site name here
ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH


          
version 1.0

    home


Topik Umum

>AKHBAR
>PROFIL KAMI
>ARTIKEL
>TELAAH KITAB
>IPTEK


Topik Khusus

>GAME ONLINE
>DOWNLOAD
>AGENDA KAMI
>LINK


affilates

     

--ARTIKEL--                                                Kembali ke Halaman utama wall article



SOLUSI SYAR`I TENTANG PACARAN

Oleh: Muhammad Amilurrohman
Publikasi ?/Maret/2004

Pacaran adalah kegiatan yg digandrungi remaja yang lagi jatuh cintrong. Tapi apakah benar hubungan ini akan memberikan sebuah kebahagiaan nantinya? atau mungkin hanya menjadikan harga diri dan kehormatan jatuh nggak ketulungan? dan bagaimanakah Islam memandang hubungan bertajuk pacaran? dan bagaimana Islam ngasih solusi? Na.hhh itu semua bisa Anda saksikan di artikel ini. Maka itu pelototi terus aja artikel, Yuuuuukkkk!!!!

Untung Rugi Pacaran

A pa untungnya pacaran? �Kita bisa berbagi, curhat, dan sebagainya yang enak-enak deh,� Mumu ngasih penjelasan. Hal yang senada dilontarkan Windie, �Pacaran itu untungnya ada yang perhatian, ada yang nganter, ada yang bisa diajak sharing,� Begitu celotehnya dua orang insan yang mungkin bisa mewakili pendapat temen-temen seusianya. Bener, siapa sih yang nggak suka diperhatiin? Siapa sih yang nggak suka dianterin (ngomong-ngomong bisa hemat uang saku tuh)? Anak kecil aja mau, apalagi kite yang lagi menggebu-gebu, boleh jadi seneng kegirangan. Tapi, benarkah selalu untung?

S ecara perasaan (biasanya dialami cewek), lost pride itu paling sering sebab bukannya tidak mungkin ketika curhat ama si Doi, ngasih tau kejelekan-kejelakan luar dalemnya (apaan tuh yang dalem?). Selain itu juga, secara materi (yang biasanya dialami cowok), boros duit. Bayangkan, kalo sekali jalan-jalan kamu ngabisin Rp 100 ribu. Itu namanya pacaran berat di ongkos. Kena �roaming� terus bisa jebol atuh. Boleh dibilang itu namanya cinta terpadu, alias terpaksa pake� duit. Fakta ini jadi klop dengan tulisan-tulisan yang suka nemplok di pantat truk, �Seyummu merobek kantongku!� (copeeet kali!!!). Ini adalah sebuah hal yang wajar karena pacar kamu bakal jaga gengsi, masak saat jalan-jalan kagak jajan-jajan? Tengsin dong!. Jadinya, kalo pingin yang kagak ngabisin uang, ya pacaran ama patung. Dijamin kagak pernah minta-minta (hehehehe..>)

Kalo ditimang-timang lagi, pacaran itu lebih banyak ruginya ketimbang untungnya. Duit ludes, lost pride, nggak bebas berbuat karena kudu selalu tampl sempurna di depan si dia, dan bagi yang udah intesif boleh jadi kesucian dan kehormatan bisa ilang. Lagi pula, definisi untungnya juga cenderung bergantung siapa yang merasakannya. Tul nggak? Itu sih kayaknya dibuat-buat aja. Biar aktivitas baku syahwat ini dibilang legal. Toenggg!!!

PACARAN DALAM PANDANGAN SYARI�AH

�kaum pria dan kaum wanita yang gemar bersedekah, kaum pria dan kaum wanita yang gemar berpuasa, kaum pria dan kaum wanita yang senantiasa memeliahara kehormatannya, kaum pria dan kaum wanita yang banyak menyebut nama Allah�. (al-Ahzab {33}:35)

A yat di atas merupakan seruan al-Qurankepada kaum wanita dalam kedudukannya sebagai wanita dan kepada kaum pria dalam kedudukannya sebagai pria. Artinya, kehidupan kaum wanita haruslah terpisah dengan kehidupan pria. Adapun hubungan kerjasama yang boleh terjadi hanyalah masalah muamalat semisal jual beli, pasien-doktor. Nah, dalam berpacaran bakalan ngelanggar perintah Allah yang satu ini karena pacaran memang membutuhkan interaksi yang terus menerus, apalagi yang udah intesif. Boleh jadi, banyak hal yang diomongin hanyalah hal-hal yang kagak ada gunanya, seperti segala apa yang ia lakuin di rumah, hobinya, makanan kesukaannya, bahkan yang maju dikit yaitu visi misi pacaran yang mereka lakuin.

Selain itu, interaksi yang sering mereka lakuin semasa berpacaran yaitu berkhalwat (berdua-duaan). Ini bisa terjadi, bila seandainya si Doi pingin curhat masalah pribadi dia, yang nggak pingin semua orang tau kecuali gandengannya. Sedangkan Islam jelas-jelas melarang perbuatan khalwat tersebut. Rasulullah saw bersabda:

>>>Tidak diperbolehkan seorang pria dan wanita berkhalwat, kecuali jika wanita disertai mahramnya (dari Ibnu Abbas)<<< >>Siapa saja yang beriman kepada Allah Swt. Dan hari Akhir, janganlah sekali-kali ia berkhalwat dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya, karena yang ketiga di antara keduanya adalah setan <<

khalwat tidak hanya diartikan bersepi, namun lebih luas lagi, yaitu interaksi yang tidak memungkinkan orang lain masuk dalam pembicaraan kecuali dengan ijinnya. Misalnya, ketika dua sejoli tengah asik ngobrol di caf� atau di teras kelas. Walaupun banyak orang berkeliaran, perbuatan itu masih tetep dikatakan berkhalwat, karena pembicaraan itu diperuntukkan hanya untuk mereka berdua saja.

Ikhtilath ialah berkumpulnya laki-laki dengan wanita yang bukan muhrim sehingga menimbulkan prasangka buruk. Atau, berkumpulnya laki-laki dengan wanita bukan muhrim di satu tempat yang memungkinkan mereka melakukan interaksi, baik dengan pandangan, isyarat, ucapan, atau badan, tanpa adanya penghalang (dlm buku BAHAYA IKHTILATH, hal 6). Rasulullah telah bersabda >>Kepalamu ditusuk dengan jarum besi lebih baik daripada menyentuh wanita yang bukan muhrim� (hr Thabrani dan Baihaqi)<<

Nah..untuk yang ini sangat berat untuk kagak dilakukan yang sedang berpacaran, khususnya yang udah lama. Sebab, sebagai bukti kasih sayang (bagi mereka), si Pria haruslah mau nemenin Doinya, minimal nganterin pergi. Bahkan, yang lebih serem lagi, merelakakan kehormatan mereka pergi melayang tak kembali, seperti pegang-pegangan, kissing, berpelukan, necking. Bagi yang udah kayak gini, lebih baik dibuang aja ke hutan supaya lingkungan sekitar tidak dicemari oleh perbuatan bejat mereka.

Untuk yang terakhir yang kagak kalah sulitnya untuk dihindari dalam berpacaran yaitu menjaga pandangan. Sedangkan Allah telah berfirman: >> Katakanlah kepada laki-laki Mukmin, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Sikap demikian adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Mahatahu atas apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita Mukmin, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya (QS an-Nur [24]:30-31)<<

D alam berpacaran, untuk menjaga pandangan itu sangatlah sulit, apalagi kalo si Doi pamer auratnya, wahh..mana bisa tahan. Selain itu juga, dalam berpacaran dibutuhkan saling perhatian. Nah, kalo ngeliatin doinya aja kagak mau gimana bisa dibilang perhatian. Misalnya, ketika si Doi ingin curhat, lalu yang diajak ngomong matanya berkeliaran kemana-mana, bisa-bisa dipecat jadi pacarnya. Jadinya, terpaksa melanggar perintah Allah yang satu ini, yaitu menjaga pandangan. Dari yang telah tertera di atas, sungguh telah ngebuktiin bahwa pacaran itu haram karena aktivitas haram yang dilakuin saat berpacaran. Sungguh tepat jika aktivitas pacaran dinamakan aktivitas mendekati zina, sedang kan kita dilarang untuk melakukan itu

>>�Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk�<< (Al Isra� : 32)

SOLUSI DALAM ISLAM

Dalam mencari jodoh, tentunya kita memiliki kriteria sendiri-sendiri mengenai siapa yang akan menjadi pendamping hidup kita. Namun segala kriteria itu, terserah kamu-kamu yang nentuin hanya aja di dalam kriteria itu yang perlu di utamakan adalah agamanya. Dalam hal ini, keislamannya. Ini sesuai dengan hadist Rasul Wanita dinikahi karena (1) hartanya (2) keturunannya (3) kecantikannya (4) agamanya, maka pilihlah wanita yang memiliki agama, pasti kamu beruntung (HR. Bukhari-Muslim, dari Abu Hurairah)

Kata agama yang tertera di dalam hadist tersebut dimaksudkan tentang tingkat keislamannya. Artinya, kita harusnya memilih wanita yang memiliki pemahaman dan kekonsistenan islam yang tinggi. Dalam berpacaran tidak akan ditemukan wanita yang berkepribadian islam karena pacaran itu sendiri haram. Untuk kiat-kiat mencari dan mendapatkan jodoh, maka di artikel ini akan ditunjukin abis. Maka itu, jangan beranjak dulu sebelum selesai membaca artikel ini, oke!!!

***Dari Diri Sendiri***

Perkaya Iman dan Ilmu

Hmm�.untuk yang satu ini haruslah yang pertama dan yang utama. Disebut yang pertama karena jika kita menginginkan wanita salihah, harusnya diri kita sendiri (pria) itu salihah. Begitu juga sebaliknya, karena kagak mungkin si Doi mau ama kita kalo diri kita sendiri bejat kecuali kalo sama-sama bejat, jadinya klop deh. Ini sesuai dengan firman Allah

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan buat wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). (An Nur : 26)

Nah, kalo kita sendiri kagak faham dan malas untuk nerapin islam untuk diri kita sendiri, bagaimana bisa kita dapatkan jodoh yang baik, jadinya kayak peribahasa �Bagaikan punuk merindukan bulan�. Maka dari itu, yang pertama dan yang utama yang kita lakukan adalah mempertebal iman dan ilmu tentang Islam dan menerapkannya di kehidupan sehari-hari.

Tingkatkan Nilai Fisik dan Penampilan

U ntuk soal fisik jangan dilupakan pula. Mentang-mentang sholat tahajud setiap malam di masjid, tapi rambut dibiarkan brekele (awut-awutan), boleh jadi yang mau deket ama kita malahan pingsan karna dikira jin penunggu masjid. Maka dari itu, penampilan juga haruslah dijaga. Biar wajah kayak mak Bonky, tapi kalo penampilan kayak Michel Jackson, bisa kayak Justin. Namun, ini bukan berarti kita boleh berlebih-lebihan bahkan ngumbar aurat, seperti kagak pake� jilbab kayak Britney Spears (bagi wanita). Jadinya, jaga penampilan perlu tapi jaga perintah Allah juga perlu supaya jodoh kita juga termasuk orang yang berkepribadian islami.

Bergaul dengan Baik

D alam hal bergaul kita juga harus jaga. Ini bisa dimaklumi karena factor yang paling dominan untuk membentuk kepribadian adalah dari pergaulan. Banyak keluarga dan sekolah yang islami namun tidak dapat membendung kenakalan remaja karena pergaulannya yang salah. Dominannya pengaruh pergaulan, juga lebih disebabkan oleh kepercayaan kita kepada teman lebih kuat daripada kepercayaan kita kepada orang tua. Oleh karena itu, marilah kita bergaul dengan orang-orang yang alim supaya kita ketularan alim, sambil menyadarkan teman kita yang ancur kepribadiannya untuk menjadi orang yang berkepribdian islami yang kuat.

Tempat-tempat yang kondusif

K alo kita ingin membeli sayur, maka kita belinya di tempat sayur, kagak mungkin di tempat sampah. Walaupun sama-sama sayur, tapi kualitas berbeda. Logika itu sama halnya bila kita menginginkan jodoh yang oke islamnya. Untuk mencari jodoh yang baik, ada sejumlah tempat yang kondusif untuk dijadikan sasaran. Misalnya, di Lembaga Pendidikan Islam formal, Tempat pengajian Islam, Tempat kerja yang islami seperti di Bank Syari�ah, dan yang terakhir (menurut penulis) Organisasi Islam.

Cara yang Lebih Cepat

B agi sebagian temen-temen, mungkin kagak pingin repot-repot nyari jodoh sendiri. Untuk itu ada trik-trik lain yang mungkin bisa dilakukan. Misalnya, meminta ortu, temen, atau ustad nyarikan jodoh. Tentu saja, keputusan untuk menerima atau tidak itu terserah kita, karena diri kitalah yang mau nikah bukan temen, ortu, atau ustad. Namun, bila kita sudah menemukan, cepat-cepatlah kita sholat istikharah meminta petunjuk Allah, karena boleh jadi jodoh yang kita anggap bagus justru buruk bagi kita.

Trik-Trik Nyampain Cinta

A da cara-cara untuk nyampain perasaan kita tanpa harus memalukan diri kita seperti yang dipertotonkan �Katakan Cinta�. Cara tersebut antaralain, (1) lewat perantara seorang temen yang dapat dipercaya (2) Bagi yang udah deket ama ortunya, bisa langsung ke ortunya (3) Bagi yang masih malu-malu, bisa ngasih surat, e-mail, atau telepon, tapi omongannya kagak ngelantur dan ngegombal. (4) Bagi yang agak berani, bisa secara langsung nyampain ke orangnya tanpa perantara.

Trik-Trik Mengetahui Kadar Kepribadian Islamnya

A da beberapa cara yang bisa dilakukan untuk hal ini tanpa harus melakukan kemaksiatan seperti halnya berpacaran. (1) Kita melihat keluarganya. Ini dapat dimaklumi karena pengaruh pertama yang membentuk kepribadian seorang anak itu berasal dari keluarga. Oleh karena itu, tidak ada salahnya kita melihat background ortunya. (2) Kita melihat pergaulannya. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa pergaulan sangatlah besar dalam membentuk kepribadian seseorang. (3) Kita tanya-tanya ke teman-teman dekatnya, atau ke saudaranya tentang dirinya yang lebih banyak tau tentang dirinya. (4) Kita melihat pendidikan formal yang dilaluinya. Walaupun factor pendidikan tidak dominan, namun masih dapat memberikan pengaruh dalam kepribadian. (5) Kita melihat aktivitas-aktivitas yang dilakukan olehnya. Dari aktivitas yang dilakukan tersebut dapatlah mencerminkan kepribadian dia.

Untuk Selanjutnya

J ika kita sudah mulai cocok dengan dirinya, maka cepat-cepatlah kita bertunangan dengan dirinya. Namun, ini bukan berarti kita boleh berbuat semaunya layaknya suami istri (seperti berkhalwat, ikhtilath, buka aurat). Tunangan ini hanyalah sebuah hubungan yang lebih mengokohkan keinginan mereka untuk menikah. Adapun yang diperbolehkan hanyalah dalam aktivitas saling berbincang (namun si wanita tetap ditemani oleh teman, saudara atau ortunya), dan saling memandang untuk tujuan baik tentunya.

Khatimah

B egitulah solusi islam dalam pencarian odoh. Tinggal diri kita mau mangambil yang mana. Mau cara islam yang terbukti obyektif dan tidak merendah dan menghilangkan kehormatan, atau cara berpacaran yang sudah terbukti ikatan yang lemah, merendahkan kehormatan dan harga diri serta tidak memberikan jaminan kebahagiaan. Selain itu juga, jika kita lebih memilih cara bermaksiat daripada cara yang diridhoi oleh Allah, maka diri kita adalah orang yang sesat yang akan diazab di neraka kelak

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin, dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka piliha (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguhlah di telah sesat, sesat yang nyata (Al Ahzab : 36)

(Di susun oleh Rohman 2-8)



1
Hosted by www.Geocities.ws