Blok diagram
NE555 disusun dari pembanding tegangan,
flip-flop dan transistor untuk pengosongan. Susunan ini sangat sederhana, tetapi sangat bagus. Tiga buah resistor berada didalam dengan hubungan seri dan
tegangan catu daya(Vcc) dibagi menjadi 3. Susunan ini merupakan titik sangat menyenangkan. Dengan
1/3 tegangan catu daya dikenakan pada terminal masukan dari pembanding/comparator (COMP1) dan 2/3 tegangan
dikenakan pada terminal
negative dari comparator (COMP2). Ketika tegangan pada
terminal trigger (TRIGGER) kurang dari 1/3 dari tegangan catu daya,
terminal S dari the flip-flop(FF) menjadi level tinggi ( H )dan FF adalah
set (berada pada nilai yg diharapkan). Ketika tegangan tertinggi-sentuh (threshold) terminal(THRESHOLD) lebih
2/3 dari tegangan catu daya, terminal R dari sebuah FF menjadi level H
dan si FF berada reset.
Sebuah penjelasan operasi bergetar (osilasi)
Akan dijelaskan oleh operasi rangkaian dibawah.
Keadaan setelah disegera setelah dinyalakan
Keadan ketika dihidupkan catu akan berada seperti tampak pada gambar dikiri. L adalah 0 V selalu,
tertampil level rendah. H adalah nilai tinggi yang nampak mendekati Vcc. flip-flop
(FF) adalah jenis SR . Q menjadi H dan menjadi
L ketika S berada H. setelah itu, jika kejadian S berada pada L, Q diubah H
and perawatan keadaan menjadi L. Ketika R
menjadi H, menjadi H dan Q_nya berada pada L. Jadi,
Q menjadi H ketika keberadaan S pada H(the set) dan Q menjadi L ketika sebagian R menjadi H( reset).
ketika S dan R berada pada H pada waktu yang sama, Keadaan Q dan tidak tertuju pada. (saya pikir keduanya H). Sebab
adanya H
pada keadaannya, TR akan keadaan ON dan collector (C) dari TR
adalah dalam keadaan L . berarti, pengisian listrik tidak mengenai
capacitor(C), terminal (+) dengan pembanding tegangan(COMP2) tidak melampaui V2.
Sebab itu, keluaran dari COMP2 berada L adan FF
tidak dalam kondisi/keadaan reset. Keluaran dalam keadaan L .
Keadaan awal pewaktu
Ketika mulai sakelar (SW) ditekan, COMP1 terminal
(-) berada pada keadaan L . Sebab tegangan dari COMP1 terminal (-)
berada sama atau kurang dari V1 dari terminal
(+) , keluaran COMP1 berada pada keadaan H . Dengan itu, FF menjadi keadaan set, Q berubah pada H,
terisi pada keadaan L dan Keluaran dalam keadaan H . Because menjadi keadaan L , TR berada pada keadaan OFF.
Ketika TR berada pada keadaan OFF , pengisian energi listrik masuk capacitor(C) melalui resistor (R). Seperti pengisian
capacitor(C), tegangan dari kedua sisi
capacitor(C) mulai naik. Sakelar pemulai (SW) mengunakan jenis tidak terkunci akan kembali saat tekanan dilepaskan.
pada keadaan tertekan, OUT tidak menjadi keadaan L kecuali pewaktu tidak dalam keadaan lewat waktu.
ketika sakelar mulai (SW) kembali lagi, Terminal COMP1 (-)
tberada pada keadaan H dan berada sama atau lebih dari V1 terminal (+) ,
keluaran dari COMP1 berada pada keadaan L . Keluaran dari COMP1 berada pada keadaan L dan terminal S dari
FF berada pada keadaan L, keadaan dari Q dan dari FF
tidak berubah. Sementara tegangan capacitor(C) tidak melampaui tegangan
V2(tegangan dari COMP2 terminal (-) ), FF memperbaiki keadaan ini.
Keadaan lewat waktu
Keluaran dari COMP2 berada pada keadaan H ketika
pengisian listrik tersimpan pada capacitor(C) dan tegangan dari COMP2 terminal
(+) melintasi V2 dari terminal (-) . Reset terminal (R) dari
FF berada pada keadaan H dengan begitu, Q menjadi L dan berada pada keadaan H . Keluaran (OUT)
berada pada keadaan L . Sebab berada pada keadaan H , TR pada keadaan ON . Sebab TR
berada pada keadaan ON , COMP2 terminal (+) berada pada keadaan L dan keluaran dari COMP2
kembali kekeadaan L . Juga, keadaan dari
Q dan tidak berubah, OUT/keluaran pada keadaan L . Juga,
sebab TR bberada pada keadaan ON , terbuang melalui TR oleh pengisian pada capacitor(C)
dan pengisian listrik capacitor(C) mati.
Dengan operasi diatas, ini
kembali seperti sebelum penekanan sakelar mulai/start. |