![]() |
| Simbol diagram rangkaian untuk sebuah oscilloscope |
![]() |
| Cathode Ray Oscilloscope (CRO) Photograph © Rapid Electronics
|
Sebuah grafik, biasa disebut trace /jejak, tergambar oleh pancaran electron menumbuk lapisan phosphor dari layar menimbulkan pancaran cahaya, biasanya berwarna hijau atau biru. Ini sama dengan pengambaran pada layar televisi.
Oscilloscope terdiri dari tabung vacuum dengan sebuah cathode (electrode negative ) pada satu sisi yang menghasilkan pancaran electron dan sebuah anode ( electrode positive ) untuk mempercepat gerakannya sehingga jatuh tertuju pada layar tabung. Susunan ini disebut dengan electron gun. Sebuah tabung juga mempunyai elektroda yang menyimpangkan pancaran elektron keatas/kebawah dan kekiri/kekanan.
Elektron-elektron disebut pancaran sinar katoda sebab mereka dibangkitkan oleh cathode dan ini menyebabkan oscilloscope disebut secara lengkap dengan cathode ray oscilloscope atau CRO.
Sebuah oscilloscope dual trace dapat menampilkan jejak rangkap/dua pada layarnya, untuk mempermudah pembandingan sinyal input dan output dari sebuah amplifier sebagai contohnya. Maka dibutuhkan biaya tambahan untuk kemampuan tersebut.
Terdapat berbagai variasi susunan dan penandaan dari berbagai pengaturnya sehingga dibutuhkan mengikuti petunjuk untuk membiasakan dengan perangkat anda.
![]() |
| Ini semua yang perlu dilihat setelah setting up, saat dimana tidak ada sinyal masukan yang dihubungkan
|
![]() |
| Susunan dari sebuah sambungan ujung co-axial |
![]() |
| kit pemandu dan ujung penduga Oscilloscope Photograph © Rapid Electronics |
Sebagian besar oscilloscopes mempunyai socket BNC untuk masukan y dan pemandu bagian ujung dengan susunan tekan putar, untuk melepas adalah putar dan tarik. Oscilloscopes yang digunakan disekolahan menggunakan sockets 4mm merah dan hitam 4mm nyatanya, tidak tercadar, ujung tancapan 4mm dapat digunakan jika diperlukan.
Dalam pemakaian profesional sebuah ujung rancangan khusus kit jarum penduga hasil terbaik saat sinyal frekuensi tinggi dan saat menguji rangkaian dengan resistansi tinggi, tetapi tidak diperlukan untuk pekerjaan pengukuran sederhana semisal untuk audio (sampai 20kHz).
Sebuah oscilloscope dihubungkan layaknya sebuah voltmeter tetapi perlu disadari bahwa screen/cadar (hitam) cadar ujung masukan terhubung pada pentanahan utama pada oscilloscope! Ini berarti harus terhubung pada 0V rangkaian yang diukur.
|
|
![]() |
| Penjejakan sinyal AC dengan oscilloscope tepatkan pengaturan |
Jejak pada layar osciloskope
adalah grafik tegangan terhadap waktu. Bentuk grafik mengejawantahkan gambaran sinyal asli masukan.
Penandaan batasan grafik, adalah frekuensi atau jumlah getar perdetik.
Diagram menampilkan sebuah gelombang sinus tetapi batasan dikenakan pada bentuk sinyal yang tetap.
| frekuensi = | 1 | dan | perioda = | 1 |
| Perioda | frekuensi |
|
|
![]() |
| Jejak sinyal AC
Y AMPLIFIER: 2V/cm contoh pengukuran: tegangan puncak ke puncak = 8.4V perioda = 20ms |
untuk membenahi pembacaan langsung 0V tiliklah (biasanya separuh bagian layar): geser sakelar AC/GND/DC ke GND (0V) dan gunakan pengeser Y (atas/bawah) untuk menepatkan letak jejak bila perlu, pindah lagi sakelar ke DC kembali untuk mengamati sinyal.
Tegangan = jarak dalam cm × volts/cm
Contoh: tegangan puncak kepuncak
= 4.2cm × 2V/cm = 8.4V
amplitud0 (tegangan puncak) = ½ × tegangan puncak ke puncak =
4.2V
Yakinkan pengatur halus basis waktu ke 1 atau CAL (calibrasi) sebelum melakukan pengukuran.
Waktu = jarak dalam cm × time/cm
contoh: perioda = 4.0cm ×
5ms/cm = 20ms
dan frekuensi = 1/waktu perioda = 1/20ms = 50Hz
![]() |
| Basis waktu lambat, tidak ada masukan Anda dapat melihat pergerakan titik
|
![]() |
| Timebase cepat, tidak ada input Titik sangat cepat sehingga tertampil sebuah garis |
Pada pengaturan timebase lambat (seperti 50ms/cm) anda dapat melihat pergerakan titik pada layar tetapi saat pengaturan lebih cepat (seperti 1ms/cm) titk bergerak cepat maka muncul garis.
Pengaturan halus/fine timebase dapat mengatur penepatan kecepatan, tetapi tidak harus mengabaikan pembacaan kebenaran waktu pada layar.
pengatur TRIGGER memperbaiki jejak mantap pada layar. Jika penepatannya salah akan terlihat penindihan pada sisi jejak aslinya, kebingungan 'tercabik' pada layar,atau tidak berjejak pada layar Trigger memperbaiki penjejakan dengan memulai titik penyapuan layar ketika sinyal masukan mencapai titik yang sama.
Secara langsung letakkan level trigger ke AUTO,
jika sulit untuk didapatkan jejak mantap maka gunakan cara pengaturan Manual.
![]() |
| DC variasi (biasanya positif) |
Pengatur amplifier Y ditandai Y-GAIN atau VOLTS/CM.
Tegangan masukan mengerakkan titik keatas kebawah bersaman
waktu dengan sapuan titik pada layar ini berarti jejak adalah gambaran
tegangan ( sumbu-y) terhadap waktu (sumbu-x) untuk sinyal masukan.
![]() |
| Sakelar ke GND untuk mengetahui posisi dari 0V (normalnya setengah bagian atas).
|
Sakelar ke GND (ground) menghubungkan masukan ke 0V membawa anda mengetahui posisi dari 0V pada layar (normalnya separuh atas). Tidak diperlukan pelepasan ujung masukan karena dilakukan didalam .
Sakelar keAC menyisipkan kapasitor pada masukan untuk menghadang sinyal DC , menghadirkan dan melalukan hanya sinyal AC. Ini digunakan untuk menunjukan perubahan kecil sekitar sinyal konstan, semisal ripple dari keluaran catu DC. Penaikkan VOLTS/CM untuk melihat lebih rinci secara normal akan menghilangkan jejak pada layar! Penepatan AC membuang yang bagian konstan (DC) dari sinyal, untuk itu tertampilah perubahan bagian yang berubah(AC) yang mana akan lebih dekat untuk diamati dengan mengurangi VOLTS/CM. Ditunjukkan pada diagram dibawah ini:
| Penampilan tegangan ripple/kerut dengan switch AC masukan | ||
![]() |
![]() |
![]() |
| Switch pada posisi normal DC .
Ripple sangat sulit untuk dilihat, tetapi jika VOLTS/CM ditambah untuk memperbesar jejak/trace akan raib dari layar! |
Switch diubah keposisi AC.
Bagian konstan (DC) dari signal terbuang, tinggal bagian ripple (AC). |
naikkan VOLTS/CM untuk memperbesar. Ripple sekarang dapat diamati lebih mendalam. |