Perburuan seorang Pahlawan

 

       Matanya tak berhenti celingak celinguk jantungnya berdegup dengan kerasnya. Ia berjalan seperti tikus di pematang sawah. Merasa was was bila bertemu dengan manusia yang mengenalnya. Namun apa daya ingatannya kini masih belum pulih benar ketika ia baru menyadari luka di jidatnya. Darah mengalir dari keningnya ia pingsan kemudian. Baru sadar ketika hujan deras mengguyur tubuhnya hingga basah kuyup.

      Dengan sisa sisa tenaga yang ada ia berjalan dengan santai menapaki kaki pegunungan. �Sudah aman kayaknya� begitu celoteh dirinya. Di sandarkan tubuhnya ke sebuah pohon cemara duduklah ia. Sambil menghela napas yang panjang, pikirannya coba mengingat kembali apa gerangan yang membuatnya hingga seperti ini.

      Di perban luka di kepalanya dengan kain, ia obati dirinya sendiri dengan daun daunan yang ada di sekelilingnya. Di kunyahnya daun sirih itu kemudian ditempelkan di sekujur tubuhnya yang penuh luka.  Ya Tuhan apa yang telah terjadi dengan diriku. Mengapa sampai separah ini. Untung lah nyawaku masih terselamatkan.

      Sementara udara pegunungan di sore itu kian menggigit siapa pun mahluk yang tinggal disana. Hiruk pikuk suara sirene  polisi dan gonggongan srigala memecahkan lamunannya segeralah ia beranjak pergi meninggalkan tempat itu kemudian melanjutkan langkahnya. melompati batu batu besar, menyusuri sungai yang deras, hingga akhirnya ia kecapekan karena dinginnya udara pegunungan hingga mati rasa jari kakinya karena sepatunya sudah membeku.

Setelah istirahat duduk bersandar pada sebuah batu besar kemudian ia berdoa kepada tuhan ya ALLAH berilah pertolongan kepada mahlukMU yang lemah ini sesungguhnya pertolonganmu adalah sebaikbaiknya pertolongan.   Dengan menggunakan sisa sisa tenaganya ia berlari melewati hutan yang lebat hingga ditemukannya bangkai pesawat terbang, didalamnya ditemukan seorang polisi dan pilot yang sudah lama tewas. Di copotkan nya baju mereka kemudian ia pakai.

Polisi mulai merasa pencarian mereka sia sia karena tak menemui jejak sedikitpun. Ditambah lagi buruknya cuaca pada sore itu. Hujan tak henti mengguyur,  udara pegunungan yang dingin membuat nyali para polisi menjadi kecut. Namun sang komandan belum memberikan instruksi untuk mundur, pencarian masih terus di lakukan. Nampak muka muka pengerutu di wajah para anggota kepolisian mulai tampak ketika anjing anjing mereka berhenti mencari jejak setelah sampai di hulu sungai.

Akhirnya setelah pencarian jejak mengalami kebuntuan sebagian anggota memutuskan untuk kembali karena hari sudah mulai malam sedangkan sebagian anggota polisi merengsek trus berjalan dengan menenteng senapan m 16 dan pisau belati, mereka diperintah oleh atasan untuk menangkap seorang teroris hidup atau mati. Karena orang itu sangat berbahaya bila dibiarkan trus berkeliaran.

Sang komandan trus berjalan memaki maki anggotanya karena terus mengeluh.

Komandan : �Dasar bekicot lelet banget sih jalan loh, gimana mao nangkep teroris kalo polisi baru nanjak sedikit ajah udah lemes.�

Letnan jupri : �kita khan udah dari siang komandan tugasnya, sekarang khan udah giliran anak malem nih.�

Septu yoki: �bukannya begitu komandan, saya paling gak tahan sama udara malem saya suka bengek.�

Prajurit : �emang nih teroris nakal banget udah digebukin masih bisa kabur juga, biar sekalian gua dor ajah palanya klo ketemu.�

Ucup bin sanusi : �gimana klo istirahat dulu komandan.�

Onta : �yang bener ajah cup lo istirahat dulu keburu kabur tuh teroris.�

Oneng : �teroris khan juga sering main di tv buat apa kita kejar.�

Emak : aduuuuh

Emak : itumah pelem yang di tivi oncee

 

Siapakah aku ?

Gerang pertanyaan yang terus menerus terngiang di ingatannya hingga kini, yang ia masih ingat cuma satu kakinya luka akibat terkena peluru. Ingatannya kini mulai berangsur angsur pulih, pikirannya menerawang jalan ke masa lalunya sebagai seorang  tentara milisi di Afganistan, ketika bom � bom trus dijatuhkan dari pesawat jumbo yang  ledakannya mengakibatkan kawah besar ditanah apalagi ketika bom  salah sasaran menghantam pedesaan, wanita dan anak anak menjadi korban , dirinya sendiri tak bisa berbuat banyak ketika ia melihat puluhan sampai ratusan orang tak berdosa tewas. Dirinya  merasa bersalah karena tidak bisa menolong para penduduk, padahal dirinya saat itu sedang membawa truk tak terbesit pikirannya untuk menolong para korban namun apa daya kejadian itu berlangsung cepat dalam hitungan detik bom � bom tersebut meluluhlantahkan semua pejuang afghan yang bersembunyi di pegunungan tersebut.

  

      Gema takbir di kumandangkan terdengar sampai di langit, banjir air tangis membasahi bumi, dan api para pasukan jihad berkobar menyingkirkan rasa takut.  Sampai kapan bumi akan terus dilanda peperangan ? mungkinkah seorang pahlawan hadir di tengah tengah rakyat yang sedang menderita kelaparan dan kemiskinan. Tak ada keputus asaan dalam diri mereka yang ada hanyalah kepasrahan diri untuk menerima segala cobaan dari yang kuasa.

ALLAHU AKBAR dengan membawa senapan mereka menyerang pasukan Amerika yang sedang makan siang di tendanya, pertempuran berlangsung sengit ketika kendaraan lapis baja memaksakan untuk menabrak para mujahidin, salah seorangnya berhasil memasukan granat ke dalam tank. Kontan saja mendengar ledakan dahsyat tentara amerika kaget setelah menyadari gudang amunisinya telah di kuasai oleh tentara mujahidin. Mereka bergerak cepat hingga tentara amerika dibuat tak berdaya. Satu persatu marinir amerika menyerah setelah komandan mereka berhasil di tawan.

      Tak terasa waktu telah berjalan dengan cepat tentara amerika terus membombardir wilayah afghan yang menyebabkan satu persatu wilayah yang telah dikuasai tentara mujahid kembali di ambil alih oleh tentara amerika. Banyak prajurit mujahid yang ditangkap karena bocornya informasi  tempat mereka tinggal oleh agen rahasia. Banyak juga penduduk miskin yang ditangkap karena mirip dengan tentara mujahid, Amerika mengirim para tahanan itu ke abu ghroib untuk disiksa dengan kejam. Sungguh tercela perbuatan Amerika tak sedikit warga afghan yang jadi tawanan karena polisi memaksa mereka untuk mengaku sebagai pejuang afghan. 

Sedang Dirinya pada waktu itu bersama dengan pasukannya berhasil meninggalkan perbatasan afghan dengan menumpang pesawat cargo menuju Pakistan kemudian mereka sepakat untuk berpisah, dirinya memilih untuk pulang ke negaranya sendiri.

      Masih ingat dirinya ketika kata kata terakhir berpisah dengan para sahabat perjuangannya adalah untuk mengurus keluarga yang telah ditinggalkan.

 

      ^><^

 back

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hosted by www.Geocities.ws

1