sebaiknya kita semua pergi bersama-sama ke unpar loh! (02/12/2006)

andaikan baterai yang telah lama kamu gunakan telah habis, atau seandainya microwave butut yang sudah lama kalian pakai untuk menghangatkan makanan sudah lama tidak berfungsi, kami punya satu jawaban yang membukakan mata kalian akan masih eksisnya gelombang mengerikan yang disebut pemuda elektrik (atau biasa disingkat menjadi pelik). jawaban yang kami maksud adalah, kembalinya pelik dalam kancah penampilan (baca: performance) yang kali ini akan berlangsung pada tanggal 9 desember 2006 di kampus universitas parahyangan ciumbuleuit. di sana, di kampus itu, kami banyak menemukan gadis-gadis lucu yang memiliki tingkat apresiasi setingkat di atas penguin berkeringat atau ikan yang kekeringan. aksi kami kali ini adalah sebuah respon terhadap fenomena atraksi hak asasi manusia. selamat datang kemanusiaan! mari kita jelang bersama penyelamatan bumi dengan kacamata egoisme manusia seperti penyelamatan penguin yang kedinginan di kutub utara.

tidak ada yang bisa anda lakukan ketika kita sungsang, lebam, dan telak! (28/9/2006)

sebelumnya perlu kami jelaskan dulu tentang apa yang telah terjadi di tubuh personil-personil pemuda elektrik yang semuanya memiliki rasa ketertarikan yang besar terhadap dunia musik. jadi, dua orang personil pelik dan seorang direktur perusahaan meubel bernama dany membuat band free-improv yang diberi nama sungsang lebam telak. band ini terbentuk pada awal tahun 2006 ini. bangsatnya, akhir-akhir ini mereka mulai banyak mendapatkan order manggung di beberapa even yang ga-banget. misalnya di acara kampus. sementara menurut tarmizi taher, band ini hanya menerima order manggung yang bayarannya berkisar antara rp.357.936 sampai rp.572.896.321. tapi apa mau dikata. ketidakbecusan manajer membuat band ini lebih suka mengambil putusan sendiri demi naiknya nama band yang dalam waktu dekat bisa setenar vincent vega ini.

pemuda elektrik goes to selasar soenaryo (18/8/2006)

pemuda elektrik akan membuka pameran arsitek sarah ginting yang bertajuk "heteroarsitektur: tamasya ruang tanpa batas". pelik akan menyuguhkan performance di sepanjang pembukaan pameran tersebut yang akan terjadi pada tanggal 25 agustus 2006 di selasar soenaryo, bandung, pukul 19.30. siapa yang bilang pelik akan break? argh, itu hanya gosip! yang berani bilang seperti itu hanyalah pembohong besar! lihat kenyataannya! ayo! pesan kami untuk event ini: responlah performance kami dengan ngomong.

gempa bumi di kota tersebut... (4/6/2006)

memang, ini telah seminggu lebih dari bencana gempa bumi di yogyakarta dan jawa tengah. maafkan kekhilafan kami karena baru sekarang kami ingin memberitakan bahwa kami, pemuda elektrik, turut berduka cita atas musibah yang menimpa kota-kota favorit kami, yogyakarta dan jawa tengah. semoga kalian, khususnya teman-teman pelik yang tertimpa musibah tetap tabah, dan kami doakan agar di hari nanti lebih gembirah daripada sebelumnyah. kami menyediakan ruang pengungsian gratis di bandung. siapa ingin? ke sini sajalah.

kraftwerk invaders! (14/5/2006)

sunday's jalan lombok seketika menjadi "all tomorrow's parties". apa gerangan yang telah membuat kami sebagai pewarta menjuluki hal tersebut seperti itu? ya, malam itu sunday's memiliki sub-event bertajuk kraftwerk invaders. acara ini merupakan salah satu hajat dari pameran kelompok andry mochammad dan kawan-kawan. sebuah penutupan pameran yang membungkam sanubari anda dari cacian dan makian yang tergeletak di rona amarah anda terhadap acara lainnya. kraftwerk invaders berisikan musisi/kelompok yang merespon fenomena kharismatik band elektronik uzur kraftwerk. semacam "tribute to kraftwerk", mungkin; dan pemuda elektrik menjadi salah satu penampil di acara yang sangat artsy ini. kali ini, mereka mengetengahkan sebuah video-performance berjudul "teripang apah gituh guwa lupa flashdisk". terima kasih kepada andry moch dan teman-teman yang turut meramaikan acara ini. alhamdulillah.

recurring spaces, kumpulan video displacement project bandung-singaparna... eh.. singapore (8/5/2006)

akhirnya kumpulan karya video yang dibuat selama displacement project telah selesai. "recurring spaces" nama kompilasi itu, dan pauh dari devilchips diberi kepercayaan untuk mempresentasikannya di singapore. seperti yang telah penulis bahas di bawah tadi, pemuda elektrik juga turut serta di dalamnya. mudah-mudahan video-video tersebut dapat berguna bagi anda semua, chususnya mengenai kepentingan-kepentingan personal seperti kehausan akan estetika dan semacamnya. terima kasih anda semua, yang mengikuti workshop ini, begitu juga dengan bapak koordinator r.e. hartanto, S.E. dan mbak tarlen handayani; tak lupa jua devil chips yang telah memberikan kami kesempatan ini. silakan meni'mati karya kami.

memproses displaced-video (12/3/2006)

bagaimana kamu, wahai para pribumi, melihat preman di sekitar yang menjaga wilayah rumahmu? bertatokah ia? seberapa galak ia? semengerikan itukah mereka? lalu bagaimana kamu yang di sebelahnya? pendatang tak tahu malu yang selalu tidak bisa menahan air liurnya setiap melihat betis gadis-gadis di kota ini... mengapa para preman itu tidak begitu membuatmu ketakutan? ah, yang kamu lihat hanyalah betis saja...

kira-kira itulah konsep awal dari karya pemuda elektrik yang diikutsertakan dalam proyek displace project bersama devilchips. sebuah proyek interaksi antara dua negara, indonesia dan singapura yang mengangkat tema interaksi sebuah individu dalam menangkap respon-respon bergeraknya kota yang sedang mereka jelajahi saat ini melalui bentuk video. dan saat inipun pelik mulai memproses video yang prosesnya berkali-kali ter-pending akibat jadwal perform dan intensitas pertemuan antar personil yang seringkali tersendat-sendat. istimewanya, pembuatan video ini mengajak salah satu aktor kampus yang memang aktif sekaligus pasif di ranah kepremanan di bandung, pebu namanya.

take a break, pemuda elektrik! (5/3/2006)

setelah hampir tiga tahun menjalani dunia showbiz-art, pemuda elektrik memutuskan untuk beristirahat sejenak. kesibukan dan alasan-alasan klasik telah diutarakan oleh masing-masing personil. misalnya saja ageng yang beralasan kalau istirahatnya pelik dari dunia public performance adalah manajemen waktu yang sedang digodok, antara kerja di sebuah majalah anak muda, ripple magazine, kisah-kasih asmara, dan dunia performance. sedangkan gembi, dia lebih suka memperjuangkan 10 sks-nya di semester ini. ia telah muak dengan keadaan nilai-nilai akademis yang kurang memuaskan dan suasana kampus yang serba hedon. gayanya ia. satu lagi, nugi, sudah sejak performance keberapanya pelik, ia tidak pernah menampakkan batang hidungnya. apa mungkin ia memang telah terjebak dalam dunia skripsi? atau lebih fokus di zine buatannya bersama anto dan dea supangkat?

kekhawatiran stagnasi banyak bermunculan di beberapa pihak. tidak bagi pelik. "kami akan terus ngebuat sesuatu di luar performance," ujar gembi yang curhat kepada gono. hal itulah yang menimbulkan senyum lebar para penggemar pelik, karena mereka sudah tidak terlalu khawatir akan apa yang mereka kira pertama kali. kita doakan saja agar mereka tetap pada manifestonya yang mencengangkan gerakan-gerakan seni pura-pura ayam, "maka komodo mengganyang gelegar gurita". semoga saja!

Hosted by www.Geocities.ws

1