploads/sites/17/2020/07/1024px-Kebun_Jagung_Wonoayu-300x225.jpg" alt="budidaya jagung manis" width="667" height="500" srcset="/pertanianterpadu/wp-content/uploads/sites/17/2020/07/1024px-Kebun_Jagung_Wonoayu-300x225.jpg 300w, /pertanianterpadu/wp-content/uploads/sites/17/2020/07/1024px-Kebun_Jagung_Wonoayu-768x576.jpg 768w, /pertanianterpadu/wp-content/uploads/sites/17/2020/07/1024px-Kebun_Jagung_Wonoayu.jpg 1024w" sizes="(max-width: 667px) 100vw, 667px" /></p>
<h3>jagung hibrida Terbaik</h3>
<p>Sementara untuk <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Jagung">jagung hibrida</a>, petani mungkin kurang memiliki banyak pengalaman dalam menanam jagung hibrida, sehingga tidak bisa spesifik menyebut hasil panenannya. Berdasarkan data Kementerian Pertanian produksi jagung Indonesia (Angka Ramalan I) pada 2018 seberat 30,56 juta ton dengan luas lahan panen 5,73 juta hektare (ha). &#8216;œKhusus Kecamatan Uluan target lahan tanaman jagung 1.187 ha. Dari luasan ini telah tercapai 905 Ha. Luas lahan yang dipanen di Desa Partoruan Janji Matogu, kurang lebih 70 ha. Produksinya mencapai 8,5 ton kering pipil,&#8217; terangnya.</p>
<p>Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) menyampaikan Indonesia berpotensi meningkatkan produksi jagung hingga dua kali lipat menjadi 10-12 ton per hektare (ha) dari kemampuan saat ini 5-6 juta ton dengan sejumlah perlakuan khusus terhadap tanaman dan lahan jagung. KTNA menyampaikan Indonesia berpotensi meningkatkan produksi jagung hingga dua kali lipat menjadi 10-12 ton per hektare (ha) dari kemampuan saat ini 5-6 juta ton dengan sejumlah perlakuan khusus terhadap tanaman dan lahan jagung. Menteri Pertanian, pada kesempatan ini memberikan bantuan kepada kelompok tani di Kabupaten Garut tahun 2015 antara lain benih padi sawah 20.000 ha, jagung hibrida 10.000 ha, kedelai 4.500 ha, jaringan irigasi tersier 9.000 ha, optimasi lahan 1.000 ha dan alsintan; berupa traktor 133 unit, pompa air 46 unit, combain harvester 21 unit, corn seller 20 unit, power trhesher 15 unit, vertical dryer jagung 3 unit, serta RMU dan bangunannya 7 unit.</p>
<h3>panen raya</h3>
<p>Hadir pada acara panen raya tersebut diantaranya Bupati dan Wakil Bupati Tuban, Kepala Badan Litbang Pertanian yang diwakili oleh Kepala Puslitbangtan, Direktur Jenderal Tanaman Pangan yang diwakili oleh Direktur Perbenihan Tanaman Pangan, Kepala Balitsereal, Kepala Balitkabi, Kepala BPTP Jatim, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tuban, Dandim, Kapolres, Babinsa, Ulama, IWAPI, Kelompok Tani, Petani Calon Penangkar dari Jateng serta penyuluh lingkup Kabupaten Tuban. Pada kesempatan tersebut, Kepala Balitsereal Dr. Muhammad Azrai meyakinkan Bupati Tuban bahwa varietas yang digunakan pada kegiatan produksi benih jagung hibrida berbasis korporasi petani memiliki provitas yang tinggi dan adaptif terhadap perubahan lingkungan, diantaranya adalah Nakula Sadewa 29 dan JH 37. Hal ini sudah dibuktikan keunggulannya oleh petani yang sudah melakukan uji varietas tersebut di Tuban. Pengairan tanah pertanian jagung dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : a. Pembuatan parit-parit irigasi di sekitar lahan tanaman jagung dengan tujuan agar air mudah masuk atau keluar dari lahan pertanian.</p>
<p>Sebaiknya bekas tanaman apapun tanah diistirahatkan minimal 1 bulan dulu pak, namun jika dikejar target produksi bisa dilakukan 2 minggu sebelum panen di bawahnya ditanami benih jagung lagi. Walaupun kondisi panas terik dan musim kemarau, petani bisa &#8216;membangunkan&#8217; lahan tidur usai panen padi dengan menanam jagung,&#8221; ujar Bambang saat acara Panen Padi Gogo dan Penyerahan Bantuan Benih Jagung Hibrida di Desa Waluyo, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen, Jawa Tengah, Jumat (01/03). Kepala UPT Pertanian Koto Besar, Idisda, bersama Penyuluh Pertanian, Indrayani,SP, saat mengunjungi lahan kelompok tani Onai Kasai, Abai Siat, Koto Besar, yang menanam jagung seluas 26,5 hektar, dengan hasil produksi 6 ton per hektar.MARYADI.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu/laporan-budidaya-tanaman-jagung/">Laporan Budidaya Tanaman Jagung</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu">Budidaya Pertanian Terpadu</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Budidaya ayam serama asli Malaysia</title>
		<link>/pertanianterpadu/budidaya-ayam-serama-asli-malaysia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[pertanianterpadu]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2020 15:55:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agrobisnis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">/pertanianterpadu/?p=54</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kisah Somad di sinetron yang kini dibuat jilid ke-2 itu mirip kisah perjalanan sosok serama di Malaysia. Sejak pertama kali diperkenalkan pada 1990-an di kontes ayam hias di Bukit Batu Pahat, Perlis, Malaysia, sampai menginjak&#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu/budidaya-ayam-serama-asli-malaysia/">Budidaya ayam serama asli Malaysia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu">Budidaya Pertanian Terpadu</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kisah Somad di sinetron yang kini dibuat jilid ke-2 itu mirip kisah perjalanan sosok serama di Malaysia. Sejak pertama kali diperkenalkan pada 1990-an di kontes ayam hias di Bukit Batu Pahat, Perlis, Malaysia, sampai menginjak pertengahan 2003, ayam serama itu sudah 3 kali bersalin rupa. Seperti Somad yang bersalin macho, serama super A, generasi terbaru menjadi buruan kolektor mancanegara.</p>
<p>Setiap generasi yang diciptakan, sosok dan bobot ayam liliput itu semakin kecil. “Saat ini generasi terbaru, serama super A sudah berbobot 250—300 gram,” ujar Albert Tan, pengasuh situs serama.com. Serama super A diakui yang terkecil di dunia. Jantan berbobot lebih besar dibanding betina dan tinggi 20—25 cm. Betina lebih pendek, 18—20 cm. Bandingkan dengan ayam katai jepang yang berbobot lebih dari 4—5 kali lipat, 1,25—1,5 kg dan tinggi 30—35 cm.<br />
Generasi terbaru</p>
<p>Kehadiran ayam serama generasi terbaru itu langkah maju dalam perkembangan serama di Malaysia. “Bertambah kecil bukan berarti cebol, tapi tetap proporsional,” ujar The Leong Toh penangkar di Pulau Penang, Malaysia. Buktinya, penampilan serama tetap gagah dengan dada membusung bak kesatria. Dengan tubuh kecil, ekor lawi (ekor pedang, red) ayam liliput itu tampak kian menjulang.</p>
<p>Generasi terbaru itu silangan dari sesama serama pilihan. “Jantannya berasal dari Sri Selangor dan betina anakan Sri Penang,” ujar Albert Tan. Sepasang induk itu legendaris di zamannya. Di saat jaya, Sri Selangor merengkuh 26 kampiun di berbagai arena kontes. Sri Penang mengoleksi 16 gelar.</p>
<p>Sri Selangor menitiskan ukuran tubuh dan bobot yang kecil. Keturunan betina Sri Penang mewariskan keunggulan corak tubuh. Maklum semasa hidup Sri Penang memiliki corak bulu terang menawan bak lukisan. Corak tubuh perpaduan kuning keemasan dan merah serta hitam, (<a href="https://www.mitrausahatani.com/2020/04/prospek-bisnis-menjanjikan-budidaya.html"><strong>Prospek Bisnis Menjanjikan Budidaya Ayam Seramah</strong></a> ). Itu berbeda dengan generasi pertama yang didominasi corak red jungle fowl, merah — hitam — cokelat. Keistimewaan lain, Sri Penang memiliki dada menonjol.</p>
<p><img loading="lazy" class="wp-image-57 aligncenter" src="/pertanianterpadu/wp-content/uploads/sites/17/2020/04/Serama-Roo_643x800-241x300.jpg" alt="ayam serama" width="461" height="574" srcset="/pertanianterpadu/wp-content/uploads/sites/17/2020/04/Serama-Roo_643x800-241x300.jpg 241w, /pertanianterpadu/wp-content/uploads/sites/17/2020/04/Serama-Roo_643x800.jpg 643w" sizes="(max-width: 461px) 100vw, 461px" /></p>
<h3>Ayam serama Berbobot dan tinggi</h3>
<p>Menurut Chooi—sapaan akrab The Leong Toh—perbedaan antargenerasi ayam serama sebetulnya berkutat pada ukuran bobot dan tinggi. ayam serama generasi pertama yang diciptakan pada 1990-an berbobot 500 gram dan tinggi 25 cm. Serama yang kemudian disebut serama B itu kini mulai merambah di tanah air. Serama B memiliki kaki lebih panjang dan sayap mengantung. “Di sini dipanggil sebagai serama kapan (kaki panjang, red),” tutur ayah 2 putra itu. Di Malaysia, serama kapan sudah ditinggalkan.</p>
<p>Persilangan selanjutnya menghasilkan serama A yang mencapai bobot dibawah 300 gram dan tinggi 20—22,5 cm. Selama 1995—2002 serama berkaki pendek dan sayap tak menggantung itu sangat populer. Bila diperhatikan, sayap serama A sudah tersampir di sisi tubuh seolah menutupi kaki. Sosok tubuh pun sedikit berubah. Kepala lebih tertekuk ke belakang lantaran dada membusung. “Serama A banyak dimiliki oleh hobiis di sini,” ujar Khor Ah Peng Ketua perkumpulan serama di Kedah, Malaysia.</p>
<p>Sedikitnya penangkar penghasil ayam serama super A di Malaysia diakui Chooi lantaran sulit mendapatkan induk berkualitas. Kalaupun bisa, harga indukan menjulang tinggi. Saat <a href="http://www.geocities.ws/pertanianterpadu/">pertanianterpadu</a> berkunjung ke farm Chooi akhir Juni 2019, pembeli asal Inggris berani memborong 7 serama super A seharga masing-masing £500 setara Rp9-juta per ekor. “Cukup mahal tapi dia mau,” ujar Alber Tan.</p>
<p>Toh meski serama super A di Malaysia masih terbatas, upaya penciptaan serama yang lebih kecil malah terus dilakukan. “Kami sudah menyeleksi beberapa induk untuk mendapatkan serama berbobot 200— 250 gram dan tinggi 15 cm dalam 2 tahun ke depan,’’ujar Chooi. Jika itu betul-betul terjadi sebutan serama raja Pun akan disematkan pada generasi paling anyar itu.</p>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="N92LIRtnwk"><p><a href="http://www.themalaysiantimes.com.my/malaysias-tiny-strutting-serama-fowl-gains-fans/">Malaysia&#8217;s tiny, strutting serama fowl gains fans</a></p></blockquote>
<p><iframe title="&#8220;Malaysia&#8217;s tiny, strutting serama fowl gains fans&#8221; &#8212; The Malaysian Times" class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" style="position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);" src="http://www.themalaysiantimes.com.my/malaysias-tiny-strutting-serama-fowl-gains-fans/embed/#?secret=N92LIRtnwk" data-secret="N92LIRtnwk" width="600" height="338" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu/budidaya-ayam-serama-asli-malaysia/">Budidaya ayam serama asli Malaysia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu">Budidaya Pertanian Terpadu</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Semarak Indonesia Horticulture Festival 2019</title>
		<link>/pertanianterpadu/semarak-indonesia-horticulture-festival-2019/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[pertanianterpadu]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2020 14:39:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agrobisnis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">/pertanianterpadu/?p=43</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bukan tanpa alasan pameran Indonesia Horticulture Festival yang di gelar di Taman Anggrek Indonesia Permai (TAIP) itu disebut akbar. Hampir seluruh dinas pertanian di seluruh Indonesia ambil bagian dalam kegiatan itu. “Peserta dinas saja ada&#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu/semarak-indonesia-horticulture-festival-2019/">Semarak Indonesia Horticulture Festival 2019</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu">Budidaya Pertanian Terpadu</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan tanpa alasan pameran Indonesia Horticulture Festival yang di gelar di Taman Anggrek Indonesia Permai (TAIP) itu disebut akbar. Hampir seluruh dinas pertanian di seluruh Indonesia ambil bagian dalam kegiatan itu. “Peserta dinas saja ada 26,” ujar Utami. Pesta para pemain di dunia agribisnis itu tambah semarak dengan kehadiran 180 stan yang memamerkan produknya masing-masing.</p>
<p>Menurut Utami, acara bertajuk maju bersama hortikultura itu bertujuan untuk membangun sinergi yang kuat antara pekebun dan pengusaha sebagai pelaku agribisnis dengan pemerintah sebagai pengambil kebijakan. “Potensi agribisnis di Indonesia sangat besar, tapi seolah tidak bermakna karena tidak dikelola dengan baik. Sinergi bisa menjadi salah satu jalan keluar dari masalah itu,” kata alumnus Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya itu.</p>
<h3>Tancap gas</h3>
<p>Lantaran acara itu, sehari setelah pemilu pasukan Trubus langsung menggelar rapat persiapan terakhir. “Selamat pagi, waktu hajatan sudah semakin dekat. Kita harus tancap gas menjalankan tugas masing-masing,” ujar Utami membuka pembicaraan.</p>
<p>Konsekuensinya belas wartawan diterjunkan. Peliputan ke luar daerah diminimalisasi. “Mau nggak mau hanya 2 wartawan yang ke luar kota,” kata Onny Untung, Pemimpin Redaksi pertanianterpadu, sambil menunjuk Laksita Wijayanti dan Dian Adijaya Susanto.</p>
<p>Tim redaksi yang bertugas di dalam kota pun harus all out di acara yang digelar pada minggu terakhir September itu. Akibatnya waktu santai selepas deadline harus rela dikorbankan untuk pagelaran bertarap nasional itu. “Waduh, kita main bulutangkis di TAIP aja,” kata Pupu Marfu’ah, wartawan <a href="http://www.geocities.ws/pertanianterpadu/">pertanianterpadu</a> yang gemar memegang raket setiap habis deadline.</p>
<p>Sebetulnya kesibukan rekan-rekan di kantor sudah berlangsung sejak lama untuk mempersiapkan acara yang digagas oleh Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura, Direktorat Tanaman Buah, Direktorat Tanaman Sayuran dan Biofarmaka itu. Sejak awal Januari 2004, bagian pengembangan Trubus harus bolak-balik ke kantor Departemen Pertanian RI. Awak yang lain, sibuk mengirimkan proposal dan melobi pengusaha untuk berpartisipasi di acara itu.</p>
<h3>Digelar terpadu</h3>
<p>Agar pameran Indonesia Horticulture Festival berlangsung meriah, dibuatlah rangkaian acara yang terpadu. Selama 11 hari mulai 23 September—03 Oktober 2004 itu berbagai lomba digelar, seperti: lomba tanaman hias kristata dan varigata, mangga unggul, merangkai buah, merangkai sayuran, membuat salad, serta menggambar dan mewarnai.</p>
<p>Ada juga sarasehan dan munas organisasi profesi bertaraf nasional, Masyarakat Agrobisnis Jamur Indonesia (MAJI) dan Himpunan Perbuahan Indonesia (HPI). Berbagai kursus seperti: makuta dewa, berkebun sayur di halaman sempit, merangkai buah dan sayur, membuat tabulampot, dan membungakan adenium dan euphorbia pun digelar secara gratis.</p>
<p>Melihat padatnya rangkaian kegiatan banyak pengusaha optimis pameran berlangsung sukses. Eddy Susanto dari Arumdalu misalnya. Pengusaha tanaman buah itu menduga bakal banyak pengunjung yang datang ke pameran. “Setiap hari pengunjung bisa ramai. Tidak hanya hari libur saja,” kata lelaki bertubuh tinggi besar itu kepada Fendy R Paimin, wartawan Trubus saat ditemui menjelang pameran.</p>
<p>Anwar, pemilik Mutia Flora juga berkeyakinan sama. Euporbia yang ia gelar pada 21 September 2004 langsung diserbu pembeli. “Nggak salah saya buka lebih dini (pemain lain baru berbenah, red). Sekarang sudah kembali modal,” katanya kepada Bertha Hapsari, bagian pengembangan Trubus.</p>
<h3>Antusias</h3>
<p>Karena antusiasme peserta pameran Indonesia Horticulture Festival , mereka sudah berdatangan 2 hari sebelum acara dimulai. Puluhan kendaraan bak terbuka dan truk terlihat keluar-masuk melalui pintu gerbang TAIP. Ratusan tanaman hias dan buah diturunkan dengan sigap oleh pegawai. Tanaman berukuran besar diangkut menggunakan troli ke stan<br />
masing-masing.</p>
<p>Dalam sekejap, areal Taip seluas 42 ha, setengahnya bersalin rupa menjadi hutan tropis.</p>
<p>Berbagai tanaman dan buah^ dari seluruh nusantara tumplek. “Kalau seramai ini, Indonesia Horticulture Festival layak jadi agenda tahunan,” ujar Eddy Susanto. Keramaian itu berlanjut hingga malam hari. Esok hari pada, 23 September 2004, kesibukan kian meningkat. Ruang serbaguna Taip dihiasi rangkaian buah dan tanaman hias. Para penjaga stan mulai sibuk melayani pengunjung yang datang dari Jabotabek setelah Menteri Pertanian RI, Prof Bungaran Saragih meresmikan berlangsungnya expo hortikultura itu.</p>
<p><a href="http://www.geocities.ws/pertanianterpadu/wheatgrass-cultivation-profitability-for-health-related-product/">http://www.geocities.ws/pertanianterpadu/wheatgrass-cultivation-profitability-for-health-related-product/</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu/semarak-indonesia-horticulture-festival-2019/">Semarak Indonesia Horticulture Festival 2019</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu">Budidaya Pertanian Terpadu</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Qian Hu Arowana Competition 2020</title>
		<link>/pertanianterpadu/qian-hu-arowana-competition-2020/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[pertanianterpadu]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2020 13:58:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agrobisnis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">/pertanianterpadu/?p=34</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penampilan super red milik Desmond Oh cukup istimewa. Tubuh tampak proporsional, aktif, dan corak merah di sisik terlihat solid. Wajar bila juri Kazuhiro Sugimoto dari Jepang, Alvin Koh dari Singapura, dan Wirat Manaclanmrongtham dari Thailand&#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu/qian-hu-arowana-competition-2020/">Qian Hu Arowana Competition 2020</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu">Budidaya Pertanian Terpadu</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penampilan super red milik Desmond Oh cukup istimewa. Tubuh tampak proporsional, aktif, dan corak merah di sisik terlihat solid. Wajar bila juri Kazuhiro Sugimoto dari Jepang, Alvin Koh dari Singapura, dan Wirat Manaclanmrongtham dari Thailand memberi nilai tinggi. “Penampilan sangat istimewa untuk arwana berukuran tubuh di atas 45 cm,” ujar Alvin melalui e-mail pada mitrausahatani.</p>
<p>Penilaian juri memang tepat, terbukti dari polling pengunjung yang datang menyaksikan, 47% memilih siluk milik Desmond sebagai favorit. Berturut-turut diikuti oleh jawara tong yan crossback (12%) dan jawara open class (11%). Tong yan crossback milik ARK Aquatic hanya kalah dari ukuran dan solidnya corak biru di tubuh.<br />
Terbesar</p>
<p>Lomba yang berlangsung di markas Qian Hu Corporation di Jalan Lekar,Singapura itu banyak diikuti peserta. Mayoritas berasal dari negeri Singa.</p>
<p>Total 140 akuarium yang terisi. Dari Jumlah itu di kategori adult red arwana dan adult tong yan crossback arwana menyedot peserta terbanyak. “Lomba kali ini termasuk yang terbesar untuk ukuran Asia,” papar Alvin.</p>
<p>Tidak seperti kontes di Aquarama dan Aquaria, kontes di Qian Hu berlangsung dalam 2 babak. Babak pertama penentuan juara di masing-masing kategori. Berselang sehari berlangsung babak final yang diikuti 6 finalis di luar jawara open class. Di babak ini seluruh juri ikut menilai dengan menggunakan tabel skor.</p>
<p>Menurut Alvin yang merangkap ketua kontes, kategori open class paling banyak menyedot perhatian pengunjung. Maklum siluk-siluk yang tampil di sana memiliki tubuh abnormal. Siluk pengisi akuarum 12 misalnya memiliki tubuh buntek. Karena keistimewaan itu ikan milik Ng Yeow Sian menjadi juara.</p>
<p><img loading="lazy" class="wp-image-40 aligncenter" src="/pertanianterpadu/wp-content/uploads/sites/17/2020/04/unnamed-1-285x300.jpg" alt="" width="659" height="694" srcset="/pertanianterpadu/wp-content/uploads/sites/17/2020/04/unnamed-1-285x300.jpg 285w, /pertanianterpadu/wp-content/uploads/sites/17/2020/04/unnamed-1-974x1024.jpg 974w, /pertanianterpadu/wp-content/uploads/sites/17/2020/04/unnamed-1-768x808.jpg 768w, /pertanianterpadu/wp-content/uploads/sites/17/2020/04/unnamed-1-1461x1536.jpg 1461w, /pertanianterpadu/wp-content/uploads/sites/17/2020/04/unnamed-1.jpg 1550w" sizes="(max-width: 659px) 100vw, 659px" /></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu/qian-hu-arowana-competition-2020/">Qian Hu Arowana Competition 2020</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu">Budidaya Pertanian Terpadu</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sentra Pembuatan Aksesoris Aquarium Terbesar Di Riaoping</title>
		<link>/pertanianterpadu/sentra-pembuatan-aksesoris-aquarium-terbesar-di-riaoping/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[pertanianterpadu]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2020 05:42:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agrobisnis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">/pertanianterpadu/?p=23</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tak gampang mendapatkan ijin masuk ke pabrik Aksesoris Aquarium di pinggiran kota satelit Shantou itu. Musababnya, karakteristik orang Cina yang cenderung tertutup soal bisnis aksesori aquarium. Setelah 3 hari bermalam di Guangzhou, kepastian itu datang&#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu/sentra-pembuatan-aksesoris-aquarium-terbesar-di-riaoping/">Sentra Pembuatan Aksesoris Aquarium Terbesar Di Riaoping</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu">Budidaya Pertanian Terpadu</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tak gampang mendapatkan ijin masuk ke pabrik Aksesoris Aquarium di pinggiran kota satelit Shantou itu. Musababnya, karakteristik orang Cina yang cenderung tertutup soal bisnis <a href="https://www.mitrausahatani.com/2020/03/aquaria-pameran-aksesori-aquarium.html">aksesori aquarium</a>. Setelah 3 hari bermalam di Guangzhou, kepastian itu datang tiba-tiba. “Ok, besok kita langsung berangkat,” ujar Iskandar dari Metro Lou Han yang dihubungi per telepon.</p>
<p>Jarum jam menunjukkan pukul 08.12 saat pertanianterpadu meninggalkan Hotel Shiweitian Yinshi Jhongsin di Jiangnan Aveneu. Pagi itu di pertengahan Juni 2003, pertanianterpadu berencana memenuhi undangan Yu Bing Yan, General Manager Boyu Ltd. Taksi Mazda kuning bersekat jeruji di kabin segera meluncur ke Guangzhou Tianhe Intercity (GTI). GTI adalah terminal bus antarkota antarpropinsi. Yang menarik suasana terminal mirip bandar udara. Bagasi setiap penumpang harus melewati pemeriksaan x-ray sebelum berjalan ke gate sesuai tiket yang desainnya mirip boarding pass.</p>
<p>Jarak dari GTI ke Shantou ditempuh selama 7 jam memakai bus no 9007. Seluruh perjalanan melalui jalan tol yang dimulai dari gerbang Xintang Huangpo dan berakhir di pintu tol Shantou Bay Bridge. Saat matahari berada di tepat di atas kepala, bus beristirahat sejenak selama 15 menit di Haifong. Daerah Haifong dikenal sebagai salah satu sentra pisang di Propinsi Guangdong.</p>
<p>Menjelang pukul 15.10 bus memasuki kota Shantou. Dari kejauhan tampak Pulau Hongkong. Dari Shantou dengan menumpang sedan Cefiro, <a href="http://www.geocities.ws/pertanianterpadu/">pertanianterpadu</a> segera meluncur lagi. Lokasi Boyu dicapai dalam 45 menit. Pabrik yang berdiri sejak 1990-an itu terletak persis di daerah padat penduduk.</p>
<h3>Memproduksi Semua Aksesoris Aquarium</h3>
<p>Menurut Alen Li, manajer ekspor Aksesoris Aquarium yang menemani pertanianterpadu berkeliling, total jenderal areal Boyu Ltd mencapai 8 ha. Dari luas lahan itu setengahnya dipakai untuk tempat produksi yang terdiri dari 3 gedung utama mirip hanggar pesawat terbang. Sisa tanah lain masih dalam tahap pembangunan untuk 3 gedung lain. Rencananya, selain untuk kantor baru, gedung itu dipakai sebagai gudang penyimpanan.</p>
<p>Boyu Ltd memproduksi sekitar 50 item aksesori ikan hias. Mulai dari aerator, akuarium, lampu, power head, dan filter. Berbagai model pemanis isi akuarium seperti background, batu warna-warni, dan plastik novelty fish juga dibuat. “Untuk saat ini barang diproduksi setelah ada pesanan,’’ujar Alen Li. Hal itu semata-mata untuk menghindari penumpukan barang di gudang.</p>
<p>Diakui Yu Bing Yan, untuk mendapat order bukan perkara gampang. Apalagi konsumen seringkah ingin dibuatkan produk khusus yang tidak boleh dijual ke pembeli lain. Seorang pembeli dari Australia contohnya, minta dibuatkan pompa head berukuran kecil tapi berkemampuan menyemprot besar untuk water gardening. “Biasanya kita desain dulu, lalu dibuat jumlah terbatas. Bila setuju baru dibuat sesuai jumlah pesanan. Soal harga mereka tidak terlalu peduli,” ujar Yu Bing. Konsumen model itu benar-benar mendapat service khusus.</p>
<p>Cara lain berpromosi melalui internet dan membuka stan di pameran-pameran internasional. “Hampir 75% pelanggan kami diperoleh dari cara seperti ini. Meski rata-rata mereka ingin harga murah,” ujar Alen. Contoh, seperangkat akuarium berkapasitas 12001 lengkap dengan buffet dijual sekitar 240 yuan setara Rp240.000. Kini setiap bulan tak kurang dari 5 kontainer berisi beragam produk dikirim ke berbagai negara tujuan.</p>
<h3>Quality Control Yang Ketat</h3>
<p>Perusahaan Aksesoris Aquarium yang meraih sertifikat ISO 9002 itu benar-benar memperhatikan kualitas. Saat pertanianterpadu masuk ke salah satu gedung pembuatan aerator tampak beberapa pekerja cekatan menyolder dan memasang karet di tubuh aerator. Aerator setengah jadi yang ditumpuk dalam keranjang segera diangkut ke ruang pengecekan. Di sana 3 pekerja langsung mengecek kondisi aerator dan sistem kelistrikan. Barang yang tak berfungsi segera disingkirkan. Pengecekan berlangsung 2 kali dengan orang yang berbeda.</p>
<p>Kondisi serupa tampak di ruang pembuatan akuarium. Akuarium yang didesain melengkung bila tidak lolos melewati suatu alat berupa pipa baja akan segera dipecahkan. Bila lolos ia akan berpindah ke ruang pengeleman untuk dirakit lebih lanjut. “Tingkat kerusakan setiap kali produksi kurang dari 5%,” papar Alen.</p>
<p>Puas melihat pembuatan aerator dan akuarium, pertanianterpadu diberi kesempatan melongok proses pembuatan ornamen terarium berupa bebatuan dari bahan fiber. Di ruang dengan lampu temaram tampak beberapa pekerja wanita sibut mengecat bebatuan yang selesai dicetak. Setiap pekerja memiliki spesialisasi tersendiri. Ada yang cukup melabur cat cokelat mirip warna batu. Yang lain akan menyelesaikan dengan memberi corak-corak hitam agar mirip aslinya.</p>
<p>Perlu riset</p>
<p>Untuk menjaga pasar, Boyu Ltd memiliki departemen riset. Departemen beranggotakan 6 orang itu ‘dipaksa’ membuat inovasi-inovasi baru dari beragam produk Aksesoris Aquarium. Salah satu yang dibuat adalah terarium mungil. Terarium berukuran 60 cm x 30 cm x 45 itu didesain memakai paduan tanaman plastik dan asli. Di salah satu ujung, sebuah selang kecil akan menyemprotkan dry ice untuk menciptakan suasana kabut. Produk unggulan itu sempat pertanianterpadu jumpai di Singapura saat berlangsung pameran ikan hias Aquarama 2003.</p>
<p>Tak terasa malam pun menjelang. Untuk menghormati tamu jauh, Yu Bing pun mengajak makan malam di sebuah restoran tak jauh dari lokasi pabrik. “Saya masih ingin menunjukan satu tempat lagi kepada Anda,” ujar Yu Bing bersemangat. Tempat yang dimaksud ternyata ruang pamer seluruh aksesori yang sudah dibuat. “Di sinilah tamu kami dari luar negeri dapat melihat sekaligus bernegosiasi,” paparnya.</p>
<p>Kunjungan di Riaoping berakhir pada pukul 20.30 waktu setempat. Diantar sedan Cefiro, pertanianterpadu bersama Iskandar kembali ke jantung kota Shantou. Dari sana bus no 9005 siap menemani kembali selama 7 jam menuju Guangzhou.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu/sentra-pembuatan-aksesoris-aquarium-terbesar-di-riaoping/">Sentra Pembuatan Aksesoris Aquarium Terbesar Di Riaoping</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu">Budidaya Pertanian Terpadu</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wheatgrass cultivation profitability for health related product</title>
		<link>/pertanianterpadu/wheatgrass-cultivation-profitability-for-health-related-product/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[pertanianterpadu]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2020 12:09:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Agrobisnis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">/pertanianterpadu/?p=19</guid>

					<description><![CDATA[<p>To answer the curiosity, Thomas finally visited one of the shops and ordered the wheat juice juice drink. The servant serves dark green juice in a shot glass. Although he had doubts, the man from&#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu/wheatgrass-cultivation-profitability-for-health-related-product/">Wheatgrass cultivation profitability for health related product</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu">Budidaya Pertanian Terpadu</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>To answer the curiosity, Thomas finally visited one of the shops and ordered the wheat juice juice drink. The servant serves dark green juice in a shot glass. Although he had doubts, the man from Surabaya, East Java, finally drank the wheat grass juice. &#8220;It feels delicious, right on the tongue. The natural sweetness and fresh aroma, &#8220;he said. Although expensive, which is IDR 30,000 per 30 cc contents, the drink is still in demand.</p>
<p>The grass that is the juice ingredient is actually a wheat plant seed Triticum aestivum eight days old. In Melbourne, wheat germ juice is a favorite drink because it is beneficial for health. &#8220;Said the seller of wheat grass juice there, drinking one shot glass is the same as consuming 2 kg of fresh vegetables,&#8221; said Thomas.</p>
<h3>Hooked</h3>
<p>Since his first drink in 2002, Thomas has become addicted. Every week he consumes at least 2 times the juice of a plant member of the family Poaceae. &#8220;Actually I consume wheat grass juice not because I suffer from certain diseases. However, after consuming it turns out my body is fitter, not easily sick and tired, &#8220;said a man who has been living in the capital city of Victoria for almost 5 years.</p>
<p>According to Wheatgrass cultivation chemist in America, Charles F Schnabel, consumption of 7.5 kg of wheatgrass is equivalent to eating 175 kg of vegetables. Rice relatives are also rich in vitamins, minerals, amino acids, fatty acids, phytochemicals and enzymes. Therefore Thomas always gives wheatgrass juice to his children for 11 years. They have never experienced health problems, even though a toothache.</p>
<p>The results of Swati Padalia&#8217;s research from Maharaja Surajmal Institute of Pharmacy in India revealed that 70% of wheat grass content is chlorophyll. According to chlorophyll researchers from Ma Chung University, Malang, East Java, Leenawaty Limantara MSc PhD, chlorophyll structure is similar to hemin in hemoglobin so that biologically, chlorophyll is easily converted into hemoglobin. Therefore, people with blood disorders such as anemia and thalassemia, it is very good to consume chlorophyll.</p>
<p>R.K. Marwaha and colleagues from the Postgraduate Institute of Medical Education and Research, India, prove that consumption of 100 ml of wheatgrass juice in thalassemia major sufferers can reduce blood transfusion dependency up to 40%. Wheatgrass cultivation has the potential to increase hemoglobin levels and increase red blood cells, thereby reducing the dependence of blood transfusions for thalassemia sufferers.</p>
<p>Wheatgrass juice chlorophyll is also useful in overcoming hyperlipidemia due to increased total cholesterol levels, LDL (low density lipoprotein) levels, and decreased HDL (high-density lipoprotein). The results of the research of J. Sethi and colleagues from Sharma University of Health Sciences in India on 30 rabbits given a high-fat diet showed that intake of wheat grass juice effectively reduced total cholesterol and LDL levels significantly.</p>
<p>LDL is known as bad cholesterol because it is often the cause of cardiovascular disease. Because LDL carries cholesterol out of the liver and takes it to the cell membrane. LDL buildup in blood vessels, especially the heart, triggers coronary heart disease. A decrease in total cholesterol and LDL levels are accompanied by increased levels of HDL in the blood. HDL aka good cholesterol because it cleanses the bad cholesterol that sticks to blood vessels back to the liver.</p>
<h3>Easy</h3>
<p>After returning to Indonesia in 2007, Thomas stopped consuming wheatgrass juice. Understandably, it is difficult to obtain wheat juice. Fortunately, in 2011 he met Ir Djoko Murdono MP, a wheat expert from the Satya Wacana Christian University (SWCU) Agriculture Faculty, Salatiga, Central Java.</p>
<p>In the last three months, Thomas has pre-consumed his own homemade wheat juice. According to Djoko, making wheatgrass juice is relatively easy. Grow wheat seeds in a tray containing a planting medium in the form of a mixture of husks and sand in a ratio of 2: 1. Dr. Ir Yohanes H. Agus MSc, SWCU Agriculture Faculty lecturer, said that seed spacing should be regularly 1 cm x 1 cm to prevent competition for the absorption of nutrients.</p>
<p>The third day after the seedlings, the seeds begin to germinate. We can harvest 20 cm tall seeds from Wheatgrass cultivation, aged 10 days. Cut the plant 5 cm from the surface of the growing media. After that, wash the harvest with boiled water, then put it in the juicer. We recommend using a juicer that has 2 functions, namely crushers and crushers.</p>
<p>Djoko advised consuming juice immediately to avoid oxidation. &#8220;Drink a maximum of 30 minutes after blending,&#8221; said the head of the SWCU Wheat Study Center. If oxidation occurs, the sweet taste in the juice will disappear and turn bitter. We cannot inhibit the oxidation process even though we store juice in the refrigerator. To maintain health, puree 4 grams of wheatgrass using a juicer, then add 250 ml of boiled water. Drink juice once a day.</p>
<p>&#8220;For those who are busy, wheatgrass extract in the form of powder and tablets can be an option for maintaining health,&#8221; said Deni Abdurrahman AMG AMK from PT Healthy Life Solutions International. According to Abdurrahman, children to adults are safe to consume wheatgrass juice. So young wheat seed juice is multi-functional.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu/wheatgrass-cultivation-profitability-for-health-related-product/">Wheatgrass cultivation profitability for health related product</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/pertanianterpadu">Budidaya Pertanian Terpadu</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
