KEWIRAUSAHAAN

Oleh

Peno Suryanto

(Makalah ini merupakan kutipan langsung dari sumber*)

 

Pada saat ini lingkungan yang dinamis menuntut organisasi dan para managernya terus beradaptasi dan memperbarui diri mereka untuk mencapai kesuksesan selamanya. Orang-orang dan organisasi tidak hanya harus berubah-ubah mereka harus berubah dalam mengikuti perkembangan jaman. Sukses dalam lingkungan bisnis yang sangat kompetitif. Khususnya tergantung pada kepengusahaan (entrepreneurship), suatu istilah yang digunakan untuk mendskripsikan pemikiran strategik dan perilaku resio yang menghasilkan kreasi kesempatan baru bagi individu atau organisasi. Kesempatan ini selalu muncul dalam bentuk usaha bisnis baru-seperti Domino’s Pizza yang terkenal dan paket federal express sepanjang malam atau barang dan jasa yang baru seperti 3 M Post yang populer.

Seorang pengusaha (entrepreneur) adalah individu yang mengambil resiko dengan bertindak untuk mendapatkan kesempatan dalam situasi dimana orang lain tidak menyadarinya atau memandangnya sebagai masalah atau ancaman. Karakteristik khusus yang berhubungan dengan pengusaha antara lain:

1.      Pengendalian tempat internal ( internal locus of control) artinya pengusaha percaya bahwa mereka yang mengendalikan nasibnya sendiri.

2.      Tingkat energi yang tinggi (high energy  level) artinya pengusaha sangat tekun, bekerja keras dan mempunyai keinginan sukses yang luar biasa.

3.      Kebutuhan akan prestasi yang tinggi (high need for achiefment) artinya pengusaha termotivasi untuk bertindak secara individualuntuk mencapai tujuan yang menantang.

4.      Toleransi terhadap ambiguitas (tolerance for ambiguity) artinya pengusaha dapat bertoleransi terhadapsituasi tingkat tinggi yang tidak pasti.

5.      Percaya diri (self-confident) pengusaha merasa berkompeten, percaya pada diri mereka sendiri dan berkeinginan untuk membuat keputusan.

6.      Orientasi Kegiatan (action oriented) pengusaha ingin barang dikerjakan dengan cepat dan tidak ingin membuang waktu yang sangat berharga.

 

Pandangan umum terhadap pengusaha adalah sebagai penemu usaha bisnis baru yang dapat mencapai kesuksesan besar. Anita Roddick’s Body Shop, Bill Gate’s Microsoft, Sam Walton’s Wal-Mart adalah beberapa contoh kesuksesan dari wiraswasta. Namun pengusaha juga beroperasi dalam skala kecil. Mereka yang mengambil resiko dengn menjual McDonald’s lokal atau melakukan fanchise dengan subway Sandwich, membuka toko eceran kecil atau bekerja dalam bisnis jasa juga merupakan pengusaha. Sepertinya setiap orang yang berasumsi bahwa tanggung jawab untuk mengenalkan produk baru atau melakukan perubahan operasi dalam perusahaan juga mencerminkan kualitas kewirausahaannya.

 

 

Wiraswasta dan Bisnis kecil

Wirasswasta adalah bagian yang penting dalam pembentkan usaha kecil. Sebuah bisnis kecil biasanya terdiri dari 500-atau beberapa pekerja saja. Administrasi bisnis kecil di Amerika juga menyatakan bahwa suatu bisnis kecil adalah seseorang yang bebas memiliki dan beroperasi serta tidak mendominasi pasar bisnisnya. Hampir 99% bisnis di Amerika merupakan Bisnis ini dan sektor bisnis kecil sangat penting di kebanyakan negara di dunia. Diantara barang yang lainnya, bisnis kecil memberikan keuntungan ekonomi sebagai berikut : 1) Menciptakan banyak kesempatan kerja. 2) merupakan sumber bagi barang dan jasa baru. Tiga dari cara untuk memulai bisnis kecil adalah memulainya dari nomor satu membeli salah satu atau membeli kemudian melakukan franchise.

Bisnis kecil mempunyai tingkat kegagalan yang tinggi 60-80 persen gagal pada 5 tahun pertama beroperasi. Walaupun banyak faktor yang mempengaruhi hasil, dasar yang paling penting untuk sukses adalah perencanaan bisnis (business plan)- suatu dokumen tertulis yang mendeskripsikan sifat bisnis dengan tepat seperti yang dimaksudkan oleh pengusaha untuk memulai dan mengoperasikannya. Perencanaan bisnis seperti ini membantu pemikiran pengusaha melalui berbagai penentuan bisnis yang rinci. Khususnya perencanaan ini diberitahukan kepada Bank, pengusaha kapitalis dan investor yang potensial sehingga dapat menarik tambahan dana yang dibutuhkan suatu awal kemungkinan. Bisnis kecil yang sukses selalu mendasarkan pada kemampuan pengusaha untuk mengimplementasikan proses manajemen, perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian  (POAC)

 

Wiraswasta dan Bisnis Besar

Pada lingkungan yang ddinamis dan kompetitif saat ini, organisasi yang besar juga tergantung pada manajer wiraswsta yang berkeinginan mengambil resiko dan mendukung kreatifitas dan inovasi yang begitu penting untuk melanjutkan kesuksesan. Tugas ini tentunya memberikan tantangan yang begitu besar dan sistem organisasi yang kompleks untuk lebih stabil, tegar dan menghindari resiko. Oleh karena itu konsep intrapreneurship yaitu perilaku kewiraswastaan pada bagian dan sub unit suatu perusahaan besar, sekarang patut mendapat perhatian.

Maka untuk mempertinggi kompetitif awal mereka melalui intrapreneurship, bagaimanapun para manager sering mendapatkan bahwa kesuksesan tergantung pada kemampuan organisasi yang besar  untuk bertindak seperti bisnis kecil. Untuk melakukan beberapa organisasi besar menciptakan dulu sub unit kecil yang sering disebut skunkworks diantara sekelompok orang diperbolehkan untuk bekerjasama. Yang membutuhkan kreatifitas tinggi dan kebebasan dari berbagai peraturan dalam organisasi besar. Contoh klasik yang terjdi di Apple Computer,Inc dimana sekelompok kecil tenaga kerja yang antusias dikirim kesebuah fasilitas yang terpisah di Cupertino, California. Mandat mereka jelas, untu menciptakan suatu bagian dari seni, komputer prsonal yng menyenangkan. Kelompok ini mengerjakan dengan bebas dari birokrasi pengembangan produk perusahaan yang biasa dikembangkannya. Menentukan aturan mereka sendiri, bekerja sama tanpa campur tangan orang lain. Tim inilah yang menjadikan macintos komputer terkenal sampai sekarang.  Kesuksesan macintosh adalah untuk mengingatkan pentingnya manajemen strategik dan kewiraswastaan dalam organisasi.

 

*Referensi

Schermerhorn, John R (2003) Manajemen, Buku I  diterjemahkan oleh Putranto, Purnawa, dkk, Yogyakarta: Andi

 

 

Kesan:

 

Wah setelah baca buku ini ternyata ada seorang entrepreneur dalam sebuah perusahaan. Aru sadar pula bahwa yang disebut entrepreneur atau pengusaha bukan hanya orang yang berjualan atau juga berjalan di dunia bisnis teapi pada intinya adalah orang yang bertanggung jawab (aku masuk gak ya..., moga aja masuk diantara orang-orang ini). Disini ada karakteristik pengusaha yang lebih melengkapi keterangan Dave dangan 10 D nya. Akhirnya dengan buku ini aku sangat.

Dari makalah ini saya punya impian bahwa perusahaan saya nanti adalah perusahaan besar dari kumpulan perusahaan-perusahaan kecil.  Pesaing menjadi mitra bila mampu berusaha dan sebuah perusahaan yang saya diirikan merupakan kumpulan orang-orang yang mmempunyai jiwa entrepreneurship tinggi yaitu perusahaan yang tidak ada bosnya tidak ada manajerya tetapi dapat berjalan karena ada kerjasama yang sinergis diantara beberapa perusahaan kecil yang dipimpin oleh entrepreneurship-entrepreneurship handal yang memiliki sebuah perusahaan kecil pula.

Itulah impian saya....!

 

 

Peno Suryanto adalah seorang pengacara Pengangguran banyak acara , umur adalah 24 tahun kurang dikit dalam hitungan negara ada pada masa produktif sehingga distatus disebut sebagai pengangguran, walaupun masih kuliah di UNY. Kini memasuki semester baru setelah seharusnya telah lulus belum lulus-lulus juga.

Hal yang masih mengganjal peno belum lulus adalah kekasih hatinya rupanya dosen UNY juga dan Kekasih Keduanya adalah calon Dosen UNY sehingga dia merasa enggan berpisah dengan UNY. Selain itu dia sekarang adalah entrepreneurship kecil-kecilan jasa pengetikan +++ plusnya itu macem-macem yang penting dihalalkan oleh negara dan agama.

Jika ingin menghubungi dia calling aja 081 227 855 49 dia biasanya dihubungi cewek-cewek yang ingin kerjasama dalam pembuatan skripsi. Kata temen-temennya dia pinter analisis data.

 

 

Hosted by www.Geocities.ws

1