Izinkanlah saya dalam kesempatan ini untuk
menyampaikan kembali suatu kisah dari khazanah Islam yang mudah-mudahan dapat
mengingatkan kembali, untuk apa tujuan kita berada di dunia ini.
Pada suatu waktu, khalifah Sulaiman bin Abdul Malik datang ke Madinah.
Beliau ingin bertemu dengan Abu Hazim, yaitu satu-satunya sahabat Rasulullah
saw, yang masih hidup. Kepada Abu Hazim, khalifah menanyakan tentang bagaimana
keadaan seseorang itu pada waktu ia akan meninggal dunia. Maka Abu Hazim pun
berkata: �keadaan orang yang akan meninggal dunia itu ada dua macam. Pertama,
seperti perantau yang dipanggil pulang ke kampung halamannya untuk menyaksikan
hasil kirimannya, yang sudah dibuatkan rumah yang bagus dengan taman yang indah.
Foto mengenai semuanya itu telah dikirmkan kepadanya sebelum dia berangkat. Kita
dapat bayangkan bagaimana suka citanya perasaan sang perantau, tentu ia ingin
segera mepercepat kepulangannya itu. Apalagi dikhabarkan pula kepadanya, bahwa
kedatangannya nanti akan disambut oleh masyarakat dengan riang gembira sebagai
perantau yang berhasil.
Adapun keadaan yang kedua, adalah seperti penjahat yang lari dari penjara
kemudian dia tertangkap kembali. Ia akan diseret, disiksa dan dilemparkan dengan
kejam ke tempatnya semula. Dapat dibayangkan, betapa takut dan ngerinya perasaan
orang itu.�
Mendengar penjelasan Abu Hazim itu, kontan Khalifah menangis tersedu-sedu
dan berdoa kepada Allah, agar dirinya pada saat akan mati nanti tidak seperti
layaknya seorang penjahat yang melarikan diri kemudian tertangkap kembali.
Para hadirin khalifah Allah yang berbahagia, kelompok pertama pada
riwayat ini, menggambarkan orang-orang yang meyakini bahwa suatu waktu mereka
akan kembali kepada Allah; oleh karena itu mereka berusaha sekuat tenaga
menyiapkan bekal yang banyak untuk perjalanan yang amat jauh di alam akhirat.
Bekal itu ialah amal saleh dalam jalur hablum minallah dan jalur hablum minannas.
Sedangkan kelompok kedua, mewakili orang-orang yang lalai menyiapkan
perbekalan. Umur dihabiskannya untuk memenuhi kepuasan hawa nafsu belaka. Mereka
gigih mencari fasilitas demi memuaskan kebutuhan nafsu syahwat, memiliki rumah
seperti istana dan mobil-mobil yang kesemuanya itu hanya untuk prestise saja.
Mereka mengukur kesuksesan hidup di dunia dari kehebatan fasilitas atau materi
yang mereka miliki. Allah memperingatkan orang-orang seperti ini dengan
firman-Nya dalam surat Al-Baqarah ayat 212, yang artinya :
�Kehidupan
dunia dijadikan indah dalam pandangan orang orang kafir, dan mereka memandang
hina orang-orang yang beriman, padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia
daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang
dikehendaki-Nya tanpa batas.�
Seorang ulama
besar islam, yaitu Imam Ghazaly menuturkan suatu kiasan yang akan dialami oleh
setiap manusia di alam akhirat nanti. Menurut beliau, kelak semua manusia akan
melintasi jembatan yang dibawahnya terdapat neraka. Jembatan ini dikenal dengan
sebutan shiratal mustaqim. Kelak bakal ada yang melewatinya secepat kilat, ada
juga yang berlalu seperti angin atau sekencang larinya kuda dan ada pula yang
secepat terbangnya burung. Namun di samping itu, ada juga yang berjalan biasa,
atau yang merangkak hingga hangus menjadi arang. Bahkan ada yang tersandung
sehingga terjatuh ke dalam neraka. Perbedaan cara ini dikarenakan perbedaan
sikap hidup selama di dunia, yaitu apakah selalu taat, atau sering membangkang
pada aturan main-Nya. Shiratal mustaqim bukanlah jembatan seperti di dunia yang
dapat ditempuh dengan kekuatan fisik atau kaki, tetapi jembatan ini hanya dapat
diseberangi dengan kekuatan hati. Hati yang selalu membangkang ibarat sepasang
kaki yang lumpuh (pincang). Sedangkan hati yang selalu taat pada aturan main-Nya
ibarat sepasang kaki seorang pelari ulung.
Para hadirin, ibu-ibu dan bapak-bapak yang berbahagia, demikianlah yang
dapat saya sampaikan pada kesempatan ini, mudah-mudahan hal ini dapat
mengingatkan kita kembali. Bahwa perjalanan kita masih panjang. Oleh karena itu,
marilah kita cek perbekalan kita masing-masing, jangan sampai nanti kita
terpeleset pada waktu meniti jembatan sebagaimana yang dikiaskan oleh Imam
Ghazali. Kurang lebihnya mohon dapat dimaklumi dan dimaafkan.
Assalamu
alaikum wr.wb.
Al qur�an mengatakan bahwa hidup didunia ini sebenarnya adalah hanya
senda gurau. Susah dan senang akan datang saling bergantian, yaitu sebagai wujud
cobaan dari Yang Maha Kuasa. Walaupun hal ini tidak di pungkiri, tapi pernahkah
kita memberikan nasihat untuk bersabar dan tabah di kala orang sedang terbenam
dalam ujian kesenangan dan kemewahan hidup? Mungkin kalau hal ini kita lakukan,
orang akan menganggap kita sebagai orang yang kurang waras; meskipun Al-Qur�an
jelas-jelas telah mengatakan bahwa ujian Allah tidak hanya keburukan saja,
kenikmatan pun merupakan ujian-Nya juga. Firman Allah dalam surat Al A�raaf
ayat 168 menegaskan hal ini, �Kami coba
mereka dengan nikmat yang baik-baik dan bencana yang buruk-buruk�.
Sebenarnya kalau
kita mau jujur, orang justru lebih banyak yang gagal menghadapi ujian Allah di
kala senang, ketimbang di waktu susah. Kekhawatiran Rasulullah saw. Mengenai hal
ini pun bukannya tidak ada. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh bukhari,
Rasulullah saw. Bersabda :
�Demi
Allah, bukanlah kefakiran
yang aku khawatirkan
atas kalian, akan tetapi aku justru khawatir
(kalau kalau)
kemegahan dunia yang kalian
dapatkan yaitu
sebagaimana yang diberikan kepada orang-orang sebelum
kalian akan membuat
kalian bergelimang dalam kemewahan itu sehingga
kalian binasa,
sebagaimana yang
dialami oleh
orang-orang
sebelum kalian.�
Nampaknya jarang manusia yang menyadari, bahwa kebaikan atau pun
kesenangan hidup itu adalah sebenarnya ujian Allah juga. Hal ini boleh jadi
karena mereka tidak menyadari apa sebenarnya yang dimaksud dengan ujian Allah
itu.
Sebenarnya bila kita mau berpikir dengan jernih, maka mestilah kita akan
sampai pada suatu kesimpulan bahwa sesungguhnya semua yang dialami dalam hidup
ini semata-mata adalah ujian Allah, yaitu agar manusia dapat membuktikan
seberapa jauh ketaatannya pada peraturan-peraturan yang telah dibuat-Nya.
Konsekuensi dari hal inilah munculnya surga dan neraka. Al-Qur�an pun
tegas-tegas mengatakan, bahwa kehidupan di dunia ini tidak lain adalah arena
untuk menguji manusia yaitu siapa yang terbaik ketaatannya dalam melaksakan
perintah-perintah Tuhan dan Rasul-Nya. Oleh karena itu, jelas keliru bila kita
menganggap bahwa ujian Allah itu adalah hanya segala sesuatu yang menyulitkan
dalam kehidupan saja. Lalu, kalau susah dan senang merupakan perwujudan dari
ujian Allah, apakah pada hakikatnya itu sama saja dengan kesenangan? Kalau kita
jawab ya, nampaknya kita harus merubah cara kita berdoa, yaitu tidak lagi
meminta agar dijauhi dari musibah; tetapi meminta agar Allah menguatkan punggung
kita supaya dapat memikul musibah-Nya.
Para hadirin, khalifah Allah yang berbahagia, bila hal ini dihayati
dengan baik, maka kita akan dapat menjadi hamba Allah yang tabah dalam
menghadapi segala musibah, dan rendah hati taktala tangan kita dititipi Allah
dengan kemegahan duniawi..
Demikianlah yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini, marilah kita
berlomba-lomba berbuat amal saleh dan berjihad menundukan nafsu yang selalu
mengajak pada kemungkaran. Tanamkanlah dalam jiwa kita nasihat Nabi kita yang
mulia, �sabar dari menahan nafsu itu berat, tetapi menahan siksaan neraka itu
jauh lebih berat ketimbang menahan nafsu!�
Allah berfirman dalam Al-Quran suran Al-Bayyinah ayat 7 :
�Sesungguhnya
orang-orang yang beriman
dan mengerjakan amal
saleh, mereka
itu adalah
sebaik-baik mahluk.�
Dan hal
ini ditegaskan-Nya kembali dalam surat Al-Hijr ayat 88 : �berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman.�
Jadi jelaslah, bahwa manusia itu seharusnya dinilai dari jiwanya. Semakin
taqwa maka semakin tinggi kualitasnya. Hal ini sejalan pula dengan sabda Nabi
kita yang mulia, �Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan hartamu, tetapi ia melihat
kepada hati dan amalmu.�
Walaupun kita
setuju, bahwa sebaik-baik manusia itu adalah yang paling bertaqwa, tetapi
kenyataannya, dalam kehidupan nyata hal ini nampaknya tidak berlaku. Pernahkah
kita memperhatikan benda apa yang dapat melebihi keutamaan dari jiwa manusia?
Mungkin tak terbayangkan sebelumnya, kalau benda yang dimaksud itu adalah baju!
Ya, begitulah kenyataannya. Manusia ternyata dinilai oleh kebanyakan orang,
bukan dari kedalaman atau kebesaran jiwa yang dimilikinya, tetapi semata-mata
hanya dari baju apa yang melekat di badannya. Oleh karena itu kita lihat,
bajingan berdasi, jauh lebih dihormati ketimbang santri saleh yang hanya memakai
peci dan kain sarung!
Mungkin karena itulah sebabnya, orang lebih suka memperindah bajunya
daripada mempercantik jiwanya. Masalahnya adalah, apakah kita harus larut juga
dalam sistem nilai seperti ini? Mengapa kita tidak belajar menghargai wajah yang
berada di balik topeng, bukankah kita selalu menyukai barang-barang yang
orisinil?
Seorang
bijak yang bernama Lukman Al-Hakim memberi nasihat kepada anaknya :
�Wahai
anakku, janganlah engkau
meremehkan seseorang
yang berbaju
usang, karena
Tuhanmu dan Tuhannya
adalah satu.
Janganlah engkau agungkan
seseorang karena baju atau pangkat
itu bukanlah
merupakan zat dan sifat seseorang.�
Allah
pun berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 212 :
Kehidupan
dunia dijadikan indah
Dalam
pandangan orang-orang kafir, dan
Mereka
memandang hina orang-orang yangBeriman.
Padahal orang �orang yang bertakwa itu lebih mulia
daripada
Mereka di hari kiamat.
Para hadirin khalifah Allah yang berbahagia, mudah-mudahan apa yang
disampaikan Allah dan Rasul-Nya sebagaimana yang telah saya kutip tadi, mampu
mengingatkan kita kembali, bahwa memang baik menjadi orang penting, tetapi jauh
lebih penting lagi bila kita menjadi orang baik.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini, mudah-mudahan
perenungan ini dapat menghantarkan kita menjadi orang yang tidak mudah terpesona
dengan baju, tetapi menjadi orang yang hanya terpesona dengan keindahan wajah
yang berada di balik topeng.
Assalamu alaikum Wr. Wb.
Pada kesempatan tujuh menit ini ingin saya mengajak para hadirin yang berbahagia untuk sejenak merenungkan tentang keutamaan ilmu. Untuk ini, izinkanlah saya menyampaikan kembali suatu peristiwa yang terjadi pada zaman Rasulullah saw.
Pada suatu waktu. Seorang Anshar bertanya kepada Rasulullah saw, �Wahai Rasulullah, jika ada orang yang meninggal dunia bertepatan dengan acara majlis ulama, manakah yang lebih berhak mendapat perhatian?�
Rasulullah saw. Pun lalu menjawab, �Jika
telah ada orang yang mengantarkan dan menguburkan jenazah itu, maka menghadiri
majlis ulama itu lebih utama daripada melayat seribu jenazah. Bahkan ia lebih
utama daripada menjenguk seribu orang sakit, atau shalat seribu hari seribu
malam, atau sedekah seribu dirham pada fakir miskin atau pun seribu kali berhaji;
bahkan lebih utama daripada seribu kali berperang di jalan Allah dengan jiwa dan
hartamu!
Tahukah engkau bahwa Allah dipatuhi dengan ilmu dan disembah dengan ilmu pula? Tahukah engkau bahwa kebaikan dunia dan akhirat adalah dengan ilmu sedangkan keburukan dunia dan akhirat adalah dengan kebodohan?�
Demikian tingginya nilai ilmu itu di sisi Allah, sampai-sampai Nabi kita yang mulia mengatakan : mengikuti majlis taklim itu lebih utama daripada shalat hari seribu malam. Dalam Al-Qur�an surat Al-Mujaadilah ayat 11 disebutkan :
orang yang diberi ilmu pengetahuan
beberapa derajat.�
Barangkali timbul pertanyaan di hati kita, mengapa ilmu begitu di
istimewakan? Mungkin jawabannya adalah karena ilmu merupakan bahan dasar untuk
bertafakur. Sedangkan kata Nabi, �Bertafakur
sejenak lebih baik daripada ibadah satu tahun.�
Orang yang memiliki banyak ilmu, tidak disangsikan lagi, akan dapat menghasilkan tafakur yang berbobot. Dan inilah yang dapat menghantarkan manusia menuju pencerahan jiwa. Itulah mungkin salah satu sebabnya mengapa Islam meletakkan ilmu di atas segala-galanya.
Seorang ahli hikmah mengatakan bahwa ilmu itu ibarat baterai (aki)mobil. Semakin sering mobil itu digunakan, maka akan semakin besar pula muatan listrik baterai tersebut. Sebaliknya jika mobil itu tidak digunakan maka baterainya akan menjadi lemah dan akhirnya benar-benar menjadi rusak.
Rasulullah saw. Telah menegaskan pentingnya mengamalkan ilmu yang telah kita miliki dengan sabdanya yang terkenal :
yang ia ketahui, maka
Allah akan mewariskan kepadanya
Ilmu yang belum diketahuinya dan
Allah akan menolong dia dalam
Amalannya sehingga ia mendapatkan
Surga. Dan barangsiapa yang
Tidak mengamalkan ilmunya, maka ia tersesat oleh ilmunya itu, dan
Allah tidak menolong dia dalam
Amalannya, sehingga ia akan
Mendapatkan neraka
Disamping ilmu akan menjadi �rusak� bila tidak diamalkan, ilmu juga akan rusak bila pemiliknya merasa sombong dengan ilmunya itu; yaitu sebagaimana halnya banjir yang menghancurkan bukit yang tinggi.
Salah seorang sahabat Nabi yang dijuluki oleh Nabi sebagai pintu gerbangnya ilmu, yaitu sayidina Ali bin Abi Thalib, berkata : � Tiada kekayaan lebih utama daripada akal. tiada kepapaan lebih menyedihkan daripada kebodohan. Tiada warisan lebih baik daripada pendidikan.�
Ketika beliau ditanya tentang mana yang lebih utama antara ilmu dengan harta, maka sayidina Ali pun menjawab :
� �Ilmu lebih utama daripada harta, ilmu adalah pusaka para nabi, sedang harta adalah pusaka karun atau fir�aun.�
� �Ilmu lebih utama daripada harta, karena ilmu itu akan menjagamu sementara harta malah engkau yang harus menjaganya.�
� �Harta itu jika engkau berikan menjadi berkurang, sebaliknya ilmu jika engkau berikan malahan bertambah.�
� �Pemilik harta disebut dengan nama kikir dan buruk, tetapi pemilik ilmu disebut dengan nama keagungan dan kemuliaan�.
� Pemilik harta itu musuhnya banyak, sedangkan pemilik ilmu temannya banyak.�
�
�Ilmu lebih utama daripada harta, karena diakhirat nanti pemilik
harta akan dihisab, sedang orang berilmu akan memperoleh syafa�at.
�
�Harta akan hancur berantakan karena lama ditimbun zaman, tetapi
ilmu tak akan rusak dan musnah walau ditimbun zaman�.
�
�Harta membuat hati
seseorang menjadi keras, sedang ilmu malah membuat hati menjadi bercahaya�.
� �Ilmu lebih utama daripada harta, karena pemilik harta bisa mengaku menjadi Tuhan akibat harta yang dimilikinya, sedang orang yang berilmu justru mengaku sebagai hamba karena ilmunya�.
Almarhum Prof.
Dr. Hamka dalam buknya menulis, �Ilmu
itu tiang untuk kesempurnaan akal. Bertambah luas akal, bertambah luaslah hidup,
bertambah datanglah bahagia. Bertambah sempit akal, bertambah sempit pula hidup,
bertambah datanglah celaka.�
Para hadirin khalifah Allah yang berbahagia memang ilmu bukanlah
segala-galanya, tetapi tanpa ilmu segala-galanya menjadi tidak bermanfaat. Ada
pepatah yang mengatakan : �Iman tanpa
ilmu, sama dengan pelita di tangan bayi; sedangkan ilmu tanpa iman, bagaikan
pelita di tangan pencuri.�
Assalamu alaikum wr.wb.
Para hadirin yang
berbahagia, pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat ilahi,
dengan penuh kesadaran bahwa dia telah membalas dosa-dosa yang telah banyak kita
lakukan dengan karunia nikmat yang jauh lebih banyak lagi�.
Shalawat dan salam semoga
dicurahkan �Nya pada junjungan kita, kekasih kita, manusia paling mulia yang
pernah ada di dunia, nabi besar panutan orang-orang yang beriman :Muhammad saw.
Tentu saja beserta keluarganya yang mulia, para sahabatnya yang agung serta kita
dan para pengikutnya sampai akhir zaman�
Para hadirin pada
kesempatan ini izinkanlah saya menyampaikan suatu topik yang pasti akan dialami
kita semua tidak peduli sekaya apapun dia, atau setinggi apapun pangkatnya,
yaitu sakratulmaut.
Menurut sebagian besar
ulama, dekat- dekat akan meninggal malaikat maut akan berulang-ulang mengunjungi
orang yang akan meninggal itu. Kadang-kadang ia menunjukkan dirinya dengan jelas,
bahkan kadang-kadang suaranya jelas terdengar oleh yang bersangkutan. Kedatangan
malaikat maut ini sebenarnya adalah suatu peringatan bahwa tidak lama lagi orang
itu akan meninggal. Rupanya malaikat maut ingin memberi peringatan agar orang
itu bersiap-siap dengan perbekalannya. Junjungan kita yang mulia, Rasulullah
saw. Dalam hal ini telah bersabda :
baik kepada
seseorang hamba,
maka bentuk
malaikat maut itu
akan
disesuaikan dengan amal
salehnya
sebelum mati.�
Berdasarkan
hadits ini, jelaslah bahwa bentuk malaikat maut yang datang itu bergantung
kepada tingkat iman dan amal salehnya seseorang. Semakin banyak amal saleh
orang itu, maka bentuk malaikat maut yang datang akan semkin menyenangkan.
Dan sebaliknya, semakin besar dosanya, maka bentuknya akan semakin menakutkan.
Dalam hadits lain,
Rasulullah saw. Pernah bersabda bahwa sebaik-baik sikap pada waktu meninggal
adalah ingat kepada Allah dengan mengucapkan lailaha ilallah. Pada kenyataannya
amat jarang orang yang mampu mengucapkan kalimat sakral ini dengan keikhlasan
yang mendalam. Mengapa demikian ? Marilah kita coba bersama-sama untuk
menelaahnya.
Menurut para ahli, pada saat seseorang akan meninggal, yaitu pada saat
roh sudah sampai di tenggorokan, maka ingatan, akal, dan ilmu akan hilang; yang
berfungsi hanyalah alam bawah sadarnya. Pada saat kritis ini , setan berusaha
sekuat tenaga dengan berbagai cara mengalihkan perhatian orang yang sedang
sekarat itu agar jangan sampai mengucapkan lailaha illallah. Macam-macam akal
dikeluarkannya, mungkin ia menjelma menjadi bentuk ayah/ ibunya yang telah
meninggal, atau pun ia menjelma menjadi bentuk yang menakutkan. Semua
akal-akalan setan ini tujuannya hanya satu, yaitu agar orang yang sedang sekarat
itu terlena atau takut, sehingga akhirnya ia akan lupa kepada Allah. Oleh karena
itu, bila kita melihat orang yang sedang berjuang dalam sakratulmaut, maka
bantulah ia dengan membisikan berulang-ulang kalimat lailaha ilallah sebagaimana
petunjuk Rasulullah saw :
sedang dalam sakratulmaut itu, dengan
mengucapkan lailaha illallah,
orang yang mengakhiri perkataannya itu dengan kalimah
syahdat,
maka dia akan dimasukkan
ke dalam surga.�
Salah seorang sahabat
Rasulullah saw., yaitu Umar bin Khatab berkata, �Ucapkanlah kepada mereka yang
sedang dalam sakratulmaut itu lailaha illallah. Mereka itu melihat apa-apa yang
tidak terlihat olehmu.�
Para hadirin ibu-ibu dan
bapak-bapak yang berbahagia, bagaimana cara mengatasi godaan setan pada waktu
sakratulmaut? Godaan setan yang maha berat pada waktu sakratulmaut ini, hanya
dapat di atasi dengan satu cara, yaitu rasa cinta yang mendalam kepada Allah Swt.
Karena apa yang paling dicintai, apa yang
menjadi kerinduan siang dan malam, maka itulah yang akan teringat oleh kita pada
waktu napas terakhir.
Seringkali
kita jumpai orang sekarat yang menepis/menolak bila dibisikan �lailaha
illallah� di telinganya. Hal ini terjadi karena dalam keadaan sekarat, akal telah pergi, ingatan hilang; hati nurani akan
menyampingkan semua hal, kecuali pada apa yang dicintai saja. Oleh karena
itu, bila kita ingin pada saat meninggal nanti hanya ingat kepada Allah. Karena,
sekali lagi, dalam keadaan sekarat : akal
akan beku, sedangkan hati hanya mampu mengingat apa-apa yang kita cintai saja.
Rasa
cinta jelas mustahil muncul dalam sekejap. Sangat tidak logis bila mengharapkan
rasa cinta pada Allah itu muncul pada waktu sakratul maut, di mana akal sudah
tidak normal dan setan sedang menggoda dengan seberat-beratnya godaan, serta
badan menanggung rasa sakit yang luar biasa seperti ditusuk-tusuk dengan 300
tusukan pedang.
Untuk menumbuhkan rasa
cinta pada Allah, biasakanlah berzikir mengingatNya, jadikanlah Allah itu
menjadi kekasih dan letakkanlah Dia dalam rongga hati kita yang paling dalam.
Para hadirin, ibu-ibu dan
bapak-bapak yang berbahagia, para ulama mengatakan setelah selesai tanya jawab
dalam kubur, maka roh selanjutnya di alam barzah akan ditempatkan pada tempat
tempat yang sudah disiapkan untuknya: yaitu sesuai dengan amal perbuatannya
selama hidup di alam dunia. Yang amal salehnya banyak, yaitu selalu taat
mengerjakan perintah- perintah Allah, akan menempati tempat yang bagus
sekali;lebih indah dari kesenangan yang terdapat dalam mimpi. Sedangkan bagi
yang selalu membangkang pada perintah perintah-Nya akan mengalami penderitaan
yang luar biasa pahitnya. Bagi mereka itu, alam barzah adalah benar benar tempat
derita dan sengsara. Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda :
telah mati. Karena sesungguhnya mereka
telah menemui apa yang mereka
amalkan semasa hidupnya.��
Marilah dari sekarang kita
sadari, bahwa banyak harta sedikit amal saleh ternyata tidak ada gunanya sama
sekali. Harta yang dicari mati-matian itu akan tinggal di dunia akan dibagi-bagi
oleh ahli waris. Bayangkanlah, berpayah-payah mengumpulkan harta, kadang-kadang
sudah magrib masih di kantor; harta tertumpuk, kita meninggal masih tebaring
mayat kita di tempat tidur-belum dimandikan dan belum dikafani. Para ahli waris
sudah bertengkar memperebutkan harta yang kita kumpulkan mati-matian itu.
Payah-payah mengumpulkan harta selama ini tenyata hanya untuk mengadu anak
berkelahi dengan anak mengenai warisan. Yang dapat kita bawa serta masuk ke
liang kubur hanyalah secarik kain kafan, yaitu kain putih sepanjang empat hasta.
Tidak lebih dari itu!
Nabi kita yang mulia
bersabda :
pertama dari beberapa tahap tempat di
akhirat. Kalau seseorang telah selamat disitu,
maka
tahap yang sesudahnya akan lebih enteng dan kalau tidak selamat disitu
tahap yang sesudahnya akan lebih berat lagi.�
Para
hadirin, Ibu-ibu dan bapak-bapak yang berbahagia ingin saya sampaikan sekali
lagi, mengucapkan kalimat lailaha illallah dengan sepenuh perasaaan pada saat
sakratulmaut, selintas kedengarannya mudah, namun kenyataannya hanya orang
tertentu saja yang sanggup melaksanakannya. Hal ini disebabkan antara lain
karena :
�
Pada waktu sakratulamaut, akal/ingatan
sudah tidak berfungsi normal, bahkan dapat dikatakan hilang.
�
Setan menggoda dengan seberat-beratnya
godaan. Biasanya setan muncul dipenglihatan orang sekarat itu menyerupai
orang-orang yang dikenali orang
orang yang dikenal dekat dan sudah meninggal.
�
Rasa sakit yang amat sangat, seolah olah
ditusuk oleh 300 pedang,
Dalam
keadaan payah ini, jelaslah yang bekerja hanyalah alam bawah sadar saja, yang
teringat adalah hanya apa-apa yang kita cintai dan kita rindukan
siang dan malam
Para hadirin agar kita mampu mengucapkan pengakuan lailaha illallah pada
saat akan meningggal, maka kita harus cinta atau dekat kepada Allah yang
tertanam sampai ke dalam lubuk hati. Unsur menundukan nafsu agar menjadi manusia
yang bertakwa!
Ingatlah, kuburan bergerak secara
pasti menghampiri kita dengan kecepatan 60 menit perjam. Dan di akhirat nanti
tidak ada jalan keluar dari neraka..
KESALAHAN
FATAL !
Assalamu alaikum Wr.Wb.
Kita semua tahu, bahwa iblis dilaknat oleh Tuhan. Dan manusia yang sadar, tentunya tidak akan malu mengikuti jejak iblis. Tapi pernahkah kita berpikir mengenai kesalahan yang telah dilakukan iblis sehingga ia dilaknat oleh Tuhan? Pada kesempatan yang singkat ini, izinkanlah saya menyampaikan kembali kisah klasik yang sarat dengan hikmah ini. Mudah-mudahan pada akhir kisah nanti, kita dapat mengukur diri kita masing-masing, apakah kita termasuk penentang iblis atau jangan-jangan tanpa kita sadari, kita malah termasuk dalam kelompok orang yang mendukung iblis.
Suatu ketika iblis yang pada waktu itu tinggal di surga dipanggil menghadap oleh Tuhan, Tuhan berfirman, �Hai Iblis! Aku telah menciptakan seorang manusia dari tanah yang kuberi nama Adam. Sujudlah engkau sekarang!�
Namun Iblis spontan menolak. Ia lalu mengemukakan 3 alasan atas penolakannya itu.
Yang pertama, kata Iblis, �Ya Tuhan, bagaimana mungkin aku sujud kepada Adam. Bukankah asal usulku jauh lebih baik daripada Adam? Bukankah Engkau ciptakan aku dari api yang jelas-jelas lebih mulia dibandingkan dengan tanah? Mestinya, Adam lah yang harus sujud kepadaku, bukan sebaliknya!�
Salahkah alasan Iblis ini?
Kalau kita lihat disekitar kita banyak orang yang membangga-banggakan asal usul keturunannya, merasa sombong dengan darah birunya, ataupun memandang rendah seseorang hanya lantaran orang itu orang biasa. Salahkah bila orang seperti ini kita sebut sebagai pendukung Iblis? Bukankah yang dilakukannya itu sebenarnya merupakan perwujudan dari alasan iblis?
Alasan yang kedua, kata iblis, �Ya Tuhan, aku berada disini telah ribuan tahun. Jelas aku jauh lebih senior daripada Adam yang baru saja Engkau ciptakan. Bukankah seharusnya yang lebih yunior tunduk pada yang lebih senior?� Mestinya, Adam lah yang harus sujud kepadaku, bukan sebaliknya!�
Salahkah alasan iblis ini?
Sekarang ini, banyak orang yang gengsi tidak mau menerima pendapat yang disampaikan kepadanya, hanya semata-mata karena pendapat itu disampaikan oleh yang lebih muda. Salahkah bila orang seperti ini kita sebut sebagai pendukung iblis? Bukankah hal ini sebenarnya merupakan perwujudan dari alasan iblis?
Adapun alasan yang ketiga, kata Iblis, �Ya Tuhan, kesetiaanku pada-Mu, telah berabad-abad terbukti tidak pernah luntur; sedangkan Adam belum tentu ia dapat selalu setia kepada-Mu seperti aku. Lalu kenapa aku yang harus sujud kepada Adam, mestinya Adamlah yang pantasnya sujud kepadaku!�
Salahkah alasan iblis ini?
Kita banyak melihat orang yang suka mengungkit-ngungkit kembali jasa-jasa yang pernah dilakukannya ataupun merasa dirinyalah yang paling loyal. Salahkah bila orang seperti ini kita sebut sebagai pendukung iblis?Bukankah yang dilakukannya itu sebenarnya merupakan perwujudan dari alasan iblis?
Para hadirin khalifah Allah yang berbahagia, banyak pelajaran berharga yang dapat dipetik dari kisah ini. Yang paling utama adalah apapun dalih yang kita berikan tetap saja intinya sama, yaitu: membangkang pada Tuhan adalah kesalahan fatal!
Mudah-mudahan kita tidak mengikuti jejak iblis, yaitu pandai berdalih dengan seribu satu macam argumen yang kelihatannya logis untuk membenarkan pembangkangan yang kita lakukan terhadap �aturan main� yang telah dibuatNya. Apalagi Allah telah jelas-jelas menegaskan dalam Al-Qur�an surat An-Nisaa ayat 13 dan 14 :
Rasul-Nya,
niscaya Allah memasukkannya
Ke
dalam surga. Dan barangsiapa yang
Mendurhakai
Allah dan Rasul-Nya dan melanggar
Ketentuan-ketentuan-Nya,
niscaya
Allah
memasukkannya ke dalam api neraka,
Sedang
ia kekal di dalamnya, dan baginya
Siksa
yang menghinakan.�
Izinkanlah saya dalam kesempatan ini menyampaikan suatu kisah yang
terdapat pada salah satu hadits Rasulullah saw
|
P |
ada suatu hari, Rasulullah saw
melihat ada sekelompok orang sedang berkumpul beliau pun bertanya, �apakah
gerangan yang menyebabkan kalian berkumpul di sini� Para sahabat lalu menjawab,
�Ya Rasulullah, ada orang gila yang sedang mengamuk� Mendengar jawaban ini.
�Mendengar jawaban ini Rasulullah pun bersabda, �Orang itu sebenarnya bukan
gila, tetapi ia sedang mendapat musibah. Tahukah kalian siapa orang yang
benar-benar gila "Para sahabat semuanya terdiam kata Rasulullah, �orang
gila, ialah orang yang berjalan dengan sombong. Memandang orang lain dengan
pandangan yang merendahkan. Ia membuat orang tidak merasa aman. Kebaikannya
tidak pernah ada yang mengharapkan. Itulah orang gila yang sebenarnya�
Rupanya menurut Nabi kita, orang gila itu adalah orang yang masih
mempunyai akal tetapi akalnya itu tidak dapat menerangi perilakunya. Akalnya
sudah dikuasai oleh hawa nafsunya.
Para hadirin, khalifah Allah yang berbahagia, orang yang mendapat musibah
harus kita dekati. Sedangkan orang gila jelas harus kita jauhi. Menurut Nabi,
yang menyebabkan orang menjadi gila adalah karena ia takabur. Nabi saw. Pernah
bersabda kepada salah seorang sahabatnya yang bernama Abu Dzar, �Wahai
Abu Dzar, barangsiapa mati, dan dalam hatinya ada sebesar debu dari takabur ia
tidak akan mencium bau surga kecuali bila ia bertaubat sebelum maut menjemputnya
Ada seorang ulama yang membuat checklist sebagai alat introspeksi untuk
mengetahui apakah kita masuk dalam kategori orang yang takabur atau tidak. Atau
dalam bahasa Rasulullah, apakah kita masuk dalam golongan orang yang gila
betulan atau yang gila karena musibah.
Menurut sang ulama ini :
�
Kita takabur, kalau kita tidak mau menerima
kebenaran karena semata-mata yang menyampaikan kebenaran itu pangkatnya lebih
rendah dari kita. Begitu juga kita takabur bila tidak mau menerima kebenaran
lantaran disampaikan oleh istri atau anak kita. Atau karena kebenaran itu
disampaikan oleh orang yang berbeda paham islamnya dengan kita.
�
Kita takabur, bila merasa lebih berilmu
dibandingkan orang lain. Kita remehkan orang lain yang kita anggap bodoh, kita
tertawakan kebodohan mereka. Kita beri mereka gelar yang buruk buruk. Kita
khususkan surga hanya untuk kelompok yang sepaham dengan kita. Kita sahkan semua
ibadah kita, sementara kita batalkan ibadah kelompok lain.
�
Kita takabur, bila kita merasa paling salih di
antara seluruh manusia; bangga dengan bacaan Alqur�an kita. Dn tinggi hati
dengan titel haji yang kita sandang.
�
Kita takabur, bila merasa mempunyai kekayaan lebih
dari kebanyakan orang. Kita busungkan dada kita. Kita rendahkan orang-orang yang
kurang kaya dibanding kita dan kita singkirkan ke pinggir orang-orang yang lebih
miskin dari kita.
Para hadirin, khalifah Allah
yang berbahagia, sudah seyogyanyalah bila masalah takabur ini menjadi perhatian
serius kita. Jangan sampai kita merasa sudah waras, padahal sebenarnya kita ini
gila sebagaimana yang dimaksud Rasulullah saw. Fakta telah menunjukkan, banyak
orang yang tidak tahu kalau dirinya itu sebenarnya tidak tahu. Ada sebuah
hadits Qudsi yang dapat dijadikan pengerem agar kita terhindar dari perbuatan
takabur :
Bersabda Rasulullah :
Allah Yang Maha Mulia dan Maha
Agung berfirman :
�Kemuliaan itu adalah gaun-Ku
dan keagungan itu adalah jubah-Ku
barangsiapa yang memakai gaun
dan jubah-Ku itu,
akan kulemparkan ia ke dalam
api neraka�
Alhamdulillah rabbil alamiin
Segala puji bagi ALLAH yang telah menciptakan manusia sebagai mahluk yang sempurna, ia di berikan akal dan pikiran untuk berpikir, untuk dapat menikmati dan mensyukuri segala karunia-Nya.
Mudah-mudahan ya ALLAH aku bisa cepat lulus dari kuliah ini dan cepat mendapatkan pekerjaan. Ya allah yang maha pengasih dan maha penyayang ampunilah segala dosa dosaku selama ini juga ampunilah segala kesalahan orang tuaku lindungilah mereka sebagaimana mereka melindungiku sewaktu aku kecil.
Karuniailah kepadaku nikmat iman dan ketakwaan kepadamu ya Allah. Permudahlah diri ini untuk terus bersujud mengingatMu, janganlah kau biarkan diri ini terperosok ke dalam jurang kesesatan bila iblis menjalankan pekerjaannya. Lindungilah diri ini dari kejahatan mahlukMu ya Allah.
Berilah aku petunjuk menuju jalanMu yang lurus ya ALLAH yaitu jalan orang orang yang beriman, bukan jalan mereka yang engkau murkai. Aku takut bila lupa menjalankan perintahmu, hindarilah aku dari sifat malas dan dengki, jauhkanlah aku dari sifat tamak dan kikir. Apalagi dari sifat sombong dan takabur hingga semakin menjauhkan aku kepadaMu.Ya Allah perbaikilah ahlakku menjadi ahlak yang mulia. Ya Allah ampunilah aku bila aku lalai mengingatmu, sesungguhnya aku adalah sangat lemah dalam menjaga hawa nafsuku. Berilah karunia ilmu yang bermanfaat bagi hidup di dunia dan akhiratmu ya ALLAH. Ya ALLAH permudahkanlah diri ini dalam mencari jalan menuju keridhoanMu. Semoga amal perbuatan yang dicari di dunia ini mendapatkan bekal yang cukup untuk jalan menuju surgamu di akhirat nanti. Ya Allah berikanlah kenikmatan hidup di dunia dan di akhirat. Maha suci Allah Yang Mengabulkan doa hambanya yang saleh.
Wal hamdulillah hi rabbil alamiin
Segala puji hanya bagi ALLAH yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya.
By : Gopan
Assalamu alaikum wr wb
Para hadirin,
ibu ibu dan babeh babeh yang sedang berbahagia, pertama tama marilah kita
panjatkan dengan kerendahan hati dan keihklasan yang mendalam, puji syukur
kehadirat ilahi, dengan penuh kesadaran bahwa ALLAH telah membalas dosa dosa
yang telah banyak kita lakukan dengan karunia nikmat yang jauh lebih banyak lagi.
Shalawat dan
salam semoga dicurahkanNya kepada junjungan kita nabi besar panutan orang orang
yang beriman Muhammad SAW; tentu saja beserta keluarganya yang mulia serta para
sahabatnya yang agung , dan para pengikutnya sampai akhir zaman nanti
Alkisah, nabi
Musa as. Pernah melihat seseorang yang sedang berdoa dengan menunduk. Lalu Musa
as. Bermunajat, �Ya Tuhan, jika saja aku mempunyai apa yang dimintanya,
niscaya akan aku berikan!� Allah kemudian menjawab doa nabi Musa AS. �Wahai
Musa, ketahuilah bahwa Aku sayang kepada orang itu. Akan tetapi dia berdoa
kepada-Ku sedangkan hatinya masih mengingat pada kambing yang dimilikinya. Aku
tidak mau mengabulkan doa seseorang hamba yang ketika berdoa hatinya masih
mengingat selain-Ku!�
Para hadirin
khalifah Allah yang berbahagia, rupanya Allah ingin memberikan pelajaran kepada
kita, bahwa di waktu berdoa, kita tidak boleh mengingat selain Dia. Ia yang Maha
Suci tidak senang bila diduakan.
Marilah kita
mencoba mengikuti petunjuk Nya kepada nabi Musa itu, mudah-Mudahan ia berkenan
menerima doa kita.
Ya Allah�
Berilah rahmat kepada Muhammad dan keluarganya,
Seperti yang Kau berikan pada Ibrahim dan keluarganya�.
Berilah berkah kepada Muhammad dan keluarganya
Sebagaimana yang kau berikan pada ibrahim dan keluarganya�
Allahuma Ya Allah�
Tiada Yang Maha pengasih dan Maha penyayang selain Engkau,
Engkau curahkan kasih-Mu pada mahlukMu seakan akan Engkau
memerlukan mereka
Padahal Engkau sama sekali tidak memerlukan semua itu..
Tlah banyak karunia yang Engkau berikan kepadaku
Tlah banyak Engkau limpahkan rezeki-Mu padaku
Tak terhingga nikmat Engkau yang telah aku rasakan
Namun demikian aku seringkali lalai mensyukurinya
Aku seringkali membangkang pada-Mu
Janganlah karena kealpaan itu Engkau murkai aku ya Allah
Jangan Engkau campakkan dan jangan Engkau jauhi aku
Tapi teteskanlah Ya Allah seberkas cahaya Mu pada hatiku
Karena tanpa bantuanMu mustahil aku dapat mensyukuri
nikmat-nikmat-MU,
Mustahil aku dapat menggunakan harta yang engkau titipkan
padaku sebagai sarana untuk pengabdian kepada-Mu
Ya Allah hanya Engkau Yang Maha Kuat, aku ini lemah Ya
Allah�
Tanpa bantuan-Mu tidaklah mungkin aku dapat mengalahkan
setan dan hawa nafsu yang mengajak kepada kesesatan,
Tanpa bantuan-Mu tidaklah mungkin aku dapat selalu tegar
dalam mengabdi kepada-Mu,
Tanpa petunjuk-Mu aku pasti akan tersesat Ya Allah�
Lindungilah aku dari perbuatan perbuatan yang dapat
mengotori jiwaku,
Kuatkanlah imanku agar aku dapat tegar menghadapi
cobaan-Mu
Wahai tuhanku yang Maha Agung�
Jadikanlah cintaku kepada-Mu melebihi kecintaanku kepada
selain-Mu
Jadikanlah rasa takutku kepada-Mu melebihi rasa takut
kepada selain-Mu,
Ingatkanlah selalu padaku akan tujuan Engkau menciptakan
aku
Arahkanlah aku kepada jalan yang lurus,
sesuai dengan jalannya orang orang yang telah Engkau
berkahi,
Bukannya jalan orang orang yang telah engkau murkai
Dan bukan pula jalan orang-orang yang tersesat�.
Ya Allah junjungan hati orang yang beriman�
Terimalah ibadahku, terimalah
shalatku, terimalah sedekahku, terimalah zikirku�.
Maafkanlah bila ibadahku tercampur dengan riya`
Ampunilah bila amal saleh yang aku lakukan tidak dengan
seluruh keikhlasan hatiku�
Ya Allah Yang Maha Pengasih�
Janganlah Engkau hukum aku bila aku terlupa mengingat-Mu
Jangan Engkau tinggalkan aku bila aku lalai
mengagungkan-Mu
Dan jangan pula Engkau biarkan aku bila aku terperosok
dalam perangkap kenikmatan dunia�.
Allahuma Ya Allah�
Maksiat yang kulakukan tidaklah untuk menentang-Mu,
Bukan pula karena mengabaikan siksa-Mu,
Tetapi semata-mata karena kebodohan dan kelemahanku
terjerat hawa nafsu belaka�
Kasihani aku karena kelemahanku ini ya Allah
Ya Allah Ya Rahmaan Ya Rahiim�
Aku bermohon pada-Mu,
Penuhilah kalbuku dengan cinta dan rasa takut kepada-Mu,
Dengan keyakinan dan keimanan pada-Mu,
Serta dengan rindu dan rasa takut berpindah dengan-Mu�
Bimbinglah agar aku dapat meningkatkan akhlakku mengikuti
akhlak Nabi-Mu yang mulia Muhammad saw�
Bantulah aku agar aku mampu bersyukur kepada-Mu�
Allahuma Ya Allah�
Engkau menampakkan kepadaku rasa kasih sayang-Mu dengan
nikmat nikmat-Mu tapi aku menimpalinya dengan dosa dosa�.
Turun kepadaku kebaikan-Mu naik kepada-Mu kejelekanku�.
Malaikat senantiasa datang kepada-Mu membawa perbuatan
perbuatanku yang buruk, tapi hal itu tidak mencegah-Mu untuk menyebarkan belas
kasih-Mu dan menganugerahkan nikmat-Mu�
Besar sudah bencanaku, berlebihan sudah kejelekan
keadaanku,
Rendah benar amal-amalku
Berat benar belenggu malasku
Dunia dengan tipu dayanya telah memperdayaiku,
Wahai junjunganku
Aku bermohon pada-Mu dengan segala kekuasaan-Mu
Jangan kau tutup doaku karena kejelekan amal dan
perangaiku,
Anugerahkan padaku manisnya ampunan-Mu dan lezatnya
maghfirah-Mu
Perbaiki shalatku dengan curahan anugerah-Mu,
Keluarkan dari hatiku kecintaaan pada dunia sebagaimana
yang telah engkau lakukan terhadap hamba hamba-Mu sebelum aku
Wahai Zat yang paling baik untuk dimintai permohonannya�.
Yang paling murah pemberiannya�.
Yang paling royal kasih sayangnya�
Bawalah aku dalam bahtera keselamatan-Mu
Karuniailah aku kelezatan manisnya kasih sayang-Mu,
Tumbuhkanlah dalam hatiku kegemaran untuk taat kepada-Mu,
Tuluskanlah niatku dalam beribadah kepada-Mu�
Wahai Tuhanku yang menguasai seluruh alam semesta�
Aku meminta-Mu dengan penuh tunduk, kerendahan dan
kekhusukan�
Ampunilah aku serta rahmatilah diriku,
Ya Allah yang maha Pengatur dan Maha Suci�
Jadikan aku hamba-Mu yang selalu rela dan puas dengan
pemberian-Mu
Selalu rendah hati dalam bertingkah laku�
Jadikan aku yang paling istimewa diantara pengenal-Mu,
Yang paling saleh di antara hamba-Mu
Yang paling tulus di antara orang yang mentaati-Mu
Yang paling ikhlas dalam mengabdi kepada-Mu�
Ya Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Pengampun�
Ampunilah dosa dosa kedua orang tua ku, kasihanilah mereka
sebagaimana mereka mengasihiku semenjak kami masih dalam kandungan,
Peliharalah mereka sebagaimana mereka telah memelihara aku
dengan penuh kasih sayang,
Sayangilah mereka sebagaimana mencintaiku
Berilah mereka petunjuk sebagaimana mereka telah mengajari
aku
Dan lindungilah mereka dari gangguan makhluk engkau
sebagaimana mereka membela aku bila aku dizalimi�
Ya Allah Penguasa Hari Akhir..
Aku sadar cepat atau lambat aku pasti kembali kepada
engkau dengan meninggalkan harta benda yang telah aku miliki, meninggalkan anak
anakku yang aku cintai�
Aku sadar bahwa aku akan menghadapi sakratulmaut, pada
saat itu bantulah aku agar dapat mengingat Engkau,
Bantulah aku agar dapat mati dalam khusnul khatimah�
Ya Allah�
Berilah aku kebaikan di dunia
Dan kebaikan di akhirat
Hindarkan aku dari siksa kubur-Mu jauhkan tempatku kelak
dari api neraka-Mu�
Laa hawla wa laa quwwata illa billaah�.
Alhamdulillahirabillalamiiin�.
Bilahi taufiq walhidayah ws. Wb.
Sumber
dari Buku : Sentuhan kalbu
melalui kultum
Ny Wartati Furqon, jl. Abdul majid dalam III no 33 komp deplu cipete jakarta selatan, Tlp 75816639