ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH
|
| |
|
home Topik Umum >AKHBAR >PROFIL KAMI >ARTIKEL >TELAAH KITAB >IPTEK Topik Khusus >GAME ONLINE >DOWNLOAD >AGENDA KAMI >LINK affilates ![]() |
Mordechai Vanunu coba cegah holokaus Mantan teknisi yang dipenjara selama 18 tahun karena membocorkan rahasia nuklir Israel mengatakan ia mencoba mencegah holokaus nuklir.Dalam wawancara pertama sejak dibebaskan, Mordechai Vanunu mengatakan ia tidak merasa sebagai penghianat. "Saya merasa kasus ini bukan penghianatan, namun tentang satu laporan. Tentang menyelamatkan Israel dari holokaus baru." Dalam wawancara dengan BBC, Vanunu mengatakan ia tidak menyesal atas tindakannya. "Saya tidak menyesal walaupun fakta menunjukkan saya telah membayarnya dengan hukuman berat." Vanunu, 50, dianggap sebagai penghianat di Israel, dan mendekam selama 18 tahun di penjara karena mengungkapkan rincian program rahasia nuklir Israel. Para pendukunganya menyambut pembebasan Vanunu bulan April dan menyebutnya sebagai "pahlawan perdamaian." Berdasarkan syarat pembebasannya, Vanunu dilarang meninggalkan Israel, bertemu dengan orang asing dan mengungkapkan rahasia tentang proyek nuklir Dimona. "Apa yang saya lakukan adalah memberitahukan dunia apa yang terjadi secara diam diam. Saya tidak mengatakan, kita harus menghancurkan Israel, kita harus menghancurkan Dimona. Saya mengatakan, coba liat apa yang mereka miliki dan cobalah nilai." Penculikan di Italia Vanunu mengatakan: "Saya ingin meninggalkan Israel, saya tidak tertarik tinggal di Israel. Saya ingin memulai hidup baru di Amerika Serikat atau Eropa dan mulai hidup sebagai manusia." Vanunu diculik di Italia oleh agen Israel tahun 1986 setelah keluarnya artikel di Sunday Times, berisi wawancar dengannya, dengan mengangkat rahasia atom Israel. Ia menggambarkan bagaimana seorang agen rahasia perempuan mencoba merayunya dari London ke Roma dan kemudian menculiknya. "Kami duduk di belakang mobil. Ia mencium saya, untuk mengalihkan perhatian saya, dengan terus mencium," kata Vanunu. Di Roma, Vanunu diberi obat bius, dan kemudian diberangkatkanke Israel secara rahasia. Ia kini tinggal di gereja Anglika St. George di Yerusalem, dan ia dilarang menggunakan internet atau telpon seluler, serta tidak boleh mendekati kedutaan kedutaan atau perbatasan. Wartawan ditahan Wakil perdana mentri Israel, Joseph Lapid membela pembatasan yang diterapkan kepada Vanunu. "Kami rasa, ia masih mengetahui banyak rahasia, dan kami tidak mau ia menjualnya lagi," kata Lapid. "Kami rasa, masih ada hal yang ia ketahui dan tidak diungkapkan. Ia mungkin akan melakukannya. Ia jelas akan membahayakan negara ini, ia benci negara ini." Wartawan Inggris, Peter Hounam, yang menulis artikel Sunday Times tentang Vanunu, ditahan minggu di Tel Aviv selama satu hari. [bbcindonesia.com] | |